Beranda blog Halaman 357

Sound Horeg Jadi Sorotan, Kemenbud Serukan Dialog Antar Pihak

0

JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai bahwa fenomena sound horeg di wilayah Jawa Timur membutuhkan pertimbangan mengenai tempat serta ruang diskusi atau musyawarah bersama antarpemangku kepentingan sehingga tidak merugikan berbagai pihak.

“Tapi tentu juga saya kira mempertimbangkan tempat dan lain-lain. Dan saya kira pasti ada titik keseimbangan itu, ada titik kompromi itu. Yang paling penting harus ada musyawarah,” ujar Fadli saat ditemui di Jakarta, Senin (28/7/2025) malam.

Fadli menilai bahwa fenomena sound horeg yang juga merupakan wadah ekspresi ini membutuhkan keseimbangan dari berbagai sisi.

Ia juga menegaskan bahwa segala sesuatu yang memajukan kebudayaan, Kementerian Kebudayaan pada dasarnya mendukung jika memang sesuai dengan aturan atau regulasi yang berlaku.

Sound horeg bukan hanya marak dalam wujud nyata, ketika sekelompok orang membunyikan musik lewat perangkat pelantang suara yang diangkut menggunakan pikup atau truk, kemudian berkeliling di areal kampung atau di jalan raya.

Bunyi lain dari pengeras suara itu juga menggema dalam diskusi-diskusi atau perbincangan di berbagai lini media sosial.

Sejumlah pihak, baik organisasi maupun pemerintah memberi perhatian khusus pada fenomena sosial, di mana masyarakat membutuhkan hiburan, lewat berbagai sarana kreatif, seperti sound horeg, namun berdampak tidak nyaman pada masyarakat lainnya.

Karena itu, fenomena hiburan sound horeg ini berpotensi menimbulkan gejolak sosial, antara penyuka dengan masyarakat yang merasa terganggu.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang menyiapkan regulasi dan membentuk tim khusus untuk merespons fenomena sound horeg yang marak pada sejumlah daerah di Jatim.

“Kami mendengarkan paparan tentang sound horeg dari berbagai sudut pandang, menghadirkan MUI Jatim, Polda Jatim, dan perangkat daerah lainnya,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (25/7/2025).

Dalam menyikapi fenomena sound horeg, Pemprov Jatim melihat tinjauan aspek agama, lingkungan, budaya, hukum, bahkan kesehatan untuk mencari jalan tengah supaya bisa memberikan solusi terbaik bagi semua pihak.

Khofifah menyebutkan, sound horeg banyak ditemukan di Tulungagung, Banyuwangi, Pasuruan, Jember, Malang, dan daerah lain. Menurutnya, regulasi seperti Peraturan Gubernur (Pergub) atau Surat Edaran perlu segera diterbitkan. (ANT/KN)

Pemerintah Suntik Dana Kopdes Merah Putih Lewat SAL APBN Rp457,5 Triliun

0

JAKARTA – Pemerintah bakal menggunakan sisa anggaran lebih (SAL) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai suntikan modal untuk Koperasi Desa Merah Putih.

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (28/7/2025).

“Pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Keuangan melalui APBN, memberikan dukungan likuiditas kepada perbankan melalui penempatan dana pemerintah. Pendanaan yang didukung pemerintah, termasuk kami menggunakan SAL yang ada di Bank Indonesia (BI), disatukan melalui fasilitas pinjaman dari perbankan,” kata Sri Mulyani.

Sebagai catatan, SAL APBN 2025 tercatat sebesar Rp457,5 triliun.

Dengan suntikan pendanaan itu, Sri Mulyani menegaskan Kopdes Merah Putih tidak mengganggu likuiditas dana pihak ketiga (DPK) perbankan.

Keempat bank yang mendapat mandat, yakni BNI, BRI, Mandiri dan BSI, bisa memberikan pinjaman kepada Kopdes Merah Putih dengan suku bunga rendah 6 persen, tenor hingga 6 tahun, dan masa tenggang 6-8 bulan dengan mempertimbangkan kapasitas usaha dari masing-masing koperasi. Ketentuan ini juga turut dibahas bersama Himbara dan Kementerian BUMN.

Namun, kata Sri Mulyani, bank Himbara harus melakukan due diligence atau uji tuntas penilaian kinerja sebelum menyalurkan pinjaman. Dengan begitu, penyaluran kredit bisa dilakukan dengan baik tanpa menambah risiko bagi perbankan.

“Jadi, ini bukan masalah jatah tiap koperasi harus dapat sekian. Tapi mereka harus melakukan due diligence yang benar agar pinjaman tersebut bisa benar-benar digunakan dalam membangun ekonomi desa dan kelurahan,” jelas dia.

Sri Mulyani pun telah meneken Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 yang mengatur rincian tata cara pinjaman bagi Kopdes Merah Putih. PMK ini ditetapkan dan diundangkan pada 21 Juli 2025.

“Ini diharapkan menjadi payung hukum bagi perbankan dan Kopdes Merah Putih dalam melaksanakan pinjam-meminjam secara benar,” ujar Sri Mulyani.

Menkeu menambahkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengeluarkan aturan lebih lanjut yang merinci kewenangan, kewajiban, dan dukungan penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk pengembalian pinjaman. Selain itu, juga terkait mekanisme persetujuan pinjaman, terutama dari bupati/wali kota, kepada koperasi.

Sementara untuk aturan penggunaan DAU untuk pengembalian pinjaman dan persetujuan pinjaman pada level desa, akan diatur lebih lanjut oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

“Ini untuk memberikan klarifikasi agar ekonomi berjalan. Karena ekonomi tidak jalan kalau tidak ada kepastian atau muncul ketidakpastian. Di sinilah pemerintah bertugas untuk mengambil risiko tersebut namun tidak menciptakan moral hazard, sehingga semua tetap bertanggung jawab namun pemerintah memberikan dukungan secara penuh,” tutur Sri Mulyani. (ANT/KN)

BP Tapera Targetkan Realisasi 350 Ribu Rumah Subsidi di 2025

0

JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menegaskan komitmennya untuk menuntaskan target pembiayaan rumah subsidi tahun 2025 sebanyak 350 ribu unit rumah.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, target ini sejalan dengan visi BP Tapera dalam mewujudkan kepemilikan rumah yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami terus bekerja keras memperkuat kolaborasi dengan seluruh mitra untuk memastikan masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dapat mengakses rumah pertama mereka dengan harga terjangkau,” ujar Heru di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Per 28 Juli 2025 realisasi pembiayaan rumah subsidi oleh BP Tapera telah mencapai 137.015 unit rumah dengan nilai penyaluran mencapai Rp17 triliun.

Penyaluran ini dilakukan melalui kemitraan dengan 38 bank penyalur dan melibatkan 6.896 pengembang yang membangun rumah subsidi di 10.321 lokasi yang tersebar di 33 provinsi dan 388 kabupaten/kota di Indonesia.

Heru menjelaskan bahwa keberadaan BP Tapera dirancang untuk menjadi badan yang menghimpun dan mengelola dana murah jangka panjang secara berkelanjutan, demi mendukung pembiayaan perumahan rakyat.

Dengan dukungan dari 39 bank penyalur, 20 asosiasi pengembang, serta 7 manajer investasi, BP Tapera semakin optimistis dapat mempercepat pencapaian target pemerintah dalam program perumahan rakyat.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), angka backlog perumahan di Indonesia menunjukkan tren penurunan.

Tahun 2021, backlog rumah tangga berdasarkan kepemilikan mencapai 12,71 juta unit, dan turun menjadi 9,90 juta unit pada 2023.

Sementara itu, backlog berdasarkan kepenghunian turun dari 6,98 juta menjadi 6,69 juta rumah tangga.

“Penurunan backlog ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak: pemerintah pusat melalui dukungan anggaran, sektor perbankan dari sisi pembiayaan, pengembang dari sisi pasokan, dan tentu saja masyarakat sebagai pihak yang membutuhkan hunian,” kata Heru.

BP Tapera hadir sebagai pengelola dana dan demand aggregator yang memperkuat ekosistem perumahan nasional. (ANT/KN)

Menko Muhaimin Gelar Rapat Tingkat Menteri Bahas Strategi Nasional Atasi Pengangguran

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar memimpin rapat tingkat menteri (RTM) untuk merumuskan kebijakan dan tindakan terkait upaya memaksimalkan tenaga produktif yang tersedia di Indonesia.

“Perlu kiranya kita duduk bersama pemerintah dan seluruh pelaku usaha, khususnya menghadapi peluang yang masih ada terhadap bonus demografi yang begitu besar,” kata Menko Muhaimin Iskandar saat membuka RTM tentang “Strategi Pemberdayaan Angkatan Kerja”, di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Ia mengatakan tenaga produktif yang berlimpah di Indonesia harus dimanfaatkan secara efektif dan tidak boleh disia-siakan dengan dibiarkan menganggur.

“Strategi yang tepat membutuhkan sinergi kolaborasi sekaligus bantuan para pihak khususnya pelaku usaha agar angkatan kerja kita benar-benar berdaya,” ujar Muhaimin Iskandar.

Menko Muhaimin berharap melalui RTM ini dapat mempercepat penyelesaian permasalahan pengangguran di Indonesia.

Sejumlah pelaku usaha juga turut hadir dalam RTM ini.

Menko Muhaimin Iskandar menjelaskan pelibatan pihak swasta dilakukan untuk mendengar masukan dan pendapat agar kebijakan pemberdayaan angkatan kerja yang diambil tepat sasaran serta sesuai kebutuhan.

Sejumlah pimpinan kementerian/lembaga dan perusahaan swasta yang menghadiri rapat ini diantaranya adalah Wakil Menteri Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq, dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer.

Kemudian Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf, dan Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria.

Hadir pula Chief Operational Officer Danantara Pandu Sjahrir.

Sejumlah perusahaan swasta yang dilibatkan dalam RTM ini diantaranya, Lion Air, Grup Ciputra, dan Paragon Corp, Direktur Utama PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir, PT. Samudera Indonesia Tbk, dan PT. Omah Tumbuh Potensi.

Kemudian PT. Mondelez Indonesia, PT. Blue Bird Tbk, Shopee Indonesia, TikTok Indonesia, dan Tokopedia. (ANT/KN)

Gencatan Senjata Resmi Berlaku, Kamboja dan Thailand Akhiri Konflik Perbatasan

ISTANBUL- Gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand resmi berlaku tepat pada penghujung hari Senin (28/7/2025) pukul 24:00 waktu setempat menyusul pertempuran bersenjata sejak pekan lalu.

Perkembangan ini berlangsung setelah kedua negara yang bersengketa perbatasan tersebut menyepakati gencatan senjata “segera dan tanpa syarat” dalam negosiasi damai di Kuala Lumpur, Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa pihak berseteru setuju mengakhiri pertempuran setelah memfasilitasi pertemuan antara PM Kamboja Hun Manet dan penjabat PM Thailand Phumtham Wechayachai.

Gencatan senjata tersebut tercapai setelah pertempuran bersenjata di titik perbatasan yang disengketakan menyebabkan puluhan orang, termasuk personel militer, tewas.

Sengketa antara kedua negara tersebut terjadi di antara Provinsi Preah Vihear di Kamboja dan Provinsi Ubon Ratchathani di Thailand yang saling berbatasan.

Ketegangan antara kedua negara meningkat usai bentrokan sebelumnya pada 28 Mei yang dilaporkan menewaskan seorang tentara Kamboja. (ANT/KN)

Sumber: Anadolu

Dorong Efisiensi Layanan, Bupati Kukar Kukuhkan Puluhan Pejabat Fungsional

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr Aulia Rahman Basri, melantik puluhan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Pelantikan ini digelar di Mall Pelayanan Publik (MPP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, pada Senin (28/7/2025).

Dalam kesempatan ini, Aulia menegaskan bahwa momentum ini menandai pergeseran status pegawai dari struktural menjadi fungsional. Di mana yang sebelumnya mereka merupakan staf, kini bergeser menjadi pejabat fungsional. Sekaligus menjadi bagian dari reformasi birokrasi diera kepemimpinannya.

Ia menjelaskan bahwa struktur birokrasi saat ini mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya dikenal istilah pejabat eselon IV dan III, kini sebagian besar telah dialihkan menjadi jabatan fungsional. Aulia juga menegaskan bahwa transformasi ini adalah langkah maju dalam mewujudkan birokrasi yang lebih efektif, efisien, dan berbasis keahlian.

“Kita berharap para pejabat fungsional yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh dedikasi dan profesionalisme,” sebutnya.

Ia juga memastikan bahwa pelantikan pejabat fungsional ini merupakan bagian dari sistem kaderisasi dan bagian dari jenjang karir yang berjalan di lingkungan Pemkab Kukar. Dulu pejabat fungsional lebih akrab dengan istilah eselon IV dan III. Sekarang, sebagian besar sudah berubah menjadi pejabat fungsional.

“Tentunya mereka memiliki kompetensi tertentu sesuai fungsinya, sehingga layak untuk diangkat,” serunya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Mutasi dan Promosi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Mopfiyanto Ramadhan menjelaskan bahwa pelantikan pejabat fungsional ini didominasi oleh pejabat fungsional dari DPMPTSP Kukar.

Ia juga mengatakan bahwa pelantikan ini merupakan upaya mewujudkan Kukar Idaman Terbaik di bidang pelayanan publik. “Kita berharap dengan pelantikan pejabat fungsional ini dapat memperlancar proses pelayanan publik,” tutupnya.
(Adv)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Muhammad Rafi’i

Bupati Berau Tekankan Pentingnya Tata Kelola Arsip di Lingkungan Pemkab

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan pentingnya tata kelola arsip yang baik dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan akuntabel.

Menurutnya, arsip bukan hanya sekadar dokumen, melainkan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari proses administrasi pemerintahan.

“Pengelolaan arsip yang andal memiliki peran strategis dalam melindungi kepentingan negara, menjamin hak-hak keperdataan, menjaga keselamatan aset nasional, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penguatan sinergitas antarperangkat daerah menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola arsip yang profesional dan bermanfaat nyata.

“Kita harus membangun komitmen bersama agar pengelolaan arsip di setiap perangkat daerah semakin tertib, efektif, dan bernilai guna,” jelasnya.

Bupati Sri berharap, ke depan arsip bisa menjadi bagian strategis dalam mendukung visi dan misi pembangunan Kabupaten Berau, terutama dalam rangka menciptakan pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

“Mari kita bersama-sama mendukung visi dan misi pemerintah daerah untuk Berau yang maju dan sejahtera,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Perkuat Peran Ibu, Bupati Berau Dorong Pengasuhan Anak yang Sehat dan Positif

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengasuhan anak sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di Kabupaten Berau.

Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mengambil langkah strategis untuk mendukung pengasuhan yang sehat, termasuk memperkuat peran ibu sebagai pendidik pertama dalam keluarga.

“Ibu berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Makanya, saya berharap para ibu dapat memahami pentingnya manajemen emosi dan pengendalian stres,” ujarnya.

Menurutnya, pengasuhan yang sehat dan positif hanya dapat terwujud jika orang tua, khususnya ibu, mampu mengelola tekanan yang datang dari berbagai tuntutan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

“Kami pastinya akan mendorong berbagai program yang mendukung peningkatan kapasitas orang tua dalam mendidik anak,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati Sri juga mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk aktif menggelar program-program edukatif dan pendampingan bagi keluarga, khususnya para ibu.

“Ini penting agar para orang tua memiliki pemahaman dan keterampilan yang cukup dalam menjalankan peran pengasuhan yang efektif,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Resmi Dilantik Sebagai Anggota Dewan, Bupati Kukar Minta Akbar Haka Segera Menyesuaikan Diri

TENGGARONG – Kursi kosong di DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), akhirnya terisi. Akhmad Akbar Haka Saputra resmi dilantik sebagai anggota DPRD Kukar menggantikan almarhum Junaidi. Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tenggarong dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang wafat akhir 2024 lalu.

Setelah menunggu lebih dari 6 bulan, akhirnya Akbar Haka bisa menduduki kursi DPRD Kukar, setelah dilantik melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Digelar di Gedung Utama DPRD Kukar, pada Senin (28/7/2025).

Acara ini juga turut dihadiri Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri. Dalam kesempatan ini, orang nomor satu di Kukar itu berharap Akbar Haka bisa langsung menyesuaikan diri dalam dinamika parlemen dengan cepat. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif untuk memastikan pembangunan di Kukar berjalan lancar dan tepat sasaran.

Selain itu, Bupati juga mendorong agar Akbar Haka segera membangun sinergi. Tidak hanya dengan sesama anggota dewan, tetapi juga dengan pemerintah daerah sebagai mitra strategis. “Kita berharap sebagai legislator yang baru dipantik, Akbar Haka mampu memperjuangkan hak dan aspirasi rakyat, baik konstituen maupun masyarakat umum,” katanya.

Sebagai wakil rakyat, Akbar diminta menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) secara maksimal. Terutama sebagai jembatan suara masyarakat kepada pemerintah. Ia juga berpesan agar sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dapat terus dijalani dengan baik.

“Karena pembangunan yang sehat lahir dari sinergi legislatif dan eksekutif yang kuat,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Akbar Hakam merupakan peraih suara terbanyak ke-3 dari PDI Perjuangan. Dibawah Junaidi dan Fatlon Nisa yang dilantik sebagai anggota DPRD Kukar pada 14 Agustus lalu. Sehingga, sesuai dengan ketentuan, ia dilantik untuk menggantikan almarhum Junaidi melalui skema PAW. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Bupati Kukar Beri Sinyal Bakal Berikan Gedung Kampus di Tenggarong Seberang ke Unikarta

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr Aulia Rahman Basri, memberikan sinyal kuat untuk melanjutkan rencana hibah gedung kampus Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) di Tenggarong Seberang.

Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia (SDM), yang menjadi prioritas di era kepemimpinan Aulia Rahman bersama Wakil Bupati Rendi Solihin.

“Pembangunan SDM merupakan salah satu isu utama dalam Kukar Idaman Terbaik. Salah satunya dengan memperkuat Unikarta,” kata Aulia, Senin (28/7/2025).

Bupati Aulia juga menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk memperbaiki dan mengaktifkan kembali gedung kampus yang sudah lama terbengkalai tersebut. “Tidak menutup kemungkinan kita memperbaiki gedung yang ada di sana,” ujarnya singkat.

Dukungan untuk menyelesaikan rencana hibah ini juga datang dari Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, yang menegaskan bahwa niat awal pembangunan gedung itu harus dikembalikan ke tujuan semula.

Menurutnya, gedung tersebut tidak boleh dibiarkan terbengkalai, apalagi sudah menelan anggaran besar dari APBD Kukar.

“Kita harap itu dilanjutkan. Jangan berubah niat di tengah jalan. Dunia pendidikan Kukar membutuhkan itu,” jelasnya.

Ahmad Yani menambahkan, aset pemerintah daerah seperti gedung pendidikan bisa saja dikelola dengan skema hibah, pinjam pakai, atau pihak ketiga, tergantung kesepakatan ke depan.

“Intinya harus dimanfaatkan. Tidak boleh ada aset daerah dibiarkan rusak atau tidak dihuni,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, gedung yang telah direncanakan proses pembangunannya sejak tahun 2005 tersebut terbengkalai lantaran terbentur Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan yang melarang pemerintah membangun fasilitas swasta.

Sehingga hingga kini bangunan yang rencananya akan dijadikan Kampus Unikarta tersebut tidak dapat difungsikan atau dilanjutkan lantaran status Unikarta sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Padahal, gedung kampus Unikarta di Tenggarong Seberang tersebut dibangun dengan anggaran besar, namun hingga kini belum difungsikan hingga akhirnya terbengkalai dan dipenuhi semak belukar. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i