Beranda blog Halaman 360

Pemerintah Pastikan PSU dan Pilkada Ulang 2025 Berjalan Aman dan Lancar

0

JAKARTA – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Lodewijk Freidrich memastikan pemungutan suara ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang di sejumlah daerah dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.

“Kesiapan penyelenggaraan PSU oleh pihak penyelenggara sudah sangat siap, dan kesiapan dari tempat pemungutan suara (TPS) sudah siap. Yang tidak kalah penting adalah masalah faktor keamanan,” kata Lodewijk saat ditemui di kantor Kemenko Polkam di Jakarta Pusat, Jumat (25/7/2025).

Lodewijk usai menggelar rapat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), TNI dan Polri mengatakan pihaknya akan menggelar PSU pada 6 Agustus 2025 di Provinsi Papua, Kabupaten Boven dan Kabupaten Barito Utara.

Sedangkan untuk pilkada ulang digelar di Kabupaten Bangka dan Pangkal Pinang 27 Agustus 2025.

Lodewijk mengaku pihaknya juga memastikan kebutuhan logistik pemilu telah terpenuhi dan pengamanan di beberapa tempat rawan konflik seperti Papua juga telah ditingkatkan.

Kini, para pasangan calon tengah memasuki masa kampanye dari 4 Juni sampai 2 Agustus.

“Insya Allah tanggal 3 sampai 5 Agustus adalah hari tenang. Kemudian, tanggal 6 Agustus adalah hari pencoblosan,” kata Lodewijk.

Lodewijk berharap gelaran pesta demokrasi susulan itu bisa berjalan dengan lancar, kondusif, jujur dan adil. (ANT/KN)

Wamenko Polhukam : WNI di Thailand dan Kamboja dalam Kondisi Aman

0

JAKARTA – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus memastikan warga negara Indonesia yang berada di Thailand dan Kamboja dalam kondisi aman.

“Sejauh ini aman, tidak ada masalah. Karena deputi politik luar negeri kita tetap monitor,” kata Lodewijk saat ditemui di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Jumat (25/7/2025).

Menurut Lodewijk, tidak ada WNI yang berada persis di lokasi konflik karena medan peperangan berada di wilayah perbatasan antara Thailand dan Kamboja.
Kawasan perbatasan itu merupakan wilayah hutan yang jauh dari permukiman ataupun pusat kota masing-masing negara.

Walau demikian, pihaknya melalui Kementerian Luar Negeri akan terus memantau situasi konflik untuk mencari tahu kemungkinan adanya WNI yang terjebak di sana.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phonm Penh mendapat konfirmasi dari Kamboja bahwa tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban konflik perbatasan antara Kamboja dan Thailand.

Konfirmasi tersebut diterima oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, saat menerima pengarahan langsung dari Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Kerja Sama Internasional Kamboja, Prak Sokhonn.

“Menlu Kamboja menyampaikan informasi adanya korban di wilayah Kamboja, tetapi belum dapat memberikan konfirmasi terkait jumlah orang yang meninggal, luka-luka, ataupun bangunan-bangunan yang rusak. Ditekankan bahwa tidak ada warga negara asing yang menjadi korban,” kata pernyataan KBRI Phnom Penh yang diterima di Jakarta, Jumat (25/7/2025).

KBRI Phnom Penh mencatat terdapat WNI yang menetap dan bekerja di O’Smach, ibu kota Provinsi Oddar Meanchey. Informasi ini didapatkan dari aduan yang diterima via Hotline KBRI Phnom Penh. Namun demikian, tidak diketahui jumlah pasti WNI di provinsi tersebut.

Sementara itu, tidak ada data mengenai keberadaan WNI di Provinsi Preah Vihear. Kedua provinsi yang berdekatan dengan zona konflik itu, berjarak lebih dari 6 jam jalan darat dari ibu kota Kamboja, Phnom Penh.

Lebih lanjut, KBRI menjelaskan bahwa pada pertemuan antara Menlu Kamboja dan korps diplomatik di Phnom Penh tersebut, Sokhonn menyampaikan kronologis eskalasi konflik semenjak pertama kali ketegangan terjadi akibat bentrok senjata yang menyebabkan seorang serdadu Kamboja meninggal pada 28 Mei.

Sokhonn turut menyampaikan komitmen Pemerintah Kamboja untuk mencari solusi damai — berdasarkan hukum internasional — dari permasalahan yang saat ini dihadapi dengan Thailand.

“Menlu Kamboja menjelaskan bahwa Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Manet, telah melayangkan surat kepada Presiden Dewan Keamanan PBB agar dilakukan pembahasan mengenai konflik yang berkembang dengan tujuan untuk mendorong kesepakatan gencatan senjata,” kata KBRI Phnom Penh.

Surat serupa juga disampaikan kepada PM Malaysia Anwar Ibrahim sebagai Ketua ASEAN, seraya menyampaikan apresiasi atas upaya PM Malaysia berkomunikasi langsung dengan kedua negara yang bertikai.

Di saat yang sama, Menlu Kamboja menyampaikan imbauan agar warga lokal dan asing tidak melakukan perjalanan ke daerah-daerah sekitar zona konflik di Provinsi Oddar Meanchey dan Provinsi Preah Vihear. (ANT/KN)

Timnas U-23 Indonesia Lolos ke Final AFF U-23 2025 Usai Singkirkan Thailand

0

JAKARTA – Timnas U-23 Indonesia maju ke final setelah menyingkirkan timnas U-23 Thailand lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 usai babak tambahan pada semifinal Kejuaraan ASEAN U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/7/2025).

Pada waktu normal, Thailand sempat unggul terlebih dahulu melalui Yotsakon Burapha, namun Indonesia dapat menyamakan kedudukan berkat gol Jens Raven, demikian catatan AFF.

Ketika babak adu penalti, Indonesia memastikan langkah mereka menuju partai final setelah menang dengan skor 7-6 atas Thailand.

Selanjutnya pada final, Indonesia akan menghadapi Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (29/7) pukul 20.00 WIB, sedangkan Thailand melakoni laga perebutan tempat ketiga kontra Filipina di tempat yang sama, Senin (28/7) pukul 20.00 WIB.

Secara statistik pada waktu normal ditambah babak tambahan, Indonesia unggul penguasaan bola dengan 71 persen, sedangkan Thailand lebih sering mengancam melalui 21 tendangan yang lima di antaranya tepat sasaran.

Pada babak pertama, Indonesia mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan sempat memberikan ancaman melalui tendangan Dony Tri Pamungkas yang masih menyamping dari gawang Thailand.

Thailand berbalik menciptakan peluang melalui sundulan yang dilepaskan oleh Pattarapon Suksakit, namun bola masih membentur mistar gawang Indonesia.

Sempat tertekan, Indonesia mampu menciptakan peluang emas melalui sundulan Jens Raven setelah menerima umpan silang dari Rahmat Arjuna, namun bola masih terkena tiang gawang.

Skuad asuhan Gerald Vanenburg kembali mendapatkan peluang emas untuk unggul terlebih dahulu, kali ini lewat tendangan Rahmat Arjuna, namun masih dapat dihalau kiper Thailand Sorawat Phosaman.

Memasuki babak kedua, Indonesia kembali mengambil inisiatif menyerang dan sempat melakukan upaya menekan melalui tendangan Robi Darwis yang masih mengarah tepat ke pelukan Phosaman.

Thailand mampu mencuri keunggulan terlebih dahulu pada menit 60 setelah memanfaatkan kesalahan lini tengah Indonesia melalui gol yang dicetak oleh Yotsakon Burapha sehingga skor berubah menjadi 1-0.

Tertinggal terlebih dahulu membuat Indonesia langsung tersengat dan memiliki peluang melalui tendangan Rayhan Hannan yang masih menyamping tipis dari gawang Thailand.

Kesalahan lini tengah Indonesia kembali menjadi ancaman ke gawang Indonesia, kali ini lewat tendangan Siraphop Wandee, beruntung dapat dihalau oleh Ardiansyah.

Indonesia terus menggempur lini pertahanan Thailand dan akhirnya membuahkan hasil pada menit 83 setelah umpan sepak pojok Rayhan Hannan dapat dikonversikan menjadi gol lewat sundulan Jens Raven sehingga skor kembali sama kuat 1-1.

Keberhasilan menyamakan kedudukan membuat Indonesia terus menggempur lini pertahanan Thailand, akan tetapi hingga waktu normal usai, skor 1-1 tetap bertahan sehingga laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Memasuki babak tambahan pertama, Indonesia kembali mengambil inisiatif menyerang, sementara Thailand mengandalkan serangan balik, namun tak ada gol tambahan yang tercipta.

Pada babak tambahan kedua, giliran Thailand yang mengambil inisiatif menyerang dan beberapa kali memberikan ancaman ke lini pertahanan Indonesia, namun dapat dibendung oleh Kadek Arel serta kolega.

Mendapatkan terus gempuran dari Thailand, Indonesia mampu bertahan sehingga pemenang pada pertandingan ini harus ditentukan oleh adu tendangan penalti.

Pada babak adu tendangan penalti, Indonesia mampu keluar sebagai pemenang setelah tujuh penendangnya mampu menjalankan tugasnya, berbanding enam penendang Thailand. (ANT/KN)

Ridwan Kamil Diduga Samarkan Kepemilikan Kendaraan dengan Nama Pegawai

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) menyamarkan kepemilikan kendaraan yang disita lembaga antirasuah itu dengan nama pegawainya.

“Kalau tidak salah itu ajudannya atau pegawainya gitu ya. Pegawainya. Beberapa itu (kendaraan, red) diatasnamakan di situ,” ujar Pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/7/2025).

Asep mengatakan bahwa KPK saat ini sedang mendalami hal tersebut sebelum memeriksa Ridwan Kamil.

“Kami ditanya, kenapa RK belum diperiksa? Ya, kami sedang mendalami itu (kepemilikan kendaraan Ridwan Kamil, red),” katanya.

Sebelumnya, KPK pada 10 Maret 2025 menggeledah rumah Ridwan Kamil terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) periode 2021–2023, dan menyita sejumlah kendaraan dari penggeledahan tersebut.

Sejak saat itu hingga Sabtu (26/7), tercatat sudah 138 hari Ridwan Kamil belum dipanggil KPK sebagai saksi kasus tersebut.

Sementara itu, penyidik KPK telah menetapkan lima orang tersangka kasus tersebut yang pada tahun perkara menjabat sebagai berikut, yakni Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB Widi Hartoto (WH).

Selain itu, Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri, Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik (SUH), dan Pengendali Agensi Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma (SJK).

Penyidik KPK memperkirakan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi di Bank BJB tersebut sekitar Rp222 miliar. (ANT/KN)

KPK Selidiki Dugaan Korupsi Kuota Haji Khusus di Seputar Mantan Menag

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait kuota haji khusus masih dilakukan di seputar mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

“Untuk kasus ini, kami baru menyelidiki di seputaran orang-orang ini (Yaqut Cholil Qoumas, red),” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/7).

Lebih lanjut, Asep menjelaskan penyelidikan dugaan korupsi kuota haji khusus dimulai dari penyedia jasa atau agensi umrah dan haji.

“Salah satunya kemarin diperiksa di sini, pemilik travel (agensi umrah dan haji), karena itu merupakan penerima akhir dari kuota haji sebelum masyarakat menggunakannya,” katanya.

Dia menjelaskan KPK menggali informasi secara berjenjang dalam penyelidikan kasus tersebut.

“Berjenjang dari penyelenggara atau dalam hal ini travel, kemudian penyelenggara haji di Kementerian Agama (Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag), dan lain-lain,” jelasnya.

Kemudian, kata dia, bila KPK mendapatkan informasi terkait Yaqut Cholil Qoumas, yang bersangkutan akan dimintai keterangan.

“Segera (dimintai keterangan, red.), setelah kami ada informasi terkait dengan yang bersangkutan, artinya informasi keterangan secara berjenjang,” katanya.

“Setelah sampai kepada pucuk pimpinan, nanti kami akan panggil tentunya,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa KPK menduga terjadinya tindak pidana korupsi terkait kuota haji khusus setelah Pemerintah Indonesia mendapatkan 20.000 kuota tambahan dari Pemerintah Arab Saudi.

Dalam Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, diatur kuota haji khusus sebesar delapan persen sedangkan 92 persen untuk kuota haji reguler.

Namun, kuota haji khusus dan reguler dari 20.000 kuota tambahan tersebut dibagi menjadi 50 persen atau sama rata.

“Seharusnya tidak dibagi 50:50. Jadi, ada keuntungan yang diambil dari yang khusus ini,” kata Asep.

Sebelumnya, pada 20 Juni 2025, KPK mengonfirmasi telah mengundang dan
memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi kuota haji khusus.

Setelah pernyataan pada tanggal tersebut, KPK sempat memanggil sejumlah pihak, seperti ustad Khalid Basalamah hingga Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah.

Pada kesempatan berbeda, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi terkait kuota haji khusus tidak hanya terjadi pada tahun 2024, tetapi juga tahun-tahun sebelumnya.

Untuk tahun 2024, Pansus Angket Haji DPR RI mengklaim menemukan sejumlah kejanggalan yang terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2024.

Titik poin utama yang disorot pansus adalah perihal pembagian kuota 50:50 pada alokasi 20.000 kuota tambahan yang diberikan Arab Saudi.

Saat itu, Kementerian Agama membagi kuota tambahan 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus. (ANT/KN)

113 Gempa Susulan Guncang Poso, Warga Diminta Waspada

0

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul terjadinya 113 aktivitas gempa bumi susulan usai gempa utama.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa aktivitas gempa susulan tersebut mayoritas berkekuatan ringan yang tercatat setidaknya sampai dengan Jumat (25/7) pukul 14.00 Wita.

Sebanyak 84 gempa susulan tercatat memiliki magnitudo di bawah 3,0, sementara 21 kejadian berada di rentang magnitudo 3,0 hingga 4,0. Delapan kejadian lainnya tercatat memiliki magnitudo lebih dari 4,0.

Gempa utama dan gempa susulan itu, kata dia, terjadi akibat aktivitas sesar aktif di wilayah Poso, dengan mekanisme pergerakan mendatar.

Getaran gempa bumi utama yang setelah dilakukan penyempurnaan data seismologis tercacat berkekuatan 5,7 magnitudo itu yang mengguncang wilayah Poso dan sekitarnya, Kamis (24/7) pukul 21.07 Wita.

Berdasarkan data BMKG menunjukkan bahwa wilayah tersebut memang termasuk salah satu kawasan dengan kompleksitas tektonik tinggi di Sulawesi Tengah.

Daryono menegaskan bahwa hingga kini belum ada potensi tsunami yang terdeteksi dari rangkaian gempa tersebut.

Kendati demikian masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BMKG mengkonfirmasi bahwa bersama dengan pemerintah daerah setempat mereka telah memetakan zona rawan, dan mempersiapkan langkah mitigasi awal termasuk skema evakuasi warga bila potensi kerawanan bencana meningkat.

Untuk memperkecil risiko, dia mengimbau warga yang tinggal di sekitar wilayah pusat gempa agar terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG, periksa kondisi bangunan tempat tinggal yang jika ada keretakan serius maka segera hindari penggunaan bangunan tersebut. (ANT/KN)

Pagi Bersama Monyet di BSD Bontang

PAGI INI, 26 Juli 2025, belum pukul delapan. Di atas atap rumah warga di Jalan Gunung Kawi, Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) Bontang, seekor monyet tampak melintas cepat. Ekornya panjang menjuntai, melompat dari ujung atap seng ke bagian beton rumah tetangga. Tak lama berselang, sekitar sepuluh ekor lainnya muncul di sisi rumah sebelah. Mereka duduk santai sambil mengudap sesuatu. Kemungkinan sisa buah dari tong sampah warga.

Seekor monyet lain terlihat melompat lincah dari kabel listrik ke tong sampah, lalu masuk ke dalamnya, mengaduk-aduk, mencari makanan. Sampah menjadi sarapan pagi. Ada juga yang duduk di atas genteng rumah, menggenggam buah yang entah diambil dari mana. Dua ekor tampak memeriksa tong sampah berwarna kuning dan biru di tepi jalan, sementara satu lainnya bergelantungan di pagar rumah warga.

Ini bukan kejadian satu-dua kali. Hampir setiap pagi. Mereka datang dari arah hutan mangrove yang berada di belakang Perumahan BSD, tepatnya berbatasan langsung dengan BSD Tahap VI.

Setiap kemunculan mereka selalu meninggalkan jejak: atap rumah kerap bocor, kabel terganggu, hingga tong sampah berhamburan. Bahkan, seorang tetangga pernah mendapati seekor monyet mati di halaman belakang rumahnya. Entah karena sakit atau akibat konflik antar sesama mereka.

– Monyet terlihat mengais isi tong sampah di depan rumah warga, mencari sisa makanan.

Saya tinggal di Jalan Gunung Kawi 3, lokasi yang juga menjadi kantor Media Kaltim. Di lingkungan ini, warga seperti Pak De Joko sudah terbiasa menyiapkan ketapel. Bukan untuk berburu, melainkan sebagai alat berjaga, mengusir kawanan monyet yang kian berani. Kadang mereka datang berombongan, belasan ekor. Ada pula yang menyelinap hingga ke dapur warga.

Persoalan ini pernah saya diskusikan bersama Ketua BKL BSD, Bapak Supriyadi dan Anggota DPRD Bontang, Bapak Saeful Rizal, yang kebetulan juga tinggal di BSD. Kami sepakat, ini bukan lagi sekadar gangguan harian, tapi sudah menjadi masalah tata ruang dan lingkungan yang memerlukan penanganan lintas sektor.

Kita tidak bisa semata-mata menyalahkan satwa. Mereka kehilangan ruang hidup. Mereka datang bukan untuk menyerang, melainkan untuk bertahan hidup. Kota tumbuh, hutan menyusut. Namun, di tengah ketimpangan itu, siapa yang sungguh-sungguh memikirkan transisi ruang bagi makhluk selain manusia?

Karena itu, sejumlah langkah perlu segera diambil. Pertama, zona penyangga antara permukiman dan hutan mangrove harus dibuat jelas. Pagar alami seperti semak berduri atau vegetasi padat bisa jadi pembatas efektif tanpa merusak ekosistem.

– Seekor monyet duduk di atap rumah sambil memakan buah, hasil rampasan dari sekitar permukiman.
– Seekor monyet melompat dari kabel listrik menuju tong sampah di halaman rumah warga.

Kedua, Dinas Lingkungan Hidup dan BKSDA perlu memetakan populasi monyet di kawasan BSD. Ini penting untuk mengetahui apakah mereka penghuni tetap atau migrasi karena habitatnya rusak.

Selanjutnya, pemerintah dapat menyediakan titik pakan di lokasi jauh dari permukiman untuk mengalihkan pergerakan mereka. Pemindahan hanya jadi opsi terakhir jika situasi tak terkendali.

Edukasi warga juga krusial. Mulai dari menjaga tong sampah tetap tertutup, tidak memberi makan sembarangan, hingga memahami langkah aman saat berinteraksi dengan satwa.

Yang tak kalah penting, perlu forum komunikasi rutin antara warga, Pemkot Bontang, dan DPRD. Forum ini bukan sekadar ruang aduan, tapi tempat menyusun solusi bersama agar warga tak lagi hanya mengandalkan ketapel atau pasrah.

Kita kembali diingatkan, kota yang baik bukan hanya ramah manusia, tapi juga memberi ruang hidup bagi makhluk lain yang lebih dulu tinggal. Jika tidak, konflik ekologis tinggal menunggu waktu. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Gotong Royong Jadi Kunci, Muara Muntai Ilir Sukses Tekan Stunting Hingga 50 Persen

TENGGARONG – Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar) membuktikan bahwa penanganan stunting tidak hanya bergantung pada program formal, tapi juga kekompakan warga. Dalam setahun terakhir, desa ini berhasil menurunkan jumlah balita berisiko stunting dari 33 menjadi 15 anak.

Kepala Desa (Kades) Muara Muntai Ilir, Arifadin Nur, menyebut keberhasilan ini tak lepas dari komitmen bersama seluruh elemen desa dalam mengawal program pencegahan stunting secara konsisten.

“Alhamdulillah, dengan program yang kami intervensikan, angka tersebut berhasil ditekan. Ini menunjukkan bahwa upaya kami mulai membuahkan hasil,” ujar Arifadin, Jumat (25/7/2025).

Setiap tahun, Pemdes rutin menggelar rembuk stunting, yang menjadi ruang evaluasi dan penyesuaian program. Salah satu fokusnya adalah memastikan akurasi data dari posyandu.

“Kami terus memantau dan mereview kelengkapan alat di posyandu seperti timbangan dan alat ukur lainnya. Karena alat yang tidak akurat bisa mempengaruhi data dan hasil pengukuran,” jelasnya.

Namun, bukan hanya peralatan yang jadi sorotan. Kunci utamanya justru ada pada gerakan kolektif dari RT, kader posyandu, dan warga. Mereka aktif menjemput bola, bahkan mengunjungi rumah warga yang enggan membawa anaknya ke posyandu.

“Kader bersama ketua RT siap menjemput langsung anak-anak yang tidak dibawa ke posyandu oleh orang tuanya. Hal-hal seperti ini sudah kami masukkan dalam rembuk stunting,” katanya.

Program pemantauan tumbuh kembang anak juga dievaluasi setiap bulan. Pendekatan ini membuat posyandu selalu dalam kondisi siaga dan responsif terhadap kasus-kasus gizi buruk.

“Kami juga melakukan review bulanan terhadap kinerja posyandu, agar selalu siap dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Arifadin menegaskan, keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar. Desa menargetkan angka balita berisiko stunting bisa ditekan lebih rendah lagi pada tahun-tahun mendatang.

“Kami masih terus mengupayakan berbagai program lanjutan. Harapannya, tidak ada lagi anak yang tumbuh tidak optimal karena kekurangan gizi,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

DLHK Kukar Dorong Desa Kelola Sampah sebagai Sumber Ekonomi Baru

TENGGARONG – Tak sekadar jadi masalah lingkungan, sampah kini mulai dilirik sebagai peluang ekonomi baru di Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui berbagai program, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar mengajak masyarakat desa mengubah cara pandang dari membuang menjadi mengelola, dari beban menjadi manfaat.

Langkah ini ditandai dengan penguatan pengelolaan sampah langsung dari sumbernya mulai dari rumah tangga, sekolah, hingga perangkat desa. Pendekatan ini dikenal dengan penanganan sampah dari sektor hulu.

“Kami sedang menyasar bagaimana penanganan pengelolaan sampah di sektor hulu. Artinya, edukasi dan komunikasi kepada semua stakeholder agar sampah bisa dikelola dari sumbernya,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLHK Kukar, Irawan, Jumat (25/7/2025).

Salah satu program unggulan yang kini mulai memberi dampak adalah penguatan bank sampah. Tidak hanya menjadi tempat penampungan barang bekas, bank sampah kini diolah menjadi pusat edukasi dan ekonomi kreatif di tingkat lokal.

“Sampah dipilah, ditimbang, ditabung, lalu ditukar dengan uang atau barang kebutuhan harian. Ini sedang kami kembangkan lewat program seperti Diyarquad dan Bukar,” terangnya.

DLHK Kukar juga mendorong sinergi antara masyarakat, sekolah, hingga lembaga adat dalam membentuk budaya sadar sampah. Prinsip gotong royong menjadi kekuatan utama.

“Jangan sampai orang berpikir bahwa buang sampah saja sudah cukup. Kalau begitu terus, TPA kita bisa kolaps. Saat ini saja kondisinya sudah kritis,” ujarnya.

Sebagai langkah pendukung, DLHK Kukar tengah menggagas wacana penerapan iuran sampah di tingkat desa dan sekolah, guna membangun sistem pembiayaan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

“Pengelolaan sampah bukan cuma urusan teknis. Ini soal pola pikir dan kesadaran kolektif,” tegasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Pemkab Berau Komitmen Majukan Daerah Lewat Pengembangan Pariwisata

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Berau untuk terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan daerah.

Dikatakannya, Kabupaten Berau memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, yang menjadi modal besar dalam pengembangan kampung dan kota. Sehingga, ia meminta agar pengembangan tersebut dilakukan dengan mengedepankan manfaat bagi masyarakat.

“Kami tentunya terus berkomitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor andalan daerah,” ujarnya.

Bupati Sri juga menyebut bahwa pengembangan sektor pariwisata semakin relevan dengan penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN), di mana Kabupaten Berau dinilai sangat potensial dalam hal kepariwisataan.

“Dari 100 kampung yang ada di Berau, semuanya memiliki keunikan dan daya tarik wisata tersendiri,” jelasnya.

Beberapa destinasi unggulan yang telah dikenal luas, seperti Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki, menjadi bukti kekayaan wisata bahari Berau.

Selain itu, sektor wisata sejarah juga menjadi nilai tambah, seperti keberadaan Kesultanan Gunung Tabur dan Keraton Sambaliung yang memiliki nilai historis tinggi.

“Berau adalah surga wisata. Kita harus sama-sama mempromosikan potensi ini agar Berau semakin dikenal dan diminati,” pungkasnya. (adv/srn/set)