Beranda blog Halaman 259

KPK Tanggapi Isu Pemanggilan Luhut dalam Kasus Proyek Whoosh

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons peluang pemanggilan Ketua Komite Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung Luhut Binsar Pandjaitan dalam penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

“Pihak-pihak yang dimintai keterangan siapa saja, materinya apa, memang belum bisa kami sampaikan secara rinci,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Lebih lanjut Budi menjelaskan KPK saat ini masih fokus menyelidiki unsur-unsur dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Whoosh, dan belum bisa memberitahukan lebih lanjut karena kasusnya masih dalam tahap penyelidikan.

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025, yakni Mahfud MD Official, mengungkapkan ada dugaan tindak pidana korupsi dalam bentuk penggelembungan anggaran atau mark up di proyek Whoosh.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,” katanya.

Ia melanjutkan, “Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat. 17 juta dolar AS ya, dolar Amerika nih, bukan rupiah, per kilometernya menjadi 52 juta dolar AS di Indonesia. Nah itu mark up. Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini.”

Pada 16 Oktober 2025, KPK mengimbau Mahfud MD untuk membuat laporan mengenai dugaan korupsi dalam proyek Whoosh.

Setelah itu, Mahfud MD dan KPK saling respons mengenai hal tersebut. Hingga pada 26 Oktober 2025, Mahfud menyatakan siap dipanggil KPK untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi terkait Whoosh.

Sementara itu, KPK pada 27 Oktober 2025, mengumumkan dugaan korupsi terkait Whoosh sudah naik ke tahap penyelidikan sejak awal 2025. (ANT/KN)

DPRD Usul Pembentukan Perusda Parkir untuk Atasi “Darurat Parkir” dan Tambah PAD Berau

0

BERAU – Anggota Komisi III DPRD Berau, Ichsan Rapi, mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membentuk Perusahaan Daerah (Perusda) yang secara khusus mengelola sektor parkir. Ia menilai langkah ini penting untuk menertibkan penarikan retribusi, memperbaiki tata kelola parkir di area publik, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Ichsan, keberadaan Perusda Parkir akan memberikan manfaat ganda — selain menata lokasi parkir agar lebih teratur, juga menciptakan sistem retribusi yang transparan dan terkontrol.

“Kita punya Rumah Sakit dan Pasar misalnya, yang sekarang menarik retribusi dari parkir kendaraan. Ini bagus kalau misalnya ada Perusda Parkir yang turut mengontrolnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini Berau tengah menghadapi kondisi “darurat parkir” di sejumlah area publik, terutama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan pusat aktivitas masyarakat. Banyak lokasi yang sudah tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap tahun.

“Contoh itu Rumah Sakit. Di sana bukan hanya darurat parkir tapi juga darurat kamar. Sehingga memang perlu ada penambahan lahan parkir kalau nanti ada Perusda Parkir,” tegasnya.

Selain mengatur dan menertibkan parkir, Ichsan menilai Perusda Parkir juga bisa menjadi salah satu sumber pemasukan baru bagi kas daerah. Dengan sistem pengelolaan yang profesional, sektor parkir bisa menghasilkan pendapatan signifikan bagi PAD Berau.

“Kita hitung saja jika parkir ini dikelola dengan baik oleh Perusda Parkir dan setiap kendaraan umum yang parkir di jalan umum dikenakan tarif Rp1.000 per kendaraan, tentu akan besar pendapatan yang masuk sebulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan ribuan kendaraan yang melintas dan parkir setiap hari, potensi retribusi parkir bisa menjadi salah satu sumber pendapatan yang stabil. “Hitung saja berapa kendaraan yang setiap hari melintas. Ribuan. Berapa yang diperoleh setiap hari? Banyak tentunya,” tambahnya.

Lebih jauh, Ichsan juga menyoroti persoalan parkir liar di sejumlah ruas jalan yang menyebabkan kemacetan. Dengan adanya Perusda Parkir, diharapkan penataan parkir bisa lebih tertib dan terkoordinasi dengan baik.

“Selain menambah PAD, Perusda Parkir ini juga bisa menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan, seperti di beberapa ruas jalan umum,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini juga bergantung pada kesiapan masyarakat dalam menerima kebijakan tersebut. “Tapi tergantung juga dengan masyarakat. Siap tidak jika ada retribusi parkir di semua fasilitas umum yang dikelola Perusda Parkir,” tandasnya. (gs/ADV)

DPRD Berau Desak BPN dan Pemkab Tuntaskan Sengketa Tanah yang Berlarut

0

BERAU – Persoalan sengketa lahan yang tak kunjung tuntas di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan DPRD. Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Pertanahan Kabupaten Berau untuk segera menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat yang hingga kini masih menggantung tanpa kepastian hukum.

Menurut Frans, banyak kasus pertanahan di Berau yang sudah berlangsung puluhan tahun namun belum juga menemukan titik penyelesaian. Kondisi tersebut tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial jika terus dibiarkan.

“Permasalahan tanah di Berau ini tidak bisa kita pungkiri, sangat banyak. Bahkan ada yang sudah lebih dari 20 tahun belum tuntas,” ujarnya.

Ia menegaskan, semakin lama persoalan tersebut dibiarkan, penyelesaiannya akan semakin kompleks, terutama ketika kepemilikan lahan sudah berpindah tangan ke ahli waris. Karena itu, Frans menekankan pentingnya langkah cepat, koordinasi lintas instansi, dan tindakan nyata untuk memberikan kepastian hukum bagi warga yang terdampak.

“Kalau ada masyarakat yang menyampaikan permasalahan tanah, tolong pemerintah daerah, Dinas Pertanahan, dan BPN langsung turun tangan. Fasilitasi dan verifikasi di lapangan, lalu segera tentukan siapa pihak yang berhak agar bisa diterbitkan sertifikatnya,” tegasnya.

Frans juga meminta agar laporan masyarakat tidak dibiarkan menumpuk tanpa tindak lanjut. Ia menilai, penanganan yang lamban dan kurang transparan hanya akan menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah. Karena itu, dibutuhkan sistem penyelesaian yang lebih responsif, terbuka, dan terukur.

“Setiap laporan masyarakat harus segera direspons. Jangan tunggu sampai menumpuk atau baru ditindaklanjuti setelah terjadi konflik. Pemerintah harus hadir untuk memberikan kepastian hukum,” tegasnya.

Politisi yang dikenal vokal terhadap isu pertanahan ini juga menyoroti perlunya reformasi administrasi dalam pengelolaan data tanah agar tidak tumpang tindih. Ia berharap BPN dan Dinas Pertanahan lebih aktif melakukan pembaruan data kepemilikan, terutama di wilayah yang berpotensi rawan sengketa.

“Kami optimistis penyelesaian sengketa tanah bisa dilakukan lebih efektif dan berkeadilan dengan kerja sama dinas terkait dan keterlibatan DPRD dalam fungsi pengawasan,” pungkasnya. (gs/ADV)

DPRD Soroti Lemahnya Kinerja Perusda Berau, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Audit Kinerja

0

BERAU – Sorotan terhadap lemahnya kontribusi sejumlah Perusahaan Daerah (Perusda) di Kabupaten Berau kembali mencuat. Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menilai sebagian besar Perusda belum mampu memberikan sumbangsih berarti terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), padahal memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Menurut Rudi, aset milik daerah yang dikelola oleh Perusda seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pelayanan publik, tetapi juga mampu menjadi sumber pemasukan strategis yang memperkuat keuangan daerah.

“Perusda itu merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan. Jadi tidak hanya berbicara soal pelayanan, tetapi juga bagaimana bisa memberikan kontribusi nyata terhadap PAD,” ujarnya.

Rudi menyoroti beberapa Perusda seperti PDAM, Perusda Bakti Praja, dan Perusda Pertolongan Konsorsium yang terlibat dalam proyek PLTU Berau. Namun hingga tahun 2025, sebagian besar belum mampu menyetorkan dividen kepada kas daerah.

“Hanya Perusda Hutan Sanggam yang mampu menyetor sekitar Rp28 juta. Itu pun hanya setara satu bulan gaji karyawan. Kondisi seperti ini jelas tidak sehat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, lemahnya kontribusi tersebut disebabkan oleh tingginya biaya operasional yang tidak sebanding dengan nilai jual produk atau jasa yang dihasilkan. Akibatnya, margin keuntungan menjadi sangat kecil, bahkan beberapa perusahaan mengalami kerugian.

“Seperti PDAM, biaya operasional per meter kubik air masih terlalu tinggi. Padahal jika dikelola dengan efisien, seharusnya bisa menghasilkan surplus yang bisa disetor ke kas daerah,” lanjut politisi PDI Perjuangan tersebut.

Rudi pun mendesak Bupati Berau agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Perusda melalui audit kinerja. Menurutnya, langkah tersebut penting agar aset daerah tidak terus menjadi beban keuangan, melainkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Kami minta Ibu Bupati melakukan evaluasi terhadap kinerja setiap Perusda. Harus ada langkah nyata agar aset daerah ini tidak terus menjadi beban, tapi justru menjadi sumber pemasukan bagi Berau,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih mengakui bahwa persoalan kinerja Perusda tidak bisa disamaratakan. Ia menjelaskan, setiap perusahaan memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda dalam pengelolaan usaha.

“Kalau kita bicara soal Perusda, memang ada yang belum bisa memberikan dividen sesuai harapan. Misalnya, potensi sumber daya alam yang dikelola Hutan Sanggam Berau sudah tidak seperti dulu lagi. Begitu juga dengan IPB. Sementara Perusda Bhakti Praja masih baru berdiri, dan PDAM saya tekankan untuk lebih mengedepankan pelayanan masyarakat daripada menarik retribusi,” jelasnya.

Meski demikian, Sri Juniarsih menegaskan bahwa evaluasi tetap akan dilakukan untuk memastikan seluruh Perusda bisa bekerja lebih maksimal dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi daerah.

“Intinya, Perusda ini tetap menjadi perhatian kita bersama. Harus ada tindak lanjut agar mereka bisa benar-benar optimal dan menyetor dividen bagi pendapatan asli daerah,” pungkasnya. (gs/ADV)

Anak Muda Kaltim, Semangat Sumpah Pemuda yang Terus Menyala

Hari ini, 28 Oktober 2025, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda. Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar rutinitas tahunan. Namun semangat itu belum padam. Hal ini dibuktikan oleh anak-anak muda Kaltim yang bekerja keras tanpa banyak bicara, tetapi mampu menunjukkan hasil nyata.

Ada Ahmad Fadhil, mahasiswa UIN Samarinda yang meraih Juara II MTQ Internasional di Maroko. Ada Imranul Karim dan Yasin Albar, dua qari muda Kaltim yang membawa pulang emas di MTQ Internasional Jakarta. Juga Muhammad Haikal Al Ghifari, remaja 16 tahun asal Balikpapan, juara MTQ MABIMS Brunei Darussalam, yang hafal 30 juz Al-Qur’an dan memahami isi kandungannya dengan matang.

Mereka menjadi bukti bahwa ketekunan dan disiplin masih menjadi kekuatan utama di era digital yang serba cepat.

Dunia olahraga pun tak kalah membanggakan. Nafisha Citra Nirwarna, siswi MTsN 2 Balikpapan, menyapu tujuh medali emas dalam Kejurprov Renang Kaltim 2025.

Di Tenggarong, Rendra Jenkia Dinata, bocah SD, sudah naik podium nasional di kejuaraan beladiri di Solo. Sementara Aliansyah, atau “Bagong”, dari Samarinda, mengoleksi lima emas dan dinobatkan Dispora Kaltim sebagai teladan generasi emas olahraga. Mereka muda, tapi tekadnya sudah matang. Mereka tidak menunggu kesempatan, mereka meraihnya dengan kerja keras.

Namun di balik semua prestasi itu, ada cerita lain yang jarang terdengar. Banyak dari mereka berjuang sendiri. Ada yang berkeliling membawa proposal, mencari biaya keberangkatan. Ada yang meminjam uang demi tiket lomba. Ada pula yang tak sempat disebut dalam ucapan selamat setelah menang. Ironisnya, yang tak punya prestasi justru lebih sering tampil di acara seremonial. Hanya karena viral di media sosial.

Meski begitu, apresiasi terhadap yang berprestasi tetap berjalan. Pada 20 Oktober 2025, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyerahkan bonus umrah dan pembinaan kepada kafilah Kaltim yang berhasil meraih Juara Umum STQH Nasional ke-28 di Kendari.

Acara digelar di Anjungan Kaltim, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, dihadiri para kafilah, pelatih, dan pendamping.

“Prestasi ini adalah kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kaltim. Saya berharap semangat seperti ini terus dijaga, bukan hanya di ajang nasional, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud. Tercatat sebanyak 19 kafilah asal Kaltim berhasil meraih juara di ajang nasional tersebut.

Selain itu, Dispora Kaltim setiap tahun juga rutin menggelar Malam Anugerah Pekan Raya Pemuda sebagai puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda. Dalam acara ini, para pemuda yang berkontribusi di bidang sosial, inovasi, olahraga, pendidikan, hingga kewirausahaan mendapat penghargaan dan apresiasi khusus. Tradisi ini, bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap generasi muda berprestasi. Semoga tak ada satu pun yang terlewat dari perhatian.

Hari ini, semangat itu ada pada anak-anak muda Kaltim yang berlatih di kolam, di gelanggang, di pondok, dan di ruang kelas. Mereka tidak mencari perhatian, hanya butuh kesempatan untuk menyalurkan bakatnya.

Prestasi tidak lahir dari kebetulan. Butuh waktu, dukungan, dan pembinaan yang berkelanjutan. Pemprov, Pemkab, dan Pemkot se-Kaltim harus selalu hadir sejak awal. Bukan hadir setelah mereka berdiri di podium. Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, dan Kemenag Kaltim perlu berjalan searah agar tidak ada anak berprestasi yang berjuang sendirian.

Kaltim boleh bersiap menjadi ibu kota negara. Tapi ukuran keberhasilan bukan pada gedung atau jalan, melainkan pada manusia yang berprestasi. Dan itu sudah terlihat. Mereka belajar, berlatih, dan berjuang dengan kerja keras.

Sumpah Pemuda bukan seremoni upacara tahunan, melainkan bukti kerja nyata, dari Kaltim untuk Indonesia. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

DPRD Desak Pemkab Tangani Serius Masalah Sampah di Talisayan

0

BERAU – Kondisi pengelolaan sampah di Kecamatan Talisayan mendapat perhatian khusus dari Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. Ia menilai permasalahan kebersihan di wilayah tersebut semakin mendesak untuk ditangani, terutama terkait armada pengangkut sampah yang sudah tidak layak pakai.

Menurut Subroto, sebagian besar truk pengangkut sampah di Talisayan kini berusia tua dan dalam kondisi rusak. Banyak bak truk yang berlubang sehingga menyebabkan sampah berhamburan di jalan saat pengangkutan dilakukan.

“Karena banyak truk yang baknya berlubang, sampah menjadi berhamburan di jalan. Besar harapan saya ini menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan sampah bukan hal sepele karena berpengaruh langsung terhadap citra daerah, khususnya bagi tamu dan wisatawan yang datang ke Berau.

“Hal yang paling pertama diperhatikan adalah sampah itu. Jadi kadang-kadang tamu belum sampai di kota, sudah melihat sampah duluan,” tegasnya.

Selain pengadaan armada baru, Subroto juga menyoroti kondisi akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Talisayan yang hingga kini belum disemenisasi. Jalan menuju lokasi pembuangan masih berupa batu dan menjadi sulit dilalui saat musim hujan.

“Kalau masalah lahan sampah sudah ada. Kami sudah dapat lahan yang cukup. Hanya memang untuk pembangunan tempat sampahnya perlu diperhatikan. Karena dari pinggir jalan, masuk ke tempat pembuangan itu masih jalan batu,” bebernya.

Ia menilai, jika akses jalan menuju TPA dibenahi dengan pengecoran sepanjang sekitar 200 meter, maka proses pembuangan akan lebih efisien dan tidak menimbulkan tumpukan sampah di pinggir jalan.

“Nanti kalau itu dicor sampai ujung 200 meter maka akan mudah bagi sampah untuk dibuang. Sehingga tidak ada lagi yang ada di pinggir jalan,” tandasnya.

Subroto berharap Pemkab Berau segera mengalokasikan anggaran untuk pengadaan truk baru dan perbaikan akses menuju TPA agar sistem kebersihan di Talisayan dapat berjalan efektif serta menjaga keindahan lingkungan. (gs/ADV)

Bertolak ke Yogyakarta, Kartanegara Women FC Wakili Kaltim di Piala Pertiwi 2025

TENGGARONG – Kartanegara Women FC bakal mewakili Kalimantan Timur (Kaltim), dalam putaran nasional turnamen sepak bola perempuan Piala Pertiwi 2025 di Yogyakarta, pada 30 Oktober hingga 10 November 2025 mendatang. Kesebelasan sepak bola putri asal Kutai Kartanegara (Kukar) ini, tergabung dalam Grup B dan akan bersaing melawan perwakilan dari Sumatera Utara, Bengkulu, dan Papua Pegunungan.

Kartanegara Women FC sendiri telah melakukan serangkaian persiapan panjang jelang menatap ajang bergengsi ini. Mulai dari menggelar penjaringan pemain melalui ajang Bupati Cup Putri pada September lalu. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi dan pemusatan latihan yang digelar hingga 20 Oktober.

Pada Senin (27/10/2025), tim Kartanegara Women FC dijadwalkan bertolak menuju Yogyakarta dan akan melangsungkan laga perdana pada 30 Oktober menghadapi perwakilan Sumatera Utara di Lapangan Purwobinangun, Sleman, Yogyakarta.

Keberangkatan tim asal Kukar ini dilepas oleh Asisten II Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Ahyani Fadianur Diani. Dalam sambutannya, ia tidak membebani para pemain dengan memberikan target muluk. Baginya, ajang ini adalah laboratorium yang tepat bagi atlet Kukar untuk mendapatkan jam terbang di level nasional.

“Pesan saya adalah jaga sportivitas. Menang itu memanglah tujuan pertandingan, tapi yang lebih penting adalah proses kita dalam menghadapi pertandingan ini yang mengantarkan kita menjadi juara sesungguhnya walaupun tidak menang,” tuturnya.

“Kita tidak berharap hasil yang baik dari tim ini (Kartanegara Women FC) karena memang tingkat nasional ini juga berat persaingannya,” timpal Ahyani.

Meski begitu, Manajer Kartanegara Women FC, Samijan, tetap optimistis timnya dapat melangkah jauh di gelaran Piala Pertiwi kali ini, mengingat gelaran kali ini bukanlah persaingan perdana timnya di ajang tersebut.

Sejak tahap seleksi, Samijan telah menetapkan target bagi timnya agar dapat melaju hingga semifinal. “Target kita minimal semifinal, tapi kalau bisa sampai final. Tahun lalu kita sudah masuk dalam kelompok besar, tapi karena keterbatasan waktu, sistem pertandingan langsung dari 16 ke 4 besar. Tahun ini kita berharap bisa melangkah lebih jauh,” tutupnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Muhammad Rafi’i

Kukar Dorong Lahirnya Wasit Sepak Bola Profesional Lewat Pelatihan Lisensi Nasional

TENGGARONG – Langkah pembinaan olahraga di Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mendapat sorotan positif. Melalui kolaborasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kukar dengan melaksanakan pelatihan lisensi wasit C3 Nasional, yang diikuti 40 peserta dari berbagai kecamatan.

Pelatihan ini bukan sekadar agenda teknis, melainkan strategi membangun fondasi sumber daya manusia unggul di bidang perwasitan. Kukar menempatkan pelatih dan wasit sebagai elemen penting dalam ekosistem sepak bola yang sehat dan profesional.

Menariknya, pelatihan kali ini diwarnai kehadiran wasit-wasit perempuan dari kecamatan Kembang Janggut, Kota Bangun, dan Kenohan. Fenomena ini menjadi penanda perubahan paradigma dalam dunia olahraga yang kini semakin inklusif.

Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menilai keikutsertaan perempuan di dunia perwasitan sebagai kemajuan signifikan. Ia menekankan bahwa sepak bola bukan hanya milik kaum laki-laki, melainkan ruang bagi siapa pun yang berkompeten dan berkomitmen.

“Ini kemajuan yang membanggakan. Dunia perwasitan tidak membatasi gender, dan kehadiran wasit perempuan menjadi bukti bahwa olahraga sepak bola bisa digeluti siapa saja,” ujar Ahyani, Senin (27/10/2025).

Ia berharap pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan kali ini saja, melainkan dapat berkelanjutan agar melahirkan lebih banyak wasit muda di Kukar. “Kita ingin kegiatan seperti ini terus berjalan dan menjadi program pembinaan berkelanjutan,” tambahnya.

Ia juga berpesan, agar para peserta kegiatan ini dapat menjadi wasit yang andal dan berintegritas dimasa yang akan datang. Mengingat peran pengadil lapangan sangat fital dalam menentukan hadil dan jalannya pertandingan.

“Mental yang baik akan memengaruhi kualitas pertandingan. Karena itu, wasit harus mampu menjaga integritas, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam setiap pertandingan yang dipimpinnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Seri Agus, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas SDM olahraga yang difasilitasi oleh Dispora Kukar.

“Tahun ini disiapkan 40 peserta dari 20 kecamatan. Hanya dua kecamatan yang tidak mengirimkan perwakilannya, yakni Muara Badak dan Kenohan,” terang Seri Agus.

Kegiatan ini menghadirkan dua instruktur nasional berlisensi dari PSSI Pusat, yaitu Nurdin dari Kota Bontang dan Budi Handayani dari Jakarta. Mereka memberikan materi teori dan praktik seputar regulasi FIFA, simulasi pertandingan, serta kebugaran fisik wasit.

“Target kami adalah mencetak generasi wasit berlisensi nasional yang profesional dan berintegritas. Nantinya mereka bisa memimpin pertandingan resmi hingga ke tingkat nasional maupun turnamen lokal di desa dan kecamatan,” jelas Seri Agus.

Ia berharap seluruh peserta dapat lulus 100 persen dan menjadi bagian dari upaya Kukar membangun ekosistem sepak bola yang berkualitas melalui SDM perwasitan yang kompeten.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

KPK: Penindakan Tambang Ilegal di Harus Dikerjakan Bersama

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan menyatakan bahwa penindakan tambang ilegal di dekat Mandalika, Nusa Tenggara Barat, tidak bisa dilakukan lembaga antirasuah secara sendirian.

“Tentu langkah tindak lanjut ini juga tidak bisa dilakukan sendiri oleh KPK karena ini banyak stakeholder (pemangku kepentingan, red.) terkait lainnya,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (26/10/2025).

Oleh sebab itu, Budi mengatakan KPK memandang penindakan tambang ilegal tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.

Selain itu, dia mengatakan bahwa mulanya temuan tambang ilegal di dekat Mandalika tersebut berkaitan dengan tugas dan fungsi KPK untuk koordinasi dan supervisi, bukan penindakan.

“Artinya, ini menjadi concern (perhatian, red.) bersama untuk bagaimana kita mengidentifikasi permasalahan yang masih muncul di sektor pertambangan ini, yang kemudian PR ini kita garap dan kerjakan bersama-sama supaya tata kelola pertambangan bisa terus kita perbaiki, sehingga dalam proses-proses dari hulu sampai ke hilir ini betul-betul melaksanakan proses-proses bisnis yang berintegritas,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi KPK Wilayah V Dian Patria di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (21/10), mengungkapkan temuan tambang ilegal di dekat Mandalika, NTB.

Dian mengatakan KPK mendorong pemerintah yang mempunyai kewenangan terkait untuk menindak tambang ilegal tersebut.

“Kalau dia tidak tegakkan, ya kami tegakkan. Bisa jadi dia bagian dari masalah. Sengaja. Itu yang selama ini banyak terjadi,” katanya.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil pada Jumat (24/10), menyerahkan temuan tambang ilegal di dekat Mandalika untuk diproses hukum oleh aparat penegak hukum.

“Kementerian ESDM itu mengelola tambang yang ada izinnya. Kalau enggak ada izinnya, maka proses hukum saja,” kata Bahlil. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Ajak ASEAN Tetap Berani dan Visioner Hadapi Ketidakpastian Global

KUALA LUMPUR – Presiden RI Prabowo Subianto mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk tetap berani, adaptif dan visioner dalam menghadapi ketidakpastian global, yang disampaikannya pada sesi pleno KTT Ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa persatuan ASEAN merupakan kekuatan utama dalam menghadapi ketegangan global yang semakin meningkat.

“Menghadapi ketidakpastian global, mari kita memimpin dengan tujuan. Bukan hanya untuk kawasan kita, tetapi untuk dunia yang lebih stabil, adil, dan inklusif,” kata Presiden Prabowo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (26/10/2025).

Menurut Presiden, di tengah ketegangan geopolitik dan perubahan global yang cepat, ASEAN harus terus memperkuat koordinasi ekonomi, integrasi regional, dan transformasi digital untuk menghadapi guncangan eksternal dan ketidakpastian masa depan.

Persatuan ASEAN, kata Prabowo, juga harus tercermin dalam koordinasi, integrasi, dan transformasi ekonomi yang lebih kuat untuk menghadapi guncangan eksternal dan ketidakpastian di masa depan.
Pada sesi pleno tersebut, Presiden Prabowo duduk berdampingan dengan Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone di sisi kiri dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet di sisi kanan.

Di hadapan para pemimpin ASEAN, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah, Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim, atas penyelenggaraan KTT yang dinilainya sangat baik.

Kepala Negara juga menyambut Timor-Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN, menyampaikan selamat kepada Perdana Menteri Thailand yang baru, Anutin Charnvirakul, serta menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Sri Ratu Sirikit, Ibunda dari Raja Maha Vajiralongkorn.

“Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya dari rakyat Indonesia atas wafatnya Sri Ratu Sirikit, Ibu Suri Kerajaan Thailand,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam pidatonya, Kepala Negara memuji kepemimpinan tegas Perdana Menteri Anwar Ibrahim dalam menyelesaikan sengketa yang baru-baru ini terjadi, serta menegaskan kesiapan Indonesia untuk mendukung langkah-langkah lanjutan dari perjanjian gencatan senjata yang dicapai.

Prabowo juga menekankan bahwa bagi negara anggota ASEAN, persatuan bukan sekadar slogan. Persatuan adalah strategi yang direncanakan untuk menjaga perdamaian dan keamanan regional, kata Prabowo.

Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi kepada para Menteri Luar Negeri dan Menteri Ekonomi ASEAN yang telah menunjukkan solidaritas dan kerja sama erat dalam menghadapi tantangan geoekonomi saat ini.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya inisiatif baru di bidang perdagangan barang, pembaruan ASEAN-China Free Trade Agreement (FTA), serta kerangka ekonomi digital kawasan.

“Kita akan terus menegaskan peran ASEAN sebagai penggerak pertumbuhan dan pusat inovasi dan peluang,” ucap Presiden.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan ASEAN di kancah global harus berakar pada pondasi yang kuat di dalam negeri.

Dengan pondasi tersebut, kata Presiden, ASEAN dapat memainkan peran yang kredibel dan konstruktif dalam membentuk tatanan dunia yang adil dan inklusif.

“Pondasi yang kuat di rumahlah yang memampukan kita membangun jembatan ke dunia. Pondasi ini memberi kita kredibilitas untuk terlibat dan membantu membentuk masa depan di luar batas-batas kita,” tutur Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa perjalanan ASEAN dari masa konflik menuju kerja sama merupakan bukti nyata kekuatan solidaritas kawasan.

Kepala Negara menegaskan pentingnya menjadikan peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan 15 tahun East Asia Summit Bali Principles pada tahun depan bukan hanya seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan. (ANT/KN)