Beranda blog Halaman 554

Sutami Dukung Pemenuhan Gedung dan Sarpras Olahraga Yang Memadai

TANJUNG REDEB – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Sutami dukung pemenuhan gedung dan sarana dan prasarana (sarpras) olahraga yang berkualitas di Kabupaten Berau.

Hal itu menurutnya penting untuk memajukan olahraga di Kabupaten Berau menjadi lebih baik, sehingga akan melahirkan atlet-altet berprestasi yang mampu bersaing pada ajang nasional maupun internasional.

“Kalau bisa dibuatkan venue yang memadai seperti di Jakarta ada Indonesia Arena, yaitu Stadion Mini seperti di Teluk Bayur tetapi disitu bisa boxing, futsal, voli dan sebagainya,” ujarnya.

Menurutnya, jika para atlet tidak didukung dengan fasilitas olahraga yang memadai makan akan berpengaruh terhadap lambatnya perkembangan para atlet. Apalagi, Berau memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang cukup besar. Sehingga sangat mampu untuk menghadirkan gedung hebat tersebut.

“Bagaimana olahraga kita mau berkembang kalau sarpras tidak mendukung. Paling Rp 100 miliar sudah bisa terbangun gedung hebat itu,” ucapnya.

Kemudian, dirinya juga menyinggung terkait bonus atlet yang tidak setara dengan daerah-daerah lain. Menurutnya, hal itu bukan sepenuhnya kesalahan pemerintah.

Sehingga dirinya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau untuk lebih memberikan pemahaman terkait kesejahteraan para atlet di Kabupaten Berau.

“Kita tidak bisa menyalahkan pemerintah tetapi kita harus hidup bersama dengan Dispora dulu, pahamkan mereka, karena yang dulu di Dispora tidak paham olahraga,” jelasnya.

“Kita ingin, Berau bisa diperhitungkan dalam peta nasional. Atlet kita yang tidak terakomodir akan diambil kabupaten lain. Makanya sarprasnya harus kita dukung. Kami sebagai bapak angkat akan mendorong ini,” pungkasnya. (ADV/KN)

Serap Aspirasi Masyarakat, Grace Lakukan Reses di Gang Wijaya Kelurahan Sei Bedungun

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Grace Warastuty Langsa melakukan Reses di Jalan Jendral Gatot Subroto, Gang Wijaya, Kelurahan Sei Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb, pada Jumat (29/11/2024).

Pada Reses itu, Grace menerima beberapa usulan yang menjadi prioritas masyarakat, salah satunya terkait pengadaan fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk di wilayah tersebut.

“Kami akan memperjuangkan usulan tersebut. Dan ini menjadi perhatian kita bersama sebab masyarakat ada yang terdampak gejala demam berdarah,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya akan menindaklanjuti usulan tersebut dan menyampaikan kepada dinas terkait khususnya Dinas Kesehatan Berau agar ke depan gencar melakukan fogging di daerah tersebut.

“Kami akan tindaklanjuti dan menyampaikan ke dinas terkait, seperti pengadaan Fogging,” ucapnya.

Selain itu, Grace juga menyampaikan pentingnya kerja sama masyarakat dengan RT setempat untuk melakukan gotong royong membersihkan tempat-tempat yang menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk.

“Langkah ini juga sangat membantu menekan terjadinya gejala demam berdarah di daerah ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Grace mengatakan bahwa akan terus mengawal usulan-usulan dari masyarakat yang menjadi prioritas yang kemudian akan dibahas pada rapat Badan Anggaran (Banggar) di DPRD Berau.

Menurutnya, hal itu merupakan wujud keseriusan dirinya sebagai wakil rakyat kepada konstituennya yang selama ini mendukung.

“Jika ada prioritas yang sangat perlu disampaikan silahkan disampaikan, tetapi ada proses yang namanya skala prioritas, skala prioritas itu artinya yang mana yang lebih penting dan urgent itu dulu yang kita ajukan,” pungkasnya. (ADV/KN)

Turunnya Pengangguran di Kaltim: Optimisme Baru di Tengah Tantangan SDM

SAMARINDA – Berita baik datang dari Kalimantan Timur. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) provinsi ini turun menjadi 5,14 persen, berdasarkan data terbaru Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Penurunan ini bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan keberhasilan upaya bersama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Anggota DPRD Kaltim, Apansyah, menyambut baik kabar ini. Baginya, penurunan angka pengangguran menunjukkan arah yang positif bagi pembangunan daerah. “Kalau secara angka, memang pengangguran di Kaltim telah menurun, dan ini satu hal yang patut diapresiasi. Semoga kabar baik ini dapat terus dipertahankan,” ucapnya penuh optimisme.

Namun, di balik rasa syukur itu, masih ada tantangan besar yang harus diatasi, terutama dalam memastikan tren positif ini berlanjut.

Peluang di Balik Angka Positif

Penurunan TPT tidak hanya menggambarkan lebih banyak orang yang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga membuka peluang untuk mendorong perekonomian daerah. Menurut Apansyah, peningkatan lapangan kerja di Kaltim akan berdampak signifikan pada roda ekonomi provinsi ini, yang juga menjadi salah satu wilayah strategis dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dengan meningkatnya lapangan pekerjaan, roda perekonomian juga ikut bergerak lebih cepat. Ini bukan hanya kabar baik untuk Kaltim, tetapi juga kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Namun, ia menekankan bahwa lapangan kerja saja tidak cukup. Tenaga kerja yang masuk harus memiliki kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dalam hal ini, Apansyah melihat penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai kunci utama.

SDM Kompeten, Kunci Masa Depan

Apansyah menilai bahwa penurunan pengangguran yang berkelanjutan membutuhkan persiapan SDM yang matang. “Pemerintah harus memastikan pelatihan keterampilan dan pembekalan pengalaman kerja menjadi prioritas. Ini penting, terutama bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah atau baru memasuki dunia kerja,” katanya.

Di era digital ini, kebutuhan akan tenaga kerja yang melek teknologi semakin meningkat. Pelatihan berbasis teknologi dan inovasi menjadi langkah yang perlu digalakkan untuk memastikan tenaga kerja Kaltim mampu bersaing, tidak hanya secara lokal, tetapi juga secara global.

“Kompetensi adalah kunci. Kita harus memastikan bahwa tenaga kerja Kaltim tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan,” tambah politisi Golkar tersebut.

Pemagangan: Jalan Strategis Menuju Kesempatan

Salah satu program yang menurut Apansyah berhasil membantu peningkatan kompetensi tenaga kerja adalah program Pemagangan Dalam Negeri. Ia memuji kegiatan ini sebagai solusi strategis untuk mempercepat penempatan kerja sekaligus meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

“Pemagangan memberikan pengalaman nyata kepada peserta, baik mereka yang sedang meniti karier profesional maupun yang baru lulus. Ini menjembatani kesenjangan antara teori yang mereka pelajari di sekolah dan praktik yang dibutuhkan di dunia kerja,” jelasnya.

Ia berharap program ini terus diperluas agar lebih banyak tenaga kerja, terutama dari daerah terpencil, mendapatkan manfaat yang sama.

Menghadapi Tantangan ke Depan

Meskipun penurunan angka pengangguran adalah capaian yang patut diapresiasi, Apansyah mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai. Tantangan ke depan melibatkan bagaimana menciptakan ekosistem kerja yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, dan meratakan akses ke lapangan pekerjaan di seluruh wilayah Kaltim.

“Angka yang menurun ini adalah hasil kerja keras bersama, tetapi kita tidak boleh lengah. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus terus bersinergi untuk memastikan lapangan kerja yang ada mampu memberikan dampak jangka panjang,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perhatian khusus pada daerah-daerah terpencil yang sering kali tertinggal dalam hal akses pekerjaan dan pelatihan.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan optimisme yang muncul dari data terbaru ini, Apansyah berharap Kaltim dapat terus bergerak maju. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi provinsi ini.

“Pengangguran yang menurun adalah awal dari perubahan besar. Sekarang adalah saatnya kita semua berkontribusi untuk memastikan bahwa semua warga Kaltim memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja, berkembang, dan memberikan yang terbaik untuk daerah ini,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Merefleksi Perda: Yusuf Mustafa Dorong Efektivitas Regulasi untuk Kemajuan Kaltim

SAMARINDA – Peraturan Daerah (Perda) adalah instrumen hukum yang seharusnya menjadi pendorong utama tata kelola daerah yang lebih baik. Namun, apa jadinya jika perda yang sudah dibuat dengan berbagai upaya justru tidak diterapkan maksimal? Pertanyaan ini menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kaltim, Yusuf Mustafa.

Sebagai anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapperda), Yusuf menyadari bahwa proses pembuatan perda bukanlah hal yang mudah. Penyusunan regulasi ini memakan waktu, energi, dan anggaran yang besar. Namun, ia menyayangkan fakta bahwa banyak perda yang tidak berjalan sesuai harapan. “Selama ini, perda yang sudah disahkan tidak semuanya maksimal penerapannya, terutama dalam hal penegakan sanksi bagi pelanggar,” katanya.

Yusuf mengungkapkan keprihatinannya bahwa terlalu banyak perda yang dibuat, tetapi tidak memberikan dampak nyata di lapangan. Kondisi ini, menurutnya, harus menjadi refleksi bersama bagi legislatif maupun eksekutif untuk lebih selektif dalam menyusun dan mengesahkan perda. “Tidak perlu banyak perda, yang penting benar-benar bisa diterapkan secara optimal,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Efektivitas Perda, Tanggung Jawab Bersama

Bagi Yusuf, perda bukan hanya soal regulasi, tetapi juga alat untuk membangun kesadaran dan kedisiplinan masyarakat. Ia menekankan bahwa pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kota, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan perda yang sudah disahkan benar-benar diterapkan.

“Terlalu banyak perda yang disahkan, tetapi hanya menjadi dokumen tanpa implementasi. Ketika suatu perda dibentuk, ia harus digunakan secara aktif untuk mendorong perubahan positif,” ujarnya.

Namun, Yusuf tidak sekadar mengkritik. Ia juga menawarkan solusi berupa evaluasi menyeluruh terhadap perda-perda yang ada. Langkah ini diharapkan mampu mengidentifikasi regulasi mana yang perlu diperkuat atau bahkan direvisi agar lebih relevan dan aplikatif.

Ia juga mendorong agar penerapan perda tidak hanya dilakukan pada momen tertentu. “Perda itu harus hidup dalam keseharian masyarakat, bukan hanya diterapkan saat ada kampanye atau kegiatan tertentu. Yang perlu kita perbaiki adalah mekanisme kontrol dan pengawasannya,” tambah Yusuf.

Membangun Masa Depan Kaltim dengan Perda yang Efektif

Lebih dari sekadar evaluasi, Yusuf berharap pemerintah bisa lebih fokus pada perda yang benar-benar mendukung kemajuan daerah. Dengan pengawasan yang ketat dan penerapan yang konsisten, perda bisa menjadi alat yang efektif untuk mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat, mulai dari tata kelola lingkungan hingga peningkatan kesejahteraan sosial.

Sebagai legislator, Yusuf juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi penerapan perda. Ia menilai bahwa keberhasilan sebuah regulasi tidak hanya tergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi masyarakat sebagai pelaksana sekaligus pengawasnya.

“Ketika masyarakat sadar akan pentingnya perda dan pemerintah konsisten menerapkannya, maka kita akan melihat perubahan nyata dalam tata kelola daerah,” ujarnya.

Harapan Yusuf untuk Masa Depan

Ke depannya, Yusuf berharap perda yang disahkan bisa lebih fokus pada kebutuhan strategis daerah. Ia juga menginginkan adanya sinergi yang lebih baik antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat dalam penerapan perda.

“Perda adalah alat untuk mencapai perubahan, tetapi alat ini harus digunakan dengan tepat dan konsisten. Kita harus memastikan bahwa setiap perda yang dibuat benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Hari Guru Nasional: Momentum Memperjuangkan Kesejahteraan dan Mutu Guru di Era Digital

SAMARINDA – Di tengah derasnya arus digitalisasi, peran guru dalam membentuk karakter dan kecerdasan generasi muda menjadi semakin krusial. Setiap tanggal 25 November, Hari Guru Nasional (HGN) diperingati sebagai bentuk penghormatan kepada para pendidik yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk kemajuan bangsa. Namun, peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru di Indonesia.

Anggota DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menegaskan pentingnya menjadikan momentum ini sebagai langkah konkret untuk memperjuangkan nasib guru. “Kesejahteraan guru harus menjadi perhatian utama, baik di tingkat pusat maupun daerah. Guru yang sejahtera akan mampu menjalankan tugasnya dengan lebih optimal,” ujarnya.

Baginya, kesejahteraan bukan sekadar soal penghasilan. Guru juga membutuhkan fasilitas yang memadai, insentif, dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Di era digital ini, kemampuan menguasai teknologi menjadi salah satu kunci untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi siswa.

“Guru tidak hanya harus sejahtera secara ekonomi, tetapi juga harus terus meningkatkan kompetensi mereka. Di era global ini, teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari proses belajar-mengajar,” tambahnya.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara guru di perkotaan dan daerah terpencil. Guru yang bertugas di pelosok sering kali menghadapi tantangan besar, mulai dari minimnya fasilitas pendidikan hingga akses yang sulit. Untuk itu, Agusriansyah mengusulkan adanya insentif khusus bagi mereka yang mengabdi di wilayah-wilayah tersebut.

“Guru-guru di daerah terpencil adalah pahlawan sejati. Mereka bekerja di bawah kondisi yang sulit, tetapi tetap berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa. Kita harus memberikan perhatian lebih kepada mereka,” katanya dengan penuh apresiasi.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan alokasi anggaran pendidikan. Menurutnya, dana yang lebih besar harus diarahkan untuk kesejahteraan guru, pengadaan fasilitas belajar, serta pelatihan kompetensi. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Tema Hari Guru Nasional tahun ini, “Guru Hebat, Indonesia Kuat,” menjadi pengingat akan peran penting guru sebagai fondasi pendidikan yang kokoh. Tema ini, menurut Agusriansyah, tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga motivasi bagi semua pihak untuk berkolaborasi dalam memajukan pendidikan.

“Peran guru tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, masyarakat, dan orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendukung guru sebagai agen perubahan. Melalui kerja sama ini, kita dapat menciptakan pendidikan yang lebih baik,” jelasnya.

Agusriansyah juga mengajak masyarakat untuk menghormati guru, tidak hanya pada Hari Guru, tetapi setiap saat. “Guru adalah pilar bangsa. Mereka mencetak generasi yang akan memimpin masa depan. Tanpa guru, tidak akan ada masa depan yang cerah,” tutupnya.

Hari Guru Nasional kali ini menjadi refleksi akan pentingnya profesi guru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun tantangan yang dihadapi masih besar, harapan akan masa depan pendidikan yang lebih baik tetap menyala. Dengan komitmen bersama, pendidikan Indonesia dapat melangkah maju, menjawab kebutuhan zaman, dan mencetak generasi unggul untuk masa depan. (Adv)

Penulis: Hanafi

Menjaga Demokrasi: Forkopimda Kaltim Pantau Langsung Pilkada di Balikpapan

BALIKPAPAN – Suasana di Kota Balikpapan pada Rabu (27/11) dipenuhi semangat demokrasi. Di tengah jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, para pemimpin Kalimantan Timur tidak tinggal diam. Mereka hadir langsung untuk memantau proses pesta demokrasi yang diharapkan melahirkan pemimpin berkualitas.

Rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Timur tiba di Kota Balikpapan dengan penuh kesiapan.

Dengan menggunakan helikopter, rombongan yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.

Turut hadir di dalam rombongan ini Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto, serta Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Mereka langsung menuju Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Balikpapan untuk memantau pelaksanaan pemungutan suara di TPS 901 yang terletak di Kampung Olahraga Rutaba. Para tahanan di tempat itu mendapatkan hak mereka untuk ikut serta dalam menentukan pemimpin daerah, sebuah langkah yang menjadi cerminan demokrasi inklusif.

Darlis Pattalongi, Anggota DPRD Kaltim yang turut serta dalam rombongan, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pj Gubernur dan jajaran Forkopimda terhadap Pilkada di Kalimantan Timur.

“Kami sangat menghargai langkah ini. Pilkada bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga mencerminkan kualitas demokrasi yang kita jalankan bersama,” ujarnya.

Menurut Darlis, keberhasilan Pilkada tidak hanya terletak pada tingginya partisipasi pemilih, tetapi juga pada integritas dan transparansi prosesnya. Ia berharap agar pelaksanaan yang telah berjalan dengan baik hingga hari ini tetap dijaga hingga tahapan penetapan pemenang.

“Pemimpin yang berkualitas hanya bisa lahir dari pemilu yang berkualitas,” tegas politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Langkah Forkopimda Kaltim ini menjadi bukti nyata bahwa demokrasi bukanlah sebuah proses yang bisa dibiarkan berjalan sendiri.

Kehadiran para pemimpin di lapangan memberikan pesan kuat: pilkada yang adil, jujur, dan transparan adalah prioritas utama.

Selain monitoring, kunjungan ini juga menjadi ajang koordinasi untuk memastikan tidak ada kendala yang menghambat proses pencoblosan di lapangan.

Dengan pengawalan yang ketat dan pengawasan langsung, Forkopimda Kaltim menunjukkan komitmennya untuk mengawal demokrasi hingga ke tingkat akar rumput.

Semangat demokrasi ini tidak hanya dirasakan oleh warga Balikpapan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh wilayah di Kalimantan Timur.

Seiring dengan proses pemungutan suara yang terus berjalan, masyarakat berharap agar demokrasi tetap menjadi landasan utama dalam memilih pemimpin masa depan.

Bagi Forkopimda Kaltim, demokrasi bukan hanya sebuah momen lima tahunan, tetapi sebuah amanah yang harus dijaga dan dirawat.

“Pesta demokrasi ini tidak hanya menjadi hak, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Semarak Peninjauan Pilkada Samarinda, Meneguhkan Demokrasi di Tengah Tantangan

SAMARINDA – Rabu pagi, (27/11/2024), suasana di Samarinda tampak berbeda. Hiruk-pikuk demokrasi menyelimuti kota, seiring dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.

Di tengah momentum ini, sejumlah tokoh penting turun langsung memastikan proses pesta demokrasi berjalan lancar.

M Darlis Pattalongi, Subandi, dan Sugiyono, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, bersama Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik, Kapolda Kaltim Nanang Avianto, Pangdam VI Mulawarman Tri Budi Utomo, dan Sekda Kaltim Sri Wahyuni, bergabung dalam peninjauan tersebut.

Mereka tak sendiri; kehadiran Wakil Wali Kota Samarinda Rusmandi, Kepala Kesbangpol Kaltim Sufian Agus, serta komisioner KPU dan Bawaslu menambah semarak kegiatan itu.

Peninjauan dimulai dari Lapas Kelas II A Samarinda, lokasi TPS khusus bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang diikuti oleh sekitar 500 pemilih.

Dengan serius, para legislator dan pejabat menyaksikan proses pemungutan suara, memastikan semua hak pemilih terpenuhi.

Tak lama, rombongan melanjutkan perjalanan ke TPS 09 Kelurahan Bandara, di mana 505 pemilih terdaftar.

Pemerintah Hadir, Demokrasi Menguat
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menegaskan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan adalah bentuk komitmen pemerintah untuk mendukung kelancaran pesta demokrasi.

“Kami hadir untuk memastikan hak pemilih terpenuhi, penyelenggara bekerja maksimal, dan keamanan terjaga,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Sugiyono, salah satu legislator yang hadir, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, pelaksanaan Pilkada berjalan kondusif. Namun, ia tak menutup mata terhadap sejumlah kendala seperti perpindahan domisili pemilih dan cuaca yang sedikit memengaruhi kehadiran.

“Undangan telah disampaikan. Kami berharap partisipasi masyarakat meningkat, sehingga angka golput bisa ditekan,” tutur Sugiyono.

Di sisi lain, ia memuji pelaksanaan Pilkada di Lapas yang relatif bebas hambatan.

“Di TPS biasa ada tantangan, tetapi secara keseluruhan semuanya lancar,” tambahnya.

Antusiasme dan Harapan
Subandi, legislator lainnya, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat yang tetap datang ke TPS meskipun ada tantangan. Ia berharap partisipasi terus meningkat, terutama untuk Pilgub Kaltim.

“Mari kita maknai ini sebagai pesta demokrasi yang menjadi penentu masa depan daerah,” katanya dengan semangat.

Melalui kegiatan ini, para tokoh berharap masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Samarinda, sadar akan pentingnya suara mereka.

“Satu suara kita sangat berarti untuk masa depan Kaltim,” pungkas Subandi. (Adv)

Penulis: Hanafi

Dorong Pemerintah Gencar Lakukan Pelatihan Kepada Pelaku UMKM

TANJUNG REDEB – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Rahman mendorong pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait gencar melakukan pelatihan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau.

Menurut Rahman, pelatihan dan pembinaan kepada pelaku UMKM tersebut sangat penting guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar kualitas produk dan daya saing pelaku UMKM dapat meningkat.

“Berikan mereka pembinaan dengan memberikan pelatihan, setelah itu pelaku UMKM diberikan sertifikasi,” ujarnya.

Selain itu, pelatihan tersebut juga bertujuan agar pelaku UMKM dapat lebih terarah dalam mengembangkan produk-produk mereka secara profesional.

“Langkah ini penting agar UMKM di Bumi Batiwakkal lebih terarah dan lebih profesional,” ucapnya.

Kemudian, dirinya juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kemasan produk UMKM. Sebab, kemasan yang baik dapat membuat masyarakat tertarik untuk membeli jajanan UMKM tersebut.

“Terutama karena produk-produk ini akan dipasarkan tidak hanya di Bumi Batiwakkal tetapi juga hingga ke pasar nasional,” bebernya.

Selain itu, pengembangan UMKM lokal juga memiliki dampak strategis bagi daerah yang juga merupakan salah satu penyangga IbuKota Nusantara (IKN).

Sehingga, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para pelaku UMKM di Bumi Batiwakkal agar lebih berkembang.

“Dukungan pemerintah akan membuka peluang lebih besar bagi UMKM lokal untuk bersaing dan memperkenalkan produk lokal yang berkelas ke luar daerah, bahkan secara nasional,” pungkasnya. (ADV/KN)

Melahirkan Atlet Berprestasi dari Turnamen Catur di Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Hiruk-pikuk suara tepuk tangan mengiringi pembukaan Turnamen Catur dan Lomba Tari tingkat SMA dan SMK se-Kabupaten Kutai Kartanegara di Gedung Putri Karang Melenu, Kamis (28/11). Kehadiran Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, menjadi momen spesial dalam perhelatan ini.

Dalam sambutannya, Akhmed mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan olahraga catur di Kalimantan Timur. “Catur adalah permainan yang bukan hanya mengasah strategi, tetapi juga melatih ketekunan dan konsentrasi. Ini adalah modal penting yang perlu dikembangkan sejak dini,” ujar Akhmed.

Ia menambahkan, prestasi catur Kalimantan Timur telah membanggakan di kancah nasional. Pada PON XXI 2024 di Medan, atlet Kaltim berhasil menyabet medali emas dan perunggu, membuktikan bahwa daerah ini mampu menghasilkan atlet kelas dunia.

Namun, yang membuat turnamen ini lebih istimewa bukan hanya soal persaingan, melainkan tentang misi pembinaan generasi muda. Akhmed berharap, turnamen ini dapat menjadi panggung awal bagi siswa SMA dan SMK di Kutai Kartanegara untuk mengembangkan bakat mereka. “Kami akan terus mencari talenta terbaik dari daerah, lalu memberikan mereka peluang untuk bertanding di tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Lebih dari Sekadar Kompetisi

Bagi para peserta, turnamen ini adalah ajang pembuktian diri. Di salah satu sudut ruangan, terlihat Raka, siswa kelas 11 yang memandang serius papan catur di hadapannya. “Saya ingin menjadi grandmaster suatu hari nanti. Turnamen seperti ini memberi kami kesempatan untuk melatih kemampuan dan mental bertanding,” ujar Raka dengan penuh semangat.

Menurut Akhmed, olahraga catur memiliki daya tarik unik karena dapat dimainkan oleh siapa saja, kapan saja. “Baik di tingkat RT, desa, maupun kota besar, catur selalu memiliki penggemar. Potensi ini harus terus kita kembangkan,” tuturnya.

Lebih jauh, Percasi Kaltim juga berencana membuat database pemain catur berbakat yang ditemukan melalui turnamen seperti ini. Para pemain yang masuk database akan mendapatkan pelatihan lebih intensif dan kesempatan untuk berkompetisi di tingkat nasional bahkan internasional.

Menjaga Tradisi dan Dukungan Berkelanjutan

Selain turnamen catur, lomba tari yang diadakan bersamaan turut menunjukkan pentingnya menjaga tradisi seni dan budaya lokal. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III yang menjadi inisiator acara ini mengungkapkan bahwa lomba tari bertujuan melestarikan nilai-nilai budaya sekaligus memberikan ruang kreatif bagi generasi muda.

Menutup acara, Akhmed menegaskan dukungan DPRD Kaltim terhadap keberlanjutan kegiatan seperti ini. “Kami akan terus berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan agar kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan. Tidak hanya mencetak atlet dan seniman, tetapi juga membangun karakter generasi muda yang kompetitif dan berprestasi,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Frans Lewi Dorong Penanaman Mangrove di Pesisir Berau untuk Mitigasi Bencana

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Kabupaten Berau, Frans Lewi, menyerukan langkah proaktif dari pemerintah daerah, instansi vertikal, dan masyarakat untuk melindungi kawasan pesisir dan kepulauan terluar di Berau dari potensi bencana alam.

Salah satu upaya yang ia usulkan adalah penanaman mangrove secara masif sebagai pelindung alami bagi wilayah pesisir.

“Penanaman mangrove ini penting untuk mencegah bencana seperti abrasi atau dampak tsunami sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir,” ujarnya.

Frans menjelaskan bahwa mangrove memiliki peran penting dalam menahan gelombang besar, mengurangi risiko banjir, serta melindungi habitat laut. Oleh karena itu, Frans Lewi meminta Pemerintah Kabupaten Berau, dinas terkait, perangkat desa, hingga masyarakat pesisir untuk bergotong royong melaksanakan program penanaman mangrove.

Selain itu, politisi Partai Hanura ini mengajak perusahaan di Berau untuk berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Ia mengusulkan agar program CSR diarahkan pada penanaman mangrove serta pemberdayaan masyarakat lokal, misalnya melalui pengembangan wisata ekowisata dan kegiatan riset.

“Partisipasi perusahaan dapat memberikan dampak yang lebih luas, baik untuk menjaga lingkungan maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekowisata,” tambahnya.

Frans juga menekankan perlunya edukasi bagi masyarakat pesisir tentang manfaat mangrove dan ancaman bencana lingkungan. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, ia berharap mereka dapat berperan aktif dalam menjaga ekosistem pesisir.

“Edukasi dan sosialisasi sangat penting agar masyarakat memahami bahwa mangrove tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi seperti mendukung perikanan dan pariwisata,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah untuk rutin melakukan pendataan luas lahan mangrove di Berau. Pemantauan ini dianggap penting untuk memastikan upaya konservasi berjalan berkesinambungan.

“Pendataan dan pemantauan yang konsisten akan memastikan ekosistem mangrove tetap terjaga, sekaligus memberikan panduan untuk kebijakan perlindungan lingkungan yang lebih baik,” jelasnya.

Frans berharap kolaborasi lintas pihak dalam menjaga ekosistem mangrove dapat menciptakan lingkungan yang lebih tahan terhadap bencana serta mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

“Dengan ekosistem mangrove yang terjaga, kita tidak hanya melindungi alam, tetapi juga memberikan warisan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (ADV/KN)