JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan terdapat kemungkinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brazil membahas insiden meninggalnya Juliana Marins di sela pertemuan negara-negara anggota BRICS.
Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan tampil pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) pada 6–7 Juli di Rio De Janeiro, Brazil.
“Kita dengarlah nanti, mungkin ada pembicaraan di sela-sela pembicaraan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Brazil akan dikemukakan,” kata Yusril dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/7/2025).
Sejauh ini, jelas Yusril, Pemerintah Indonesia belum pernah menerima surat atau nota diplomatik apa pun dari Pemerintah Brazil yang mempertanyakan insiden wafatnya warga negara tersebut di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (26/6/2025).
Pemerintah Brazil, kata Yusril, hanya mengirimkan pesawat Angkatan Udara-nya ke Bali untuk membawa jenazah Juliana pulang ke Brazil dan tidak ada komplain ataupun pertanyaan tentang kasus tersebut.
Kendati begitu, ia mengatakan bahwa memang terdapat banyak pernyataan yang muncul dari keluarga maupun pembela hak asasi manusia (HAM) dari The Federal Public Defender’s Office of Brazil (FPDO).
Namun, Yusril memaklumi bahwa keluarga Juliana sedang sedih dan berduka atas meninggalnya salah satu anggota mereka.
Yusril juga memahami tugas FPDO yang fokus terhadap HAM, layaknya Komisi Nasional (Komnas) HAM di Indonesia.
Meski terdapat potensi pembicaraan Presiden RI dengan Presiden Brazil terkait insiden Juliana, Menko Yusril menuturkan kemungkinan Prabowo bertemu dengan FPDO sangat kecil karena tidak pada levelnya.
“Tapi, kalau Presiden mau bertemu keluarga Juliana saya belum tahu. Itu pribadi ya dan kami belum menerima ada permintaan seperti itu,” ucapnya. (ANT/KN)
BANYUWANGI – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan melaporkan bahwa mereka belum berhasil menemukan korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada hari kedua pencarian di Selat Bali, Jumat (4/7/2025).
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyanto, mengatakan tim SAR gabungan sudah maksimal melakukan pencarian terhadap puluhan korban yang dinyatakan hilang, baik dari jalur darat, laut, maupun udara.
“Jadi pada hari kedua pencarian hari ini belum ada temuan baru dari korban yang dinyatakan hilang, namun tim SAR gabungan tetap melakukan kegiatan dan menyusun rencana untuk operasi SAR berikutnya pada Sabtu besok,” katanya dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat malam.
Ribut Eko menyampaikan faktor cuaca pada hari kedua pencarian korban tenggelam juga menjadi kendala bagi tim SAR, seperti jarak pandang yang hanya tiga kilometer dari sebelumnya 10 kilometer, gelombang tinggi 2,5 meter, dan angin yang cukup kencang.
Ia memaparkan bahwa tim SAR gabungan melakukan pencarian melalui jalur udara maupun laut mulai dari sisi utara di lintasan Ketapang-Gilimanuk menuju arah selatan dengan menggunakan alat utama operasi SAR.
Ribut Eko Suyanto juga mengonfirmasi tambahan satu orang korban selamat atas nama Wahyudi alias Sinyo, sehingga jumlah korban selamat menjadi 30 orang.
“Hasil konfirmasi kami, ternyata nama Wahyudi dan Tri Wahyudi adalah dua orang korban selamat yang berbeda, Wahyudi alias Sinyo ini langsung pulang tanpa melapor kepada tim SAR,” katanya.
Ribut Eko menambahkan, jumlah korban yang ditemukan dalam kondisi selamat berjumlah 30 orang dan korban ditemukan meninggal dunia enam orang, sehingga total korban KMP Tunu Pratama Jaya yang ditemukan sebanyak 36 orang. ”Sementara korban yang dinyatakan hilang dan dalam pencarian masih sebanyak 29 orang.
Secara global rencana besok dan ke depan kami sedang menyiapkan peralatan dan persyaratan lainnya,” ujarnya. KMP Tunu Pratama Jaya yang mengangkut 53 penumpang dan 12 ABK/kru serta 22 unit kendaraan tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7) malam sekitar pukul 23.35 WIB. (ANT/KN)
JAKARTA – Atlet bola voli putri Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi resmi bergabung dengan klub Turki Manisa BBSK di Liga Voli Turki Kadinlar 1.
Ligi pada musim kompetisi 2025-2026. Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi media sosial Manisa BBSK pada Sabtu (5/7/2025) dini hari, yang menyambut hangat kehadiran Megawati. “Selamat datang Megawati Hangestri Pertiwi.
Manisa BBSK Volleyball akhirnya mencapai kesepakatan untuk musim mendatang dengan Megawati Hangestri Pertiwi, yang sempat bermain untuk Daejeon Red Sparks di Liga Korea Selatan V-League,” tulis Manisa BBSK di akun Instagram resminya @manisabbsk, dikutip di Jakarta.
Manisa BBSK sendiri merupakan tim peserta Kadinlar 1. Ligi yang merupakan kasta kedua Liga Turki untuk musim 2025-2026 mendatang.
Pada Kadınlar Voleybol 2. Ligi 2024-2025, mereka berhasil finis di peringkat keempat dan bisa promosi ke Liga 1 Turki untuk musim depan. Manisa BBSK akan berjuang di Kadinlar 1. Ligi untuk bisa promosi ke Sultanlar Ligi atau liga voli kasta tertinggi di Turki.
Liga bola voli Turki sendiri dikenal sebagai salah satu kompetisi di dunia yang memiliki persaingan sangat ketat. Berisikan tim papan atas dengan fasilitas yang berkualitas, membuat banyak pemain internasional kelas wahid yang ingin bermain di Liga Voli Turki.
Kini Megawati Hangestri berkesempatan untuk mencicipi di salah satu liga voli paling kompetitif bersama klub Manisa BBSK.
Atlet yang dijuluki “Megatron” itu sebelumnya telah mencuri perhatian dunia saat berkiprah bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks di Liga Voli Korea Selatan (V-League) selama dua musim (2023-2024 dan 2024-2025).
Pebola voli yang kini berusia 25 tahun itu berhasil membawa Red Sparks rebutposisi runner-up V-League putri pada musim 2024-2025, meningkat dari posisi ketiga pada musim sebelumnya.
Keberhasilannya di Korea Selatan membuat namanya kian bersinar di kancah internasional. Keputusan Megawati untuk bergabung dengan Manisa BBSK menjadi langkah besar dalam kariernya.
Kepindahan Megawati ke Turki ini juga menandai babak baru dalam kehidupan pribadinya. Baru sehari sebelum pengumuman ini, pada 4 Juli 2025, Megawati resmi menikah dengan atlet fin swimmingnasional, Dio Novandra Wibawa, di Jember, Jawa Timur.
Meski baru memasuki kehidupan pernikahan, Megawati menunjukkan dedikasinya untuk terus berkarier di level kompetitif dengan bergabung bersama Manisa BBSK.
Manisa BBSK sendiri optimistis dengan kehadiran Megawati. Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya, dia diharapkan menjadi pilar penting dalam memperkuat skuad klub di musim mendatang. (ANT/KN)
SURABAYA – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (4/7/2025) malam untuk membahas terkait program renovasi dua juta rumah.
Fahri menyampaikan, kunjungannya ke Jawa Timur merupakan bagian dari agenda nasional untuk mengumpulkan data dan menyusun peta kebutuhan renovasi rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia, termasuk pembangunan rumah vertikal di kawasan perkotaan.
“Data beliau (Khofifah) sudah ada saya kira, tinggal kita sinkronkan. Begitu uangnya mulai dialirkan tentu melalui mekanisme yang diatur di dalam peraturan pemerintah yang ada,” kata Fahri.
Program renovasi dua juta rumah per tahun merupakan salah satu target utama pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya yang tinggal di wilayah kumuh atau kawasan padat.
Menurut Fahri, akurasi dan kelengkapan data menjadi syarat penting agar pelaksanaan program tersebut dapat berjalan secara tepat sasaran. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah, termasuk Gubernur Khofifah, menjadi faktor penentu dalam keberhasilan program.
“Pengumpulan data adalah satu tahapan yang sangat penting, dan di Jawa Timur saya kira bisa dibilang datanya paling cepat dan paling lengkap karena pengalaman yang saya katakan tadi,” ujarnya.
Fahri menilai Khofifah memiliki pengalaman panjang di pemerintahan yang membuat sistem pendataan di Jatim relatif lebih baik dibandingkan provinsi lain.
Ia juga menyoroti besarnya jumlah pemerintahan daerah hingga tingkat RT di Jawa Timur yang menjadi keunggulan dalam hal jangkauan dan kecepatan pengumpulan data.
“Jumlah Pemda di Jawa Timur termasuk yang terbanyak se-Indonesia. Ini membuat jangkauan datanya sangat luas dan akurat, bahkan sampai level RT,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Fahri juga membahas rencana pengembangan kawasan pesisir, terutama terkait dengan renovasi kawasan permukiman nelayan yang dinilai perlu perhatian khusus dari pemerintah pusat.
Ia mengatakan, pelaksanaan program di kawasan pesisir akan melibatkan koordinasi lintas kementerian, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Jadi tadi kami diskusikan bagaimana caranya agar di daerah secara teknis ini bisa berjalan secara lebih masif,” tutur Fahri.
Menurut dia, skala dan beban kerja dalam program ini sangat besar sehingga membutuhkan kesiapan menyeluruh dari pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaannya.
Pemerintah pusat berharap renovasi rumah serta pembangunan rumah vertikal di perkotaan tidak hanya mengurangi kawasan kumuh, tetapi juga mendorong efisiensi lahan, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah memetakan daerah-daerah yang dapat dijadikan prioritas berdasarkan urgensi kebutuhan, kondisi geografis, dan ketersediaan lahan yang memadai. (ANT/KN)
JAKARTA – CEO AirAsia Tony Fernandes mengatakan perusahaan bersemangat untuk membuat dan mengembangkan lebih banyak rute internasional dari dan ke Indonesia dalam waktu dekat.
Tony, dalam media briefing yang digelar secara virtual diikuti di Jakarta, Jumat (4/7/2025) malam WIB, mengatakan optimisme ini tumbuh seiring dengan pertimbangan Jakarta sebagai salah satu hub yang sedang dibangun oleh perusahaan.
“Saya rasa kami benar-benar bisa (melakukannya), dengan merek dan jaringan kami, untuk membangun beberapa rute yang sangat menarik dari Asia Utara, Australia dan Timur Tengah ke Indonesia di atas hub yang sedang kami bangun, yang salah satunya adalah Jakarta,” Tony.
Lebih lanjut, ia menilai saat ini adalah waktu yang tepat bagi AirAsia di Indonesia untuk membangun lebih banyak rute dan frekuensi ke Indonesia.
Meskipun Indonesia merupakan negara kepulauan, AirAsia tidak melihat hal itu sebagai sebuah rintangan, melainkan peluang.
“Indonesia adalah wilayah, sejauh yang saya ketahui, jarak antara satu ujung ke ujung lainnya hampir empat atau lima jam. Dengan ini, kami benar-benar dapat mulai berkembang,” ujar Tony.
“Kami tidak akan menjadi maskapai domestik karena itu tidak pernah menjadi rencana kami. Saya rasa itu (penerbangan domestik) sudah tercakup dengan baik,” imbuhnya.
Selain Jakarta, beberapa kota strategis dan potensial lainnya juga disebutkan oleh Fernandes, di antaranya adalah Lombok, Bali, Pontianak, Balikpapan, Belitung, hingga Labuan Bajo.
“Bisa dilihat bahwa kami telah mendorong pembukaan (rute) Pontianak dan Balikpapan dan semua rute yang ditutup untuk penerbangan internasional. Saya rasa semuanya sudah dibuka sekarang. Jadi, kami bergegas kembali untuk membuka rute tersebut,” kata Tony.
“Kami sangat gembira dengan (rute) Labuan Bajo. Belitung akan segera menyusul, Lombok adalah sesuatu yang sudah lama kami yakini (potensial). Jadi ya, ini sangat menggembirakan bagi Indonesia,” ujarnya menambahkan.
Ambisi ini pun semakin diperkuat dengan perjanjian AirAsia dengan Airbus senilai 12,25 miliar dolar AS (Rp198,35 triliun) untuk pembelian 50 pesawat A321XLR dengan opsi tambahan 20 unit.
“Ini adalah tentang pertumbuhan yang potensial, membuka koneksi lintas benua di luar ASEAN, dan semakin memasyarakatkan terbang bagu siapa saja,” kata Tony. (ANT/KN)
LOMBOK – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan perangkat penerangan jalan umum (PJU) pada Jalan Bypass Mandalika kembali dicuri sehingga kondisi jalan tersebut gelap pada malam hari.
“Perangkat PJU yang hilang itu panelnya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Herdan di Lombok Tengah, Sabtu (5/7/2025).
Ia mengatakan pencurian perangkat PJ di Jalan Bypass Mandalika bukan kali ini saja, namun setiap tahun, bahkan kabelnya pernah hilang dicuri.
“Pemerintah telah melakukan perbaikan, begitu menyala dan kembali dicuri perangkatnya,” katanya.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum, namun pelaku belum bisa terungkap. Pemerintah pusat juga telah melakukan perbaikan ketika kabel maupun perangkat hilang dicuri.
“Setiap menjelang ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika selalu hilang atau dicuri setiap tahun,” katanya.
Berdasarkan data sementara panel boks yang bilang tersebut sekitar delapan titik atau di sepanjang jalan dari Bandara Lombok menuju bundaran di Mandalika.
“Ada delapan titik lokasi panel boks yang hilang. Jadi jalan itu gelap pada malam hari,” katanya.
Ia berharap kepada masyarakat setempat untuk sama-sama menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah untuk kepentingan bersama.
“Kami hanya bisa mengimbau masyarakat untuk tetap bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah,” katanya.
Akibat peristiwa tersebut, kondisi di jalan Bypass Mandalika tersebut saat ini dalam kondisi gelap gulita pada malam hari.
TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya menyelesaikan pembangunan Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Pujasera Space di kawasan Taman Kota Raja (TKR) Tenggarong. Langkah ini diambil untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus menggairahkan ekonomi lokal.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengoptimalkan kedua fasilitas tersebut, agar bisa menjadi pusat aktivitas masyarakat. Khususnya di akhir pekan. “Kami ingin mengoptimalkan Gedung Ekraf dan Pujasera ini. Jika ramai, tentu akan menarik lebih banyak pengunjung,” ujarnya saat ditemui Jumat (4/7/2025).
Menurutnya, Bupati Kukar telah menyoroti geliat kunjungan masyarakat yang mulai terlihat, terutama di malam minggu. Namun, kunjungan tersebut belum mampu menciptakan dampak ekonomi yang maksimal.
“Pengunjung datang sebentar, tidak menghabiskan uang di sini (spending money). Jika ada fasilitas memadai, mereka akan betah lebih lama, seperti kebutuhan makan dan hiburan,” jelasnya.
Sebagai strategi untuk meningkatkan daya tarik, Dinas PU juga mempertimbangkan kehadiran tenant nasional agar dapat bersinergi dengan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
“Semua harus hidup, termasuk UMKM dan fasilitasnya. Ini juga bisa menjadi daya tarik bagi anak muda dengan konsep yang lebih segar,” tambahnya.
Wiyono menyebut saat ini pihaknya sedang membenahi sejumlah fasilitas pendukung seperti akses masuk, pencahayaan, dan ketersediaan air bersih. Ia optimistis Gedung Ekraf bisa dimaksimalkan tahun ini, bahkan ditargetkan menjadi lokasi perayaan malam tahun baru mendatang jika mendapat persetujuan dari pimpinan daerah.
“Kami sedang memperbaiki akses masuk, fasilitas lampu, dan air. Jika Bupati dan Wakil Bupati menyetujui, tahun baru bisa dilaksanakan di sini,” ungkapnya.
Untuk kawasan Pujasera, PU Kukar juga menargetkan operasional penuh di tahun ini, seiring dengan keunggulan lokasi yang memiliki akses parkir luas dan strategis. “Untuk Pujasera, kami menargetkan operasional penuh tahun ini meski masih ada beberapa kekurangan,” pungkasnya. (Adv)
TENGGARONG — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kutai Kartanegara (Kukar), Thaufiq Zulfian Noor, menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan antara Koperasi Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dalam mendorong pembangunan ekonomi desa.
Ia menilai, kedua entitas tersebut memiliki peran strategis yang seharusnya saling melengkapi, bukan saling bertabrakan dalam menjalankan unit usaha di tingkat desa.
“Kalau saya mengistilahkan begini, terjadi bentrokan artinya tabrakan antara BUMDes dan koperasi. Kalau kita sama-sama jalan sebelah kiri, kan enggak akan ada tabrakan, apalagi kalau jalannya bersama-sama,” ujar Thaufiq, Jumat (4/7/2025).
Thaufiq menyebut, peran kepala desa sangat vital dalam memastikan tidak terjadi tumpang tindih usaha antara Koperasi Merah Putih dan BUMDes. Pasalnya, dalam struktur kelembagaan, kepala desa berperan ganda sebagai pembina BUMDes sekaligus pengawas koperasi.
“Kalau BUMDes pembinanya adalah kades, di koperasi pengawasnya juga kepala desa. Dia pasti tahu, oh ini sudah dijalankan BUMDes, jangan lagi dijalankan koperasi. Tapi kalau usaha BUMDes ini mau dijalankan koperasi, itu enggak apa-apa,” jelasnya.
Dengan posisi strategis tersebut, kepala desa diharapkan mampu membaca situasi dan mendorong kolaborasi yang sehat di antara kedua lembaga ekonomi desa ini. “Kalau terjadi tabrakan, ya sengaja menabrakkan diri saja,” tegas Thaufiq.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih di desa harus menjadi mitra strategis bagi BUMDes, bukan pesaing. Sinergi antara keduanya akan memperkuat basis ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Yang kita dorong itu kolaborasi, bukan kompetisi. Jadi semua bisa jalan bersama dan saling mengisi,” pungkasnya. (Adv)
KASUS tambang nikel di Raja Ampat kembali bikin gaduh. Wajar. Ini bukan sekadar soal izin dan peta tambang. Ini soal akal sehat.
Bayangkan, wilayah yang selama ini dunia kenal sebagai surga bawah laut, tempat jutaan orang bermimpi bisa sekali seumur hidup menyelam di sana, justru ditambang. Saya sendiri belum pernah ke sana. Tempat yang sudah lama ingin saya datangi, tapi kini justru lebih dulu dirusak.
Pulau kecil, kawasan konservasi, garis pantai, semuanya diobrak-abrik demi nikel. KLH sudah buka-bukaan: ada sedimentasi, mangrove rusak, air laut jadi keruh.
Putusan MK No. 35/PUU-XXI/2023 juga jelas menyebutkan bahwa tambang di pulau kecil melanggar prinsip keadilan antargenerasi. Tapi tetap saja, ada saja celah yang dimanfaatkan.
Obrolan soal ini juga ramai di grup alumni Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) angkatan 1997, tempat saya dan kawan-kawan biasa saling bertukar pikiran. Ada yang mempertanyakan, ada yang menyayangkan. Tapi semua sepakat: ini bikin prihatin.
Dan saya langsung teringat Kutai Timur (Kutim). Di wilayah karst Sangkulirang-Mangkalihat, situasinya tak jauh beda. Bedanya, di sini masih banyak yang belum tahu. Atau mungkin pura-pura tidak tahu.
Karst di Kutim bukan sekadar batuan kapur. Ia adalah sumber air, penopang ekosistem, rumah bagi ribuan spesies, sekaligus menyimpan ribuan lukisan cadas purba, jejak tangan nenek moyang kita.
Pindi Setiawan meneliti gambar cadas cap tangan di Gua Ham, karst Sangkulirang. Penemuan situs baru seperti ini sangat langka di dunia.
Baru-baru ini, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyoroti langsung pentingnya kawasan ini. Dalam kunjungannya ke Samarinda, ia bersama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mendorong penetapan Gua Sangkulirang-Mangkalihat sebagai cagar budaya nasional.
“Kaltim kaya akan nilai sejarah dan budaya. Ada banyak artefak penting yang bisa menjadi sumber literasi sejarah bangsa,” kata Fadli saat mengisi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, 30 Mei 2025 lalu.
Fadli lebih tegas soal ancaman yang kini dihadapi gua-gua purba di Kalimantan. “Di Kalimantan, ada penambangan-penambangan itu yang mengancam gua-gua purba yang di dalamnya ada lukisan-lukisan purba yang umurnya puluhan ribu tahun. Ini juga sangat membahayakan,” ujarnya kepada wartawan.
“Gua Sangkulirang itu ada sekitar 58 gua, ada 2.500 lukisan-lukisan purba yang umurnya sampai 40 ribu tahun. Di sekitaran situ ada pabrik semen. Ini yang bisa mengancam,” lanjutnya.
Gua Sangkulirang adalah bagian dari ekosistem karst Sangkulirang-Mangkalihat yang luasnya mencapai 1,8 juta hektare. Dari luasan itu, sekitar 326 ribu hektare masuk kawasan lindung geologi.
Gambar cadas kerap ditemukan di ruang seperti balkon di situs-situs hulu Bengalon, Sangkulirang.Gambar cadas berwarna oker tampak di relung Gua Saleh, pegunungan karst Sangkulirang-Mangkalihat.
Para ahli bahkan menyebut seni cadas di Kutim ini lebih tua daripada lukisan serupa di Gua El Castillo, Spanyol.
Tidak hanya gambar telapak tangan, gua-gua ini juga menyimpan lukisan hewan purba, babi hutan, rusa, hingga pola-pola geometris yang sarat makna. Semua ini adalah bukti peradaban tinggi yang hidup jauh sebelum kita.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyebut bahwa nilai-nilai lokal dan hukum adat masih sangat hidup di Kaltim. “Ini adalah harta yang wajib kita dokumentasikan dan jaga,” ujarnya.
Ia juga mendorong para peneliti dan akademisi untuk menggali lebih dalam sejarah Benua Etam—dari peninggalan Kerajaan Kutai di Muara Kaman hingga seni purba di karst Kutim. Semua ini bukan hanya milik Kaltim, tapi milik Indonesia, bahkan dunia.
Saya tidak menyalahkan siapa pun. Tapi mari bicara apa adanya: urusan tambang, aturan sering cuma jadi pelengkap. AMDAL dibahas panjang lebar, tapi nyaris tak ada yang benar-benar menolak. Isu keberlanjutan ramai dibicarakan, tapi yang dicari tetap untung cepat.
Apa yang terjadi di Raja Ampat seharusnya jadi pelajaran. Jangan sampai kita ulang kesalahan yang sama di Kutim. Jangan tunggu video viral atau ekosistem ambruk baru kita panik. Jangan tunggu gua-gua purba berubah jadi puing-puing baru kita bilang “kita kecolongan.”
Bagi saya, karst Kutim bukan cuma soal lingkungan. Ini menyangkut harga diri dan tanggung jawab antar generasi. Warisan ini bukan untuk dijual, tapi untuk dijaga.
Kalau tujuannya pembangunan, lakukan dengan cara yang benar. Tapi kalau yang dihasilkan justru kerusakan, lebih baik hentikan dulu, periksa ulang, dan pikirkan kembali.
Sebab kalau jejak sejarah dan alam yang rusak sudah hilang, tak ada yang bisa dikembalikan. Yang tertinggal hanya penyesalan. Dan itu tak bisa diganti, apalagi ditambang kembali. (*)
JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Prof. Nasaruddin Umar menyebutkan seluruh permintaan Presiden Prabowo Subianto dipenuhi oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS) yang mewakili Pemerintah Arab Saudi.
Beberapa permintaan Presiden Prabowo itu di antaranya terkait pembangunan kawasan pemukiman untuk jemaah haji Indonesia.
“Kita dengarkan bersama bahwa semua permintaan Bapak Presiden kita itu dipenuhi oleh Arab Saudi, antara lain adalah perumahan haji,“ kata Nasaruddin Umar menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui pada sela-sela lawatan Presiden Prabowo Subianto di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (3/7/2025) sebagaimana dikutip dari rekaman suara yang diterima di Jakarta.
Menteri Agama melanjutkan Presiden Prabowo akan menjelaskan detail ke publik.
“Kemudian, yang kedua, masalah bagaimana membikin haji ke depan itu lebih nyaman,” kata Nasaruddin Umar.
Dalam pertemuan dengan Pangeran MBS, Presiden Prabowo juga menyinggung risiko kematian pada jemaah haji Indonesia. Jumlah haji Indonesia yang besar, juga menyebabkan risiko kematian pun tinggi, yang nilainya sampai 14 persen.
“Tetapi, langsung disampaikan oleh Bapak Presiden, dan Pangeran ketawa juga kan, bahwa memang banyak orang Indonesia itu ingin memilih meninggal di Arab Saudi,” kata Menag Nasaruddin Umar saat menceritakan isi pertemuan Presiden Prabowo dengan Pangeran MBS.
Dalam kesempatan yang sama, Nasaruddin menyebut ada tiga pertemuan antara Presiden Prabowo dan Pangeran MBS di Istana Al-Salam, Rabu (2/7).
“Pertama, kita tadi dengan Presiden. Tiga kali pertemuan di sana. Pertama, terbuka. Semua menterinya juga datang, (seperti) pada umumnya ada menteri penting datang. Kemudian, kita juga datang semua.
Kemudian, dilanjutkan lagi di meeting terbatas di ruangan berbeda. Kemudian, dilanjutkan lagi pada ruang makan tersendiri, dan itu ketiga-tiganya punya topik masing-masing,” kata Nasaruddin menjelaskan alur pertemuan Presiden Prabowo dan Pangeran MBS di Istana Al-Salam.
Presiden merampungkan kunjungan kenegaraannya di Jeddah, Arab Saudi pada Rabu malam, kemudian pada Kamis dini hari, Presiden melanjutkan lawatan luar negerinya ke negara berikutnya. (ANT/KN)