Beranda blog Halaman 380

35 RT Masih Tergenang, BPBD DKI Kerahkan Penanganan Terpadu

0

JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 35 rukun tetangga (RT) masih tergenang air hingga Selasa pukul 05.00 WIB, imbas dari hujan intens dan pasang air laut maksimum sejak Senin (7/7/2025).

Kondisi ini dipicu oleh kombinasi cuaca ekstrem dan peringatan dini banjir pesisir (rob) yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akibat fase Bulan Baru dan Perigee yang memperkuat pasang maksimum air laut.

BPBD DKI mencatat genangan tersebar di empat wilayah kota, dengan rincian terbanyak berada di Jakarta Selatan sebanyak 25 RT. Sementara Jakarta Barat mencatatkan 7 RT terdampak, Jakarta Utara 2 RT, dan Jakarta Timur 1 RT.

Di Jakarta Selatan, kelurahan yang terdampak paling parah adalah Duren Tiga dengan genangan setinggi 130 cm akibat luapan Kali Mampang, disusul Kuningan Barat (95 cm), Jati Padang (85 cm), dan Pela Mampang (60 cm).

Sementara itu, di Jakarta Barat, genangan mencapai 50 cm di Kedaung Kali Angke akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Cengkareng.

Jakarta Utara juga mengalami genangan setinggi 65 cm di Kelurahan Kapuk Muara, yang disebabkan oleh kombinasi hujan dan rob.

Sebanyak enam titik pengungsian telah disiapkan untuk menampung warga terdampak. Di antaranya adalah Masjid Al Mujahidin di Kelurahan Jati Padang yang saat ini menampung 140 jiwa, serta Mushola Al Inayah di Pejaten Barat yang menampung 60 jiwa.

Tiga ruas jalan di Jakarta Barat juga masih tergenang, yakni Jl. Adi Karya (40 cm), Jl. Bojong Indah Raya (30 cm), dan Jl. Raya Daan Mogot KM 11 (20 cm), yang turut mengganggu mobilitas warga.

Meski demikian, BPBD juga melaporkan genangan sudah surut di sejumlah wilayah, termasuk 40 RT di Kelurahan Petogogan, serta di Kelurahan Kebon Jeruk, Cipete Utara, Jagakarsa, dan Cilandak Timur.

Beberapa ruas jalan yang sebelumnya tergenang juga sudah dinyatakan kering, seperti Jl. H.R. Rasuna Said (Kel. Guntur), Jl. Gaya Motor Raya dan Jl. Gaya Motor 2 (Kel. Sungai Bambu), serta Jl. Perumahan Green Garden (Kel. Kedoya Utara).

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel ke seluruh wilayah terdampak untuk memantau kondisi dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Gulkarmat guna melakukan penyedotan air serta memastikan saluran air berfungsi normal.

“Penanganan kami lakukan secara terpadu bersama lurah, camat, dan instansi terkait. Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat,” tulis keterangan resmi BPBD.

BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi genangan dan segera melapor ke layanan darurat 112 yang beroperasi 24 jam tanpa biaya. (ANT/KN)

Kemdiktisaintek Siapkan Sekolah Garuda Baru di Sulawesi Tenggara

0

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah menyiapkan rancangan pembangunan Sekolah Garuda Baru di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Terdapat sejumlah wilayah yang telah ditinjau, antara lain Desa Lebo Jaya di Kabupaten Konawe Selatan, Desa Wawolemo di Kabupaten Konawe, serta satu wilayah di Kabupaten Wakatobi.

“Jika sekolah ini dibangun, kehidupan asrama, kegiatan guru, serta operasional sehari-hari, akan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah ini. Dan yang paling penting, masyarakatnya terbuka dan sangat mendukung,” kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie melalui keterangan di Jakarta, Selasa (8/7/2025).

Stella mengatakan Desa Lebo Jaya memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas, topografi, ketersediaan air, serta dukungan masyarakat. Di samping itu lokasi tersebut dekat dengan jalan utama dan bandara, serta terhubung dengan jalur strategis antardaerah, menjadikan kawasan ini sangat potensial.

Terlebih, lanjutnya, wilayah ini merupakan sentra pertanian dan agrowisata, dengan keberadaan kebun benih, ternak, serta riset kakao yang bisa diintegrasikan dengan pendidikan berbasis praktik.

Di Desa Wawolemo, Wamendiktisaintek Stella menyoroti kekayaan riset lokal di bidang pertanian dan hortikultura, serta kesiapan lahan seluas 20 hektare, dimana hanya dua hektare yang akan digunakan untuk pembangunan fisik sekolah. Sisanya akan tetap difungsikan sebagai lahan riset dan kolaborasi pendidikan.

Ia juga mengapresiasi kesiapan Dinas Pendidikan dan potensi pelibatan guru-guru daerah dalam sistem pengajaran Sekolah Garuda.

“Sekolah ini bukan sekadar bangunan fisik. Ini adalah wadah strategis untuk mencetak pemimpin masa depan Indonesia. Kami juga memastikan bahwa keterlibatan guru lokal akan menjadi perhatian khusus karena mereka memahami karakter masyarakat setempat,” ujar Wamendiktisaintek.

Adapun terkait lokasi calon Sekolah Garuda di Wakatobi, ia menekankan pentingnya riset berkelanjutan yang relevan dengan potensi lokal, seperti kelautan, rumput laut, dan pariwisata berkelanjutan.

“Salah satu prinsip kami adalah riset lokal untuk ekonomi lokal. Kami melihat potensi luar biasa di Wakatobi yang bisa menjadi pusat inovasi yang berdampak luas,” ucapnya.

Ketiga lokasi yang ditinjau dinilai Wamendiktisaintek Stella memiliki karakteristik unik dan Kemendiktisaintek akan melakukan kajian menyeluruh untuk menentukan lokasi yang paling sesuai bagi pembangunan Sekolah Garuda di Sulawesi Tenggara.

Diketahui, pembangunan Sekolah Garuda merupakan satu dari delapan program prioritas Kemdiktisaintek sebagai wujud nyata strategi Presiden RI dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Sekolah Garuda Baru dirancang sebagai sekolah menengah berasrama dengan kurikulum berfokus pada STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Direncanakan, sekolah ini akan dibangun di 20 lokasi terpilih di seluruh Indonesia hingga tahun 2029. (ANT/KN)

Trump Tetapkan Tarif Impor 32 Persen untuk Produk Indonesia Mulai 1 Agustus

0

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan tetap mengenakan tarif impor 32 persen kepada Indonesia, tidak berubah dari nilai “tarif resiprokal” yang diumumkan sebelumnya pada April lalu, meski proses negosiasi dengan pihak Indonesia terus berlangsung intensif.

“Mulai 1 Agustus 2025, kami akan mengenakan Tarif kepada Indonesia hanya sebesar 32 persen untuk semua produk Indonesia yang dikirimkan ke Amerika Serikat, terpisah dari Tarif Sektoral lain,” kata Trump dalam surat berkop Gedung Putih tertanggal 7 Juli yang ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam surat yang ia unggah utuh di media sosialnya tersebut, dipantau di Jakarta, Selasa, Trump merasa bahwa AS harus bertindak mengatasi defisit perdagangan yang mereka alami setelah bertahun-tahun menjalin kerja sama dagang dengan Indonesia.

“Tolong pahami bahwa angka 32 persen ini jauh lebih sedikit dari yang diperlukan untuk menghilangkan disparitas Defisit Perdagangan dengan Negara Anda,” kata Trump dalam surat.

Apabila Indonesia dipandang melakukan tindak balas dengan menaikkan tarif, Trump mengancam akan membalas dengan menambah nilai tarif impor sesuai jumlah itu “ditambah tarif 32 persen yang kami tetapkan”.

Namun demikian, Trump berjanji bahwa Indonesia tidak akan dikenakan tarif apabila “memutuskan membangun atau memproduksi produknya di Amerika Serikat”, sembari menjamin bahwa permohonannya akan diproses dan disetujui dalam hitungan pekan.

Ia pun menyatakan bahwa angka tarif tersebut masih bisa berubah apabila Indonesia sepakat melakukan penyesuaian terhadap kebijakan dagang dan membuat ekosistem pasar nasional yang lebih terbuka kepada AS.

Selain Indonesia, Trump juga merilis secara terbuka via media sosialnya surat keputusan pengenaan tarif ke negara lain yang ia tujukan kepada kepala negara masing-masing.

Sejumlah mitra Indonesia di Asia Tenggara menerima pengurangan nilai tarif impor dari yang sebelumnya ditetapkan AS, seperti Thailand dan Kamboja yang sama-sama dikenakan tarif tambahan 36 persen dibandingkan yang sebelumnya sebesar 36 dan 49 persen.

Nasib berbeda dialami Malaysia yang kini terkena tarif impor 25 persen, justru naik satu poin persen dari nilai tarif sebelumnya sebesar 24 persen. (ANT/KN)

Harga Sejumlah Komoditas Pangan Turun, Cabai Rawit dan Bawang Merah Masih Tertinggi

0

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga cabai rawit merah tingkat konsumen mencapai Rp66.279 per kilogram (kg) dibandingkan sebelumnya Rp66.616 per kg, sedangkan bawang merah Rp42.628 per kg turun dari sebelumnya Rp44.123 per kg.

Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas di Jakarta, Selasa pukul 09.30 WIB, harga pangan lainnya di tingkat pedagang eceran secara nasional, beras premium di harga Rp15.864 per kg turun tipis dari sebelumnya Rp15.933 per kg.

Lalu, beras medium di harga Rp14.077 per kg turun turun dari hari sebelumnya Rp14.192 per kg; beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) Rp12.491 per kg turun dari sebelumnya Rp12.530 per kg.

Komoditas jagung untuk peternakan tercatat Rp5.910 per kg turun tipis dari sebelumnya Rp6.149 per kg; kedelai biji kering (impor) di harga Rp10.689 per kg turun dari sebelumnya Rp10.846 per kg.

Berikutnya bawang putih bonggol di harga Rp38.132 per kg turun tipis dari hari sebelumnya Rp39.031 per kg.

Selanjutnya, komoditas cabai merah keriting di harga Rp42.968 per kg turun dari sebelumnya Rp44.126 per kg; lalu cabai merah besar di harga Rp40.340 per kg turun dari sebelumnya Rp42.821 per kg.

Lalu daging sapi murni Rp134.718 per kg turun dari sebelumnya Rp134.943 per kg, daging ayam ras Rp35.115 per kg naik dari sebelumnya Rp35.024 per kg, lalu telur ayam ras Rp29.028 per kg turun dari sebelumnya 29.292 per kg.

Gula konsumsi di harga Rp18.341 per kg turun tipis dari sebelumnya tercatat Rp18.383 per kg.

Kemudian, minyak goreng kemasan Rp20.655 per liter turun tipis dari sebelumnya Rp20.824 per liter; minyak goreng curah Rp17.355 per liter turun dari sebelumnya Rp17.526 per liter; Minyakita Rp17.473 per liter turun tipis dari sebelumnya Rp17.585 per liter.

Selanjutnya, tepung terigu curah Rp9.653 per kg turun tipis dari sebelumnya Rp9.800 per kg; lalu tepung terigu kemasan Rp12.767 per kg turun dari sebelumnya Rp12.977 per kg.

Komoditas ikan kembung di harga Rp41.550 per kg naik dari sebelumnya Rp41.005 per kg; ikan tongkol 34.966 per kg naik dari sebelumnya Rp33.855 per kg; ikan bandeng Rp34.461 per kg naik dari sebelumnya Rp34.319 per kg.

Selanjutnya, garam konsumsi di harga Rp11.621 per kg naik tipis dibandingkan harga sebelumnya Rp11.603 per kg.
Sementara itu, daging kerbau beku (impor) di harga Rp102.451 per kg turun dari sebelumnya Rp105.197 kg; daging kerbau segar lokal Rp136.471 per kg turun dari sebelumnya mencapai Rp141.444 per kg. (ANT/KN)

Satpol PP Penajam Paser Utara Tertibkan Puluhan Pramunikmat di Sekitar Wilayah IKN

PENAJAM PASER UTARA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara, telah menertibkan puluhan orang perempuan yang diduga sebagai pramunikmat di sekitar wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur, dalam operasi penertiban hingga Juni 2025.

“Kami pantau dan lakukan operasi penertiban praktik prostitusi daring maupun luring di sekitar wilayah IKN,” ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara Bagenda Ali mengenai penanganan penyakit sosial di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (6/7/2025).

Pemantauan dan operasi penertiban itu, lanjutnya, bertujuan menciptakan wilayah calon ibu kota negara Indonesia bersih dari penyakit sosial masyarakat.

Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara menggelar operasi penertiban sepanjang 2025, di seluruh wilayah kecamatan, termasuk di Kecamatan Sepaku, yang masuk wilayah IKN.

Personel Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara terus melakukan patroli penertiban di wilayah IKN karena kendati sudah ada Otorita IKN, tetapi secara administratif penegakan peraturan daerah (perda) masih jadi kewenangan pemerintah kabupaten setempat.

Ali mengatakan dalam tiga kali operasi penertiban terakhir khusus di wilayah Kecamatan Sepaku terjaring 64 orang perempuan diduga pramunikmat atau pelaku praktik prostitusi.

“Operasi pertama petugas tertibkan dua,  orang pelaku, dan operasi kedua 32 orang ditertibkan, serta operasi ketiga 30 orang ditertibkan,” ujarnya.

Hasil keterangan yang didapat praktik prostitusi kebanyakan dilakukan secara daring menggunakan aplikasi media sosial. Para pramunikmat tersebut menyewa kamar penginapan dengan tarif Rp300 ribu per malam.

“Pelaku prostitusi menawarkan jasa dengan harga antara Rp400 ribu hingga Rp700 ribu sekali kencan,” katanya.

Pramunikmat berasal Samarinda, Balikpapan Bandung, Makassar dan Yogyakarta, setelah dilakukan pembinaan pelaku praktik prostitusi yang berasal dari luar daerah diminta segera meninggalkan wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dalam waktu dua hingga tiga hari.

Penanganan praktik prostitusi membutuhkan kerja sama lintas sektor, terutama mengawasi pendatang yang menyewa kamar penginapan tanpa identitas jelas karena masuk kawasan strategis nasional yang harus dijaga dari ancaman degradasi moral dan sosial, demikian Bagenda Ali. (ANT/KN)

Tegaskan Peran Strategis, BAKORMAD Kaltim Komit Jaga Hak Masyarakat Adat

0

SAMARINDA – Di tengah geliat pembangunan dan dinamika sosial Kalimantan Timur, Badan Komando Laskar Masyarakat Adat Dayak (BAKORMAD) menegaskan eksistensinya sebagai garda terdepan pembela masyarakat adat. Organisasi ini baru saja merayakan satu tahun kiprah perjuangannya pada Senin (7/7/2025), bertepatan dengan peresmian sekretariat barunya di Jalan Talang Sari Regency, Tanah Merah, Samarinda Utara.

Perayaan satu tahun ini ditandai dengan seremoni pemotongan pita sebagai simbol diresmikannya sekretariat BAKORMAD Kaltim, yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan organisasi sejauh ini. Suasana syukuran berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Prosesi pemotongan pita oleh Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltim, H. Victor Yuan, SH., MH, dan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Drs. Firminus Kunum, M.Si. (Foto: Hanafi)

Panglima Wilayah BAKORMAD Kaltim, Effendi, SH., M.Hum, menyampaikan bahwa meski masih berusia muda, organisasi ini telah menunjukkan komitmennya dalam mendampingi masyarakat khususnya dalam menghadapi kriminalisasi dan konflik agraria yang menyasar warga adat.

“BAKORMAD hadir untuk melindungi hak-hak masyarakat adat, tapi kami memilih pendekatan intelektual, bukan kekerasan. Kita utamakan otak dulu, baru otot jika situasi tak bisa dikendalikan,” ungkap Effendi, yang akrab disapa Fendi Dayak.

Organisasi ini kini memiliki kepengurusan lengkap di 10 kabupaten/kota se-Kaltim dengan estimasi keanggotaan mencapai 7.000 orang. “Kami tumbuh cepat karena kebutuhan di lapangan nyata,” ujarnya.

Fendi juga menegaskan posisi BAKORMAD dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Meski mendukung, organisasi ini tetap mengambil sikap kritis terhadap kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat.

“Kami tidak ingin pembangunan mengabaikan masyarakat adat. Kalau ada yang menyimpang, kami akan gaspol. Tidak setengah-setengah,” tegasnya.

Kehadiran Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltim, H. Victor Yuan, SH., MH, memperkuat semangat acara syukuran tersebut. Menurutnya, BAKORMAD dan DAD memiliki tujuan yang sejalan dalam memperjuangkan eksistensi adat dan budaya Dayak di tengah arus modernisasi.

“Organisasi adat ini harus terus hidup meski tanpa sokongan negara. Kita harus bisa berdiri di atas kaki sendiri, karena belum tentu ada anggaran dari pemerintah,” ujar Victor.

Ia menilai keberadaan organisasi seperti BAKORMAD penting untuk menjaga kesinambungan perjuangan identitas dan hak masyarakat adat.

Menutup acara, Fendi Dayak menyerukan pentingnya perbaikan ekonomi sebagai dasar membangun stabilitas sosial di Kalimantan Timur. Ia meyakini bahwa akar dari berbagai konflik di masyarakat adalah ketimpangan ekonomi dan pengangguran.

“Kalau masyarakat punya penghasilan, mereka tidak akan cari masalah. Jadi ekonomi yang sehat akan memperkuat harmoni,” katanya.

Acara syukuran tersebut turut dihadiri oleh Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Drs. Firminus Kunum, M.Si, serta tokoh-tokoh BAKORMAD seperti Sekretaris Wilayah Simon Jaang, SH dan Kepala Pasukan Thomas Ngau, SH. Perwakilan dari berbagai daerah juga tampak hadir, menandakan dukungan kuat terhadap BAKORMAD sebagai organisasi adat yang terus berkembang.

Sebagai catatan, BAKORMAD merupakan organisasi adat Dayak berskala nasional yang memiliki perwakilan di berbagai provinsi di Indonesia.

Organisasi ini diharapkan menjadi kekuatan sosial budaya yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperjuangkan masa depan yang adil bagi generasi penerus.

Penulis: Hanafi

Ketika Rudy Pegang Kendali Lagi, Ke Mana Golkar Melangkah?

SEJAK 2008, saya mengikuti cukup dekat dinamika internal DPD Partai Golkar Kaltim. Saat itu saya tidak hanya mengamati, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan partai, khususnya dalam dokumentasi dan publikasi media.

Salah satu tokoh yang membuka ruang pemahaman saya tentang tubuh Golkar adalah Hamdani, mantan Wakil Sekretaris DPD Golkar Kaltim. Bersamanya, saya melihat Golkar bukan sekadar mesin politik, tapi juga ruang kaderisasi yang dibentuk oleh disiplin dan loyalitas.

Kini, suasananya berbeda. Dalam obrolan Senin (7/7) hari ini, Hamdani menyebut bahwa posisi Golkar saat ini, baik di pusat maupun daerah, tak lagi sekuat dulu. “Kalau diibaratkan, seperti petinju kelas menengah. Punya tenaga, tapi tak lagi menakutkan,” ujarnya. Ia menilai, Golkar memang masih eksis secara struktural, tapi daya pengaruhnya di lapangan makin berkurang.

Menurutnya, pergeseran itu banyak dipengaruhi pola kaderisasi. Dulu, jadi pengurus partai bukan perkara mudah. Harus kader murni, tumbuh dari bawah. Sekarang, yang punya akses logistik dan jaringan bisa langsung naik. “Dulu kita bicara darah kuning. Sekarang sudah mulai abu-abu,” ucap Hamdani yang kini memilih aktif di Dewan Kesenian Kaltim dan tidak lagi terlibat dalam kegiatan partai politik.

Ia tak menyalahkan zaman, hanya menekankan pentingnya penyegaran. “Golkar tidak cocok dikelola revolusioner. Tapi tetap perlu ditata ulang, bertahap, tenang, tapi jelas.”

Hamdani juga menyinggung soal kader hari ini yang cenderung pragmatis. “Dulu kader Golkar punya akar kuat ke bawah. Sekarang terlalu banyak yang berpikir praktis. Itu yang perlu diperbaiki.”

Untuk memahami kondisi Golkar hari ini, kita perlu melihat kembali jejak kepemimpinan DPD Partai Golkar Kaltim dari masa ke masa.

Kepemimpinan dimulai dari Harsono, figur penting di era Orde Baru dan awal Reformasi. Setelahnya, tongkat estafet dilanjutkan oleh Nuralianyah (alm), yang memimpin di masa transisi politik nasional.

Setelah Nuralianyah, Golkar Kaltim dipimpin oleh Syaukani Hasan Rais (alm). Di bawah kepemimpinannya, Golkar meraih kemenangan besar pada Pileg 2004 dan mengukuhkan dominasinya di Kaltim. Namun, menjelang Pilgub 2008, Syaukani tersandung kasus hukum yang membuatnya lengser dari jabatan.

Posisi Ketua DPD kemudian dijabat oleh Mukmin Faisyal (alm). Ia dikenal sebagai figur kompromi yang mampu menjaga keseimbangan antar faksi. Kepemimpinannya berlangsung cukup stabil hingga berakhir pada 2008.

Setelah Mukmin, jabatan Ketua DPD Golkar Kaltim dipegang oleh Mahyudin pada periode 2008–2009. Ia naik dari posisi Ketua DPD II Kutai Timur, dan meskipun masa jabatannya relatif singkat, Mahyudin dikenal membawa pendekatan yang lebih terstruktur dan teknokratis dalam tubuh organisasi.

Kursi kepemimpinan selanjutnya diisi oleh Rita Widyasari, yang terpilih melalui Musda 2016. Di bawah Rita, partai mulai membuka ruang lebih besar bagi kaum muda, namun masa jabatannya harus terhenti pada 2017 karena kasus hukum.

Setelah Rita, Makmur HAPK mengambil alih sebagai Ketua Harian sekaligus pelaksana tugas Ketua DPD. Masa transisinya diwarnai ketegangan internal, termasuk dinamika dengan faksi Rudi Mas’ud. DPP sempat menunjuk Andi Sofyan Hasdam sebagai Plt, namun di lapangan, Makmur tetap menjadi figur dominan.

Hingga akhirnya, pada Musda X tahun 2020, Rudi Mas’ud resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kaltim. Ia membawa pendekatan baru yang lebih tenang dan terukur. Kini, menjelang Musda XI, Rudi menjadi satu-satunya kandidat dan hampir pasti kembali memimpin untuk periode berikutnya.

“Kami ditargetkan menang di 60 persen daerah. Tapi tidak semua bisa kami usung sendiri, kami harus bangun koalisi,” ujar Rudy saat itu. Ia sadar, kekuatan partai tak cukup dari struktur, tapi perlu kerja lapangan yang solid.

Meski target kemenangan 60 persen di Pilkada serentak tidak sepenuhnya tercapai, kiprah Rudy Mas’ud justru berlanjut lebih jauh. Ia berhasil memenangkan Pilgub Kaltim 2024 bersama Seno Aji, yang diusung Partai Gerindra. Loncatan politik yang memperkuat posisi Rudy, sekaligus membuka ruang baru bagi Golkar untuk kembali memainkan peran signifikan dalam peta kekuasaan di Kaltim.

Kini, di Musda XI, Rudy Mas’ud kembali menjadi satu-satunya calon. Ia hampir pasti terpilih kembali. Secara elektoral, ia sudah menunjukkan hasil. Golkar memang naik dari 12 menjadi 15 kursi DPRD Kaltim. Tapi angka saja tak cukup. Partai ini butuh proses, kaderisasi, dan nyawa kolektif yang terus menyala.

Rudy Mas’ud kini berada di posisi strategis: Ketua DPD Golkar dan Gubernur Kaltim. Ini momentum penting untuk menyambungkan kembali kaderisasi partai dengan agenda pembangunan daerah.

Tantangannya bukan lagi membangun struktur, tapi memberi arah. Golkar harus terasa, bukan hanya terlihat.

Nama besar tak cukup. Yang dibutuhkan adalah kerja nyata, konsolidasi yang berlanjut, kaderisasi yang hidup, dan kebijakan yang menyentuh. Menyala bukan karena warna, tapi karena kehadirannya dirasakan rakyat. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Warga Kukar Sudah Rasakan Manfaat Program Berobat Cukup dengan KTP Ala Aul-Rendi

TENGGARONG – Kunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad (AM) Parikesit, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr Aulia Rahman Basri, bersama wakilnya Rendi Solihin pastikan program layanan kesehatan gratis cukup dengan KTP, telah terimplementasikan dengan baik.

Dalam kunjungan ini, Aul-Rendi meninjau langsung proses pendaftaran pasien rawat jalan, yang langsung dilayani dengan baik dengan hanya menunjukkan KTP Kukar. Keduanya juga sempat mengunjungi dua pasien yang dilayani secara optimal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD AM Parikesit, dengan hanya menunjukkan KTP.

“Tadi berobat cuman pakai KTP ya, enggak diminta apa-apa lagi kan, sudah mudah kan?” tanya Aul-Rendi pada salah satu orang tua pasien balita yang dijawab dengan anggukan pertanda setuju.

Hasil kunjungan ini menandakan bahwa realisasi salah satu program Kukar Idaman Terbaik, sudah bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini membuktikan komitmen Aul-Rendi yang berjanji akan langsung tancap gas, tanpa perlu membuat program 100 hari kerja di awal kepemimpinannya.

Aulia juga menjelaskan kunjungan ini merupakan bentuk tindak lanjut, dari kunjungan Bupati sebelumnya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di beberapa daerah, salah satunya di Kecamatan Kembang Janggut.

“Kemarin kita ke Puskesmas Kembang Janggut, kita juga memastikan bahwa berobat dengan KTP itu berjalan dengan baik di FKTP,” sebut Aulia, di sela-sela kunjungannya, pada Senin (7/7/2025)

“Hari ini di RSUD AM Parikesit kita lihat di layanan rawat jalan dan IGD itu sudah berlaku (berobat dengan KTP),” sambungnya.

Berdasarkan hasil kunjungan tersebut, Aul-Rendi memastikan bahwa tidak ada syarat-syarat tambahan bagi pelayanan kesehatan di Kukar. Namun, dalam kesempatan ini mereka juga turut menggarisbawahi bahwa layanan kesehatan cukup dengan KTP hanya berlaku bagi warga Kukar.

“Jangan sampai nanti banyak kasus yang menyatakan bahwa layanan kesehatan masih diminta ini dan itu. Ternyata setelah dilihat KTP-nya bukan orang Kukar,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD AM Parikesit, Martina Yulianti, memastikan bahwa program berobat cukup dengan KTP sudah berjalan secara menyeluruh di RSUD AM Parikesit.

“Tidak ada lagi syarat tambahan seperti fotokopi KTP, fotokopi KK, atau formulir tambahan. Cukup tunjukkan KTP asli, langsung dilayani,” ujarnya.

Meski begitu, ia juga tetap memberikan penjelasan bahwa tidak semua keluhan masyarakat bisa langsung dilayani di rumah sakit dan cukup ditangani di FKTP. Mengingat ada sekitar 144 diagnosa non-gawat darurat atau false emergency yang sebenarnya tidak perlu ditangani di IGD.

“Ini yang harus terus kami sosialisasikan. Karena kalau semua pasien datang ke IGD, yang betul-betul darurat justru tidak dapat tempat,” serunya.

Terkait masalah pemisahan layanan tersebut, ia menjelaskan bahwa rumah sakit tidak bekerja sendiri dan bukan pihak yang memiliki kewenangan tunggal akan hal tersebut. Karena RSUD hanya bertugas melayani, sementara sistem pembayarannya tetap melalui BPJS Kesehatan.

“BPJS adalah bagian dari sistem negara. Jadi transformasi pembiayaan dan layanan rujukan tetap mengacu pada aturan BPJS. Program ini sejalan dengan kebijakan nasional,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Muhammad Rafi’i

Erick Thohir Tegaskan Liga 1 Putri Belum Siap Digelar

0

TANGERANG – Ketua Umum PSSI Erick Thohir meminta para suporter yang mendesak Liga 1 Putri segera digulirkan untuk bersabar karena menurut dia talenta pesepak bola putri di tanah air belum mencukupi.

“Semua masih terkumpul di timnas. Harus sabar. Saya tidak mau terjebak memaksakan diri. Dan, kalau kita lihat struktur liga pun, seperti putra, itu inisiatif dari klub-klub dan kepemilikan liga sangat profesional,” kata Erick saat ditemui pewarta setelah menyaksikan kekalahan 1-2 timnas putri melawan Taiwan di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Sabtu (2025).

“PSSI di semua negara fokus kepada timnas. Tetapi, apakah kita mendorong Liga Putri? Pasti, itu bagian kita mencoba untuk mendorong,” tambah dia.

Setelah kekalahan pada laga terakhir Grup D kualifikasi Piala Asia Putri 2026 itu, para pemain Garuda Pertiwi membentangkan spanduk yang bertuliskan “Pak Erick kapan Liga 1 Putri digelar?”.

Spanduk itu diberikan oleh suporter yang menyaksikan secara langsung, kepada para pemain timnas putri saat mengitari stadion setelah selesainya pertandingan.

“Saya sudah jawab berkali-kali. Jadi, saya tidak mau mengulang, dan saya tidak takut tekanan, realitanya belum,” kata Erick yang mengaku sudah menjawab pertanyaan kapan tepatnya Liga 1 Putri akan digulirkan dalam beberapa kesempatan.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait apakah pihaknya ada rencana untuk menggelar semacam turnamen dalam waktu dekat, guna mewadahi kerinduan para pesepak bola putri akan gairah kompetisi, ia menjawab, “Timnya dibagi berapa? Saya tidak tahu nanti. Timnya siapa yang main? Timnya belum ada”.

Sementara itu, Erick pernah mengatakan bahwa Liga 1 Putri rencananya digelar pada 2027, mundur satu tahun dari rencana awal pada 2026. Adapun, Liga 1 Putri terakhir digelar pada 2019. Ketika itu, Persib Putri menjadi juara setelah mengalahkan TIRA-Persikabo Kartini dengan agregat 6-1. (ANT/KN)

Presiden Lula Kritik Kenaikan Belanja Militer Dunia di KTT BRICS

RIO de JANEIRO – Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyampaikan kritik terhadap peningkatan belanja militer global, terutama sebagai dampak dari keputusan terbaru NATO yang dinilai memicu perlombaan senjata.

Presiden Lula, saat berpidato pada sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 di Rio de Janeiro, Minggu, belanja pertahanan yang melonjak menunjukkan adanya ketimpangan prioritas dalam kebijakan global.

“Lebih mudah mengalokasikan 5 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) untuk belanja militer daripada mengalokasikan 0,7 persen yang dijanjikan untuk bantuan pembangunan resmi,” katanya.

Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas kemudahan negara-negara maju mengalokasikan anggaran besar untuk militer, dibandingkan dengan komitmen mereka terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Ini menunjukkan bahwa sumber daya untuk melaksanakan Agenda 2030 sebenarnya ada, tetapi tidak tersedia karena kurangnya prioritas politik. Selalu lebih mudah berinvestasi dalam perang daripada dalam perdamaian,” ujarnya.

Presiden Brasil itu juga memperingatkan meningkatnya risiko bencana nuklir di tengah ketegangan geopolitik global.
Ia menyoroti kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan lembaga internasional seperti Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), yang menurutnya dapat merusak kredibilitas organisasi yang sangat penting bagi perdamaian dunia.

“Seperti yang terjadi di masa lalu dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, instrumentalisasi pekerjaan Badan Tenaga Atom Internasional membahayakan reputasi organisasi. Ketakutan akan bencana nuklir telah kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dalam bagian lain pidatonya, Presiden Lula menegaskan posisi Brasil yang konsisten menolak kekerasan bersenjata dan konflik, termasuk yang terjadi di Jalur Gaza, Ukraina, dan Haiti.

Ia menolak segala bentuk ideologi kebencian yang mengatasnamakan agama atau kebangsaan tertentu. Sebagai bentuk konkret komitmen terhadap perdamaian, Presiden Lula menyebut inisiatif “Kelompok Sahabat Perdamaian” yang diprakarsai oleh Brasil dan China.

Kelompok ini bertujuan menjembatani dialog dan mencari jalan keluar damai dari berbagai konflik, dengan melibatkan negara-negara dari belahan bumi selatan sebagai bagian dari solusi global.

“Kelompok ini bekerja untuk mengidentifikasi kemungkinan jalan mengakhiri permusuhan, melalui pendekatan yang adil, damai, dan menghormati kedaulatan,” kata Presiden Brasil. (ANT/KN)