Beranda blog Halaman 340

Demi Pemerataan, Pemkab Kukar Pilih Kecilkan Nominal Beasiswa agar Semua Penerima Tetap Terfasilitasi

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan seluruh mahasiswa dan pelajar yang lolos seleksi Beasiswa Kukar Idaman tahun 2025, tetap mendapatkan bantuan. Meski besaran dana yang diterima mengalami penyesuaian. Kebijakan ini diambil setelah jumlah penerima yang lolos verifikasi jauh melampaui kuota awal.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Dendi Irwan Fahriza, menjelaskan bahwa awalnya kuota beasiswa per kategori hanya 1.348 orang sesuai APBD 2025. Namun, setelah proses verifikasi dan validasi, jumlah penerima sah membengkak hingga 4.015 orang.

“Kalau sudah memenuhi semua persyaratan dan masuk sistem, otomatis akan diterima. Menolak mereka justru akan menimbulkan masalah,” tegas Dendi, Rabu (13/8/2025).

Agar seluruh penerima tetap terakomodasi, besaran bantuan di setiap kategori disesuaikan. Misalnya, kategori D4/S1 yang semula Rp 5 juta untuk 867 penerima, kini menjadi Rp 1,6 juta untuk 2.955 penerima. Penyesuaian serupa berlaku bagi penerima dari kategori pondok pesantren, S2, S3, hingga SMA sederajat.

Dendi menegaskan, langkah ini bukan bentuk pemangkasan anggaran, melainkan konsekuensi dari lonjakan jumlah penerima yang memenuhi syarat. Anggaran tetap sesuai APBD, namun dibagi merata agar tidak ada yang terabaikan.

Proses seleksi beasiswa dilakukan ketat, mulai dari verifikasi berkas sistem hingga validasi lapangan. Dari sekitar 9.000 pendaftar, 4.015 di antaranya dinyatakan lolos dengan kelengkapan dokumen seperti surat keterangan aktif kuliah, kartu hasil studi berstempel resmi, akreditasi, IPK, dan batas semester.

“Ini bukti komitmen Pemkab Kukar mendukung pendidikan warganya, meski harus mengubah komposisi bantuan,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab Kukar berencana mengevaluasi total alokasi dan mekanisme beasiswa agar lebih proporsional, sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Pemkab Kukar Galakkan Program Gema Tebus, Biasakan Pelajar Sarapan Telur Rebus

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggalakkan Gerakan Gemar Makan Telur Rebus (Gema Tebus), sebagai upaya meningkatkan gizi masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Program ini diperkenalkan di tengah agenda Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Creative Park Tenggarong, pada Rabu (13/8/2025).

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Hero Suprayetno, menjelaskan bahwa Gema Tebus selaras dengan visi-misi Bupati Kukar dalam mewujudkan Kukar Idaman Terbaik. Menurutnya, telur adalah salah satu sumber gizi lengkap yang mudah diolah, murah, dan sehat jika dikonsumsi secara rutin.

“Telur memiliki kandungan gizi yang lengkap dibanding banyak makanan lain. Harganya terjangkau, pengolahannya mudah, cukup direbus, dan hasilnya sehat,” ujarnya.

Hero menambahkan, gerakan ini diharapkan dapat mengubah pola makan masyarakat yang selama ini cenderung memilih makanan instan tinggi risiko kesehatan. Telur rebus dinilai sebagai alternatif sarapan yang sederhana namun kaya manfaat bagi tumbuh kembang anak.

“Harapan kami, gerakan ini bisa menjadi kebiasaan bersama di sekolah maupun di rumah. Sarapan telur rebus setiap pagi dapat membantu mencukupi kebutuhan gizi harian,” tegasnya.

Dengan adanya Gema Tenus, Pemkab Kukar ingin menanamkan kebiasaan makan bergizi sejak dini, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas Sumner Daya Manusia (SDM) di daerah. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Tidak Hanya Bagi Pelajar, Program Gema Tebus Juga Diterapkan di OPD Kukar

TENGGARONG – Gerakan Gemar Makan Telur Rebus (Gema Tebus) yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), kini tidak hanya menyasar pelajar. Tetapi juga mulai diterapkan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno, mengatakan bahwa di instansinya, kegiatan berbagi telur rebus kepada pegawai sudah dimulai setiap Senin pagi. “Setiap Senin, kita memulai kegiatan dengan membagikan telur rebus kepada seluruh pegawai supaya tidak lemas,” ungkapnya, Rabu (13/8/2025).

Hero menjelaskan, program ini baru berjalan dan akan terus dimassifkan. Pihaknya berharap bupati Kukar dapat meluncurkan program ini secara resmi, sehingga menjadi gerakan bersama di seluruh instansi pemerintahan.

Ia bahkan mengusulkan agar dibuat surat edaran yang mewajibkan penyediaan telur rebus dalam berbagai agenda, termasuk rapat atau pertemuan yang menggunakan konsumsi nasi kotak maupun snack.

“Kalau bisa, setiap ada rapat atau kegiatan resmi, di dalam nasi kotak atau snack-nya selalu ada telur rebus. Ini cara sederhana namun bermanfaat untuk menjaga asupan gizi,” ujarnya.

Dengan penerapan di OPD, Pemkab Kukar ingin memastikan kebiasaan makan bergizi tidak hanya dibiasakan di sekolah, tetapi juga di lingkungan kerja pemerintahan. Harapannya, Gema Tebus bisa menjadi gerakan masif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Kolaborasi Polres-Pemkab Kukar, Gerakan Pangan Murah Jadi Ajang Sinergi Tekan Inflasi

TENGGARONG – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Creative Park Tenggarong, Rabu (13/8/2025), tidak hanya menjadi ajang belanja hemat bagi warga, tetapi juga menunjukkan kekuatan kolaborasi lintas sektor di Kutai Kartanegara (Kukar).

Diprakarsai Polres Kukar bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelompok wanita tani (KWT), organisasi masyarakat, hingga swasta seperti Alfamidi.

Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menyebut GPM menjadi instrumen penting untuk menekan laju inflasi daerah. Salah satu langkah strategis adalah penyediaan beras SPHP bekerja sama dengan Bulog.

“Kalau kita beli dari Bulog lalu diantar, harganya sekitar Rp13.100 per kilogram. Tapi kalau kita ambil sendiri lewat Ketahanan Pangan, hanya sekitar Rp9.700, jadi jauh lebih murah,” jelasnya.

Beras SPHP ukuran 5 kilogram di GPM dijual Rp57.600, jauh di bawah harga pasaran yang kini tembus Rp60 ribu ke atas. Harga miring ini membuat warga antusias menyerbu stan beras sejak pagi.

Tak hanya beras, GPM juga menghadirkan minyak goreng, bawang, dan cabai — tiga komoditas yang kerap memicu inflasi. Produk-produk segar dari KWT setempat turut mengisi stan, memberi warna lokal pada pasar murah ini.

Ahyani menilai, partisipasi banyak pihak membuat GPM lebih dari sekadar operasi pasar. Meski beberapa stan sempat kosong di awal acara, ia optimistis semuanya terisi sebelum acara berakhir.

“Kalau kegiatan ini rutin, masyarakat akan punya alternatif belanja murah saat harga di pasar tinggi,” ujarnya.

Gerakan ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban belanja warga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan mempererat kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, pelaku usaha, dan masyarakat. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Trump dan Zelenskyy Ikut KTT Virtual Eropa, Jelang Bertemu Putin di Alaska

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menghadiri pertemuan virtual dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan sejumlah pemimpin Eropa, kata seorang pejabat Gedung Putih kepada Anadolu, Selasa (12/8).

Konfirmasi itu diberikan pejabat yang tidak hendak disebutkan namanya itu sehari setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengumumkan telah mengundang Trump, Zelenskyy, dan para pejabat Eropa lainnya untuk menghadiri pertemuan pada Rabu (13/8).

Pertemuan ini digelar dua hari sebelum Trump dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Anchorage, Alaska, pada Jumat (15/8).

Juru Bicara Pemerintah Jerman Stefan Kornelius mengatakan pertemuan virtual itu akan membahas langkah lanjutan untuk menekan Rusia serta persiapan menuju kemungkinan negosiasi damai, termasuk isu klaim teritorial dan jaminan keamanan.

KTT tersebut akan diikuti para kepala negara dan pemerintahan dari Jerman, Finlandia, Prancis, Italia, Polandia, Inggris, dan Ukraina, serta Presiden Komisi Eropa, Ketua Dewan Eropa, Sekretaris Jenderal NATO, dan Wakil Presiden AS.

Sementara itu, Gedung Putih menurunkan ekspektasi atas pertemuan Trump-Putin dengan menyebutnya sebagai “latihan mendengarkan” bagi Trump guna memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang konflik yang sedang berlangsung.

“Pertemuan ini atas permintaan Putin. Hanya satu pihak yang hadir dalam perang ini, jadi ini adalah kesempatan bagi presiden untuk memahami lebih jelas cara mengakhiri perang,” ujar juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Zelenskyy tidak dijadwalkan hadir dalam pertemuan tersebut.

KTT di Alaska akan menjadi pertemuan langsung pertama antara presiden AS dan Rusia sejak pertemuan Joe Biden dan Vladimir Putin di Jenewa pada 2021.

Ini juga akan menjadi kunjungan pertama seorang presiden Rusia ke Alaska sejak wilayah itu dijual oleh Kekaisaran Rusia ke AS pada 1867. (ANT/KN)

Mensesneg Janji Ada Kejutan saat HUT ke-80 RI di Istana Merdeka

0

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang saat ini bertugas sebagai Ketua Panitia Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, meminta masyarakat menantikan kejutan (surprise) yang akan ditampilkan dalam acara peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Pras, begitu sapaan populernya, menyebut ada beberapa kejutan yang disiapkan untuk masyarakat dalam rangkaian peringatan dan perayaan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Namanya surprise nanti ditunggu aja, kalau sudah diceritakan nggak bakal surprise lagi,” kata Mensesneg, yang saat ini juga bertugas sebagai Juru Bicara Presiden RI.

Dalam kesempatan yang sama, saat ditanya apakah Presiden Prabowo Subianto akan mengenakan pakaian adat saat memimpin peringatan HUT RI di Istana Merdeka, Pras menyebut pilihan pakaian Presiden juga akan menjadi surprise tersendiri.

“Ya jangan dong (diungkap, red.) nanti gak surprise ,” kata Prasetyo Hadi.

Peringatan HUT Ke-80 RI di Istana Merdeka pada hari Minggu mendatang diawali dengan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI pada pagi hari.

Upacara itu diikuti ribuan peserta yang sebagian besar merupakan masyarakat umum. Kemudian, selepas upacara, acara dilanjutkan dengan pertunjukan, yang disebut Pras kemungkinan ada 1.000 lebih penampil.

“Banyak sekali, karena memang juga masukan atau ide itu juga dinamis ya, ada yang kemudian mengusulkan, ditambahkan ini. Bagi kami, panitia, sepanjang itu bisa diakomodir tidak mengganggu acara inti atau pokok gak ada masalah, karena toh semua ingin ikut berpartisipasi,” kata Ketua Panitia Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI Prasetyo Hadi.

Selepas upacara dan rangkaian pertunjukan di pelataran Istana Merdeka, panitia peringatan HUT RI juga akan menggelar Pesta Rakyat di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, yang diperuntukkan kepada masyarakat umum peserta upacara. Pesta Rakyat itu akan menjadi yang pertama kali digelar di Istana Kepresidenan RI dalam rangkaian HUT RI.

Nantinya, panganan-panganan khas dari berbagai daerah akan disajikan gratis untuk masyarakat. Istana juga mengundang pelaku UMKM dan pedagang-pedagang makanan yang biasanya menjajakan dagangannya di sekitar Istana untuk ikut berpartisipasi dalam acara Pesta Rakyat tersebut.

Kemudian pada sore harinya, Upacara Penurunan Bendera digelar. Upacara itu akan diikuti juga oleh ribuan masyarakat, yang sebagian besar masyarakat umum. Di luar Istana Merdeka, Istana juga menggelar Pesta Rakyat yang berlangsung sejak pagi sampai malam hari di Monas. (ANT/KN)

Kemendagri : Tarif 19 Persen AS Jadi Peluang Indonesia Pacu Investasi Waste-to-Energy

0

JAKARTA – Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Noudy R.P. Tendean menyebut kebijakan tarif bea masuk 19 persen yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap produk Indonesia sebagai momentum memperkuat investasi pengembangan energi terbarukan, khususnya Waste-to-Energy (WtE).

“Isu lingkungan juga dapat menjadi faktor penentu daya saing global, karena itu kami memandang penting untuk membangun kolaborasi internasional yang proaktif,” katanya saat membuka diskusi bertema Peluang Investasi Asing di Indonesia sebagai Dampak Positif Kebijakan Tarif AS 19 Persen Terhadap Sektor Waste-to-Energy di Command Centre BSKDN, Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Forum ini membahas strategi Indonesia menarik investasi asing di sektor pengelolaan sampah menjadi energi (Waste-to-Energy/WtE) di tengah dinamika perdagangan global.

Noudy menjelaskan, forum ini juga memotret berbagai tantangan pengelolaan sampah di daerah, termasuk di Kabupaten Aceh Selatan, Situbondo/Jatim, Konawe Kepulauan/Sultra, Wajo-Makassar/Sulsel, dan Kota Pekalongan/Jateng.

Dari diskusi, dirumuskan sejumlah langkah strategis, antara lain percepatan penyusunan kebijakan turunan yang memberikan kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta insentif menarik bagi sektor swasta. Selain itu, forum menekankan pentingnya jaminan pembelian energi hasil olahan sampah untuk meningkatkan kepastian investasi.

Berbagai model teknologi WtE juga dibahas, mulai dari waste-to-steam berbasis Life Cycle Carbon Neutral (LCCN) yang cocok di kawasan industri dengan volume sampah besar, Refuse-Derived Fuel (RDF) yang fleksibel untuk volume menengah, hingga digestasi anaerobik yang sesuai bagi daerah dengan timbulan sampah kecil hingga menengah.

“Setiap pendekatan teknologi WtE yang disebutkan memiliki karakteristik teknis, kebutuhan volume sampah, dan syarat pendukung yang berbeda-beda, perlu disesuaikan dengan kondisi geografis, tipologi sampah, dan kapasitas daerah,” tambah Noudy.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari Komite Penghapusan Bensin Bertimbal Ahmad Safrudin menilai bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama internasional, pendanaan inovatif, dan transfer teknologi rendah karbon, menjadi kunci percepatan implementasi WtE di Indonesia.

Di sisi lain dia juga menekankan pentingnya pendidikan publik dan penerapan kebijakan penempatan sampah terpilah yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah, kampanye, dan media.

“Dari tahun ke tahun kita memiliki problem seperti ini (penumpukan sampah), kita perlu melakukan pendidikan publik ke masyarakat, sekolah-sekolah terintegrasi dengan kurikulum, karena ini merupakan pondasi keberhasilan pengelolaan sampah,” tuturnya. (ANT/KN)

Prabowo Panggil Pejabat Negara, Fokus pada Stabilitas Keamanan dan Pangan

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat negara untuk rapat membahas isu-isu strategis, termasuk di antaranya situasi keamanan dan ketahanan pangan nasional di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (12/8/2025) malam.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kepada wartawan di Jakarta, Selasa, menjelaskan rapat terbatas itu berlangsung tertutup diikuti oleh sejumlah pejabat seperti Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal HOR (Purn.) M. Herindra, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Dalam rapat yang sama, Seskab Teddy dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga mengikuti rapat terbatas tersebut.

Presiden Prabowo, dalam rapat tersebut, mendengarkan laporan dari jajarannya mengenai situasi keamanan dan ketahanan pangan nasional, serta isu-isu strategis lainnya yang menjadi perhatian pemerintah.

“Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut membahas sejumlah isu strategis, termasuk situasi keamanan dan ketahanan pangan nasional,” kata Seskab Teddy.

Selepas rapat bersama Presiden, Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut dirinya melaporkan perkembangan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis per 11 Agustus 2025. Dadan menyebut realisasi APBN untuk MBG per hari ini mencapai Rp8,2 triliun.

Dari realisasi anggaran untuk MBG itu, BGN telah membentuk 5.103 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh provinsi Indonesia, tepatnya di 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan.

“Penerima manfaatnya sudah di atas 15 juta, dan insyaallah akan mendekati angka 20 juta,” kata Dadan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (12/8/2025) malam.

Dadan kemudian menjelaskan Rp8,2 triliun yang digelontorkan untuk MBG itu difokuskan untuk mengintervensi asupan gizi kepada anak-anak sekolah dan ibu-ibu hamil di berbagai daerah Indonesia.
BGN sendiri menargetkan hingga akhir Agustus 2025 ada 8.000 SPPG beroperasi, terutama yang dibiayai oleh APBN, dengan target penerima sampai dengan mendekati 20 juta.

“Sekarang ini kan para mitra ini sudah mendaftar lama ya, sudah membangun SPPG-nya, hanya kami tinggal percepat verifikasinya. Jadi, kami sudah lebih dari 2 minggu ini mempercepat proses verifikasi, mempersingkat proses administrasi, dan juga termasuk pembiayaan. Jadi, pembiayaannya kami kirim lebih awal supaya penerima manfaat bisa meningkat dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata Dadan mengungkap strateginya untuk mencapai target mendekati 20 juta penerima MBG pada akhir Agustus 2025. (ANT/KN)

KPK: Lebih dari 100 Travel Haji Diduga Terlibat Korupsi Kuota Tambahan

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada lebih dari 100 agensi perjalanan haji yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi terkait penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama tahun 2023-2024.

“Travel (agensi perjalanan haji, red.) itu tidak cuma satu. Puluhan, bahkan kalau tidak salah lebih dari 100 gitu ya. Banyak lah,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (12/8) malam.

Menurut Asep, agensi perjalanan haji yang besar mendapatkan jatah haji khusus yang besar juga dari alokasi 10.000 kuota tambahan haji pada tahun 1445 hijriah atau 2024 masehi.

“Mungkin kalau travel-travel yang besar dapatnya lebih besar, lebih banyak gitu ya kuotanya dari tadi yang 10.000 itu. Kalau travel yang kecil ya kebagian 10 atau dibuat 10. Jadi, sesuai dengan travel, seperti itu,” katanya.

Adapun 10.000 kuota haji khusus tersebut diatur dalam Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 130 Tahun 2024 tentang Kuota Haji Tambahan Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi.

Berdasarkan SK itu, kuota haji tambahan yang didapatkan Pemerintah RI dari Pemerintah Arab Saudi sejumlah 20.000 orang dibagi menjadi 10.000 kuota haji reguler, dan 10.000 kuota haji khusus.

Sebelumnya, KPK mengumumkan memulai penyidikan perkara dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama tahun 2023-2024, yakni pada 9 Agustus 2025.

Pengumuman tersebut dilakukan KPK setelah meminta keterangan kepada mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 7 Agustus 2025.

Pada saat itu, KPK juga menyampaikan sedang berkomunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk menghitung kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut.

KPK pada 11 Agustus 2025, mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih.
Pada tanggal yang sama, KPK mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri, yakni mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas, mantan staf khusus Yaqut atas nama Ishfah Abidal Aziz, dan pemilik Maktour Fuad Hasan Masyhur.

Selain ditangani KPK, Pansus Angket Haji DPR RI sebelumnya mengklaim menemukan sejumlah kejanggalan yang terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024.
Titik poin utama yang disorot pansus adalah perihal pembagian kuota 50:50 dari alokasi 20.000 kuota tambahan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.

Saat itu, Kementerian Agama membagi kuota tambahan 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.

Hal tersebut tidak sesuai dengan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang mengatur kuota haji khusus sebesar 8 persen, sedangkan 92 persen untuk kuota haji reguler. (ANT/KN)

BGN Kebut Verifikasi 17 Ribu Calon SPPG, Perketat SOP Makanan Bergizi Gratis

0

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dadan Hindayana melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto BGN terus mempercepat verifikasi calon-calon Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan memperketat standar prosedur operasional (SOP) demi menjamin kualitas makanan yang disalurkan.

“Ya Insyaallah hari ini sudah ada 17.000 calon SPPG yang sedang kami verifikasi, dan setiap hari kami loloskan 200 sampai 300 (SPPG, red.),” kata Dadan saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (12/8) malam, setelah dia menghadap Presiden Prabowo.

Dadan menjelaskan percepatan verifikasi calon-calon SPPG itu bertujuan untuk meningkatkan jumlah SPPG yang beroperasi, dan jumlah penerima makan bergizi gratis di berbagai daerah. Targetnya hingga akhir Agustus 2025, ada sekitar 8.000 SPPG yang beroperasi dengan jumlah penerima MBG mendekati 20 juta orang.

“Sekarang ini kan para mitra ini sudah mendaftar lama ya, sudah membangun SPPG-nya, hanya kami tinggal percepat verifikasinya. Jadi, kami sudah lebih dari 2 minggu ini mempercepat proses verifikasi, mempersingkat proses administrasi, dan juga termasuk pembiayaan. Jadi, pembiayaannya kami kirim lebih awal supaya penerima manfaat bisa meningkat dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata Dadan.

Dalam rapat terbatas bersama Presiden, Dadan melaporkan per 11 Agustus 2025 ada 5.103 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh provinsi Indonesia, tepatnya di 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan.

“Penerima manfaatnya sudah di atas 15 juta, dan Insyaallah akan mendekati angka 20 juta,” kata Dadan Hindayana.

Sementara itu, realisasi dari APBN untuk program makan bergizi gratis per 11 Agustus 2025 telah mencapai Rp8,2 triliun.

Targetnya hingga akhir Agustus 2025, realisasi APBN untuk MBG mencapai Rp10 triliun sampai dengan Rp11 triliun.

Kemudian, terkait SOP yang diperketat, Dadan menjelaskan BGN berupaya agar insiden-insiden makanan tak layak konsumsi tak lagi terulang.

“Ya pokoknya kami berusaha sebaik mungkin agar tidak ada kejadian lagi, dan kami tingkatkan SOP-nya, termasuk mulai memilih bahan baku yang baik, memendekkan waktu masak, memendekkan waktu penyiapan, memendekkan waktu pengiriman, termasuk juga di dalam pengiriman ke sekolah, dan makanan tidak terlalu lama disimpan di sekolah agar waktunya lebih pendek dari 4 jam,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana. (ANT/KN)