Beranda blog Halaman 252

Jembatan Jongkang Resmi Difungsikan, Ekonomi Warga Mulai Terdongkrak

TENGGARONG – Wajah Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai berubah. Kini, geliat ekonomi warga kian terasa setelah Jembatan Sungai Jongkang resmi dioperasikan sebagai bagian dari akses jalan strategis sepanjang 10 kilometer menuju simpang Jalan Hauling PT Bukit Baiduri Energi.

Tak sekadar infrastruktur, jembatan senilai Rp14,9 miliar ini menjadi simbol keterhubungan baru antara desa-desa yang sebelumnya terisolasi. Jalur yang dulu ditempuh berjam-jam melewati jalan tanah kini bisa dilalui dengan waktu lebih singkat dan aman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, menyebut pembangunan jembatan sepanjang 16 meter dengan lebar tujuh meter itu dilengkapi trotoar dan enam titik lampu penerangan jalan umum (LPJU). “Kami ingin memastikan mobilitas masyarakat aman, baik siang maupun malam,” ujarnya.

Manfaatnya mulai dirasakan warga. Jalan yang kini terbuka lebar memberi napas baru bagi sektor pertanian dan perdagangan lokal. Lahan-lahan di sepanjang jalur mulai diuruk untuk rencana pembangunan kios, bengkel, dan warung, tanda ekonomi mulai bergerak.

“Dengan selesainya jalanan ini, perkembangan ekonomi semakin tinggi. Kita lihat masyarakat mulai menguruk tanah mereka, akan ada pusat ekonomi daerah di sini,” tambah Wiyono.

Pemerintah memastikan jembatan darurat (bailey) yang sebelumnya digunakan akan segera dibongkar. Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi dua jalur penuh sehingga arus kendaraan tak lagi bergantian.

Pembangunan ini bukan hanya memudahkan akses warga menuju pusat ekonomi, tetapi juga memperkuat rantai distribusi hasil bumi dan pertanian dari wilayah pedalaman menuju pasar utama di hulu Mahakam.

Pemkab Kukar menilai, infrastruktur konektivitas seperti Jembatan Jongkang adalah fondasi pemerataan pembangunan. Akses yang baik akan menumbuhkan desa, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing lokal.

Tak heran, proyek ini menjadi bagian dari prioritas program Kukar Idaman Terbaik, yang menitikberatkan pada konektivitas antarwilayah serta penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

Kini, masyarakat Jongkang tak lagi sekadar menunggu bantuan datang dari luar. Mereka siap menjemput peluang baru dengan semangat baru, karena jembatan itu bukan sekadar penghubung dua tepian sungai, melainkan penghubung harapan dan masa depan ekonomi Kukar yang lebih inklusif.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Kemendikdasmen Ingatkan Peserta TKA Jangan Cari Bocoran, Soalnya Semua Berbeda

0

JAKARTA – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama di SMAN 78 Jakarta guna memastikan pelaksanaannya berjalan lancar tanpa kecurangan.

Dalam tinjauan tersebut, ia berpesan kepada para murid agar tidak mencari bocoran soal ke pihak manapun karena setiap peserta TKA dipastikan mendapat tipe soal yang berbeda.

“Dan kami berpesan, ini penting, yang pasti nggak usah cari-cari bocoran karena semua soalnya nggak akan sama. Setiap laptop itu berbeda,” tegas Gogot di SMAN 78, Jakarta Barat pada Senin (3/11/2025).

Di samping itu, pihaknya juga sudah mengatur setiap murid mendapatkan token soal yang berbeda sehingga dipastikan mereka menerima tipe soal TKA secara acak.

“Alhamdulillah tadi jam 7.30, token sudah keluar, lancar semua. Kelas sudah kita cek, 100 persen dari perangkat sudah disiapkan,” imbuhnya.

Ia menambahkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait kesiapan koneksi internet maupun listrik hingga ketersediaan cadangan perangkat apabila ada perangkat yang rusak selama jadwal pelaksanaan TKA.

“Koneksi sudah kita cek, listrik sudah aman, AC juga menyala. Tapi meskipun ada AC masih ada yang keringetan karena namanya juga tes,” katanya.

Sebelum masuk ruangan, Gogot juga sempat memberikan semangat kepada para murid sekaligus kembali mengingatkan bahwasanya TKA bersifat tidak wajib sehingga mereka yang mengikuti tes tersebut dipastikan sudah bersedia dan mendapatkan persetujuan dari wali murid.

“TKA ini tidak wajib. TKA ini juga sebagai opsional bahkan sudah mendapatkan persetujuan dari orang tua wali murid. Supaya apa? Supaya nanti tidak ada lagi statement-statement yang menyatakan bahwa anak-anak terpaksa harus ikut TKA,” katanya. (ANT/KN)

Pernyataan Hawkish Pejabat The Fed Tekan Nilai Tukar Rupiah

0

JAKARTA – Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dikarenakan pernyataan hawkish dari para pejabat Federal Reserve (The Fed).

“Rupiah melemah terhadap dolar AS (Amerika Serikat) yang kembali menguat oleh dukungan pernyataan hawkish dari pejabat-pejabat the Fed, yaitu Schmid (Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid), Logan (Presiden Federal Reserve Bank Dallas Lorie Logan), dan Hammack (Presiden Fed Cleveland Beth Hammack),” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Senin di Jakarta melemah sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.638 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.631 per dolar AS.

Schmid menyampaikan bahwa sektor pekerjaan masih stabil dan inflasi AS masih tinggi. Begitu pula dengan Logan yang menyinggung hal serupa, dan menentang pemangkasan suku bunga The Fed apabila inflasi tak menurun.

Adapun Hammack menyatakan suku bunga tinggi masih diperlukan untuk menurunkan suku bunga.

Namun, mengutip Anadolu, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mendukung penurunan tersebut, dengan menekankan bahwa kebijakan moneter AS masih tetap restriktif, bahkan setelah suku bunga diturunkan.

Terkait inflasi Indonesia, diprediksi akan sedikit lebih tinggi 2,7 persen, masih dalam rentang target Bank Indonesia, sehingga masih terbuka peluang bagi BI memangkas suku bunga.

“September diperkirakan surplus 4,79 miliar dolar AS,” kata Lukman. (ANT/KN)

Pesawat Angkut Raksasa A400M TNI AU Mendarat di Lanud Halim Perdana Kusuma

0

JAKARTA – Pesawat angkut terbesar yang dimiliki TNI Angkatan Udara, yakni Airbus A400M mendarat di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (3/11/2025) pagi, dengan disambut tradisi penyiraman air ala TNI AU.

Dalam laporan ANTARA di lokasi pukul 07.45 WIB, terlihat pesawat tersebut melewati siraman air yang ditembakkan mobil pemadam kebakaran dari sisi kanan dan kiri pesawat.

Kedatangan pesawat tersebut langsung disambut tepuk tangan seluruh perwira TNI AU dan beberapa tamu undangan yang hadir di Lanud Halim Perdanakusuma.

Dalam kegiatan hari ini, direncanakan pesawat akan diserahkan secara simbolis dari Presiden Prabowo kepada Panglima TNI dan selanjutnya diserahkan kepada pimpinan TNI AU.

Nantinya, pesawat tersebut akan ditempatkan di Skuadron 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Hingga saat ini proses penyambutan masih terus berlangsung.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan telah menandatangani kontrak pemesanan dua unit pesawat Airbus A400M untuk TNI Angkatan Udara dalam konfigurasi multirole tanker dan transport.

Kontrak yang ditandatangani di sela acara Dubai Airshow 2021 tersebut berlaku efektif pada tahun 2022, yang mencakup paket dukungan pemeliharaan dan pelatihan yang lengkap.

Pada kesempatan itu, Kementerian Pertahanan RI juga menandatangani letter of intent untuk akuisisi empat pesawat Airbus A400M pada masa mendatang.

Pesawat Airbus A400M mampu diandalkan untuk pengangkutan taktis dan pengiriman personel dan barang untuk pendaratan di berbagai medan.

Untuk pengangkutan strategis, pesawat A400M dapat mengangkut barang-barang dan alat logistik yang berat dan berdimensi lebar. Ruang angkut maksimal pesawat ini dapat menampung beban hingga 37 ton.

Pesawat A400M adalah airlifter besar pertama yang mampu mengangkut beban berat, seperti truk bahan bakar berkapasitas 80 ton dan ekskavator.

Selain itu, pesawat ini mampu mengangkut 116 personel dengan peralatan lengkap siap tempur dan juga mampu mengangkut patriot launcher dan hemtt truck, sembilan palet militer beserta 54 personel sekaligus. (ANT/KN)

BMKG Imbau Waspada Gelombang hingga 2,5 Meter di Perairan NTT

0

KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat pengguna jasa transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di sejumlah wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 3-6 November 2025.

“Waspadai gelombang kategori sedang (lebih dari 1,25-2,5 meter) berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan NTT pada 3 hingga 6 November 2025,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang, Senin (3/11/2025).

Ia menyebutkan, potensi tersebut berpeluang terjadi di wilayah Selat Sape bagian utara, Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan selatan Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang, dan perairan selatan Timor-Rote.

Lebih lanjut, Yandri menjelaskan, kondisi sinoptik pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah tenggara menuju menuju barat daya dengan kecepatan angin berkisar antara 6-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape, perairan utara Flores, Selat Pantar, Selat Alor, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan utara Timor, dan perairan utara Kupang-Rote yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah ini.

BMKG telah menerbitkan peringatan dini gelombang laut di wilayah NTT yang berlaku mulai Senin (3/11) hingga Kamis (6/11).

Yandri mengimbau kepada pengguna perahu nelayan untuk waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang hingga 1,25 meter.

“Sementara bagi operator kapal tongkang juga patut waspada apabila kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi dan terkini peringatan dini gelombang laut dari BMKG. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Ajak Negara APEC Bantu Indonesia Percepat Kemajuan Teknologi dan Pendidikan

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto, secara terbuka, mengajak negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) untuk membantu Indonesia mengejar ketertinggalan di sektor teknologi dan pendidikan.

Presiden, saat berbicara dalam APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi ke-2 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11), menilai bahwa kesenjangan kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan utama bagi Indonesia dalam menghadapi kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Karena itu, kami mendukung kerja sama APEC untuk meningkatkan keterampilan digital. Selain itu, dalam bidang pendidikan, kami menyadari bahwa Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan ekonomi-ekonomi APEC lainnya,” katanya diikuti dalam jaringan (daring) Sekretariat Presiden di Jakarta, Minggu (2/11/2025).

Kepala Negara menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat reformasi pendidikan nasional serta mendorong partisipasi Indonesia dalam berbagai program peningkatan kapasitas teknologi lewat kerja sama APEC.

Ia menilai kolaborasi internasional menjadi kunci untuk memperkuat kemampuan bangsa dalam menghadapi era digital dan perubahan demografi yang cepat.

“Kami juga ingin berpartisipasi dalam seluruh upaya APEC untuk meningkatkan kapasitas di bidang teknologi. Selain itu, kami berkomitmen memberdayakan usaha kecil serta memperkuat sistem kesehatan dalam menghadapi perubahan demografi,” katanya.

Presiden Prabowo menekankan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memastikan kemandirian bangsa di bidang teknologi sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kita harus memastikan kendali atas teknologi berada di tangan kita sendiri, dan saya percaya melalui kerja sama dengan APEC, kita dapat mencapai hal tersebut,” katanya. (ANT/KN)

Budi Arie Tegaskan Projo Tak Pernah Putus Hubungan dengan Jokowi

0

JAKARTA – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi membantah bahwa organisasi yang ia pimpin itu putus hubungan dengan mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Saya ingin menjelaskan kepada teman-teman media sekalian karena dari perkembangan berita ini seolah-olah disampaikan terkesan Projo putus hubungan dengan Pak Jokowi. Jangan di-framing. Projo ini lahir karena ada Pak Jokowi,” katanya dalam Kongres III Projo di Jakarta Pusat, Minggu (2/11/2025).

Diterangkan Budi, Projo lahir dari keinginan lahirnya pemimpin dari kalangan rakyat.
“Projo sejatinya lahir karena ada seorang pemimpin rakyat yang harus lahir dari kandungan rakyat itu sendiri yang bernama Bapak Joko Widodo,” katanya.

Ia pun mengaku heran ketika ada media yang mengadu domba antara Projo dan Jokowi.

“Tolong kepada semua media jangan mengadu domba sesama anak bangsa,” ucapnya.

Lebih lanjut, mantan Menteri Koperasi itu juga angkat bicara terkait perubahan logo Projo dari yang sebelumnya bergambarkan siluet wajah Jokowi.

Budi mengungkapkan bahwa dirinya telah menghubungi Jokowi terkait pergantian logo ini.

“Tadi pagi saya masih komunikasi dengan Pak Jokowi, bahwa perubahan logo ini adalah bagian dari transformasi organisasi Projo untuk menjawab tantangan dan perkembangan zaman,” katanya.

Pergantian logo ini, kata dia, mencerminkan semangat dan tujuan organisasi dalam jangka panjang dan berkelanjutan. Nantinya, Projo akan melaksanakan sayembara untuk memilih logo baru.

“Nanti logonya sendiri akan kita sayembarakan sehingga partisipasi publik bisa muncul pada logo Projo yang baru,” ucapnya.

Diketahui, Projo menggelar Kongres III Projo pada Sabtu (1/11) dan Minggu (2/11). Hasilnya, Budi Arie Setiadi kembali terpilih menjadi ketua umum untuk periode 2025–2030. (ANT/KN)

Sakirman Dorong Perusda Berau Alih Fokus ke Sektor Pangan untuk Ketahanan Ekonomi Daerah

0

BERAU — Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menegaskan pentingnya transformasi arah bisnis Perusahaan Daerah (Perusda) agar tidak terus bergantung pada sektor pertambangan. Menurutnya, sudah saatnya Perusda beralih ke sektor pangan yang dinilai lebih berkelanjutan dan memiliki prospek jangka panjang bagi ketahanan ekonomi daerah.

“Sudah saatnya Perusda mengubah haluan bisnisnya ke sektor pangan. Ini bukan hanya soal keuntungan, tapi juga ketahanan ekonomi dan masa depan daerah,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).

Sakirman menjelaskan, komoditas seperti jagung dan kakao memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama ekonomi baru di Kabupaten Berau. Ia menilai kedua komoditas tersebut bisa menjadi sumber pendapatan yang stabil jika dikelola dengan pendekatan modern dan profesional.

“Kedua komoditas ini, jika dikelola secara serius dan profesional, bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa sektor pangan memiliki rantai ekonomi yang luas — mulai dari proses produksi, distribusi, hingga pengolahan. Karena itu, pengembangan sektor ini tidak hanya memberi keuntungan finansial, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Berau.

“Sektor pangan ini menyentuh banyak aspek kehidupan. Dengan pengelolaan yang tepat, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Sakirman berharap Perusda dapat mengambil peran aktif dalam mendorong investasi di bidang pangan, baik melalui kerja sama dengan pemerintah, swasta, maupun petani lokal. Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah yang tangguh dan mandiri.

“Kita berharap Perusda bisa lebih berperan aktif dalam mendorong investasi di bidang pangan agar Berau memiliki fondasi ekonomi yang kuat,” pungkasnya. (gs/ADV)

Sumadi Dorong Perusda Berau Jadi Penggerak Ekonomi dan Penyumbang PAD Baru

0

BERAU — Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mendorong seluruh Perusahaan Daerah (Perusda) agar lebih aktif menggali potensi bisnis baru yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, keberadaan Perusda harus menjadi motor penggerak ekonomi yang memperkuat kemandirian fiskal daerah.

“Keberadaan Perusda di Berau seharusnya menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).

Sumadi menekankan bahwa setiap Perusda memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi bagi kas daerah, terutama Perusda Bhakti Praja yang telah menerima penyertaan modal dari pemerintah pada tahun 2024 lalu.

Ia menjelaskan, penyertaan modal bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk investasi yang harus dikelola secara profesional dan menghasilkan keuntungan nyata bagi masyarakat maupun daerah.

“Penyertaan modal itu bukan hibah. Itu investasi yang harus memberi hasil dan dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sumadi menilai bahwa Perusda perlu mengedepankan inovasi dan keberanian dalam memperluas skala usaha. Dengan pendekatan berbasis kajian ekonomi yang matang, Perusda diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

“Kami menyarankan agar Perusda berpikir lebih besar, dengan kajian usaha yang baik dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menyoroti besarnya peluang ekonomi di Kabupaten Berau, terutama di sektor pariwisata, perikanan, pertanian, dan energi. Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan dengan melibatkan kerja sama strategis bersama pihak swasta maupun investor.

“Peluang di Berau masih sangat terbuka. Perusda bisa bekerja sama dengan pihak swasta agar tercipta sinergi yang saling menguntungkan,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, DPRD mendorong pembentukan tim ekonomi khusus yang beranggotakan unsur pemerintah, direksi Perusda, dan kalangan profesional. Tim ini diharapkan dapat menyusun strategi bisnis yang terukur dan berorientasi hasil.

“Saya menyarankan agar ada tim khusus ekonomi yang melibatkan pemerintah dan direktur Perusda untuk merancang bisnis dengan matang,” ujarnya.

Sumadi optimistis, dengan manajemen profesional dan perencanaan yang baik, Perusda di Berau dapat berkembang menjadi tulang punggung ekonomi daerah sekaligus penyumbang PAD yang signifikan.

“Kalau dikelola serius, saya yakin Perusda bisa menjadi kebanggaan masyarakat Berau dan berperan besar dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (gs/ADV)

Dedy Okto Soroti Kekurangan Dokter di Pedalaman Berau, Minta Pemerataan Layanan Kesehatan Segera Dilakukan

0

BERAU — Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai pemerataan layanan kesehatan harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Ia menyoroti minimnya tenaga dokter di sejumlah kecamatan pedalaman yang dinilai menghambat akses masyarakat terhadap layanan medis.

“Saya sudah menerima sejumlah laporan terkait keterbatasan tenaga medis, khususnya dokter umum di beberapa puskesmas di wilayah pedalaman,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).

Dedy menyebut, kekurangan tenaga dokter menjadi masalah krusial yang berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik. Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasinya.

“Masalah kekurangan dokter ini sudah sering kita dengar. Ini tentu berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Saya harap Dinas Kesehatan bisa segera mencari solusi,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan masalah tersebut. Salah satu opsi yang disarankan adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi tenaga medis, termasuk penerapan sistem rotasi dokter secara berkala agar layanan tetap berjalan optimal di seluruh wilayah.

“Rotasi tenaga medis bisa menjadi solusi sementara. Intinya harus ada langkah cepat, karena penyakit dan kondisi pasien tidak bisa ditebak. Dokter sangat dibutuhkan di mana pun, terlebih di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota,” jelasnya.

Menurut Dedy, akses terhadap layanan kesehatan yang merata merupakan hak seluruh warga tanpa terkecuali. Pemerintah daerah, katanya, memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan pelayanan dasar, seperti kesehatan, tersedia secara adil hingga ke pelosok.

“Kita ingin semua masyarakat, baik di kota maupun kampung, punya kesempatan yang sama dalam mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Jangan sampai karena keterbatasan tenaga medis, masyarakat jadi terlambat mendapat penanganan,” tuturnya.

Ia menegaskan, DPRD Berau akan terus mengawal persoalan ini agar menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan anggaran dan program prioritas daerah.

“Kami akan kawal dan dorong ini jadi fokus bersama. Kesehatan adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda-tunda,” pungkasnya. (gs/ADV)