Beranda blog Halaman 346

Pemkab Berau Apresiasi Gelaran Abutta Banua, Dorong Pelestarian Budaya Lokal

0

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, memberikan apresiasi atas suksesnya gelaran Abutta Banua yang diadakan di Kelurahan Sambaliung.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana menjaga kearifan lokal dan mempererat hubungan sosial warga.

Dikatakannya, Abutta Banua mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lewat keterlibatan pelaku UMKM, khususnya pedagang kaki lima (PKL) Basuli yang meramaikan sepanjang tepian Sungai Kelay.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Semoga ini dapat terus dilaksanakan dan lebih meriah lagi ke depannya,” ujarnya.

Ia berharap agenda tahunan ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan skalanya. Ia juga mengingatkan pentingnya merawat keberagaman budaya di Sambaliung, agar tetap harmonis di tengah arus modernisasi.

“Mari jadikan momentum ini untuk membangun kelurahan yang lebih baik, dengan tetap menjaga nilai budaya dan kearifan lokal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati Sri mendorong PKL Basuli untuk terus aktif dan kreatif dalam menciptakan produk-produk khas daerah agar lebih dikenal luas oleh warga lokal maupun wisatawan luar daerah.

“Produk UMKM harus dikemas dengan baik agar wisatawan tertarik membeli produk-produk kita,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Bupati Kukar Bakal Bentuk Tim Khusus, Tangani Konflik Lahan Warga dengan PT BDAM

TENGGARONG – Menindaklanjuti aksi unjuk rasa yang digelar oleh Tim Penuntut Hak Masyarakat Hukum Adat Lingkar HGU PT Budi Duta Agro Makmur (BDAM) pada Senin (4/8/2025), Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, langsung menggelar audiensi bersama para pihak terkait di Rumah Jabatan Bupati, pada Kamis (7/8/2025).

Audiensi tersebut menghadirkan Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Kalimantan Timur (Kaltim), sejumlah tokoh masyarakat, serta perwakilan warga yang terdampak konflik lahan dengan perusahaan perkebunan tersebut.

“Didalam tadi kami sudah berdiskusi panjang dengan Ketua DAD Kaltim, tokoh masyarakat, dan perwakilan bapak-ibu yang terdampak. Insya Allah, data yang telah diberikan akan kami pelajari dan segera kami bentuk tim khusus untuk mencari solusi terbaik,” ujar Aulia dalam pertemuan itu.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan bersikap cepat dan berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya warga yang terdampak langsung oleh aktivitas perusahaan.

“Percayakan kepada kami, kita akan mencari jalan keluar yang terbaik untuk kita semua, terutama untuk kesejahteraan warga Kukar,” tegasnya.

Bupati Aulia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dan menjaga kondusivitas, sembari menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat yang seharusnya mereka miliki.

“Sebagaimana yang disampaikan tadi, kami akan memperjuangkan hak-hak yang memang seharusnya menjadi milik bapak-ibu sekalian,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Diskop Kukar Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor dan Retail Modern

TENGGARONG – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Diskop UKM) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat strategi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal, agar mampu bersaing di pasar global maupun modern retail.

Kepala Bidang Pengembangan UKM Diskop UKM Kukar, Fathul Alamin, mengungkapkan bahwa mulai tahun 2025 hingga lima tahun ke depan, pihaknya akan secara rutin menggelar kegiatan business patching antara pelaku UMKM lokal dan eksportir.

“Jadi kita identifikasi produk UMKM unggulan dari Kukar, lalu kita pertemukan dengan buyer eksportir dari luar. Kalau dinilai layak dan punya potensi pasar di luar negeri, maka akan difasilitasi untuk ekspor,” jelasnya, Kamis (7/8/2025).

Selain pasar ekspor, Diskop UKM Kukar juga mendorong produk-produk lokal untuk masuk ke toko retail dan jaringan modern market. Program ini merupakan kelanjutan dari inovasi “Dagang Kemitraan” yang telah diluncurkan sejak tahun 2021.

Fathul menjelaskan, beberapa produk UMKM Kukar telah berhasil menembus pasar retail modern. Namun, masih banyak yang terkendala oleh skema bisnis dan mekanisme ketat dari pihak retail.

“Toko retail dan modern market punya ketentuan khusus, misalnya sistem stokis, pembayaran, dan syarat distribusi. Tidak semua pelaku UMKM siap dengan itu, sehingga ada yang mundur,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Diskop UKM Kukar aktif melakukan pendampingan dan assessment kepada pelaku usaha agar tetap bisa bertahan dan mengikuti skema yang adil, baik bagi UMKM maupun pihak retail.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing tinggi dan mampu bertahan di pasar yang lebih luas, termasuk ekspor. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Jalan Poros Desa Batuq Ambruk, Kades Berharap Ada Percepatan Pembanguan Jalur Alternatif

TENGGARONG – Akses utama warga Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar) terputus, akibat ambruknya jalan poros desa, pada Rabu (6/8/2025) dini hari.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari hingga 09.00 WITA, diduga akibat kondisi tanah yang tidak stabil karena letak jalan yang berada di bantaran Sungai Mahakam.

Sebelum jalan tersebut ambruk, warga sudah melihat tanda-tanda longsor pada sebuah pohon yang berjarak sekitar 6 hingga 7 meter dari lokasi jembatan. Pohon tersebut tumbang lebih dulu, dan selang beberapa jam kemudian badan jalan di jembatan ikut longsor.

“Itu satu-satunya jalan poros utama desa. Tidak ada jalan alternatif lain yang bisa dilalui kendaraan,” ujar Kepala Desa Batuq, Suwandi, pada Kamis (7/8/2025).

Pasca insiden tersebut, warga bersama pihak desa telah berupaya membuat jalan darurat berupa jalur tanah yang dialihkan turun dari badan jalan. Jalur tersebut saat ini menjadi satu-satunya akses penghubung sementara di Desa Batuq.

Diketahui, jalan yang ambruk telah disemenisasi pada 2021. Saat ini, untuk mengatasi kondisi jalan yang terputus, saat ini jalan alternatif dengan menggunakan tanah uruk sedang dibangun di bagian belakang desa.

Sehari setelah kejadian, tim gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), konsultan teknis, serta anggota DPRD Kukar Sopan Sopian dan Ridiannur telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi jembatan ambruk.

“Kita berharap ada percepatan pembangunan jalan alternatif dan juga perbaikan jalan agar mobilitas warga tidak terganggu lebih lama,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Cuaca Ekstrem dan El Nino, Bupati Berau Perkuat Kesiapan Cegah Karhutla

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih memimpin langsung Apel Gabungan Gelar Pasukan dalam rangka Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2025 yang digelar di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0902/Berau, Kamis (7/8/2025).

Apel ini diikuti oleh unsur Pemerintah Kabupaten Berau, TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau, serta sejumlah organisasi dan relawan peduli bencana lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sri Juniarsih menegaskan bahwa Kabupaten Berau berada dalam kategori risiko tinggi terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan.

Hal ini berdasarkan data dari Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yang menunjukkan angka 173,37 untuk Kabupaten Berau, serta dokumen Kajian Risiko Bencana Daerah.

“Apel hari ini kita laksanakan sebagai bentuk penguatan komitmen dan sinergitas bersama, serta memastikan kesiapsiagaan seluruh perangkat terkait dalam mencegah sekaligus menanggulangi karhutla, baik dari sisi personel maupun sarana-prasarana pendukungnya,” ujarnya.

Dirinya juga mengingatkan bahwa sebagian besar penyebab karhutla adalah ulah manusia, baik yang disengaja maupun karena kelalaian. Namun, faktor alam seperti musim kemarau dan fenomena El Nino juga turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

“Beberapa waktu terakhir, Berau dilanda cuaca ekstrem, bahkan sempat menyentuh suhu hingga 37 derajat Celsius. Kondisi ini sangat rawan terhadap potensi terjadinya kebakaran,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Sri Juniarsih menginstruksikan langkah-langkah mitigasi kepada seluruh jajaran, antara lain, Sosialisasi dan penyuluhan serta groundcheck secara rutin pada titik-titik api, Penyiapan sarana dan prasarana, termasuk pembentukan pos dalkarhutla di setiap kecamatan dan penyediaan peralatan pendukung dan Penguatan lembaga relawan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai garda terdepan dalam pengendalian dini.

“Langkah-langkah ini harus menjadi fokus kita bersama, agar dampak kerugian secara ekonomi, kesehatan, maupun lingkungan dapat kita minimalisir,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak cukup hanya melalui pemadaman dan penegakan hukum, melainkan memerlukan pendekatan menyeluruh sebagaimana diatur dalam Permen LHK Nomor 32 Tahun 2016, yang mencakup enam elemen utama, yakni perencanaan, pencegahan, penanggulangan, pasca-kebakaran, koordinasi kerja, dan kesiagaan.

“Saya menyerukan kepada seluruh unsur Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, OPD, camat, lurah, dan seluruh relawan untuk bersatu dalam semangat multi-helix, menghadirkan kesiapsiagaan kolektif yang kuat,” katanya.

Tak lupa, Bupati juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam pencegahan kebakaran dengan menumbuhkan kesadaran akan dampak yang ditimbulkan oleh Karhutla.

“Kita semua tentu menginginkan Berau yang aman dan terkendali dari bencana Karhutla maupun bencana lainnya. Mari kita jaga bersama hutan dan lingkungan kita untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (adv/srn/set)

MA Akan Panggil Tiga Hakim Penyidang Tom Lembong untuk Klarifikasi

0

JAKARTA – Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Yanto mengatakan MA akan segera memanggil tiga hakim yang menyidangkan perkara mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong, untuk dimintai klarifikasi.

“Kalau apakah yang bersangkutan akan dipanggil? Ya jelas, kan mau diklarifikasi,” kata Yanto di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Pemanggilan terhadap para hakim yang memimpin persidangan tersebut adalah tindak lanjut dari laporan yang dilayangkan kuasa hukum Tom Lembong terhadap ketiga hakim tersebut.

Meski demikian Yanto belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kapan ketiganya akan dipanggil untuk klarifikasi. Ia mengatakan pemanggilan terhadap ketiga hakim tersebut adalah kewenangan Kepala Badan Pengawas (Kabawas) MA.

“Kalau tentang kapan (dipanggil), itu nanti itu kan kewenangan Kabawas ya. Kabawas yang menjadwalkan itu,” tuturnya.

Sebelumnya, kuasa hukum mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong, Senin (4/8/2025), melaporkan tiga hakim, yang memvonis dirinya bersalah dalam kasus importasi gula, ke Mahkamah Agung (MA).

Ketiga hakim yang dilaporkan tersebut yakni Hakim Ketua Dennie Arsan Fatrika dengan Hakim Anggota Alfis Setyawan dan Purwanto S Abdullah.

“Dia (Tom Lembong) ingin ada evaluasi, dia ingin ada koreksi. Agar apa? Agar keadilan dan kebenaran dalam proses penegakan hukum di Indonesia ini bisa dirasakan oleh semuanya,” kata kuasa hukum Tom Lembong, Zaid Mushafi, di gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Senin.
Zaid mengatakan Tom tidak ingin abolisi yang diterimanya seolah-olah mengakhiri perjuangannya di jalur hukum.

“Jadi Pak Tom ini tidak semata-mata setelah dia bebas ya udah, kita selesai. Enggak, dia komitmen dengan perjuangannya. Ada yang harus dikoreksi, ada yang harus dievaluasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zaid laporan tersebut dibuat karena menilai hakim yang menyidangkan kliennya tidak mengedepankan azas praduga tak bersalah.

“Yang menjadi catatan adalah ada salah satu hakim anggota yang menurut kami selama proses persidangan itu tidak mengedepankan presumption of innocent. Dia tidak mengedepankan asas itu. Tapi mengedepankan asas presumption of guilty. Jadi Pak Tom ini seolah-olah memang orang yang udah bersalah tinggal dicari aja alat buktinya. Padahal tidak boleh seperti itu proses peradilan,” ujarnya.

Zaid juga mengatakan selain melapor ke MA, pihaknya juga akan membuat laporkan Komisi Yudisial, Ombudsman dan BPKP.

Untuk diketahui, Dalam kasus korupsi importasi gula di Kementerian Perdagangan pada tahun 2015-2016, Tom Lembong divonis pidana 4 tahun dan 6 bulan penjara setelah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp194,72 miliar.

Tindak pidana korupsi yang dilakukan Tom Lembong, antara lain dengan menerbitkan surat pengajuan atau persetujuan impor gula kristal mentah periode 2015–2016 kepada 10 perusahaan tanpa didasarkan rapat koordinasi antarkementerian serta tanpa disertai rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.

Atas perbuatannya, Tom Lembong juga dijatuhkan pidana denda sebesar Rp750 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar, maka diganti (subsider) dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Meski demkian, pada 1 Agustus 2025, Tom Lembong resmi bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta, menerima abolisi dari Presiden Prabowo Subianto.

Tom Lembong keluar dari Rutan Cipinang pada pukul 22.05 WIB setelah Keputusan Presiden (Keppres) telah diteken oleh Presiden pada sore hari, yang kemudian Keppres tersebut diserahkan pihak Kejaksaan ke Rutan Cipinang pada malam hari.

Adapun abolisi merupakan hak yang dimiliki kepala negara untuk menghapuskan tuntutan pidana dan menghentikan proses hukum jika telah dijalankan. Hak abolisi diberikan presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPR. (ANT/KN)

Gempa Susulan 6,4 Magnitudo Guncang Lepas Pantai Kamchatka di Rusia

MOSKOW – Gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo terekam di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu pukul 13.35 waktu Moskow (17.35 WIB).

Danila Chebrov, Direktur Layanan Geofisika Terpadu Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia wilayah Kamchatka sebelumnya mengatakan kepada RIA Novosti bahwa gempa susulan yang kuat namun tidak merusak diperkirakan akan terjadi setelah gempa dahsyat di Kamchatka.

Pada Rabu (6/8/2025), Direktorat Utama Kementerian Darurat Rusia menyatakan bahwa 50 gempa susulan yang terasa telah terekam dalam 24 jam terakhir.

“Jarak dari PK [Petropavlovsk-Kamchatsky]: 213 [kilometer]. Kedalaman (km): 39,3. Magnitudo: 6,4,” kata para seismolog dari Layanan Geofisika Terpadu Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, cabang Kamchatka.

Sebelumnya pada pagi hari, gempa susulan berkekuatan 5,7 magnitudo tercatat di lepas pantai Kamchatka, menurut layanan geofisika.

Pada 30 Juli, gempa dahsyat berkekuatan 8,8 magnitudo melanda lepas pantai Semenanjung Kamchatka Rusia, menjadi yang terkuat di wilayah tersebut sejak 1952, yang diikuti oleh dua gempa lagi dengan magnitudo masing-masing 6,0 dan 5,1 pada 31 Juli. (ANT/KN)

Dana Bansos Mengendap di Rekening Dormant, Pemerintah akan Tarik Kembali

0

JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan pemerintah sedang menindaklanjuti keberadaan dana bantuan sosial (bansos) senilai Rp2,1 triliun yang mengendap di rekening tidak aktif atau dormant akan ditarik kembali ke negara

Dalam keterangannya kepada media di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/8/2025), Gus Ipul —sapaan akrabnya— menyebut dana tersebut secara otomatis akan ditarik kembali ke negara jika tidak digunakan dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan 15 hari.

“Otomatis akan ditarik lagi. Karena memang tentu penerima bansos ini sesungguhnya mereka yang membutuhkan. Jadi, kalau menerima, ya mestinya langsung diambil,” ujar Gus Ipul, seraya menegaskan bahwa pemanfaatan dana tersebut harus sesuai peruntukannya.

Menurut Gus Ipul, pihaknya akan menindaklanjuti temuan dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam pertemuan (7/8).

“Tunggu hasil besok (7/8) aja ya, kalau dengan PPATK,” katanya.

Ia juga menyinggung temuan sekitar 600 ribu penerima bansos yang diduga terlibat dalam aktivitas judi online (judol).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 228 ribu lebih telah dihentikan bantuannya mulai triwulan ketiga tahun ini, sementara sisanya masih dalam proses pendalaman.

Terkait langkah selanjutnya, Gus Ipul mengatakan akan melakukan koordinasi lanjutan bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PPATK.

Gus Ipul menambahkan, bahwa upaya ini merupakan bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang pentingnya akurasi data penerima bansos agar program bantuan benar-benar tepat sasaran.

PPATK menemukan lebih dari 10 juta rekening penerima bantuan sosial dormant, dengan total saldo mencapai triliunan rupiah.

Temuan ini merupakan hasil kebijakan penghentian sementara terhadap 122 juta rekening dormant di 105 bank sejak Mei hingga Juli 2025.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menilai rekening dormant tersebut menunjukkan bahwa pemiliknya kemungkinan tidak lagi layak menerima bansos, karena dana bantuan tidak digunakan dalam waktu lama.

PPATK berencana mengusulkan kepada Kementerian Sosial agar bantuan tidak lagi disalurkan ke rekening-rekening tersebut. (ANT/KN)

Ketua DPRD Kaltim Usulkan Pengadaan Helikopter untuk Distribusi Logistik

SAMARINDA – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud mengusulkan kepada pemerintah setempat untuk melakukan pengadaan helikopter sebagai solusi pendistribusian bantuan logistik di wilayah yang mengalami krisis pangan.

Menurut Hasanuddin Mas’ud di Samarinda, Rabu (6/8/2025), sejumlah wilayah Kaltim seperti Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu saat ini masih minim akses transportasi khususnya untuk jalur darat.

Sehingga saat kondisi krisis pangan terjadi, maka pengiriman bantuan logistik menggunakan jalur alternatif yakni melalui jalur Sungai.

Namun, saat musim kemarau, debit air Sungai juga mulai berkurang, bahkan di sejumlah lokasi air sungai tampak mengering dan berubah seperti daratan.

“Situasi dan kondisi ini yang harus dipikirkan, karena jalur alternatif satu- satunya tinggal menggunakan akses udara,” kata Hasan.

Menurutnya, pengadaan akses udara seperti helikopter diperlukan untuk mengirim distribusi bantuan pemerintah dengan jangka waktu yang cepat. Bahkan saat kepemimpinan PJ Gubernur Akmal Malik upaya itu pernah dilakukan.

“Saat kepemimpinan Pj Akmal Malik, Pemprov Kaltim, pernah melakukan distribusi logistik menggunakan Helikopter dengan sistem sewa sekitar Rp2 miliar menggunakan pola kerja sama antara Pemerintah Provinsi, Polda Kaltim dan Pangdam,” jelasnya.

Hasan mengatakan, pengadaan Helikopter tersebut tidak hanya menyasar pada distribusi untuk wilayah Kubar dan Mahulu semata, namun dengan target sasaran lebih luas yakni untuk seluruh Kabupaten dan Kota di Kaltim, yang juga minim akses darat.

Dia juga mengatakan bahwa pengadaan heli tersebut juga tetap harus mempertimbangkan dari sisi pembiayaan dan perawatan.

“Harapan saya ide tersebut bisa digaungkan kembali, karena akses ke wilayah terpencil sangat minim kalau ada bencana pasti mengalami keterlambatan,” jelasnya.

Menurut Hasan, pembiayaan pengadaan Helikopter tersebut tidak meski menggunakan dana pemerintah, namun bisa dicarikan solusi lain misalnya melalui dana Corporate Social Responsibility ( CSR) dari perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Kaltim.

Diketahui, sejumlah wilayah Kaltim sempat mengalami krisis pangan memasuki kemarau tahun ini, bahkan krisis tersebut telah memicu lonjakan drastis untuk sejumlah kebutuhan pokok, seperti harga beras di Mahakam Ulu mencapai Rp1 juta untuk beras satu sak dengan berat 25 kg. (ANT/KN)

Tembaga RI Dapat Tarif 0 Persen dari AS

0

JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan komoditas tembaga atau copperdari Indonesia mendapatkan bebas tarif atau tarif 0 persen dari Amerika Serikat (AS) terkait kesepakatan tarif resiprokal.

“Kebetulan untuk tembaga, kita (tarif) 0 persen sudah disetujui. Tembaga (dapat) tarif 0 persen,” ujar Rosan dalam Indonesia–Japan Executive Dialogue 2025 di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Terkait komoditas-komoditas lainnya seperti nikel dan sawit, pemerintah juga sedang mengupayakan atau mengusulkan agar mendapatkan keringanan tarif dari AS.

“Nikel sedang kita mintakan juga, jadi ada beberapa barang sedang kita mintakan, tetapi yang baru disetujui itu tembaga dan kelihatannya nikel dan yang lain-lain itu akan disetujui juga, mungkin tidak 0 persen tapi jauh di bawah 19 persen. Jadi itu juga hal positif yang saya mau sampaikan juga,” kata Rosan.

Saat ini negosiasi antara pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat terkait tarif resiprokal masih terus berjalan.

“Nanti sedang negosiasi tim dengan United States Trade Representative (USTR) di Amerika Serikat. Sedang berjalan untuk beberapa produk lainnya yang memang tidak bisa dihasilkan di Amerika Serikat,” kata Rosan.

Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut mengatakan dalam negosiasi yang masih berlangsung, pemerintah Indonesia mendorong agar sejumlah komoditas strategis lain bisa mendapatkan pembebasan tarif hingga nol persen.

Ia menyebut di antaranya minyak kelapa sawit mentah (CPO), karet, kayu meranti, serta produk turunan dari tembaga.

“Ya seperti CPO, karet, kemudian ada kayu meranti. Terkait dengan copper juga ada pengumuman. Untuk copper produk secondary (sekunder). After industrial process,” kata Airlangga.

Adapun di luar tarif, kesepakatan perdagangan Indonesia-AS juga juga mencakup komitmen pembelian sejumlah produk asal AS.

Di antaranya pembelian energi senilai 15 miliar dolar AS, produk pertanian sebesar 4,5 miliar dolar AS, serta pengadaan 50 unit pesawat Boeing, sebagian besar merupakan model Boeing 777. (ANT/KN)