
BERAU — Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menegaskan pentingnya transformasi arah bisnis Perusahaan Daerah (Perusda) agar tidak terus bergantung pada sektor pertambangan. Menurutnya, sudah saatnya Perusda beralih ke sektor pangan yang dinilai lebih berkelanjutan dan memiliki prospek jangka panjang bagi ketahanan ekonomi daerah.
“Sudah saatnya Perusda mengubah haluan bisnisnya ke sektor pangan. Ini bukan hanya soal keuntungan, tapi juga ketahanan ekonomi dan masa depan daerah,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).
Sakirman menjelaskan, komoditas seperti jagung dan kakao memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama ekonomi baru di Kabupaten Berau. Ia menilai kedua komoditas tersebut bisa menjadi sumber pendapatan yang stabil jika dikelola dengan pendekatan modern dan profesional.
“Kedua komoditas ini, jika dikelola secara serius dan profesional, bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa sektor pangan memiliki rantai ekonomi yang luas — mulai dari proses produksi, distribusi, hingga pengolahan. Karena itu, pengembangan sektor ini tidak hanya memberi keuntungan finansial, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Berau.
“Sektor pangan ini menyentuh banyak aspek kehidupan. Dengan pengelolaan yang tepat, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Sakirman berharap Perusda dapat mengambil peran aktif dalam mendorong investasi di bidang pangan, baik melalui kerja sama dengan pemerintah, swasta, maupun petani lokal. Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah yang tangguh dan mandiri.
“Kita berharap Perusda bisa lebih berperan aktif dalam mendorong investasi di bidang pangan agar Berau memiliki fondasi ekonomi yang kuat,” pungkasnya. (gs/ADV)


