Beranda blog Halaman 337

Wabup Rendi Resmikan Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Warga Sungai Meriam

TENGGARONG – Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, kini memiliki motor penggerak ekonomi baru. Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin, meresmikan Koperasi Merah Putih di desa tersebut, Rabu (13/8/2025). Sebagai langkah strategis untuk mendekatkan layanan dan kebutuhan dasar ke masyarakat.

Peresmian berlangsung meriah, ditandai dengan pemotongan pita di hadapan jajaran pemerintah desa, warga, dan perwakilan Bulog. Tak hanya simbolis, acara ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa dan mitra strategis.

Rendi menegaskan bahwa koperasi ini merupakan tindak lanjut program yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto, yang bertujuan memastikan akses kebutuhan dasar. Baik di perkotaan, pedesaan, maupun wilayah tertinggal agar bisa dirasakan semua lapisan masyarakat.

“Insya Allah peningkatannya akan terus bertahap, sampai masyarakat mendapatkan kebutuhan-kebutuhan dasar dengan mudah dan tanpa penyelewengan,” tegasnya.

Pada momen peresmian, juga dilakukan penyerahan bantuan peralatan untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat daya saing usaha kecil di Sungai Meriam, sehingga kehadiran koperasi dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa.

Tak berhenti di situ, Pemerintah Desa Sungai Meriam juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Bulog, disaksikan langsung oleh Wabup Rendi. Kerja sama ini membuka peluang bagi koperasi untuk menjadi distribusi resmi berbagai kebutuhan pokok, dengan harga yang stabil dan akses yang lebih dekat untuk warga. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Loa Lepu Bidik Status Desa Wisata Kuliner, Festival Merdeka Jadi Pemicu Ekonomi Lokal

TENGGARONG – Aroma jajanan tradisional hingga kopi racikan lokal menyeruak di udara Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang. Sejak awal Agustus, desa yang terletak di jalur strategis menuju Kota Samarinda ini, berubah menjadi panggung terbuka bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Momentum Hari Kemerdekaan dimanfaatkan Pemerintah Desa Loa Lepu untuk memulai langkah besar: menjadikan desanya sebagai destinasi wisata kuliner. Langkah awal ini diwujudkan melalui Festival Wisata Kuliner Loa Lepu, yang akan berlangsung hingga 18 Agustus mendatang.

Kepala Desa Loa Lepu, Sumali, menyebut festival ini bukan sekadar ajang hiburan. Melainkan strategi membangun identitas desa sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga.

“Kami sudah menyiapkan masterplan untuk kawasan wisata desa. Lokasinya sedang dimatangkan, tapi konsepnya sudah jelas. Festival ini menjadi pintu masuk untuk mewujudkan rencana tersebut,” ujarnya.

Ratusan pengunjung setiap harinya disuguhi beragam kuliner khas buatan warga, mulai dari panganan tradisional hingga kreasi modern. Bagi Sumali, kegiatan ini menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan produk UMKM desa dan menciptakan perputaran uang di tingkat lokal.

“Harapannya, ketika uang berputar di desa, kesejahteraan masyarakat meningkat. Itu tujuan utamanya,” tegasnya.

Loa Lepu berada di jalur utama penghubung Tenggarong–Samarinda. Posisi ini, menurut Sumali, menjadi modal penting untuk menarik wisatawan sekaligus pelaku usaha dari luar daerah.

“Kami punya niat baik dan berharap dukungan penuh dari warga. Kita mulai dari langkah kecil, dan semoga langkah kecil ini membawa perubahan besar bagi ekonomi desa,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Polemik Beasiswa Kukar Idaman, Wabup Janji Semua Penerima Dapat Dana Penuh

TENGGARONG – Menemui massa aksi yang memprotes kebijakan pemangkasan nominal Beasiswa Kukar Idaman, Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, memastikan pemotongan tersebut batal dilakukan. Semua penerima beasiswa akan menerima dana bantuan secara penuh sebesar Rp 5 juta.

Meski begitu, Rendi menjelaskan bahwa pemenuhan nominal bantuan yang sebelumnya sempat diumumkan hanya akan disalurkan sebesar Rp1,6 juta, itu tidak dapat dilakukan secara sekaligus. Pencairannya akan dilakukan secara bertahap.

“Tahap pertama akan disalurkan sebesar Rp 1,6 juta. Sisanya sebesar Rp 3,4 juta akan disalurkan pada APBD Perubahan,” sebutnya di hadapan massa aksi, Kamis (14/8/2025).

Untuk tahap awal, Rendi berkomitmen dana bantuan dari Pemkab Kukar tersebut akan ditransfer langsung ke rekening penerima beasiswa dalam waktu sepekan ke depan. “Dalam seminggu akan langsung ditransfer ke rekening penerima. Kalau masih belum terealisasi, teman-teman bisa kembali lagi ke sini dan kita akan evaluasi Bagian Kesra,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Rendi juga mengapresiasi aksi yang digelar puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Masyarakat Kukar Menggugat tersebut. Menurutnya, langkah yang diambil mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung di Kantor Bupati Kukar merupakan bagian dari kontribusi pemuda dalam membangun daerah.

“Ini menambah semangat kita semua untuk berbenah. Memang kita harus melakukan evaluasi terhadap keseluruhan pelaksanaan program Beasiswa Kukar Idaman,” ujarnya.

Kepada massa aksi, Rendi juga menjelaskan bahwa polemik yang terlebih dahulu ramai di media sosial ini merupakan miskomunikasi. Ia pun tidak canggung mengakui adanya kekeliruan dalam sistem pendaftaran Beasiswa Kukar Idaman hingga jumlah pendaftar membludak.

Dari kuota awal yang hanya sebanyak 1.348 orang per kategori, setelah proses verifikasi dan validasi jumlah penerima sah membengkak hingga 4.015 orang.

“Ternyata, antusiasme pendaftar tahun ini melampaui ekspektasi kami, bahkan tertinggi sepanjang sejarah program ini berjalan. Pada 2025, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 9.000 orang, dengan penerima juga terbanyak, yaitu lebih dari 4.000 orang,” paparnya.

Rendi juga membantah opini para mahasiswa yang menilai Pemkab Kukar mengabaikan sektor pendidikan. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan prioritas Pemkab Kukar. Anggaran yang dialokasikan untuk Beasiswa Kukar Idaman juga tidak mengalami pemangkasan di tengah gelombang efisiensi anggaran.

“Di awal, sempat terjadi miskomunikasi karena anggaran yang tersedia di tahun 2025 untuk Beasiswa Kukar Idaman itu sekitar Rp8 miliar, sehingga tidak mencukupi untuk membiayai seluruh penerima yang lolos verifikasi. Dengan jumlah lebih dari 4.000 mahasiswa yang memenuhi syarat, dibutuhkan tambahan sekitar Rp12,5 miliar,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Pahitnya Menang Lelang Negara (4): Serangan Balik di Tahap Replik dan Duplik

DI bagian sebelumnya, saya telah memaparkan kronologi lengkap bagaimana saya memenangkan lelang rumah di Perumahan Regency Cluster Valencia secara resmi, memenuhi seluruh kewajiban, namun tetap harus menghadapi gugatan yang membuat saya belum dapat memanfaatkan rumah tersebut. Kamis (14/8) hari ini, perkara sudah masuk tahap sidang replik dari Penggugat dan duplik dari para Tergugat, termasuk saya sendiri.

Dalam repliknya, Penggugat menegaskan kembali bahwa lelang dilakukan saat objek masih dalam sengketa dan belum ada putusan yang berkekuatan hukum tetap. Mereka menganggap prosedur lelang tidak sah, mempertanyakan itikad baik saya sebagai pemenang, serta mengklaim mengalami kerugian langsung. Tuntutan yang mereka ajukan membatalkan hasil lelang, mengembalikan hak atas rumah kepada mereka, dan menolak semua dalil pembelaan para Tergugat.

Menanggapi itu, pandangan para Tergugat sejalan. Bank BJB sebagai Tergugat I menegaskan bahwa lelang dilakukan berdasarkan hak eksekusi atas jaminan sesuai UU Hak Tanggungan dan PMK 213/PMK.06/2020. Tidak ada penetapan sita atau status quo dari pengadilan yang menghalangi, dan tidak ada pembatalan lelang dari KPKNL.

Proses diumumkan secara terbuka, dilaksanakan resmi, dan seluruh tahapan sah di mata hukum. BJB juga menegaskan bahwa pemenang lelang yang beritikad baik dilindungi oleh hukum, sehingga hak kepemilikannya tidak bisa diganggu gugat lewat gugatan yang tidak sesuai prosedur.

KPKNL Balikpapan sebagai Tergugat III menyampaikan hal serupa. Mereka menegaskan bahwa peran mereka hanya sebagai pelaksana lelang berdasarkan permintaan kreditur. Semua prosedur, dari pengumuman, proses penawaran, hingga penerbitan risalah lelang—telah dijalankan sesuai ketentuan PMK 213/2020. Tidak ada pelanggaran, tidak ada pembatalan, dan pemenang lelang telah memenuhi seluruh kewajiban, sehingga sah sebagai pembeli beritikad baik.

Dalam duplik, saya juga tegaskan kembali bahwa sebelum lelang, saya tidak pernah memiliki hubungan hukum dengan Penggugat. Posisi saya murni sebagai pembeli yang mengikuti prosedur resmi, melunasi pembayaran, membayar BPHTB, dan mengajukan balik nama.

Tidak ada bukti yang menunjukkan saya melanggar hukum atau merugikan pihak manapun. Justru, saya yang mengalami kerugian karena tidak dapat menikmati rumah yang sudah menjadi milik saya secara sah. Atas dasar itu, saya mengajukan gugatan balik (rekonvensi) untuk menuntut ganti rugi atas hak saya yang tertahan.

Persilangan argumen di tahap ini cukup jelas. Penggugat berupaya membangun narasi bahwa lelang cacat prosedur dan pemenangnya tidak beritikad baik. Sementara itu, seluruh Tergugat konsisten menyatakan bahwa lelang sah, prosedur terpenuhi, dan pemenang dilindungi oleh hukum. Perdebatan ini kini berlanjut ke tahap pembuktian, di mana setiap pihak akan membuka dan menguji fakta yang ada.

Saat ini proses persidangan masih berlangsung sesuai jadwal e-Court. Tahapan selanjutnya adalah pembuktian, di mana para pihak akan mengajukan alat bukti dan saksi untuk mendukung dalil masing-masing. Melalui tahap ini, akan terlihat secara obyektif apakah tuduhan Penggugat memiliki dasar hukum yang kuat atau justru membuktikan bahwa pelaksanaan lelang telah berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

DPRD dan Pemkab Paser Sepakati KUA-PPAS APBD Kabupaten Paser 2026

PASER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menyepakati rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Paser 2026.

Kesepakatan ini dicapai dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Paser, Hendra Wahyudi, didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Paser, Zulkifli Kaharuddin dan Hendrawan Putra, di Gedung Baling Seleloi, Sekretariat DPRD Kabupaten Paser, Kamis (14/8/2025).

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Paser merekomendasikan agar alokasi belanja daerah berorientasi pada 11 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati sesuai visi Paser TUNTAS untuk APBD Kabupaten Paser 2026.

“Prinsip money follow program harus menjadi dasar utama, sehingga perangkat daerah yang menangani program-program ini mendapatkan porsi anggaran yang memadai,” kata Anggota Banggar DPRD Kabupaten Paser, Kasri.

Ia berharap pengelolaan APBD dapat menjadi lebih efektif, efisien dan akuntabel demi mewujudkan Kabupaten Paser yang Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera. Lebih lanjut, Kasri meminta agar Pemkab Paser secara cermat dan terukur berdasarkan KUA-PPAS yang sudah disepakati.

Tujuannya, agar anggaran mencerminkan kondisi riil dan responsif terhadap dinamika pembangunan. DPRD juga menyarankan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk membuat timeline yang ideal antara proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan KUA-PPAS.

“Jadwal yang jelas akan memastikan tahapan perencanaan dan penganggaran berjalan efektif dan terintegrasi, mencegah keterlambatan, serta meningkatkan kualitas dokumen yang dihasilkan,” jelasnya.

Keterlibatan OPD dan Peningkatan UMKM Dalam penyusunan dokumen KUA-PPAS, Banggar merekomendasikan adanya asistensi terstruktur yang melibatkan seluruh perangkat daerah. Proses ini dianggap penting untuk memastikan keterpaduan dengan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) sehingga mudah dipecah ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) masing-masing OPD.

“Hal ini penting untuk mengimplementasikan janji-janji politik Kepala Daerah yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Paser Tahun 2025-2029,” kata Kasri.

Selain itu, Banggar merekomendasikan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM untuk meningkatkan koordinasi dalam pembinaan UMKM. Rekomendasi ini muncul untuk mengatasi hambatan, seperti pengelolaan wisata kuliner di Desa Sungai Tuak, yang memerlukan kolaborasi lintas dinas.

“Peningkatan daya saing dan kemandirian UMKM diharapkan dapat menyambut Pekan Olahraga Provinsi yang akan digelar di Kabupaten Paser pada tahun 2026, di mana acara ini diharapkan menjadi ajang promosi produk UMKM lokal,” tambahnya.

Kasri menutup dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD dan TAPD Kabupaten Paser atas penyelesaian pembahasan Rancangan KUA dan PPAS APBD 2026. “Rancangan KUA dan PPAS yang disepakati ini akan menjadi pedoman bagi Pemkab Paser dalam menyusun Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kabupaten Paser TA 2026,” pungkasnya.

Pewarta: Abika Ramadhan

Bandara Taiwan Lumpuh, 60 Penerbangan Dibatalkan Akibat Topan Yangliu

BEIJING – Bandara Taoyuan Taiwan membatalkan lebih dari 60 penerbangan penumpang dan kargo akibat Topan Yangliu yang melanda pulau tersebut, demikian dilaporkan Central News Agency (CNA) pada Rabu (13/8/2025).

Sementara 26 penerbangan lainnya dilaporkan dialihkan ke bandara lain.
Bandara Taoyuan adalah bandara internasional terbesar dan tersibuk di pulau tersebut.

Surat kabar The Paper melaporkan bahwa lalu lintas kapal penumpang dan semua aktivitas maritim telah dihentikan sementara di Provinsi Fujian di China tenggara karena topan mulai mendekat.

Sebanyak 39 rute feri penumpang dan 141 rute feri penumpang pesisir dihentikan sementara akibat topan tersebut, lapor Administrasi Keselamatan Maritim China di Fujian yang dikutip oleh surat kabar tersebut.

Topan Yangliu diperkirakan akan melanda pesisir tenggara China daratan dan Taiwan pada Rabu dengan kecepatan angin diperkirakan mencapai 38-45 meter per detik Pada 6 Agustus, kantor berita Xinhua melaporkan bahwa China akan dilanda dua hingga tiga topan pada Agustus.

Juru bicara Kementerian Penanggulangan Bencana Tiongkok Shen Zhanli, memperingatkan bahwa perubahan iklim global menyebabkan kondisi cuaca yang lebih ekstrem di China. (ANT/KN)

Pemerintah Matangkan Rencana Pulau Galang Jadi Penampungan Warga Gaza

0

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Pemerintah RI masih mematangkan persiapan terkait kemungkinan penggunaan Pulau Galang, Kepulauan Riau, sebagai lokasi penampungan bagi warga Gaza yang dievakuasi.

Di sela peninjauan kesiapan HUT Ke-80 RI di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/8/2025), Prasetyo menyampaikan Pulau Galang pernah memiliki fasilitas kesehatan yang memadai dan dapat menjadi salah satu alternatif.

“Juga harus kita lihat, bahwa kondisi Pulau Galang ini kan juga tidak lagi seperti 2-3 tahun yang lalu, jangan sampai kemudian semangat kita itu nanti akan menimbulkan masalah lain,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah sejak April 2020, mengoperasikan Rumah Sakit Darurat Khusus COVID-19 di Pulau Galang karena keberadaannya yang strategis, dekat dengan Bandara Internasional Hang Nadim dan memiliki akses listrik serta air memadai.

Selain itu, fasilitas ini merupakan eks kamp pengungsian Vietnam yang sudah tersedia bangunan, sehingga hanya perlu renovasi dan penyesuaian untuk kebutuhan penanganan pasien COVID-19 saat itu.

Rumah sakit ini dirancang untuk menampung sekitar 1.000 pasien dan dibagi ke dalam tiga zona fungsi: zona tempat tinggal petugas, zona isolasi dan observasi, serta zona pengembangan lanjutan.
Tujuannya adalah memberikan layanan isolasi yang memadai dan mengantisipasi lonjakan pasien, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali dari luar negeri.

Menanggapi kesiapan fasilitas tersebut bagi rencana evakuasi warga sipil korban perang Gaza, Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah akan berhati-hati dan memastikan semua langkah yang diambil benar-benar siap secara infrastruktur dan logistik sebelum digunakan untuk menampung pengungsi.

“Kami sangat berhati-hati ya,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar Indonesia memberikan pengobatan kepada sekitar 2.000 warga Gaza yang menjadi korban perang, dengan layanan medis sementara direncanakan di Pulau Galang.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi dalam keterangannya baru-baru ini menyatakan bahwa rencana ini merupakan misi kemanusiaan, bukan upaya pemindahan penduduk. Setelah sembuh, para pasien akan dipulangkan kembali ke Gaza.

Presiden telah menugaskan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri untuk menyiapkan sistem dan prosedur pelaksanaan program ini.

Sebelumnya, Prabowo juga menyatakan kesiapannya mengevakuasi sekitar 1.000 warga Gaza pada gelombang pertama, yang mencakup korban luka-luka, anak yatim piatu, dan penyintas trauma berat akibat konflik bersenjata dengan Israel. (ANT/KN)

KPK Geledah Gedung Kemenag Terkait Kasus Kuota Haji, Sita Dokumen dan Bukti Elektronik

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dokumen dan barang bukti elektronik setelah menggeledah Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama terkait kasus kuota haji.

“Tim mengamankan barang bukti berupa dokumen dan barang bukti elektronik,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Lebih lanjut Budi mengatakan KPK mengapresiasi dan berterima kasih kepada pihak Kemenag yang selama proses penggeledahan turut membantu dan kooperatif.

Sebelumnya, KPK mengumumkan memulai penyidikan perkara dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama tahun 2023-2024, yakni pada 9 Agustus 2025.

Pengumuman tersebut dilakukan KPK setelah meminta keterangan kepada mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 7 Agustus 2025.

Pada saat itu, KPK juga menyampaikan sedang berkomunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk menghitung kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut.

KPK pada 11 Agustus 2025, mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih. Pada tanggal yang sama, KPK mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri, dan salah satunya adalah mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Selain ditangani KPK, Pansus Angket Haji DPR RI sebelumnya mengklaim menemukan sejumlah kejanggalan yang terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024.
Titik poin utama yang disorot pansus adalah perihal pembagian kuota 50:50 dari alokasi 20.000 kuota tambahan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.

Saat itu, Kementerian Agama membagi kuota tambahan 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.

Hal tersebut tidak sesuai dengan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang mengatur kuota haji khusus sebesar 8 persen, sedangkan 92 persen untuk kuota haji reguler. (ANT/KN)

PBB Naik 250 Persen, Ribuan Warga Pati Tuntut Bupati Sudewo Lengser

0

PATI – Sekitar 1.000 orang warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, melakukan unjuk rasa untuk menuntut Bupati Pati Sudewo mengundurkan diri dari jabatannya karena dianggap sebagai pemimpin yang arogan

Aksi unjuk rasa warga tersebut digelar di kawasan Alun-alun Kota Pati depan pintu masuk Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (13/8/2025).

Husen selaku inisiator dan Syaiful Ayubi sebagai orator aksi warga tersebut menyatakan bahwa Bupati Pati Sudewo perlu dilengserkan dari jabatannya karena dinilai bersikap arogan.

Ia juga mengajak para pengunjuk rasa untuk siapkan diri menuntut pelengseran Bupati Pati hingga malam hari. Para pengunjuk rasa juga diminta untuk tertib dan tidak melakukan aksi anarkis.

“Tunjukkan bahwa warga Pati itu santun dan berakhlak, cinta damai dan tidak arogan,” ujar Saiful.

Unjuk rasa warga Pati berawal dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati yang menaikkan tarif pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

Meskipun kenaikan tersebut merupakan batas maksimal dan tidak diberlakukan untuk seluruh objek pajak, karena ada yang kenaikannya hanya 50 persen.

Namun, kata mereka, karena ada pernyataan Bupati Pati Sudewo yang dinilai menyakiti hati masyarakat yang mempersilakan berunjuk rasa hingga 5.000 ataupun 50.000 orang sekalipun.

Warga akhirnya melakukan aksi donasi dengan mengumpulkan air mineral kemasan dos di sepanjang jalur trotoar depan pendopo Kabupaten Pati.

Bahkan donasi juga terus mengalir hingga air mineral dengan kemasan dos ditempatkan di kawasan Alun-alun Pati.

Untuk mengamankan aksi yang dimulai pukul 08.00 WIB itu, pihak kepolisian setempat sudah berjaga-jaga di berbagai sudut pintu masuk Alun-alun Pati.

Hingga berita ini disiarkan pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB , jumlah warga yang ikut melakukan demonstrasi tersebut terus berdatangan untuk bergabung dalam aksi massa tersebut.  (ANT/KN)

Istana Minta Semua Pihak Tahan Diri soal Kericuhan Demo Warga Pati

0

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, memohon semua pihak untuk menahan diri saat dia ditanya mengenai unjuk rasa seratusan ribu warga Kabupaten Pati yang menuntut Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya.

Seratusan ribu massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memenuhi jalanan di depan Kantor Bupati Pati, Pati, Jawa Tengah, Rabu, untuk berunjuk rasa menuntut Sudewo mundur.

Aksi itu kemudian berujung ricuh terutama setelah ada aksi bakar kendaraan, dan Bupati Sudewo yang menjadi sasaran lempar warga saat berusaha mendengarkan tuntutan warga.

“Kami, selaku pemerintah pusat menaruh perhatian dan memohon kepada semua pihak untuk juga menahan diri baik Pak Bupati, juga secara personal kami berkomunikasi terus. Saya memonitor terus, berkomunikasi dengan Bapak Gubernur Jawa Tengah. Semoga juga segera bisa kita cari jalan keluar terbaik bahwa kita juga menghormati semua proses ya, unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat Pati, kemudian juga kami tadi memonitor bahwa DPRD Pati menggunakan haknya, yaitu semua proses kita hormati, dan pemerintah pusat akan terus memonitor dan berkoordinasi dengan semua pihak,” kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui pada sela-sela kegiatannya di sekitar pelataran Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Pras, begitu sapaan populernya, juga menyebutkan pemerintah pusat, khususnya dirinya terus memonitor situasi di Pati sejak awal kebijakan Bupati Sudewo memicu kemarahan publik.

“Tentu kami dari pemerintah pusat, terutama saya sendiri sejak munculnya dinamika di Kabupaten Pati kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujar Prasetyo.

Dalam kesempatan yang sama, Pras juga merespons pertanyaan mengenai adanya kabar yang menyebutkan ada korban jiwa akibat kerusuhan dalam unjuk rasa tersebut. Pras meminta kabar itu perlu diklarifikasi lebih dulu agar informasi yang masih simpang siur tidak tersebar ke masyarakat.

“Kita perlu klarifikasi kembali agar tidak terjadi simpang siur. Kami juga terus meminta laporan kepada pihak terkait mengenai kebenaran informasinya, dan yang kami dapatkan informasi beberapa waktu yang lalu belum menemukan, atau tidak ada yang diinformasikan didapatkan meninggal dunia,” kata Prasetyo Hadi.

Unjuk rasa di Pati berujung ricuh terutama saat Bupati Sudewo muncul di tengah-tengah massa dan hendak mendengarkan aspirasi demonstran. Akan tetapi, kehadiran Sudewo kemudian memicu aksi kemarahan publik terlihat dari aksi lemparan sandal dan botol plastik air minum kemasan ke arah Sudewo.

Kepolisian kemudian membubarkan aksi unjuk rasa tersebut, dan menangkap 11 demonstran yang diyakini berlaku sebagai provokator. (ANT/KN)