Beranda blog Halaman 46

OJK Siapkan Skema Kredit Khusus bagi Debitur Korban Gempa NTT

0
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ANTARA/ HO-OJK

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan perlakuan khusus terhadap kredit dan pembiayaan debitur yang terdampak gempa bumi di delapan kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kebijakan tersebut membuka ruang restrukturisasi dan pembiayaan baru bagi debitur terdampak untuk membantu pemulihan aktivitas ekonomi setelah bencana.

Kebijakan itu ditetapkan Dewan Komisioner OJK pada Senin (28/9/2026), setelah lembaga tersebut melakukan pengumpulan data dan asesmen di wilayah terdampak.

Kepala Direktorat Komunikasi Publik OJK Sekar Putih Djarot mengatakan bencana gempa telah berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, yang kemudian berpengaruh terhadap kemampuan membayar debitur serta kinerja lembaga jasa keuangan (LJK).

“Kebijakan ini bertujuan memitigasi dampak bencana terhadap kemampuan bayar debitur dan kinerja LJK, sekaligus mendukung percepatan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah terdampak,” kata Sekar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Delapan wilayah yang mendapatkan perlakuan khusus tersebut meliputi Kabupaten Ende, Flores Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Sikka.

Dalam kebijakan tersebut, OJK memberikan sejumlah perlakuan khusus terhadap kredit dan pembiayaan debitur yang terdampak bencana.

Salah satunya adalah penilaian kualitas kredit atau pembiayaan berdasarkan ketepatan pembayaran untuk kredit dengan plafon hingga Rp10 miliar.

OJK juga menetapkan kualitas lancar terhadap kredit atau pembiayaan yang direstrukturisasi. Restrukturisasi tersebut dapat diberikan untuk pembiayaan yang telah disalurkan sebelum maupun setelah debitur terdampak bencana.

Selain itu, debitur terdampak juga dapat memperoleh pembiayaan baru. Kredit atau pembiayaan baru tersebut akan dinilai secara terpisah sehingga tidak menerapkan konsep one obligor.

Ketentuan perlakuan khusus tersebut mengacu pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 19 Tahun 2022 tentang Perlakuan Khusus untuk Lembaga Jasa Keuangan pada Daerah dan Sektor Tertentu di Indonesia yang Terkena Dampak Bencana.

Aturan tersebut berlaku bagi perbankan, perusahaan pembiayaan, perusahaan modal ventura, penyelenggara layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi, serta LJK lainnya. Ketentuan juga berlaku secara mutatis mutandis bagi perusahaan pergadaian.

OJK menetapkan kebijakan perlakuan khusus tersebut berlaku selama tiga tahun sejak ditetapkan pada 28 September 2026.

OJK menyatakan kebijakan ini diharapkan memberikan ruang bagi debitur terdampak untuk memulihkan kegiatan usaha sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi intermediasi dan pembiayaan di wilayah yang terdampak gempa.

OJK juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan LJK untuk memantau perkembangan kondisi debitur serta dampak bencana terhadap sektor jasa keuangan.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kebijakan dapat mendukung proses pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga ketahanan sektor jasa keuangan di NTT. (ANT/KN)

Cegah Kekerasan dan Intimidasi, Kemenkes Perketat Perlindungan Dokter Internsip

0
Kementerian Kesehatan menggelar Pembekalan Peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) Angkatan III Tahun 2026 secara serentak di enam provinsi. ANTARA/HO-Kemenkes

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan tidak boleh ada lagi kekerasan, perundungan, maupun intimidasi terhadap dokter dan dokter gigi peserta program internsip. Kemenkes memastikan wahana internsip harus menjadi lingkungan kerja yang aman, kondusif, sekaligus mendukung peserta dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes Yuli Fariati mengatakan peserta internsip sudah berstatus dokter sehingga harus diperlakukan sebagai rekan sejawat, bukan mahasiswa yang dapat ditempatkan dalam posisi tanpa perlindungan.

“Jangan ada lagi kekerasan, perundungan atau intimidasi. Mereka yang datang adalah teman sejawat yang sudah menyandang gelar dokter, bukan lagi mahasiswa. Wahana pendidikan harus menjadi tempat kolaborasi,” kata Yuli di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Untuk memperkuat perlindungan tersebut, Kemenkes memperbarui sistem logbook peserta internsip dengan fitur transparansi. Sistem ini memungkinkan proses pemantauan dilakukan oleh dokter pendamping, Komite Internsip Dokter Indonesia (KIKI) Provinsi, hingga orang tua peserta.

Yuli juga mengingatkan peserta agar memenuhi kewajiban administratif secara disiplin. Ia melarang penggunaan jasa perantara atau calo untuk mengisi logbook harian.

Selain persoalan perlindungan, Kemenkes menetapkan beban kerja peserta internsip sebanyak 40 jam per minggu atau delapan jam per hari.

“Puskesmas berfokus pada public health, sehingga tidak ada kewajiban jam jaga malam. Sementara di rumah sakit, jam jaga harus menyesuaikan ketentuan tanpa melebihi batas waktu,” jelasnya.

Apabila terdapat kegiatan tambahan seperti apel atau penugasan di luar kewajiban, pelaksanaannya harus berdasarkan kesepakatan dan disertai kompensasi transportasi.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan peserta internsip telah berstatus sebagai tenaga medis profesional yang memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Masyarakat tidak lagi melihat saudara sebagai mahasiswa kedokteran, melainkan sebagai seorang dokter. Bersama sebutan itu, datang pula tanggung jawab besar untuk mengobati,” ujar Dante.

Menurut Dante, kondisi geografis dan keragaman demografi Indonesia membuat dokter peserta internsip perlu memiliki kemampuan beradaptasi ketika menjalankan tugas di lapangan.

Ia turut menceritakan pengalamannya ketika menjalankan tugas sebagai dokter pegawai tidak tetap (PTT) di Batang Asai, Jambi. Saat itu, ia bertugas di daerah dengan keterbatasan akses listrik dan fasilitas sanitasi.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menghadapi berbagai kondisi pelayanan kesehatan, baik dari sisi medis maupun sosial.

Kemenkes menggelar Pembekalan Peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) Angkatan III Tahun 2026 secara serentak di enam provinsi.

Pembekalan berlangsung selama tiga minggu, mulai 14 September hingga 3 Oktober 2026. Secara keseluruhan, program tersebut diikuti 4.630 peserta, terdiri atas 3.903 peserta PIDI dan 727 peserta PIDGI.

Salah satu peserta PIDGI, Muhammad At-Tariq asal Banten, akan menjalankan tugas di RSUD dr. Drajat Prawiranegara dan Puskesmas Ciruas. Ia menilai pembekalan membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi pelayanan kepada masyarakat.

“Pembekalan ini sangat membantu kami untuk siap berkomunikasi dengan pasien dan melakukan promosi kesehatan yang benar,” katanya.

Sementara itu, peserta PIDI Hana Anindya yang akan bertugas di RSU Bhakti Asih dan Puskesmas Larangan Utara menyebut kesiapan mental menjadi salah satu hal penting selama menjalani masa internsip selama satu tahun.

Melalui pembekalan tersebut, Kemenkes memastikan setiap wahana internsip memiliki kesiapan dalam memberikan supervisi dan perlindungan kepada peserta.

Kemenkes juga menekankan pentingnya peserta menjalankan tugas secara profesional dan sesuai ketentuan agar program internsip tidak hanya menjadi tahap penguatan kompetensi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan pembekalan menghadirkan narasumber dari KIKI/Pokja Pusat, KIKI Provinsi, serta BPJS Ketenagakerjaan. (ANT/KN)

Naskah Urgensi BP-GMN Diserahkan ke Dua Menteri, Pembentukan Badan Masuk Tahap Lanjutan

0
Mendiktisaintek Brian Yuliarto (tengah) dan Menhut Raja Juli Antoni (kiri) dalam Workshop Pembentukan BP-GMN di Kantor Kemenhut, Jakarta.

JAKARTA — Pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) mulai memasuki tahapan lanjutan. Naskah urgensi pembentukan badan tersebut telah diserahkan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam Workshop Pembentukan BP-GMN di Kantor Kementerian Kehutanan, Jumat (2/10/2026).

Naskah tersebut merupakan hasil pembahasan yang melibatkan akademisi, peneliti, pakar, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat sipil. Dokumen itu menjadi bahan dalam perumusan kelembagaan pengelolaan gambut dan mangrove di tingkat nasional.

Penyerahan secara simbolis menjadi salah satu agenda utama workshop sekaligus menandai berlanjutnya proses perumusan kelembagaan yang diharapkan dapat memperkuat pengelolaan gambut dan mangrove.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengapresiasi keterlibatan para pakar, akademisi, dan peneliti dalam penyusunan rumusan kebijakan tersebut.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata, termasuk tantangan pengelolaan kawasan gambut dan mangrove.

“Pendekatan yang diarahkan oleh Bapak Presiden, yaitu memanfaatkan para pakar, para akademisi, para peneliti, itu adalah sebuah terobosan, sebuah langkah yang sangat baik,” ujar Brian.

Ia berharap praktik baik, pengalaman lapangan, serta hasil penelitian yang telah dikembangkan berbagai pihak dapat masuk dalam rumusan pembentukan BP-GMN.

“Jadi, kita berharap best practices dan pengalaman serta hasil riset ini betul-betul sudah dimasukkan di dalam formulasi-formulasi yang tadi sudah diserahkan kepada kami berdua,” kata Brian.

Menhut Raja Juli Antoni turut menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pembentukan badan tersebut.

Masukan dari para ahli, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil dihimpun untuk memperkaya sekaligus memastikan proses perumusan berjalan secara partisipatif.

Setelah naskah urgensi diserahkan, hasil pembahasan akan ditindaklanjuti melalui tahapan administratif pembentukan badan.

Salah satu tahapan yang direncanakan ialah pengajuan izin prakarsa kepada Presiden sebagai bagian dari proses penyusunan Peraturan Presiden (Perpres).

Dengan demikian, pembentukan BP-GMN masih membutuhkan sejumlah tahapan sebelum kelembagaan tersebut resmi terbentuk.

Penguatan kelembagaan pengelolaan gambut dan mangrove dinilai membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Persoalannya tidak hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan pencegahan kebakaran, tetapi juga pengelolaan kawasan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Brian menekankan bahwa pelestarian gambut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan tersebut.

Pengelolaan lahan secara produktif dan berkelanjutan diharapkan dapat mendukung pencegahan kebakaran sekaligus membuka sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kita berharap upaya pelestarian nantinya juga berjalan bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan. Di satu sisi kita mencegah terjadinya kebakaran, terjadinya bencana, di sisi lain kita berharap munculnya sumber-sumber ekonomi baru pada masyarakat yang menjaga dan mengelola lahan-lahan gambut tersebut,” kata Brian.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga mendorong perguruan tinggi berkontribusi melalui riset, inovasi teknologi, kepakaran dosen dan peneliti, serta pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu gagasan yang disampaikan Brian ialah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan tema perlindungan dan pengelolaan lahan gambut di enam provinsi.

Melalui skema tersebut, mahasiswa berpeluang terlibat langsung bersama perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait. Namun, pelaksanaannya masih membutuhkan pembahasan dan koordinasi lebih lanjut.

Selain melalui KKN, kontribusi perguruan tinggi dapat diperkuat lewat pemanfaatan hasil penelitian, pengembangan teknologi, serta penyusunan rekomendasi berbasis bukti untuk mendukung kebijakan pengelolaan gambut dan mangrove.

Sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, perguruan tinggi didorong memanfaatkan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan gambut dan mangrove secara berkelanjutan.

Menutup workshop, Brian berharap naskah urgensi yang telah disusun dapat menjadi bahan penting dalam proses pembentukan BP-GMN sekaligus memperkuat pengelolaan gambut dan mangrove di Indonesia. (cha/KN)

401 Sekolah di Bali Direvitalisasi, Mendikdasmen Soroti Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

0
Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat meninjau sekolah yang mendapat program revitalisasi di Bali, Jumat (2/10/2026). (Foto: Istimewa)

BALI – Ruang kelas yang pernah roboh dan sekolah yang dua kali setahun terendam banjir kini mulai berubah. Program revitalisasi satuan pendidikan di Bali pada 2026 menyasar 401 sekolah, memperbaiki sarana belajar sekaligus memberi dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja di daerah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan jumlah sekolah yang mendapat program revitalisasi di Bali meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, tercatat 188 sekolah mendapat program revitalisasi. Jumlah tersebut meningkat menjadi 401 satuan pendidikan pada 2026.

“Tahun 2025 terdapat 188 sekolah, kemudian pada 2026 ada peningkatan yang sangat signifikan untuk revitalisasi di Provinsi Bali. Untuk satuan pendidikan secara keseluruhan ada 401 sekolah,” ujar Abdul Mu’ti, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, revitalisasi tidak hanya menyentuh aspek fisik sekolah. Program tersebut juga memberikan dampak terhadap masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja selama proses pembangunan dan perbaikan berlangsung.

“Ini menunjukkan bahwa revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya berdampak pada peningkatan satuan pendidikan, tapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah,” tuturnya.

Dampak revitalisasi dirasakan langsung SD Negeri 15 Dangin Puri, Kota Denpasar.

Guru sekolah tersebut, Ni Gusti Ayu Trisna Dewi, mengatakan sekolah tempatnya mengajar sejak 2019 itu sebelumnya menghadapi persoalan kondisi bangunan. Salah satu ruang kelas di lantai tiga bahkan pernah roboh setelah bangunan terdampak hujan dan angin.

“Sebelum direvitalisasi, kebetulan di lantai 3 ada kelas yang roboh pada saat itu. Kebetulan mungkin hujan angin, jadi mungkin rembes dari atas, jadi roboh kelasnya,” ujar Trisna.

Setelah mendapatkan program revitalisasi pada 2026, kondisi ruang belajar menjadi lebih baik. Ruang kelas dan fasilitas pendukung terlihat lebih rapi dan bersih sehingga memberikan suasana belajar yang berbeda bagi siswa.

“Lalu setelah direvitalisasi, kelas yang roboh akhirnya sudah baik. Jadi kelas-kelas juga lebih rapi, lebih bersih juga,” katanya.

Perubahan tersebut, menurut Trisna, turut memengaruhi semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Para murid bahkan mulai berinisiatif mempercantik ruang kelas dengan hasil karya mereka sendiri.

“Dampaknya justru pastinya untuk proses belajar-mengajar pasti akan lebih bagus. Kelihatan kelasnya juga lebih bagus, lebih rapi. Anak-anak juga lebih semangat buat belajar,” tuturnya.

Hal serupa dirasakan Kanaya, siswa kelas V SDN 15 Dangin Puri. Ia mengaku lebih bersemangat belajar setelah kondisi sekolah diperbaiki.

“Sekolah kami telah diperbaiki, kami merasa sangat senang, semakin semangat untuk belajar bersama teman-teman di sekolah,” ucapnya.

Persoalan sarana pendidikan juga dialami TK Indraprasta Kuta, Kabupaten Badung. Sekolah yang berdiri sejak 1975 tersebut dipindahkan ke lokasi sekarang pada 1989.

Selama bertahun-tahun, bangunan sekolah menghadapi berbagai persoalan. Mulai dari atap bocor, dinding rapuh, hingga kusen yang rusak akibat rayap dan banjir.

Kepala TK Indraprasta Kuta, Wayan Leniasih, mengatakan kondisi bangunan memang telah lama membutuhkan perbaikan.

“Kondisi TK Indraprasta Kuta sebelum mendapatkan program revitalisasi tahun 2026, kondisinya sangat miris karena ini berdiri sejak tahun 1975, terus dipindahkan ke sini pada tahun 1989. Dari situlah bangunan kami tidak pernah direnovasi,” kata Wayan.

Program revitalisasi 2026 mencakup perbaikan enam ruang kelas, satu ruang administrasi, satu toilet, serta penataan taman bermain yang sebelumnya roboh dan terdampak banjir.

Persoalan banjir menjadi salah satu tantangan terbesar sekolah tersebut. Wayan menyebut banjir dapat terjadi hingga dua kali dalam setahun dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

“Kusen-kusen dimakan rayap setelah banjir. Dua kali setahun banjir sampai sebatas pinggang orang dewasa. Jadi banyak yang rusak,” ujarnya.

Setelah mendapat revitalisasi, pihak sekolah berkomitmen menjaga fasilitas yang telah diperbaiki, termasuk berbagai perabotan pendukung pembelajaran.

“Kami berjanji akan menjaga dan merawat fasilitas ini yang sudah diberikan berupa rehab beserta perabotan-perabotannya. Kami di sini semua sepakat, semua berkomitmen untuk menjaga dan merawat,” lanjut Wayan.

Program revitalisasi tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa serta guru.

Di sisi lain, pemerintah melihat pelaksanaan revitalisasi sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas sarana pendidikan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui kebutuhan tenaga kerja di daerah. (cha/KN)

64 Pejabat Resmi Dilantik, Bupati Kukar Tekankan Percepatan Pelayanan Publik

0
Suasana pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Kukar. (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri melantik 64 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, Jumat (2/10/2026).

Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, tersebut mencakup pejabat administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional.

Dari jumlah itu, delapan pejabat dipercaya mengisi posisi sekretaris Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Aulia mengatakan pengisian jabatan tersebut merupakan bagian dari proses peremajaan organisasi pemerintahan.

Penempatan pejabat dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi serta hasil penilaian yang telah dilakukan oleh masing-masing atasan.

Selain itu, proses pengisian jabatan juga melalui pembahasan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Menurut Aulia, mekanisme tersebut diperlukan agar pejabat yang ditempatkan dapat menjalankan tugas sesuai kompetensi dan tanggung jawab yang melekat pada jabatan masing-masing.

“Ini merupakan sesuatu yang rutin, sesuatu yang biasa saja untuk peremajaan organisasi, sehingga pejabat-pejabat yang ada sesuai dengan kompetensinya dan sesuai dengan penilaian yang dilakukan sebelumnya oleh para atasan,” kata Aulia.

Namun, bagi Aulia, pelantikan pejabat bukan hanya soal melengkapi struktur organisasi pemerintahan. Ada tuntutan yang lebih besar setelah para pejabat menempati posisi baru, yakni memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih baik.

Karena itu, Aulia meminta pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tugas yang mereka emban.

“Kita berharap dengan adanya proses pengisian jabatan ini, maka akan lebih meningkatkan lagi kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh pejabat tidak membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan diri. Posisi baru, menurutnya, harus segera diikuti dengan kinerja yang maksimal agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif.

“Kita berharap teman-teman yang dilantik hari ini bisa segera beradaptasi, menyesuaikan dengan lingkungan kerja yang baru, dan tentunya bisa bekerja dengan lebih maksimal,” terang Aulia.

Di sisi lain, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Rendra Abadi mengatakan, pelantikan kali ini tidak hanya menyasar posisi sekretaris OPD.

Total ada 64 pejabat yang dilantik. Mereka terdiri atas pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejabat fungsional.

Untuk pejabat administrator, posisi yang diisi antara lain sekretaris dinas dan kepala bidang. Sementara pejabat pengawas mayoritas ditempatkan sebagai kepala unit pelaksana teknis (UPT).

Adapun pejabat fungsional ditempatkan di sejumlah perangkat daerah sesuai kebutuhan organisasi.

“Hari ini ada 64 pejabat yang kita lantik. Yang terdiri dari administrator, pengawas dan fungsional,” ujar Rendra.

Dari 64 pejabat tersebut, delapan di antaranya mendapat amanah sebagai sekretaris OPD.

Mereka yakni Mopfiyanto Ramadhan sebagai Sekretaris BKPSDM Kukar, Sofyar Ardanie Sriananda sebagai Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Endri Rosandi sebagai Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Kemudian Dedy Mulyadi dilantik sebagai Sekretaris Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja. Rini Sulistiyowati menempati posisi Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan.

Selanjutnya, M. Taufik Rahmani dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan, Samsiar sebagai Sekretaris Dinas Perkebunan, serta Yudiarta sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dengan pengisian tersebut, Pemkab Kukar berharap struktur organisasi yang diperkuat melalui pelantikan dapat segera diikuti peningkatan kinerja di masing-masing perangkat daerah. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Pemkab Kukar Kejar Bantuan Pusat untuk Bedah 534 Rumah Tak Layak Huni

0
Kepala Disperkim Kukar, Muhammad Aidil. (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG — Ratusan warga Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menunggu perbaikan hunian. Tahun ini, sebanyak 534 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) diusulkan Pemkab Kukar untuk mendapatkan bantuan renovasi melalui program bedah rumah pemerintah pusat.

Program tersebut menyasar keluarga pra sejahtera. Bantuan diberikan melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, sedangkan Pemkab Kukar berperan mengusulkan calon penerima sekaligus memfasilitasi pelaksanaan program di daerah.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kukar, Muhammad Aidil, mengatakan sebanyak 534 unit rumah telah diusulkan untuk masuk program renovasi.

“Total yang kita usulkan untuk dibedah sebanyak 534 unit rumah,” kata Aidil, Jumat (2/10/2026).

Menurut Aidil, Pemkab Kukar tidak menjadi pihak yang menyalurkan langsung dana bantuan tersebut. Peran pemerintah daerah lebih pada memfasilitasi proses pengusulan hingga memastikan nama-nama yang diajukan sesuai dengan kriteria penerima.

Calon penerima merupakan masyarakat pra sejahtera yang datanya telah terintegrasi dengan data kemiskinan di tingkat pemerintah pusat.

Setelah ditetapkan sebagai penerima, bantuan disalurkan langsung ke rekening pemilik rumah. Dana itu kemudian digunakan untuk membiayai kebutuhan renovasi rumah.

“Bentuknya, berupa dana ditransfer ke rekening pemilik rumah yang akan dibedah,” jelasnya.

Besaran bantuan untuk setiap rumah berada di kisaran Rp20 juta. Dengan jumlah sasaran mencapai 534 unit, program ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi hunian warga yang masih berada dalam kategori tidak layak.

Namun, pelaksanaan program tersebut belum seluruhnya terealisasi. Aidil menyebut saat ini sudah ada lebih dari 100 rumah yang mendapatkan bantuan dan proses renovasinya berjalan.

Disperkim Kukar menargetkan seluruh 534 rumah yang masuk dalam usulan dapat diselesaikan tahun ini.

“Yang baru terealisasi 100 lebih rumah, target tahun ini selesai sampai 534 rumah,” terangnya.

Di tengah program bantuan dari pemerintah pusat tersebut, Pemkab Kukar belum mengalokasikan anggaran khusus untuk bedah rumah yang bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.

Aidil mengatakan, kondisi itu tidak terlepas dari keterbatasan anggaran daerah. Karena itu, Pemkab Kukar memanfaatkan program pemerintah pusat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan perbaikan hunian.

Meski tidak tersedia program bedah rumah dari APBD kabupaten, masyarakat masih memiliki alternatif melalui program yang dijalankan pemerintah desa.

Menurut Aidil, sejumlah pemerintah desa juga memiliki program bedah rumah dengan pembiayaan yang ditanggung melalui anggaran desa.

“Tapi masih ada program bedah rumah di desa yang ditanggung oleh pemerintah desa,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

PI Migas Tertekan, Kukar Dorong BUMD Jadi Pelaku Usaha Migas

0
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengubah strategi dalam mengoptimalkan manfaat ekonomi dari sektor minyak dan gas bumi. Badan Usaha milik Daerah (BUMD) disiapkan untuk terlibat langsung dalam kegiatan usaha migas, tidak hanya mengandalkan penerimaan dari skema Participating Interest (PI).

Langkah ini muncul di tengah tren produksi migas Kukar yang terus menurun. Kondisi tersebut turut menekan pendapatan daerah yang selama ini diperoleh melalui PI.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, perubahan peran BUMD diperlukan agar pemerintah daerah tidak hanya menjadi pihak yang menerima manfaat dari kegiatan migas, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam aktivitas bisnisnya.

Pemkab Kukar menilai kapasitas BUMD yang dimiliki daerah memungkinkan perusahaan daerah mengambil peran lebih besar di sektor tersebut.

“Kami berharap PI ke depan ini bukan hanya kita menjadi pelaku yang pasif, akan tetapi juga kita bisa menjadi pelaku aktif di sektor usaha migas itu sendiri,” kata Aulia, Jumat (2/10/26).

Aulia mengatakan, keterlibatan BUMD secara langsung di sektor migas dapat membuka sumber manfaat ekonomi baru bagi Kukar.

Selama ini, besaran manfaat yang diterima daerah melalui PI sangat berkaitan dengan produksi migas. Ketika produksi mengalami penurunan, penerimaan dari PI ikut terdampak.

Karena itu, Pemkab Kukar ingin memperluas bentuk keterlibatan daerah. BUMD tidak hanya menjadi bagian dari skema PI, tetapi diarahkan memiliki aktivitas usaha yang dapat memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa menjadi pelaku aktif, yaitu terlibat sebagai badan usaha karena secara badan usaha perusahaan kita itu mampu untuk melakukan kegiatan usaha di sektor migas,” ujarnya.

Strategi tersebut menjadi penting karena produksi migas Kukar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan menurun. Penurunan produksi secara langsung berpengaruh terhadap penerimaan PI yang diperoleh pemerintah daerah.

Aulia mengatakan kondisi itu membuat Kukar tidak bisa hanya bergantung pada besaran produksi sebagai sumber manfaat ekonomi dari sektor migas.

“Kalau kita lihat trennya, tren migas kita ini semakin turun, mengakibatkan PI kita juga pendapatannya semakin turun,” ucapnya.

Selain mengubah peran BUMD, Pemkab Kukar tetap mengejar peluang tambahan PI dari blok migas yang dikelola ENI.

Peluang tersebut terutama diarahkan pada sektor gas. Pemkab Kukar berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mendapatkan bagian PI dari blok tersebut.

Langkah ini menjadi upaya lain untuk menjaga penerimaan daerah dari sektor migas di tengah penurunan produksi pada blok yang sudah berjalan.

Aulia berharap peluang PI baru tersebut dapat memberikan tambahan penerimaan bagi Kukar sekaligus memperluas manfaat ekonomi dari kegiatan migas.

“Kami berusaha untuk bersama-sama dengan Provinsi untuk mendapatkan PI terhadap blok yang dikelola oleh ENI berupa gas. Harapan kita dengan adanya blok baru ini, itu bisa meningkatkan lagi PI kita,” jelasnya.

Pemkab Kukar kini menjalankan dua strategi secara bersamaan. Di satu sisi, pemerintah daerah mengejar tambahan PI dari blok gas yang dikelola ENI. Di sisi lain, BUMD didorong mengambil peran lebih aktif sebagai badan usaha di sektor migas.

Kebijakan tersebut diarahkan agar manfaat ekonomi dari sumber daya migas tidak semata bergantung pada penerimaan PI, tetapi juga berasal dari keterlibatan langsung perusahaan daerah dalam kegiatan usaha migas. (Adv)

 

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri, Bersiap Dilantik Jadi Pimpinan KSP

0

JAKARTA — Jenderal Listyo Sigit Prabowo dikabarkan akan meninggalkan jabatan Kapolri untuk mengisi posisi pimpinan Kantor Staf Presiden (KSP). Kabar pergeseran tersebut menjadi sorotan karena menyangkut pergantian kepemimpinan di tubuh Polri dan lingkaran strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Rencana pelantikan Listyo Sigit sebagai pimpinan KSP menandai kemungkinan perubahan penting dalam struktur pemerintahan. Namun, kepastian pergantian jabatan tetap bergantung pada keputusan resmi Presiden.

Koran Nusantara edisi ini juga mengulas tiga wakil menteri keuangan yang kini berada di bawah kepemimpinan Suahasil Nazara. Pembagian tugas ketiganya disebut belum final di tengah penataan struktur Kementerian Keuangan.

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini Digital Koran Nusantara? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.koranusantara.com
https://digital.koranusantara.com/kn2okt2026/mobile/

Koran Nusantara – Aktual dan Terpercaya.

4,1 Juta Konten Judol Diblokir, Pemerintah Bidik Bandar dan Jaringannya

0
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid saat melakukan sesuatu diskusi dengan mitra pengendara sebelum Peresmian dalam Peluncuran sayembara GEBUK JUDOL Ronde 3 dan talkshow bertajuk "Cerdas Berteknologi” di Garuda Spark, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital)

JAKARTA — Pemerintah Indonesia telah memblokir 4,1 juta konten judi online (judol) sepanjang 20 Oktober 2024 hingga 28 September 2026. Namun, pemutusan akses belum menghentikan peredaran judi online karena situs, akun, dan jalur promosi baru terus bermunculan.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pola tersebut menunjukkan penanganan judi online tidak cukup dilakukan dengan memutus akses. Pemerintah juga perlu mengejar jaringan dan aktor yang berada di balik aktivitas perjudian.

“Ketika kita lakukan intervensi, kita lakukan pemutusan akses muncul lagi. Kita lakukan lagi muncul lagi. Artinya apa? Kita memang harus berjibaku bersama-sama untuk menurunkan angka ini,” kata Meutya dalam talkshow “Cerdas Berteknologi” di Garuda Spark Sudirman, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital mencatat 4,1 juta konten judi online telah ditangani dan diputus aksesnya dalam periode tersebut.

Dari jumlah itu, konten terbanyak berasal dari situs web dan alamat IP, dengan total sekitar 3,6 juta konten.

Meutya mengatakan sebagian infrastruktur yang digunakan untuk menjalankan situs judi online bahkan berada di luar Indonesia. Meski demikian, layanan tersebut tetap diarahkan untuk menjangkau masyarakat Indonesia.

“Sebagian besar yang ditemukan oleh Pak Dirjen Alexander Sabar (Dirjen Pengawasan Ruang Digital), IP-nya berada bukan di dalam negeri. Ada yang di luar negeri tapi mengakses manusia-manusia warga negara Indonesia,” ujarnya.

Menurut Meutya, pola berulang setelah pemutusan akses menjadi salah satu tantangan utama dalam pemberantasan judi online.

Pelaku dapat membuat situs baru, menggunakan alamat IP lain, membuka akun baru, hingga memanfaatkan fitur interaksi di platform digital untuk kembali menyebarkan promosi perjudian.

Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan judi online memiliki karakter kejahatan transnasional. Infrastruktur dapat berada di luar wilayah Indonesia, sementara target aktivitasnya berada di dalam negeri.

Karena itu, pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk mengejar pihak yang berada di balik jaringan tersebut.

“Tidak cuma Kemkomdigi saja. Ada juga para penegak hukum yang tentu harus juga melakukan penegakan hukum yang membuat efek jerat kepada para bandar,” kata Meutya.

Ia menilai pemutusan akses harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum. Tanpa tindakan terhadap aktor di balik jaringan perjudian, saluran baru dinilai akan terus bermunculan.

Pemerintah juga mendorong industri digital memperkuat sistem deteksi dan pencegahan agar platform mereka tidak dimanfaatkan sebagai jalur distribusi judi online.

Perhatian tidak hanya diarahkan pada situs utama, tetapi juga pola penyebaran yang memanfaatkan fitur interaksi pengguna, termasuk kolom komentar.

Meutya menegaskan pemberantasan judi online membutuhkan keterlibatan pemerintah, industri digital, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

“Tidak bisa pemerintah sendiri. Kita membutuhkan industri, kita membutuhkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang digital kita,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta aktif melaporkan konten judi online melalui kanal resmi agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Satu orang, satu situs. Satu orang melaporkan satu situs, kalau dijumlah ini akan menjadi angka yang besar juga,” kata Meutya.

Selain melakukan pemutusan akses, pemerintah juga memperkuat edukasi dan literasi digital mengenai bahaya judi online.

Meutya mengingatkan dampak perjudian digital dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat tanpa memandang usia maupun status sosial.

“Yang terdampak bisa saja diri kita, keluarga kita, anak kita, orang tua. Banyak juga. Jadi tidak mengenal usia, tidak mengenal status sosial,” katanya.

Pemerintah, lanjut Meutya, akan terus melakukan intervensi terhadap konten perjudian sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku.

Namun, upaya tersebut tetap membutuhkan dukungan industri digital dan masyarakat agar saluran baru yang digunakan jaringan judi online dapat lebih cepat ditemukan dan dilaporkan.

“Kita saling bantu, saling jaga, silakan lapor,” tutup Meutya. (ANT/KN)

Indonesia Pesta Gol 9-2 ke Gawang Bangladesh, Garuda Tembus Final

0
Pesepak bola Timnas Indonesia Kevin Diks (tengah) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Bangladesh Hamza Choudhury (kiri) dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Timnas Indonesia mengalahkan Bangladesh dengan skor 9-2. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

JAKARTA — Timnas Indonesia berpesta gol di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Skuad Garuda menghancurkan Bangladesh 9-2 sekaligus memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Mitchell Baker menjadi aktor utama kemenangan telak Indonesia setelah memborong lima gol. Empat gol lainnya dicetak Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks.

Sementara itu, dua gol Bangladesh masing-masing dicetak Mohammed Shariar Emon dan Farhaan Ali Wahid.

Kemenangan tersebut membuat Indonesia finis di posisi teratas klasemen akhir Grup A dengan tujuh poin dari tiga pertandingan. Garuda unggul produktivitas gol atas Malaysia yang juga mengoleksi tujuh poin.

Indonesia langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Tekanan demi tekanan membuat pertahanan Bangladesh kesulitan keluar dari tekanan.

Gol pembuka Indonesia lahir pada menit ke-11. Umpan Ole Romeny berhasil dikonversikan Mitchell Baker menjadi gol untuk membawa Indonesia unggul 1-0.

Baker kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-20. Indonesia pun menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Tidak berhenti menyerang, Indonesia memperlebar jarak menjadi 3-0 melalui Rizky Ridho pada menit ke-32.

Bangladesh sempat memberikan perlawanan. Mohammed Shariar Emon memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-36.

Namun, gol tersebut tidak menghentikan laju Garuda.

Satu menit berselang, Baker kembali mencetak gol. Hat-trick tersebut membawa Indonesia unggul 4-1.

Baker kemudian melengkapi koleksi golnya menjadi empat pada menit ke-42 setelah memaksimalkan umpan Justin Hubner. Indonesia memimpin 5-1.

Justin Hubner kemudian ikut mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan Calvin Verdonk pada menit ke-45+1, Hubner membawa Indonesia unggul 6-1 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Indonesia tetap mengambil inisiatif serangan meski sudah unggul lima gol.

Sejumlah peluang kembali tercipta melalui Joey Pelupessy dan Justin Hubner, tetapi belum menghasilkan gol tambahan.

Indonesia baru menambah gol pada menit ke-90. Umpan Ole Romeny dikonversikan Luke Vickery menjadi gol ketujuh Indonesia.

Bangladesh kembali memperkecil ketertinggalan. Farhaan Ali Wahid memanfaatkan umpan Rakib Hossain untuk mengubah skor menjadi 2-7.

Namun, Indonesia kembali menjauh pada masa tambahan waktu.

Kevin Diks mencetak gol kedelapan pada menit ke-90+6 setelah memaksimalkan umpan Elkan Baggott.

Pesta gol Garuda akhirnya ditutup Baker pada menit ke-90+7.

Gol tersebut menjadi gol kelima Baker sekaligus menggenapkan kemenangan Indonesia menjadi 9-2.
Hasil tersebut memastikan Indonesia finis sebagai pemuncak Grup A dengan tujuh poin dan berhak melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Produktivitas gol menjadi pembeda Indonesia dan Malaysia yang sama-sama mengoleksi tujuh poin di klasemen akhir Grup A. (ANT/KN)