Beranda blog Halaman 279

Pemprov Kaltim Fokus Perkuat Fiskal Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran

0

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah fokus menjalankan program penguatan kondisi fiskal daerah dan kemandirian pangan melalui swasembada, menyikapi situasi dan kondisi kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat.

Gubernur Provinsi Kaltim Rudy Mas’ud di Samarinda, Senin (6/10/2025) mengatakan Pemprov Kaltim tengah dihadapkan pada kondisi penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dan tantangan ekonomi, seluruh Perangkat Daerah (PD) harus meningkatkan kualitas kinerja.

“Menghadapi berbagai situasi saat ini, semua PD harus bekerja jenius, tidak cukup hanya bekerja cerdas,” kata Rudy Mas’ud yang akrab disapa Harum saat memimpin Morning Briefing di Inspektorat Daerah Kaltim.

Ia juga mengatakan akan memperjuangkan tambahan anggaran pembangunan bagi Kaltim.

“Besok saya akan bertemu Menteri Keuangan. Kita akan berjuang untuk anggaran pembangunan Kaltim, terutama sebagai daerah penghasil migas dan batu bara,” ujar dia.

Untuk itu, Rudy meminta seluruh pimpinan Perangkat Daerah menyiapkan data akurat mengenai sumber-sumber pendapatan daerah.

Selain berjuang di pusat, Gubernur juga menyoroti pentingnya kemandirian fiskal. Ia meminta seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) agar lebih optimal dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, percepatan serapan anggaran menjelang akhir tahun juga menjadi fokus utama, demi mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Sedangkan di sektor pertanian, dengan keberhasilan perluasan lahan sawah sebesar 1.800 hektare, Harum mengaku optimistis Kaltim bisa mewujudkan ambisi besar yang telah dicanangkan.

“Tahun depan kita optimis bisa swasembada beras”.

Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, Wakil Gubernur Seno Aji memberikan kabar baik dari sektor pertanian. Ia melaporkan bahwa sektor itu terus menunjukkan tren positif.

“Kita sudah mampu memanen 300 ribu ton gabah kering, dan target akhir tahun kita mencapai 350 ribu ton,” kata Seno Aji. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Ungkap Temuan Tanah Jarang Ratusan Triliun di Bangka Belitung

0

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan temuan tanah jarang monasit bernilai ratusan triliun rupiah di lokasi pertambangan ilegal yang disita negara di Bangka Belitung.

Tim media Presiden di Jakarta, Senin (6/10/2025) menginformasikan potensi itu selama ini digarap secara ilegal memanfaatkan enam smelter yang kini telah disita dan diserahkan ke PT Timah Tbk.

“Tanah jarang yang belum diurai mungkin nilainya lebih besar, sangat besar. Tanah jarang itu mengandung monasit, dan 1 ton monasit bisa bernilai ratusan ribu dolar, bahkan sampai 200.000 dolar AS,” ujarnya di Bangka Belitung.

Setelah meninjau langsung penyitaan smelter ilegal terkait penambangan tanpa izin di kawasan PT Timah, Kepala Negara menyebut jumlah itu bila dirupiahkan bernilai sekitar Rp3,3 miliar per ton.

Sementara di kawasan smelter ilegal itu, Presiden Prabowo memperkirakan terdapat sekitar 40.000 ton monasit. Dengan perhitungan tersebut, kata Presiden, potensi nilai ekonomi dari temuan tanah jarang di Bangka Belitung diperkirakan mencapai 8 miliar dolar AS, atau setara sekitar Rp128 triliun.

Presiden menuturkan, dari enam perusahaan ilegal yang disita itu, potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp300 triliun termasuk monasit. Ia menegaskan praktik semacam ini harus segera dihentikan.

“Kita bisa bayangkan, kerugian negara dari enam perusahaan ini saja mencapai potensi Rp300 triliun,” katanya.

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum serta seluruh pihak yang terlibat dalam membongkar kasus tersebut. Ia menegaskan, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberantas penambangan ilegal dan penyelundupan sumber daya alam.

“Ini bukti bahwa pemerintah serius. Kita bertekad membasmi penyelundupan, membasmi illegal mining, dan semua yang melanggar hukum,” katanya menegaskan.

Presiden berpesan agar kerja keras aparat terus dilanjutkan demi menyelamatkan kekayaan negara untuk kepentingan rakyat.

“Prestasi yang membanggakan, tolong diteruskan. Jaksa Agung, Panglima TNI, Bea Cukai, Bakamla — teruskan. Kita selamatkan kekayaan negara untuk rakyat kita,” demikian Presiden. (ANT/KN)

Pemerintah Tanggung Upah Peserta Magang Nasional Selama Enam Bulan

0

JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyampaikan pemerintah menanggung penuh biaya upah peserta magang nasional selama enam bulan sebagai bagian dari komitmen memperkuat transisi tenaga kerja muda ke dunia industri.

“Negara akan memberikan insentif selama enam bulan sebesar UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota). Jadi Rp3,3 juta maksimal, jadi sebesar UMK,” kata Wamenker ditemui seusai menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Implementasi Rencana Aksi Nasional Penanganan Kendaraan Lebih Dimensi dan Lebih Muatan atau ODOL di Kantor Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Senin (6/10/2025).

Dikatakan peserta magang akan menerima insentif setara upah minimum sesuai lokasi penempatan, sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan selama periode pelatihan berlangsung.

Menurut Afriansyah, skema ini dirancang untuk memberikan manfaat ganda, yaitu membantu perusahaan memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil sekaligus memberi kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja.

Dia menyebutkan hingga saat ini, lebih dari 500 perusahaan swasta telah menyatakan kesediaannya bergabung dalam program tersebut secara sukarela dan tanpa paksaan dari pemerintah.

Afriansyah menyampaikan pemerintah mendorong agar perusahaan peserta program magang nasional nantinya dapat merekrut peserta yang telah menunjukkan kompetensi dan kinerja baik selama enam bulan masa pelatihan.

Menurutnya, perusahaan tentu diuntungkan karena peserta magang dibekali keterampilan sesuai kebutuhan industri dan selama masa magang gajinya ditanggung negara, sehingga potensi untuk direkrut menjadi tenaga kerja tetap sangat besar.

“Tapi saya pikir perusahaan pasti mau lah mengambil, karena dia punya skill, punya kemampuan ya, selama 6 bulan dibayar oleh negara, di tempat mereka, ya ketika mereka pintar, rugi perusahaan melepas,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pemerintah hanya memberikan himbauan dan dukungan administratif, sementara keputusan penerimaan peserta magang sepenuhnya diserahkan kepada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja baru.

Meski tidak wajib merekrut peserta magang setelah masa program berakhir, dia berharap agar perusahaan tetap mempertahankan mereka jika terbukti memiliki kemampuan dan kinerja baik.

“Gajinya disiapkan juga oleh negara selama enam bulan. Jadi perusahaan itu tidak mengeluarkan anggaran selama enam bulan,” katanya pula.

Kemnaker optimistis langkah ini akan mempercepat penciptaan lapangan kerja baru, mengurangi pengangguran terbuka, dan memperkuat konektivitas antara dunia pendidikan dan dunia industri.

“Nah ketika peserta magang ini mahir di perusahaan tadi, bagus, cocok, nah kita berharap perusahaan tadi menerima dia, merekrut dia untuk bekerja di perusahaan itu sehingga terciptalah lapangan pekerjaan,” kata Wamenaker.

Program Magang Nasional akan diselenggarakan selama enam bulan (15 Oktober 2025 – 15 April 2026) dengan kuota pertama 20 ribu lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi, dan akan ditambah jika animo mahasiswa fresh graduate terus meningkat.

Program itu menyasar lulusan Diploma (D1-D4) dan Sarjana (S1) yang lulus dalam maksimum 1 tahun terakhir. Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan pendaftaran peserta dapat dimulai 7 Oktober 2025
Pendaftaran dan pengelolaan program magang dilakukan pada akun SIAPKerja melalui maganghub.kemnaker.go.id.

Data calon peserta magang yang memenuhi syarat akan dipadankan dengan data dari Kementerian Diktisaintek. Helpdesk dapat dilihat di web maganghub.kemnaker.go.id. (ANT/KN)

17 Jenazah Santri Ponpes Al-Khoziny Berhasil Diidentifikasi dan Diserahkan ke Keluarga

0

SIDOARJO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan sebanyak 17 jenazah santri Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Selasa (7/10/2025), mengatakan bahwa proses identifikasi jenazah terus dilakukan bersamaan dengan upaya pencarian korban yang masih tertimbun reruntuhan.

“Hingga Senin (6/10) malam pukul 22.45 WIB, total korban meninggal dunia bertambah menjadi 61 orang setelah tim menemukan 12 jenazah tambahan. Dari jumlah itu, 17 di antaranya telah diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Data dari posko penanganan darurat di Buduran Sidoarjo mencatat hingga saat ini total korban mencapai 167 orang santri; sebanyak 104 orang dinyatakan selamat selebihnya meninggal dunia.

Tim SAR gabungan juga menemukan tujuh potongan bagian tubuh manusia yang telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Surabaya untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Sementara dilaporkan BNPB ada dua santri masih dinyatakan hilang berdasarkan daftar absensi dari pesantren.

Abdul menyebut proses pembersihan puing bangunan empat lantai tersebut masih berlangsung menggunakan alat berat.
Kegiatan difokuskan di sektor A1 dan A2 dengan tetap mengedepankan kehati-hatian karena struktur reruntuhan terhubung dengan bangunan lama di sisi sebelahnya.

Dia menegaskan bahwa seluruh unsur gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, PMI, relawan, dan pemerintah daerah masih terus bekerja selama 24 jam penuh hingga seluruh korban berhasil ditemukan. (ANT/KN)

IKN Siapkan 62,9 Hektare untuk Kawasan Diplomatik Internasional

PENAJAM PASER UTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan lahan lebih kurang 62,9 hektare bakal dikembangkan sebagai kawasan khusus perwakilan negara sahabat atau diplomatik internasional (diplomatic compound).

“Kami menyediakan lahan seluas 62,9 hektare yang akan dikembangkan menjadi diplomatic compound,” ujar Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia ketika ditanya menyangkut pengembangan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Senin (6/10/2025).

“Kawasan khusus untuk perwakilan negara-negara sahabat disiapkan secara serius,” tambahnya.

Pembangunan kawasan diplomatik internasional telah dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri, sebagai perwakilan untuk menyampaikan detail rencana tersebut kepada semua kedutaan besar negara mitra.

Kawasan diplomatic compound dilengkapi fasilitas hunian, sekolah, area perdagangan dan jasa, hingga ruang terbuka hijau, jelas Mia Amalia, dirancang untuk mendukung aktivitas diplomatik secara nyaman dan berkelanjutan.

Kawasan diplomatik IKN yang berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara tersebut, untuk menampung kedutaan besar negara-negara sahabat.

Bangladesh, salah satu negara sahabat, mendukung penuh pembangunan IKN, dan rencana pemindahan pusat pemerintahan Indonesia, termasuk kawasan diplomatik internasional yang ditargetkan mulai aktif pada 2028.

Bangladesh sangat mendukung proyek pembangunan IKN dan kantor kedutaan siap pindah ke IKN, kata Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, Md Tarikul Islam, apalagi fasilitas yang disiapkan sangat memadai.

Bangladesh juga melirik kerja sama sektor pertanian, memiliki keunggulan dalam industri agro-processing dan berharap dapat memperluas kolaborasi dengan Indonesia, terutama dalam pembangunan IKN yang mengusung konsep kota hutan (forest city).

Bangladesh juga memiliki kekuatan di industri pertanian, dan diharapkan dapat menjalin kolaborasi dengan Indonesia, khususnya dalam pembangunan IKN, demikian Md Tarikul Islam.

IKN bukan hanya simbol transformasi pemerintahan, tetapi juga jembatan kerja sama internasional sebagai pusat diplomasi baru Indonesia di masa depan, serta kota dunia yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan dan kolaborasi global. (ANT/KN)

Wapres Gibran Pimpin Upacara Pemakaman Istri Wapres Ke-4 RI di TMP Kalibata

0

JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memimpin upacara militer pemakaman istri Wapres ke-4 RI, Karlinah Djaja Atmadja Wirahadikusumah, di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata di Jakarta, Senin (6/10/2025).

Dalam prosesi pemakaman itu, Wapres Gibran selaku inspektur upacara menerima lebih dulu laporan dari Komandan Upacara Letkol Cpm. Safiq.

Kemudian, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup almarhumah Karlinah, yang selama hidupnya dikenal sebagai sosok pendamping setia untuk Wapres Ke-4 RI Umar Wirahadikusumah, penuh keteladanan, dan Karlinah juga disebut berjasa dan berperan besar dalam mendukung pengabdian almarhum Umar Wirahadikusumah.

Prosesi selanjutnya, Wapres Gibran membacakan apel persada dan melakukan prosesi penimbunan tanah secara simbolis ke liang lahat mendiang Karlinah.

“Apel persada, saya Wakil Presiden Republik Indonesia, atas nama negara bangsa dan Tentara Nasional Indonesia dengan ini mempersembahkan ke Persada Ibu Pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa, nama Karlinah Umar Wirahadikusumah,” kata Wapres Gibran saat membacakan apel persada dalam upacara pemakaman Karlinah Djaja Atmadja Wirahadikusumah di TMP Kalibata.

“Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua dan arwahnya mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” sambung Wapres RI.

Selepas itu, Wapres Gibran lanjut meletakkan karangan bunga di atas pusara almarhumah Karlinah sebagai bentuk penghormatan terakhir atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia. Wapres kemudian menyerahkan bendera Merah Putih kepada putri almarhumah, Nila Shanti.

Rangkaian upacara berlangsung selama kurang lebih sejam dan berakhir pada pukul 14.25 WIB.

Di TMP Kalibata, Wapres Gibran juga menyampaikan ucapan duka cita secara langsung kepada keluarga Karlinah Djaja Atmadja Wirahadikusumah.

Upacara militer pemakamah almarhumah Karlinah di TMP Kalibata turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Budi Prijono, dan beberapa pejabat negara lainnya.

Karlinah menghembuskan napas terakhirnya pada usia 95 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Jasadnya kemudian disemayamkan di rumah duka di Jalan Teuku Umar Nomor 61, Menteng, Jakarta Pusat. Upacara persemayaman di rumah duka dipimpin Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.

Sejumlah tokoh dan pejabat negara melayat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah, antara lain Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Ke-11 Boediono, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Komisi IV DPR yang juga putri Presiden Ke-2 Soeharto, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto.

Karlinah Djaja Atmadja merupakan istri dari Wakil Presiden Ke-4 RI Umar Wirahadikusumah yang menjabat pada era Orde Baru periode 11 Maret 1983 – 11 Maret 1988.

Karlinah, semasa hidupnya, aktif dalam berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan, dan pernah menerima anugerah Satya Lencana Kebaktian Sosial pada 1982 dari Pemerintah Indonesia.

Tidak hanya itu, daftar penghargaan lainnya yang pernah diterima almarhumah semasa hidupnya, antara lain Bintang Mahaputera Adipradana pada tahun 1987, Lencana Melati – Gerakan Pramuka, kemudian Grand Cross of the Order of Merit of the Federal Republic of Germany dari Pemerintah Jerman, dan Grand Cordon 1st Class of the Supreme Order of the Renaissane pada tahun 1986 dari Pemerintah Jordania. (ANT/KN)

PT Freeport Indonesia Temukan Seluruh Jenazah Korban Luncuran Material Basah di Grasberg

0

MIMIKA – Tim tanggap darurat PT Freeport Indonesia telah menemukan dan mengevakuasi seluruh jenazah pekerja yang terjebak dari lokasi luncuran material basah di tambang Grasberg Block Cave (GBC) Tembagapura, Mimika, Minggu (5/10/2025( malam hingga Senin dini hari.

Kapolsek Tembagapura Iptu Firman yang dihubungi dari Timika, Papua Tengah, Senin, mengatakan lima jenazah pekerja tersebut sudah dibawa ke Timika dan selanjutnya empat jenazah akan diterbangkan ke Jakarta, sedangkan satu lainnya akan dimakamkan di Kuala Kencana.

“Semuanya sudah dibawa ke Timika tadi pagi. Satu orang dikubur di Kuala Kencana, sedangkan empat orang diterbangkan ke Jakarta hari ini juga,” katanya.

Sebanyak empat jenazah yang akan diberangkatkan ke Jakarta, yaitu Victor Manuel Bastida Ballesteros, Balisang Telile, Holong Gembira Silaban, dan Dadang Hermanto.

Victor Manuel Bastida Ballesteros merupakan pekerja ekspatriat asal Chili, Balisang Telile merupakan pekerja ekspatriat asal Afrika, sedangkan jenazah Zaverius Magai akan dimakamkan di Kuala Kencana, Timika.

Sebanyak lima pekerja tersebut, karyawan PT Redpath Indonesia, perusahaan kontraktor PT Freeport di area tambang bawah tanah.

Ia mengatakan jenazah terakhir yang ditemukan oleh tim tanggap darurat PTFI, yaitu Holong Gembira Silaban dan Zaverius Magai.

“Dua yang ditemukan terakhir itu baru tiba di Rumah Sakit Tembagapura sekitar pukul 03.00 WIT,” ujarnya.

Setiba di RS Tembagapura, lima jenazah para pekerja tambang Freeport itu langsung ditangani oleh tim dokter dari Bidang Dokkes Polda Papua untuk proses identifikasi.

Kabid Dokkes Polda Papua AKBP dr Mansyuri SPFM langsung turun tangan melakukan proses identifikasi para korban bersama tim dokter RS Tembagapura.

Kapolsek Firman mengaku belum mengetahui langkah selanjutnya dilakukan manajemen PTFI setelah seluruh jenazah pekerja ditemukan.

“Oh itu saya belum tahu, kami saja dilarang masuk ke rumah sakit,” ucapnya.

Kondisi jenazah lima pekerja itu dilaporkan semuanya masih utuh.

“Utuh semua, dari laporan yang kami terima, mereka hanya terjepit di antara lumpur-lumpur yang masuk ke area tambang bawah tanah,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan lima pekerja yang ditemukan tersebut selain merupakan rekan kerja juga merupakan bagian dari keluarga besar Freeport.

“Kehilangan ini membawa duka yang mendalam bagi kita semua. Atas nama pribadi dan perusahaan, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang telah berada di Tembagapura sejak 14 September 2025 lalu. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi kekuatan dan ketabahan bagi kita semua,” ujarnya.

Penemuan tiga jenazah pekerja tersebut, katanya, menjadi kemajuan penting dalam upaya pencarian para korban sejak peristiwa itu terjadi pada 8 September 2025 malam.

“Kami memastikan PT Freeport Indonesia memberikan pendampingan penuh bagi seluruh keluarga rekan kerja yang telah berpulang, serta dukungan penuh terhadap proses identifikasi,” kata dia.

Sebelumnya dua pekerja PT Cita Contract ditemukan pada Sabtu (20/9) juga dalam kondisi meninggal. (ANT/KN)

Dari Terpencil Jadi Viral, Muara Enggelam Menjelma Permata Wisata di Tengah Danau

TENGGARONG – Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar), dulu dikenal sebagai desa di tengah danau yang hanya bisa dijangkau lewat jalur air. Kini, wajahnya berubah drastis. Desa yang dulu terisolasi itu menjelma menjadi ikon wisata terapung yang ramai diperbincangkan di media sosial dan dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Camat Muara Wis, Fadhli Annur, menyebut perubahan itu tidak datang tiba-tiba. Perbaikan akses menjadi langkah awal yang mengubah peta keterisolasian desa. Pemerintah telah membangun jalan sepanjang dua kilometer, memperpendek waktu tempuh menuju desa dan membuka peluang besar bagi warga untuk bergerak lebih leluasa.

“Sekarang waktu tempuh sudah jauh lebih cepat, walaupun sebagian jalurnya masih lewat sungai. Tapi dengan adanya tambahan jalan ini, pergerakan masyarakat dan wisatawan jadi lebih mudah,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Kemudahan akses itu ibarat napas baru bagi Muara Enggelam. Lanskapnya yang memadukan danau luas, pepohonan rindang, dan rumah-rumah kayu di atas air kini menjadi daya tarik utama. Bagi pengunjung, suasananya unik—seolah terapung di tengah keheningan alam yang menenangkan.

Tak sedikit wisatawan mancanegara yang datang hanya untuk melihat langsung keindahan “desa di atas air” ini. Foto-foto dan video udara Muara Enggelam yang beredar di YouTube dan Instagram kian memperluas pesonanya ke dunia luar.

Menariknya, promosi besar-besaran tak datang dari lembaga resmi, melainkan dari inisiatif warga sendiri. Masyarakat setempat aktif mengunggah konten tentang desanya, dari panorama matahari terbit di atas danau hingga aktivitas harian nelayan yang autentik.

Kesadaran akan potensi ini mendorong warga membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang kini menjadi motor penggerak utama dalam pengelolaan wisata. “Pokdarwis bukan hanya promosi, tapi juga mengatur bagaimana potensi wisata ini bisa berkelanjutan,” terang Fadhli.

Meski fasilitas pendukung seperti gazebo dan area istirahat masih terbatas, geliat ekonomi mulai terasa. Warga membuka warung sederhana, menyediakan sewa perahu, hingga menawarkan paket wisata jelajah danau.

Tak berhenti di situ, pemerintah juga melirik kawasan sekitar seperti Danau Marawis dan gugusan pulau kecil di wilayah Kenohan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru. Kekayaan alam yang masih perawan dinilai menjadi modal besar bagi pengembangan pariwisata berbasis ekologi.

“Pembangunan di sini tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga bagaimana memberi nilai tambah tanpa merusak lingkungan,” tegas Fadhli.

Ia optimistis kombinasi antara pembangunan akses, promosi digital warga, dan pengelolaan oleh Pokdarwis akan menjadikan Muara Enggelam sebagai destinasi wisata air unggulan di Kukar. “Desa ini membuktikan bahwa keterpencilan bukan hambatan, tapi justru potensi yang bisa mengangkat nama daerah,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Event Lokal Dongkrak Ekonomi Sebulu, UMKM Bangkit Lewat Kolaborasi Forum Kemitraan Pemerintah

TENGGARONG – Kecamatan Sebulu kini menjelma menjadi salah satu episentrum kebangkitan ekonomi rakyat di Kutai Kartanegara (Kukar). Bukan semata karena geliat usaha warganya, melainkan karena kuatnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas melalui wadah Forum Kemitraan Pemerintah (FKP) yang digerakkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.

Camat Sebulu, Edy Fachruddin, menilai bahwa sinergi ini menjadi model pemberdayaan ekonomi baru yang mampu menyalakan kembali semangat wirausaha masyarakat pasca-pandemi. “Alhamdulillah, dengan terbentuknya FKP, UMKM di Kecamatan kami mulai bangkit,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Salah satu bukti nyata terlihat dalam ajang Open Race Ketinting Jilid 2 di Desa Segihan. Selama dua hari pelaksanaan, tak hanya adrenalin peserta yang terpacu, tapi juga roda ekonomi masyarakat. Perputaran uang di kalangan pelaku UMKM mencapai sekitar Rp3 juta per hari, menunjukkan dampak langsung kegiatan terhadap pendapatan warga.

Dari warung kuliner tradisional hingga pedagang kerajinan tangan, semua kebagian berkah. Produk unggulan seperti olahan gula aren, makanan khas daerah, hingga kerajinan kayu ulin menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung.

“Event seperti ini bukan sekadar hiburan, tapi ruang hidup bagi UMKM kami untuk unjuk karya dan membangun jaringan baru,” tutur Edy.

Namun, di balik geliat positif itu, masih tersisa tantangan klasik: akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas SDM. Banyak pelaku usaha, kata Edy, masih belum memahami kemudahan fasilitas seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Idaman yang sebenarnya tanpa agunan.

“Masih banyak yang ragu karena mengira butuh SKTM atau jaminan. Padahal tidak. Karena itu kami terus dorong mereka agar berani memanfaatkan program pembiayaan resmi,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya perubahan pola pikir terhadap pelatihan kewirausahaan. Beberapa peserta masih enggan menyelesaikan pelatihan, padahal ilmu yang diberikan menjadi bekal penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk.

“Kami akan terus evaluasi dan motivasi agar pelatihan tidak hanya formalitas, tapi betul-betul dirasakan manfaatnya,” tambahnya.

Bagi Edy, keberhasilan Sebulu bukan hanya diukur dari banyaknya pelaku usaha yang muncul, tetapi dari mampunya komunitas lokal menjadi tuan rumah di wilayah sendiri. FKP, lanjutnya, menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor bisa menggerakkan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Dengan dukungan berkelanjutan Pemkab Kukar, Dispora, dan forum kemitraan, Kecamatan Sebulu optimistis menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal. “Kami ingin Sebulu menjadi contoh bahwa gotong royong ekonomi bisa dimulai dari tingkat kecamatan,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Satpol PP Kukar Asah Profesionalisme Hadapi Potensi Kerawanan Sosial

TENGGARONG – Dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat kapasitas anggotanya. Yakni melalui Pelatihan Penanganan Huru Hara yang digelar 6–10 Oktober 2025 di Hotel Grand Fatma, Tenggarong.

Kegiatan yang dibuka Asisten I Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar membangun aparatur yang tangguh, profesional, dan humanis dalam menjaga stabilitas daerah.

Kepala Satpol PP Kukar, Arfan Boma, menyampaikan pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus mental anggota dalam menghadapi potensi gangguan ketertiban umum.

Ia menegaskan, pengendalian massa bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga kecermatan dalam membaca situasi dan kemampuan menenangkan massa secara persuasif. Termasuk juga mengontrol emosi agar tidak terprovokasi dalan situasi lapangan yang dinamis.

“Pelatihan ini untuk memperkuat kekompakan tim dan kesiapan personel di lapangan, agar tindakan yang diambil selalu profesional dan terukur,” ujarnya.

Selama lima hari, 35 anggota Satpol PP mengikuti serangkaian materi mulai dari pengantar tugas dan fungsi, teknik negosiasi, psikologi massa, hingga simulasi penanganan huru hara (Public Order Handling).

Tema besar kegiatan, “Peningkatan Kapasitas Anggota Satpol PP dalam Pengendalian Massa”, menjadi refleksi atas kebutuhan aparatur sipil penegak perda untuk menyesuaikan diri dengan tantangan zaman yang kian dinamis.

Sementara itu, Asisten I Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, mengingatkan pentingnya profesionalisme aparat dalam setiap tindakan penegakan peraturan daerah. Ia berharap peserta dapat mengimplementasikan seluruh ilmu yang didapat demi terciptanya lingkungan masyarakat yang aman, tertib, dan damai.

“Peran Satpol PP sangat strategis dalam membantu pemerintah daerah menjaga ketenteraman masyarakat. Karenanya, peningkatan kapasitas menjadi hal yang wajib,” pesannya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat citra Satpol PP Kukar sebagai garda depan pelayanan publik yang tidak hanya tegas, tetapi juga humanis dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.

“Kami berikan apresiasi yang sangt tinggi pada Satpol PP Kukar yang telah menginisiasi kegiatan ini. Karena mengingat persoalan di masyarakat semakin tinggi sehingga perlu ada keterampilan-keterampilan khusus yang dibekalkan pada personil,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i