Beranda blog Halaman 290

Bupati Bekasi Janji Kawal Tuntutan Buruh, Pastikan Sesuai Mekanisme Hukum

0

BEKASI – Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengawal tuntutan serta aspirasi buruh secara serius sesuai mekanisme dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Hal itu disampaikan Ade Kuswara saat menemui langsung massa buruh yang menggelar aksi unjuk rasa damai di halaman depan Gedung Bupati Bekasi, kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi kemarin.

“Semua agenda yang sudah disampaikan oleh kawan-kawan buruh sudah kami dengarkan dan kami tanggapi. Seluruh tuntutan baik dari aliansi BBM maupun aliansi Perak akan kami kawal bersama-sama sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya di Cikarang, Kamis (25/9/2025).

Bupati Ade juga menekankan penting menjaga situasi kondusif di Kabupaten Bekasi agar kesejahteraan buruh sejalan dengan keberlangsungan iklim investasi sehingga turut berdampak pada masuknya investor di daerah ini.

“Kabupaten Bekasi harus tetap kondusif dan aman agar investasi terus masuk. Apa yang menjadi harapan saudara-saudara buruh adalah juga kepentingan masyarakat Kabupaten Bekasi secara keseluruhan,” katanya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Surohman menyatakan dukungan atas perjuangan buruh sekaligus memastikan legislatif akan terus mengawal aspirasi tersebut.

“Kami bersama rekan-rekan Komisi IV telah menyampaikan dalam berbagai rapat, termasuk terkait UMK dan UMSK 2026 yang menjadi kewajiban provinsi dan kabupaten sesuai putusan MK,” katanya.

Legislator setempat juga mendorong agar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dapat segera terwujud di Kabupaten Bekasi mengingat urgensi keberadaannya yang bukan hanya untuk kepentingan buruh melainkan kepentingan masyarakat Bekasi secara keseluruhan.

Aksi buruh berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Sejumlah perwakilan serikat pekerja tampak bergantian menyampaikan orasi di hadapan pimpinan daerah sebelum dialog bersama di halaman Gedung Bupati Bekasi.

Aksi ini diikuti puluhan serikat buruh di Kabupaten Bekasi yang menyampaikan sejumlah tuntutan utama terkait kebijakan ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja.

Tuntutan mereka antara lain kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) tahun 2026 sebesar 10,5-15 persen, menerbitkan Peraturan Bupati Bekasi tentang pemagangan dan alih daya sesuai Perda 4/2016 serta mewujudkan PHI di Kabupaten Bekasi.

Buruh juga meminta evaluasi tunjangan DPRD dan ASN untuk dialokasikan ke pembiayaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja nonformal, pengembalian UHC KIS PBI cut off dan penguatan program UCJ untuk perlindungan pekerja rentan. (ANT/KN)

200 Hari Pasca Penggeledahan, KPK Belum Panggil Ridwan Kamil

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan alasan belum memanggil mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hingga Jumat (26/9), meskipun penggeledahan terhadap rumah yang bersangkutan telah dilakukan sejak 200 hari lalu, yakni pada 10 Maret 2025.

“Ya, saat ini sedang melakukan pendalaman-pendalaman, termasuk juga memeriksa beberapa orang,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (25/9) malam.

Asep mengatakan salah satu pihak yang telah diperiksa terkait Ridwan Kamil, yakni dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB periode 2021–2023, adalah selebgram Lisa Mariana Presley Zulkandar.

“Kami ingin supaya banyak bukti dan informasi yang kami kumpulkan, dan itu akan ditanyakan kepada yang bersangkutan (Ridwan Kamil, red.). Jadi, tidak ada yang tertinggal lah. Mudah-mudahan,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan pendalaman masih dilakukan terlebih Lisa Mariana mengaku memiliki data nama-nama perempuan yang diduga menerima aliran kasus Bank BJB melalui Ridwan Kamil.

Dalam perkara dugaan korupsi Bank BJB itu, penyidik KPK pada 13 Maret 2025 telah menetapkan lima orang tersangka, yang pada tahun perkara menjabat sebagai berikut, yakni Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB Widi Hartoto (WH).

Selain itu, Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik (SUH), dan Pengendali Agensi Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma (SJK).

Penyidik KPK memperkirakan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi di Bank BJB tersebut sekitar Rp222 miliar.
Pada 10 Maret 2025, KPK menggeledah rumah Ridwan Kamil terkait penyidikan kasus dugaan korupsi di Bank BJB, dan turut menyita sepeda motor hingga mobil dari penggeledahan tersebut.

Hingga Jumat (26/9), tercatat sudah 200 hari, Ridwan Kamil belum dipanggil oleh KPK setelah penggeledahan tersebut. (ANT/KN)

Kemenperin Lepas Ekspor 54 Ribu Ton Baja ke Spanyol

0

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melepas ekspor 54 ribu ton produk lembaran baja putih atau cold rolled coil (CRC) ke Spanyol milik PT Krakatau Baja Industri (KBI), yang menjadi bukti bahwa Industri baja nasional memiliki daya saing tinggi secara global.

“Capaian ini merupakan hasil ekspansi produksi yang semakin luas, didorong oleh permintaan global yang terus meningkat, khususnya dari sektor besi dan baja, serta keberhasilan program hilirisasi nasional yang konsisten menambah nilai produk dalam negeri,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta di Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Dalam pelepasan ekspor yang dilakukan di Cilegon, Banten, Kamis (25/9/2025) itu, Dirjen ILMATE mengemukakan industri baja nasional kini memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, penguatan industri permesinan, otomotif, galangan kapal, hingga energi.

Berdasarkan data World Steel Association, Indonesia pada 2024 menempati posisi ke-14 dalam produksi crude steel dunia dengan capaian 17 juta ton atau meningkat 98,5 persen dibandingkan tahun 2019 yang hanya berproduksi 8,5 juta ton.

“Saat ini, kapasitas terpasang crude steel nasional mencapai 21 juta ton dan ditargetkan meningkat menjadi 27 juta ton pada 2029. Ini menunjukkan optimisme dan langkah ekspansif Indonesia dalam memperkuat daya saing di tingkat global,” ungkapnya.

Sejalan dengan sasaran tersebut, KBI ikut memberikan andil terhadap performa positif industri logam dasar nasional.

Sepanjang 2025, perusahaan ini telah mengekspor 62 ribu ton produk CRC ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Polandia, dan Spanyol.

Pada pelepasan ekspor ke Spanyol kali ini, KBI mengapalkan produk CRC dengan volume lebih dari 54 ribu ton atau senilai Rp571 miliar.

Menurut Setia, momentum ekspor ini menjadi bukti nyata ketangguhan industri manufaktur Indonesia, khususnya industri baja, dalam menembus pasar internasional.
Selain itu, menjadi bukti bahwa produk baja Indonesia memiliki peluang besar dan mampu bersaing di kancah global.

“Pelepasan ekspor ini mencerminkan kemampuan industri baja nasional menghasilkan produk berkualitas tinggi yang mampu memenuhi standar internasional. Kami memberikan apresiasi kepada PT Krakatau Baja Industri atas konsistensinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui aktivitas ekspor yang berkelanjutan,” ucapnya.

Setia menambahkan ekspor CRC kali ini juga memperlihatkan sinergi kuat antara KBI sebagai industri penggilingan baja dengan PT Krakatau Steel sebagai penyedia bahan baku hulu.

Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pemerintah terus berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan industri baja nasional melalui berbagai kebijakan strategis.

Upaya strategis yang dilakukan, antara lain mengoptimalkan dukungan melalui penerapan upaya-upaya hukum trade remedies secara efektif, pemberlakuan standar nasional Indonesia (SNI) wajib, pemberian fasilitas harga gas bumi tertentu (HGBT), pengutamaan penggunaan produk dalam negeri pada proyek pemerintah, fasilitas fiskal, serta penerapan prinsip industri hijau.

“Kebijakan-kebijakan ini bertujuan memastikan adanya peningkatan kapasitas dan utilisasi produksi baja nasional secara berkesinambungan, serta memastikan produk baja dalam negeri mampu bersaing baik di pasar domestik maupun ekspor,” ungkapnya.

Agus juga mengingatkan bahwa ekspansi industri baja nasional tidak lepas dari berbagai tantangan akibat disrupsi ekonomi global.

“Kita menghadapi dinamika global mulai dari efek kebijakan proteksionisme seperti Trump tariff, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok, hingga konflik terbuka seperti Rusia-Ukraina dan Iran-Israel. Semua ini berpotensi mengganggu perdagangan dan stabilitas rantai pasok, termasuk produk baja dunia,” kata Menperin.

Namun, Menperin optimistis, situasi ini sekaligus membuka peluang strategis.
“Industri baja nasional memiliki ruang untuk memperluas penetrasi pasar ekspor dengan memanfaatkan terbukanya peluang akibat pembatasan perdagangan di antara para pemain utama global,” kata dia.
Menperin menyatakan pentingnya keberlanjutan dan inovasi bagi industri baja nasional.

“Industri besi dan baja memiliki peran krusial dalam memperkuat perekonomian nasional melalui penciptaan nilai tambah dan ekosistem hulu-hilir yang terintegrasi. Kami mendorong pelaku industri untuk terus meningkatkan kualitas produk, mengembangkan inovasi bernilai tambah tinggi, serta menerapkan proses produksi yang efisien dan ramah lingkungan,” katanya lagi. (ANT/KN)

Kolaborasi Beleng-Beleng & Media Kaltim, Gelar Turnamen Golf Skala Nasional dengan Lucky Draw Mobil

TERAKHIR kali kami menggelar turnamen golf adalah Media Kaltim Open Tournament Golf 2024 di Lapangan Bukit Tanah Merah Samarinda, pada 27–28 Mei 2024.

Tahun ini, kami sebenarnya tidak punya agenda untuk kembali menggelar turnamen golf. Fokus lebih banyak terserap pada event nasional Fun Run di IKN, 4 Mei 2025, yang menghadirkan ribuan peserta dan gaungnya hingga ke tingkat nasional.

Namun, rencana bisa berubah. Dua hari lalu, kolega saya Hendro—golfer yang juga notaris di Samarinda—menghubungi saya dengan usulan kolaborasi. Ide yang dibawa adalah Golf Open Tournament 2025, berkolaborasi dengan Beleng-Beleng Golf Club.

Beleng-Beleng Golf Club menggelar turnamen rutin bulanan di Bukit Tanah Merah Golf Samarinda.

Klub ini bukan nama baru. Tahun lalu mereka sukses menggelar turnamen di Lapangan Tanah Merah pada 24–25 Agustus 2024. Tahun ini, bertepatan dengan ulang tahun kedua Beleng-Beleng yang resmi berdiri September 2023, mereka kembali menyiapkan turnamen dengan format lebih besar, lebih meriah, dan dengan target menjadi agenda tahunan.

Saya menyambut ajakan itu dengan positif. Apalagi, kami sama-sama punya rekam jejak menggelar event golf. Pertemuan dengan jajaran pengurus Beleng-Beleng di Kopi Tiam Sebelas Satu, Rabu (24/9), berjalan akrab. Ketua Beleng-Beleng, M. Udin—yang tak lain mantan anggota DPRD Kaltim—hadir bersama Ketua PGI Samarinda, Teguh Priyanto.

Begitu obrolan dimulai, arah pembicaraan langsung ke hal-hal teknis. Tak butuh waktu lama untuk memastikan, dan Jumat (26/9) hari ini turnamen resmi dipublikasikan ke publik.

Event ini akan digelar pada 1–2 November 2025 di Lapangan Bukit Tanah Merah Golf Samarinda. Formatnya lengkap, dari Match Play Pagi (07.00–12.00) hingga Match Play Siang (13.00–18.00). Kategorinya pun berlapis: Best Gross Overall, Best Net Overall untuk Flight A, B, dan C, Ladies Flight, serta kompetisi Nearest to the Pin, Nearest to the Line, Longest Drive, hingga System 36. Ini bukan turnamen biasa, tapi puncak sportivitas bagi para golfer di Kaltim dan luar daerah.

Panitia pun menyiapkan hadiah istimewa yang membuat turnamen ini semakin bergengsi. Empat unit mobil disiapkan untuk para golfer yang berhasil menaklukkan hole dengan satu pukulan sempurna atau Hole-in-One.

Tidak berhenti di situ, Grand Lucky Draw menyiapkan 1 unit mobil, 5 motor, emas batangan, uang tunai, Smart TV, hingga sepeda. Besarnya hadiah bahkan membuat panitia memindahkan acara Gala Dinner ke Teras Samarinda, 2 November 2025 pukul 17.00 WITA, agar suasananya lebih representatif dan menampung antusiasme peserta.

Biaya pendaftaran sebesar Rp2 juta, dengan fasilitas lengkap: T-shirt, green fee, car free breakfast, lunch, hingga mineral water. Dari sisi peserta, respons sangat menggembirakan. Hingga kini sudah ada lebih dari 80 golfer yang mendaftar dari kuota maksimal 400 peserta. Karena itu, para golfer yang berniat bergabung sebaiknya segera registrasi.

Ketua Beleng-Beleng, Udin, optimistis turnamen kali ini akan lebih meriah dari tahun sebelumnya. Ia bahkan menyebut event ini berpeluang menjadi salah satu turnamen terbesar di Kaltim, bahkan berskala nasional. Panitia pun berani mendatangkan Direktur Pertandingan dari Jakarta demi menjaga standar nasional. “Kami ingin event ini berkelas, meriah, dan memberikan pengalaman berbeda bagi seluruh golfer,” tegas Udin.

Turnamen ini jelas bukan hanya urusan hadiah atau kompetisi. Lebih dari itu, ia mencerminkan kebersamaan banyak pihak untuk mengangkat citra Samarinda dan Kaltim sekaligus memperkuat ekosistem golf di daerah ini.

Golf Open Tournament 2025 bukan hanya ajang prestisius, tapi juga peluang untuk melahirkan bibit atlet golf baru dari Kaltim. Dengan kolaborasi komunitas, sponsor, dan media, ajang ini layak disebut sebagai kebanggaan baru yang membawa Samarinda ke panggung nasional. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Sekkab Berau Soroti Aplikasi Proyek Pendidikan yang Hanya Sekadar Formalitas

0

BERAU – Fenomena aplikasi “musiman” di lingkungan birokrasi kembali disoroti. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, menilai banyak aplikasi yang lahir dari proyek maupun aksi perubahan, terutama dalam pendidikan kepemimpinan administrator (PKA) dan jenjang perguruan tinggi, hanya berfungsi sementara lalu ditinggalkan.

“Selama ini aplikasi yang dibuat hanya berlaku pada saat mengikuti pendidikan saja. Begitu selesai, ya selesai juga aplikasinya. Bahkan kalau pejabatnya dimutasi, aplikasi itu biasanya tidak dijalankan lagi oleh pejabat pengganti,” ujar Said.

Menurutnya, kondisi ini menimbulkan persoalan serius, mulai dari pemborosan anggaran hingga lemahnya keberlanjutan program digitalisasi.

Untuk itu, Pemkab Berau mendorong agar pengembangan aplikasi dilakukan secara terpusat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, bukan secara parsial oleh unit kerja masing-masing.

Ia mencontohkan model yang diterapkan di Kutai Kartanegara, di mana pembuatan aplikasi tidak lagi dibebankan pada tiap perangkat daerah, melainkan dikelola instansi khusus agar lebih terintegrasi.

“Dengan sistem ini, cukup diskominfo yang mengoordinasikan. Tinggal kita ajukan spesifikasinya, kegunaannya, hingga keunggulannya. Nanti servernya di diskominfo yang terkoneksi dengan pengguna masing-masing perangkat daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Said menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

Ia mencontohkan masih banyak masyarakat yang harus antre sejak subuh di rumah sakit atau puskesmas hanya untuk mendapat pelayanan kesehatan.

“Harapannya, digitalisasi ini mempermudah masyarakat dan juga pemerintah dalam memberikan layanan yang transparan, akuntabel, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tutupnya. (adv/srn/set)

Sekkab Berau Dorong Konsistensi Digitalisasi Retribusi Untuk Cegah Penyimpangan

BERAU – Upaya Pemkab Berau menerapkan sistem digital dalam tata kelola pemerintahan masih menghadapi sejumlah hambatan. Salah satunya terjadi pada sistem pembayaran retribusi pasar yang belum sepenuhnya dijalankan sesuai harapan.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, mengungkapkan masih ada pedagang maupun petugas yang enggan menggunakan aplikasi pembayaran. Kondisi ini, menurutnya, membuka celah penyimpangan.

“Beberapa kasus bahkan terjadi setoran tidak disalurkan, tapi dibuatkan bukti palsu. Sehingga kita harus konsisten dalam menerapkan sistem digital agar transparansi dan akuntabilitas bisa terwujud,” tegasnya.

Ia menekankan, konsistensi dalam menjalankan digitalisasi menjadi kunci agar manfaat efisiensi dan transparansi benar-benar dirasakan masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga perlu terus mendorong peningkatan literasi digital, baik bagi aparatur maupun masyarakat, agar tidak ada lagi keraguan dalam menggunakan layanan berbasis teknologi.

“Sehingga kita berharap transformasi digital di Berau mampu memperkuat tata kelola pemerintahan, sekaligus menutup ruang terjadinya praktik-praktik penyimpangan di lapangan,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Sekkab Berau Ingatkan ASN: Jangan Nongkrong Saat Jam Kerja

BERAU – Kritik masyarakat terhadap perilaku sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Berau yang dinilai kurang disiplin, khususnya kebiasaan nongkrong saat jam kerja, mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, menegaskan seluruh ASN wajib memanfaatkan waktu kerja dengan baik dan tidak terlibat dalam aktivitas yang tidak produktif.

“Harus disiplin, jangan nongkrong saat jam kerja,” tegasnya, Kamis (25/9/2025).

Said menjelaskan, ketentuan jam istirahat ASN sudah diatur, yakni satu jam mulai pukul 12.00 Wita yang dapat digunakan untuk ibadah maupun makan siang. Setelah itu, pegawai wajib kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan rutin.

“Pelayanan publik dan tugas administrasi tidak boleh terganggu hanya karena pegawai lalai memanfaatkan waktu,” tegasnya.

Meski begitu, Said meminta masyarakat juga menilai situasi secara objektif. Pasalnya, tidak jarang ASN harus berada di luar kantor karena mengikuti agenda kedinasan atau menghadiri undangan resmi.

“Situasinya harus dinilai objektif ya. Jangan sampai ASN yang sedang bertugas di luar malah disalahartikan nongkrong,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa berbeda halnya bila ASN kedapatan berada di luar kantor saat jam kerja tanpa alasan jelas, terutama jika pada saat bersamaan ada banyak pelayanan yang menunggu.

“Kalau sudah waktunya bekerja lalu nongkrong tidak jelas, itu pelanggaran,” katanya.

Hingga kini, belum ada pelanggaran disiplin ASN di Berau yang sampai ditangani dinas terkait. Namun, Said menegaskan, apabila ada temuan, kepala dinas wajib memberikan teguran. Sanksi bisa berupa peringatan lisan, teguran tertulis, hingga hukuman berat bila pelanggaran diulangi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa ASN telah dibekali aturan disiplin yang jelas. Salah satunya tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

“Jalankan tugas sesuai aturan, kerja akan lebih aman,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Meriahkan Erau, Warga Malinau Jadi Juara Sumpit di Tenggarong

TENGGARONG – Jarak ratusan kilometer tak menyurutkan tekad Hagar, warga Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) untuk hadir di Festival Erau Adat Kutai 2025. Demi mengikuti lomba sumpit tradisional, ia rela menempuh perjalanan darat lebih dari 24 jam menuju Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

Perjuangan panjang itu terbayar manis. Di halaman parkir Jembatan Repo-Repo Tenggarong. Hagar berhasil meraih juara pertama lomba sumpit yang menjadi salah satu ikon Erau. “Luar biasa, sangat menyenangkan sehingga dapat juara satu,” ujarnya dengan wajah berseri usai menerima penghargaan.

Bagi Hagar, sumpit bukan sekadar alat lomba, melainkan identitas budaya. Ia datang bersama rombongan bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga bersilaturahmi dan menimba pengalaman dari berbagai daerah.

“Supaya terus dilanjutkan. Kami dari Kalimantan Utara memilih jauh-jauh datang ke sini untuk bersilaturahmi sekaligus mencari pengalaman,” katanya.

Usai menerima penghargaan, ia langsung bersiap kembali ke Malinau. Agenda mereka padat, sebab di kampung halaman masih ada lomba sumpit lain yang menanti.

Sumpit atau sumpitan merupakan warisan leluhur Dayak dan berbagai suku di Kalimantan. Terbuat dari kayu keras berbentuk tabung panjang, sumpit digunakan untuk melontarkan anak panah kecil dengan tiupan.

Dahulu, sumpit menjadi senjata berburu dan berperang, bahkan anak panahnya sering dilumuri racun alami dari getah tanaman hutan. Senjata ini mampu melumpuhkan mangsa hingga jarak 200 meter dalam senyap.

Kini, sumpit berevolusi menjadi olahraga tradisional yang diperlombakan. Erau menjadi salah satu panggung penting yang menjaga eksistensinya, sekaligus memperkenalkan sumpit pada generasi muda.

Bagi Hagar, kemenangan bukanlah tujuan utama. Lebih penting dari itu adalah memastikan tradisi sumpit tetap hidup di tengah modernisasi. “Semoga lomba sumpit terus ada dan semakin besar, supaya anak-anak muda juga bisa ikut melestarikan budaya kita,” pungkasnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Usulan Modal ke Bankaltimtara Ditolak, Aulia Pastikan KKI dan Beasiswa Tetap Jalan

TENGGARONG – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), untuk memperkuat modal di Bankaltimtara akhirnya kandas. Usulan penyertaan modal itu resmi ditolak Badan Anggaran DPRD Kukar, dalam rapat paripurna ke-11, pada Selasa (23/9/2025) malam.

Padahal, dana tersebut disiapkan untuk menopang program Kredit Kukar Idaman (KKI) yang menjadi salah satu unggulan Pemkab Kukar, dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.

Meski menghadapi penolakan dari lembaga legislatif. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan dirinya menghormati keputusan dewan.

“Memang ada satu usulan yang tidak disetujui, yaitu usulan penyertaan modal. Rencana itu sebenarnya untuk penguatan KKI. Kalau belum bisa sekarang, kita akan siapkan kembali di tahun 2026,” jelas Aulia.

Ia menegaskan, penolakan penyertaan modal tidak akan menghentikan jalannya program KKI. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 1.800 penerima manfaat dengan total perputaran dana mencapai Rp36 miliar.

“Harapan kita, ke depan KKI ini bisa ditingkatkan lagi. Strateginya akan kita siapkan matang untuk tahun 2026,” tegasnya.

Selain membicarakan KKI, Aulia juga menjawab keresahan mahasiswa terkait pencairan Beasiswa Kukar Idaman tahap kedua. Ia memastikan bantuan pendidikan tersebut tetap tersalurkan sesuai jadwal.

“Proses administratif sedang berjalan. Insya Allah akhir Oktober beasiswa sudah bisa dibayarkan,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

DPRD Kukar Beri Persetuajuan Awal RPJMD 2025–2029, Aulia Siap Eksekusi 17 Program Prioritas

TENGGARONG – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutai Kartanegara (Kukar) 2025–2029 semakin dekat untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Persetujuan awal dari DPRD Kukar dalam Rapat Paripurna, pada Selasa (23/9/2025).

Ini menjadi langkah penting menuju pengesahan dokumen pembangunan lima tahunan itu. Seluruh fraksi dalam paripurna menyampaikan pandangan umum, sekaligus sepakat agar Raperda RPJMD dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyebut kesepakatan itu sebagai fondasi penting untuk melangkah lebih jauh. “Ini bagian dari tahapan penting untuk menetapkan visi besar kita, Kukar Idaman Terbaik, agar masuk dalam peraturan daerah. Nantinya menjadi dasar pembangunan lima tahun ke depan,” ucap Aulia.

Ia menegaskan, begitu RPJMD resmi ditetapkan, Pemkab Kukar akan langsung mengeksekusi 17 program prioritas. Fokus utamanya mencakup pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga penguatan ekonomi kerakyatan dan sosial budaya.

“Semua program baru bisa berjalan setelah RPJMD ditetapkan sebagai Perda. Ini menjadi acuan kerja kita agar Kukar Idaman Terbaik benar-benar terwujud di tengah masyarakat,” tegasnya.

Meski sudah mendapat lampu hijau, Aulia mengingatkan proses belum selesai. Masih ada tahap pembahasan lanjutan antara eksekutif dan legislatif sebelum dokumen benar-benar sah menjadi Perda.

Ia juga menekankan bahwa RPJMD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan panduan kerja nyata yang harus terasa manfaatnya oleh warga.

“Kami ingin arah pembangunan Kukar lebih terukur, konsisten, dan berkelanjutan. Masyarakat harus bisa merasakan langsung manfaatnya,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i