Beranda blog Halaman 40

Jaringan Komunikasi Nihil, Laporan Tenggelam Sempat Terkendala

0

TENGGARONG — Tragedi terjadi di kawasan wisata Air Terjun Perjiwa, Kutai Kartanegara (Kukar). Seorang pemuda dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus saat berusaha menyelamatkan pacarnya yang lebih dulu terjatuh ke aliran air.

Korban sempat berhasil menolong sang pacar ke tempat aman. Namun nahas, setelah perempuan tersebut selamat, korban justru hilang terseret derasnya arus di lokasi wisata itu.

Peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas pada Jumat (23/5/2026) sekitar pukul 18.30 Wita. Proses penanganan sempat mengalami kendala lantaran kondisi jaringan komunikasi di lokasi kejadian hampir tidak tersedia.

Koordinator Lapangan BPBD Kutai Kartanegara, Eko Suryawinata, mengatakan informasi awal diterima dari saksi mata yang juga merupakan pacar korban.

“Korban ingin menyelamatkan pacarnya yang terjatuh. Saat pacar korban selamat, korban terseret arus,” ujar Eko.

Menurut keterangan saksi, korban langsung berusaha menolong ketika pacarnya terjatuh ke aliran air di kawasan Air Terjun Perjiwa. Namun derasnya arus membuat korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tenggelam.

Peristiwa tersebut bahkan sempat terekam dalam video ponsel milik pacar korban. Rekaman itu kemudian menjadi salah satu petunjuk awal bagi petugas saat menerima laporan kejadian.

Selain medan yang cukup sulit dijangkau, proses pelaporan juga terkendala minimnya sinyal komunikasi di kawasan wisata tersebut.

“Kondisi jaringan di TKP nol,” katanya.

Setelah laporan diterima, tim gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi korban diduga tenggelam. Penyisiran dilakukan di aliran air dan titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terseret arus.

Beberapa waktu kemudian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan bersama warga di lokasi kejadian.

“Korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” tutup Eko. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Bahas 8 Raperda, Fraksi Soroti Masalah Disabilitas hingga Pesisir

0

BONTANG – DPRD Kota Bontang menggelar rapat kerja pembahasan delapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), terdiri atas enam Raperda usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dan dua Raperda inisiatif DPRD, Senin (18/5/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Sitti Yara. Dalam forum tersebut, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan pendapat pemerintah terhadap dua Raperda inisiatif DPRD, sementara enam fraksi DPRD memberikan pandangan umum terhadap enam Raperda usulan pemerintah daerah.

Sitti Yara menjelaskan, enam Raperda usulan pemerintah daerah meliputi penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan, perubahan pengelolaan barang milik daerah, hingga penyertaan modal kepada PT Bontang Migas dan Energi.

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan Raperda tentang penyelenggaraan penanaman modal, pemberian insentif bagi pendidik swasta dan non-ASN, serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bontang Tahun 2026–2045.

Sementara itu, DPRD Kota Bontang menginisiasi dua Raperda yakni tentang Kepemudaan dan Penanggulangan Bencana di Kawasan Industri.

“Agenda rapat kerja DPRD hari ini adalah pendapat Wali Kota Bontang terhadap dua Raperda inisiatif DPRD Kota Bontang dan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Bontang, terhadap enam Raperda inisiatif Pemerintah Kota Bontang,” ucap Sitti Yara.

Dalam rapat tersebut, fraksi-fraksi DPRD turut memberikan sejumlah catatan terhadap Raperda yang diajukan pemerintah daerah. Salah satunya terkait pentingnya penyediaan fasilitas ramah disabilitas dalam Raperda Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Selain itu, perlindungan kawasan pesisir juga menjadi sorotan dalam pembahasan revisi RTRW Kota Bontang Tahun 2026–2045.

Pengembangan tata ruang wilayah ke depan juga diminta mampu menyesuaikan dengan dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), mengingat posisi strategis Kota Bontang sebagai daerah penyangga kawasan tersebut.

Adapun fraksi yang menyampaikan pandangan umum yakni Fraksi Partai Golongan Karya, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PKS Bersama Nasdem, serta Fraksi Amanat Demokrat Bergelora.

Sitti Yara menegaskan seluruh pandangan dan pendapat yang disampaikan dalam rapat kerja tersebut, akan ditindaklanjuti dalam agenda berikutnya berupa tanggapan dan jawaban fraksi-fraksi DPRD maupun Wali Kota Bontang. (Al/adv)

Editor: Yusva Alam

Tentukan Pengganti Posisi Almarhum H. Maming, PDIP Tunggu Keputusan DPP

0

BONTANG — Kekosongan kursi Wakil Ketua DPRD Kota Bontang yang ditinggalkan almarhum H. Maming dalam beberapa bulan terakhir, mulai menemui titik terang.

PDI Perjuangan Bontang disebut tengah menunggu keputusan final Dewan Pimpinan Pusat (DPP), terkait penunjukan kader yang akan mengisi posisi strategis tersebut.

Dua nama mencuat sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan almarhum H. Maming, yakni Joni Alla Padang dan Winardi. Keduanya diketahui telah mengikuti tahapan fit and proper test yang digelar partai di tingkat pusat.

Joni Alla Padang membenarkan dirinya masuk dalam daftar nama yang diusulkan PDIP untuk menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Kota Bontang. Politisi yang saat ini menjabat Sekretaris Komisi C DPRD Bontang itu mengatakan, seluruh proses internal partai telah dijalani.

“Proses di internal partai sudah berjalan, termasuk uji kelayakan di pusat. Sekarang kami tinggal menunggu keputusan resmi saja dari DPP,” ucap Joni Alla Padang, Senin (18/5/2026).

Penentuan pimpinan DPRD dari PDIP menjadi perhatian, karena posisi tersebut dinilai memiliki pengaruh besar dalam dinamika politik di parlemen daerah. Wakil Ketua DPRD memiliki peran penting dalam memimpin agenda rapat, pembahasan anggaran daerah, hingga menjalin komunikasi politik dengan Pemerintah Kota Bontang.

Joni menegaskan, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan DPP PDIP. Menurutnya, partai memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan figur yang dianggap paling tepat untuk mengisi posisi tersebut.

“Semua keputusan merupakan kewenangan partai. Kami sebagai kader siap menjalankan apa yang nantinya diputuskan,” tambahnya.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa calon pengganti almarhum H. Maming berasal dari peraih suara terbanyak berikutnya di daerah pemilihan Bontang Selatan. Namun hingga kini, proses tersebut masih menunggu persetujuan resmi dari DPP PDIP.

Selain penunjukan Wakil Ketua DPRD, PDIP juga disebut tengah memproses mekanisme pergantian antarwaktu (PAW), untuk mengisi kursi anggota DPRD yang ditinggalkan almarhum H. Maming. (Al/adv)

Editor: Yusva Alam

Kejagung Tahan Bos PT QSS dalam Kasus Dugaan Korupsi Tambang Bauksit Kalbar

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn23mei2026/mobile/

Warga Sempaja Selatan Keluhkan Drainase dan Jembatan Rusak, Arie Wibowo Siap Tindak Lanjuti

SAMARINDA – Berbagai persoalan infrastruktur mencuat dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi (Reses) Masa Persidangan II Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Samarinda sekaligus Sekretaris Komisi III, Arie Wibowo, di RT 09 Gunung Mulya, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara.

Sejumlah ketua RT memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan keluhan warga, mulai dari drainase lingkungan yang belum tertangani hingga kondisi jembatan kayu yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

Ketua RT 17, yang berada di kawasan bawah Perumahan Unmul Jalan Kenyah, menyoroti persoalan parit lingkungan yang disebut belum pernah mendapatkan penanganan maksimal selama bertahun-tahun.

Menurutnya, warga telah berupaya melakukan perbaikan melalui dana Probebaya, namun pengerjaan belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

“Parit itu sudah lama kami usulkan. Setiap tahun usulan soal parit dan jalan terus kami sampaikan karena memang menjadi kebutuhan utama warga,” ujarnya dalam forum reses.

Kegiatan Penyerapan Aspirasi (Reses) yang berlangsung di RT 09 Gunung Mulya, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara. (Abdi)

Ia berharap adanya dukungan dari DPRD agar normalisasi dan pembangunan drainase dapat segera direalisasikan demi mengurangi persoalan lingkungan di kawasan tersebut.

Sementara itu, suasana reses menjadi lebih cair saat Ketua RT 31, Betty Lapea, menyampaikan aspirasi terkait kondisi jembatan kayu di wilayahnya dengan gaya penuh canda namun tegas.

Betty meminta agar perhatian pembangunan tidak hanya terfokus pada beberapa RT tertentu, tetapi juga menyentuh wilayah RT 31 yang disebut memiliki jumlah warga dan pemilih cukup besar.

Ia menjelaskan kondisi jembatan di wilayahnya sudah memprihatinkan karena berlubang dan bergoyang saat dilintasi warga.

“Jembatan di sana masih bolong-bolong dan goyang. Kami berharap ada perhatian karena kondisi itu cukup membahayakan masyarakat,” katanya disambut gelak tawa dan tepuk tangan warga yang hadir.

Selain persoalan infrastruktur, forum reses juga membahas rencana pengembangan fasilitas air bersih PDAM di kawasan Perumahan Unmul. Ketua RT 17 menjelaskan bahwa warga sebelumnya sempat keberatan dengan rencana penambahan mesin PDAM di dalam lingkungan perumahan karena khawatir memengaruhi distribusi air.

Meski demikian, pihak RT mengaku telah menawarkan sejumlah alternatif lokasi yang dinilai lebih memungkinkan untuk pembangunan fasilitas penampungan air.

Menanggapi hal tersebut, Arie Wibowo menyebut upaya penyediaan air bersih di kawasan tersebut memang sudah berjalan cukup lama dan terus didorong agar segera terealisasi.

Ia mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan peninjauan bersama PDAM guna mencari titik yang paling tepat untuk pengembangan jaringan dan reservoir.

“Terkait parit maupun kebutuhan air bersih, nanti akan kami koordinasikan kembali bersama tim teknis dan pihak terkait agar bisa ditindaklanjuti,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Untuk usulan dari RT 31, Arie mengaku telah mengenal kondisi wilayah tersebut sejak masa kampanye pilkada dan memahami kebutuhan akses jalan maupun jembatan warga.

Ia memastikan timnya akan turun langsung melihat kondisi di lapangan guna mengkaji bentuk bantuan yang dapat diberikan.

Pewarta: Hanafi
Editor:

PLN Pastikan Seluruh Gardu Induk di Sumbar Kembali Menyala

0

PADANG – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat (Sumbar) memastikan seluruh gardu induk di provinsi setempat sudah menyala pascagangguan sistem kelistrikan yang berdampak pada padamnya arus listrik sejak Jumat (22/5) malam.

“Sampai dengan pukul 05.00 WIB, 60 persen sistem sudah pulih dan kita masih terus mengupayakan agar bisa normal menyala hingga 100 persen,” kata General Manager PLN UID Sumbar Ajrun Karim saat dikonfirmasi di Kota Padang, Sabtu (23/5/2026).

Meskipun 21 gardu induk sudah berhasil menyala, terdapat 175 penyulang (feeder) masih padam dari total 394.

Penyulang tersebut tersebar di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Solok, Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya.

PLN setempat memastikan secepatnya akan memulihkan sistem kelistrikan agar kembali normal.

Pihaknya juga menegaskan posisi Sumbar dalam keadaan aman terutama untuk jaringan tegangan rendah dan menengah. Hanya saja, petugas di lapangan masih berjibaku untuk mengupayakan atau menormalkan beberapa penyulang.

“Semua gardu induk sudah menyala, ini tinggal proses pembebanan di masing-masing titik penyulang saja,” kata dia.

Terkait penyebab utama padamnya listrik di Provinsi Sumbar pada Jumat (22/5) malam sekitar pukul 18.44 WIB, instansi itu hingga kini belum bisa merinci lebih lanjut.

Namun, dugaan sementara gangguan sistem kelistrikan berasal dari Provinsi Jambi.

Selain di Sumbar, gangguan sistem kelistrikan juga terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Riau.

Sejak terjadinya gangguan, PLN langsung menerjunkan tim teknis untuk mengecek seluruh sistem dan jaringan kelistrikan sekaligus menelusuri penyebab gangguan yang terjadi.

Terakhir, PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Informasi perkembangan penanganan gangguan akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile dan layanan contact center PLN 123.

Sementara itu, Asna, salah seorang warga Kota Bukittinggi, mengatakan listrik sudah menyala antara pukul 01.00 hingga 03.00 WIB. Ia berharap kondisi tersebut kembali normal sepenuhnya.

“Pukul 01.00 dini hari saya cek listrik belum menyala, tapi pukul 03.00 WIB listrik sudah menyala,” kata dia. (ANT/KN)

Prabowo Subianto Panggil Eks Menteri Era SBY Bahas Krisis Ekonomi 2008

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah pejabat ekonomi era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk menampung pengalaman mereka menghadapi krisis ekonomi 2008 di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut. Selain Airlangga, Menteri Purbaya Yudhi Sadewa juga turut mendampingi.

“Saya didampingi oleh Pak Menteri Keuangan Pak Purbaya, tadi mendampingi Bapak Presiden menerima beberapa tokoh yang pernah menjadi menteri atau gubernur Bank Indonesia,” kata Airlangga.

Tokoh yang hadir antara lain mantan Gubernur Bank Indonesia periode 2003-2008 Burhanuddin Abdullah, mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas periode 2005-2009 Paskah Suzetta, dan mantan Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas periode 2010-2014 Lukita Dinarsyah Tuwo.

Menurut Airlangga, para tokoh tersebut membagikan pengalaman menghadapi krisis ekonomi pada periode 2004-2014.

“Dalam pertemuan tadi disampaikan beberapa hal yang menjadi pengalaman mereka saat menghadapi krisis di tahun 2008. Kebetulan mereka rata-rata di periodenya antara 2004 sampai 2014,” kata dia.

Salah satu pembahasan terkait inflasi yang sempat mencapai sekitar 17 persen serta gejolak nilai tukar akibat kenaikan harga minyak dunia pada 2005.

Airlangga mengatakan harga minyak dunia saat itu sempat menyentuh 140 dolar AS per barel dan berdampak pada kenaikan inflasi hingga 27 persen.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan kondisi saat ini, situasi makro ekonomi Indonesia dinilai relatif lebih baik dengan fundamental yang lebih kuat serta depresiasi rupiah yang berada di kisaran 5 persen, lebih rendah dibandingkan berbagai kasus di masa lalu.

“Kalau kita cek dengan konteks hari ini, relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat, dan depresiasi rupiah itu sekitar 5 persen. Jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya.

Dari situ sebetulnya kita belajar bagaimana mengantisipasi dan apa yang diperlukan untuk menghadapi situasi-situasi ke depan,” kata Airlangga.

Menurut dia, Presiden juga meminta pemerintah memantau regulasi untuk memperkuat sektor keuangan dan menjaga kehati-hatian perbankan nasional.

Selain itu, pemerintah akan mengkaji penguatan permodalan perbankan mengingat jumlah bank di Indonesia cukup banyak.

“Presiden meminta kami bersama Menteri Keuangan untuk memonitor bagaimana regulasi-regulasi untuk memperkuat situasi finansial dan juga menjaga prudensial dari perbankan kita. Kita memang jumlah perbankan banyak dan mungkin kita perlu kaji bagaimana permodalannya untuk diperkuat,” kata Airlangga.

Sementara itu, Burhanuddin Abdullah mengatakan pertemuan tersebut membahas pengalaman masa lalu yang dapat menjadi pelajaran dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini.

“Diskusi cerita masa lalu, ada peristiwa yang dulu juga pernah terjadi dan bisa dijadikan pelajaran sekarang,” kata Burhanuddin.

Ia mencontohkan kenaikan harga bahan bakar minyak hingga 126 persen pada 2005 akibat faktor eksternal yang berdampak pada kondisi ekonomi domestik.

“Dulu di dalam negeri yang menaikkan, itu juga karena eksternal kan, faktornya maksud saya, eksternal kan. Nah terus kemudian dampaknya kan sama seperti sekarang. Mungkin cara penanganannya yang harus di-refine gitu,” ucapnya.

Menurut Burhanuddin, pembahasan dalam pertemuan tidak secara spesifik membahas nilai tukar rupiah, melainkan dampak menyeluruh dari kondisi global terhadap perekonomian nasional.

Dia juga menyampaikan perlunya langkah yang lebih rinci dari pemerintah, baik dari sisi fiskal maupun moneter, termasuk penguatan koordinasi antarlembaga dalam menangani situasi ekonomi.

“Di pemerintah lah. Jadi fiskalnya bagaimana, moneter bagaimana, secara teamwork-nya harus seperti apa untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar dia. (ANT/KN)

Dudung Pastikan 9 WNI yang Ditahan Israel Dalam Kondisi Baik

0

TANGERANG SELATAN – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa ke sembilan orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penahanan otoritas Israel saat ini dalam keadaan baik.

“Kemarin saya dapat informasi dari Kemlu, jadi WNI kita diperlakukan dengan baik,” ucap Dudung di Tangerang, Jumat (22/5/2026).

Ia memastikan sembilan WNI, termasuk empat jurnalis, tidak mengalami penganiayaan selama ditahan otoritas Israel.

Menurut dia, Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI di luar negeri telah memberikan langkah perlindungan sesuai kondisi di lapangan.

“Iya, termasuk para jurnalis juga baik,” ujarnya.

Dudung menambahkan pemerintah dan sejumlah lembaga negara bergerak cepat serta intensif untuk mengupayakan pembebasan para WNI tersebut.

Ia mengatakan para WNI kini telah dibebaskan dan dijadwalkan segera kembali ke Indonesia.

“Sudah dilepas oleh Israel, kalau tidak hari ini, besok mungkin WNI sudah tiba di Tanah Air,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pemerintah akan memastikan sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla 2.0 kembali ke Indonesia dengan selamat.

Kesembilan WNI tersebut telah keluar dari Israel dan tiba di Istanbul, Turkiye, pada Kamis waktu setempat sebelum dipulangkan ke Indonesia.

“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan dengan lancar,” kata Sugiono. (ANT/KN)

Borobudur Siap Sambut Waisak 2026, Kemenag Koordinasi Lintas Lembaga

0

MAGELANG – Kementerian Agama (Kemenag) berkoordinasi secara intensif dengan Panitia Nasional Waisak 2026 Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan berbagai lembaga terkait untuk persiapan peringatan hari keagamaan umat Buddha itu, di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag Supriyadi di Magelang, Jumat (22/5/2026), mengatakan berbagai aktivitas terkait dengan perayaan keagamaan itu sedang dipersiapkan guna memberikan fasilitas dan kenyamanan umat Buddha, baik berasal dari wilayah di Jawa Tengah maupun daerah lainnya di Indonesia yang akan hadir dalam perayaan Waisak di Candi Borobudur.

“Ini merupakan tanggung jawab kami bersama pemerintah agar hak-hak beragama setiap umat dapat terlayani dengan baik. Setiap umat beragama memiliki hak yang sama untuk melaksanakan ibadah,” katanya.

Kementerian Agama terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan khidmat.

“Kami bersama seluruh jajaran dan lembaga terkait terus mempersiapkan kegiatan agar pelaksanaan Waisak dapat berjalan baik dan umat Buddha dapat melaksanakan ibadahnya dengan penuh kekhusyukan,” katanya.

Selain menjadi kegiatan ibadah, katanya, peringatan Waisak di Borobudur juga ruang pengembangan spiritualitas masyarakat yang hadir di kawasan candi tersebut.

Kapasitas Lapangan Kenari Candi Borobudur hanya mampu menampung sekitar 10 ribu orang sehingga sebagian pengunjung nantinya berada di luar area tersebut.

Dia mengatakan kawasan Borobudur merupakan ruang publik yang inklusif dan terbuka bagi siapa saja untuk mendapatkan pengalaman spiritual dan budaya.

“Candi Borobudur dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Cagar Budaya. Karena itu, kami ingin pemanfaatan candi ini tetap dilakukan dengan pendekatan pelestarian kebudayaan sehingga dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat yang berkunjung,” katanya.

Tri Hari Suci Waisak sebagai perayaan keagamaan umat Buddha untuk memperingati tiga peristiwa penting, yakni kelahiran Pangeran Sidharta, Sidharta mencapai penerangan sempurna sebagai Sang Buddha, dan Buddha Gautama parinibana atau mangkat.  (ANT/KN)

Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas

0

LUMAJANG – Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) dilaporkan mengalami erupsi disertai luncuran awan panas pada Jumat (22/5/2026) malam.

“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 18.40 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Menurutnya erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 5 menit 15 detik.

“Letusan Semeru disertai awan panas dengan jarak luncur tidak diketahui karena visual gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu tertutup kabut,” tuturnya.

Berdasarkan data petugas, Gunung Semeru tercatat mengalami enam kali erupsi sejak pukul 06.44 WIB hingga 18.40 WIB.

Yadi menjelaskan bahwa saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” katanya.

Ia mengatakan masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

“Perlu juga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujarnya. (ANT/KN)