Beranda blog Halaman 336

Megawati Kembali Tunjuk Hasto Kristiyanto Jadi Sekjen PDIP Periode 2025–203

0

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri kembali melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masa bakti 2025–2030, Kamis (14/8/2025). Dalam pelantikan yang berlangsung di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat itu, Hasto Kristiyanto resmi ditetapkan kembali sebagai Sekretaris Jenderal PDIP.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Komunikasi PDIP, Adian Napitupulu, menjelaskan pelantikan kali ini ditujukan bagi para pengurus yang sebelumnya telah diumumkan tetapi berhalangan hadir pada Kongres PDIP di Bali, 2 Agustus 2025.

“Ibu Megawati melantik sejumlah pengurus DPP PDIP yang telah diumumkan sebelumnya, namun berhalangan atau tidak hadir pada Kongres PDIP di Bali, pada 2 Agustus 2025, lalu,” ungkap Adian.

Beberapa nama yang baru resmi dilantik antara lain Puti Guntur Soekarno (Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan), Darmadi Durianto (Ketua Bidang Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja), serta Charles Honoris (Ketua Bidang Jaminan Sosial).

Selain itu, ada Andreas Eddy Susetyo (Ketua Bidang Koperasi dan UMKM), Andreas Hugo Pareira (Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi), dan Dolfie O.F.P. (Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Internal).

Kemudian, Abdullah Azwar Anas (Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi Kerakyatan) dan Mercy Barends (Ketua Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) juga resmi dilantik. Mercy sendiri tidak hadir pada acara pelantikan yang digelar di Kantor DPP PDIP, Jakarta.

“Untuk posisi Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Ibu Megawati menunjuk kembali Mas Hasto Kristiyanto untuk periode 2025–2030,” ujar Adian.

Ia menceritakan momen unik saat pembacaan nama pengurus oleh Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kesekretariatan, Yoseph Aryo Adhi Dharmo.

“Di kertas yang Mas Adhi bacakan posisi Sekjen masih kosong, tanpa nama. Lalu Mas Adhi, dan Mas Nanan (M. Prananda Prabowo) bertanya ke Ibu Megawati. Untuk Sekjen gimana. Lalu Ibu Megawati menjawab singkat, ‘Ya Mas Hasto,’” papar Adian.

“Semua tersenyum dan Mas Hasto pun naik ke panggung, diikuti gemuruh tepuk tangan dari yang ada dalam ruangan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Megawati berpesan kepada seluruh jajaran DPP PDIP yang baru dilantik agar segera bekerja untuk rakyat.

“Semua pengurus DPP yang sudah dilantik segera turun ke bawah. Temui rakyat. Dengarkan aspirasi rakyat,” kata Megawati.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Momentum Kemerdekaan Kadis PU Dorong Kinerja Berkualitas dan Bermanfaat

TENGGARONG – Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) Wiyono mengajak seluruh pegawai untuk mengisi momen bersejarah ini dengan karya nyata dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Ia mengingatkan, kemerdekaan yang dinikmati saat ini adalah hasil perjuangan berat para pahlawan yang mengorbankan darah dan nyawa. “Kita harus mensyukuri kemerdekaan ini dengan mengisinya melalui kegiatan positif dan upaya membangun bangsa. Sebagai generasi penerus, itu adalah tanggung jawab kita,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).

Wiyono menegaskan, bentuk kontribusi nyata Dinas PU dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan membangun dan memperbaiki infrastruktur yang benar-benar menunjang kesejahteraan masyarakat. Ia berharap seluruh proyek yang telah dianggarkan dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai aturan, dan tanpa menimbulkan temuan maupun keluhan negatif.

“Melalui kinerja yang transparan dan akuntabel, masyarakat harus merasakan kepuasan terhadap hasil kerja kami. Itulah wujud konkret dari pengisian kemerdekaan,” tambahnya.

Setiap tahun, Dinas PU Kukar berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil pekerjaan. Dengan semangat kebersamaan, Wiyono optimistis setiap langkah pembangunan dapat memberi manfaat nyata, memperkuat keutuhan, dan membawa daerah menuju kemajuan yang berkelanjutan.

“Pembangunan yang berkualitas bukan hanya soal beton dan aspal, tapi tentang memastikan setiap hasil kerja memberi dampak positif bagi kehidupan warga Kutai Kartanegara,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Dinas PU Kukar Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Lomba Kreatif, Tingkatkan Kebersamaan dan Nasionalisme

TENGGARONG – Suasana Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) pada Kamis (14/8/2025) dipenuhi tawa, sorak, dan semangat merah putih. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Dinas PU Kukar menggelar serangkaian lomba kreatif yang melibatkan seluruh pegawai.

Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, mengatakan kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan yang tak hanya memeriahkan momen kemerdekaan, tetapi juga mempererat keakraban antarpegawai.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami mengadakan lomba yang seru dan menghibur. Tidak ingin perlombaannya terlalu kaku, kami ingin semua merasa senang dan terlibat,” ujarnya.

Tahun ini, setidaknya delapan jenis lomba disiapkan, mulai dari karaoke, menghias tumpeng, menghias ruangan, lomba mengaji, lomba teknis meja, hingga catur. Setiap lomba dirancang untuk memadukan unsur hiburan, kreativitas, dan kerja sama tim.

Menurut Wiyono, kegiatan ini bukan sekadar ajang bersenang-senang, tetapi juga cara menanamkan nilai cinta tanah air di lingkungan kerja. “Kami ingin menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia, khususnya di lingkungan Dinas PU Kukar,” tambahnya.

Selain menambah keceriaan, rangkaian lomba ini diharapkan memperkuat solidaritas dan sinergi pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan yang terbangun di momen kemerdekaan, Dinas PU Kukar optimistis dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Dengan kombinasi kreativitas, kekompakan, dan semangat nasionalisme, perayaan HUT RI ke-80 di Dinas PU Kukar menjadi bukti bahwa nilai kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan kerja. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Normalisasi Karang Mumus: Dari Penolakan Warga hingga Akselerasi di Era Andi Harun

Setiap kali melintasi Sungai Karang Mumus (SKM) di Samarinda, ingatan saya selalu kembali ke masa pemerintahan wali kota terdahulu. Dari era almarhum Achmad Amins hingga Syaharie Jaang, upaya meyakinkan warga tentang pentingnya normalisasi sungai dan penertiban bangunan di bantaran demi pengendalian banjir tidak mudah. Saat itu, saya turut menyaksikan langsung bagaimana dinamikanya sekaligus memberitakan.

Di lapangan, aparat sering menghadapi penolakan sebagian warga, keterbatasan anggaran, dan tarik ulur kepentingan, sehingga proses berjalan lambat. Padahal, dasar hukumnya sudah jelas. Perda Kota Samarinda No. 3 Tahun 1986 menetapkan penataan bantaran SKM dan Sungai Mahakam, diperkuat Perda No. 2 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah yang melarang pembuangan sampah ke sungai. Sempadan sungai ditetapkan sebagai kawasan lindung, sehingga bangunan yang berdiri di atasnya harus direlokasi demi memulihkan fungsi sungai sebagai saluran air utama.

Perubahan signifikan baru mulai terasa pada 2019, di era Wali Kota Andi Harun. Ritmenya berubah. Program ini dijalankan lebih terukur, pendanaannya jelas, dan pendekatannya jauh lebih partisipatif. Program ini juga melibatkan Pemprov Kaltim, TNI, dan Polri, dengan proyek normalisasi dimulai dari segmen Pasar Segiri. Ratusan rumah direlokasi, sebagian disertai resistensi keras.

Tahun 2020, pembongkaran dilanjutkan meski sebagian warga masih bertahan. Memasuki 2021–2022, pemerintah melakukan pengerukan, membangun turap, dan membebaskan lahan secara bertahap. Tahun 2023, bantaran kembali dibersihkan dari bangunan liar, disertai penegasan status zona hijau.

Sisa bangunan kayu mulai dibongkar di tepi SKM.

Tahun 2024 menjadi titik yang padat pekerjaan. Pada Februari, pemerintah memetakan pembebasan 72 rumah di Kelurahan Sungai Pinang Luar. Juni, Andi Harun turun langsung meninjau progres pembangunan turap, sekaligus mengakui bahwa hambatan terbesar ada di proses pembayaran ganti rugi.

Untuk menjamin keberlanjutan program, Pemkot Samarinda mengalokasikan Rp 39,75 miliar dalam APBD Perubahan 2024 untuk tahap kedua pembongkaran. Pada Juli 2024 lalu, 99 bangunan di kawasan Gang Senggol–Jalan KH Agus Salim telah dibongkar dengan dukungan penuh warga. Pekerjaan kemudian berlanjut mulai Agustus hingga November di segmen Pelita–Lambung Mangkurat, sebagian dilakukan secara sukarela oleh pemilik bangunan.

Tahap berikutnya berlangsung hari ini, Kamis (14/8/2025), di Jalan A.M. Sangaji, Kelurahan Bandara. Sebanyak 93 bangunan di delapan RT dibongkar. Rumah-rumah kayu panggung yang berdiri di tepi Sungai Karang Mumus mulai dirobohkan, sebagian hanya menyisakan kerangka, lantai, dan dinding yang sudah rapuh. Puing-puing kayu, seng, papan, dan material bangunan berserakan di sepanjang lokasi. Sementara itu, ekskavator dengan lengan panjang bergerak sistematis meruntuhkan bangunan satu per satu.

Kegiatan ini didukung anggaran sebesar Rp 9,9 miliar, yang mencakup biaya ganti bongkar dan kompensasi bagi warga pemilik bangunan beralas hak. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa pembongkaran di A.M. Sangaji merupakan kelanjutan dari penataan segmen sebelumnya, sekaligus bagian dari strategi besar pengendalian banjir di kota.

Alat berat bekerja membersihkan puing bangunan di bantaran sungai.

Dalam peninjauannya, Andi Harun menyampaikan rasa syukur atas dukungan penuh masyarakat, yang dinilainya menjadi faktor penting dalam kelancaran proses pembongkaran.

“Yang paling bersyukur adalah masyarakat memberikan dukungan penuh atas kegiatan ini. Tidak ada ketegangan berarti, bahkan mereka ikut bergotong royong. Tidak perlu rapat resmi panjang, persoalan bisa selesai langsung di lapangan. Ini yang saya sebut kesadaran kolektif. Sinergi pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat, yang membuat pekerjaan yang di daerah lain sering tersendat, di Samarinda bisa berjalan cepat,” ungkap Andi Harun kepada wartawan.

Perubahan fisik di sepanjang SKM kini semakin terlihat. Kawasan yang sebelumnya padat bangunan semi permanen telah menjadi jalur terbuka dengan turap beton di beberapa titik. Akses pandang ke sungai lebih jelas, tepian tertata tanpa tumpukan material bekas bangunan, dan vegetasi mulai ditanam untuk menjaga kestabilan tanah sekaligus memperindah bantaran.

Wali Kota Andi Harun menyaksikan ekskavator meruntuhkan bangunan di SKM.

Di Gang Nibung, yang dulu sempit dan tertutup bangunan, ruang kini terasa lebih lapang. Jalan gang lebih mudah dilalui, sampah di tepian air berkurang berkat pengawasan rutin dan fasilitas tempat sampah yang memadai. Sebagian warga memanfaatkan lahan kosong bekas pembongkaran untuk menanam tanaman hias dan sayuran, menjadikan lingkungan lebih asri.

Perubahan ini menunjukkan pergeseran sikap. Jika dulu pembongkaran SKM kerap memicu ketegangan, kini di banyak titik justru dilakukan bersama. Warga mulai memahami bahwa pengendalian banjir tidak bisa ditangani pemerintah saja. Keterlibatan mereka menjadi faktor penentu.

Program ini bergerak lebih jelas arahnya. Dari pekerjaan tambal-sulam menjadi proyek strategis dengan target lokasi, anggaran terukur, dan pelibatan warga sejak tahap awal.

Dengan konsistensi, SKM berpeluang memulihkan fungsi hidrologisnya, mengurangi risiko banjir, dan menjadi wajah sungai yang layak dibanggakan warga Samarinda. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Dishub Kukar Siapkan Rambu Lalu Lintas Baru di Poros Jongkang, Perkuat Keselamatan Pengendara

TENGGARONG – Setelah rampung dibangun dan dilengkapi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), Jalan Poros Kukar–Samarinda via Desa Jongkang kini bersiap mendapatkan fasilitas keselamatan tambahan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan pemasangan rambu lalu lintas akan menjadi prioritas berikutnya demi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaedi, mengatakan pemasangan rambu belum dilakukan sebelumnya karena pembangunan infrastruktur jalan baru saja diselesaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar. Setelah LPJU menyala dan memberi rasa aman di malam hari, tahap selanjutnya adalah melengkapi ruas jalan tersebut dengan rambu-rambu keselamatan.

“Masih banyak jalan yang minim rambu, salah satunya Poros Kukar–Samarinda lewat Desa Jongkang. LPJU sudah terpasang, selanjutnya kami programkan pemasangan rambu lalu lintas,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).

Pemerintah Desa Jongkang sendiri telah mengajukan permohonan resmi agar rambu lalu lintas segera dipasang. Tujuannya jelas: mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di jalur yang kini mulai ramai dilalui kendaraan.

“Pengajuan dari Pemdes sudah masuk, dan memang sudah jadi bagian dari program kami,” tegas Junaedi.

Dishub Kukar saat ini tengah melakukan pemetaan terhadap jalan-jalan yang memerlukan fasilitas keselamatan, baik berdasarkan hasil survei lapangan maupun permintaan dari pemerintah desa.

Junaedi menegaskan, rambu lalu lintas bukan sekadar pengatur arus kendaraan, tetapi juga langkah preventif yang sangat penting untuk mencegah kecelakaan, terutama di jalan baru yang belum memiliki pola lalu lintas yang mapan.

“Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas kami. Rambu akan menjadi panduan penting, apalagi di jalur poros yang strategis seperti ini,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi

Loa Janan Sabet Predikat Kecamatan Tergiat Pramuka Kukar 2025, Bukti Pembinaan Berjalan Aktif

TENGGARONG – Sorak gembira mewarnai peringatan Hari Pramuka ke-64 di halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (14/8/2025), ketika nama Kecamatan Loa Janan diumumkan sebagai Tergiat Pertama Kwartir Ranting Pramuka tingkat Kabupaten.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan kepanduan di Loa Janan berjalan aktif, konsisten, dan mampu menjadi teladan bagi kecamatan lain. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kukar, Edi Damansyah, menegaskan bahwa predikat ini merupakan penilaian paling bergengsi di jajaran Pramuka Kukar.

“Salah satu ukuran juara pertama adalah aktifnya kegiatan Pramuka di kecamatan tersebut. Ini penilaian paling bergengsi, dan Loa Janan membuktikan diri layak mendapatkannya,” ujarnya.

Dalam penilaian tahun ini, Kecamatan Sebulu harus puas di posisi kedua, disusul Loa Kulu di peringkat ketiga. Menurut Edi, keberhasilan Loa Janan tidak lepas dari peran aktif camat sebagai pembina Pramuka, serta pengurus kwartir ranting yang solid dalam menjalankan program pembinaan generasi muda.

“Kelihatan mana kecamatan yang kwarannya bergerak aktif dan camatnya terlibat langsung membangun Pramuka. Loa Janan membuktikan kombinasi itu berjalan maksimal,” tegasnya.

Edi juga mengingatkan bahwa sumber daya manusia (SDM) Pramuka sudah terlatih untuk terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan pengelolaan yang baik, gerakan Pramuka di tingkat kecamatan dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi masyarakat.

Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi kwartir ranting lain untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan kegiatan kepanduan, sehingga Pramuka di Kukar semakin berperan sebagai mitra pembangunan daerah. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi

Hari Pramuka ke-64 di Kukar, Ribuan Anggota Janji Perkuat Peran sebagai Mitra Pembangunan

TENGGARONG – Lantunan yel-yel dan derap langkah baris-berbaris menggaung di halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (14/8/2025). Ribuan anggota Pramuka dari berbagai gugus depan memadati lapangan untuk mengikuti Upacara Hari Pramuka ke-64, yang dipimpin langsung Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kukar, Edi Damansyah.

Dalam amanatnya, Edi menegaskan bahwa Pramuka bukan hanya organisasi kepanduan, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun karakter generasi muda. “Kita bukan sekadar baris-berbaris atau berkemah. Pramuka hadir untuk membentuk pemuda yang tangguh, berkarakter, disiplin, patriotis, dan siap berkontribusi dalam pembangunan,” ujarnya.

Edi juga membeberkan capaian membanggakan Kwarcab Pramuka Kukar yang berhasil meraih predikat Pramuka Tergiat se-Kalimantan Timur lima tahun berturut-turut. Predikat ini, kata dia, bukan sekadar penghargaan, tetapi bukti bahwa pembinaan Pramuka di Kukar berjalan konsisten dan progresif.

“Mendapatkan predikat Tergiat adalah penghargaan paling bergengsi di dunia Pramuka. Ini hasil kerja keras seluruh anggota dan pembina,” tegasnya.

Edi berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat sinergi dengan Pemkab Kukar. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam pemberdayaan pemuda, termasuk memberikan wadah pengembangan keterampilan yang relevan dengan tantangan zaman.

“Tantangan hari ini adalah memastikan generasi muda memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Dengan kolaborasi yang erat, Insya Allah kita akan terus meningkatkan kontribusi Pramuka bagi Kukar,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Rendi Pastikan Program Kukar Idaman Terbaik Segera Jalan, Janji Umrah Gratis hingga Dana Rp150 Juta per RT Siap Direalisasikan

TENGGARONG – Rencana Pembanguan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutai Kartanegar (Kukar) tahun 2025-2030 tengah disusun. Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin pastikan janji politiknya sudah akan mulai direalisasikan pada tahun depan. Termasuk program umrah gratis dan dana Rp 150 juta per RT.

Rendi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mematangkan dasar hukum dan peraturan daerah sebagai landasan pelaksanaan. Hal ini penting agar seluruh janji kampanye Bupati Aulia Rahman Basri dan dirinya dapat dijalankan tanpa kendala administrasi.

“Ketika aturan itu sudah jadi, seluruh janji termasuk umrah gratis bagi guru ngaji dan dana Rp150 juta per RT per tahun akan kita realisasikan,” tegas Rendi, Rabu (13/8/2025).

Program Kukar Idaman Terbaik digagas sebagai penyempurnaan dari Kukar Idaman. Fokusnya adalah meningkatkan pelayanan publik, memperluas cakupan bantuan langsung ke masyarakat, serta memastikan penyaluran anggaran tepat sasaran.

Beberapa fitur unggulan dalam Kukar Idaman Terbaik antara lain:

* Rp150 juta per RT per tahun untuk pembangunan jalan lingkungan, fasilitas umum, dan sarana pendukung masyarakat.

* Program keagamaan seperti umrah gratis bagi guru ngaji dan tokoh agama yang dinilai berdedikasi tinggi.

* Penguatan ekonomi kerakyatan melalui dukungan modal usaha, pembinaan UMKM, dan pengembangan koperasi desa.

* Peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, termasuk beasiswa, bantuan sarana belajar, serta pelayanan kesehatan berbasis KTP.

Rendi menegaskan, perubahan nama menjadi Kukar Idaman Terbaik bukan sekadar rebranding, melainkan langkah strategis untuk memperbaiki kelemahan program sebelumnya dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Penambahan frasa Terbaik sendiri merupakan akronim dari terbukti, berprestasi dan kerja nyata.

“Targetnya, semua program prioritas akan berjalan penuh mulai tahun anggaran berikutnya. Masyarakat tidak hanya menerima janji, tapi benar-benar merasakan hasilnya,” tandasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Anggana Jadi Titik Kedua Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih, Wabup Rendi Sertakan Bantuan untuk Siswa

TENGGARONG – Suasana Dermaga Kutai Lama, Kecamatan Anggana, pada Rabu (13/8/2025) dipenuhi warna merah putih. Ratusan bendera berkibar, menjadi bagian dari Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih yang kali ini menyapa warga Anggana, setelah sebelumnya digelar di Tenggarong dan Tenggarong Seberang.

Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin memimpin langsung pembagian bendera kepada perangkat desa, ketua RT, BPD, LPM, hingga kepala dusun se-Kecamatan Anggana. Gerakan ini menjadi simbol semangat kebangsaan dalam peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

“Pembagian bendera ini bukan hanya seremonial, tapi ajakan untuk meneguhkan persatuan dan cinta tanah air di setiap rumah,” ujar Rendi.

Tak hanya membagikan bendera, Rendi juga membawa kabar gembira bagi para pelajar Desa Kutai Lama. Ia menyerahkan bantuan buku, tas, dan perlengkapan sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan anak-anak pesisir.

Bantuan diberikan sesaat setelah Rendi dan rombongan tiba di dermaga menggunakan kapal bersama para nelayan. Suasana menjadi meriah, terlebih ketika para siswa menerima perlengkapan baru yang mereka butuhkan untuk belajar.

Dengan menggabungkan semangat nasionalisme dan kepedulian terhadap pendidikan, kunjungan ini diharapkan mampu membangkitkan rasa bangga sekaligus memberikan dorongan nyata bagi kemajuan masyarakat Anggana. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Nelayan Sungai Meriam Dapat Kapal dan Perahu Baru, Wabup Rendi Janjikan Dukungan Berkelanjutan

TENGGARONG – Suasana di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Rabu (13/8/2025) tampak berbeda dari biasanya. Puluhan nelayan berkumpul, menyambut kedatangan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin yang membawa kabar baik berupa penyerahan bantuan sarana tangkap dan budidaya ikan.

Dalam kunjungan tersebut, Rendi menyerahkan berbagai bantuan, mulai dari kapal, perahu, benih ikan, tandon air, hingga bendera Merah Putih. Bantuan ini bukan hanya simbol perhatian pemerintah, tetapi juga upaya konkret untuk meningkatkan produktivitas nelayan dan memperkuat perekonomian di wilayah pesisir.

“Insya Allah peningkatannya akan terus dilakukan secara bertahap, sampai masyarakat mendapatkan kebutuhan dasar dengan mudah dan tanpa penyelewengan,” tegasnya di hadapan para nelayan.

Bantuan kapal dan perahu diharapkan dapat memperluas jangkauan melaut nelayan, sementara benih ikan dan tandon air akan mendukung kegiatan budidaya agar hasil panen lebih stabil. Dengan begitu, nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan di laut, tetapi juga memiliki sumber pendapatan dari budidaya perikanan.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemkab Kukar untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan melalui bantuan langsung yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rendi menegaskan, program seperti ini akan terus diperluas ke seluruh wilayah di Kukar.

Dengan dukungan berkelanjutan, pemerintah berharap nelayan Sungai Meriam dan wilayah pesisir Anggana dapat lebih mandiri, meningkatkan pendapatan, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan daerah. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i