Beranda blog Halaman 375

Gua Binuang, Wisata Alam Menantang yang Menawarkan Keindahan

Minggu (13/7/2024). Setelah lebih dari dua tahun, akhirnya saya kembali berkesempatan untuk berkunjung kembali ke Gua Binuang di Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Padahal, semasa kuliah saya cukup sering berkunjung ke sana. Bisa dua kali atau lebih dalam setahun. Saya rutin ke sana karena tempat itu selalu digunakan sebagai tempat praktik caving (penelusuran gua), saat pendidikan dasar pencinta alam di kampus Unikarta.

Meski saya tidak selalu ikut penjelajahan di dalam gua, rasanya saya cukup familiar dengan kawasan tersebut. Hal itu disebabkan karena saya sering mendapat jatah memantau cuaca di luar gua. Tugas yang membosankan, tapi itu merupakan bagian dari prosedur keamanan untuk memastikan penjelajahan berlangsung aman. Mengingat Gua Binuang merupakan gua basah yang dialiri sungai bawah tanah.

Kunjungan saya kali ini juga tidak jauh-jauh dari kegiatan Mapala. Kebetulan hari ini Wamapala Unikarta menggelar kegiatan pembersihan sampah di dalam Gua Binuang. Saya melibatkan diri dalam kegiatan ini bermaksud untuk liburan sambil liputan di akhir pekan.

Dibanding dengan beberapa tahun lalu, akses menuju Desa Sanggulan jauh lebih baik karena ruas jalannya sudah disentuh semenisasi. Kini bisa ditempuh hanya dalam 45 menit dari Kota Tenggarong. Dulu sebelum jalannya disemen, perjalanan menuju Sanggulan terbilang merepotkan. Masih jelas dalam ingatan saya saat jalan yang dilalui adalah bekas jalan hauling perusahaan batu bara yang didominasi tanah merah. Berdebu saat kering dan berlumpur saat hujan.

Saya berangkat sekitar pukul 09.00 pagi, mulanya saya berpikir sudah cukup terlambat, ternyata saat saya tiba di lokasi, kegiatan tertunda. Pasalnya ada stasiun televisi lokal yang sedang taping di lokasi tersebut. Meski harus menunggu cukup lama, saya bersyukur, setidaknya saya tidak ketinggalan agenda.

“Kegiatan kalian habis ini ya, selesaikan rongrongan ini dulu,” sebut seorang senior yang juga merupakan pemandu wisata di Gua Binuang.

“Siap bang,” sahut saya sambil menjabat tangannya, seraya pamit untuk melanjutkan perjalanan ke bibir gua.

Perjalanan dari parkiran kendaraan menuju bibir gua terbilang cukup dekat, mungkin hanya sekitar 400 meter. Hanya saja jalannya menurun cukup curam, sangat menjengkelkan dan selalu saya keluhkan saat jalan pulang.

Di lokasi ini terdapat dua gua, hanya saja gua di bagian atas buntu dan tidak terlalu dalam, tapi diapit oleh tebing batuan yang curam. Tidak terlalu banyak ornamen di dalamnya, tapi saya masih ingat dulu masih ada ornamen gua yang masih tumbuh di sana. Sayangnya, sekarang sudah berhenti tumbuh, mungkin karena kerap disentuh oleh pengunjung.

Sementara itu, gua yang sering dijadikan tempat penelusuran ada di bagian bawah, jalan menurunnya lebih curam. Tapi semenjak dikembangkan menjadi destinasi wisata pada 2023 lalu, jalannya telah diperbaiki. Bahkan kini sudah ada gazebo dan toilet umum yang sempat mengejutkan saya. Karena terakhir kali saya ke sini belum ada fasilitas umum apa pun.

Mendekat ke Gua Binuang, bau yang menyerupai amonia menyengat. Itu adalah aroma kotoran kelelawar, teman-teman biasa menyebutnya “gua no”.

Di dekat gazebo suara tak asing memanggil saya, sekitar 30 meter dari gazebo ada area perkemahan. Peserta pembersihan gua telah berkumpul di sana, lengkap dengan tenda dan hammock yang sudah bergantungan karena mereka memang telah di lokasi sejak kemarin.

Barangkali mereka tidak percaya satu sama lain jika harus pergi sejak pagi dari rumah masing-masing, makanya agenda ditambah dengan sesi camping ceria.

Lokasi mereka camping persis didepan Gua Binuang memiliki mulut yang lebar. Seperti senyuman yang menyambut pengunjung yang datang. Suasana di luar gua sangat sejuk, dipayungi pepohonan tinggi menjulang dan dihiasi gemercik air serta suara burung yang menawarkan kesejukan.

Sejujurnya saya kurang familiar dengan nama Gua Binuang, karena kami biasa menyebutnya Gua Sanggulan seperti nama desa gua itu berada. Meski gua ini terlihat bersahabat dan menyenangkan dari luar, suasana berbeda akan dirasakan setiap pengunjung yang datang. Bau amonia yang menyengat dan kondisi gua yang basah menambah tegang perjalanan selama menyusuri gua.

Di bagian depan, pengunjung akan langsung disambut dengan ornamen besar yang menggantung di langit-langit gua. Seperti sebuah trailer film yang memberikan gambaran singkat bagaimana keindahan dunia di dalam gua yang sudah pasti tidak akan ditemui di luar.

Karena gua ini merupakan gua basah yang dialiri sungai bawah tanah, setiap penjelajah sudah pasti akan terendam air selama eksplorasi. Air yang dingin, bau amonia yang menyengat dan suasana yang semakin dalam semakin gelap membuat perjalanan makin menegangkan.

Sebagian pengunjung biasanya langsung menyerah di bagian awal, tapi mereka yang menyukai tantangan pasti akan dibuat semakin penasaran menyusuri tiap kelokannya.

Gua ini memiliki jalur pendek sekitar 300 meter. Tapi di dalamnya terdapat banyak percabangan yang menyerupai labirin bertingkat-tingkat. Panjang totalnya diperkirakan mencapai 2 kilometer.

Bahkan ada cerita warga setempat yang mengatakan bahwa ada petilasan di dalam. Tapi untuk sampai ke sana harus menyelam, sayangnya belum pernah ada yang sampai titik itu karena kurang peralatan.

Sembari menunggu giliran untuk berkegiatan, teman-teman menghabiskan waktu sambil berbincang di perkemahan. Kisah mereka didominasi perjalanan mereka saat mendaki Rante Mario bulan lalu.

Setelah sekitar 3 jam menunggu, akhirnya rombongan stasiun televisi keluar dari mulut gua. Dari jauh terdengar kisah mereka yang dibalut dengan decak kagum tanpa mempedulikan pakaian mereka yang basah total.

Di sisi lain peserta kegiatan mulai menyiapkan peralatan, mereka mulai mengecek pelampung, helm, dan juga senter. Karena kegiatan ini adalah penelusuran sekaligus pembersihan sampah, rombongan masuk dengan membawa trash bag untuk mengangkut sampah.

Tim dibagi menjadi dua, 9 orang melakukan penyusuran dan pembersihan dan sisanya di luar memantau cuaca sembari menyiapkan konsumsi. Karena tidak membawa pakaian ganti, saya kembali tidak ikut menelusuri gua dan hanya mengambil gambar untuk keperluan liputan.

Dalam kegiatan ini, kebetulan saya berjumpa dengan Kepala Desa (Kades) Sanggulan, Fahruddin di bibir gua. Tampak ia turut mengantarkan rombongan stasiun TV untuk typing. Saya berkesempatan untuk berbincang dengannya.

Kepada saya, ia mengisahkan bahwa wisata ini dimulai sejak 2023, dan kini terus dilakukan secara bertahap. “Gua Binuang ini sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi bukan milik desa secara langsung. Ini milik masyarakat, milik pihak pertama. Sekarang sudah kita kerjasamakan, dan pengelolaannya diserahkan ke Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),” ungkap Fahruddin.

Melalui anggaran desa, beragam perlengkapan penunjang wisata telah dihadirkan, seperti helm keselamatan, pelampung, senter, dan sepatu pelindung. Ini penting, mengingat adanya aliran sungai di dalam gua yang bisa mencapai kedalaman lebih dari dua meter. Tak hanya fasilitas fisik, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi prioritas. Fahruddin menegaskan pentingnya pelatihan bagi anggota Pokdarwis, mengingat medan gua cukup menantang.

“Pokdarwis memang perlu peningkatan kapasitas karena tempat ini cukup berbahaya untuk aktivitas seperti ini, jika tidak didukung pengetahuan dan SDM yang memadai. Kami butuh pelatihan-pelatihan, baik bekerja sama dengan dinas pariwisata maupun melalui anggaran dari APBD desa,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, ia juga turut mengapresiasi aksi pembersihan gua Binuang yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa pencinta alam. Fahruddin mengatakan bahwa komunitas pencinta alam memang sudah aktif berkegiatan di gua Binuang sejak lama, bahkan sebelum kawasan ini dibuka sebagai objek wisata.

“Kami sangat berterima kasih sekali kepada teman-teman Mahasiswa, khususnya Mapala yang telah membantu kami membersihkan gua ini,” tuturnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Mulai Dikenal Luas, Desa Sanggulan Siap Dorong Gua Binuang Jadi Destinasi Wisata Unggulan

TENGGARONG – Gua Binuang di Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kuar), mulai dilirik sebagai potensi wisata baru yang menjanjikan. Meski keberadaannya telah lama diketahui, pengelolaan secara serius baru dimulai sejak tahun 2023. Itupun atas inisiatif Kepala Desa (Kades) Sanggulan, Fahruddin.

“Gua Binuang ini sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi bukan milik desa secara langsung. Ini milik masyarakat, milik pihak pertama. Sekarang sudah kita kerjasamakan, dan pengelolaannya diserahkan ke Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),” ungkap Fahruddin.

Sejak pengelolaan dialihkan, sejumlah fasilitas mulai dilengkapi untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung. Seperti gazebo, pelampung, sepatu khusus, senter, serta WC umum. Bahkan tahun ini, desa menganggarkan pengadaan helm untuk mendukung aktivitas wisata di dalam gua.

Fahruddin menjelaskan bahwa setiap pengembangan dilakukan berdasarkan usulan dari pokdarwis melalui musrenbangdes. “Setiap tahun kami gelar musrenbang. Pokdarwis kami dorong agar aktif mengajukan kebutuhan. Kami siap mendukung selama memang dibutuhkan di lapangan,” jelasnya.

Meski dihadapkan pada kendala anggaran, komitmen Pemerintah Desa (Pemdes) Sanggulan sangat kuat untuk terus mengembangkan potensi wisata ini. Bahkan dalam jangka panjang, Fahruddin mengutarakan harapannya Gua Binuang bisa bersaing dalam ajang lomba desa wisata, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

“Kalau fasilitas sudah lengkap, kami ingin ikutkan Gua Binuang ke lomba desa wisata. Target awal di tingkat kabupaten dulu, nanti kita lihat bagaimana peluang ke tingkat provinsi atau bahkan nasional,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Lari Virtual, Gerakan Nyata: BUJURUN Kubar Tembus Long Iram Bawa Sembako

VIRTUAL RUN Media Kaltim 2025 membawa banyak cerita dari berbagai daerah. Tapi ada satu yang paling membekas: langkah-langkah nyata dari Tering ke Long Iram, Kutai Barat (Kubar).

Di sana, Komunitas BUJURUN Kubar memilih untuk tidak hanya menyetor hasil lari lewat aplikasi. Mereka memilih turun langsung ke jalan—berlari, berbagi, dan bergerak.

Adalah Muhammad Daud, Ketua Komunitas BUJURUN. Seorang polisi aktif, yang juga rekan seangkatan saya di S2 Hukum Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Ia memimpin langsung persiapan sejak Jumat malam (11/7). Bertempat di rumahnya di Melak Ulu, Daud dan 26 anggota komunitasnya membahas teknis rute, logistik, hingga agenda sosial setelah lari.

Minggu pagi (13/7) hari ini, mereka berangkat dari Melak menuju Tering, menempuh dua jam perjalanan darat. Dari sana, mereka mulai berlari sejauh 5 kilometer menuju Long Iram.

Dari beberapa potongan video dan foto yang dikirim Kepala Biro Media Kaltim Kubar, Taufiq Hartommy alias Ichal, terlihat iring-iringan mobil pick-up mengangkut pelari dan bantuan sembako. Para pelari mengenakan jersey biru bertuliskan “Run Time”—sama dengan ratusan peserta lain di Kaltim dan sejumlah daerah.

Komunitas BUJURUN Kubar bersatu dalam semangat lari dan berbagi di momen HUT ke-5 Media Kaltim.
Semangat para pelari Kubar Runners usai menuntaskan rute Virtual Run menuju Long Iram.

Sebagian besar peserta telah menerima distribusi paket jersey melalui jaringan biro Media Kaltim di seluruh kabupaten/kota.

Di Long Iram, mereka tidak hanya menyelesaikan rute, tapi juga menyerahkan 45 paket bantuan sembako kepada warga terdampak kebakaran dan ikut gotong royong di lokasi.

Apa yang dilakukan BUJURUN juga dirasakan pelari lain di berbagai penjuru. Sejak 1 Juli, peserta telah mulai menyetorkan hasil lari mereka. Dari trotoar Samarinda, gang kecil di Babulu, jalan poros Anggana, hingga jalur nasional di Sepaku. Tak ada panggung, tak ada pengibaran bendera start. Tapi semua bergerak. Dari Bandung, Kupang, Malang, Serang, Balangan hingga Jepara. Semua menyatu dalam semangat yang sama.

Lebih dari 300 peserta terdaftar resmi. Mayoritas memilih jarak 5K. Tak ada podium. Tak ada lomba siapa tercepat. Yang dihargai adalah komitmen. Lari di waktu luang, dengan rute masing-masing, lalu menyetorkan hasil. Yang penting: bergerak dan menuntaskan.

Peserta Virtual Run melintasi gerbang Kampung Tering Lama Ulu.
Komunitas Kubar Runners memimpin start lari dari Tering Lama Ulu.
Rombongan pelari BUJURUN Kubar bersiap menuju titik start Virtual Run di Long Iram.

Saya atas nama manajemen Media Kaltim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Kami ikut bersama dalam semangat ini. Bersama para pelari, para relawan, dan semua yang telah menjadikan virtual run ini bukan sekadar simbolik.

Terima kasih telah menyambut ulang tahun Media Kaltim ke-5 yang jatuh pada 14 Juli besok dengan langkah yang nyata. Dan khusus untuk BUJURUN Kubar, kalian membuktikan bahwa olahraga bisa jadi alat untuk berbagi dan hadir langsung di tengah masyarakat.

Virtual run ini bukan soal kecepatan, tapi soal komitmen. Siapa yang mau bergerak dan menuntaskan, itulah yang memberi arti. Dari Samarinda ke Long Iram, dari layar ke jalan. Semua langkah punya makna.

Langkah-langkah ini bukan sekadar olahraga. Tapi tanda bahwa solidaritas bisa menempuh jarak sejauh apa pun, asal niatnya nyata. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Media Tak Selalu Soal Rupiah: Kolaborasi Kawal KKN Mahasiswa Unmul

SELASA (8/7) lalu, saya dihubungi Kiswanto, Ph.D., Ketua Pusat Pengabdian kepada Masyarakat – Kuliah Kerja Nyata (P2M-KKN) Universitas Mulawarman. Ia mengirim surat resmi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), lembaga yang menangani pelaksanaan KKN. Dalam surat itu, Media Kaltim ditawarkan sebagai salah satu media partner untuk kegiatan KKN Angkatan 51 Tahun 2025. Surat serupa juga dikirim ke sejumlah pimpinan media di Kaltim.

Tak lama setelah itu, Ari Wibowo ikut menghubungi saya. Ia mantan Humas Unmul, kini juga terlibat dalam pelaksanaan KKN. Ari sudah lama saya kenal. Beberapa kerja sama Media Kaltim dengan Unmul sebelumnya juga lewat dia. Komunikasinya selalu mudah, koordinasi lancar.

Begitu juga dengan Kiswanto. Kami satu angkatan di Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unmul. Sama-sama aktif di Silva Mulawarman—senat mahasiswa di lingkungan Fahutan Unmul. Bedanya, Kiswanto memilih jalur akademik. Kini ia dosen, dan dipercaya memimpin ribuan mahasiswa turun ke desa-desa dalam program KKN.

Saya tak pikir panjang. Tawaran itu langsung saya iyakan. Bukan karena pertemanan, tapi karena sejak awal Media Kaltim selalu terbuka mendukung kegiatan mahasiswa. Apalagi dari kampus yang membentuk saya.

Tak ada hitung-hitungan bisnis. Tak ada proposal anggaran. Cukup nama dan logo Media Kaltim ditaruh di setiap materi publikasi, selebihnya kami bantu peliputannya. Tidak semua kerja media harus berujung pada rupiah. Apalagi ini soal pengabdian.

Sabtu (12/7), ada undangan untuk menghadiri acara pelepasan mahasiswa KKN di Halaman GOR 27 September Unmul. Saya tak bisa hadir. Masih di Bontang, dan ada urusan lain. Tapi saya utus dua wartawan kami: Khoirul Umam dan Muhammad Nuzul Saputra.

Ternyata, panitia menyiapkan penghargaan khusus untuk media partner. Sertifikat diserahkan langsung oleh Rektor Unmul, Abdunnur, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Puguh Harjanto, dan diterima Khoirul Umam di atas panggung. Momen ini sederhana, tapi membanggakan.

Selain Media Kaltim, RRI dan TVRI juga menerima penghargaan serupa. Artinya, media diakui sebagai bagian penting dalam mengawal jalannya pengabdian kampus ke masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor Unmul menyampaikan bahwa KKN bukan semata program akademik, tapi juga bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa para peserta membawa nama baik kampus ke tengah masyarakat. “Mahasiswa harus menjaga etika, semangat, dan sikap profesional selama di lapangan,” katanya.

Tahun ini, Unmul melepas 3.427 mahasiswa ke 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Sekitar 80 persen peserta adalah perempuan. Mereka akan berada di lapangan selama 46 hari, menyatu dengan masyarakat desa. Temanya: Sinergitas Kampus Berdampak Membangun Kemandirian Desa Menuju Indonesia Emas.

Dukungan juga datang dari Pemprov Kaltim. Gubernur Kaltim, melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Puguh Harjito, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam memperkuat kelembagaan desa, mendampingi masyarakat adat, serta mendorong kemandirian ekonomi lokal.

Kiswanto, dalam sesi terpisah, mengatakan KKN tak boleh lagi hanya soal cat gapura atau pasang plang jalan. Mahasiswa harus turun dengan program yang konkret dan berdampak. Bantu kelola dana desa, dorong partisipasi warga, kuatkan layanan dasar.

Ia juga berharap Media Kaltim ikut menyebarkan kerja-kerja mahasiswa di lapangan. Bukan hanya seremonial. Dan kami siap. Media Kaltim akan kawal sampai tuntas.

Bagi kami, ini bukan sekadar liputan. Ini soal komitmen. Pengabdian yang jujur dan sederhana pantas diberi ruang. Pantas diberitakan. Mahasiswa juga harus tahu, ada media yang siap menjadi penyambung suara mereka.

Selamat mengabdi di desa. Bawa ilmu, bawa etika, bawa semangat. Kami di belakang kalian. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Timnas Indonesia Masuk Pot 3, Tantangan Berat di Kualifikasi Piala Dunia 2026

0

KUALA LUMPUR – Tim nasional Indonesia resmi berada di pot 3 untuk pengundian pertandingan putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (17/7/2025).

Dalam rilis resmi AFC yang dikutip Sabtu, Indonesia berada di pot 3 bersama Oman. Irak dan Uni Emirat Arab, yang finis di posisi ketiga pada putaran ketiga babak kualifikasi, menghuni pot 2, sementara Arab Saudi dan Qatar yang menjadi tuan rumah berada di pot 1.

“Undian ini akan membagi tim menjadi dua grup yang masing-masing terdiri dari tiga tim, dengan hanya pemenang yang akan memastikan lolos ke ajang global tahun depan. Setiap grup akan dimainkan dalam format kompetisi penuh di satu tempat terpusat, Asosiasi Sepak Bola Qatar dan Federasi Sepak Bola Arab Saudi telah dikonfirmasi sebagai tuan rumah pada bulan lalu,” sebut AFC dalam laman resminya.

Dari enam tim ini, Indonesia menjadi tim terbawah dalam peringkat dunia baru FIFA yang dirilis kemarin Kamis. Indonesia menempati posisi 118, dan menjadi satu-satunya tim putaran keempat yang berada di luar 100 besar.

Tim terdekat dari Indonesia adalah Oman, dengan ranking 79 dunia, dan akan menjalani Piala Dunia pertama jika lolos ke turnamen yang pada tahun depan dimainkan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tersebut.

Indonesia, Irak, Uni Emirat Arab, dan Qatar masing-masing berambisi lolos untuk kedua kalinya, sementara Arab Saudi berharap dapat kembali berpartisipasi untuk edisi ketujuh mereka.

Putaran keempat dimainkan pada 8, 11, dan 14 Oktober 2025. Sebanyak enam tim dibagi menjadi dua grup, yang masing-masing berisikan tiga tim.

Nantinya, hanya juara grup yang lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, sementara masing-masing peringkat kedua atau runner-up akan melaju ke putaran kelima untuk diadu dalam dua leg dan pemenangnya akan melawan tim dari konfederasi lain.

Berikut pembagian pot undian putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026:
Pot 1: Qatar (peringkat dunia 53 FIFA), Arab Saudi (58)
Pot 2: Irak (59), Uni Emirat Arab (66)
Pot 3: Oman (79), Indonesia (118). (ANT/KN)

KPK Soroti RUU KUHAP, Dinilai Tak Sinkron dengan UU KPK

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai ada ketidaksinkronan antara Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) dengan UU KPK.

Oleh sebab itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan bahwa lembaga antirasuah tersebut sempat menggelar diskusi kelompok terpumpun (FGD).

“Benar, pada Kamis (10/7), KPK menggelar FGD dengan para ahli hukum untuk membahas terkait implikasi rancangan KUHAP, yang di mana beberapa pasalnya tidak sinkron dengan tugas dan kewenangan KPK yang telah diatur dalam UU,” ujar Budi saat dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Jumat (11/7/2025).

Lebih lanjut Budi menjelaskan bahwa UU yang dimaksud adalah UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, dia mengatakan bahwa para ahli hukum dalam FGD tersebut mendukung penuh adanya pengaturan lex specialis dalam RUU KUHAP terkait penegakan hukum tindak pidana korupsi sebagaimana yang dilakukan KPK selama ini.

“Yang mana korupsi dipandang sebagai extraordinary crime, dan juga menjadi lex specialis dalam KUHP. Terlebih, kewenangan KPK dalam penyelidikan, penyidikan, penuntutan juga telah disahkan oleh Mahkamah Konstitusi,” katanya.
Saat ini RUU KUHAP sedang dibahas oleh Komisi III DPR RI sebagai RUU prioritas 2025 dalam program legislasi nasional.

Komisi III DPR RI mengaku telah selesai menempuh tahapan pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU KUHAP yang berjumlah 1.676 poin pada Kamis (10/7/2025).

Kemudian tahapan revisi sudah masuk untuk dibahas Tim Perumus dan Tim Sinkronisasi guna memproses sejumlah perubahan yang telah dibahas dalam tahap sebelumnya oleh DPR dan Pemerintah. (ANT/KN)

Hidayat Nur Wahid Minta Persiapan Sekolah Rakyat Dimatangkan

0

PADANG – Anggota Komisi VIII DPR RI yang salah satunya membidangi Kementerian Sosial Hidayat Nur Wahid menegaskan pentingnya pematangan persiapan Sekolah Rakyat sebelum diluncurkan secara serentak pada 14 Juli 2025.

“Ini merupakan program yang sangat baik dan sangat penting sehingga perlu disiapkan dengan baik,” kata anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid saat melakukan kunjungan kerja ke Padang, Sumatera Barat, Sabtu (12/7/2025).

Ketua MPR RI periode Ke-11 tersebut menekankan beberapa hal pentingnya yang perlu dimatangkan sebelum program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu diimplementasikan kepada anak didik. Baik itu terkait kurikulum, penerimaan siswa dan siswi hingga sarana dan prasarana dan lain sebagainya.

Berdasarkan laporan Menteri Sosial Saifullah Yusuf kepada Komisi VIII, semua persiapan dan pematangan Sekolah Rakyat telah dilakukan dengan melibatkan beragam lembaga terkait di antaranya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama.

“Saya berharap program ini diseriusi dan kerja sama yang maksimal antara Kementerian Sosial dengan kepala daerah di daerah juga harus terus dijaga,” harap Wakil Ketua MPR RI tersebut.

Menurutnya, gagasan Sekolah Rakyat yang digaungkan kepala negara merupakan langkah positif dalam mengatasi kesenjangan pendidikan di Tanah Air.

Program ini diyakini dapat memutus rantai kemiskinan dengan membekali pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat sejak dini.

“Kami sangat mengapresiasi program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo untuk memutus lingkaran setan kemiskinan dan keterbelakangan,” kata dia.

Terpisah, Dinas Sosial Sumbar Syaifullah menyebutkan sebanyak tiga Sekolah Rakyat di provinsi itu akan beroperasi pada 14 Juli 2025. Ketiganya berada di Balai Besar Pendidikan Dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) di Kota Padang, dan di Kabupaten Solok untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Sementara, satu Sekolah Rakyat lainnya tingkat sekolah menengah atas (SMA) berada di Universitas Negeri Padang.

“Tiga Sekolah Rakyat ini siap memulai proses belajar mengajar pada 14 Juli 2025,” ujar dia. (ANT/KN)

DPR RI Desak Kemensos Coret Penerima Bansos yang Main Judi Online

0

PADANG – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan pemerintah terutama Kementerian Sosial (Kemensos) harus bersikap tegas dengan mengganti penerima bantuan sosial (bansos) yang terbukti menyalahgunakan bantuan itu untuk keperluan judi online atau judol.

“Kalau sudah diingatkan tapi tidak berubah juga maka penerima bantuan tadi diganti saja dengan orang yang lebih berhak,” kata Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid di Kota Padang, Sumatera Barat.

Hal tersebut disampaikan Hidayat Nur Wahid yang turut menyoroti temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait 571.410 nomor induk kependudukan (NIK), yang terdaftar sebagai penerima bansos, terlibat menjadi pemain judol sepanjang tahun 2024.

Merujuk data PPATK Total deposit judi online dari 571.410 NIK penerima bantuan sosial selama 2024 mencapai Rp957 miliar dengan 7,5 juta kali transaksi. Temuan ini menjadi evaluasi besar terhadap penerima bansos yang secara jelas menyalahgunakan bantuan.

Seiring dengan temuan itu, PPATK telah diajak kerja sama oleh Kementerian Sosial untuk memastikan bantuan sosial tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Hasil analisis rekening penerima bansos dari PPATK akan digunakan sebagai pedoman untuk memastikan tepat sasaran, di tengah banyaknya rekening penerima bantuan yang disinyalir dormant atau tidak melakukan transaksi apapun, kecuali menerima transfer.

Menurut Hidayat yang juga anggota Komisi VII yang bermitra dengan Kementerian Sosial, pemerintah harus tegas kepada penerima bansos yang secara jelas menyalahgunakan bantuan negara. Sehingga pengalihan bantuan dinilai sebuah solusi tepat terhadap pelaku judol.

Komisi VIII bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya juga sudah bertemu dan membahas temuan PPATK dan bersepakat melakukan koreksi serius terhadap penerima bansos yang menyalahgunakan bantuan pemerintah.

“Jadi intinya kalau mereka tidak bisa diperbaiki dan menjadi pecandu judol tentu artinya bansos ini tidak berguna sehingga perlu ada sanksi yang lebih tegas,” kata Hidayat Nur Wahid. (ANT/KN)

Mentan Temukan 5 Jenis Pupuk Palsu, Potensi Rugikan Petani Rp3,2 Triliun

0

MAKASSAR – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pihaknya menemukan lima jenis pupuk palsu yang beredar di pasaran, sehingga menyebabkan potensi kerugian petani mencapai Rp3,2 triliun secara nasional.

Amran menyebut pupuk palsu tersebut sangat merugikan petani, karena sebagian besar menggunakan dana pinjaman program kredit usaha rakyat (KUR), sehingga jika gagal panen, maka mereka bisa bangkrut akibat ulah pelaku kejahatan pupuk tersebut.

“Bayangkan, kalau pupuknya palsu, itu kerugian petani, baru kita temukan di lima (jenis) pupuk palsu (potensi kerugian petani) Rp3,2 triliun. Tapi, ini bukan Rp3,2 triliunnya, petaninya langsung bangkrut, ini pinjaman, pinjaman KUR,” kata Mentan di Makassar, Sabtu (12/7/2025).

Meskipun belum menjelaskan secara rinci lokasi dan jenis pupuk yang ditemukan, Mentan menegaskan akan menindak tegas pelaku pemalsuan sesuai aturan hukum yang berlaku dan tidak memberi toleransi.

Ia menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang tega menipu petani dengan menjual pupuk palsu, menyebut tindakan itu tidak etis dan harus segera dibersihkan dari sektor pertanian Indonesia.

Selama memimpin Kementerian Pertanian, Amran menegaskan fokus utamanya adalah memajukan sektor pertanian agar petani semakin sejahtera dan tidak terus-menerus menjadi korban permainan tidak bertanggung jawab.

“Ini tegak, ini kita harus bereskan. Selama kami di pertanian, kami fokus, kami betul-betul ingin pertanian Indonesia berjaya,” ucap Mentan.

Amran juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang ingin ketahanan pangan nasional terus diperkuat lewat swasembada pangan.

“Kami ingin Indonesia menjadi lumbung pangan dunia seperti perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” ucap Mentan. (ANT/KN)

Harga Emas Antam Naik Rp13.000, Kini Jadi Rp1.919.000 per Gram

0

JAKARTA – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Sabtu, mengalami kenaikan Rp13.000 dari semula Rp1.906.000 menjadi Rp1.919.000 per gram.
Harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik ke Rp1.763.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Sabtu:

– Harga emas 0,5 gram: Rp1.009.500.
– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.919.000.
– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.778.000.
– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.642.000.
– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.370.000.
– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.685.000.
– ⁠Harga emas 25 gram: Rp46.587.000.
– ⁠Harga emas 50 gram: Rp93.095.000.
– ⁠Harga emas 100 gram: Rp186.112.000.
– ⁠Harga emas 250 gram: Rp465.015.000.
– ⁠Harga emas 500 gram: Rp929.820.000.
– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.859.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.
Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ANT/KN)