Beranda blog Halaman 376

UI Peringatkan Calon Mahasiswa Waspadai Oknum Pemeras Jalur Simak

0

JAKARTA – Universitas Indonesia (UI) mengimbau kepada peserta untuk mewaspadai adanya oknum yang melakukan pemerasan kepada calon mahasiswa baru (camaba) dalam proses penerimaan jalur mandiri Seleksi Masuk Universitas Indonesia (Simak UI).

“Tidak ada pengaturan khusus bagi pihak tertentu dalam proses penerimaan mahasiswa baru di UI. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan UI yang bisa mengatur proses tersebut, itu dipastikan tidak benar adanya,” tegas Direktur Humas Media Pemerintah dan Internasional UI Arie Afriansyah melalui keterangan di Jakarta, Sabtu (12/7/2025).

Arie mengungkapkan terdapat upaya oknum yang memeras dan mengancam para peserta yang diterima dalam proses Simak UI Sarjana dan Vokasi.

Ia membeberkan oknum tersebut memeras peserta yang mengunggah bukti penerimaan mereka di media sosial, dengan mengatakan dirinya yang memilih peserta tersebut karena mengenal orang dalam.

“Sebaiknya jangan ada yang meladeni permintaan semacam itu, itu hanya pemerasan,” ujarnya.

Arie menambahkan, UI mendorong semua pihak yang mendapatkan tekanan atau ancaman pemerasan untuk melapor pada pihak kepolisian.

“Biar aparat penegak hukum yang menyelesaikan persoalan ini,” katanya menekankan.

Arie juga mengungkapkan pihak Direktorat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UI sudah mendeteksi perilaku curang dari peserta Simak UI, baik melalui joki ataupun penggunaan kecerdasan buatan (AI). Beberapa modus yang terungkap di antaranya membuka aplikasi lain atau berbicara saat ujian.

“Mereka yang terbukti melakukan tindak kecurangan, langsung kita gugurkan,” tuturnya.

Diketahui, sebanyak 23.876 orang pendaftar ikut serta dalam tes Simak UI tahun ini. Dalam pengumuman yang diumumkan pada 8 Juli lalu, sebanyak 2.370 calon mahasiswa baru dinyatakan berhasil lolos dalam tes penerimaan. (ANT/KN)

Tak Lolos Sekolah Negeri, Anak Dimarahi Orangtua: Potret Buram Sistem Pendidikan Kita

Semalam, Jumat (11/7), Direktur Radar Balikpapan Andrie Aprianto mengirim sebuah video ke ruang redaksi. Seorang ibu marah besar ke anak perempuannya. Alasannya sederhana: si anak gagal masuk sekolah negeri. Videonya viral. Anak disalahkan karena nilai tak cukup. Ibunya kecewa, harapannya untuk menyekolahkan anak secara gratis pupus.

Ramai-ramai publik ikut menilai. Ada yang bela si anak, ada yang maklum pada si ibu, tapi banyak juga yang geram pada sistem pendidikan kita.

Komentar di akun Instagram @radarbalikpapan dan @media_kaltim menggambarkan itu semua:
“Mamaknya tantrum… gede jadi anak yang sukses ya dek.”
“Ini cermin sistem yang gagal. Masuk sekolah kok ribet.”
“Ibu itu harusnya sadar, bukan nilai yang salah, tapi sistemnya.”

Masalahnya bukan si anak tak mampu. Tapi sistemnya yang memang tak sanggup menampung semua. Kuota sekolah negeri terbatas. Yang kalah seleksi, harus masuk swasta. Dan ini jadi beban berat bagi keluarga yang pas-pasan.

Tangkapan layar seorang anak yang tengah dimarahi oleh orang tuanya (Ist)

Untung Pemkot Balikpapan tak tinggal diam. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3AKB) serta Dinas Pendidikan Kota Balikpapan langsung turun. Mereka kunjungi rumah anak itu di Kilometer 6,5 Balikpapan. Edukasi orangtua. Lakukan asesmen keluarga. Lalu arahkan si anak ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), alternatif pendidikan formal yang setara sekolah umum.

“Kami ingin pastikan anak ini tetap sekolah. Ia semangat, tapi ekonomi keluarganya berat,” kata Heria Prisni, Kadis DP3AKB. “Kami tak mau ada anak tertinggal sekolah hanya karena masalah uang,” tambah Kadisdikbud, Irfan Taufik.

Langkah ini patut diapresiasi. Tapi tetap saja, ini bukan jawaban jangka panjang. SKB hanya solusi alternatif, bukan solusi utama.

Mari tengok Jawa Barat. Gubernurnya, Dedi Mulyadi, saat dihadapkan dengan gelombang pendaftar sekolah negeri, memilih kebijakan darurat: menambah kapasitas kelas jadi maksimal 50 siswa sementara waktu. Niatnya satu: jangan ada anak yang tidak dapat tempat. “Langkah sementara, sampai ruang kelas baru selesai dibangun awal 2026,” katanya.

Kebijakan itu menuai kritik. Tapi pesan moralnya kuat: pemerintah hadir. Anak-anak tak boleh dikorbankan hanya karena sistemnya kaku.

Balikpapan dan daerah lain perlu belajar dari sini. Tambah rombel kalau perlu. Evaluasi ulang sistem zonasi. Bangun ruang kelas baru. Jangan biarkan pendidikan jadi ajang rebutan.

Karena setiap anak yang gagal masuk sekolah negeri, bukan aib keluarga. Itu tanda ada yang keliru dalam perencanaan kita.

Dan yang lebih penting: hentikan menyalahkan anak-anak. Mereka bukan gagal. Kitalah yang lalai.

Oleh Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Rapi Kelola Arsip, Kukar Targetkan Setengah OPD Serahkan Arsip Inaktif

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat tata kelola kearsipan. Hari ini, Jumat (11/7/2025) sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dijadwalkan menyerahkan arsip inaktif ke Lembaga Kearsipan Daerah (LKD).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kukar, Rinda Desianti, menjelaskan arsip inaktif adalah dokumen yang intensitas penggunaannya sudah menurun. Setelah diserahkan, arsip ini akan dinilai, disusutkan, hingga dimusnahkan sesuai Jadwal Retensi Arsip (JRA), minimal 10 tahun.

“Ini bagian dari upaya penertiban. Kita ingin pengelolaan arsip di setiap OPD makin baik dan tertib,” ujarnya.

Menurut Rinda, dari 59 OPD yang ada, ditargetkan lebih dari separuh sudah melakukan penyerahan arsip inaktif pada 2025. Tak hanya OPD, desa dan kelurahan juga didorong ikut serta.

“Arsip itu diciptakan setiap hari. Mulai dari surat menyurat, laporan, rapat hingga RKA. Semuanya harus dikelola secara periodik,” jelasnya.

Sistem pengarsipan awal dilakukan di masing-masing OPD melalui unit record center. Kemudian, arsip inaktif diserahkan ke LKD di Bukit Biru. Untuk arsip penting seperti yang bersifat vital dan statis, penyimpanannya dilakukan di depo arsip khusus di Anung Adewah.

Kukar sendiri dikenal sebagai daerah dengan pengelolaan arsip terbaik. Bahkan, baru-baru ini meraih juara satu dari 10 kabupaten/kota dalam lomba kearsipan tingkat provinsi.

Menariknya, tahun ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kukar juga fokus membenahi arsip-arsip era pandemi COVID-19. Menurut Rinda, seluruh dokumen terkait pandemi secara otomatis dikategorikan sebagai arsip statis karena memiliki nilai sejarah luar biasa.

“COVID adalah peristiwa global. Dokumen-dokumennya menjadi bukti sejarah yang harus dilestarikan. Sekarang sedang kami rapikan, ada 12 OPD yang terlibat, termasuk rumah sakit,” ungkapnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Pulau Kumala Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Kelas Atas, Dilengkapi Lapangan Golf

TENGGARONG – Wacana pengembangan Pulau Kumala sebagai kawasan wisata premium, mulai dilirik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Pulau legendaris yang seperti membelah terletak di tengah Sungai Mahakam ini, disebut bakal dikembangkan sebagai salah satu daya tarik utama sektor pariwisata Kukar, terutama jelang aktifnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Arianto, mengatakan gagasan ini merupakan pemikiran awal dari bupati Kukar, dalam rangka menyambut peluang ekonomi dari kehadiran IKN.

“Salah satu misi Kukar Idaman Terbaik memang menekankan pengembangan sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif. Pulau Kumala punya potensi besar, tapi selama ini belum dimaksimalkan,” ungkap Arianto, Jumat (11/7/2025).

Menurutnya, ketika IKN mulai beroperasi aktif pada 2026–2028, akan ada lonjakan kunjungan dari kalangan menengah ke atas baik untuk bisnis maupun wisata. “Biasanya mereka punya hobi tertentu, seperti golf atau aktivitas relaksasi. Ini bisa jadi peluang bagi Kukar untuk menyediakan fasilitas wisata yang sesuai,” tambahnya.

Bupati Kukar pun sempat menggagas agar Pulau Kumala dikaji sebagai lokasi pengembangan wisata kelas atas. Misalnya, dengan membangun lapangan golf dan fasilitas eksklusif lainnya. Namun, Arianto menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini harus tetap inklusif. Tak hanya untuk kalangan atas, Pulau Kumala juga harus menyediakan fasilitas rekreasi untuk masyarakat umum.

“Kami ingin ada zona untuk semua. Misalnya, klaster golf untuk wisatawan premium, dan zona waterboom, taman bermain, hingga wahana hiburan untuk masyarakat luas,” jelasnya.

Ia menyebut, konsep zonasi ini akan membuat Pulau Kumala hidup sebagai destinasi wisata yang menyatukan dua segmen sekaligus, tanpa saling tumpang tindih. Pulau Kumala sendiri saat ini masih dalam tahap pemeliharaan dasar dan pemanfaatan terbatas. Kajian mendalam akan dilakukan jika wacana ini mulai diformalkan sebagai program prioritas.

“Ini masih dalam tahap wacana dan telaah awal. Tapi sangat mungkin direalisasikan karena Kukar punya potensi dan momentum besar menyambut IKN,” tegasnya. (Adv)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Bupati Berau: SIGAP Dorong Pemerintah Kampung Lebih Mandiri dan Profesional

BERAU – Melalui program Strategi Intervensi Gerakan Akselerasi Pembangunan (SIGAP), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus meningkatkan kemandirian dan profesionalitas pemerintah kampung.

Program ini tak hanya berperan sebagai pendamping teknis, tapi juga sebagai penggerak perubahan dalam tata kelola pemerintahan kampung, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa SIGAP tidak hanya hadir untuk membantu, tetapi juga untuk membentuk fondasi pemerintahan kampung yang kuat, transparan, dan berkelanjutan.

“Program ini menjadi jalan pembuka bagi kampung-kampung untuk lebih mandiri dalam mengelola pemerintahan. Mereka tidak hanya dibantu, tapi juga dididik dan diarahkan untuk membangun sistem sendiri,” ujarnya, Jum’at (11/7/2025).

Menurutnya, SIGAP menjadi solusi atas berbagai persoalan yang sering dihadapi pemerintah kampung, seperti pelaporan keuangan yang tidak tertib, perencanaan kegiatan yang tidak tepat sasaran, serta lemahnya koordinasi antar perangkat.

Tak hanya fokus pada pengawasan, SIGAP juga memberi ruang inovasi bagi kampung-kampung untuk menyusun program kerja yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Melalui pendampingan ini, kampung diajak berpikir strategis, tidak sekadar menjalankan anggaran, tapi juga merancang kegiatan yang memberikan dampak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sri menyebutkan bahwa SIGAP merupakan satu dari 18 program unggulan yang menjadi prioritas dalam masa kepemimpinannya. Karena itu, dukungan lintas perangkat daerah terus diperkuat untuk memastikan keberlanjutan program ini di seluruh wilayah Berau.

“SIGAP akan terus disinergikan dengan pelatihan aparatur kampung, peningkatan layanan publik, dan tata kelola keuangan berbasis digital,” tambahnya.

Dampak nyata program ini, kata dia, sudah mulai terlihat. Kampung-kampung yang sebelumnya mengalami kebingungan dalam mengelola dana desa kini mulai menunjukkan kemajuan dari sisi administrasi, pelaporan, hingga kepercayaan masyarakat.

“Harapan saya, seluruh kepala kampung tidak hanya melihat SIGAP sebagai kewajiban, tapi sebagai peluang untuk mengubah kampung menjadi lebih maju dan profesional,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Dana Parpol di Kukar Naik Dua Kali Lipat, PDIP Terima Bantuan Terbesar

TENGGARONG – Kabar gembira datang bagi Partai Politik (Parpol) di Kutai Kartanegara (Kukar). Tahun ini, nilai bantuan keuangan parpol naik signifikan, dari semula Rp 3.800 menjadi Rp 8.000 per suara sah. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti, menyebut usulan kenaikan ini telah diajukan sejak tahun lalu ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).

“Alhamdulillah, usulan penyesuaian disetujui. Tahun ini bantuannya resmi naik dan proses pencairan sudah berjalan,” ungkap Rinda, Jumat (11/7/2025).

Kenaikan ini menjadi angin segar, mengingat nilainya tidak pernah berubah selama lebih dari satu dekade. Dana tersebut bersumber dari APBD dan hanya diberikan kepada parpol yang memiliki kursi di DPRD. Untuk periode 2024–2029, tercatat hanya 7 partai politik yang berhak menerima dana hibah ini, berkurang dari 10 partai pada periode sebelumnya.

Perhitungan jumlah bantuan dilakukan berdasarkan suara sah hasil rekapitulasi resmi KPU Kukar, yang ditetapkan lewat pleno penetapan suara dan kursi. Dari hasil pemilu legislatif terakhir, PDIP menjadi penerima dana bantuan terbanyak, dengan nilai Rp 1,16 miliar setelah meraih 145.613 suara dan 16 kursi DPRD Kukar.

Di posisi kedua, Partai Golkar menerima Rp 600,8 juta dari 75.106 suara. Disusul Partai Gerindra yang mendapat Rp 479,5 juta dari 59.949 suara sah. PKB memperoleh Rp 239,7 juta, Partai NasDem Rp 270,7 juta, PAN Rp 293,8 juta, dan PKS sebesar Rp 152,5 juta.

Secara keseluruhan, total suara sah dari ketujuh parpol tersebut mencapai 400.288 suara. Dengan nilai bantuan Rp 8.000 per suara, total alokasi dana hibah tahun ini menembus angka Rp 3,2 miliar.

“Dana ini ditujukan untuk mendukung operasional partai, pendidikan politik bagi kader maupun masyarakat, serta memperkuat fungsi kelembagaan,” tambah Rinda.

Ia juga mengingatkan, partai yang tak mendapat kursi otomatis tidak berhak menerima bantuan. Karena syarat utama penerima adalah keterwakilan di parlemen. Dengan nilai bantuan yang kini lebih proporsional, Kesbangpol Kukar berharap parpol makin aktif menjalankan fungsi politik secara sehat, transparan, dan mendidik. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Warga Loa Janan Ulu Hidup dalam Kecemasan Tiap Musim Hujan, Pemerintah Bergerak Cari Solusi Banjir

TENGGARONG – Hujan deras kini tak lagi hanya membawa air, tapi juga kecemasan mendalam bagi warga Desa Loa Janan Ulu dan Purwajaya. Dua wilayah yang terletak di hilir Sungai Loa Janan itu, kerap menjadi langganan banjir. Bahkan dalam dua pekan pada Mei 2025 lalu, air bah datang dua kali dan merendam rumah serta infrastruktur warga.

Situasi ini memaksa Pemerintah Kecamatan Loa Janan untuk tidak tinggal diam. Camat Loa Janan, Heri Rusnadi, menyebut pihaknya bersama instansi teknis terus berupaya mencari jalan keluar dari bencana yang sudah menjadi momok tahunan itu.

“Loa Janan Ulu ini berada di hilir, jadi kalau aliran air tak lancar, dampaknya ke sini. Banjir besar terjadi pada 12-13 Mei, lalu kembali datang di tanggal 27. Ini tentu bukan hal sepele. Kami sedang fokus mencari solusi agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ucap Heri, Kamis (10/7/2025).

Lebih dari sekadar wacana, langkah konkret mulai disusun. Heri menyebutkan, pihaknya bersama stakeholder terkait telah menyepakati matriks rencana penanganan banjir, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang. Proses identifikasi lahan dan sosialisasi ke masyarakat menjadi tahap awal yang kini sedang dijalankan.

Kerja sama lintas wilayah juga menjadi perhatian serius. Mengingat aliran sungai yang melintasi dua daerah Kukar dan Kota Samarinda, koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Pemerintah Provinsi terus dilakukan agar upaya normalisasi bisa berjalan efektif.

“Yang penting sekarang adalah semua pihak sudah mulai bergerak. Ini bukan hanya masalah Loa Janan, tapi masalah bersama,” ujarnya.

Tak hanya soal banjir, Camat Heri juga menyampaikan kondisi rawan longsor di KM 28 yang masih dalam tahap penanganan. Jalan darurat tengah dibangun oleh Balai Jalan, namun penyebab longsor masih dikaji lebih lanjut.

“Isu ganti rugi masih menggantung karena belum ada kepastian penyebab pastinya. Ada yang menduga akibat tambang, tapi hasil geolistrik juga menunjukkan ada lapisan batuan lemah di bawahnya. Jadi kami masih menunggu hasil kajian lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Loa Janan Ulu, Supariyo, tak bisa menyembunyikan kelegaan atas perhatian yang kini mulai diberikan. Ia menyampaikan bahwa normalisasi Sungai Loa Janan sudah lama menjadi harapan masyarakat.

“Sudah dari awal kami berharap sungai ini dinormalisasi. Itu langkah paling penting agar desa kami tak terus-menerus dilanda banjir,” ujarnya dengan penuh harap. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Bupati Berau Turun Langsung Bersihkan Tepian dan Sungai: Laksanakan Tiap Bulan, Jadikan Kegiatan Wajib

BERAU – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar aksi bersih-bersih sampah di kawasan Tepian Segah dan sekitarnya, Jumat (11/7/2025).

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama Wakil Bupati Berau, Gamalis, sejumlah pejabat pemerintah daerah, petugas kebersihan DLHK Berau, dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Berau, turut bergotong royong membersihkan kawasan tepian hingga sampah yang menggenang di area sungai.

Bupati Sri, menyampaikan bahwa momentum ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kesadaran dan semangat seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama dalam tata kelola sampah.

“Semoga semuanya terdorong untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah di Kabupaten Berau,” ujarnya.

Mengusung tema “Atasi Polusi Plastik”, HPSN tahun ini dianggap sangat relevan dengan tantangan lingkungan yang dihadapi Berau saat ini. Untuk itu, pemilihan lokasi aksi bersih di kawasan Tepian Segah yang juga menjadi pusat aktivitas ratusan pelaku UMKM diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan asri.

“Lingkungan kita harus bersih agar semua sehat, sehingga semua pihak, bukan hanya petugas kebersihan saja tetapi juga masyarakat, RT, lurah dan Pokdarwis pun juga harus turun ke bawah,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan hal yang mudah dilakukan, namun memberikan manfaat besar kepada masyarakat maupun Kabupaten Berau.

“Hal-hal seperti ini kecil, tetapi sangat besar manfaatnya. Sekali lagi saya bukan pencitraan, ini bentuk edukasi ke masyarakat agar masyarakat kita mempunyai kebiasaan hidup bersih, tidak buang sampah sembarangan,” tegasnya.

Kegiatan ini, lanjut Bupati Sri, akan dilaksanakan setiap bulan, dan harus menjadi agenda wajib bagi masyarakat maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Ada maupun tidak ada bupati ini harus menjadi agenda wajib bagi masyarakat untuk melakukan bersih-bersih di area tepian dan sungai. DLHK, Diskoperindag, Disbudpar, harus memantau fasilitas-fasilitas yang harus diperbaiki seperti lampu dan sebagainya,” pintanya.

Lebih lanjut, Bupati Sri berharap aksi bersih-bersih ini dapat menjadi langkah awal bagi terbangunnya komitmen dan kolaborasi antar berbagai pihak untuk peduli dan terlibat langsung dalam menangani permasalahan sampah di Bumi Batiwakkal.

“Saya juga berterima kasih kepada komunitas, relawan lingkungan, kelompok swadaya masyarakat, serta pengurus bank sampah yang telah berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan secara sukarela,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Kemdiktisaintek Cairkan Tunjangan Kinerja Dosen ASN

0

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meminta dosen untuk tetap produktif setelah cairnya dana tunjangan kinerja (tukin) untuk dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk PTN Satker, PTN BLU belum remunerasi, dan dosen ASN LLDikti.

“Tunjangan kinerja ini adalah bentuk nyata penghargaan negara terhadap peran sentral dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto melalui keterangan di Jakarta, Jumat (11/7/2025).

Mendiktisaintek menekankan pencairan tukin merupakan bagian dari reformasi birokrasi dalam rangka meningkatkan motivasi dan profesionalisme dosen dan pegawai di lingkungan Kemdiktisaintek.

Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Togar M. Simatupang menekankan tata kelola administratif ditegaskan berjalan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Tunjangan Kinerja yang telah diundangkan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto pada 27 Maret 2025.

“Kemdiktisaintek memastikan seluruh proses penyaluran tukin dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai Perpres, Permen, dan Kepsesjen mengenai tukin,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi memaparkan tujuan kebijakan pemberian tukin, yakni untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja dosen, meningkatkan profesionalisme dan budaya kerja berorientasi capaian, meningkatkan kesejahteraan dosen, serta mendukung reformasi birokrasi dan pencapaian kinerja institusi.

“Mekanisme baru pemberian tukin dosen akan mulai berlaku, dan untuk bisa diimplementasikan dengan tepat sasaran di masing-masing perguruan tinggi dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti),” lanjutnya.

Untuk mempercepat implementasi pencairan tukin, Kemdiktisaintek bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), serta terus melaksanakan dialog dengan pemangku kepentingan untuk menyempurnakan sistem kinerja dosen ke depan.

Kemdiktisaintek berharap kebijakan ini dapat memacu semangat para dosen untuk produktif dan berkontribusi lebih besar dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, demi kemajuan Indonesia.

Diketahui, ASN di bawah Kemdiktisaintek yang akan mendapatkan pencairan tukin berjumlah 31.066 orang, meliputi dosen Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) Non-remunerasi, dosen PTN Satuan Kerja (Satker), dan dosen di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

Pencairan tukin periode Januari-Juni 2025 ditambah tukin ke-13 dilaksanakan pada mulai 8 Juli 2025. Dosen yang belum menyelesaikan proses klaim tukin sampai dengan perpanjangan waktu 7 Juli 2025 akan diproses pada periode berikutnya, yakni awal Agustus 2025.

Untuk selanjutnya, pembayaran tukin dosen akan dibayarkan setiap bulan. Tukin ke-14 akan dibayarkan bersamaan dengan tukin bulan Desember. (ANT/KN)

Polda Metro Dalami Kematian Staf Kemlu, Fokus Pada Bukti Forensik dan Digital

0

JAKARTA – Polda Metro Jaya bakal bergerak cepat dan menargetkan penyelidikan kasus tewasnya diplomat muda sekaligus staf Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan dapat selesai dalam waktu seminggu.

“Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan. Insya Allah, mudah-mudahan seminggu lagi selesai ya,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/7/2025).

Karyoto menyebutkan ada sejumlah bukti yang perlu dipelajari oleh forensik, baik itu kamera pengawas (CCTV), hasil autopsi dan juga termasuk digital.

“Digital itu dari laptop dan lain-lain, nanti dari forensik barangkali membuka ponsel bisa di-trace, kemana, jam berapa, dia berhubungan dengan siapa,” katanya.

Saat dikonfirmasi apakah ada kekhususan dalam menangani kasus ini mengingat statusnya sebagai diplomat, Karyoto menyebutkan pihaknya telah banyak menangani kasus seperti ini.

“Hal yang kayak gini, kita sudah banyak pengalamannya di Polda Metro Jaya, banyak sekali pengalaman. Tapi yang jelas kita secara komprehensif, tidak satu (alat bukti) kemudian kita menyimpulkan, oh enggak. Semua biar kita pelajari dulu, setelah waktunya kita bisa membuat kesimpulan final,” jelasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya akhirnya menangani penyelidikan kasus kematian seorang diplomat muda sekaligus staf Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan.

“Untuk saat ini perkara penemuan jenazah di indekos Gondangdia ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata Kapolsek Menteng Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rezha Rahandi saat dikonfirmasi, Kamis (10/7).

Dia mengatakan, korban ditemukan tewas di sebuah indekos dengan kondisi kepala terlilit lakban.

“Korban ditemukan sekitar jam 08.30 WIB,” kata di Jakarta, Selasa (8/7).

Menurut dia, pada saat ditemukan, kondisi korban yang berinisial ADP dalam keadaan seluruh kepalanya terlilit lakban.
Korban sendiri lanjut Rezha ditemukan oleh penjaga kos yang berada di lokasi kejadian. (ANT/KN)