Beranda blog Halaman 555

Oktavia Apresiasi Perbaikan GOR Pemuda Harus Dilengkapi Fasilitas Olahraga yang Memadai

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Oktavia, memberikan apresiasi atas upaya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang telah merealisasikan perbaikan Gedung Graha Pemuda di Jalan Mangga I, Tanjung Redeb.

Politisi Partai NasDem tersebut menyatakan rasa lega karena proyek yang telah direncanakan sejak setahun lalu akhirnya menunjukkan progres yang signifikan.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Dispora. Perbaikan pada hall yang sering digunakan untuk upacara sudah terlihat hasilnya, dan progres perbaikan Gedung Graha Pemuda berjalan sangat baik,” ujar Oktavia.

Oktavia berharap agar berbagai fasilitas yang diperbaiki, termasuk dinding tribun, toilet, pencahayaan, ventilasi udara, dan sistem suara, dapat berfungsi optimal demi kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di gedung tersebut.

“Fasilitas seperti dinding tribun dan sound system harus berfungsi maksimal agar penonton merasa nyaman saat menghadiri berbagai acara di gedung ini,” tambahnya.

Selain itu, ia mendorong Dispora bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memperhatikan perbaikan bangunan lain di kompleks Lapangan Gor Pemuda Tanjung Redeb, guna memenuhi harapan masyarakat terhadap fasilitas olahraga yang memadai.

“Setiap akhir tahun, banyak event besar digelar di Gor dan Lapangan Pemuda. Perbaikan ini harus terus berlanjut agar fasilitas olahraga kita semakin baik,” katanya.

Oktavia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan keselamatan tenaga kerja selama proses perbaikan berlangsung. Ia meminta agar anggaran proyek digunakan secara tepat agar tidak ada sisa penggunaan dana (SiLPA) yang tidak terpakai.

“Proyek ini harus berjalan sesuai anggaran yang telah ditetapkan. Pengelolaan dana yang baik akan menjadi catatan positif bagi OPD terkait,” tegasnya.

Setelah perbaikan selesai, Oktavia menyarankan agar Dispora meningkatkan kebersihan fasilitas serta meninjau ulang tarif sewa gedung. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak event olahraga maupun acara lainnya untuk diselenggarakan di Gedung Graha Pemuda.

Dirinya juga berharap perbaikan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga mendukung perkembangan olahraga dan kegiatan kepemudaan di Kabupaten Berau.

“Selain kebersihan, fasilitas pendukung seperti tempat sampah dan ruang kendali juga perlu ditingkatkan. Tarif sewa gedung sebaiknya disesuaikan dengan fasilitas baru agar lebih menarik,” tutupnya. (ADV/KN)

Elita Apresiasi Capaian UHC Berau, Dorong Optimalisasi Layanan BPJS Kesehatan

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Kabupaten Berau dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) dengan tingkat cakupan lebih dari 98 persen per 1 September 2024 lalu.

Politikus Partai Golkar itu menilai capaian ini merupakan langkah penting untuk memastikan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa khawatir dengan beban biaya.

“Capaian ini menunjukkan komitmen Pemkab Berau dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif bagi semua kalangan, terutama masyarakat kurang mampu,” ungkap Elita.

Elita menyoroti keberhasilan ini tak lepas dari kebijakan Pemkab Berau yang sejak 2021 memberikan bantuan iuran BPJS Kesehatan gratis untuk masyarakat yang membutuhkan. Kebijakan tersebut mencakup berbagai kelompok, seperti Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), Penerima Bantuan Iuran (PBI), dan non-PBI, dengan keseluruhan biaya ditanggung oleh Pemkab.

“Bantuan iuran ini sangat membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa terbebani masalah finansial,” tambahnya.

Elita mengimbau masyarakat Berau untuk secara berkala memeriksa status kepesertaan BPJS Kesehatan mereka. Hal ini bertujuan memastikan data tetap valid dan mencegah potensi kendala saat mengakses layanan kesehatan.

“Saya mendorong masyarakat untuk lebih aktif memeriksa keaktifan BPJS mereka. Hal ini penting agar tidak ada hambatan dalam mendapatkan layanan kesehatan yang mereka butuhkan,” tegasnya.

Elita juga menekankan pentingnya peran Dinas Kesehatan dan instansi terkait dalam meningkatkan sosialisasi mengenai manfaat BPJS Kesehatan. Ia berharap masyarakat yang belum terdaftar segera mendapatkan akses ke program ini agar tidak ada yang tertinggal dalam menikmati layanan kesehatan.

“Sosialisasi yang lebih intensif akan memastikan semua lapisan masyarakat memahami manfaat BPJS dan terdaftar sebagai peserta aktif,” ujarnya.

Dengan capaian UHC yang hampir menyeluruh, Elita berharap program ini terus dipertahankan dan ditingkatkan. Ia menilai konsistensi dalam mendukung jaminan kesehatan masyarakat akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Berau secara keseluruhan.

“Dengan pencapaian ini, Pemkab Berau harus lebih meningkatkan lagi pelayanan kesehatan kepada masyarakat Berau,” pungkasnya. (ADV/KN)

Rudi Mangunsong Dukung Instruksi Presiden Prabowo untuk Turunkan Harga Tiket Pesawat

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Rudi Parasian Mangunsong, menyambut baik arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penurunan harga tiket pesawat sebagai langkah untuk mendukung sektor pariwisata nasional, termasuk di Kabupaten Berau.

Menurut Rudi, instruksi tersebut sangat relevan untuk mengatasi kendala yang selama ini dihadapi wisatawan yang ingin berkunjung ke Berau, khususnya ke destinasi unggulan seperti Kepulauan Derawan.

“Laksanakan perintah Presiden, tegak lurus,” tegasnya.

Rudi mengimbau Dinas Perhubungan (Dishub) Berau segera melakukan kajian mendalam bersama instansi terkait untuk mengidentifikasi penyebab tingginya harga tiket pesawat di Kabupaten Berau. Ia menilai kajian ini penting untuk menemukan solusi yang efektif.

“Salah satu langkah konkret yang bisa diambil adalah menambah armada penerbangan atau mendatangkan maskapai baru. Bandara Kalimarau harus siap mengakomodasi penambahan ini,” ujarnya.

Rudi juga menyoroti pentingnya memastikan tidak terjadi monopoli dalam layanan penerbangan di Berau, karena hal itu dapat memengaruhi harga tiket secara tidak wajar.

“Monopoli dalam penerbangan bisa menciptakan ketidakseimbangan harga. Jika lebih banyak maskapai masuk dengan prosedur yang baik, otomatis persaingan akan menurunkan harga,” tambahnya.

Menurut Rudi, sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata Kalimantan Timur, Kabupaten Berau memerlukan aksesibilitas yang terjangkau bagi wisatawan domestik dan internasional.

Rudi berharap kebijakan ini tidak hanya membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian lokal.

“Pariwisata adalah andalan Berau. Kalau tiket pesawat mahal, wisatawan enggan datang, dan ini tentu merugikan masyarakat serta pelaku usaha lokal,” jelas politisi PDI-Perjuangan tersebut.

Dirinya menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo harus dipatuhi tanpa pengecualian. Jika tidak ada tindak lanjut nyata, maka hal tersebut dianggap sebagai pengabaian terhadap kepentingan masyarakat.

“Perintah Presiden itu jelas untuk kebaikan bersama. Jika tidak ada penurunan harga tiket pesawat di Kabupaten Berau, artinya instruksi kepala negara tidak dihormati,” pungkasnya. (ADV/KN)

Subroto Dorong Pengembangan Kopi Liberika di Pesisir Berau

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perkebunan (Disbun) untuk memaksimalkan pengembangan kopi liberika di wilayah pesisir, terutama di Kampung Sumber Mulya, Suka Murya, dan Dumaring dan sebagian wilayah di Kecamatan Sambaliung.

Menurut Subroto, kopi liberika Berau memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu produk unggulan daerah. Produk kopi kemasan dari Kampung Sumber Mulya sudah menunjukkan hasil yang baik dan menjadi inspirasi bagi pengembangan di dua kampung lainnya.

“Kita harapkan pengembangan ini berjalan maksimal, tidak hanya meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir,” ungkapnya.

Subroto menilai program pelatihan dan pemberian bantuan untuk petani kopi yang dilakukan oleh pemerintah sangat penting. Pelatihan terkait penanganan organisme pengganggu tanaman seperti hama dinilai mampu meningkatkan hasil panen kopi liberika di wilayah tersebut.

“Kami mendukung penuh pelatihan dan peningkatan kapasitas petani kopi. Ini langkah yang baik agar produksi kopi semakin berkualitas dan hasilnya bisa bersaing,” katanya.

Selain pelatihan, Subroto menegaskan pentingnya membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani kopi. Ia meminta Disbun bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk menciptakan peluang pasar yang menjanjikan.

“Pemerintah harus menyiapkan pasar untuk hasil kopi ini. Dengan kerja sama lintas dinas, hasil panen petani bisa dijual ke pasar yang lebih besar, bahkan ke luar daerah,” tuturnya.

Subroto berharap kopi liberika dapat menyusul komoditas lain seperti cokelat dan kakao Berau yang sudah terkenal di pasar luas. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, pengembangan kopi tidak hanya menguntungkan masyarakat tetapi juga berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan pengelolaan yang serius, kopi liberika bisa menjadi peluang emas untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menambah pemasukan bagi daerah,” pungkasnya. (ADV/KN)

Rudy Mas’ud Calon Gubernur Terpilih Versi Quick Count, Akan Kawal Perhitungan Suara Real Count

0

SAMARINDA – Rudy Mas’ud, calon kepala daerah dari pasangan Rudy-Seno, menggelar konferensi pers di DPD Golkar Kota Samarinda di Jalan Mulawarman, untuk memberikan perkembangan terkini terkait Pilkada Kalimantan Timur.

Rudy Mas’ud mengungkapkan rasa syukurnya karena situasi berjalan dengan lancar dan aman.

“Alhamdulillah, meskipun baru tiga hari kami tinggalkan, semuanya dapat ditangani dengan baik, dan kami didampingi banyak pihak di sini,” ujar Rudy Mas’ud saat Konferensi Pers di DPD Golkar Kota Samarinda.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy menegaskan pentingnya pengawasan terhadap proses perhitungan suara di lapangan.

Ia mengingatkan kepada seluruh tim sukses, relawan, serta organisasi masyarakat untuk terus mengawal proses perhitungan di kecamatan-kecamatan dengan penuh perhatian.

“Meskipun hasil quick count menunjukkan hasil yang positif bagi kami, kami tetap akan mengawal seluruh proses perhitungan suara dari KPU hingga selesai,” tambahnya

Dia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur, serta pihak TNI dan Polri yang telah bekerja keras untuk menjaga kondisi pemilu tetap kondusif.

Rudy menegaskan mereka akan bertanggung jawab atas amanah yang diberikan, tidak hanya kepada masyarakat Kalimantan Timur, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur yang telah mendukung kami. Insya Allah, kami akan menjalankan amanah ini sebaik-baiknya,” lanjutnya

Terkait hasil quick count, Rudy mengonfirmasi bahwa lembaga survei seperti Indikator telah menunjukkan pasangan Rudi-Seno unggul dengan perolehan sekitar 50 persen suara, sementara pesaingnya, pasangan Mulyadi-43, memperoleh sekitar 43 persen.

Rudy menegaskan hasil tersebut sudah hampir pasti dan tidak akan ada perubahan signifikan.

“Angka hasil quick count menunjukkan pasangan kami unggul dengan margin error yang sangat kecil, dan kami yakin hasil ini akan konsisten dengan penghitungan resmi dari KPU,” ungkapnya

Rudy juga mengingatkan bahwa perhitungan suara tidak hanya berdasarkan quick count, namun juga hasil dari data C1 yang lebih valid dan akurat. Meski demikian, ia berharap masyarakat tetap bersabar menunggu pengumuman resmi dari KPU.

Pada kesempatan yang sama, Seno Aji, pasangannya, juga mengucapkan rasa terima kasih yang sama atas dukungan masyarakat Kalimantan Timur.

Ia menyatakan kemenangan ini bukan hanya milik mereka, tetapi merupakan kemenangan seluruh masyarakat Kalimantan Timur.

“Kami tidak sabar untuk segera mewujudkan program-program kami, terutama program layanan kesehatan gratis untuk seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” ujar Seno Aji usai Rudy membeberkan Quick Count dalam Konferensi Pers.

Rudy dan Seno menegaskan mereka akan terus bekerja bersama untuk memajukan Kalimantan Timur dan mewujudkan harapan masyarakat.

Mereka juga berharap agar seluruh masyarakat Kalimantan Timur dapat bersatu dan mendukung penuh proses demokrasi ini hingga tuntas.

“Sekali lagi, terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur yang telah menyukseskan Pilkada ini. Semoga hasilnya membawa kebaikan bagi kita semua,” tutupnya.

Penulis: Dimas/Hanafi
Editor: Nicha R

Pastikan Program Beasiswa Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB – Program beasiswa merupakan langkah penting dalam mendukung pemerataan pendidikan di Kabupaten Berau. Sehingga penyalurannya pun diharapkan tepat sasaran khususnya bagi pelajar yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Menanggapi itu, Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Ratna Kalalembang mengatakan bahwa penyaluran beasiswa bertujuan untuk membantu masyarakat tidak mampu dalam mengakses pendidikan. Untuk itu, ia meminta proses penyaluran beasiswa tersebut terus dilakukan pemantauan agar tepat sasaran.

“Sehingga beasiswa itu benar-benar bermanfaat bagi pelajar yang membutuhkan sampai tuntas sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, program beasiswa tersebut sangat penting terutama dalam mengurangi beban para orang tua yang memiliki kendala dalam biaya pendidikan.

“Jadi dengan adanya beasiswa ini akan membantu mengurangi pengeluaran orang tua yang tidak mampu,” ucapnya.

Kemudian, dirinya menyarankan pemerintah daerah agar tidak perlu merubah data penerima beasiswa. Hal ini agar memudahkan pemerintah dalam mengakomodir para penerima beasiswa hingga selesai pendidikan.

“Pemerintah tidak perlu merubah data setiap penerima beasiswa agar terus diakomodir hingga tuntas pendidikannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, dengan adanya program-program bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah, Ratna berharap, dunia pendidikan di Kabupaten Berau dapat mengalami perkembangan yang signifikan.

“Saya harap program beasiswa ini dapat merata di kota hingga perkampungan,” pungkasnya. (ADV/KN)

Dukung Pemerintah Kembangkan Komoditas Kakao

TANJUNG REDEB – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Feri Kombong meminta pemerintah daerah beri dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan komoditas kakao di Kabupaten Berau.

Menurutnya, komoditas kakao di Kabupaten Berau telah menunjukkan peningkatan yang menjanjikan. Bahkan, pemasarannya pun dinilai memiliki potensi besar dalam mendongkrak perekonomian masyarakat.

Untuk itu, dirinya berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna memaksimalkan hasil komoditas kakao di Bumi Batiwakkal.

“Komoditas kakao sangat berpotensi, pemerintah harus terus memberikan dukungan agar perekonomian masyarakat juga meningkat,” ujarnya, Kamis (28/11/2024).

Saat ini, lanjut Feri, produksi kakao masih sangat menjanjikan sebagai salah satu bahan olahan makanan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Bahkan, kakao Berau pernah menjadi yang terbaik di tingkat nasional.

“Kabupaten Berau juga sebagai salah satu daerah penghasil kakao terbesar di Indonesia,” ungkapnya.

Hal itu tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya dalam mengembangkan komoditas kakao di Kabupaten Berau.

Dirinya pun menyebutkan bentuk dukungannya terhadap pengembangan komoditas kakao yaitu dengan mengirim 18 petani kakao ke Jawa Timur untuk melakukan pelatihan dan menambah pemahaman terkait komoditas tersebut.

“Beberapa waktu lalu, saya mengirim sekitar 18 orang petani kakao untuk mengikuti pelatihan kakao. Semoga saja ilmu lebih modern yang mereka dapat, bisa dipraktekan dan ditularkan dilapangan,” bebernya.

Lebih lanjut, dukungan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berkelanjutan juga menjadi kunci dalam pengembangan produksi kakao, terutama dengan adanya rencana pembangunan pabrik kakao di Bumi Batiwakkal.

“OPD harus memberikan dukungan penuh, baik dari penyediaan bibit unggul, pupuk, hingga memberikan pendidikan kepada para petani,” pungkasnya. (ADV/KN)

Masih Terdapat Pemukiman Kumuh, Saga Minta Pemerintah Ambil Tindakan

TANJUNG REDEB – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Saga meminta pemerintah daerah untuk menuntaskan wilayah pemukiman kumuh di Kabupaten Berau.

Dikatakan Saga, pemukiman kumuh dapat menjadi poin negatif untuk Kabupaten Berau, apalagi jika lokasinya terletak di pusat kota yang dapat terlihat oleh siapa saja baik masyarakat lokal maupun masyarakat luar yang berkunjung ke Kabupaten Berau.

“Apalagi kalau lokasinya di dalam kota, yang masih bisa terlihat. Hal ini harus segera dituntaskan,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Berau saat ini telah diakui sebagai kabupaten yang maju. Hal itu terbukti dengan banyaknya jumlah desa yang berstatus mandiri. Sehingga ia berharap pemerintah daerah dapat segera menyelesaikan masalah ini dengan perencanaan dan penataan yang lebih baik.

“Berau tidak ada lagi kampung tertinggal, sehingga Kabupaten Berau harus bebas dari adanya pemukiman kumuh itu,” tegasnya.

Diakuinya, peran DPRD Berau juga sangat penting, terutama dalam mengawal anggaran untuk memastikan penanganan pemukiman kumuh berjalan sesuai harapan.

“Pemukiman kumuh ini akan menjadi perhatian utama. Program penuntasan pemukiman kumuh harus disegerakan, meskipun bertahap,” bebernya.

Lebih lanjut, dirinya meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membuat skema terkait pola penanganan pemukiman kumuh tersebut, agar saat direalisasikan masyarakat tidak terkena imbas negatifnya.

“Saya rasa sejauh ini OPD terkait telah memiliki titik-titik lokasi mana yang menjadi fokus penanganan terlebih dahulu,” pungkasnya. (ADV/KN)

Suharno Tekankan Pemenuhan Sarpras Pendidikan

TANJUNG REDEB – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Suharno menegaskan bahwa pengalokasian anggaran untuk bidang pendidikan khususnya sarana dan prasarana (sarpas) sekolah harus merata.

Sebab, hingga saat ini masih terdapat sekolah yang kekurangan ruang kelas baru (RKB). Sehingga, ia meminta agar kebutuhan sarpras pendidikan harus lebih diperhatikan hingga ke perkampungan.

Disebutnya, Berau memiliki 100 kampung yang dimana belum sepenuhnya mendapat dukungan pendidikan salah satunya tambahan RKB. Untuk itu, pemerintah daerah diharapkan memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan di Kabupaten Berau terutama di daerah perkampungan.

“Jangan hanya di perkotaan saja karena Berau memiliki 100 kampung yang masyarakatnya juga masih membutuhkan support pendidikan,” ujarnya.

Dirinya mengaku akan memberikan dukungan penuh jika pemerintah daerah memberikan perhatian lebih untuk sarpras pendidikan di Bumi Batiwakkal. Namun yang paling penting adalah memanfaatkan anggaran yang ada secara maksimal.

“Undang-undang itu mewajibkan anggaran pendidikan itu 20 persen. Itu sebetulnya tidak bisa ditawar-tawar apapun alasannya,” tegasnya.

Menurutnya, penambahan RKB harus menjadi prioritas utama untuk mengatasi lonjakan jumlah siswa yang terus meningkat, serta untuk memastikan kenyamanan dan kualitas pembelajaran yang optimal bagi para siswa.

“Karena jika sarpras pendidikan kita bagus, tentunya para siswa akan merasa nyaman saat proses belajar,” pungkasnya. (ADV/KN)

Akhmed Reza Pahlevi: Perlindungan Guru Harus Diprioritaskan

SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Pahlevi, menyoroti isu yang tengah menjadi perhatian masyarakat, yaitu laporan dari murid atau wali murid terhadap guru.

Menurutnya, persoalan ini perlu ditangani dengan bijak agar tidak merugikan pihak manapun, terutama para guru yang sedang menjalankan tugasnya.

Reza menegaskan pentingnya memberikan perlindungan kepada guru dalam menjalankan peran mendidik.

Ia berpendapat bahwa guru memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pemahaman dan pendidikan kepada murid, namun hal ini harus diimbangi dengan dukungan dari orang tua dan masyarakat.

“Dalam konteks pendidikan, guru bertugas memberikan pemahaman kepada muridnya. Namun, orang tua juga harus bisa menerima dengan lapang dada jika terjadi hal di luar konteks pendidikan. Jika itu murni kesalahan dalam pendidikan, orang tua berhak menuntut. Tapi, perlindungan untuk guru yang menjalankan tugasnya dengan benar juga harus diprioritaskan,” ujarnya baru-baru ini.

Ia berharap adanya regulasi yang lebih jelas untuk melindungi guru dari tindakan yang tidak adil, seperti pelaporan yang berlebihan atau tanpa dasar.

Reza juga mengimbau masyarakat untuk memahami peran guru sebagai pendidik dan tidak cepat menyalahkan tanpa mengetahui situasi yang sebenarnya.

Reza menambahkan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Ia juga mengapresiasi para guru yang tetap berkomitmen menjalankan tugas meski menghadapi berbagai tantangan.

“Guru adalah pilar utama dalam pendidikan. Mereka harus dihormati dan didukung, bukan justru menjadi korban dari sistem atau perilaku yang tidak mendukung kemajuan pendidikan,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi