JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan ratusan jiwa mengungsi ke tempat lebih aman setelah rumahnya terendam banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Ciliwung di Jakarta Timur.
“Untuk lokasi pengungsian ada di tujuh tempat,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (6/7/2025).
Menurut dia, untuk lokasi pengungsian di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur ada di aula Kantor Kelurahan, RPTRA, dan Masjid Jami Al Abror dengan jumlah pengungsi sebanyak 137 jiwa dari 33 kepala keluarga (KK).
Selanjutnya, lokasi pengungsian lainnya berada di Masjid Jami Ittihadul Ikhwan dengan jumlah pengungsi sebanyak 74 jiwa dari 24 KK.
Lokasi pengungsian juga berada di SDN 01/02 Kampung Melayu dengan jumlah pengungsi sebanyak 119 jiwa dari 33 KK. Para pengungsi juga terdata ada yang di Masjid Al-Hawi Cililitan 11 jiwa, dan yang terakhir di Mushala Al-Ishlah Kampus Binawan Cawang, jumlah pengungsi 30 jiwa.
Yohan menambahkan, dari data terakhir terdapat 50 rukun tetangga (RT) yang berada di Jakarta Selatan dan Timur yang terdampak akibat banjir luapan Sungai Ciliwung.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan saat ini petugas sedang berupaya menangani banjir kiriman yang terjadi di 51 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan mengoperasikan sejumlah pompa air.
“Saya secara langsung berkomunikasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan sekarang proses penanganan sedang dilakukan di lapangan,” kata Pramono.
Menurut dia, banjir yang terjadi di kawasan bantaran Sungai Ciliwung itu terjadi karena kiriman air dari hulu. Pada Sabtu (5/7) wilayah Bogor dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas di atas 200 milimeter.
Pemprov DKI Jakarta juga sedang berupaya untuk mempercepat aliran air yang meluap dengan mengoperasikan mesin-mesin pompa air.
Selain itu, pintu air pun dibuka maksimal agar aliran air lancar dan banjir bisa secepatnya surut.
“Kalau banjir kiriman cara penanganannya lebih gampang dibandingkan dengan banjir yang terjadi karena curah hujan yang tinggi,” ujarnya. (ANT/KN)
RIO de JANEIRO – Presiden RI Prabowo Subianto disambut hangat oleh Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva saat menghadiri rangkaian kegiatan rapat pleno KTT BRICS 2025 di Museum of Modern Art (MAM) Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7).
Berdasarkan siaran langsung dalam akun YouTube Presiden Prabowo Subianto yang disaksikan di Jakarta, Minggu (6/7/2025) malam, Prabowo tiba tepat pukul 10.52 pagi waktu setempat, setelah meninggalkan tempatnya bermalam.
Kepala Negara disambut dengan pasukan kehormatan dan karpet merah, sebagai tradisi yang menunjukkan penghormatan bagi para pemimpin dunia di KTT BRICS 2025, Brasil.
Presiden Prabowo yang mengenakan setelan jas hitam dipadu dengan peci berwarna senada, disambut langsung oleh Presiden Lula, bak kawan lama yang bertemu kembali.
Saat kedua pemimpin itu bertemu, Presiden Lula tak segan langsung memeluk erat Presiden Prabowo yang terlebih dahulu menyampaikan salam hormat dengan menangkupkan kedua tangannya.
Dengan senyum merekah di antara keduanya, Presiden Lula tak lupa menjabat tangan Presiden Prabowo sambil berbincang singkat.
Sebelum Prabowo dipersilakan untuk memasuki ruangan yang menjadi tempat berlangsungnya rapat pleno, Presiden Lula mengajak berfoto bersama di depan latar BRICS.
Ketika berpose, Presiden Lula tampak kembali menepukkan tangannya saat berjabat tangan dengan Prabowo, seraya menunjukkan gestur hangat tanda hubungan baik kedua negara.
Sebelum KTT BRICS 2025, pertemuan terakhir Presiden Prabowo dan Presiden Lula berlangsung pada KTT G20, di mana Brasil menjadi tuan rumah pertemuan tersebut pada November 2024.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS ini menjadi simbol atas keterlibatan Indonesia yang kini resmi tergabung dalam kelompok ekonomi dunia itu bersama negara-negara pendiri, yakni Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, dan negara mitra, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan lainnya.
Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih yang mendampingi Prabowo, antara lain Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan Arrmanatha Nasir dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kedatangan delegasi Indonesia ini menandai keseriusan pemerintah dalam mengambil peran aktif dalam pembentukan tatanan ekonomi global baru yang lebih adil dan seimbang. (ANT/KN)
JAKARTA – DPR RI akan membentuk tim untuk melakukan supervisi terhadap penulisan ulang sejarah yang dilakukan Kementerian Budaya (Kemenbud) guna memastikan sejarah ditulis ulang dengan baik.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa pembentukan tim ini diputuskan setelah berkonsultasi dengan Ketua DPR dan hasil diskusi dengan Pimpinan DPR RI lainnya.
“Setelah konsultasi dengan Ketua DPR dan sesama Pimpinan DPR lain nya maka DPR akan membentuk, menugaskan tim supervisi penulisan ulang sejarah, dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan DPR RI,” kata Dasco dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu (6/7/2025).
Dasco menjelaskan tim yang diturunkan terdiri Komisi III DPR RI dan Komisi X DPR RI. Alat kelengkapan dewan yang diterjunkan ke dalam tim itu, kata dia, dipastikan akan bekerja secara profesional.
“Yang terdiri dari komisi hukum Komisi III, dan komisi pendidikan dan kebudayaan Komisi X untuk melakukan supervisi terhadap penulisan ulang sejarah yang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan,” kata dia.
Dia berharap dengan supervisi ini, penulisan ulang sejarah yang digagas Kemenbud tidak lagi menjadi polemik. Menurut dia, hal-hal yang menjadi kontroversi akan menjadi perhatian khusus bagi tim tersebut.
“Akan menjadi perhatian khusus oleh tim ini dalam melakukan supervisi terhadap penulisan ulang sejarah yang dilakukan tim yang dibentuk oleh Kementerian Kebudayaan,” katanya. (ANT/KN)
JAKARTA – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo mengungkapkan ada tujuh orang yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara (Sumut), meskipun demikian hanya lima orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
“Bahwa dalam kegiatan tangkap tangan tersebut, total sejumlah tujuh orang yang diamankan dan dibawa ke Jakarta,” kata Budi di Jakarta, Minggu (6/7/2025).
Budi menerangkan OTT tersebut berlangsung pada Kamis (26/6) malam di wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Sebanyak enam orang kemudian diterbangkan ke Jakarta Jumat (27/6) malam dan Sabtu (28/6) dini hari, yakni: 1. HEL, PPK Satker PJN Wilayah I Provinsi Sumatera Utara. 2. RES, Kepala UPTD Gn. Tua Dinas PUPR Prov. Sumut merangkap PPK. 3. KIR, Direktur Utama PT DNG. 4. RAY, Direktur PT RN. 5. RY, Staf PNS pada Dinas PUPR Prov. Sumut. 6. TAU, Staf KIR (PT DNG).
Kemudian satu orang lainnya, yang dibawa ke Jakarta pada Sabtu (28/6) pagi, yaitu TOP selaku Kepala Dinas PUPR Prov Sumut.
“Dari tujuh orang yang diamankan itu, KPK kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka, yaitu: TOP, HEL, RES, KIR, dan RAY,” kata Budi.
Sedangkan setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KPK, RY dan TAU statusnya sebagai saksi.
Hal tersebut disampaikan Budi untuk meluruskan informasi yang beredar soal jumlah pihak yang terjaring dalam operasi senyap komisi antirasuah di Sumatera Utara.
“Meluruskan informasi yang beredar di masyarakat, kami sampaikan kembali pihak-pihak yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan proyek-proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara dan PJN Wilayah 1 Sumatera Utara,” ujarnya.
Untuk diketahui, KPK pada 28 Juni 2025 menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus yang terbagi menjadi dua klaster tersebut, yakni Kepala Dinas PUPR Sumut Topan Obaja Putra Ginting, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Gunung Tua Dinas PUPR Sumut merangkap pejabat pembuat komitmen Rasuli Efendi Siregar, PPK di Satker PJN Wilayah I Sumut Heliyanto, Dirut PT DNG M. Akhirun Efendi Siregar, dan Direktur PT RN M. Rayhan Dulasmi Piliang.
Klaster pertama, terkait proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Sumut, yaitu preservasi Jalan Simpang Kota Pinang-Gunung Tua-Simpang Pal XI tahun 2023 dengan nilai proyek Rp56,5 miliar, preservasi Jalan Simpang Kota Pinang-Gunung Tua-Simpang Pal XI tahun 2024 bernilai Rp17,5 miliar, rehabilitasi Jalan Simpang Kota Pinang-Gunung Tua-Simpang Pal XI dan penanganan longsor tahun 2025, serta preservasi Jalan Simpang Kota Pinang-Gunung Tua-Simpang Pal XI tahun 2025.
Klaster kedua, terkait proyek di Satker PJN Wilayah I Sumut, yaitu pembangunan Jalan Sipiongot batas Labuhanbatu Selatan bernilai Rp96 miliar, dan proyek pembangunan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot bernilai Rp61,8 miliar.
Dengan demikian, total nilai dari enam proyek di dua klaster tersebut sekitar Rp231,8 miliar.
Untuk peran para tersangka, KPK menduga M. Akhirun Efendi Siregar dan M. Rayhan Dulasmi Piliang sebagai pemberi dana suap. Sementara penerima dana di klaster pertama adalah Topan Obaja Putra Ginting dan Rasuli Efendi Siregar, sedangkan di klaster kedua adalah Heliyanto. (ANT/KN)
TENGGARONG — Transformasi pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergerak maju. Kali ini, giliran para guru dan kepala sekolah yang akan dibekali kemampuan teknologi terkini. Melalui pelatihan coding, Artificial Intelligence (AI), dan deep learning yang akan digelar mulai 13 Juli 2025.
Program pelatihan ini bukan sekadar rutinitas peningkatan kapasitas, melainkan lompatan besar untuk mempersiapkan generasi pendidik yang melek teknologi. Hingga siap menghadapi tantangan masa depan pendidikan digital.
“Pelatihan coding dan AI akan diikuti oleh 38 guru TIK dari 38 SMP yang telah ditetapkan sebagai sekolah sasaran,” jelas Emy Rosana Saleh, Plt Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, Minggu (6/7/2025).
Pelatihan yang berlangsung hingga 17 Juli ini akan didampingi langsung oleh Lembaga Pelatihan Diklat (LPD) dan difasilitasi oleh Balai Guru Tenaga Kependidikan (BGTK), unit pelaksana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Tak hanya guru TIK, pelatihan deep learning juga akan digelar khusus untuk kepala sekolah dan tiga guru dari masing-masing sekolah, meliputi guru bahasa, sains, dan matematika. Pelatihan ini akan dilaksanakan setelah para fasilitator selesai menjalani pelatihan intensif di Samarinda atau Balikpapan.
“Penetapan sekolah sasaran dilakukan langsung oleh pusat. Memang tidak semua kecamatan terwakili, tapi data peserta sudah kami terima,” ungkapnya.
Dari sisi infrastruktur, Disdikbud Kukar menyatakan bahwa mayoritas SMP negeri maupun swasta sudah memiliki perangkat pendukung, termasuk Chromebook. Bahkan, sejumlah sekolah rujukan Google telah mendapatkan satu perangkat Chromebook untuk setiap siswa.
Dengan program ini, Disdikbud Kukar berharap para guru tidak hanya menjadi pengajar, tapi juga inovator dalam dunia pendidikan digital. Langkah ini selaras dengan semangat Merdeka Belajar, membekali para pendidik agar lebih adaptif dan kreatif dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. (Adv)
TENGGARONG – Dalam upaya mewujudkan Kutai Kartanegara (Kukar) bebas blankspot, mulai membuahkan hasil. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar resmi melakukan uji coba layanan internet gratis di Desa Sungai Bawang, sebagai bagian dari Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik.
Langkah ini menandai awal dari solusi konkret, untuk menghadirkan koneksi internet hingga pelosok desa yang selama ini terisolasi secara digital. Teknologi yang digunakan bukan main-main yakni menggunakan Starlink, satelit orbit rendah yang mampu menjangkau wilayah-wilayah dengan sinyal minim, bahkan tanpa menara BTS sekalipun.
“Kita pasang perangkat Starlink dan penguat sinyal di sejumlah titik dan sudah dimanfaatkan dengan baik oleh warga,” kata Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri, Minggu (6/7/2025).
Program ini dirancang untuk menjawab langsung kebutuhan masyarakat akan koneksi internet yang stabil dan terjangkau. Dengan teknologi yang adaptif dan modern, Pemkab Kukar menargetkan jaringan ini bisa menjangkau seluruh desa, khususnya yang berada di kawasan blankspot.
“Insya Allah akan kita replikasikan di seluruh Kukar,” tegas Aulia.
Program Internet Gratis ini merupakan bagian dari komitmen besar pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin, dalam mendorong transformasi digital sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Sejalan dengan visi besar Kukar untuk mewujudkan fondasi pusat pangan, Pariwisata dan Industri Hijau yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan. Program ini diyakini akan memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat desa, mulai dari pendidikan, layanan publik, hingga pengembangan ekonomi digital lokal. (Adv)
Bapak Ferry Sulistyo Nugroho yang saya temui Sabtu (5/7) pagi itu bukan lagi sosok yang dulu saya kenal sebagai Senior Manager Corporate Communication beberapa tahun lalu. Kini beliau menjabat Plt Direktur & COO Badak LNG. Berdiri di depan puluhan pimpinan media dalam acara Media Gathering Badak LNG 2025, ia bicara dengan tutur yang tenang, tapi penuh arah.
Dalam forum ini, Ferry tak hanya membuka acara jelajah alam, tapi menyampaikan sesuatu yang jauh lebih mendasar. Bahwa Badak LNG sedang bersiap melangkah ke fase strategis berikutnya. Menuju babak baru yang tak kalah penting dari awal pendiriannya.
Ia membuka sambutan dengan mengingatkan bahwa hari itu bukan hari biasa. Tanggal 5 Juli punya arti historis. Karena pada hari yang sama tahun 1977, dua train pertama (A dan B) Badak LNG menghasilkan tetesan perdana LNG, menandai beroperasinya kilang yang dibangun hanya dalam 36 bulan sejak perusahaan berdiri pada 26 November 1974.
Kilang diresmikan 1 Agustus 1977, dan pengapalan perdana dilakukan 9 Agustus dengan kapal LNG Aquarius menuju Jepang. “Ini bagian dari perjalanan panjang yang terus kami jaga dengan konsisten,” ucap Ferry.
Ia juga mengaitkan momen itu dengan pencapaian terbaru yang tak kalah monumental. Pengapalan LNG ke-10.000 yang dilaksanakan pada 12 Juni 2025. Pengiriman dilakukan menggunakan kapal Vivirt City LNG dengan kapasitas muatan sebesar 158.000 meter kubik, menuju Filipina. “Pengapalan ke-10.000 ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia dari satu kilang,” ujarnya.
Dari depan, Plt Direktur & COO Badak LNG, Ferry Sulistyo Nugroho (jongkok, tengah), bersama Agus Susanto, Busori Sunaryo, Senior Manager Corporate Communication & Services Badak LNG, Mutiara Dinanti dari SKK Migas Kalsul, serta rekan media saat jelajah kawasan konservasi Badak LNG, Sabtu (5/7/2025).
Menurutnya, ini buah dari konsistensi Badak LNG menjaga keandalan operasi dan keselamatan kerja selama hampir lima dekade. “Ini kerja kolektif seluruh insan Badak LNG, mitra, dan stakeholder. Dan tentu saja, media juga terus menyuarakan apa yang kami kerjakan,” tuturnya.
Ferry menegaskan, Badak LNG tidak sedang bersandar pada kejayaan masa lalu. Pasokan gas sekitar 5 TCF dari North Delta Mahakam dijadwalkan masuk pada 2027–2028. Gas ini akan dimanfaatkan untuk mengaktifkan kembali Train 1 dan mengembalikan operasional kilang ke kapasitas penuh.
“Train 1 sudah mulai kita siapkan. Begitu gas masuk, kami akan operasikan penuh,” katanya. Tidak dengan jargon, tapi hitungan teknis. Soal keekonomian, efisiensi, hingga jaminan keselamatan sebagai standar utama.
Ia juga menyebut adanya potensi besar dari lapangan gas Tambora dan Tunu di Mahakam Delta. Jika pasokan ini terus berjalan, umur kilang bisa diperpanjang hingga 2040-an.
Selain itu, Ferry juga mengonfirmasi reaktivasi Train F sebagai bagian dari strategi menyambut pasokan gas dari North Ganal yang ditemukan ENI Indonesia.
Saat ini, kata Ferry, kilang berjalan dengan load factor di kisaran 50–60 persen. Targetnya, dengan suplai gas baru, utilisasi bisa kembali optimal. Ia juga menegaskan bahwa sebagai entitas nirlaba, seluruh pendapatan Badak LNG dikembalikan ke negara. “Kami ini operator, bukan pemilik,” tegasnya.
Di tengah semua pencapaian itu, satu hal yang tak berubah. Kedisiplinan dan keamanan tetap dijaga. Bahkan seorang direktur pun tetap diperiksa ketat saat masuk area kilang. Pelanggaran batas kecepatan, misalnya, terekam digital dan langsung masuk ke sistem evaluasi tahunan pegawai. “Tidak ada pengecualian. Termasuk saya,” ujarnya.
Ferry juga menyampaikan satu capaian yang layak diapresiasi: Badak LNG telah meraih 14 kali PROPER Emas nasional secara berturut-turut. Hanya dua perusahaan di Indonesia yang mampu mempertahankan pencapaian itu.
“Kami dituntut kreatif di tengah keterbatasan anggaran, tapi nilai keberlanjutan tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Lalu ia berbicara soal lingkungan. Tentang kawasan konservasi 7,4 hektare yang dirawat di dalam kompleks perusahaan. Tempat hidup berbagai satwa liar Kalimantan, termasuk orangutan yang—katanya—tak jarang datang ke belakang rumahnya mengambil pisang. “Saya biarin aja. Teman saya itu,” kelakarnya.
Ferry Sulistyo Nugroho (tengah) bersama timnya saat mengikuti Media Gathering Badak LNG 2025, sebelum memulai sesi jelajah alam di kompleks Badak LNG, Bontang.
Dari kalimat sederhana itu, terlihat jelas bahwa harmoni dengan alam bukan hanya bagian dari program, tapi menjadi cara hidup sehari-hari di Badak LNG.
Yang juga penting dicatat, sejak tahun 2023, PT Badak LNG resmi berada di bawah pengawasan langsung SKK Migas sebagai operator pemrosesan gas berdasarkan perjanjian baru. Perubahan ini memperkuat peran Badak LNG dalam rantai nilai energi nasional dengan standar tata kelola yang lebih terukur dan transparan.
Dalam gathering tersebut, hadir pula Mutiara Dinanti, Analis Departemen Formalitas & Komunikasi SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi. Ia menegaskan bahwa sinergi antara industri dan media adalah bagian dari upaya kolektif menjaga kepercayaan publik terhadap sektor migas. “Kegiatan ini bukan hanya silaturahmi, tapi momentum membangun sinergi antara media dan industri energi,” ujarnya.
Media Gathering kali ini bukan cuma ajang kumpul atau jelajah alam. Ini jadi bukti bahwa Badak LNG masih aktif, masih relevan, dan tetap membangun kerja sama dengan banyak pihak.
Badak LNG bukan sekadar kilang. Ini perusahaan yang berdiri atas prinsip keterbukaan, kerja sama, dan tanggung jawab lingkungan. Perannya masih kuat dalam mendukung energi nasional.
Saya pulang dengan kesan jelas: energi bukan cuma soal gas, tapi juga soal komitmen. Dan komitmen itu masih dipegang teguh Badak LNG. (*)
Belakangan, kebijakan pro rakyat mulai terlihat di permukaan. Gratispoll untuk pendidikan sudah diluncurkan, daftar penerima umrah dan perjalanan religi bagi umat non-muslim juga diumumkan. Kini giliran pembagian seragam gratis untuk siswa baru SMA, SMK, dan SLB negeri.
Antusiasme pun bermunculan. Tapi, seperti biasa, yang di atas terlihat semangat, yang di bawah kebingungan.
Surat Edaran Nomor 100.3.4/17701/Disdikbud.III yang dirilis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim menyatakan bahwa sekolah dilarang menjual seragam, baik langsung maupun melalui perantara. Termasuk melarang sekolah mengarahkan pembelian ke toko tertentu. Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menegaskan, kalau ada sekolah atau oknum yang melanggar, apalagi sampai memaksa orang tua, bisa dikenai sanksi. “Ini sudah kami wanti-wanti,” tegasnya.
Langkah ini diklaim sebagai bagian dari program prioritas gubernur dan wakil gubernur dalam menciptakan layanan pendidikan yang bersih, adil, dan merata. Disdik juga menyampaikan bahwa siswa boleh memakai seragam lama, bahkan seragam warisan atau pinjaman dari kakak kelas. “Yang penting jangan sampai ada siswa yang tidak sekolah hanya karena tidak punya seragam. Bisa pakai yang ada dulu, disesuaikan warnanya, tidak harus lengkap, apalagi gonta-ganti setiap hari,” kata Armin.
Secara prinsip, kebijakan ini patut diapresiasi. Tapi apakah hanya dengan larangan dan imbauan masalahnya selesai?
Sejak edaran ini keluar, redaksi Media Kaltim justru banyak menerima pertanyaan dari orang tua murid. Mayoritas menanyakan hal yang sama: “Seragam apa saja yang benar-benar diberikan gratis?” dan “Kalau seragam praktik SMK hanya tersedia di koperasi sekolah, kami harus beli di mana?”
Laurens, orang tua siswa dari Balikpapan, menuliskan, “Sekolah memang tidak memaksa beli di koperasi. Tapi kenyataannya, seragam praktik jurusan cuma tersedia di sana. Kami tetap beli, walau harga tidak murah.”
Keluhan serupa datang dari Sangatta. Seorang ibu mengaku harus mengeluarkan lebih dari satu juta rupiah hanya untuk membeli seragam batik sekolah, pakaian olahraga, dan atribut lain. Semuanya dijual koperasi sekolah, dengan alasan “standar identitas sekolah”.
Masalahnya bukan pada niat pemerintah, tapi pada teknis di lapangan. Seragam gratis yang dibagikan tahun ini hanya mencakup putih abu-abu, tas, dan sepatu. Itu pun terbatas untuk siswa baru kelas X di SMA/SMK/SLB negeri, karena APBD 2025 telah disusun sebelum pelantikan gubernur dan wakil gubernur. “Insya Allah tahun ini sudah mulai diberikan, tapi belum maksimal. Kita masih sesuaikan dengan kondisi keuangan. Tahun depan (2026) baru bisa menyentuh semua tingkatan,” jelas Armin.
Pertanyaannya, bagaimana dengan kebutuhan lain yang tidak masuk paket seragam gratis? Seragam praktik kejuruan, batik sekolah, baju olahraga, hingga topi dan sabuk berlogo sekolah—semua tidak tersedia di pasar umum. Orang tua tetap harus mencari sendiri, dan hampir pasti kembali ke koperasi sekolah.
Di sinilah kerancuan muncul. Di satu sisi sekolah dilarang menjual seragam, di sisi lain orang tua tetap tidak punya pilihan. Meski dilarang menjual, koperasi sekolah tetap jadi satu-satunya sumber seragam khas yang dibutuhkan siswa. Hanya saja, kali ini tak boleh diumumkan secara terang-terangan. Ini seperti memadamkan api di permukaan, tapi membiarkan bara tetap menyala di bawahnya.
Kalau pemerintah ingin penataan yang adil, sampaikan secara gamblang: mana yang ditanggung dan mana yang tidak. Kalau koperasi masih dibutuhkan, benahi dan awasi, bukan dimatikan lalu dibebaskan tanpa pengawasan. Tetapkan harga eceran tertinggi, pastikan kualitas, dan buka proses pengadaan secara transparan.
Saya tidak sedang membela sekolah. Tapi saya membela realitas. Orang tua berhak mendapat informasi yang jujur dan tidak menyesatkan. Jangan sampai demi menjaga citra “pendidikan gratis”, justru beban itu dialihkan diam-diam kepada keluarga siswa.
Saya mendukung langkah membersihkan sekolah dari pungli. Tapi kebijakan yang baik bukan sekadar larangan, melainkan kejelasan yang bisa dijalankan. Kalau memang belum bisa gratis sepenuhnya tahun ini, sampaikan saja terus terang. Yang dibutuhkan masyarakat bukan janji manis, tapi kepastian.
Anak-anak kita butuh ruang belajar yang tenang, bukan dibebani urusan seragam yang tak jelas ujungnya. Pemerintah harus hadir, bukan hanya lewat surat edaran, tapi lewat mekanisme yang berpihak dan bisa diawasi bersama.
Jika pemerintah mengajak rakyat ikut mengawasi, maka pastikan pula rakyat diberi informasi yang jujur dan lengkap. (*)
Setiap tahun, PT Badak NGL rutin mengundang para pimpinan media dan wartawan dalam kegiatan Media Gathering. Undangannya selalu saya terima, tapi hampir selalu saya lewatkan. Kadang karena sedang di luar kota, kadang berbenturan dengan agenda lain. Tapi tahun ini berbeda. Saya niatkan hadir. Sabtu pagi, (5/7/2025), saya tiba tepat pukul 07.00 WITA.
Ternyata saya orang pertama yang mengisi daftar hadir. Di dalam gedung, saya melihat Bapak Putra Peni Luhur Wibowo, Manager CSR & Relations Badak LNG, sudah lebih dulu datang. Kami langsung saling sapa dan berbincang cukup lama. Sudah lebih dari satu dekade kami tak bertemu. Dulu kami cukup sering bermain golf bersama.
Tak berselang lama, hadir pula Bapak Busori Sunaryo, Senior Manager Corporate Communication & Services Badak LNG, yang juga rekan lama di lapangan golf. Obrolan pun makin hangat. Kami bertiga larut dalam cerita masa lalu, perkembangan industri, dan dunia media yang kini semakin dinamis. Saya juga sempat berbagi cerita bahwa sejak 2020, saya membangun dan mengelola Media Kaltim beserta jejaringnya secara independen di berbagai wilayah Kaltim.
Saya memang tak datang hanya untuk menggugurkan undangan. Konsep acaranya menarik. Jelajah alam di kawasan Hutan Kota Badak NGL, area konservasi seluas 7,4 hektare yang masih alami dan rindang. Dari total 2.010 hektare wilayah perusahaan, sekitar 44 persennya adalah Ruang Terbuka Hijau.
Rute Jelajah Alam Media Gathering Badak LNG 2025, dimulai dan berakhir di Town Center, dengan sejumlah pos tantangan dan spot foto di tengah Hutan Kota.
Pukul 07.30, kegiatan resmi dimulai di dalam gedung Town Center. Para peserta lebih dulu mengikuti video safety induction—prosedur wajib sebelum memasuki area operasional perusahaan.
Lalu saya diminta memberikan sambutan mewakili rekan-rekan wartawan. Setelah itu, giliran Ibu Mutiara Dinanti, Analis Departemen Formalitas & Komunikasi SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, menyampaikan sambutan.
Acara dilanjutkan dengan sambutan utama dari Bapak Feri Sulistyo Nugroho, Pelaksana Tugas (Plt.) Director & Chief Operating Officer (COO) Badak LNG.
Dalam sambutannya, Bapak Feri berbicara tentang masa depan Badak LNG, peran strategis media, serta komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja. “Media adalah bagian dari kami. Tanpa media, apa yang kami kerjakan tak akan diketahui publik. Kami ini bukan siapa-siapa kalau tidak diberitakan,” ujarnya.
Beliau juga menyinggung ketatnya sistem keamanan di lingkungan Badak. “Rumah kami cuma sepelemparan batu dari kilang. Kalau ada apa-apa, kami yang kena duluan,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa mulai 2028, kilang akan kembali aktif penuh dengan pasokan gas dari North Delta Mahakam, memperpanjang umur operasional hingga 2040-an.
Sambutannya ditutup dengan celetukan ringan. “Orangutan di belakang rumah saya itu kadang ambil pisang. Saya biarin aja. Ya gimana, teman sendiri,” kelakarnya.
Pukul 08.00, peserta dibagi menjadi delapan kelompok, masing-masing berisi 6–7 orang. Saya satu tim dengan Bapak Feri, Bapak Busori, Ibu Mutiara, serta dua rekan wartawan: Hafid Atma dari Bakesah dan Yulia dari Kitamudamedia. Nama kelompok kami Bintaro. Sebelum berangkat, kami mengikuti pemanasan senam di pendopo belakang.
Tepat pukul 08.30, jelajah hutan dimulai. Rutenya sekitar 4 kilometer, dengan titik start dan finish tetap di Town Center. Medannya cukup menantang. Naik-turun, melintasi jalur berakar, bahkan di satu titik harus menggunakan tali bantu.
Kami melewati Pos 1 (area Procurement), papan edukasi flora-fauna, landmark I Love Badak LNG, hingga banner besar bertuliskan Media Gathering di tengah rimbun pepohonan.
Di setiap pos, tersedia tantangan ringan: kuis, permainan kelompok, hingga tugas yel-yel. Semua poin dicatat dan diakumulasi. Penilaian mencakup waktu tempuh, skor permainan, kekompakan, dan semangat yel-yel. Suasananya cair dan semangat.
Hutan yang sejuk dan udara segar menjadi pelipur dari rutinitas ruang redaksi. Tapi yang paling membekas adalah momen bertemu rekan-rekan lama. Beberapa di antaranya pernah satu tim dengan saya di Bontang Post, saat saya menjabat sebagai direktur. Dulu mereka reporter dan manajer, kini sudah menjadi pemimpin di medianya masing-masing.
Saya teringat, dulu saya memiliki 40 karyawan. Hari ini, mungkin lebih dari separuhnya masih aktif di dunia media—dan banyak yang kini menjadi pemilik atau pimpinan perusahaan pers. Beberapa saya temui kembali di kegiatan ini. Kami tak lagi bicara soal berita dan tenggat, tapi berbagi cerita dan nostalgia.
Menjelang siang, seluruh peserta kembali ke aula. Panitia mengumumkan hasil akhir. Semua kelompok mendapat hadiah. Tak ada yang pulang tangan kosong. Kelompok kami meraih posisi Gold 1 atau juara ketiga. Sementara posisi pertama dan kedua meraih posisi Premium 1 dan Premium 2.
Namun bukan soal peringkat. Yang lebih penting adalah kebersamaan yang terjalin sejak pagi, dan semangat positif yang terasa sepanjang kegiatan.
Saya bersyukur bisa hadir. Menyusuri jejak di Hutan Kota, menyambung silaturahmi, dan menyaksikan langsung dedikasi mereka yang menjaga perusahaan dan lingkungan, dengan tenang, konsisten, dan penuh tanggung jawab. (*)
MAKASSAR – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pemerkosaan pada saat tragedi kerusuhan1998 tidak dihapus dalam penulisan ulang sejarah.
“Tidak ada penghapusan. Jadi kita terus lanjutkan pada program penulisan ulang sejarah,” kata Fadli Zon disela menghadiri Festival Gau Maraja Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (4/7/2025).
Dia mengatakan mengenai hal itu pihaknya sudah menjelaskan semuanya terkait pemerkosaan tahun 1998 saat rapat kerja dengan Komisi X DPR RI pada Rabu (2/7/2025).
Menurut dia, penulisan ulang sejarah masih berlanjut meski menuai pro dan kontra. Sementara untuk penulisan ulang sejarah itu, sebanyak 130 sejarawan dan guru besar dilibatkan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia.
Diakui, dalam kurun 26 tahun terakhir tidak ada penulisan ulang sejarah, padahal sejarah itu sangatlah penting.
Oleh karena itu, lanjut dia, penulisan ulang sejarah tersebut tetap dilanjutkan, meski menuai pro dan kontra di lapangan.
Selain peristiwa tragedi 98, lanjut dia, tulisan purba di goa Leang-Leang juga dimasukkan dalam penulisan ulang sejarah.
“Tulisan tangan (manuscript) Leang-Leang itu sudah mendapat pengakuan dari peneliti internasional,” kata Fadli Zon.
Menanggapi hal itu, Bupati Maros HAS Chaidir Syam mengatakan pihaknya turut bangga dengan masuknya Leang-Leang dalam penulisan ulang sejarah.
Festival Budaya Gau Maraja Leang-Leang ini digelar untuk mengangkat budaya dan sejarah di daerah ini ke panggung internasional. (ANT/KN)