Beranda blog Halaman 300

Mitra Program Makan Bergizi Gratis Wajib Berbadan Hukum

0

LOMBOK – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) minimal harus berbadan hukum guna memberikan kepastian, keamanan, dan keberlanjutan pasokan bahan pangan.

“Itu merupakan pertanggungjawaban kepada negara, sehingga aturan main minimal berbadan hukum,” kata Staf Ahli Sekretaris Deputi Promosi dan Kerjasama BGN Rustandi Wira Manggala dalam gelar wicara Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (16/9/2025).

Ia menjelaskan mitra yang berbadan hukum, seperti koperasi atau CV untuk partai besar lebih mudah diawasi, sehingga meminimalisasi penipuan yang dapat merugikan pemerintah dan penerima manfaat.

Setiap mitra harus mampu meyakinkan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) bahwa mereka sanggup menyediakan produk bahan pangan yang berkualitas dan tepat waktu.

Mitra pemasok yang sudah berbadan hukum memiliki izin edar, sertifikasi keamanan pangan dan sertifikasi produk halal, serta standar mutu sesuai rekomendasi ahli gizi.

Hal itu dapat lebih menjamin makanan yang disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat berstatus aman dan sehat.

“Ikan masih segar, tahu dan tempe juga tidak busuk, sayur masih segar. Intinya adalah layak dimakan, sehingga saat dimasak tidak berakibat makanan itu menjadi sia-sia akibat basi dan sebagainya,” kata Wira.

Ia mengatakan saat mitra memiliki badan hukum, maka SPPG dapat merasa aman atas stabilitas pasokan bahan pangan mengingat program MBG berlangsung dalam jangka panjang.

Bahkan, katanya, mitra yang berbadan hukum mempunyai struktur usaha yang lebih jelas guna menjamin ketersediaan bahan pangan bagi program MBG tersebut.

Badan Gizi Nasional tidak segan memasukkan mitra MBG ke dalam daftar hitam jika bahan pokok makanan yang disalurkan tidak bisa dimakan oleh penerima manfaat.

“Supplier tolong dijaga kepercayaan dengan memberikan bahan pokok kepada SPPG tepat waktu, tepat sasaran, dan kualitas bagus dengan jumlah sesuai yang diminta,” demikian Wira. (ANT/KN)

Wamentan Dorong Pembatasan Impor Etanol, Lindungi Industri Gula Nasional

0

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mendorong pembatasan impor terhadap komoditas etanol guna melindungi produk sampingan (by-product) dari industri gula dalam negeri, khususnya tetes tebu (molase).

“Jadi karena memang mungkin etanol itu memang kita masih impor. Kalau harus impor, kan impor boleh saja, tapi setidaknya tidak mengganggu apa yang dihasilkan dalam negeri, kan itu,” kata Wamentan ditemui usai Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Ia mengungkapkan penumpukan tetes tebu terjadi karena keterbatasan penyerapan, bahkan beberapa pabrik gula terancam menghentikan proses giling akibat kekhawatiran meluasnya dampak tersebut yang tidak tertangani.

Sudaryono menegaskan usulan pengaturan impor etanol telah ia sampaikan dalam rapat koordinasi terbatas lintas kementerian yang dikoordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, sebagai langkah agar tetes pabrik gula dapat termanfaatkan secara optimal.

Menurut dia, pengetatan impor etanol penting untuk menekan masuknya produk dari luar negeri agar tidak mematikan industri dalam negeri, sekaligus mendorong pemanfaatan hasil samping perkebunan tebu sebagai sumber etanol lokal.

“Ini kami raise (angkat) agar etanol diatur sehingga tetes dari pabrik gula ini bisa termanfaatkan secara maksimal, tidak numpuk, dan juga kita mengurangi impor dari etanol itu. Jadi, baru minggu yang lalu kami raise, saya sendiri yang juga hadir di rapat itu dan kami sampaikan terkait etanol,” bebernya.

Wamentan menambahkan, pemerintah selalu membuka ruang dialog antara kepentingan industri dan pertanian, sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan keseimbangan manfaat tanpa mengorbankan kesejahteraan petani maupun kelangsungan industri nasional.

“Nah ini, kami komunikasikan. Intinya apa sih? Intinya every bodyharus happy lah,” kata Wamentan.

Ia menekankan, prinsip dasar impor adalah mengisi kekurangan produksi yang tidak mampu dipenuhi dalam negeri, bukan menggantikan produksi lokal, sehingga tidak boleh sampai merugikan pabrik gula maupun petani tebu.

“Intinya kan impor itu apa sih? Impor itu kan ngisi lubang yang bolong yang tidak bisa diisi industri dalam negeri. Bukan berarti mensubstitusi. Jangan sampai impor itu mematikan yang di dalam negeri, intinya kan itu prinsipnya,” tuturnya.

Sudaryono menyebut hingga kini pembahasan kebijakan impor etanol belum sampai ke Presiden Prabowo Subianto, melainkan masih dalam koordinasi antar kementerian, termasuk dengan Menko Pangan Zulkifli Hasan untuk mencari solusi terbaik secara bertahap.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kementerian Pertanian tidak memberikan rekomendasi impor etanol, tetapi aspirasi petani dan industri gula yang mengalami penumpukan tetes terus disampaikan agar menjadi perhatian serius pemerintah.

Sebelumnya diberitakan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Jakarta, Jumat (29/8), mengatakan bahwa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 16 Tahun 2025 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor tidak berdampak ke produsen tetes tebu domestik.

Menurut dia, selama ini volume impor tetes tebu dalam kurun lima tahun terakhir terus menurun, serta dalam aturan baru itu tidak lagi memerlukan rekomendasi.

Pemerintah telah melakukan deregulasi terkait kebijakan impor, dengan memberikan relaksasi terhadap 10 komoditas yakni produk kehutanan, pupuk bersubsidi, bahan baku plastik, bahan bakar lain, lalu ada sakarin, siklamat dan preparat bau-bauan mengandung alkohol, bahan kimia tertentu, mutiara, food tray, alas kaki, serta sepeda roda dua dan roda tiga. (ANT/KN)

Kementerian PU Pastikan Rekonstruksi Gedung DPRD Makassar

0

MAKASSAR – Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan rekonstruksi Gedung DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan, usai dibakar massa pengunjuk rasa pada Jumat (29/8).

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dewi Chomistriana mengunjungi langsung Kantor DPRD Kota Makassar, Selasa (16/9/2025), untuk melihat dan merekonstruksi gedung pemerintah tersebut.

“Dari dari hasil kajian dan pengamatan, ada dua bangunan yang terdampak. Satu adalah bangunan yang dibangun dan diresmikan pada 1986. Usianya sudah lebih dari 40 tahun,” ujarnya.

Dirjen Cipta Karya dan rombongan disambut langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham serta Ketua DPRD Kota Makassar Supratman.

Dewi Chomistriana menyampaikan, pihaknya melihat langsung kondisi terkini usai perusakan fasilitas negara tersebut oleh pengunjuk rasa.

“Kami berkesimpulan bangunan ini mengalami kerusakan berat. Secara struktur mungkin sebagian masih bisa dimanfaatkan, tetapi dari sisi non-struktur sudah masuk kategori berat,” jelas Dewi.

Ia menambahkan masukan Wali Kota Makassar turut menjadi pertimbangan. Mengingat standar bangunan era 1980-an sudah jauh berbeda dengan ketentuan saat ini, mulai dari skala gempa, jalur evakuasi, hingga sistem pengaman kebakaran.

“Untuk gedung utama yang dibangun tahun 1986, kami akan mengusulkan rekonstruksi penuh atau pembangunan baru sesuai usulan Pak Wali,” tuturnya.

“Sementara gedung tambahan yang dibangun tahun 2024 kondisinya relatif baik dan hanya mengalami kerusakan ringan, sehingga masih bisa dimanfaatkan setelah rehabilitasi,” terangnya.

Dewi menegaskan jika skema rekonstruksi disetujui, gedung lama dipastikan harus diratakan. Namun proses tersebut memerlukan tahapan administrasi, termasuk penghapusan aset karena bangunan lama masih tercatat sebagai aset negara.

“Tim Direktorat Bina Teknik akan melakukan kajian lanjutan. Jika rekonstruksi diputuskan, pasti harus diratakan. Tetapi ada syarat seperti penghapusan aset yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” terangnya.

Mengenai pembiayaan, Kementerian PU mengaku masih harus melakukan perhitungan ulang. Hitungan awal untuk rehabilitasi seluruh masa bangunan sebelumnya diperkirakan mencapai Rp50 miliar–Rp55 miliar.

Namun, dengan adanya opsi rekonstruksi total, angka tersebut akan berubah. Pihaknya akan melihat sumber anggaran penyesuaian sesuai kebutuhan nantinya.

“Dari hitungan awal kami, seluruh masa bangunan diperkirakan sekitar Rp50 miliar–Rp55 miliar. Tetapi setelah peninjauan, arah pembangunannya tampak menuju rekonstruksi. Artinya, kami harus berhitung ulang,” ucapnya. (ANT/KN)

Polri Ajukan Red Notice untuk Tersangka Korupsi Minyak Mentah Riza Chalid

0

JAKARTA – Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui NCB Interpol Indonesia telah mengajukan permohonan penerbitan red notice terhadap tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, Mohammad Riza Chalid, ke Markas Besar Interpol di Lyon, Prancis.

“Semua persyaratan pengajuan IRN (Interpol Red Notice) telah dipenuhi oleh pihak Kejaksaan Agung RI pada pekan lalu. Selanjutnya, kami langsung mengajukan IRN request terhadap subjek dimaksud (Riza Chalid),” kata Ses NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol. Untung Widyatmoko di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Terkait kapan red notice Riza Chalid akan diterbitkan, Untung mengatakan bahwa penerbitan itu menunggu hasil asesmen dari Markas Besar Interpol.

“Tentunya IRN yang bersangkutan akan terbit setelah dilakukannya asesmen oleh pihak Commission for the Control of Interpol’s File (CCCF) dan Notice and Diffusions Task Force (NDTF) Interpol Headquarters,” katanya.

Diketahui, Mohammad Riza Chalid selaku beneficial owner PT Orbit Terminal Merak ditetapkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018–2023.

Selain itu, Riza juga ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari tindak pidana asal kasus korupsi tersebut.

Kejagung sedang memburu keberadaan bos minyak tersebut lantaran tidak sedang berada di Indonesia. Riza telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejagung sejak 19 Agustus 2025.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto sebelumnya juga menyatakan telah mencabut paspor milik Riza Chalid.

Agus menyampaikan, Riza saat ini terdeteksi sedang berada di Malaysia. Tersangka kasus korupsi minyak mentah itu sudah keluar dari Indonesia sejak Februari 2025.

“Perlintasannya (data perlintasan orang di kesisteman aplikasi V4.0.4 Imigrasi RI) meninggalkan Indonesia dari bulan Februari dan saat ini termonitor yang bersangkutan di Malaysia,” ujarnya.

Pemerintah, kata dia, kini masih terus berupaya untuk membawa pulang Riza Chalid ke Indonesia. (ANT/KN)

Merger Pelita Air–Garuda Indonesia Masih Tahap Evaluasi

0

JAKARTA – Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa rencana penggabungan atau merger Pelita Air dan Garuda Indonesia masih terus dievaluasi.
Ia menegaskan tidak ada target waktu yang ditetapkan untuk proses tersebut.

“Lagi dievaluasi. Ya kami pokoknya enggak ada target. Dievaluasi dulu lah yang benar,” ujar Rosan usai menghadiri acara Pertemuan dan Simposium Gotong Royong Perumahan Warisan Bangsa di Jakarta, Selasa (16/9/2025) malam.

Rencana merger ini merupakan bagian dari langkah strategis PT Pertamina (Persero) yang ingin fokus pada bisnis inti perusahaan, yakni sektor minyak dan gas (migas) serta energi terbarukan.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan penjajakan awal penggabungan Pelita Air, yang merupakan anak usaha PT Pertamina, dengan Garuda Indonesia telah dimulai.

“Kami sedang penjajakan awal untuk penggabungan dengan Garuda Indonesia,” ujar Simon dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, Jumat (12/6).

Simon menjelaskan penggabungan ini sejalan dengan peta jalan konsolidasi yang dikendalikan oleh Danantara. Lini usaha di luar bisnis inti Pertamina akan dilepas atau digabungkan dengan perusahaan sejenis. Selain Pelita Air, beberapa unit usaha lain seperti asuransi, layanan kesehatan, hospitality, dan Patra Jasa juga akan diarahkan mengikuti peta jalan konsolidasi tersebut.

Pertamina juga berencana menggabungkan tiga anak usahanya—Kilang Pertamina Internasional (KPI), Pertamina International Shipping (PIS), dan Pertamina Patra Niaga (PPN)—dengan target penyelesaian pada akhir 2025.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi global yang menyebabkan penurunan margin keuntungan, terutama di sektor kilang.

“Dengan kondisi yang kurang menguntungkan bagi kami, kilang ini marginnya semakin kecil,” kata Simon.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan menekankan pentingnya penyatuan izin usaha penerbangan dalam satu entitas perusahaan jika merger antara Garuda Indonesia dan Pelita Air benar-benar dilaksanakan.

Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Agustinus Budi Hartono, menyatakan bahwa merger tidak bisa berjalan jika masing-masing maskapai tetap mempertahankan izin usaha dan air operator certificate (AOC) secara terpisah.

“Kalau merger ya harus jadi satu perusahaan. Artinya nanti izin usahanya ya tetap satu,” ujar Agustinus di Jakarta, Senin (15/9).

Ia menambahkan pengecualian hanya berlaku untuk anak usaha seperti Citilink, yang beroperasi dengan izin terpisah karena tidak berada dalam skema merger formal.

Di sisi lain, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa proses kajian merger Pelita Air dan Garuda Indonesia sepenuhnya berada di bawah koordinasi Danantara.

Kementerian BUMN hanya akan memberikan persetujuan di tahap akhir. (ANT/KN)

Turap Baru 70 Persen, Banjir Bontang Belum Tuntas, Sampai Kapan?

SUDAH 15 tahun saya menetap di Bontang, sejak 2010. Sejak itu, saya menyaksikan banjir bukan hal asing. Namun, harus diakui, areal genangan saat ini lebih luas dibandingkan dulu.

Saya merasakan sendiri bagaimana rasa was-was itu muncul setiap hujan deras turun. Ada lelah fisik, tapi yang lebih berat adalah kelelahan psikis warga yang terus menjadi langganan banjir. Pengalaman saya sebelumnya tinggal di Samarinda, tepatnya di Kelurahan Selili, sedikit banyak membuat saya terbiasa dengan banjir. Di Bontang, pola banjir memiliki karakter berbeda. Muncul di titik-titik vital kota sehingga aktivitas warga langsung terganggu.

Senin malam (15/9/2025), hujan deras disertai angin kencang memicu banjir, longsor, dan pohon tumbang di sejumlah titik. Kawasan Perumahan Bontang Permai RT 07, Kelurahan Api-Api menjadi yang paling parah. Genangan air mencapai perut orang dewasa, memaksa ratusan jiwa dievakuasi ke masjid.

Di Jalan Imam Bonjol, air menutup akses jalan hingga polisi terpaksa melakukan penutupan arus lalu lintas. Jalan Brokoli Raya juga tak luput dari genangan. Bahkan banyak pengendara nekat menerobos hingga kendaraannya mogok.

RT 11 Kelurahan Belimbing mengalami banjir terparah dalam tujuh tahun terakhir. Sementara longsor menutup jalan tembusan dari Perumahan Bukit Sintuk ke RT 41 Belimbing.

Jalan Ahmad Yani pun tak kalah parah. Genangan air menutup sebagian ruas, diperparah proyek perbaikan jalan yang belum selesai sehingga aliran air tersumbat.

Situasi ini menambah kesemrawutan lalu lintas. Tak ketinggalan, titik lain seperti Kelurahan Telihan, Guntung, Gunung Elai, dan Kanaan ikut tergenang dengan ketinggian bervariasi.

Petugas BPBD mengevakuasi warga menggunakan perahu karet di kawasan Perumahan Bontang Permai.

Di balik situasi banjir ini, ada hal yang patut diapresiasi: respons cepat Pemkot Bontang. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, turun langsung ke titik banjir. Ia juga meninjau turap yang belum rampung di kawasan Bontang Permai dan menginstruksikan aparat, mulai camat hingga lurah, untuk bergerak. “Progres pengerjaan baru mencapai sekitar 70 persen. Insya Allah kalau sudah selesai, penanggulangan banjir di Bontang akan teratasi,” kata Neni.

Neni juga menegaskan, selain menunggu rampungnya proyek fisik, masyarakat harus sadar menjaga lingkungan. “Alam tidak butuh kita, justru kita yang butuh alam. Jangan buang sampah sembarangan, jangan menebang pohon. Semua itu berkontribusi terhadap banjir,” pesannya.

Instruksi itu segera ditindaklanjuti Camat Bontang Utara, Muhammad Nur. Ia memastikan koordinasi cepat dilakukan. “Kami sudah menyiapkan langkah koordinasi, termasuk bekerja sama dengan Baznas untuk penyaluran bantuan makanan darurat,” ujarnya.

Pernyataan ini memberi sinyal bahwa Pemkot berupaya menutup celah di sektor logistik, agar warga terdampak tidak dibiarkan tanpa bantuan di tengah genangan.

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Eko Mashudi, mencatat sekitar 900 jiwa terdampak di Perumahan Bontang Permai. “Kami khawatir jika hujan di hulu kembali turun, debit air semakin naik. Karena itu, evakuasi segera kami jalankan,” ujarnya.

Genangan banjir di Jalan A Yani mengganggu arus lalu lintas kendaraan roda dua dan roda empat.

Namun apresiasi tidak boleh membuat kita lengah. Proyek tanggul yang baru 70 persen harus segera dituntaskan agar tak ada lagi bagian “bolong” seperti dikeluhkan warga. Drainase, pintu air, normalisasi sungai, hingga perbaikan jalan Ahmad Yani mesti jadi prioritas agar tidak terus menjadi titik rawan.

Transparansi juga penting. Warga berhak tahu berapa rumah yang rusak, apa kebutuhan logistik, dan bagaimana langkah pasca-banjir. Banjir kali ini seharusnya jadi momentum refleksi. Pemkot dituntut menuntaskan pekerjaan rumah, sementara warga juga harus sadar menjaga lingkungan.

Bontang adalah rumah bagi ratusan ribu keluarga. Jika turap, drainase, dan infrastruktur rampung tepat waktu, ditambah kesadaran bersama menjaga alam, kota ini bisa keluar dari siklus banjir tahunan yang melelahkan. Banjir bukan takdir, melainkan tantangan yang bisa diatasi dengan komitmen nyata. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Kejari Kukar Musnahkan Barang Bukti 415 Gram Sabu dan 63 Butir Doble L dari Puluhan Perkara

TENGGARONG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), kembali menegaskan komitmennya dalam menegakkan hukum melalui pemusnahan Barang Bukti (BB) dari 76 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), dari periode Juni hingga Agustus 2025. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kejari Kukar, Selasa (16/9/2025).

Kepala Kejari Kukar, Tengku Firdaus, menyampaikan bahwa pemusnahan barang bukti adalah agenda rutin yang menjadi kewajiban setelah putusan pengadilan inkrah. “Pemusnahan BB ini rutin, karena perkara ini sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Ada 76 perkara yang telah diputus inkrah pada periode Juni sampai Agustus 2025. Ini adalah komitmen kami melaksanakan amar putusan,” ujarnya.

Barang bukti yang dimusnahkan didominasi narkotika. Di antaranya sabu-sabu seberat 415,12 gram dari 49 perkara, 63 butir pil double L dari satu perkara, serta empat senjata tajam. Selain itu, turut dihancurkan berbagai barang elektronik, seperti handphone, timbangan digital, hingga alat isap narkoba (bong) dari 50 perkara.

Dalam pemusnahan kali ini, Kejari Kukar tidak lagi menggunakan metode lama. Sebagai gantinya, dipakai incinerator yang dinilai lebih ramah lingkungan. Tengku Firdaus menjelaskan, metode sebelumnya menggunakan blender dan pelarungan justru berisiko menimbulkan limbah berbahaya.

“Incinerator ini adalah inisiatif kami. BB narkotika itu biasanya diblender dan dilarungkan, dan ekstraknya menjadi limbah B3. Jadi kita gandeng BPOM Samarinda untuk mobil ini, sehingga meminimalisir limbah,” jelasnya.

Ia menegaskan, dasar hukum pemusnahan barang bukti berlandaskan ketentuan KUHP. “Eksekusi terhadap pidana itu tugas kami, dan salah satunya melalui pemusnahan barang bukti yang sudah inkrah,” tegas Tengku Firdaus.

Lebih jauh, Kajari Kukar menekankan bahwa langkah ini tidak hanya memenuhi aspek hukum, tetapi juga melindungi masyarakat dari potensi penyalahgunaan barang bukti. “Kami ingin memastikan bahwa barang bukti tidak lagi disalahgunakan, sekaligus menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum dalam memberantas narkotika dan menjaga keamanan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Jelang Akhir tahun, Wakil Ketua DPRD Paser Ingatkan Serapan Anggaran OPD

0

PASER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser mengimbau sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan serapan anggaran, khususnya bagi OPD yang memperoleh alokasi cukup besar pada APBD murni maupun perubahan tahun 2025.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Paser, Zulkifli Kaharuddin, menyebut bahwa kondisi serapan anggaran khususnya beberapa bulan terakhir terbilang rendah. Ia menyebut kondisi tersebut cukup memprihatinkan.

“Di murni ini banyak yang serapannya rendah, rata-rata masih sekitar 20–25 persen saja. Kondisi ini tentu memprihatinkan, mengingat waktu efektif yang tersisa hanya sekitar dua bulan, karena Desember tidak penuh,” ujar Zulkahar, sapaan akrabnya, Selasa (16/9/2025).

Meski begitu, ia menilai masih ada peluang bagi OPD untuk menyerap anggaran secara maksimal hingga akhir tahun. Hal ini didukung progres pekerjaan fisik yang cukup cepat di lapangan. Rendahnya serapan anggaran terjadi karena kebijakan efisiensi yang memicu pergeseran anggaran dan menghambat lelang.

“Contohnya di GOR bela diri, baru dua minggu pengerjaannya sudah sampai dak lantai dua. Jadi rata-rata penyedia yang mengerjakan, progresnya sudah cepat,” tambahnya.

Baik pada APBD murni maupun perubahan, sebagian besar anggaran dialokasikan untuk infrastruktur sebagai persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur tahun 2026. Karena itu, Zulkahar menegaskan agar OPD, berkomitmen menyelesaikan target serapan hingga akhir tahun.

Beberapa OPD yang paling harus menjadikan pandangannya sebagai bahan evaluasi, yakni Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) yang memegang anggaran besar. Ia juga memastikan DPRD Paser akan terus melakukan pengawasan.

“Contohnya pembangunan venue, itu harus betul-betul dipantau time schedule-nya. Kalau agak melambat, harus didampingi supaya masalah bisa cepat diselesaikan,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Di sisi lain, ia mengapresiasi pemerintah daerah karena telah menindaklanjuti rekomendasi DPRD Paser terkait asistensi di setiap OPD. Menurutnya, hasil asistensi itu cukup signifikan dengan nilai penghematan mencapai Rp53 miliar.

“Artinya besar manfaat dari asistensi ini. Makanya rekomendasi ini akan terus berlanjut, kami minta setiap kegiatan di masing-masing OPD harus ada asistensi,” pungkasnya.

Pewarta: Abika Ramadhan

DPRD Paser Dukung Penguatan Kelembagaan Bawaslu Demi Pemilu yang Lebih Berkualitas

0

PASER – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Paser menggelar Penguatan Kelembagaan Bawaslu Bersama Mitra Kerja, salah satunya mengundang Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser, di Ballroom Hotel Kriyad Sadurengas, Senin (15/9/2025) malam.

Kegiatan ini ditujukan dalam upaya memperkuat kelembagaan Pemilihan Umum (Pemilu) sebagai bagian dari pilar demokrasi yang kokoh sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) nomor 12 tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Paser, Kasri, menyampaikan dukungannya terhadap langkah Bawaslu Kabupaten Paser dalam memperkuat kelembagaan internal sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilu ke depan.

“Penguatan kelembagaan adalah bagian penting dari proses demokrasi yang sehat. Ini bukan hanya soal memperbaiki struktur organisasi, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tata kelola internal, serta mekanisme kerja yang efisien dan mandiri,” ungkap Kasri.

Menurutnya, Bawaslu harus terus melakukan evaluasi dan penguatan dari berbagai aspek, termasuk struktur organisasi agar tidak terjadi tumpang tindih tugas antar bidang. Hal ini penting untuk memastikan fungsi pengawasan, terutama menjelang agenda Pemilu dan Pilkada selanjutnya.

Kasri juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Ia mengapresiasi kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat dalam proses pengawasan pada Pemilu 2024 lalu, baik pada Pileg maupun Pilkada.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan Bawaslu. Peran serta masyarakat sangat penting. Namun demikian, Bawaslu tetap harus menjadi pengarah utama yang memastikan pengawasan berjalan sesuai koridor hukum,” tambahnya.

Menanggapi persoalan-persoalan yang sempat muncul dalam pelaksanaan Pilkada sebelumnya, Kasri menegaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Paser telah menjalankan tugasnya sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Ia pun mendorong agar penguatan kelembagaan juga mencakup aspek penegakan hukum yang lebih tegas dan berbasis pada alat bukti yang kuat. Sebagai mitra kerja strategis Bawaslu, pihaknya akan terus mendorong sinergi melalui audiensi dan forum-forum koordinatif guna menyukseskan agenda ke depan.

“Kami di Komisi I DPRD Paser berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendukung Bawaslu. Penguatan kelembagaan harus menjadi agenda bersama demi terciptanya Pemilu dan Pilkada yang jujur, adil, dan berkualitas,” pungkasnya.

Pewarta: Abika Ramadhan

Stimulus Ekonomi Rp16,23 Triliun Angkat IHSG, Investor Asing Kembali Masuk

0

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi, bergerak menguat seiring optimisme pelaku pasar terhadap peluncuran paket stimulus ekonomi di dalam negeri.

IHSG dibuka menguat 42,20 poin atau 0,53 persen ke posisi 7.979,32. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,58 poin atau 0,57 persen ke posisi 813,38.

“Kembalinya investor asing dan stimulus pemerintah berpotensi mendukung IHSG, sementara pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS) bisa menjadi penopang rupiah,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (16/9/2025)

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan fokus mencermati rilis Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia, peluncuran stimulus ekonomi tahun 2025, serta sinyal pelemahan ekonomi China.

Pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi 8+4+5, yang terdiri atas 8 program akselerasi tahun 2025, 4 program pemerintah yang dilanjutkan pada 2026, dan 5 program penyerapan tenaga kerja.

Untuk tahun 2025, paket 8 program akselerasi dengan total anggaran senilai Rp16.23 triliun, diperkirakan akan diapresiasi oleh pasar dalam jangka pendek.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) tengah menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG), yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate tetap di level 5 persen pada Rabu (17/9).

Dari kawasan Asia, perekonomian China menunjukkan pelemahan per Agustus 2025, dengan penjualan ritel naik hanya 3,4 persen year on year (yoy), produksi industri 5,2 persen (yoy), dan investasi aset tetap 0,5 persen (yoy) atau jauh di bawah ekspektasi. Sektor properti anjlok 12,9, sementara pengangguran naik ke 5,3 persen (yoy).

Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed, yang diproyeksikan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,0-4,25 persen, meski sebagian kecil masih membuka peluang pemangkasan lebih agresif 50 bps.

Pada perdagangan Senin (15/9), bursa saham Eropa ditutup mayoritas menguat, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,94 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,07 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,21 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 0,92 persen.

Bursa saham AS di Wall Street juga ditutup menguat pada perdagangan Senin (15/9), di antaranya indeks S&P 500 menguat 0,47 persen ke 6.615,31, indeks Nasdaq Composite menguat 0,94 persen ke 22.348,75, sementara Dow Jones menguat 0,11 persen atau 220,42 poin ke 45.884,19.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 196,88 poin atau 0,44 persen ke 44.962,00, indeks Shanghai melemah 7,84 poin atau 0,19 persen ke 3.854,01, indeks Hang Seng menguat 38,44 poin atau 0,14 persen ke 26.476,55, dan indeks Strait Times melemah 3,42 poin atau 0,20 persen ke 4.334,94. (ANT/KN)