Beranda blog Halaman 253

Saat Fotografer Turun ke Green: Cerita di Balik Lensa Beleng Beleng Golf Open 2025

ADA yang berbeda dari turnamen Beleng Beleng Golf Open 2025 kali ini. Bukan hanya karena jumlah peserta yang membludak, hadiah yang melimpah, atau antusiasme komunitas golf di Kaltim, tetapi karena keterlibatan para fotografer yang memberi warna baru dalam penyelenggaraan turnamen golf.

Sebanyak 13 fotografer dari Samarinda dan Balikpapan ikut ambil bagian. Mereka tidak sekadar menjadi dokumentator, tapi juga peserta lomba foto yang hasilnya akan dinilai sekaligus bisa dijual melalui aplikasi Fotoyu, platform yang selama ini lebih dikenal untuk ajang fun run. Kali ini, mereka turun langsung ke lapangan, mengikuti jalannya pertandingan dari tee off hingga green.

Saya yang turut berada di lapangan melihat langsung bagaimana para fotografer ini bekerja. Sejak pagi, mereka sudah mempersiapkan peralatan, mencari sudut terbaik, berpindah posisi di bawah terik matahari, bahkan berlari kecil mengejar momen saat golfer melakukan pukulan.

Beberapa di antaranya menumpang buggy car untuk berpindah dari satu tee box ke tee box lainnya, dari satu green ke green berikutnya. Mereka fokus, cepat, dan sigap menangkap momentum yang kadang hanya terjadi dalam hitungan detik. Gerak tubuh, tatapan serius, hingga momen santai para fotografer menjadi bagian dari cerita visual yang mereka rekam selama dua hari ini.

Rangkaian momen peserta saat melakukan pukulan hingga putting di Beleng Beleng Golf Open 2025 di Bukit Tanah Merah Golf Club Samarinda. Keenam foto ini merupakan hasil jepretan para fotografer peserta lomba yang akan dinilai panitia untuk menentukan hasil terbaik. Foto: Dokumentasi Fotografer Beleng Beleng Golf Open 2025/Media Kaltim

Namun di tengah semangat kebersamaan itu, kabar duka datang dan seketika mengubah suasana. Dua fotografer suami-istri asal Balikpapan, Lintang dan Bumianto, harus kembali lebih awal karena ayah salah satu dari mereka meninggal dunia. Pesan yang mereka kirim kepada panitia dan rekan-rekan fotografer singkat, namun sangat menyentuh.

“Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat malam teman-teman fotografer dan panitia. Saya atas nama Lintang & Bumianto mohon maaf tidak bisa melanjutkan acara besok dan harus kembali ke Balikpapan malam ini juga karena bapak mertua (ayahanda Bumianto) meninggal dunia. Terima kasih untuk teman-teman fotografer, panitia, dan Media Kaltim. Semoga kita bisa berjumpa kembali di lain kesempatan.”

Pesan itu membuat suasana grup seketika hening. Ucapan bela sungkawa dan doa langsung mengalir. Semua memahami, di balik kesibukan dan semangat lomba, ada hal yang jauh lebih penting dari pekerjaan: keluarga.

Sementara itu, para fotografer yang tetap bertugas turut membagikan pengalaman mereka. Salah satunya Angga Perdana, yang mengaku baru pertama kali mendapat kesempatan memotret turnamen golf. “Pengalaman yang luar biasa, bisa bertemu orang baru dan menambah koleksi foto,” ungkapnya.

Senada dengan itu, David Timotius (David Emery) juga membagikan kesannya. “Mengikuti acara Beleng-Beleng Golf Open Anniversary ke-2 sebagai fotografer selama dua hari (1–2 November) menjadi pengalaman pertama saya memotret turnamen golf, dan saya belajar banyak tentang bagaimana mengatur angle kamera sekaligus tetap menghormati jalannya pertandingan agar tidak mengganggu peserta,” tuturnya.

“Semoga acara seperti ini terus diadakan setiap tahun, karena selain menjadi ajang olahraga, juga membuka peluang bagi para fotografer pemula seperti saya untuk belajar langsung di lapangan dan mengembangkan kemampuan dokumentasi profesional,” tambahnya.

Perdana Bagus, fotografer lainnya, juga membagikan kesan serupa. “Acaranya seru banget, ramai, dan tertata rapi. Cuaca memang tidak menentu, kemarin panas terik, hari ini hujan deras, tapi semua peserta tetap semangat. Sebagai fotografer, saya senang banget bisa abadikan momen sportivitas para peserta. Salut buat panitia yang sudah menyiapkan acara sebaik ini. Semoga tahun depan makin besar dan meriah!” katanya.

Ungkapan-ungkapan seperti itu menggambarkan semangat kolaboratif yang kuat di antara mereka. Bahwa di balik setiap bidikan kamera, tersimpan cerita tentang semangat, kerja keras, dan kebersamaan.

Dari pengalaman ini, saya melihat bahwa dunia fotografi dan olahraga memiliki kesamaan: kedisiplinan, kecepatan mengambil keputusan, dan kemampuan membaca situasi. Para fotografer itu membuktikan bahwa mereka bukan hanya penonton, tapi juga bagian dari dinamika turnamen.

Beleng Beleng Golf Open 2025 menjadi wadah kolaborasi antara para golfer dan kreator visual. Tempat di mana sportivitas bertemu kreativitas, dan setiap momen di lapangan punya cerita untuk dibagikan. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Beleng-Beleng Open Golf 2025: Antara Fairway, Relasi, dan Rasa Guyub

SABTU siang (1/11), saya kembali turun ke lapangan golf Bukit Tanah Merah, Samarinda. Cuaca kali ini bersahabat, padahal sehari sebelumnya hujan sempat mengguyur. Turnamen Beleng-Beleng Open Golf 2025 di hari pertama ini digelar dalam dua sesi. Saya ikut di sesi kedua bersama ratusan golfer lainnya. Pesertanya cukup banyak. Ada 282 golfer dari berbagai daerah di Kaltim, bahkan ada yang datang dari luar provinsi.

Seperti biasa, pairing tidak bisa dipilih. Kita harus siap bermain dengan siapa pun yang ditentukan panitia. Kali ini saya satu grup dengan Roy Sanjaya, Operational Director PT Bima Nusa Internasional, dan Muhammad Zaeni dari PT Graha Prima Energi. Seharusnya berempat, tetapi satu peserta pairing kami tidak hadir.

Kedua rekan main ini sama-sama bekerja di sektor tambang. Kami baru pertama kali satu grup. Tapi suasananya cepat cair. Saling menyemangati di setiap hole, diselingi tawa dan obrolan ringan.

Golf, bagi saya, bukan soal mengejar juara. Dari dulu permainan saya tidak banyak berubah. Mungkin karena memang jarang latihan. Saya menjadikan golf sebagai sarana silaturahmi dan menjaga kedekatan dengan komunitas. Yang penting bisa bermain seimbang saat diajak.

Satu pairing dengan Roy Sanjaya dan Muhammad Zaeni di Beleng-Beleng Golf Open 2025. Foto: Istimewa
Saya melakukan tee off di hole sponsor Sumber Mutiara Prima. Foto: Istimewa

Lapangan Bukit Tanah Merah punya tantangan tersendiri. Green-nya cepat, bunker-nya dalam, dan arah angin sering menipu. Hasil di scorecard memang tidak luar biasa, tapi cukup membuat saya puas. Bermain tanpa tekanan, menikmati udara segar, dan menambah teman baru sudah cukup jadi alasan untuk turun ke lapangan.

Saya mulai bermain golf beberapa tahun lalu, ketika ditunjuk memimpin koran lokal di Bontang. Saat itu, saya didorong untuk ikut aktif di lapangan karena di sinilah banyak relasi bertemu. Sejak mendirikan Media Kaltim News Network, kebiasaan itu tetap saya jaga. Tahun lalu, kami bahkan menggelar Media Kaltim Open Golf Tournament 2024 di tempat yang sama.

Tahun ini sebenarnya tidak ada rencana membuat turnamen lagi. Fokus lebih banyak terserap pada Fun Run di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digelar Mei 2025 lalu dan mendapat perhatian nasional. Namun ajakan datang dari rekan saya, Hendro, yang juga notaris sekaligus golfer di Samarinda. Ia, yang kini menjabat bendahara klub, mengusulkan kolaborasi bersama Beleng-Beleng Golf Club. Klub ini baru berusia dua tahun, tapi aktivitasnya padat dan solid.

Kami sempat bertemu di Kopi Tiam Sebelas Satu bersama Ketua Klub M. Udin dan Ketua PGI Samarinda, Teguh Priyanto. Dari pertemuan itu langsung disepakati, Media Kaltim ikut berperan dalam publikasi turnamen secara masif.

Berpose di area sponsor Pertamina Patra Niaga di hole 10 Bukit Tanah Merah. Foto: Istimewa
Berfoto di depan hadiah Hole in One berupa Mitsubishi Pajero Sport. Foto: Istimewa

Di lapangan, suasananya meriah. Sejak pintu masuk hingga area clubhouse, deretan umbul-umbul dan tenda sponsor membuat atmosfer semakin semarak. Di setiap tee box—sebanyak 18 titik—terpasang spanduk sponsor dengan tampilan mencolok. Khusus di hole par 3, panitia menyiapkan hadiah Hole in One, salah satunya berupa mobil Mitsubishi Pajero yang sudah dipajang di tepi lapangan.

Ketua Beleng-Beleng Golf Club, M. Udin, patut diapresiasi. Sejak dua hari sebelum turnamen, ia turun langsung meninjau lapangan dan memastikan seluruh perlengkapan serta materi sponsor terpasang rapi di tiap titik. “Kami ingin semua sponsor merasa dihargai, dan peserta juga bisa menikmati suasana turnamen yang tertata,” ujarnya.

Saya dan Muhammad Zaeni menikmati suasana sore di atas golf cart. Foto: Istimewa

Turnamen berlangsung selama dua hari, 1–2 November 2025. Hari pertama berjalan lancar, dan hari ini memasuki hari kedua. Kategorinya cukup beragam. Best Gross Overall, Best Net Overall, hingga Ladies Flight. Tiga mobil dan 150 gram emas disiapkan untuk Hole in One, ditambah satu unit mobil untuk Grand Lucky Draw. Lebih dari 50 sponsor turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Sekda Samarinda, Hero Mardanus Setyawan, yang membuka acara, menegaskan bahwa golf bukan hanya olahraga, tetapi juga sarana memperkuat jejaring dan kebersamaan.

Suasana di lapangan ramai. Seluruh golfer terlihat berfoto bersama sebelum tee off. Sementara di depan clubhouse deretan trofi sudah disiapkan untuk para pemenang. Semua berjalan tertib dan lancar. Turnamen akan ditutup Gala Dinner di Teras Samarinda, Minggu (2/11) malam ini.

Golf mungkin bukan olahraga murah, tapi bagi saya, ini tempat terbaik untuk belajar banyak hal. Tentang fokus, disiplin, dan menghargai proses. Beleng-Beleng Golf Open 2025 menjadi ruang pertemuan, kerja sama, dan kebersamaan yang tumbuh di lapangan hijau Bukit Tanah Merah Samarinda. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Sri Kumalasari: UMKM Harus Jadi Prioritas Utama untuk Kemandirian Ekonomi Berau

0

BERAU — Anggota DPRD Kabupaten Berau, Sri Kumalasari, menegaskan bahwa penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan serta memperkuat fondasi ekonomi daerah. Ia menilai, di tengah ketidakpastian ekonomi global, UMKM memiliki peran vital sebagai penopang utama ekonomi masyarakat.

“UMKM tidak hanya membantu individu atau keluarga keluar dari kemiskinan, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian daerah. Ini yang harus diperhatikan pemerintah,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).

Menurut Sri, kontribusi UMKM terhadap perekonomian lokal sangat besar, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat. Ia menilai, dengan dukungan yang terencana dan berkelanjutan, UMKM mampu memperkuat stabilitas ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketimpangan sosial.

“Ketika UMKM tumbuh, efeknya tidak hanya pada pelaku usaha, tetapi juga pada masyarakat sekitar. Ini menciptakan siklus ekonomi yang sehat,” jelasnya.

Sri mendorong agar pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pihak swasta bersinergi memperkuat ekosistem UMKM melalui program konkret, seperti kemudahan akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, dan perluasan jaringan pemasaran hingga ke tingkat nasional.

“Pemerintah harus menjadi jembatan yang memudahkan pelaku UMKM untuk berkembang. Dari pelatihan keterampilan hingga akses permodalan, semuanya perlu diatur agar tepat sasaran,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi sebagai langkah untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Menurutnya, pelaku UMKM di Berau perlu diarahkan untuk mengadopsi teknologi digital, baik dalam pemasaran maupun pengelolaan usaha.

“Di era digital ini, teknologi adalah kunci untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Pemkab perlu menyediakan program pelatihan digitalisasi bagi pelaku UMKM,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sri mengingatkan bahwa UMKM merupakan aset strategis daerah yang perlu dijaga dan dikembangkan secara serius. Ia meminta agar pemerintah memberikan porsi anggaran yang lebih besar untuk program pemberdayaan UMKM, termasuk pembangunan pusat pelatihan, inkubator bisnis, dan fasilitas promosi produk lokal.

“Jika kita ingin ekonomi Berau tetap stabil dan tumbuh, UMKM harus menjadi prioritas utama. Dukungan maksimal terhadap UMKM adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya. (gs/ADV)

Rahman Dorong Pemerataan Pembangunan dan Penguatan Layanan Publik di Berau

0

BERAU – Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, menyoroti masih adanya ketimpangan pembangunan di sejumlah sektor penting di Kabupaten Berau. Ia menilai bahwa perhatian pemerintah daerah masih cenderung terpusat pada pembangunan fisik dan infrastruktur, sementara sektor pelayanan publik seperti kesehatan dan pariwisata belum mendapat porsi yang sepadan.

Menurut Rahman, fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan, terutama puskesmas, masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi sarana prasarana maupun tenaga medis. Kondisi ini, katanya, berdampak langsung terhadap mutu layanan kesehatan masyarakat di wilayah pedalaman.

“Sejumlah puskesmas di daerah pedalaman masih kekurangan fasilitas dan tenaga medis. Karena itu, kami mendorong agar ke depan pembangunan dilakukan lebih merata di seluruh sektor,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).

Selain sektor kesehatan, Rahman juga menyoroti potensi pariwisata Berau yang belum tergarap optimal. Ia menilai, pengembangan pariwisata daerah bukan hanya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

“Pemerintah harus melihat pariwisata sebagai sektor strategis yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Tidak cukup hanya membangun jalan dan gedung, tapi juga bagaimana membangun manusia dan potensi daerahnya,” tambahnya.

Ia menegaskan, pemerataan anggaran harus menjadi prioritas dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, prinsip keadilan dan pemerataan perlu menjadi landasan dalam alokasi anggaran agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Berau.

“Pembagian anggaran harus dilakukan secara adil, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga memperhatikan sektor lain yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (gs/ADV)

Sutami Dorong Pemerataan Pembangunan dan Penguatan Wisata Berbasis Budaya di Pesisir Berau

0

BERAU — Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menyerukan agar pemerintah daerah memperhatikan pemerataan pembangunan hingga ke kawasan pesisir. Ia menilai wilayah pesisir bukan sekadar garis pantai, melainkan aset strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik dari sektor perikanan maupun pariwisata.

Menurutnya, daerah seperti Teluk Sumbang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan jika dikelola secara terencana dan melibatkan masyarakat lokal. Namun, Sutami mengingatkan agar pemerintah tidak hanya menjadi penonton di tengah meningkatnya investasi pihak luar yang mulai menguasai lahan pesisir untuk pembangunan resort.

“Kalau semua aset dikuasai swasta, apa yang didapat pemerintah? Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus tumbuh dari sektor pariwisata, bukan hanya menguntungkan pihak luar,” tegas Sutami.

Ia menilai, peran pemerintah daerah harus lebih aktif dalam mengatur dan mengawasi setiap pengembangan kawasan wisata. Tujuannya agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati investor, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat pesisir.

Sutami juga menekankan pentingnya integrasi antara pariwisata dan budaya lokal. Menurutnya, keindahan alam Berau sebaiknya dipadukan dengan kekayaan budaya Dayak yang menjadi identitas daerah.

“Budaya Dayak dengan tarian, musik, dan kearifan lokalnya harus diangkat sebagai bagian dari paket wisata Berau. Wisata budaya akan menambah daya tarik bagi wisatawan dan menjaga warisan leluhur tetap hidup,” ujarnya.

Selain sektor pariwisata, Sutami turut mengingatkan pemerintah agar konsisten menjalankan visi-misi kepala daerah, termasuk pemerataan pembangunan infrastruktur dan pendidikan gratis yang menjadi harapan masyarakat.

“Pemerintah harus serius mengawal pembangunan, tidak hanya fokus di wilayah utara, tapi juga di selatan. Semua kawasan memiliki potensi, dan masyarakat menunggu bukti nyata dari janji pembangunan,” tutupnya. (gs/ADV)

Hyundai Siap Garap Mobil Nasional Berbasis Listrik

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pabrikan otomotif Korea Selatan Hyundai Motor menunjukkan kesiapan untuk berpartisipasi dalam pengembangan mobil nasional yang berbasis kendaraan listrik.

“Mereka siap dengan modal tertentu dan itu perlu pembahasan lebih detail dan tentu yang namanya kendaraan ini kan ada desainnya, ada basisnya, tetapi, basisnya yang dibahas berbasis EV (kendaraan listrik),” ujar Airlangga di sela agenda KTT APEC 2025 di Kota Gyeongju, Gyeongsang Utara, Korea Selatan, Jumat (31/10/2025) waktu setempat.

Menurut Airlangga, pembahasan mengenai skema kerja sama dengan raksasa otomotif Korea Selatan tersebut masih akan dilakukan lebih lanjut.

Selain Hyundai, Airlangga mengungkapkan sejumlah perusahaan besar asal Korea Selatan juga tengah menyiapkan investasi di Indonesia.

“Beberapa Korea kan sudah siap, kemarin Lotte Chemical sudah siap dan akan ada peresmian. Investasi sekitar 4 miliar dolar AS. Yang lain kan kalau Posco ada program terkait 10 juta ton. yaitu tahap berikutnya seperti apa,” kata Airlangga.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan industri dalam negeri sudah siap menjalan proyek mobil nasional yang merupakan salah satu kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

‎Ia mengatakan dirinya juga sudah mengusulkan untuk menjadikan program mobil nasional ini sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), dan sudah mengirimkan surat kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk dipertimbangkan.

Agus menyampaikan dengan ditetapkannya program ini sebagai PSN akan mempercepat implementasi pembuatan mobil nasional di Tanah Air.

‎Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah telah memulai langkah awal untuk menghadirkan mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun mendatang.

‎”Saudara-saudara belum merupakan prestasi tapi sudah kita mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang,” kata Prabowo dalam pidato pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10).

‎Prabowo mengatakan pemerintah telah menyiapkan alokasi dana dan lahan untuk pembangunan pabrik yang akan memproduksi kendaraan dalam negeri. Saat ini, tim pengembang disebut tengah bekerja menyiapkan hal tersebut. (ANT/KN)

Prabowo: Negosiasi Tarif Nol Persen dengan AS Terus Berjalan

0

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat terkait penerapan tarif nol persen untuk sejumlah komoditas masih terus berlangsung.

“Iya masih terus negosiasi,” ujar Prabowo di sela-sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10/2025) waktu setempat.

Negosiasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama perdagangan antara kedua negara, khususnya untuk komoditas tertentu yang menjadi unggulan ekspor Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam kesempatan yang sama, mengatakan bahwa pembahasan lebih lanjut dengan AS terkait negosiasi tersebut akan dilakukan setelah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi APEC.

Dia menjelaskan komoditas yang diusulkan untuk mendapatkan tarif nol persen serupa dengan yang diterapkan Malaysia, seperti produk sawit, kakao, karet, dan sejumlah komoditas lainnya yang tidak diproduksi di Amerika Serikat.

Airlangga juga menyampaikan bahwa untuk komoditas critical minerals atau mineral kritis, pembahasan akan dilakukan secara terpisah.

“Critical mineral pembahasan sendiri, terkait dengan suplay chain dan dalam joint statement kita sebutnya sebagai industrial communities,” kata dia.

Diketahui, Indonesia membidik hasil negosiasi dengan Amerika Serikat dapat mengurangi tarif terhadap minyak sawit hingga 0 persen, sebagaimana yang disepakati antara Amerika Serikat dengan Malaysia.

“Ini (negosiasi tarif sawit) masih dalam proses. Mudah-mudahan dalam diskusi-diskusi, paling tidak kita bisa sama dengan Malaysia,” ucap Pelaksana tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika di Jakarta, Rabu (29/10).

Pernyataan tersebut terkait dengan Malaysia yang berhasil memperjuangkan pengurangan tarif impor ke Amerika Serikat dari nilai sebelumnya 25 persen menjadi 19 persen sebagaimana ditetapkan dalam kesepakatan tarif resiprokal dengan AS yang baru ditandatangani.

Untuk produk-produk unggulan Malaysia seperti minyak sawit, produk karet, produk kayu, komponen penerbangan, dan produk farmasi, dibebaskan oleh AS dari tarif 19 persen tersebut, alias menjadi 0 persen atau bebas tarif.

Indonesia berharap mendapatkan hasil negosiasi yang serupa dari Amerika Serikat.
Dengan tarif 0 persen untuk produk sawit Indonesia yang masuk ke Amerika Serikat, Putu berharap Indonesia bisa menempati posisi persaingan yang setara dengan Malaysia di pasar Amerika Serikat. (ANT/KN)

KPK Minta Keterangan Sejumlah Pihak dalam Kasus Dugaan Korupsi Whoosh

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan sudah meminta keterangan sejumlah pihak dalam penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh di lingkungan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Tentunya pihak-pihak yang diduga mengetahui konstruksi perkara ini,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (31/1/2025).

Budi menjelaskan KPK melakukan permintaan keterangan terhadap pihak-pihak tersebut agar mendapatkan informasi maupun konfirmasi yang membantu mengungkap perkara tersebut.

Ia mengatakan belum ada pihak-pihak yang tidak kooperatif ketika dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Sejauh ini pihak-pihak yang sudah diundang dan dimintai keterangan kooperatif. Ya, artinya ini juga menjadi langkah positif dalam penyelidikan perkara ini,” katanya.

Walaupun demikian, Budi mengatakan KPK belum dapat memberitahukan lebih lanjut mengenai materi yang didalami kepada para pihak tersebut.

“Saat ini kami belum bisa menyampaikan detailnya secara lengkapnya seperti apa karena ini memang masih pada tahap penyelidikan. Namun, kami pastikan ya teman-teman bahwa penyelidikan perkara KCIC ini masih terus berprogres,” ujarnya.

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025, yakni Mahfud MD Official, mengungkapkan ada dugaan tindak pidana korupsi dalam bentuk penggelembungan anggaran atau mark up di proyek Whoosh.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,” katanya.

Ia melanjutkan, “Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat. 17 juta dolar AS ya, dolar Amerika nih, bukan rupiah, per kilometernya menjadi 52 juta dolar AS di Indonesia. Nah itu mark up. Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini.”

Pada 16 Oktober 2025, KPK mengimbau Mahfud MD untuk membuat laporan mengenai dugaan korupsi dalam proyek Whoosh.

Setelah itu, Mahfud MD dan KPK saling respons mengenai hal tersebut. Hingga pada 26 Oktober 2025, Mahfud menyatakan siap dipanggil KPK untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi terkait Whoosh.

Sementara itu, KPK pada 27 Oktober 2025, mengumumkan dugaan korupsi terkait Whoosh sudah naik ke tahap penyelidikan sejak awal 2025. (ANT/KN)

Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena Ditargetkan Selesai 2026

0

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan pengerjaan Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena selesai pada semester II 2026.
Proyek strategis nasional tersebut diharapkan menjadi jalur penghubung utama antarwilayah sekaligus membuka akses ekonomi dan logistik di daerah pegunungan Papua.

Menurut Dody, di Jakarta, Jumat (31/10/2025), saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap lanjutan setelah penandatanganan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau public-private partnership (PPP).

Ia menuturkan proses tender telah rampung, dan pelaksanaan konstruksi mulai berjalan di beberapa segmen.

Namun, ia mengakui bahwa penyelesaian proyek menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.

“Masalah lahan masih belum 100 persen clear (jelas), terus terkadang masih ada gangguan keamanan sedikit-sedikit di sana-sini. Itu yang membuat sangat tidak smooth (lancar) untuk pembangunan Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena,” ujarnya.

Terkait tantangan keamanan, Dody mengatakan pihaknya sudah mendapatkan dukungan penuh dari keamanan setempat, termasuk TNI maupun Brimob Polri.

Pihaknya juga tengah berupaya membuka ruang dialog dengan para ketua adat untuk menyelesaikan persoalan lahan tersebut.

Ia mengatakan pembangunan Jalan Trans Papua menjadi salah satu prioritas pemerintah karena infrastruktur tersebut penting untuk mendukung pengembangan empat daerah otonomi baru (DOB) Papua, yakni Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.

“Kami mau fokuskan (pembangunan Jalan Trans Papua) karena kan salah satu poin utama kami mengerjakan pembangunan infrastruktur di DOB (Papua) kan jalannya harus tembus dulu. Kalau tanpa jalan repot juga (untuk membangun dan mengembangkan wilayah baru tersebut),” kata Dody.

Jalan Trans Papua merupakan bagian dari jalan nasional yang menghubungkan setiap provinsi di Papua, dari Kota Sorong di Papua Barat Daya hingga Merauke di Papua Selatan, dengan total panjang mencapai 4.330 kilometer (km).

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian PU mengungkapkan pada Agustus lalu, 3.000 km Jalan Trans Papua telah dibuka. (ANT/KN)

Waspada Banjir Rob! Pesisir Utara Jakarta Terancam Hingga 12 November

0

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan banjir pesisir atau rob, yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah utara DKI Jakarta dari 3 November hingga 12 November 2025.

Laman Instagram BMKG @infobmkg di Jakarta, Sabtu (1/11/2025) menyebutkan bahwa potensi banjir rob ini terjadi akibat adanya fenomena fase Perigee dan bulan purnama pada Rabu (5/11/2025).

Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum dan berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut.

Banjir rob ini berpotensi terjadi pesisir Kamal Muara, Kapuk Muara, dan Pluit.
Kemudian, pesisir Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Kalibaru, Muara Angke, dan Penjaringan.

BMKG juga mengingatkan potensi banjir pesisir secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir pantai seperti aktivitas bongkar muat pelabuhan, pemukiman pesisir serta tambak garam dan perikanan.

“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” kata dia. (ANT/KN)