Beranda blog Halaman 47

Setelah RS Amalia Giliran Komisi A Sambangi RSIB, Pastikan Pelayanan BPJS Tetap Aman

0

BONTANG – Setelah mengunjungi RS Amalia, jajaran Komisi A DPRD Kota Bontang kembali melanjutkan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB), Selasa (19/5/2026). Kedatangan rombongan dewan disambut langsung Direktur RSIB, dr. Hari Prasetya bersama jajaran manajemen rumah sakit.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal di tengah pencabutan sementara status Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dari APBN.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana kesiapan dan gambaran situasi di lapangan. Hasil kunjungan ini akan menjadi bahan koordinasi saat kami berkunjung ke Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim,” ujarnya.

Komisi A DPRD Bontang juga mengapresiasi langkah mitigasi yang telah disiapkan manajemen RSIB, guna memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan meski status BPJS PBI mereka dinonaktifkan sementara.

Sebagai solusi, masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan melalui Program Gratispol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun fasilitas jaminan kesehatan dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM) Bontang. (Al/adv)

Editor: Yusva Alam

Program Penangkaran Buaya Kutim Masuk 50 Program Unggulan Daerah

0

SANGATTA — Konflik antara manusia dan buaya di Kutai Timur kembali memakan korban. Di tengah meningkatnya kasus serangan buaya terhadap warga, program penangkaran buaya yang masuk dalam 50 Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Kutim hingga kini belum juga terealisasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, insiden warga diterkam buaya terus terjadi di sejumlah wilayah Kutim. Korban pun tidak sedikit, mulai dari luka berat hingga meninggal dunia.

Kasus terbaru terjadi di kawasan Dermaga Baru Kenyamukan, Sangatta Utara, Rabu (13/5/2026). Seorang siswa SMP dilaporkan diserang buaya saat berusaha mengambil layang-layang putus di aliran sungai kecil sekitar dermaga.

Kondisi geografis Kutim yang didominasi sungai besar, rawa, muara, hingga kawasan mangrove membuat wilayah ini menjadi habitat alami buaya muara maupun buaya air tawar. Sementara itu, aktivitas masyarakat yang masih bergantung pada sungai membuat potensi konflik dengan satwa liar tersebut sulit dihindari.

Pemerintah daerah sebelumnya mencanangkan pembangunan penangkaran buaya sebagai salah satu solusi pengendalian populasi sekaligus pengembangan sektor wisata dan ekonomi daerah. Namun hingga kini, realisasi program tersebut belum terlihat.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan rencana penangkaran buaya masih dalam tahap pengkajian bersama pemerintah pusat, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Penangkaran buaya sekarang sedang dalam proses pengkajian. Sambutan dari Menteri KKP cukup positif. Mereka siap membantu,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Menurut Ardiansyah, terdapat tiga lokasi yang sedang dikaji sebagai kawasan penangkaran, yakni Kenyamukan, Pantai Teluk Lingga, dan Muara Bengalon.

“Ada tiga tempat yang kita kaji, Kenyamukan, Pantai Teluk Lingga sama Muara Bengalon. Ini belum selesai semuanya,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah tetap harus mematuhi aturan perlindungan satwa liar. Namun, menurutnya, tindakan penanganan tetap diperlukan apabila buaya sudah membahayakan keselamatan warga.

“Kita ini, satu sisi mengikuti aturan bahwa kita tidak bisa membunuh satwa itu secara sewenang-wenang. Tapi kalau sudah mengganggu manusia, wajib kita balas, itu saja maksudnya,” tandasnya. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Dugaan Korupsi Pemanfaatan Barang Milik Negara Rugikan Negara Ratusan Miliar

SAMARINDA — Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur kembali menyita uang senilai Rp57,450 miliar dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan negara terkait pemanfaatan barang milik negara pada Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam pelaksanaan pertambangan PT IMB Grup di Kutai Kartanegara.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kaltim, Gusti Hamdani mengungkapkan uang puluhan miliar rupiah tersebut berasal dari tersangka berinisial BT yang sebelumnya juga telah menyerahkan uang dalam jumlah besar kepada penyidik.

“Tersangka yang sudah ditetapkan menjadi orang yang harus bertanggung jawab terhadap penyidikan ini telah memberikan uang sebesar Rp57.450.000.000,” ujarnya dalam konferensi pers di Samarinda, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, sebelum penyitaan terbaru itu dilakukan, tersangka BT telah lebih dahulu menyerahkan uang sekitar Rp200 miliar. Dengan demikian, total uang yang berhasil diamankan penyidik hingga kini mencapai Rp271,450 miliar.

“Di mana uang ini sebelumnya juga tersangka BT sudah menyerahkan seperti yang sudah kita rilis sebelumnya sekitar 200 miliar-an sehingga total dari uang yang sudah kita dapatkan dari tersangka ini sebesar Rp271.450.000.000,” katanya.

Menurut Gusti, uang tersebut nantinya akan digunakan sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian negara dalam perkara yang tengah ditangani penyidik Kejati Kaltim.

“Yang ini nanti akan kita pergunakan sebagai bentuk pemulihan kerugian negara terhadap perkara yang sedang dilakukan oleh teman-teman penyidik,” ucapnya.

Tak hanya itu, penyidik juga disebut masih terus melakukan pengembangan dan penelusuran aset guna memaksimalkan pengembalian kerugian negara dalam kasus tersebut.

“Terkait dengan tindakan selanjutnya, teman-teman penyidik sampai dengan saat sekarang ini masih tetap mengejar terkait dengan pemulihan kerugian keuangan negara yang akan kita lakukan,” jelas Gusti.

Ia menambahkan, Kejati Kaltim juga telah menggandeng lembaga pemerintah untuk menghitung secara pasti total kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut. Proses perhitungan itu disebut hampir rampung.

“Kita sudah meminta bantuan salah satu lembaga pemerintah untuk melakukan perhitungan kerugian keuangan negara dan sementara ini masih dalam proses. Insyaallah dalam waktu dekat itu akan selesai dilakukan,” tutupnya. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

SPS Kaltim Bentuk Bidang Strategis Hadapi Transformasi Media

0

BALIKPAPAN — Serikat Perusahaan Pers Kalimantan Timur resmi mengukuhkan kepengurusan baru periode 2025-2029 dalam sebuah acara yang digelar di Grand Tjokro Balikpapan, Rabu (20/5/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi tonggak dimulainya kepemimpinan baru SPS Kaltim di tengah tantangan industri media yang terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Ketua SPS Kaltim terpilih, Ajid Kurniawan mengatakan industri pers saat ini dituntut mampu beradaptasi tanpa meninggalkan profesionalisme dan independensi sebagai pilar demokrasi.

“Di era transformasi digital yang bergerak cepat, industri media dituntut untuk terus beradaptasi, menjaga relevansi, profesionalisme, dan independensinya sebagai pilar demokrasi,” ujarnya.

Ia berharap rangkaian kegiatan pengukuhan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan industri media, khususnya di Kalimantan Timur.

“Semoga rangkaian acara hari ini membawa manfaat nyata bagi kemajuan industri media di Kalimantan Timur dan Indonesia,” tambahnya.

Pengukuhan pengurus SPS Kaltim periode 2025-2029 bertujuan memberikan legitimasi formal dari Ketua Umum SPS Pusat, membangun komitmen bersama dalam menjalankan program kerja organisasi, memperkuat solidaritas antar perusahaan pers, serta membuka ruang dialog mengenai masa depan industri media.

Kegiatan ini mengusung tema “Media Berkelanjutan: Membangun Ekosistem Pers yang Profesional dan Independen di Kalimantan Timur”.

Dalam susunan kepengurusan yang baru, Ajid Kurniawan dipercaya menjabat sebagai Ketua SPS Kaltim, didampingi Sumarsono sebagai Sekretaris dan Supriyono sebagai Bendahara.

Selain itu, SPS Kaltim juga membentuk sejumlah bidang strategis untuk mendukung program organisasi ke depan.

Pada Bidang Keanggotaan dan Organisasi, Edwin Agustyan dipercaya sebagai ketua bidang bersama Tommy Simanjuntak dan Devi Alamsyah.

Bidang Pendidikan dan Pengkaderan dipimpin Adhi Abdian bersama Indra Zakaria dan Thomas Dwi Priyandoko.

Sementara Bidang Antar Lembaga diketuai Doni Ari Wardana bersama Eddy Adha dan Nur Rahman Sacroni.

Untuk Bidang Advokasi dan Regulasi dipimpin H. Sugito bersama Agusman.

Bidang Kemitraan dan Kolaborasi diketuai Romdani bersama Anti Rahayu dan Nurifani Hairunnisa.

Kemudian Bidang Digitalisasi dan Inovasi Media dipimpin Herdi bersama Rendy Fauzan dan Ira Rosalina.

Pada Bidang Ekonomi dan Bisnis Media, Firman Wahyudi dipercaya sebagai ketua bidang bersama Nur Samsi dan H. Djani.

Sedangkan Bidang Pengawasan Etika dan Standar Jurnalistik dipimpin Muhammad Nazaruddin bersama Suyono dan Sofian Sauri.

Melalui kepengurusan baru ini, SPS Kaltim diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antar perusahaan pers sekaligus menghadapi tantangan industri media yang semakin dinamis di era digital. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Rupiah Melemah dan Harga Minyak Naik, Bahlil: BBM Subsidi Tidak Akan Naik

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn20mei2026/mobile/

Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp7 Triliun, Harga Pupuk Dalam Negeri Turun 20 Persen

0

BONTANG — Indonesia mencatat tonggak baru transformasi industri pupuk nasional, melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun. Di saat yang sama, pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen serta menambah volume pupuk untuk petani nasional, menandai penguatan sektor pupuk dari hulu hingga hilir.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat menghadiri dan meninjau langsung pelepasan ekspor perdana produk urea PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur ke Australia di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (14/5/2026). Pelepasan tersebut menjadi tonggak baru penguatan kerja sama sektor pupuk melalui skema government-to-government (G2G) antara Indonesia dan Australia.

Mentan Amran menjelaskan, ekspor perdana yang dilepas hari ini mencapai 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp600 miliar. Ekspor tersebut merupakan tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500.000 ton dengan total nilai sekitar Rp7 triliun.

“Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton,” ujarnya.

Di saat yang sama, Mentan Amran mengatakan pemerintah juga mencatat kemajuan besar di sektor pupuk dalam negeri melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen tanpa tambahan beban APBN. Kebijakan tersebut juga disertai penambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton untuk memperluas akses petani.

“Disaat geopolitik dunia memanas, Indonesia alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia. Kemudian volume pupuk bertambah. Inilah kebahagiaan 160 juta petani Indonesia dan 115 juta petani padi,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan daya saing industri pupuk nasional semakin kuat, dan membuka peluang pasar baru di berbagai negara.

“Kami sekali lagi atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Indonesia atas kerja kerasnya dan capaiannya,” ujar Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, sejumlah negara lain juga mulai menunjukkan minat terhadap pupuk Indonesia.

“Selain itu Dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton dan beberapa negara lain juga berminat yaitu Filipina, Brazil, Bangladesh dan ada beberapa negara lagi. Tadi kami menerima laporan negara yang berminat pupuk urea dari Indonesia. Ini yang kita syukuri dan banggakan,” ungkapnya.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Australia.

“Atas nama Pemerintah Australia saya ingin menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Mentan Amran. Australia menghargai hubungan dengan Indonesia. Kerja sama ini mencerminkan persahabatan dan kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia, bukan hanya dengan PT Pupuk Indonesia,” ujar Gita Kamath.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga memiliki manfaat langsung terhadap penguatan ketahanan pangan kedua negara.

“Australia juga bangga dapat mendukung ketahanan pangan dan nilai tambah di Indonesia. Pupuk ini akan membantu petani Australia memproduksi komoditas seperti gandum, yang digunakan di Indonesia untuk membuat berbagai produk pangan. Ini contoh nyata kerja sama Indonesia dan Australia yang menghasilkan manfaat bersama,” katanya.

Keberhasilan tersebut, lanjut Mentan Amran, tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membenahi tata kelola pupuk nasional dari hulu hingga hilir.

Pada awal pemerintahan, Presiden Prabowo mengambil langkah besar dengan mengembalikan alokasi pupuk bersubsidi dari sebelumnya sekitar 4,55 juta ton menjadi 9,55 juta ton guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Kebijakan tersebut memperluas jangkauan penerima manfaat hingga sekitar 160 juta orang yang terkait langsung dengan sektor pertanian.

Pemerintah juga melakukan deregulasi total 145 aturan lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat distribusi pupuk. Sistem penyaluran dipangkas menjadi lebih sederhana melalui pola langsung Kementan–PIHC–Gapoktan/Koperasi–Petani agar pupuk lebih cepat diterima petani.

Selain itu, pemerintah melakukan reformasi mekanisme subsidi pupuk nasional dengan menghapus berbagai komponen inefisiensi seperti keuntungan bahan baku, beban bunga bank, dan PPN berganda. Reformasi tersebut diproyeksikan mampu menghemat hingga Rp14 triliun sekaligus menurunkan biaya produksi pupuk nasional.

Selain pembenahan tata kelola, pemerintah mendorong revitalisasi besar-besaran industri pupuk nasional melalui tujuh proyek strategis dengan total investasi mencapai Rp72,84 triliun, melibatkan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Kujang.

Modernisasi dilakukan melalui penggantian pabrik lama yang boros energi menjadi fasilitas baru yang lebih efisien. Efisiensi biaya produksi pupuk baru tercatat mencapai 26 persen lebih rendah dibanding pabrik lama.

Melalui reformasi skema subsidi dan revitalisasi industri, pemerintah memproyeksikan penghematan subsidi pupuk hingga Rp112 triliun sampai tahun 2035 sekaligus menekan potensi pemborosan Rp14,4 triliun per tahun.

Mentan Amran menegaskan seluruh pembenahan sektor pupuk diarahkan untuk memperkuat swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi impor, serta membangun kemandirian industri pupuk nasional.

“Pupuk bukan hanya soal produksi dan distribusi. Pupuk adalah instrumen strategis menuju kedaulatan pangan nasional,” tegas Mentan Amran. (Rls/adv)

Editor: Yusva Alam

Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Airlangga Soroti Musim Haji dan Dividen

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tingginya permintaan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp17.700 per dolar AS.

“Faktor global juga sangat mempengaruhi dan seperti yang saya sampaikan selama bulan ibadah haji ini kan demand terhadap dolar juga tinggi,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, kebutuhan dolar AS meningkat pada periode saat ini seiring aktivitas pembayaran dividen perusahaan setelah musim laporan keuangan tahunan. Hal itu diperparah dengan kenaikan harga minyak global imbas dari konflik AS dan Iran yang tak kunjung mereda.

Maka dari itu, ia memandang kombinasi tingginya permintaan dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia menjadi tekanan eksternal yang kuat terhadap pergerakan rupiah.

“Sesudah laporan keuangan, pembayaran dividen itu kebanyakan juga di bulan-bulan ini. Jadi memang demand-nya sedang tinggi. Plus harga minyak masih naik,” jelasnya.

Menko berharap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa kembali menguat di semester II.

“Mudah-mudahan semester II bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

Adapun nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Selasa melemah 38 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.706 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.668 per dolar AS.

Sementara itu, analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai pelemahan rupiah turut dipengaruhi tren kenaikan harga minyak dunia yang masih berada di atas 100 dolar AS per barel.

“Rupiah pada perdagangan hari ini melemah dipengaruhi faktor domestik menanti hasil RDG BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) yang diumumkan besok dan ruang fiskal yang masih terbatas akibat subsidi membengkak seiring tren kenaikan harga minyak dunia masih di atas 100 dolar,” ujar Rully. (ANT/KN)

Garuda Indonesia Tambah Pesawat Layani Tiga Kloter Terakhir Haji Embarkasi Makassar

0

MAKASSAR – Maskapai Garuda Indonesia menyiapkan satu pesawat tambahan untuk mengangkut jemaah calon haji (JCH) dari Embarkasi Makassar (UPG), Sulawesi Selatan khususnya untuk tiga kelompok terbang (kloter) terakhir.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar Ikbal Ismail di Makassar, Selasa (19/5/2026), menyampaikan, pemberangkatan jemaah Embarkasi Makassar memasuki tahap akhir dengan tiga kloter terakhir, yakni Kloter 40, 41, dan 42.

“Untuk mendukung kelancaran tiga pemberangkatan terakhir, pihak maskapai menyiapkan tambahan satu pesawat bagi Embarkasi Makassar,” ujarnya.

Ia mengatakan JCH tiga kloter terakhir masuk Asrama Haji Sudiang Makassar pada Selasa (19/5) dan pada Rabu (20/5) dijadwalkan berangkat setelah proses karantina berjalan sekitar 24 jam.

Ikbal Ismail yang juga Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel itu mengaku jika jadwal pemberangkatan JCH masih tetap sama, hanya saja langkah antisipasi dilakukan pihak maskapai.

“Jadwal tetap seperti yang kami keluarkan sebelumnya. Tapi karena ada tiga kloter yang sudah masuk, antisipasinya pihak Garuda mengambil pesawat dari Embarkasi Lombok karena Embarkasi Lombok sudah selesai,” katanya.

Ia menjelaskan, tambahan armada tersebut akan digunakan untuk mendukung tiga penerbangan jemaah menuju Jeddah, Arab Saudi.

Hingga saat ini, Embarkasi Makassar telah memberangkatkan sebanyak 38 kloter dengan total sekitar 14.941 calon haji menuju Arab Saudi. (ANT/KN)

Setelah Kunjungan Trump ke Asia, Putin Merapat ke Beijing

TOKYO – Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di China, Selasa, untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping mengenai energi dan dunia multipolar, hanya beberapa hari setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke negara Asia tersebut.

Menurut Kyodo, yang mengutip media milik Pemerintah China, setelah Putin dan Xi melakukan pembicaraan, China dan Rusia akan menandatangani beberapa pernyataan bersama tentang penguatan kemitraan bilateral dan membangun dunia multipolar sebanyak sekitar 40 dokumen bilateral.

Menurut pernyataan Kremlin, Putin juga dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang.

Xi dan Putin kemungkinan juga akan membahas kondisi perang Amerika Serikat dan Israel yang sedang berlangsung melawan Iran dan kerja sama energi bilateral. Rusia merupakan pemasok minyak mentah utama bagi kekuatan ekonomi Asia tersebut.

Sebelum lawatannya ke China, Putin mengatakan dalam pernyataannya di video bahwa hubungan Rusia-China telah mencapai tingkat yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya, menurut kantor berita Xinhua.

Pada Senin (18/5), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan dalam konferensi pers bahwa kemitraan strategis komprehensif antara China dan Rusia telah memberikan kontribusi penting untuk menjaga stabilitas strategis global serta menegakkan keadilan dan kesetaraan internasional.

“Kedua pihak akan memanfaatkan kesempatan ini untuk terus memperdalam dan meningkatkan hubungan antara China dan Rusia, sehingga dapat memberikan lebih banyak stabilitas dan energi positif bagi dunia,” kata Jiakun.

Kunjungan Putin ke China dalam rangka memperingati 25 tahun penandatanganan “Perjanjian Hubungan Bertetangga Baik dan Kerja Sama Persahabatan antara China dan Rusia”.

Terakhir, Putin berkunjung ke Beijing adalah pada bulan September 2025 untuk menyaksikan parade militer dalam rangka peringatan 80 tahun penyerahan Jepang di Perang Dunia II.

China dan Rusia telah memperkuat hubungan bilateral mereka dalam beberapa tahun terakhir, dengan Beijing menentang sanksi Barat terhadap Moskow atas invasi skala penuh ke Ukraina yang dimulai pada Februari 2022. (ANT/KN)

Sumber: Kyodo

Rupiah Melemah dan Harga Minyak Naik, Bahlil: BBM Subsidi Tidak Akan Naik

0

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, meskipun harga minyak mentah Indonesia naik disertai nilai tukar rupiah yang melemah.

“Tidak akan naik. Insyaallah, ya, doanya, tidak akan kita naikkan (harga BBM subsidi),” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Bahlil menyampaikan, meskipun rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar 117,31 dolar AS per barel, harga BBM bersubsidi tetap aman.

Ia merujuk kepada rata-rata harga minyak mentah Indonesia dari Januari 2026 yang belum menyentuh batas 100 dolar AS per barel.

“Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80–81 dolar AS dari bulan Januari sampai sekarang. Jadi, belum sampai 100 dolar AS,” kata Bahlil.

Oleh karena itu, Bahlil kembali menekankan bahwa harga BBM bersubsidi masih aman hingga akhir tahun 2026.

“Insyaallah sampai akhir tahun,” ucapnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar 117,31 dolar AS per barel.

Harga tersebut melonjak 15,05 dolar AS dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 102,26 dolar AS per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan peningkatan harga minyak mentah pada April 2026 dipengaruhi oleh berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia, terutama terkait kondisi di Timur Tengah dan Selat Hormuz.

Selain faktor geopolitik, pertumbuhan ekonomi China pada triwulan I 2026 yang mencapai 5 persen secara tahunan turut memberikan sentimen positif terhadap permintaan minyak dunia.

Lebih lanjut, Laode menambahkan, meskipun harga minyak dunia masih berpotensi mengalami tekanan akibat kondisi geopolitik global, terdapat beberapa faktor yang dapat menahan kenaikan harga.

Faktor itu di antaranya proyeksi penurunan permintaan minyak global pada triwulan II 2026 yang diperkirakan sebesar 5 juta barel per hari secara tahunan (year on year) dan potensi terbukanya kembali jalur diplomasi damai antara Iran dan Amerika Serikat. (ANT/KN)