Beranda blog Halaman 368

Desa Sumber Sari Jadi Primadona Baru Wisata Kukar, Loa Kulu Genjot Pelestarian Budaya dan Situs Sejarah

TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal. Ini sebagai strategi meningkatkan ekonomi desa. Salah satu kawasan yang kini mencuri perhatian adalah Desa Sumber Sari. Dengan puncak dan embungnya yang kian ramai dikunjungi warga.

Camat Loa Kulu, Ardiansyah, menyebut kawasan tersebut kini menjadi destinasi favorit masyarakat lokal. Daya tariknya kian meningkat berkat hadirnya landmark tulisan “Kukar”, yang menjadi ikon baru kebanggaan warga.

“Puncak dan embung di Desa Sumber Sari kini jadi salah satu destinasi unggulan. Ikon ‘Kukar’ di sana juga menambah daya tarik wisata,” ujar Ardiansyah, Jumat (18/7/2025).

Pengembangan potensi wisata tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemkab Kukar. Pemerintah kecamatan pun aktif mendorong peningkatan kapasitas SDM desa, agar pengelolaan pariwisata bisa dilakukan secara mandiri dan profesional.

Tak hanya wisata alam, Loa Kulu juga menaruh perhatian pada pelestarian situs sejarah. Salah satu yang jadi fokus adalah Tugu Pembantaian di Desa Loh Sumber, yang kini sudah memiliki akses jalan yang lebih baik berkat program semenisasi.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan, Ardiansyah mengungkapkan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025 akan digelar di kawasan Tugu Pembantaian.

“Nilai-nilai sejarah seperti ini harus dijaga dan diwariskan. Kami dorong desa untuk merawat dan memanfaatkan situs sejarah sebagai sarana edukasi dan penguatan identitas lokal,” tegasnya.

Untuk memperkuat program ini, Kecamatan Loa Kulu menggandeng Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Kukar agar pengembangan sektor pariwisata dan budaya selaras dengan program kabupaten.

Ardiansyah juga mengimbau seluruh desa aktif mengalokasikan Dana Desa untuk program kebudayaan dan ekonomi kreatif. Salah satunya Desa Jembayan Tengah yang kini telah ditetapkan sebagai desa budaya.

“Kami terus fasilitasi desa-desa agar kearifan lokal tetap hidup dan berdaya. Ini adalah bagian dari strategi besar membangun desa lewat pariwisata dan pelestarian budaya,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Tingkatkan Rasa Aman Warga, Kecamatan Tenggarong Genjot Pemasangan 500 Titik Lampu Jalan

TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus berkomitmen meningkatkan kenyamanan dan rasa aman masyarakat. Salah satunya melalui program pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Tahun 2025 ini, sebanyak 500 titik LPJU direncanakan terpasang secara bertahap di berbagai kelurahan dan desa.

Camat Tenggarong, Sukono, menjelaskan bahwa pemasangan dilakukan secara bertahap. Karena menyesuaikan dengan ketersediaan waktu dan tenaga teknis di lapangan.

“Namanya pemasangan itu kan butuh proses. Dalam sehari paling bisa lima sampai sepuluh titik. Tapi Insya Allah progresnya jalan terus,” ujar Sukono, Jumat (18/7/2025).

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus adalah Rapak Lambur, yang hingga kini masih minim penerangan. Sehingga rawan menimbulkan rasa was-was saat malam hari.

“Contohnya Rapak Lambur, tadi saya lihat memang gelap. Mudah-mudahan bisa segera kami tindak lanjuti,” katanya.

Program LPJU ini sejalan dengan upaya Pemkab Kukar dalam memperluas akses penerangan, hingga ke kampung-kampung. Selain LPJU konvensional, Pemkab Kukar juga mendorong penggunaan Lampu Bertenaga Surya (LBC) di kawasan yang belum teraliri listrik PLN.

Meski tingkat kriminalitas di Kecamatan Tenggarong relatif rendah, Sukono menekankan pentingnya penerangan di titik-titik yang masih gelap dan sepi. Sebagai bentuk antisipasi dan peningkatan rasa aman warga.

“Daerah rawan bukan berarti rawan kejahatan, tapi lebih ke lokasi yang sepi dan gelap. Penerangan jalan bisa mengurangi rasa takut dan memberi rasa aman,” jelasnya.

Dengan terus bertambahnya jumlah lampu jalan, Kecamatan Tenggarong berharap program ini bisa menyentuh seluruh wilayah, termasuk pemukiman padat maupun jalan alternatif yang selama ini luput dari perhatian.

“Kami ingin semua wilayah merasakan manfaatnya secara merata, tidak hanya di pusat kota,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Tak Ada Pemaksaan Relokasi, Pemerintah Fasilitasi Warga Rempang yang Bersedia

0

JAKARTA – Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman, menegaskan bahwa kementeriannya tidak terlibat dalam tindakan penggusuran terhadap warga Rempang, Batam, dalam proses relokasi yang sedang berlangsung. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar bersama Komnas HAM dan sejumlah kementerian serta BP Batam, Kamis (17/7/2025).

“Saya menggaransi tidak ada satu pun pegawai Kementerian Transmigrasi yang melakukan penggusuran atau semacamnya. Kalau ada, saya akan mengambil tindakan tegas. Tapi saya pastikan, tidak ada pelaku penggusuran dari kementerian kami,” ujar Sulaiman.

Ia menegaskan program relokasi yang tengah disiapkan sepenuhnya bersifat sukarela, hanya diperuntukkan bagi warga yang memang bersedia pindah ke kawasan transmigrasi. Hingga kini, menurutnya, terdapat 436 kepala keluarga yang telah menyatakan kesediaan untuk direlokasi.

“Kami berkoordinasi erat dengan BP Batam. Yang kami siapkan adalah rumah dan fasilitas dasar untuk warga yang bersedia masuk kawasan transmigrasi. Ini bukan proyek pemaksaan atau pembangunan kawasan mahal yang lalu memaksa orang untuk tinggal di sana,” lanjutnya.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai nasib warga yang tidak bersedia pindah, Sulaiman menyampaikan bahwa hal itu berada di luar kewenangan Kementerian Transmigrasi dan menjadi domain Pemerintah Kota Batam. Meski begitu, ia mengaku telah mengusulkan solusi berupa penilaian masyarakat hukum adat.

“Kalau memang mereka merupakan bagian dari masyarakat adat, kami mengusulkan agar dilakukan penilaian masyarakat hukum adat. Ada mekanismenya, seperti pengakuan tanah ulayat atau hak komunal, yang bisa disampaikan kepada pemerintah kota,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan berbasis hak asasi manusia harus menjadi prinsip utama dalam penanganan kasus Rempang, termasuk menghormati identitas budaya dan mata pencaharian warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Pemerasan RPTKA di Kemenaker, Kerugian Capai Rp53,7 Miliar

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat orang tersangka kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing atau RPTKA di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Setelah adanya kecukupan bukti pada proses penyidikan, hari ini KPK melakukan penahanan terhadap empat dari total delapan tersangka yang telah ditetapkan pada 5 Juni 2025 lalu,” ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Setyo mengungkapkan empat tersangka yang ditahan berinisial SH, HY, WP, dan DA.
Empat tersangka tersebut adalah mantan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker Suhartono (SH), mantan Dirjen Binapenta dan PKK Kemenaker Haryanto (HY), mantan Direktur Pengendalian Penggunaan TKA Kemenaker Wisnu Pramono (WP), dan mantan Direktur PPTKA Kemenaker Devi Anggraeni (DA).

“KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap empat tersangka untuk 20 hari pertama, yakni terhitung sejak tanggal 17 Juli hingga 5 Agustus 2025. Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Cabang Gedung Merah Putih KPK,” katanya.

Setyo mengatakan para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 B jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, pada 5 Juni 2025, KPK mengungkapkan identitas delapan orang tersangka kasus pemerasan dalam pengurusan RPTKA di Kemenaker, yakni aparatur sipil negara (ASN) di Kemenaker bernama Suhartono, Haryanto, Wisnu Pramono, Devi Anggraeni, Gatot Widiartono, Putri Citra Wahyoe, Jamal Shodiqin, dan Alfa Eshad.

Menurut KPK, para tersangka dalam kurun waktu 2019–2024 telah mengumpulkan sekitar Rp53,7 miliar dari pemerasan pengurusan RPTKA.

KPK menjelaskan bahwa RPTKA merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh tenaga kerja asing agar dapat bekerja di Indonesia.

Apabila RPTKA tidak diterbitkan Kemenaker, penerbitan izin kerja dan izin tinggal akan terhambat sehingga para tenaga kerja asing akan dikenai denda sebesar Rp1 juta per hari. Dengan begitu, pemohon RPTKA terpaksa memberikan uang kepada tersangka.

Selain itu, KPK mengungkapkan bahwa kasus pemerasan pengurusan RPTKA tersebut diduga terjadi sejak era Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada periode 2009–2014, yang kemudian dilanjutkan Hanif Dhakiri pada 2014–2019, dan Ida Fauziyah pada 2019–2024. (ANT/KN)

Mentrans Siapkan 1.000 Transmigran ke Jepang, Fokus Sektor Pertanian

0

JAKARTA – Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pihaknya menyiapkan program pengiriman 1.000 transmigran ke Jepang untuk bekerja di sektor pertanian melalui skema kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

Dia mengatakan program itu merupakan hasil koordinasi aktif antara Kementerian Transmigrasi dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran secara berkelanjutan.

“Ini berita baik juga untuk masyarakat, saya juga sedang berkoordinasi cukup efektif dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding,” kata Mentrans ditemui seusai Pencanangan Survei Penilaian Integritas KPK 2025 Pembangunan Zona Integritas Kementerian Transmigrasi di Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Dijelaskan transmigran akan mendapat pelatihan intensif, termasuk penguasaan bahasa Jepang, sebagai bagian dari pemberdayaan sebelum diberangkatkan ke Jepang untuk masa kerja selama tiga tahun penuh.

Kementerian Transmigrasi juga telah menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Jepang untuk memastikan kesiapan penempatan transmigran sesuai kebutuhan dan regulasi ketenagakerjaan negara tujuan.

“Kami juga sudah kontak dengan kedutaan besar Jepang, kami akan mengirimkan transmigran-transmigran tersebut untuk bekerja di Jepang selama tiga tahun,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan pelaksanaan program itu dimulai tahun ini karena alokasi anggaran sudah tersedia, dengan pelatihan dipusatkan di empat balai pelatihan milik Kementerian Transmigrasi. Kendati demikian, dia tidak menyebutkan jumlah alokasi anggaran dari program itu.

“Untuk target yang visibel paling awal (untuk dikirim) sekitar 1.000 (transmigran), nanti kami akan lihat kapasitas masing-masing balai, karena kami memiliki empat balai pelatihan, kalau bisa lebih dari itu nanti akan kita sampaikan dan laporkan,” tuturnya.

Program pengiriman itu dilakukan secara serentak, dengan kategori pekerjaan yang difokuskan pada sektor pertanian yang dinilai menjanjikan dan mampu memberikan penghasilan sekitar Rp20 juta per bulan.

Mentrans menjelaskan jika investasi pelatihan yang dilakukan kepada transmigran sebesar Rp150 miliar untuk 1.000 orang, maka diproyeksikan akan menghasilkan devisa hingga Rp1,5 triliun, menciptakan rasio manfaat 10 kali lipat dari nilai awal.

“Itu kami harapkan nanti mereka bukan hanya mendapatkan penghasilan yang lebih baik, tapi juga transfer knowledge dan teknologi untuk nanti dibawa kembali ke kawasan transmigrasi,” jelasnya.

Menurutnya, swasembada bukan hanya terkait pangan, tetapi juga mencakup pembangunan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing secara global dan membawa manfaat bagi kawasan transmigrasi di Indonesia.

“Swasembada bukan hanya pangan tapi SDM unggul,” kata Mentrans. (ANT/KN)

Masyarakat Miskin yang Tercoret dari PBI JKN Bisa Ajukan Reaktivasi

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan masyarakat yang merasa masih layak menjadi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN), namun tercoret dari daftar penerima bantuan dapat mengajukan reaktivasi.

“Kalau ada yang masyarakat yang benar-benar dalam data tercoret tidak mendapatkan PBI padahal sebetulnya dia miskin. Itu bisa direaktivasi,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Dia mengatakan hal tersebut dalam acara Rembug Warga Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengentasan Kemiskinan di Ponpes Gedongan, Cirebon, Jawa Barat.

Pengajuan reaktivasi itu dapat dilakukan masyarakat dengan mendatangi Dinas Sosial setempat dengan membawa persyaratan yang dibutuhkan untuk dilakukan verifikasi.

Ia menjelaskan pengajuan reaktivasi PBI JKN tersebut sebagai upaya sinkronisasi data agar pemberian bantuan dari pemerintah tepat sasaran.

Dia mengatakan hak-hak masyarakat miskin untuk menerima bantuan dari pemerintah harus dipenuhi sesuai amanat undang-undang.

Oleh karena itu, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat berkoordinasi dengan kementerian/lembaga untuk memastikan hak masyarakat miskin menerima bantuan terpenuhi.

“Jadi yang merasa miskin memang layak dapat bantuan iuran BPJS Kesehatan. Itu bisa komplain. Nanti Dinas Sosial akan melakukan reaktivasi kalau memang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar proses reaktivasi berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron menjelaskan perubahan data PBI JKN yang terjadi sebagai dampak upaya pemerintah melakukan sinkronisasi data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sinkronisasi data itu menindaklanjuti amanat Presiden Prabowo Subianto melalui Inpres 4/2025 tentang DTSEN.

“Maka jika sakit tidak perlu khawatir. Langsung kita aktivasi,” ujar dia. (ANT/KN)

Kepala Bapanas: Beras Oplosan Tak Perlu Ditarik, Cukup Dijual Sesuai Kualitas

0

JAKARTA – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyarankan peritel untuk menjual dengan harga murah beras oplosan, alih-alih menariknya dari pasaran.

“Ngapain ditarik? Dijual murah saja,” kata Arief kepada wartawan, di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Dia menjelaskan, bila beras diketahui mengandung butir patahan (broken) lebih banyak dari yang seharusnya, maka peritel bisa menjual dengan harga sesuai patahan beras.

“Brokennya harusnya 15 persen, tapi misal brokennya 30 persen, jual saja senilai broken 30 persen,” katanya lagi.

Dengan cara itu, peritel bisa menghabiskan pasokan beras oplosan di pasar.

Kemudian, untuk beras di penggilingan, disarankan untuk ditinjau kembali pengaturan mesin penggiling guna memastikan sistemnya bekerja sesuai dengan yang diharapkan.

Arief pun menyebut pemerintah tidak akan mengeluarkan instruksi penarikan beras oplosan.

“Ngapain ditarik? Mending kasih ke masyarakat. Saran saya dihabiskan saja, dijual sesuai dengan spesifikasi berasnya. Kalau brokennya 40, jual seharga broken 40,” kata dia pula.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin menyebutkan, pihaknya belum akan menarik beras premium yang diduga telah dioplos dengan jenis medium di toko-toko ritel modern, selama tidak ada instruksi dari pihak berwenang.

Solihin, di Jakarta, Kamis, mengatakan asosiasi ritel telah bersepakat untuk meminta pertanggungjawaban dari produsen terkait dengan beras oplosan.

Menurut dia, yang tercantum dalam kontrak kerja antara toko ritel dan produsen adalah berupa pembelian beras premium.

Peraturan Badan Pangan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2023 telah mengatur persyaratan mutu beras.

Untuk derajat sosoh dan kadar air seluruh kategori, baik premium, medium, submedium, dan pecah, ditetapkan dengan ketentuan yang sama. Derajat sosoh yakni minimal 95 persen dan kadar air tidak melebihi 14 persen.

Sedangkan ketentuan butir menir, butir patah, butir beras lainnya, butir gabah, serta benda lainnya ditetapkan berbeda.

Untuk beras premium, kandungan butir menir maksimal 0,5 persen, dan butir patahnya tidak boleh lebih dari 15 persen. Komposisi butir lainnya dibatasi maksimal 1 persen, sementara butir gabah dan benda lain 0 persen.

Untuk beras medium, butir menir ditetapkan sebesar 2 persen dan patahan beras mencapai 25 persen. Total butir lainnya diperbolehkan hingga 4 persen, dengan kandungan butir gabah maksimal 1 persen dan benda lain 0,05 persen.

Untuk beras submedium, butir menir maksimal 4 persen, patahan beras 40 persen, butir beras lain maksimal 5 persen, butir gabah 2 persen, dan benda lain 0,05 persen.

Sedangkan untuk beras pecah, toleransi butir menir maksimal 5 persen, butir patah di atas 40 persen, butir beras lain 5 persen, butir gabah 3 persen, dan benda lain 0,05 persen. (ANT/KN)

Pendaki Asal Belanda yang Terjatuh di Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi dengan Helikopter

0

MATARAM – Seorang pendaki wanita berkebangsaan Belanda, Sarah Tamar van Hulten yang dilaporkan terjatuh di jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat berhasil di evakuasi dengan selamat menggunakan helikopter pada Kamis (17/7/2025).

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan pendaki asal Belanda yang terjatuh di Rinjani sudah berhasil di evakuasi menggunakan helikopter yang didatangkan dari Bali.

“Helikopter milik SGi Air Bali lepas landas dari Bali pada pukul 15:45 Wita. Tak lama berselang, pada pukul 16:41 Wita helikopter berhasil mendarat di lokasi kejadian dan segera dilakukan proses evakuasi korban,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Mataram, Kamis (17/7/2025).

“Pada pukul 16:52 Wita, helikopter kembali lepas landas dari Gunung Rinjani membawa korban beserta seorang pendamping menuju Rumah Sakit BIMC Kuta, Denpasar-Bali,” sambungnya.

Ia menjelaskan Kantor SAR Mataram menerima laporan ini dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) pada pukul 14:00 Wita.

“Tanpa menunda, kami langsung memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Kayangan berjumlah lima orang menggunakan truk personel lengkap dengan peralatan mountaineering, komunikasi, medis, dan pendukung lainnya,” terang Hariyadi.

Menyadari urgensi situasi, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak SGi Air Bali dan Kepala Kantor SAR Denpasar untuk pengerahan helikopter.

Sementara, Kepala Kantor SAR Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan pada pukul 17:29 Wita, helikopter mendarat di helipad SGi Air Bali dengan membawa total lima orang, terdiri atas dua kru helikopter, satu dokter, korban, dan satu pendamping korban.

“Korban berhasil dievakuasi dengan selamat, selanjutnya langsung dibawa menuju Rumah Sakit BIMC menggunakan ambulans milik klinik Nusa Medica untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” tandas I Nyoman Sidakarya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, yaitu Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), SGi Air Bali, Rumah Sakit BIMC, Klinik Nusa Medica, TNI, Polri, BPBD, Bali Air, Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Rinjani Squad, Damkar, Relawan Rinjani, porter, guide, dan unsur terkait lainnya. (ANT/KN)

Pelatih Timnas U-23 Gerald Vanenburg Tak Peduli Jumlah Suporter Saat Hadapi Filipina

0

JAKARTA – Pelatih timnas U-23 Indonesia Gerald Vanenburg mengaku tak peduli dengan jumlah suporter yang akan hadir pada pertandingan kedua Grup A Kejuaraan ASEAN U-23 2025 melawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (18/7) pukul 20.00 WIB.

Hal ini dikatakan Vanenburg setelah pada laga pertama melawan Brunei Darussalam di SUGBK, Selasa, hanya ada sekitar 2.000 penonton yang hadir dari kapasitas SUGBK yang bisa mencapai hampir 80.000 penonton.

“Tentu akan sangat menyenangkan dengan kehadiran suporter. Namun, tanpa suporter kita tetap harus bermain dan mencoba untuk menang,” kata Vanenburg saat ditemui awak media pada sesi latihan Garuda Muda di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Sebelumnya, sepinya penonton pada laga melawan Brunei juga mendapatkan sorotan dari Ketum PSSI Erick Thohir.

Setelah pertandingan yang dimenangkan dengan skor 8-0 itu, Erick mengatakan sepinya penonton ini mungkin saja karena suporter sudah memprediksi laga melawan Brunei akan berakhir dengan kemenangan.

Ia pun yakin suporter akan datang lebih banyak saat Indonesia melawan Filipina. “Saya yakin para penonton akan dukung Indonesia lawan Filipina. Apalagi kembali, ini kita kapan lagi kedatangan tim Malaysia, yang sudah lama kita tunggu-tunggu,” ujar dia.

Saat ini, Indonesia memimpin klasemen sementara Grup A dengan tiga poin, hanya unggul selisih gol atas Filipina di posisi kedua. Pemenang laga nanti akan berpeluang besar untuk lolos ke semifinal.

“Semoga saja akan banyak suporter (yang hadir), namun kita tetap harus memainkan permainan kita, itu yang terpenting,” kata Vanenburg yang merupakan legenda sepak bola Belanda tersebut. (ANT/KN)

Gubernur Harum dan Bupati Sri Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat di Berau

BERAU – Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program unggulan Presiden RI mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun Pemerintah Kabupaten Berau. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyatakan bahwa progres pelaksanaan program Sekolah Rakyat sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan dan positif. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mempercepat realisasi program tersebut di Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Berau.

“Ini adalah program unggulan Presiden. Tidak hanya makan bergizi gratis, tetapi juga sekolah rakyat. Ini wajib kita dorong bersama. Harapan kami, Kalimantan Timur bisa mendapat skala prioritas, karena kita tengah mengejar percepatan pembangunan Sekolah Rakyat ini,” tegasnya.

Dukungan serupa juga datang dari Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. Ia menyampaikan bahwa Pemkab Berau telah menunjukkan komitmennya terhadap program ini dengan menyediakan lahan seluas 5 hektare di Kecamatan Gunung Tabur. Lahan tersebut akan dipinjamkan kepada Kementerian Sosial sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

“Kami sangat mendukung program ini, terutama karena sasarannya adalah keluarga kurang mampu,” ujar Bupati Sri.

Ia menambahkan, tujuan utama dari pendirian Sekolah Rakyat adalah untuk memutus rantai kemiskinan di masyarakat, melalui penyediaan pendidikan yang layak dan terjangkau bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses layanan pendidikan.

“Dengan akses pendidikan gratis dan berkualitas, anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa meningkatkan kualitas hidup mereka dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (adv/srn/set)