Beranda blog Halaman 383

Puan Ingatkan Penulisan Ulang Sejarah Harus Objektif dan Inklusif

0

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan agar tak ada jejak sejarah yang dihilangkan dalam proyek penulisan ulang sejarah Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

“Kita harus sama-sama menghargai dan menghormati bahwa penulisan sejarah itu harus dilaksanakan sejelas-jelasnya, seterang-terangnya, tanpa ada pihak yang merasa dirugikan atau dihilangkan jejak sejarahnya. Jadi saling menghormati lah terkait dengan hal itu ya, saling menghormati dan menghargai,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Hal itu disampaikannya merespons soal Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon yang bersikukuh untuk melanjutkan penulisan ulang sejarah Indonesia, meski sejumlah anggota Komisi X DPR RI meminta untuk ditunda hingga dihentikan.

“Ya, coba kita lihat nanti apakah seperti itu atau tidak,” ucapnya.

Lebih lanjut, Puan pun meminta agar fakta-fakta sejarah dihormati dan diberi pengakuan dalam proyek penulisan ulang sejarah Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan.

“Jangan sampai fakta-fakta sejarah kemudian tidak dihargai dan dihormati,” ujarnya.

Dia memandang penulisan ulang sejarah Indonesia sebaiknya berpegang pula pada fakta tahun 1998, sebagaimana pengakuan yang diberikan oleh Presiden Ke-3 RI B.J.

Habibie dalam pidato kenegaraannya.
Hal itu diutarakannya ketika merespons pernyataan Menbud Fadli Zon usai rapat dengan Komisi X DPR RI, Rabu (2/7), yang menyebut penulisan sejarah oleh pemerintahan sebelum periode saat ini lebih banyak menonjolkan tokoh-tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Kita berpegang saja pada fakta sejarah tahun 1998, di mana waktu itu Presiden Habibie kan dalam pidatonya menyatakan bahwa ada fakta sejarah yang dalam poin-poinnya itu disampaikan,” tuturnya.

Untuk itu, dia menekankan fakta sejarah yang juga telah divalidasi oleh kelompok sejarawan agar diberi pengakuan pula dalam penulisan ulang sejarah nasional yang ditulis Kementerian Kebudayaan saat ini.

“Kalau kemudian dalam fakta-fakta sejarah itu memang dianggap ada yang kemudian tidak perlu, apa betul? Karena kan banyak ahli-ahli sejarah yang menyatakan kita harus menyatakan namanya fakta sejarah, apalagi disampaikan oleh seorang Presiden (B. J. Habibie),” katanya.

Dia kemudian melanjutkan, “Artinya, kan itu suatu fakta sejarah yang harus kita akui dan kita hormati. Jadi jangan sampai fakta-fakta sejarah kemudian tidak dihargai dan dihormati. (ANT/KN)

ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Berjalan Normal

0

BANYUWANGI – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur – Gilimanuk berjalan normal pasca-kecelakaan laut KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, pada Rabu (2/7) malam.

General Manajer PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Ketapang Banyuwangi Yannes Kurniawan di Banyuwangi, Kamis, mengungkapkan penyeberangan lintas Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk hingga saat ini berjalan normal dan situasi pencarian korban tidak berdampak terhadap aktivitas pelabuhan.

“Aktivitas operasional kapal feri di Pelabuhan Ketapang berjalan seperti biasanya, situasi ini tidak menghambat kegiatan operasional karena memang semua sudah sesuai dengan tupoksinya,” ujarnya.

Menurut Yannes, pihaknya juga sudah menyiapkan tempat untuk posko seperti Posko Operasi SAR dan Potensi SAR Gabungan di ruang monitor ASDP Ketapan dan Posko Informasi Gabungan bagi keluarga korban kecelakaan laut KMP Tunu Pratama Jaya di ruang tunggu, sehingga tidak mengganggu para pengguna jasa.

“Saat ini kami fokus melakukan pencarian korban yang belum ditemukan, dengan harapan korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” katanya.

Data terbaru di Posko Operasi SAR dan Potensi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, jumlah korban yang ditemukan selamat 29 orang (sebelumnya dicatat tim SAR gabungan 30 orang) dan enam korban meninggal dunia, sementara 31 korban lainnya dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

KMP Tunu Pratama Jaya berangkat dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, pada Rabu (2/7) pukul 22:56 WIB, dan pada pukul 23:35 WIB kapal yang membawa 53 penumpang dan 12 ABK itu tenggelam. (ANT/KN)

Menteri HAM Usul Korupsi Masuk Ranah Pelanggaran HAM

0

JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengusulkan agar praktik korupsi dimasukkan ke dalam domain HAM pada revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang sedang digodok oleh kementeriannya.

Dengan begitu, pelaku korupsi dapat diadili dengan dua mekanisme, yakni sistem peradilan pidana (criminal justice system) di pengadilan umum dan sistem peradilan HAM (human rights ustice system) di pengadilan HAM.

“Criminal justice system, human rights justice system, itu harus memproses orang yang melakukan korupsi. Bahwa bisa diadili di criminal justice system, bisa juga diadili di human rights justice system. Dua opsi dibuka, tapi itu namanya juga baru usulan kita, ” ucap Pigai di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Kamis (3/7/2024).

Menurut dia, usulan pengategorian korupsi ke dalam ranah HAM telah banyak disuarakan oleh para cendekiawan. Dengan paradigma ini, koruptor dapat dikategorikan sebagai pelanggar HAM.

Namun, tidak semua koruptor termasuk pelanggar HAM. Pigai menyebut koruptor dikatakan melanggar HAM jika melakukan korupsi secara terstruktur dan sistematis serta menyebabkan dampak yang masif.
Koruptor pelanggar HAM, imbuh dia, ialah mereka yang oleh karena perbuatannya bisa menghilangkan hak rakyat dalam jumlah yang besar.

“Misalnya, terjadi semua daerah itu diisolasi dan pengungsi besar-besaran karena situasi emergensi maka negara turunkan anggaran dalam jumlah besar. Kemudian, uang tersebut dimakan, diambil, dikorupsi secara masif, menyebabkan pengungsi atau korban dalam jumlah yang besar,” ucapnya.

Pigai mewacanakan bahwa revisi UU HAM akan menegaskan korupsi sebagai perbuatan yang melanggar HAM, sementara kriteria dan tata acaranya akan diatur lebih detail dalam peraturan presiden.
Rancangan teknis mengenai wacana itu akan dibicarakan dengan ahli hukum, HAM, hingga pemberantasan korupsi.

Ia juga mengatakan Kementerian HAM terbuka dengan masukan dan pemikiran publik.

“Saya minta tolong ahli membantu menghubungkan bagaimana dasar bangunan teori melandasi bisa lahirnya HAM dan korupsi karena referensi di dunia ini terbatas soal HAM dan korupsi,” ucapnya.

Menteri HAM menilai wacana ini perlu diwujudkan segera. “Harus mulai sekarang. Kalau enggak, kapan lagi kita bisa membangun bangsa Indonesia yang bersih dan berwibawa,” katanya. (ANT/KN)

Menhub Serahkan Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya ke Keluarga

0

BANYUWANGI – Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyerahkan langsung jenazah korban kecelakaan laut KMP Tunu Pratama Jaya kepada keluarganya, sesaat setelah iring-iringan kendaraan ambulans tiba di Pelabuhan Ketapang.

“Kami serahkan jenazah korban kepada keluarganya, semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberi ketabahan dan korban semoga Husul Khatimah,” kata Menteri Dudy saat menyerahkan jenazah kepada keluarganya di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur, Kamis (3/7/2025) malam.

Enam jenazah korban meninggal dunia kecelakaan laut KMP Tunu Pratama Jaya tiba di Pelabuhan Ketapang Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, dan diserahkan langsung kepada keluarganya.

Adapun nama-nama enam korban meninggal dunia, yakni Ekos Satrio warga Lingkungan Sukowidi (Banyuwangi), Elok Rumantini warga Lingkungan Sritanjung (Banyuwangi), Cahyani warga Kelurahan Wonosobo, Kecamatan Srono (Banyuwangi), Fitri April Lestari dan Afan A. Mustafa warga Desa Tempo, Kecamatan Cluring (Banyuwangi).

Dari pantauan, dalam penyerahan enam jenazah korban meninggal dunia itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, dan Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Pertama Ribut Eko Suyanto.

Data Posko Operasi SAR dan Potensi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, hingga Kamis malam jumlah korban yang ditemukan selamat 29 orang (sebelumnya dicatat tim SAR gabungan 30 orang), dan enam korban meninggal dunia, sementara 30 korban lainnya dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

KMP Tunu Pratama Jaya berangkat dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk pada Rabu (2/7) pukul 22:56 WIB, dan pada pukul 23:35 WIB kapal yang membawa 53 penumpang dan 12 ABK itu tenggelam. (ANT/KN)

Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Buyback Juga Terkoreksi

0

JAKARTA – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Jumat (4/7/2025) kembali mengalami penurunan Rp4.000 dari semula Rp1.911.000 menjadi Rp1.907.000 per gram.

Harga jual kembali (buyback) emas batangan turut turun ke Rp1.751.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Jumat:
– Harga emas 0,5 gram: Rp1.003.500.
- ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.907.000.
- ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.754.000.
- ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.606.000.
- ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.310.000.
- ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.565.000.
- ⁠Harga emas 25 gram: Rp46.287.000.
- ⁠Harga emas 50 gram: Rp92.495.000.
- ⁠Harga emas 100 gram: Rp184.912.000.
- ⁠Harga emas 250 gram: Rp462.015.000.
- ⁠Harga emas 500 gram: Rp923.820.000.
- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.847.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ANT/KN)

Sal Priadi, Jamie Aditya, hingga Tohpati Tampil di Jazz Gunung Bromo 2025

0

JAKARTA – Grup musik RAN sampai dengan Karimata dikabarkan bakal ikut meramaikan acara musik Jazz Gunung Series yang bertajuk “Jazz Gunung Bromo 2025” di Bromo, Jawa Timur pada 19 Juli dan 26 Juli 2025.

“Umumnya jazz kan selalu digelar di dalam gedung, tempat-tempat untuk konser. Tapi kami ingin menyelenggarakan di tempat terbuka dan langsung yang paling tinggi di Indonesia, ini akan ada di ketinggian 2 ribu mdpl di atas permukaan laut,” kata Founder Jazz Gunung Indonesia Sigit Pramono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/7/2025).

Sigit mengaku alasan digelarnya acara musik jazz di kawasan pegunungan semata ingin memberikan nuansa baru pada masyarakat untuk menikmati genre musik tersebut.

Di sisi lain jazz disebutnya dapat dinikmati oleh semua orang dan dapat dipadukan dengan ragam genre lainnya di atas panggung.

Selain RAN dan Karimata, artis lain yang telah dikonfirmasi akan bergabung dalam acara yaitu Emptyyy, Chagall, Kua Etnika hingga Jamie Aditya, Sal Priadi, Lorjhu’, Rouge (Perancis), Tohpati Ethnomission, Bintang Indrianto Trio dan Natasha Elvira.

Acara ini akan digelar di Amphitheater Jiwa Jawa Resort Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. Alasan pemilihan tempat berada di resort yakni untuk memastikan penonton yang datang dapat menyaksikan pertunjukan dengan aman dan nyaman di tengah cuaca yang sedang tidak menentu.
Selain itu meski berada di lokasi yang tinggi, ia menyebut medan di Bromo jauh lebih kering dibandingkan Gunung Rinjani.
Dengan demikian, acara akan lebih aman untuk dilaksanakan.

“Kemudian Bromo ini yang dari dulu memang dari tempat tujuan wisata. Kalau saya yang tak terduga ekstrim itu, kadang-kadang tiba-tiba hujan saja,” kata Sigit.

Adapun harga tiket akan dijual mulai dari Rp300 ribu sampai dengan Rp6 juta yang dapat dibeli oleh masyarakat melalui situs resmi Seketiket.

Selain sederet musisi ternama, wartawan senior Indonesia Andy F. Noya bakal terlibat dalam penyelenggaraan acara sebagai Advisor Jazz Gunung Indonesia.

Andy mengaku keterlibatannya semata-mata karena kecintaannya pada musik jazz.
Hal lain yang disampaikannya yakni pemilihan lokasi yang tidak biasa akan mengubah kesan dari yang semula jazz dinilai sebagai genre musik yang eksklusif bagi segelintir kelompok, kini telah berubah menjadi lebih inklusif seiring dengan perkembangan zaman. (ANT/KN)

Virtual Run Resmi Dimulai, Peserta Setor Hasil, Jersey dan Medali Proses Kirim

Sejak 1 Juli 2025, satu per satu pelari mulai mengirimkan hasil lari mereka dari berbagai sudut kota dan desa. Ada yang berlari di trotoar sempit Samarinda, menyusuri jalur poros Anggana, memutari halaman rumah di Babulu, hingga menyusuri jalan negara di kawasan Sepaku. Tak ada panggung, tak ada spanduk start. Tapi semangat itu nyata.

Media Kaltim Nusantara Virtual Run 2025 bukan soal siapa tercepat atau siapa juara. Event ini kelanjutan dari Fun Run Media Kaltim di IKN pada 4 Mei lalu, yang berhasil menggerakkan lebih dari 2.000 peserta.

Kini semangat itu tak lagi terbatas tempat. Siapa saja bisa ikut, dari mana saja, baik dari berbagai kota di Kaltim maupun dari luar daerah seperti Bandung, Malang, Kupang, Serang, Balangan, hingga Jepara.

Antusiasme itu tergambar sejak masa pendaftaran dibuka. Hingga ditutup pada 15 Juni, lebih dari 300 peserta resmi terdaftar. Mayoritas memilih jarak 5K, sisanya tersebar di 10K dan 21K. Mereka berlari di waktu luang. Mengatur rute masing-masing, lalu menyetorkan hasil melalui aplikasi lari. Tidak ada kompetisi. Yang dicatat hanyalah komitmen untuk bergerak.

Panitia pun bergerak cepat. Proses pengiriman paket sudah dimulai 1 Juli hingga 14 Juli 2025. Jersey, medali, dan e-sertifikat mulai dikirimkan ke seluruh peserta sesuai paket yang dipilih.

Nama-nama peserta datang dari berbagai latar belakang dan daerah. Ryan Sahertian dari Kanwil Kemenkumham NTT di Kupang, Dimas Darmawansyah dari Kota Bandung, Rezha Darmawan dari Serang, Bagas Dwi Noprianto dari Balangan, hingga Muhammad Denny dari Jepara. Mereka menyatu dengan peserta lain seperti Ulka Chandini dari Bekasi, Anugrah Meliyani dari Parepare, Ahmad Fariza dari Sepaku, serta pelari internal Media Kaltim dari komunitas Runmeka, kelompok jurnalis, desainer, dan admin yang ikut ambil bagian.

Sejumlah peserta telah merampungkan tantangan mereka. Muhammad Umar Ghalib dari Paser menyelesaikan 5K dalam 25 menit. Muhammad Mufid Pratama dari Balikpapan mencatat waktu 28 menit 55 detik. Sudirman dari Samarinda menyelesaikan dalam 33 menit 05 detik. Andi Anwar Iskandar tuntas dengan waktu 39 menit 29 detik.

Finisher lainnya termasuk Ryan Fahlefi, Caesar Ilham, Zahfarina Nurkholisa, dan Susilawati. Ini bukan soal waktu, melainkan soal ketekunan.

Namun di tengah antusiasme ini, panitia juga harus mengambil keputusan penting. Dengan mempertimbangkan efektivitas dan kenyamanan peserta, kegiatan Fun Run Terbatas yang semula direncanakan digelar di Kantor Media Kaltim di Kota Samarinda pada 14 Juli 2025 resmi dibatalkan. Banyak peserta menyampaikan kendala hadir langsung karena keterbatasan waktu dan jadwal kerja. Maka, seluruh rangkaian kegiatan dialihkan sepenuhnya ke format virtual agar semua tetap bisa berpartisipasi tanpa hambatan.

Sebagai bentuk apresiasi, peserta diberi kesempatan memilih medali yang diinginkan: medali reguler atau edisi khusus “Jejak Nusantara” yang sebelumnya hanya dibagikan saat Fun Run IKN.

Lebih dari itu, panitia juga menyiapkan sesi undian doorprize sebagai penutup event. Undian akan digelar secara live pada 14 Juli 2025 melalui akun Instagram resmi @media_kaltim, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-5 Media Kaltim.

Setiap peserta yang sudah menyelesaikan rutenya berhak ikut undian. Hadiah yang disiapkan antara lain smartwatch Jete dan Garmin, headset neckband, earphone, kacamata sport Sketchers, soft flask, kaos Reebok, voucher belanja, hingga voucher menginap di hotel-hotel ternama seperti Swissotel Nusantara (IKN), Harris Samarinda, Swiss-Belhotel Borneo, dan Grand Kartika Samarinda.

Virtual run ini bukan soal siapa paling cepat. Tak ada pemenang, tak ada selebrasi di garis akhir. Yang dihargai adalah mereka yang mau bergerak, menyelesaikan, dan tetap terhubung dalam semangat bersama. Begitulah Media Kaltim merayakan ulang tahun kelima. Bukan dengan seremoni, tapi dengan partisipasi nyata dari pembaca dan masyarakat.

Kami tidak hanya menulis. Kami ikut melangkah. Di tengah kesibukan dan jarak, langkah kaki kadang lebih berarti dari ribuan kata.
Dari Samarinda hingga Kupang, dari Sepaku sampai Malang—kami berjalan bersama. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Bakal Segera Difungsikan, Pembangunan Pasar Tangga Arung Capai 80 Persen

TENGGARONG – Progres pembangunan Pasar Tangga Arung di Kutai Kartanegara (Kukar), telah mencapai sekitar 80 persen. Ditargetkan tuntas pada tahun 2025 ini. Pasar modern yang menyerap anggaran hingga Rp 400 miliar ini, diproyeksikan memiliki lebih dari 700 unit ruangan dan menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar di Tenggarong.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, menyampaikan bahwa tahap penyelesaian saat ini sedang berlangsung, terutama pada bagian parkir dan akses penghubung antarbangunan pasar.

“Progres kini masih sekitar 14 persen, tapi itu untuk tahap penyelesaian. Jadi penyelesaian ini terkait dengan landscaping, utamanya terkait dengan parkiran. Kemudian ada beberapa penyelesaian untuk jembatan penghubung dari Pasar A ke B. Tapi secara keseluruhan, ini mungkin sudah sekitar 80 persen, tinggal 20 persen dan itu kita targetkan untuk tahun ini sudah selesai,” jelas Wiyono, Kamis (3/7/2025).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar juga berencana memperkuat kawasan sekitar pasar dengan melakukan penataan infrastruktur pendukung. Seperti jalan, trotoar, dan drainase secara bertahap. Hal ini diupayakan agar aksesibilitas masyarakat tetap terjaga meskipun anggaran belum tersedia secara penuh.

“Di pasar otomatis ada pelebaran jalan. Kita menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran, tetapi secara bertahap, minimal kita fungsionalkan dulu baru diperbaiki, termasuk pembuatan trotoar, drainase, dan pelebaran jalan,” ujarnya.

“Sementara dananya terbatas, kita perbaiki sebagian supaya akses pembuangan air ada dan tidak menggenang,” tambahnya.

Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, Dinas PU juga merancang pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan area pasar. RTH ini nantinya akan menjadi tempat rekreasi bagi anak-anak, sementara orang tua mereka berbelanja. “Jadi, nanti ibunya ke pasar, anak-anaknya main di situ,” kata Wiyono.

Menariknya, dalam rencana jangka menengah, Pemkab Kukar juga mempertimbangkan pembangunan bioskop di sekitar pasar sebagai bagian dari kawasan terpadu. Konsepnya akan menggabungkan fasilitas hiburan dengan pusat perbelanjaan yang terkoneksi langsung melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

“Jadi, ada yang bapak-bapak itu nonton dulu sama anaknya, nah ibunya bisa ke pasar. Konsepnya seperti itu,” ungkapnya.

Bioskop tersebut direncanakan dibangun di dua titik, yakni di area Pasar Tangga Arung dan Terminal Jonggon. Desainnya meliputi parkiran di bawah dan bangunan bioskop di lantai atas, memudahkan akses pengunjung tanpa harus keluar dari kawasan. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Lewat Program One District One Industri, Cara Jitu Bupati Kukar Entaskan Kemiskinan

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) di bawah kepemimpinan Bupati dr Aulia Rahman Basri, menggulirkan konsep strategis dalam mengentaskan kemiskinan. Yakni melalui program One District One Industri (OD-OI). Program ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat, dengan menghadirkan satu industri besar di setiap kecamatan.

Bupati Aulia menyebut bahwa konsep ini tidak hanya soal pemerataan ekonomi, tetapi juga menjadi jawaban atas kebutuhan lapangan kerja di setiap wilayah Kukar.

“Kita ingin memastikan bahwa One District One Industri itu satu kecamatan, satu industri besar. Spiritnya adalah agar tenaga kerja lokal, pemuda-pemudi, para pencari kerja tidak perlu jauh-jauh untuk mencari pekerjaan,” kata Aulia, Kamis (3/7/2025).

Ia menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui dua pendekatan utama. Yaitu melalui bantuan sosial (charity) dan pemberdayaan. Bantuan sosial diberikan kepada kelompok masyarakat yang memang tidak bisa lagi diberdayakan secara produktif.

“Konsep besar pengentasan kemiskinan itu ada dua. pertama ada charity, kita berikan bantuan langsung tunai. Dan yang kedua adalah pemberdayaan,” jelasnya.

“Charity itu untuk orang yang sudah jompo, disabilitas, dan yang punya keterbatasan. Nah, sementara di luar itu harus ada pemberdayaan, dengan cara mencarikan tempat kerja,” lanjut Aulia.

Melalui hadirnya industri di setiap kecamatan, Pemkab Kukar berharap seluruh lapisan masyarakat usia produktif bisa mendapatkan akses kerja tanpa harus berpindah ke daerah lain. Industri yang akan dibangun di tiap kecamatan juga disesuaikan dengan potensi unggulan daerah tersebut, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga industri kreatif dan pengolahan sumber daya alam.

“Jadi kita pastikan, ketika ada industri besar di sana, semua akan terakomodir,” tegasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Disperindag Kukar Bakal Bentuk Tim Khusus untuk Bagikan Lapak di Pasar Tangga Arung

TENGGARONG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) berencana membentuk tim khusus, untuk mengatur penempatan pedagang di Pasar Tangga Arung. Langkah ini diambil guna memastikan proses relokasi berjalan tertib dan adil bagi seluruh pelaku usaha.

Mengingat pasar yang terletak di tengah Tenggarong ini, kini telah nyaris rampung. Dikatakan proses pengerjaannya telah mencapai 80 persen, hanya menyisakan pembanguan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan ditargetkan bisa difungsikan kembali di tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menyampaikan bahwa tim tersebut akan bertugas memverifikasi data pedagang. Serta menyusun tata tertib penempatan lapak secara rinci.

“Kita akan buat tim lagi, semacam tim untuk penyiapan penempatan para pedagang di Pasar Tangga Arung. Nanti kita akan buatkan tata tertibnya, ada daftar ulangnya juga,” ujarnya, Kamis (1/7/2025).

Ia menekankan bahwa setiap pedagang wajib melunasi retribusi sebelum menempati lapak. Selain itu, sistem distribusi akan dibatasi ketat agar tidak terjadi monopoli.

“Mereka harus lunas retribusi, bagi yang menunggak. Kemudian pedagangnya pun, pelaku usahanya, hanya boleh memiliki satu lapak. Satu pelaku usaha satu KK, tidak boleh lebih,” tegasnya.

Penempatan lapak juga akan merujuk pada data lama yang masih digunakan hingga saat ini. “Kita sesuaikan dengan data dua tahun lalu, 703 itu masih kita pegang. Makanya kita akan daftar ulang lagi, apakah angka itu masih atau ada yang undur diri, sakit, meninggal atau bagaimana. Kita tidak tahu proses dua tahun relokasi,” jelasnya.

Sebagai bagian dari persiapan, pihak Disperindag Kukar juga melakukan studi banding ke sejumlah pasar untuk mencontoh sistem zonasi yang bisa diterapkan di Pasar Tangga Arung.

“Kita akan buatkan penataannya secara khusus. Kemarin sudah pergi ke beberapa pasar untuk studi tiru. Kita akan terapkan zona-zonanya nanti, ya. Dimana pakaian, idaman, aksesoris, dan yang pasti, Pasar Tangga Arung ini semua yang dijual itu serba kemasan,” tambahnya.

Menanggapi rencana pembangunan bioskop di sekitar area pasar, ia menilai hal tersebut justru mendukung konsep pasar modern dan bisa menarik lebih banyak pengunjung dan menjadi tersendiri bagi Pasar Tangga Arung.

“Kita menyambut baik rencana pembangunan Bioskop di Pasar Tangga Arung. Itu bagus, terutama agar pasar kita semakin ramai dikunjungi dan meningkatkan penjualan pelaku usaha,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i