Beranda blog Halaman 552

Pilkada 2024, Warga Kaltim Diharapkan Tunjukkan Kedewasaan Demokrasi

SAMARINDA – Pilkada 2024 menjadi momentum penting bagi masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Wakil Ketua III DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, menegaskan pentingnya menjaga suasana damai selama dan setelah proses Pilkada berlangsung.

“Pilkada damai itu sangat penting. Jangan sampai ada keributan hanya karena perbedaan pilihan,” ujar Yenni, Sabtu (30/11/2024).

Menurut Yenni, demokrasi semestinya menjadi wadah persatuan, bukan perpecahan. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal yang biasa dalam proses demokrasi dan tidak seharusnya memecah hubungan sosial yang telah terjalin lama di masyarakat.

“Kita mesti sikapi dengan kedewasaan,” lanjut legislator dari Fraksi PKB tersebut.

Yenni juga menggarisbawahi pentingnya nilai-nilai kerukunan dan saling menghormati di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengutamakan hubungan sosial yang lebih panjang dibandingkan perbedaan pandangan politik yang bersifat sementara.

“Pilihan politik kita hanya berlangsung beberapa bulan, tetapi hubungan dengan tetangga, saudara, dan teman jauh lebih panjang dan bermakna,” tegasnya.

Sebagai bentuk antisipasi, Yenni mengajak masyarakat untuk menjaga sikap dan emosi selama Pilkada berlangsung. Ia berharap suasana damai bisa terus terjaga, tidak hanya selama masa pemilu tetapi juga setelahnya.

“Pilkada 2024 adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa masyarakat Kaltim memiliki kedewasaan dalam berdemokrasi,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Krisis Pelayanan di RSUD AWS: Anggota DPRD Kalimantan Timur Soroti Kendala Sistem dan Antrian Panjang

SAMARINDA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, menyampaikan keprihatinannya terkait penumpukan pasien dan kendala teknis dalam pelayanan rumah sakit terbesar di provinsi tersebut.

Dalam keterangannya, Andi mengungkapkan bahwa sekitar 80-90% pasien yang dilayani di RSUD AWS merupakan peserta BPJS. Sistem pendaftaran berbasis online yang diterapkan rumah sakit ternyata belum sepenuhnya mampu mengatasi volume pasien yang tinggi.

“Sebagai seseorang yang pernah bekerja di RSUD AWS selama tujuh tahun, saya melihat langsung tantangan besar yang dihadapi. Saat ini sistem online yang digunakan sering bermasalah, dan jika server down, seluruh pelayanan poliklinik terganggu,” ujar Andi melalui pesan Instagram, Selasa (5/11/2024).

Ia menyoroti perlunya tindakan cepat dari pihak manajemen ketika sistem pendaftaran online mengalami gangguan. Salah satu solusi yang ia usulkan adalah membuka kembali opsi pendaftaran manual sebagai langkah darurat.

Dampak Nyata untuk Pasien BPJS
Masalah yang dihadapi RSUD AWS tidak hanya berhenti pada pendaftaran. Menurut Andi, antrian panjang juga kerap terjadi di apotek rumah sakit. Pasien, khususnya pengguna BPJS, sering harus menunggu obat berjam-jam setelah selesai pemeriksaan.

“Banyak pasien yang menghabiskan waktu dari pagi hingga sore hanya untuk menyelesaikan seluruh proses berobat. Ini jelas tidak ideal,” tambahnya.

Situasi ini, lanjut Andi, dapat berdampak serius, terutama bagi pasien dengan kebutuhan medis mendesak. Ia menegaskan bahwa peningkatan efisiensi dalam pelayanan adalah tanggung jawab utama pihak rumah sakit.

Sebagai anggota DPRD, Andi mendukung penuh upaya pembenahan layanan kesehatan di Kalimantan Timur. Ia menekankan pentingnya langkah konkret dari pihak manajemen RSUD AWS untuk meningkatkan efisiensi pelayanan dan mengurangi waktu tunggu pasien.

“Saya yakin semua tenaga kesehatan di rumah sakit ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Namun, manajemen harus bergerak cepat dan mengambil tindakan nyata agar pelayanan berjalan lebih baik,” tegas Andi. (Adv)

Penulis: Hanafi

Anggota DPRD Soroti Pentingnya Edukasi dan Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok

SAMARINDA – Anggota DPRD, dr. H. Andi Satya Adi Saputra, Sp.OG., M.Kes, menyoroti pentingnya lingkungan yang bebas dari asap rokok demi mendukung terciptanya generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sebuah diskusi, dr. Andi menyampaikan curahan hati para ibu yang tidak merokok namun kerap terpapar asap rokok dari lingkungan sekitarnya.

“Curahan hati para ibu ini mewakili banyak ibu lain yang berharap lingkungan yang sehat, terutama sebelum dan selama kehamilan. Lingkungan yang bebas asap rokok sangat penting untuk memastikan kualitas generasi mendatang,” ungkapnya.

Dr. Andi juga mendorong pemerintah untuk lebih aktif dalam menyosialisasikan peraturan daerah (perda) dan peraturan gubernur (pergub) terkait kawasan tanpa rokok.

Menurutnya, meski aturan tersebut telah ada, tingkat kesadaran masyarakat masih rendah akibat minimnya edukasi.

“Setiap aturan yang dibentuk harus disosialisasikan dengan baik. Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya rokok, terutama bagi anak-anak usia sekolah,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang tidak merokok.

Dr. Andi menegaskan bahwa rokok memiliki dampak negatif yang sudah terbukti secara kesehatan. Oleh karena itu, ia mengimbau agar generasi muda menghindari rokok sejak dini.

“Rokok tidak perlu lagi diiklankan karena dampak buruknya sudah jelas. Kami berharap kawasan tanpa asap rokok dapat menjadi prioritas nasional demi menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti peran budaya dalam membentuk generasi muda.

Dr. Andi menekankan perlunya dukungan terhadap pelestarian budaya yang dapat menjadi bagian dari pembangunan karakter generasi penerus bangsa.

“Budaya harus tetap dilestarikan karena ini juga berkaitan dengan pembentukan karakter generasi muda. Kita harus memastikan budaya yang baik terus diwariskan,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Pilkada Kaltim 2024 Berlangsung Damai, Fuad Fakhruddin Apresiasi Kinerja Penyelenggara Pemilu

SAMARINDA – Pilkada serentak 2024 di Provinsi Kalimantan Timur yang melibatkan 10 kabupaten/kota berjalan dengan aman dan damai. Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Fuad Fakhruddin, menyampaikan rasa bangganya terhadap antusiasme masyarakat dalam pesta demokrasi ini.

“Saya bangga atas antusiasme masyarakat yang tinggi dalam mengikuti pesta demokrasi ini. Partisipasi pemilih yang signifikan menunjukkan kesadaran politik masyarakat Kaltim semakin meningkat,” ungkap Fuad, Rabu malam (28/11/2024).

Fuad juga mengapresiasi kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang dinilainya telah menjalankan tugas dengan profesional.

Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan demi kemajuan Kalimantan Timur.

Hasil sementara hitung cepat (quick count) menunjukkan pasangan calon nomor urut 02, Rudy Mas’ud – Seno Aji, unggul dengan perolehan 56 persen suara, sementara pasangan nomor urut 01, Isran Noor – Hadi Mulyadi, meraih 44 persen suara.

“Melihat angka-angka yang sudah masuk, kita optimistis paslon 02 akan menjadi pemimpin Kaltim ke depan. Namun, yang terpenting adalah pelaksanaan pilkada yang berjalan damai dan kondusif. Ini menjadi bukti kedewasaan demokrasi masyarakat Kaltim,” tambah Fuad.

Ia berharap di bawah kepemimpinan baru, Kaltim akan terus maju dan mampu bersaing dengan provinsi lain, terlebih dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN) yang membuka peluang besar untuk wilayah tersebut. (Adv)

Penulis: Hanafi

Harapan Warga Balikpapan Tertunda: Pembangunan Flyover Muara Rapak Masih dalam Ketidakpastian

Balikpapan kembali menghadapi kenyataan pahit terkait pembangunan flyover di kawasan Muara Rapak. Proyek yang dinantikan masyarakat untuk mengurangi kemacetan itu belum menunjukkan tanda-tanda akan segera dimulai. Baik pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur belum memberikan kejelasan mengenai kelanjutannya.

Kawasan Muara Rapak dikenal sebagai titik kemacetan parah di Balikpapan. Kendaraan berat seperti tronton, yang kerap melintasi jalur utama ini, menjadi salah satu penyebab utama. Ditambah dengan volume kendaraan yang terus meningkat setiap tahunnya, kebutuhan akan flyover semakin mendesak.

Namun, pada Rabu malam (27/11/2024), Sigit Wibowo, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, menyatakan bahwa pemerintah daerah hanya bisa menunggu langkah pemerintah pusat. “Pembangunan flyover ini sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat, khususnya dari Kementerian PU. Jadi kami di daerah hanya menunggu perkembangan lebih lanjut,” ungkap Sigit.

Meski menyadari pentingnya proyek ini, Sigit menyebutkan bahwa hingga kini belum ada pembahasan lebih lanjut dari pihak terkait. “Kita harus melihat perkembangan dulu. Karena itu sebenarnya adalah tugas pemerintah pusat,” tambahnya.

Warga Balikpapan, yang selama ini mengandalkan jalur tersebut, berharap flyover Rapak bisa menjadi solusi atas kemacetan yang menjadi “makanan sehari-hari”. Namun, Sigit juga menekankan perlunya perencanaan infrastruktur yang lebih luas untuk mengatasi masalah lalu lintas jangka panjang.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat berharap ada koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan pusat.

Pembangunan flyover Rapak bukan sekadar harapan, tetapi kebutuhan mendesak yang memengaruhi mobilitas dan perekonomian Balikpapan.

“Kami berharap bukan hanya soal flyover, tapi juga perencanaan infrastruktur lain yang bisa mengatasi kemacetan secara menyeluruh,” tegasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Rudy-Seno Klaim Kemenangan di 8 Kabupaten Kota di Kaltim, Sisanya 2 Kabupaten Kota Isran-Hadi

0

SAMARINDA – Pasangan calon (Paslon) nomor urut 02, Rudy-Seno, mengklaim kemenangan di 8 dari 10 kabupaten/kota di Kaltim.

Dalam konferensi pers di posko pemenangan mereka, Jalan Sirat Salman Samarinda, Sabtu (30/11/2024), tim pemenangan Rudy-Seno membeberkan hasil real count internal dari 6.274 TPS se-Kaltim. Berdasarkan data sementara, Rudy-Seno meraih 997.334 suara atau 55,7 persen, meninggalkan Paslon 01 dengan 793.322 suara atau 44,3 persen dari total 1.790.315 suara sah.

Sudarno, perwakilan tim pemenangan, menegaskan bahwa data tersebut adalah hasil hitung cepat internal berdasarkan formulir C-1. “Ini bukan pengumuman kemenangan, melainkan laporan sementara. Hasil ini menunjukkan selisih 11,4 persen antara kedua Paslon,” ujarnya.

Meski unggul di mayoritas wilayah, Sudarno menegaskan bahwa pihaknya tetap menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Rudy-Seno mengklaim kemenangan di wilayah berikut:
* Paser: 58% vs 42%.
* Kutai Kartanegara (Kukar): 57,9% vs 42,09%.
* Berau: 59% vs 40%.
* Kutai Barat (Kubar): 50,96% vs 49,04%.
* Penajam Paser Utara (PPU): 65,7% vs 34%.
* Balikpapan: 57,66% vs 42,3%.
* Bontang: 64,36% vs 35,64%.
Namun, mereka kalah tipis di Mahakam Ulu (Mahulu) (48,7% vs 51,3%) dan Samarinda (48,35% vs 51,65%).
Sudarno menyebutkan bahwa proses penghitungan suara di tingkat PPK berjalan lancar, meskipun ada kendala seperti saksi pihak lawan yang menolak menandatangani formulir C-1.

“Kami percaya Bawaslu akan memastikan proses ini sesuai aturan,” katanya, sembari menambahkan bahwa timnya tetap fokus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi.

Tim pemenangan Rudy-Seno berharap kemenangan ini akan terkonfirmasi secara resmi oleh KPU dalam waktu dekat, sebagai bukti kepercayaan masyarakat Kaltim terhadap mereka.

“Ini bukan hanya kemenangan kami, tetapi kemenangan demokrasi Kaltim,” tutup Sudarno.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Kenangan dan Harapan Sigit Wibowo untuk Kebangkitan Persiba Balikpapan

Kenangan masa kecil seringkali menjadi cermin harapan di masa depan. Begitu pula yang dirasakan oleh Sigit Wibowo, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, ketika berbicara tentang Persiba Balikpapan.

Tim sepak bola kebanggaan Kota Minyak itu menyimpan tempat khusus di hati Sigit, yang menghabiskan masa kecilnya di Balikpapan.

“Saya dulu suka nonton Persiba waktu SD, SMP, dan SMA. Rasanya luar biasa melihat stadion penuh oleh suporter. Memori itu masih membekas, terutama saat Persiba berjaya di masanya,” kenang Sigit saat ditemui di kantor DPD Golkar, Rabu (27/11/2024).

Namun, romantisme masa lalu itu kini bertemu dengan tantangan realitas. Persiba Balikpapan, seperti banyak tim sepak bola daerah lainnya, tengah menghadapi tantangan finansial yang tidak sederhana. Sejak perubahan regulasi melarang penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendanai klub sepak bola profesional, tim-tim seperti Persiba harus mencari cara baru untuk bertahan.

“Kalau dulu kan kita bisa bantu lewat APBD. Sekarang sudah tidak bisa. Mau tidak mau, harus kreatif mencari sponsor untuk menghidupkan kelembagaan,” jelas Sigit.

Baginya, keberadaan Persiba bukan sekadar soal olahraga, melainkan juga tentang identitas dan kebanggaan sebuah kota. Kota Balikpapan, dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Pertamina dan banyak industri pendukung lainnya, menurutnya memiliki potensi besar untuk menopang Persiba.

“Kreativitas itu penting. Tidak hanya bergantung pada APBD, tapi bagaimana menjalin kerja sama dengan pihak swasta. Pertamina, misalnya, atau korporasi lain yang ada di Balikpapan, seharusnya bisa menjadi mitra strategis,” tambahnya.

Sebagai seorang wakil rakyat, Sigit menyadari bahwa dukungan pemerintah kini hanya bisa dilakukan dalam kapasitas yang sesuai dengan aturan. Meski demikian, ia percaya bahwa diskusi yang serius dan kekompakan dari berbagai pihak adalah kunci untuk membawa Persiba kembali ke masa kejayaannya.

“Sepak bola itu olahraga yang mahal, butuh banyak biaya. Tapi kalau ada kekompakan, mulai dari suporter, pengusaha, hingga pemerintah daerah, saya yakin Persiba bisa bangkit lagi,” katanya penuh harap.

Kenangan indah Sigit terhadap Persiba mengingatkan kita semua bahwa sepak bola bukan hanya tentang pertandingan di lapangan, tetapi juga tentang kebersamaan, identitas, dan semangat komunitas. Ia berharap Persiba Balikpapan dapat kembali menjadi simbol kebanggaan Kota Minyak dan menginspirasi generasi muda untuk bermimpi besar.

“Persiba pernah berjaya, dan saya yakin mereka bisa mengulang itu lagi. Yang penting, semua pihak mau berkontribusi,” pungkasnya. (ADV)

Penulis: Hanafi

Oktavia Usulkan Wisata Galeri Arsip Sejarah Berau untuk Tingkatkan Edukasi dan Pariwisata

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Berau, Oktavia, mendorong pemerintah daerah untuk segera menggagas konsep Wisata Galeri Arsip Sejarah Bumi Batiwakkal. Ia menilai kehadiran galeri ini akan menjadi langkah strategis untuk mencerdaskan masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata.

Menurut Oktavia, lokasi galeri ini idealnya berada di pusat kota Tanjung Redeb agar mudah diakses oleh masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

“Sudah sangat tepat jika Dispusip dan Dinas Pariwisata berkolaborasi membangun Galeri Arsip Sejarah Berau di tengah kota. Ini bisa menjadi pintu gerbang bagi pendatang untuk mengenal lebih dalam tentang kekayaan sejarah dan budaya Berau,” ujarnya.

Oktavia menekankan pentingnya melibatkan Kesultanan Sambaliung dan Gunung Tabur dalam perencanaan dan pembangunan galeri ini. Ia meyakini keterlibatan kedua kesultanan tersebut dapat menghadirkan arsip-arsip berharga yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

“Jika Kesultanan Sambaliung dan Gunung Tabur dilibatkan, banyak arsip bersejarah yang bisa ditemukan dan dipamerkan. Ini akan memberikan nilai tambah bagi galeri tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Oktavia mengusulkan agar sumber daya manusia yang berkompeten di bidang sejarah Berau dilibatkan untuk memastikan keakuratan dan kelengkapan informasi yang ditampilkan.

“Galeri ini harus didukung oleh SDM yang memahami sejarah Berau secara mendalam. Dengan begitu, pengunjung tidak hanya melihat pameran tetapi juga mendapat edukasi yang kaya akan nilai sejarah,” beber Oktavia.

Oktavia juga menyoroti pentingnya pengelolaan retribusi untuk memastikan keberlanjutan perawatan fasilitas galeri. Ia berharap penerapan retribusi ini nantinya dapat dialokasikan untuk menjaga sarana dan prasarana galeri tetap dalam kondisi prima.

“Karena ini menyangkut perawatan intensif, retribusi sangat diperlukan untuk memastikan fasilitas galeri tetap terjaga. Dengan begitu, pengunjung dapat menikmati galeri dalam kondisi yang baik,” tambahnya.

Oktavia optimistis pembangunan Wisata Galeri Arsip Sejarah Berau dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi edukasi maupun pariwisata. Ia berharap rencana ini bisa segera diwujudkan dengan sinergi berbagai pihak terkait.

“Kehadiran galeri ini bukan hanya untuk mendukung sektor pariwisata, tetapi juga mencerdaskan generasi muda dan memperkenalkan sejarah Berau kepada khalayak luas,” pungkasnya. (ADV/KN)

Feri Kombong Dukung Pemasangan Starlink di Wilayah Blank Spot Berau

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya mengatasi area blank spot dengan menghadirkan inovasi pemasangan Starlink di wilayah pedalaman dan terluar Berau.

Mengenai wacana tersebut, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Berau, Feri Kombong, menyambut baik langkah ini dan menekankan pentingnya prioritas pemasangan Starlink di fasilitas umum (Fasum).

“Keberadaan Starlink sangat membantu masyarakat yang tinggal di pedalaman dan wilayah terluar, terutama di daerah yang belum terjangkau jaringan internet provider maupun Wi-Fi gratis,” ujar Feri.

Feri mengapresiasi usulan pemasangan 30 unit Starlink untuk mengentaskan wilayah blank spot, tetapi ia menegaskan bahwa pemasangan harus diprioritaskan di fasilitas umum seperti puskesmas, sekolah, dan kantor kampung.

“Yang diutamakan itu Fasum, supaya akses internet dapat mendukung kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan administrasi di kantor kampung yang belum terjamah jaringan,” tegasnya.

Sebagai politisi Gerindra, Feri mengaku sejak periode sebelumnya pihaknya telah menyerukan solusi untuk wilayah blank spot dengan teknologi seperti Starlink. Langkah ini dinilai penting untuk membuka akses komunikasi yang lebih luas bagi masyarakat di daerah terpencil.

“Kita membuka akses ke pelosok, agar masyarakat bisa terhubung dengan dunia luar, mendapatkan informasi, dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” jelas Feri.

Feri berharap program pemasangan Starlink ini tidak berhenti hanya pada tahun ini. Ia mendorong agar Diskominfo Berau terus melanjutkan program tersebut di tahun-tahun mendatang, khususnya untuk memastikan semua wilayah Berau memiliki akses internet yang memadai.

“Semoga program ini bisa terus berlanjut sampai semua area blank spot di Berau terentaskan,” pungkasnya. (ADV/KN)

Subroto Ingatkan OPD Tingkatkan Pengawasan Objek Wisata Jelang Libur Akhir Tahun

TANJUNG REDEB – Menjelang libur akhir tahun dan Natal, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Berau, Subroto, mengingatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan pengawasan dan pengamanan di objek wisata andalan Bumi Batiwakkal.

Ia menyebutkan, lonjakan wisatawan lokal dan luar daerah yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan meningkatkan potensi risiko kecelakaan, terutama di destinasi wisata berbasis perairan seperti laut, sungai, dan danau.

“Bagaimana kita menyiapkan fasilitas yang mendukung keamanan dan kenyamanan pengunjung. Maka dari itu, pengawasan harus ditingkatkan,” ujarnya.

Subroto menekankan bahwa karakteristik wisata Berau yang didominasi wilayah perairan memerlukan persiapan matang, terutama dalam hal pengamanan dan penyediaan fasilitas keselamatan.

“Sebagian besar destinasi wisata kita berkaitan dengan perairan. Jika tidak diawasi dengan baik, risikonya sangat tinggi,” tegasnya.

Subroto mendorong OPD terkait untuk berkolaborasi memastikan keselamatan pengunjung, termasuk memperhatikan kelayakan sarana dan prasarana di tempat wisata, keamanan transportasi, hingga kesiapan fasilitas pendukung lainnya.

“Kita harus mengurangi risiko kecelakaan di objek wisata. Ini merupakan tanggung jawab kita sebagai penyedia tempat wisata bagi pengunjung,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa OPD perlu proaktif dalam memberikan arahan dan edukasi kepada pengelola wisata, terutama dalam memastikan alat keselamatan seperti pelampung, papan peringatan, dan pos pengamanan tersedia serta mudah diakses.

Dengan langkah ini, Subroto berharap libur akhir tahun dapat berlangsung aman dan nyaman, sehingga memberikan kesan positif bagi wisatawan yang datang ke Berau.

“Objek wisata yang aman dan nyaman akan meningkatkan daya tarik Berau sebagai destinasi unggulan,” pungkasnya. (ADV/KN)