TENGGARONG – Wacana pengembangan Pulau Kumala sebagai kawasan wisata premium, mulai dilirik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Pulau legendaris yang seperti membelah terletak di tengah Sungai Mahakam ini, disebut bakal dikembangkan sebagai salah satu daya tarik utama sektor pariwisata Kukar, terutama jelang aktifnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Arianto, mengatakan gagasan ini merupakan pemikiran awal dari bupati Kukar, dalam rangka menyambut peluang ekonomi dari kehadiran IKN.
“Salah satu misi Kukar Idaman Terbaik memang menekankan pengembangan sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif. Pulau Kumala punya potensi besar, tapi selama ini belum dimaksimalkan,” ungkap Arianto, Jumat (11/7/2025).
Menurutnya, ketika IKN mulai beroperasi aktif pada 2026–2028, akan ada lonjakan kunjungan dari kalangan menengah ke atas baik untuk bisnis maupun wisata. “Biasanya mereka punya hobi tertentu, seperti golf atau aktivitas relaksasi. Ini bisa jadi peluang bagi Kukar untuk menyediakan fasilitas wisata yang sesuai,” tambahnya.
Bupati Kukar pun sempat menggagas agar Pulau Kumala dikaji sebagai lokasi pengembangan wisata kelas atas. Misalnya, dengan membangun lapangan golf dan fasilitas eksklusif lainnya. Namun, Arianto menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini harus tetap inklusif. Tak hanya untuk kalangan atas, Pulau Kumala juga harus menyediakan fasilitas rekreasi untuk masyarakat umum.
“Kami ingin ada zona untuk semua. Misalnya, klaster golf untuk wisatawan premium, dan zona waterboom, taman bermain, hingga wahana hiburan untuk masyarakat luas,” jelasnya.
Ia menyebut, konsep zonasi ini akan membuat Pulau Kumala hidup sebagai destinasi wisata yang menyatukan dua segmen sekaligus, tanpa saling tumpang tindih. Pulau Kumala sendiri saat ini masih dalam tahap pemeliharaan dasar dan pemanfaatan terbatas. Kajian mendalam akan dilakukan jika wacana ini mulai diformalkan sebagai program prioritas.
“Ini masih dalam tahap wacana dan telaah awal. Tapi sangat mungkin direalisasikan karena Kukar punya potensi dan momentum besar menyambut IKN,” tegasnya. (Adv)
Penulis: Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i


