Beranda blog Halaman 251

Tujuh Pendaki Tewas dan Empat Hilang Akibat Longsoran Salju di Nepal

NEW DELHI – Tujuh orang tewas dan empat orang hilang saat mendaki gunung di Nepal akibat longsoran salju di kamp utama puncak Yalung Ri, demikian dilaporkan surat kabar Kathmandu Post pada Senin (3/11), mengutip kepolisian Nepal.

Menurut Wakil Kepala Kepolisian Distrik Dolakha Nepal, Gyan Kumar Mahato, ada tiga warga negara AS, satu warga negara Kanada, satu warga negara Italia, dan dua warga negara Nepal di antara korban tewas akibat longsoran salju, lapor Kathmandu Post.

Longsoran salju terjadi ketika tim pendaki Nepal dan asing serta pemandu lokal berada di kamp utama Yalung Ri, bersiap untuk mendaki puncak Dolma Khang yang lebih tinggi, dengan ketinggian 6.332 meter, kata perwakilan kepolisian.

Sebelumnya pada hari yang sama, Kathmandu Post melaporkan bahwa 15 orang, termasuk pendaki asing dan pemandu Nepal, tidak dapat dihubungi setelah terjadi longsoran salju di dekat kamp utama Yalung Ri Himal.

Operasi penyelamatan dihentikan pada malam harinya. Sebelumnya, operasi penyelamatan ditunda karena pembatasan penerbangan di wilayah Rolwaling. Di wilayah tersebut, diperlukan izin khusus untuk menerbangkan helikopter.

Meskipun izin telah diterima, kondisi cuaca buruk menyebabkan penundaan lebih lanjut, menurut laporan Kathmandu Post. (ANT/KN)

HET Beras Satu Harga Jadi Langkah Strategis Turunkan Harga Nasional

0

JAKARTA – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan upaya penerapan harga eceran tertinggi (HET) beras satu harga menjadi langkah strategis menurunkan harga beras di seluruh Indonesia.

Amran menilai kebijakan itu penting untuk menekan disparitas harga antarwilayah dan memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau secara merata di seluruh daerah.

“Tujuan kita adalah menurunkan harga supaya masyarakat bahagia,” kata Mentan saat dikonfirmasi mengenai perkembangan HET beras satu harga di sela-sela mengunjungi Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Mektan Serpong di Tengerang, Banten, Senin (3/11/2025).

Kendati demikian Mentan tak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Namun dia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya agar harga beras di pasaran bisa turun.

Amran menegaskan pemerintah terus memantau stabilitas harga melalui sinergi lintas sektor, termasuk pelaksanaan operasi pasar yang terbukti efektif menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di berbagai wilayah.

Dia juga mengaku bersyukur karena saat ini harga beras di berbagai daerah mulai turun. Hal itu terbukti dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan sebanyak 23 provinsi mengalami deflasi beras dengan tiga provinsi mencatat harga yang relatif stabil, sedangkan 12 provinsi lainnya mengalami inflasi beras.

“Tadi harga sudah dengar turun apa naik? Kita kan tujuannya menurunkan harga, kan? Sudah turun. Operasi pasar, alhamdulillah, berhasil karena tadi turun dan bahkan, perhatikan nggak tadi? Bahwa deflasi beras,” ujar Amran.

Selain itu, pihaknya juga mengerahkan tim khusus di 51 daerah yang masih mencatat harga beras di atas HET untuk mempercepat penyesuaian harga sesuai kebijakan nasional.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan segera melapor kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dengan perubahan harga eceran tertinggi (HET) untuk menyederhanakan kelas mutu beras dari premium dan medium menjadi beras reguler dan beras khusus.

Zulhas menyampaikan pemerintah telah melakukan rapat koordinasi untuk penetapan beras satu harga. Menurut dia, hal tersebut harus berdasarkan persetujuan Presiden.

“Kami sudah rapat, tentu nanti kami akan laporkan ke Presiden dulu,” kata Zulhas di Jakarta, Rabu (13/8).

Ia menekankan bahwa pemerintah sudah memiliki HET terbaru untuk beras. Namun, ia belum bisa memberikan bocoran.

“Sudah (ada HET), tapi belum bisa diumumkan sebelum melaporkan ke Presiden,” imbuh Zulhas.(ANT/KN)

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Gubernur Riau Abdul Wahid Usai OTT

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan membawa Gubernur Riau Abdul Wahid ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (4/11/2025) atau setelah yang bersangkutan ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (3/11).

“Kemungkinan dijadwalkan besok (Selasa 4/11),” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (3/11) malam.

Pada kesempatan berbeda, Budi mengatakan bahwa KPK memperkirakan Abdul Wahid tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (4/11) siang.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi kabar OTT yang turut menangkap Gubernur Riau.
“Ya,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin (3/11).

Ketua KPK Setyo Budiyanto juga mengonfirmasi penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam OTT.

“Benar, sementara masih berproses,” ujar Setyo saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (3/11).

Adapun OTT tersebut merupakan yang keenam pada tahun 2025.

KPK mulai melakukan OTT pada tahun ini dengan menjaring anggota DPRD dan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, yakni pada Maret 2025.

Kedua, pada Juni 2025, OTT terkait dugaan suap proyek pembangunan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumut, dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut.

Ketiga, OTT selama 7-8 Agustus 2025, di Jakarta; Kendari, Sulawesi Tenggara; dan Makassar, Sulawesi Selatan. OTT tersebut terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Keempat, OTT di Jakarta pada 13 Agustus 2025, mengenai dugaan suap terkait dengan kerja sama pengelolaan kawasan hutan.

Kelima, OTT terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang melibatkan Immanuel Ebenezer Gerungan selaku Wakil Menteri Ketenagakerjaan pada saat itu. (ANT/KN)

Pemerintah Pastikan Hadir Tangani Utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memastikan pemerintah hadir dalam mencari solusi atas persoalan utang proyek kereta cepat Jakarta–Bandung.

“Kita pastikan, tadi Pak Presiden menyampaikan bahwa terkait dengan kereta cepat Jakarta-Bandung, tentu negara, pemerintah akan hadir dan kita melibatkan semua pihak,” ujar AHY usai menemui Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025).

AHY mengatakan pada siang tadi Kementerian yang dipimpinnya telah menggelar rapat koordinasi, yang dihadiri CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi, serta pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan.

Dalam rapat tersebut, kata dia, semua pihak bersepakat untuk menghadirkan solusi yang terbaik untuk semua.
“Semua ingin mengambil peran, mengambil bagian, mengambil bagian dari tanggung jawab untuk melakukan restrukturisasi keuangan kereta cepat Jakarta-Bandung,” kata AHY.

Menurut AHY, negara akan tetap hadir dalam restrukturisasi keuangan tersebut melalui peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, rincian mengenai bentuk dukungan pemerintah akan dijelaskan lebih lanjut setelah proses pembahasan selesai.

Selain itu, AHY menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan Danantara dan pemerintah China dalam proses negosiasi terkait restrukturisasi. Namun, AHY enggan menjelaskan lebih lanjut tentang detail dari negosiasi yang dilakukan itu.

“Ada banyak aspek ya yang juga sedang dinegosiasikan. Kami tidak ingin mengumbar dulu karena namanya juga masih negosiasi. Karena begini teman-teman mohon dimaklumi, negosiasi juga perlu ada ruangnya …. mudah-mudahan bisa menghasilkan yang terbaik untuk kita, karena prinsipnya adalah negosiasi untuk yang terbaik untuk Indonesia,” kata dia.

AHY menambahkan apabila persoalan mengenai utang kereta cepat Jakarta-Bandung ini selesai, Pemerintah juga berencana mengembangkan proyek kereta cepat ke wilayah lain, termasuk jalur Jakarta-Surabaya hingga Banyuwangi.

“Dan pada akhirnya kalau itu sudah selesai, kalau itu sudah bisa kita carikan solusi yang terbaik, barulah kita secara bersamaan juga mengembangkan kereta cepat untuk jalur-jalur berikutnya,” kata AHY

“Termasuk beberapa saat yang lalu, Bapak Presiden menyampaikan kenapa tidak Jakarta-Surabaya, bahkan sampai dengan Banyuwangi. Harapannya akan membuka atau memberikan jalan bagi pemerataan pembangunan. Ini berbicara keadilan, saya ulangi berbicara keadilan dan pemerataan antarwilayah. Tidak boleh ada yang tertinggal dan tidak boleh ada yang kemudian tidak terjangkau,” imbuhnya. (ANT/KN)

Jonan Siap Kembali Mengabdi Jika Diminta Presiden Prabowo

0

JAKARTA – Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan siap jika diminta oleh Presiden Prabowo Subianto untuk kembali mengabdi, meski dalam obrolannya selama 2 jam di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025), belum ada tawaran.

“Kalau sebagai warga negara, kalau diminta untuk bekerja untuk negara ya mestinya siap, kalau mampu. Kalau saya mampu sih ya. Itu aja sih. ya tergantung yang ngasih tugas,” katanya saat ditanya awak media terkait peluang untuk kembali mengabdi bagi negara.

Dalam pertemuannya dengan Presiden dalam rangka bertukar pandangan seputar program pemerintah, ia menyebut belum ada tawaran penugasan apa pun dari Kepala Negara.

Jonan mengatakan, pertemuannya dengan Presiden murni bersifat diskusi dan tukar pandangan sebagai warga negara.
“Enggak ada tawaran. Ini cuma diskusi,” ujarnya.

Meski demikian, Jonan menyatakan kesiapannya jika suatu saat negara kembali memintanya untuk mengemban tugas tertentu.

Ia menegaskan, kesediaannya tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai warga negara, bukan karena ada pembicaraan khusus mengenai jabatan atau penugasan.

Jonan sebelumnya bertemu Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan yang difasilitasi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, membahas berbagai isu pembangunan nasional hingga program kerakyatan.

Nama Jonan melambung saat menjabat Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) periode 2009 hingga 2014. Di bawah kepemimpinannya, PT KAI bertransformasi memperbaiki layanan publik dan manajemen operasional hingga mengubah wajah transportasi kereta api Indonesia menjadi lebih baik.

Keberhasilan tersebut membawanya ke kursi pemerintahan sebagai Menteri Perhubungan (2014-2016), dan kemudian sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari tahun 2016 hingga 2019, sebelum akhirnya kembali aktif sebagai komisaris di berbagai perusahaan swasta terkemuka. (ANT/KN)

Sekolah Rusak Pascabanjir, DPRD Berau Tekankan Prioritas Anggaran Pendidikan

0

BERAU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis untuk memulihkan sektor pendidikan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Berau. Bencana tersebut menyebabkan akses jalan terputus dan beberapa ruang kelas rusak parah sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.

“Ini bukan hanya soal gedung yang rusak, tapi soal masa depan anak-anak kita yang ikut terganggu. Banyak sekolah tidak bisa beroperasi karena ruang belajar mereka hancur,” ujarnya.

Politikus PKB itu menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau perlu segera memfokuskan anggaran pendidikan dari APBD untuk memperbaiki dan membangun kembali ruang belajar mengajar (RBM) di wilayah terdampak bencana.

Menurutnya, alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD belum cukup menjawab tantangan di lapangan, terlebih dalam situasi darurat pascabencana.

“Proporsi 20 persen itu angka formal. Tapi kenyataannya, ketika bencana datang, kebutuhan melonjak drastis. Harus ada keberpihakan nyata dari pemerintah,” tegasnya.

Arman menilai, kebijakan anggaran seharusnya tidak hanya berorientasi pada laporan keuangan, melainkan berpihak langsung pada kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya anak-anak yang kehilangan tempat belajar.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap infrastruktur sekolah yang rawan bencana. Langkah ini dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.

“Jangan sampai anak-anak kita kehilangan harapan hanya karena lambatnya respon terhadap krisis ini. Pendidikan harus jadi prioritas utama,” pungkasnya. (gs/ADV)

Beasiswa di Berau Diminta Lebih Tepat Sasaran dan Diawasi Ketat

0

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau diminta memperkuat pengawasan terhadap penyaluran bantuan pendidikan agar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Anggota DPRD Berau, Ratna Kalalembang, menegaskan pentingnya memastikan setiap program beasiswa benar-benar diterima oleh siswa yang membutuhkan. Menurutnya, pengawasan yang lemah dapat menimbulkan ketimpangan dan mengurangi efektivitas bantuan pendidikan.

“Program beasiswa ini sangat baik, tapi yang lebih penting adalah pengawasannya. Jangan sampai bantuan yang tujuannya meringankan beban keluarga miskin justru tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Ratna menilai, keberhasilan program beasiswa tidak hanya diukur dari jumlah penerimanya, tetapi juga dari sejauh mana bantuan tersebut dapat menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak di Berau.

“Yang dibutuhkan bukan hanya distribusi dana, tetapi juga mekanisme pengawasan dan evaluasi yang jelas agar bantuan betul-betul efektif,” tambahnya.

Ia juga mendorong adanya sinergi antara Dinas Pendidikan, pihak sekolah, dan pemerintah kecamatan dalam memperbarui data penerima bantuan. Langkah ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih maupun kekeliruan dalam penyaluran.

“Saya berharap upaya ini dapat memastikan setiap bantuan benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan,” tutupnya. (gs/adv)

Sri Kumalasari Desak Pemerataan Pembangunan Pendidikan di Seluruh Wilayah Berau

0

BERAU – Anggota DPRD Kabupaten Berau, Sri Kumalasari, menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan sektor pendidikan di seluruh wilayah Bumi Batiwakkal. Ia menilai pendidikan yang berkualitas dan merata merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.

Menurutnya, hingga kini masih terdapat kesenjangan mencolok antara fasilitas pendidikan di wilayah perkotaan dan perkampungan. Sekolah-sekolah di daerah pedalaman, kata Sri, sering kali menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, sementara pembangunan lebih banyak terpusat di kawasan kota.

“Saat ini pembangunan sekolah lebih banyak dilakukan di perkotaan. Hal ini membuat sekolah di perkampungan merasa diabaikan. Padahal, semua sekolah di Berau, tanpa memandang lokasinya, harus layak sebagai tempat belajar dan mengajar,” ujarnya.

Sri menekankan bahwa dengan alokasi anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen dari total APBD Berau, seharusnya tidak ada lagi sekolah yang mengalami kerusakan bangunan atau kekurangan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.

“Dengan APBD kita yang cukup besar, sangat tidak layak jika masih ada sekolah yang bangunannya rusak atau fasilitasnya tidak memadai. Ini menunjukkan perlunya perhatian lebih serius terhadap pemerataan pendidikan,” tegasnya.

Politikus Partai Golkar ini menilai ketimpangan pendidikan antara kota dan kampung dapat berdampak panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di wilayah terpencil. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah untuk memastikan seluruh kecamatan memperoleh dukungan yang setara dalam pembangunan pendidikan.

“Pendidikan adalah fondasi masa depan anak-anak kita. Tidak boleh ada perbedaan kualitas antara sekolah di perkotaan dan perkampungan. Pemerintah harus memastikan pemerataan benar-benar berjalan,” katanya.

Sri berharap pemerataan pembangunan pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah agar setiap anak di Berau memiliki kesempatan yang sama dalam menempuh pendidikan dan meraih cita-cita mereka.

“Anak-anak Berau punya potensi besar. Kita hanya perlu memastikan mereka mendapatkan fasilitas yang layak agar bisa bermimpi dan berprestasi setinggi mungkin,” pungkasnya. (gs/ADV)

Spektakuler di Teras Mahakam, Beleng-Beleng dan Sponsor Buktikan Golf Bisa Menyatukan Semua

SEPANJANG saya mengikuti berbagai turnamen golf di Kaltim, tidak banyak penyelenggara yang berani menggelar malam puncak di luar area club house. Biasanya, seluruh rangkaian acara diselesaikan di lapangan. Lebih praktis, efisien, dan hemat biaya.

Namun Beleng-Beleng Golf Club memilih cara berbeda. Mereka membawa semangatnya ke luar lapangan, tepatnya di Teras Samarinda, kawasan yang menghadap langsung ke Sungai Mahakam.

Keputusan itu bukan tanpa pertimbangan. Ketua Beleng-Beleng Golf Club, M. Udin, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi tersebut bertujuan untuk memperluas makna olahraga golf agar dapat dirasakan semua kalangan.

“Kami pilih Teras Samarinda karena ingin menciptakan suasana bahwa golf itu untuk semua kalangan. Teras ini adalah ikon kota Samarinda sekaligus ikon Kaltim. Kami ingin masyarakat melihat bahwa golf bisa dinikmati siapa saja, bukan olahraga yang eksklusif,” ucapnya.

Udin juga menegaskan bahwa Beleng-Beleng bukan sekadar klub hobi, melainkan komunitas yang tumbuh dengan kebersamaan dan kerja keras.

“Turnamen ini tidak untuk mencari untung. Kalau rugi, kami tanggung bersama. Tapi yang terpenting, silaturahmi tetap terjaga. Kalau sempurna itu bukan Beleng-Beleng, tapi Insyaallah kami akan terus berbenah untuk jadi lebih baik,” katanya.

Mantan Anggota DPRD Kaltim itu kemudian melaporkan keberhasilan penyelenggaraan turnamen selama dua hari (1–2 November) di Bukit Tanah Merah Golf Samarinda, yang diikuti oleh 282 peserta. Tahun ini, turnamen yang digelar oleh Beleng-Beleng Golf Club bersama Mediakaltim.com didukung oleh 54 sponsor dan menampilkan peningkatan signifikan dalam jumlah hadiah dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu motornya masih kelas Beat atau Scoopy, tahun ini kami naikkan jadi CB150 tiga unit, dua motor listrik, dan satu mobil Daihatsu Sigra. Bahkan ada tambahan doorprize emas dari Pegadaian. Semua hadiah ini murni apresiasi untuk peserta, bukan untuk panitia,” jelasnya.

Udin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor yang sudah mendukung penuh kegiatan ini. Tanpa dukungan mereka, acara ini tidak akan semeriah dan sesukses ini. Dukungan dari rekan-rekan sponsor adalah bukti bahwa golf bisa menjadi wadah silaturahmi lintas komunitas dan profesi,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menegaskan harapan besar bagi perkembangan olahraga golf di daerah. “Kami ingin turnamen seperti ini bisa melahirkan atlet-atlet muda dari Kaltim. Golf butuh regenerasi, dan kami percaya darah pegolf Kaltim tidak kalah dengan daerah lain,” harapnya.

Minggu malam, 2 November 2025, Teras Samarinda benar-benar berubah menjadi pusat kemeriahan Beleng-Beleng Golf Open Tournament 2025. Panggung besar dengan tata cahaya biru-putih berdiri megah di tepi sungai.

Ratusan tamu hadir. Pejabat, sponsor, komunitas golf, dan keluarga peserta. Di sisi panggung berjajar hadiah utama: tiga motor sport CB150X, dua motor listrik, berbagai perangkat elektronik, dan satu unit mobil Daihatsu Sigra sebagai grand prize.

Malam itu juga hadir Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji, Kabinda Kaltim, Kepala BNN, dan Ketua PGI Kaltim.

Dalam sambutannya, Wawali Saefuddin Zuhri memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan peserta. “Ini turnamen paling spektakuler di Samarinda. Selain menumbuhkan minat olahraga, juga menggerakkan UMKM lokal. Spirit-nya luar biasa. Saya lihat bukan hanya pegolf senior, tapi banyak wajah muda yang ikut berpartisipasi,” katanya.

Suasana semakin akrab ketika panitia memberi kejutan ulang tahun kepada Wawali. Lagu Selamat Ulang Tahun dinyanyikan bersama, disambut tepuk tangan dan tawa seluruh tamu.

Band lokal membawakan lagu-lagu pop dan reggae, membuat malam terasa santai. Penonton ikut bertepuk tangan setiap kali nomor door prize dibacakan. Dari handphone, televisi, emas, hingga motor listrik. Semuanya dibagikan dengan antusiasme.

Dari para golfer yang hadir, pujian berdatangan. “Luar biasa penyelenggaraan 2nd Anniversary Beleng-Beleng Golf Club Open Tournament 2025. Berjalan lancar, meriah, dan mewah. Selamat buat Pak Ketua, panitia, dan seluruh member. Makin jaya selalu, kompak selalu,” ujar salah satu peserta.

“Terima kasih sobat Beleng-Beleng semua. Kerja keras, keikhlasan, dan pengorbanan terlihat jelas di suksesnya acara ini. The Most Spectacular Golf Event of The Year,” tambah peserta lainnya.

Menjelang penutupan, satu per satu nama juara dari tiap kategori dipanggil naik ke panggung: Flight A, B, C, Ladies, dan Atlet Flight. Para pemenang menerima trofi dan piagam diiringi tepuk tangan panjang.

Dari daftar juara, Best Nett Overall (BNO) diraih Jumri M, sementara Best Gross Overall (BGO) dimenangkan oleh Roby K. Keduanya menjadi simbol prestasi tertinggi di turnamen ini.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyerahkan hadiah kepada peraih BNO dan BGO Beleng-Beleng Golf Open Tournament 2025. Foto: Nuzul/Media Kaltim
Saya menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba fotografi Beleng-Beleng Golf Open Tournament 2025. Foto: Nuzul

Momen semakin berkesan ketika Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji secara langsung menyerahkan hadiah kepada para juara utama.

“Beleng-Beleng membuktikan klub lokal bisa menggelar event sekelas nasional. Tahun depan saya ingin lihat sponsornya 100. Ini warna baru bagi olahraga di Kaltim,” ujarnya.

Pukul 22.00 Wita, cahaya panggung perlahan meredup. Namun semangat peserta dan panitia masih terasa kuat.

Beleng-Beleng Golf Open 2025 bukan sekadar turnamen. Ia menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi ruang silaturahmi, wadah kreativitas, dan simbol kebersamaan masyarakat Kaltim. Dari Teras Samarinda, Beleng-Beleng mengirim pesan bahwa golf tidak harus eksklusif. Yang terpenting, sportif, terbuka, dan membawa manfaat bagi banyak orang. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Bupati Kukar Resmikan Jembatan Jongkang

TENGGARONG – Peresmian Jembatan Sungai Jongkang di Kecamatan Loa Kulu bukan sekadar seremoni infrastruktur. Di balik doa syukuran yang digelar, pada Senin (3/11/2025), tersimpan visi besar Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri: menjadikan Jongkang sebagai kota satelit baru dan simpul logistik strategis penopang Ibu Kota Nusantara (IKN).

Jembatan yang sempat mangkrak selama 13 tahun ini kini berdiri kokoh, membuka kembali jalur vital yang menghubungkan Kukar, Samarinda, dan Balikpapan. Aulia menyebut, keberadaan jembatan ini bukan hanya memperpendek jarak, tetapi juga mempercepat perputaran ekonomi kawasan.

“Jongkang ini jalur logistik penting menuju Samarinda dan Balikpapan. Kita bisa memangkas waktu tempuh hingga setengah jam menuju Balikpapan,” ungkap Aulia.

Dengan rampungnya jembatan tersebut, perjalanan dari Tenggarong ke gerbang tol Balikpapan–Samarinda kini hanya membutuhkan sekitar 30 menit. Pemerintah bahkan tengah menyiapkan jalur pintas hingga Jembatan Mahulu, untuk memperkuat efisiensi transportasi dan memperlancar arus barang antarwilayah.

Tak berhenti pada konektivitas, Pemkab Kukar juga menyiapkan rencana induk pengembangan kota baru Jongkang. Lahan luas di kawasan ini akan disulap menjadi kawasan modern dengan sentra ekonomi, industri, dan hunian terintegrasi.

“Banyak kegiatan industri sudah berjalan di sini, termasuk perkapalan. Lokasinya memang sangat strategis,” ujar Aulia.

Meski rencana lama pembangunan pelabuhan peti kemas batal karena kendala teknis, Pemkab Kukar tak kehilangan arah. Fokus pembangunan kini diarahkan pada kawasan ekonomi multifungsi dengan fasilitas publik lengkap.

Dalam rencana jangka menengah, Jongkang akan dilengkapi mal, sekolah internasional, sekolah Bhayangkari, hingga fasilitas kesehatan pendukung RSUD AM Parikesit di Tenggarong Seberang. Semua diarahkan untuk menciptakan pusat aktivitas baru yang menandingi kota besar di pesisir timur Kalimantan.

“Kita ingin fasilitas kemasyarakatan seperti kota besar juga hadir di Jongkang. Bahkan, mal dan sekolah internasional sudah kita siapkan jalurnya di sini,” terang Aulia.

Langkah ini sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik, yang menempatkan pembangunan wilayah berbasis konektivitas dan investasi rakyat sebagai pilar utama. Jembatan Jongkang menjadi bukti nyata bahwa Kukar tak ingin hanya jadi penyangga IKN, tetapi juga tumbuh sebagai pemain utama ekonomi regional.

Kini, dengan jembatan yang menghubungkan dua tepian sungai, Jongkang bukan lagi wilayah pinggiran. Ia menjelma menjadi poros baru pembangunan Kukar, jantung transportasi, industri, dan kehidupan modern yang akan menggerakkan masa depan kabupaten kaya sumber daya ini.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i