BERAU – Kondisi pengelolaan sampah di Kecamatan Talisayan mendapat perhatian khusus dari Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. Ia menilai permasalahan kebersihan di wilayah tersebut semakin mendesak untuk ditangani, terutama terkait armada pengangkut sampah yang sudah tidak layak pakai.
Menurut Subroto, sebagian besar truk pengangkut sampah di Talisayan kini berusia tua dan dalam kondisi rusak. Banyak bak truk yang berlubang sehingga menyebabkan sampah berhamburan di jalan saat pengangkutan dilakukan.
“Karena banyak truk yang baknya berlubang, sampah menjadi berhamburan di jalan. Besar harapan saya ini menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan sampah bukan hal sepele karena berpengaruh langsung terhadap citra daerah, khususnya bagi tamu dan wisatawan yang datang ke Berau.
“Hal yang paling pertama diperhatikan adalah sampah itu. Jadi kadang-kadang tamu belum sampai di kota, sudah melihat sampah duluan,” tegasnya.
Selain pengadaan armada baru, Subroto juga menyoroti kondisi akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Talisayan yang hingga kini belum disemenisasi. Jalan menuju lokasi pembuangan masih berupa batu dan menjadi sulit dilalui saat musim hujan.
“Kalau masalah lahan sampah sudah ada. Kami sudah dapat lahan yang cukup. Hanya memang untuk pembangunan tempat sampahnya perlu diperhatikan. Karena dari pinggir jalan, masuk ke tempat pembuangan itu masih jalan batu,” bebernya.
Ia menilai, jika akses jalan menuju TPA dibenahi dengan pengecoran sepanjang sekitar 200 meter, maka proses pembuangan akan lebih efisien dan tidak menimbulkan tumpukan sampah di pinggir jalan.
“Nanti kalau itu dicor sampai ujung 200 meter maka akan mudah bagi sampah untuk dibuang. Sehingga tidak ada lagi yang ada di pinggir jalan,” tandasnya.
Subroto berharap Pemkab Berau segera mengalokasikan anggaran untuk pengadaan truk baru dan perbaikan akses menuju TPA agar sistem kebersihan di Talisayan dapat berjalan efektif serta menjaga keindahan lingkungan. (gs/ADV)


