Beranda blog Halaman 250

Nova Arianto Tak Akan Ubah Formasi Jelang Laga Indonesia U-17 vs Brasil

JAKARTA – Pelatih timnas Indonesia U17, Nova Arianto, memaparkan bahwa ia tidak akan banyak merombak tim pada pertandingan kedua Grup H Piala Dunia U17 2025 melawan Brasil.

Indonesia takluk 1-3 dari Zambia pada pertandingan pertama Grup H. Hasil itu membuat Indonesia kini menghuni posisi ketiga di klasemen sementara Grup H dengan nol poin dan selisih gol minus dua.

“Kalau formasi mungkin tetap sama ya, sekali lagi Brasil menjadi tim salah satu unggulan di Piala Dunia ini,” kata Nova saat ditemui di mixed zone Aspire Academy, Doha, Selasa (4/11/2025).

Kekuatan mental kembali diapungkan Nova sebagai salah satu modal penting sebelum menghadapi raksasa Amerika Selatan itu. Ia sama sekali tidak mau anak-anak asuhnya kalah sebelum bertanding.

“Saya sampaikan ke pemain jangan pernah kita takut sebelum kita bertanding dan kita mencoba saja, kita mencoba sejauh mana kemampuan kita” kata dia.

“Harapannya pemain bisa lebih berani lagi, lebih siap lagi untuk kita melawan Brasil,” katanya.

Pada pertandingan yang dimainkan lebih awal, Brasil menang besar 7-0 atas satu tim lain di Grup H, Honduras. Kemenangan yang membuat Brasil memuncaki klasemen sementara dengan tiga poin dan selisih tujuh gol.

Setelah melawan Brasil, Indonesia akan bertemu Honduras pada Senin (10/11) sebagai laga penutup di fase grup.

Hanya dua tim peringkat teratas masing-masing grup, dan delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak lolos ke putaran 32 besar. (ANT/KN)

Menko Yusril : Negara Berhak Rampas Uang Bandar dan Pemain Judi Online

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan negara berhak merampas uang bandar dan pemain judi online (judol) berdasarkan putusan pengadilan.

Yusril yang juga Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang atau Komite TPPU itu menjelaskan, tindakan ini menjadi terobosan baru dalam langkah pemberantasan judol yang akan dilakukan pemerintah.

“Negara berhak merampas uang bandar dan pemain judi onlineberdasarkan putusan pengadilan. Mekanismenya dapat dilakukan hanya dalam waktu tujuh hari untuk diputus, sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Menurut Yusril, perampasan uang hasil kejahatan judol dapat dilakukan dengan proses acara cepat, yakni hanya dalam tujuh hari sesuai ketentuan Pasal 64–67 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

“Ini bagian dari upaya nyata negara dalam menegakkan kedaulatan hukum dan memberantas kejahatan ekonomi digital,” ucapnya.

Menko menekankan bahwa judol merupakan tindak kejahatan serius yang menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial. Oleh sebab itu, aparat penegak hukum harus memanfaatkan mekanisme hukum yang tersedia untuk menindak dan merampas hasil kejahatan tersebut.

Dia menjelaskan, bandar judi hanya dapat dijerat pidana maksimal 10 tahun penjara sesuai Pasal 303 KUHP, sementara pemain judi dapat dihukum pidana tiga tahun penjara berdasarkan Pasal 303 bis KUHP.

Menurut dia, karena semua jenis judi, baik konvensional maupun daring, merupakan tindak kejahatan maka uang hasil judi dapat dikategorikan sebagai uang hasil tindak pidana.

“Ketika uang tersebut dimasukkan ke dalam sistem keuangan atau ditransfer dengan tujuan untuk ‘diputihkan’, tindakan itu sudah tergolong pencucian uang,” tuturnya.

Ia mengakui, ketentuan Pasal 64–67 Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU jarang diterapkan secara optimal. Padahal, kata dia, pasal-pasal tersebut mendekati konsep perampasan aset hasil kejahatan yang berlaku di banyak negara maju.

“Sudah saatnya aparat penegak hukum kita menerapkan ketentuan ini secara tegas. Negara tidak boleh kalah oleh bandar judi online yang merusak moral dan ekonomi bangsa,” Menko menegaskan.

Di samping itu, dia juga mengakui bahwa uang judi sering lolos dari pantauan karena menggunakan kripto dan dompet digital. Namun, ia meyakini, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tidak akan kehilangan akal.

Ia pun menjabarkan, PPATK berwenang memeriksa transaksi keuangan mencurigakan dan dapat meminta penyedia jasa keuangan, seperti bank atau lembaga pengirim uang lainnya, untuk menghentikan sementara transaksi yang diduga berasal dari hasil judol.

“Jika dalam 20 hari tidak ada keberatan dari pihak manapun, PPATK menyerahkan temuannya kepada penyidik. Dan bila dalam 30 hari pemilik uang tidak muncul, maka penyidik dapat mengajukan permohonan ke pengadilan agar uang tersebut ditetapkan sebagai aset negara,” jelasnya.

Adapun pada Senin ini, Menko Yusril menghadiri acara Diseminasi Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2025: Penguatan Komite TPPU dalam Upaya Disrupsi Kejahatan Judi Online dan Pencucian Uang di Indonesia yang diselenggarakan PPATK.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pentingnya sinergisitas dan koordinasi antarinstansi di bawah Komite TPPU agar upaya pemberantasan judol dan pencucian uang dapat berjalan efektif, sekaligus berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional.

Adapun Presiden Prabowo Subianto melalui Perpres 88/2025 telah mengamanatkan 18 kementerian dan lembaga yang terlibat dalam Komite TPPU, dengan Menko Kumham Imipas sebagai ketuanya. (ANT/KN)

Usai OTT, KPK Segera Umumkan Status Hukum Gubernur Riau Abdul Wahid

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu (5/11) mengumumkan status Gubernur Riau Abdul Wahid setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Senin (3/11).

“Berapa yang ditetapkan sebagai tersangka dan siapa saja? Besok (Rabu 5/11) kami akan sampaikan dalam konferensi pers,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (4/11) malam.

Sementara itu, Budi mengatakan KPK pada Selasa (4/11) malam telah selesai melakukan gelar perkara dan menetapkan tersangka terkait OTT tersebut.

Sebelumnya, pada 3 November 2025, KPK saat dikonfirmasi ANTARA mengonfirmasi penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid dan sembilan orang lainnya dalam OTT.
Adapun OTT tersebut merupakan yang keenam pada tahun 2025.

KPK mulai melakukan OTT pada tahun ini dengan menjaring anggota DPRD dan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, yakni pada Maret 2025.

Kedua, pada Juni 2025, OTT terkait dugaan suap proyek pembangunan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumut, dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut.

Ketiga, OTT selama 7-8 Agustus 2025, di Jakarta; Kendari, Sulawesi Tenggara; dan Makassar, Sulawesi Selatan. OTT tersebut terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Keempat, OTT di Jakarta pada 13 Agustus 2025, mengenai dugaan suap terkait dengan kerja sama pengelolaan kawasan hutan.

Kelima, OTT terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang melibatkan Immanuel Ebenezer Gerungan selaku Wakil Menteri Ketenagakerjaan pada saat itu. (ANT/KN)

Prabowo: Tidak Ada Masalah dengan Utang Whoosh, Saya yang Tanggung Jawab

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak khawatir mengenai penyelesaian utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

“Indonesia bukan negara sembarangan. Kita hitung, enggak ada masalah itu. Ya. Jadi PT KAI enggak usah khawatir, semuanya enggak usah khawatir,” kata Prabowo di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Presiden menyampaikan pemerintah telah mempelajari permasalahan terkait utang proyek tersebut dan memastikan tidak ada persoalan yang perlu dikhawatirkan.

Prabowo menegaskan tanggung jawab terhadap proyek itu berada di tangannya selaku Presiden Republik Indonesia.

“Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah, saya tanggung jawab nanti utang itu Whoosh semuanya,” ucapnya.

Menurut Presiden, transportasi publik seperti Whoosh tidak dapat diukur dari sisi keuntungan atau kerugian finansial semata, melainkan dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Kepala Negara menyebut skema pembiayaan transportasi umum di berbagai negara umumnya merupakan bagian dari kewajiban pelayanan publik (public service obligation).

Presiden mencontohkan bahwa sebagian besar layanan kereta api nasional disubsidi oleh pemerintah agar dapat dijangkau masyarakat luas. Prabowo menekankan subsidi tersebut merupakan bentuk kehadiran negara yang menggunakan dana rakyat, baik dari pajak maupun kekayaan negara.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam pengelolaan keuangan negara.

Prabowo menegaskan uang rakyat tidak boleh disalahgunakan dan harus dikembalikan untuk pelayanan kepada masyarakat.

Presiden mengimbau agar persoalan proyek Whoosh tidak dipolitisasi dan meminta masyarakat tetap tenang. Dirinya menilai Indonesia memiliki kemampuan ekonomi yang cukup kuat untuk menanggung pembiayaan proyek strategis tersebut.

“Jadi, jangan khawatir, saya sampaikan semua, saya sudah pelajari masalahnya. Indonesia sanggup dan itu wajar semuanya itu ya. Jangan dipolitisasi. Jangan kita menari di gendang orang. Mungkin ada pihak-pihak dari enggak tahu dari mana yang ingin selalu menimbulkan kecemasan rakyat. Enggak, tenang-tenang saja ya. Bangsa kita kuat, bangsa kita kaya,” kata Presiden.

Kepala negara juga mengingatkan jajarannya untuk tidak lengah, tidak tertipu, dan tidak membiarkan adanya penyelewengan dalam pengelolaan kekayaan negara.

Prabowo menyatakan akan bekerja bersama timnya untuk memastikan penghematan, penyelamatan aset, serta pengelolaan sumber daya secara optimal demi kesejahteraan rakyat.

“Saya tidak akan ragu-ragu. Bersama tim saya, kita buktikan bahwa kita akan menghemat, kita akan menyelamatkan, kita akan mencari semua sumber-sumber kekayaan dan kita akan kelola dan kita akan kembalikan untuk kesejahteraan rakyat,” katanya. (ANT/KN)

Infrastruktur Merata, Ekonomi Masyarakat Berau Diharapkan Tumbuh Lebih Cepat

0

BERAU – Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah, menegaskan bahwa pemerataan pembangunan di sektor infrastruktur, jaringan listrik, dan penyediaan air bersih harus menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Menurutnya, ketiga sektor tersebut merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang mendesak untuk segera dipenuhi.

“Ketiga sektor ini sangat penting karena menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Terlebih, infrastruktur yang memadai akan sangat mendukung perekonomian daerah,” ujarnya.

Liliansyah menambahkan, DPRD melalui Komisi III akan terus berperan aktif dalam pengawasan dan pembahasan setiap rencana pembangunan daerah. Tujuannya agar seluruh program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata di lapangan.

“Kami akan memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan dapat dirasakan langsung manfaatnya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan pembangunan antarwilayah, terutama di perkampungan. Menurutnya, pemerataan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih sangat penting untuk mendukung peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih harus menjadi prioritas utama pemerintah. Ketika fasilitas ini tersedia secara merata, masyarakat akan lebih mudah beraktivitas dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” lanjutnya.

Liliansyah berharap Pemkab Berau dapat menyusun program pembangunan yang fokus, terukur, dan tepat sasaran, dengan memperhatikan keberlanjutan proyek-proyek yang sudah berjalan agar hasilnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Pembangunan harus memberikan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini masih kurang tersentuh,” pungkasnya. (gs/adv)

Sumadi Ingatkan Dishub Berau Tak Tergesa Terapkan Sistem Satu Arah

0

BERAU – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) berhati-hati dalam menerapkan kebijakan sistem satu arah di sejumlah ruas jalan di Kota Tanjung Redeb. Ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak boleh diambil secara tergesa-gesa tanpa melalui kajian yang matang dan komprehensif.

“Perubahan arus lalu lintas bukan sekadar urusan teknis, tapi menyangkut aktivitas masyarakat secara luas,” ujarnya.

Sumadi mengakui bahwa penerapan sistem satu arah memang bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan di pusat kota. Namun, tanpa uji kelayakan dan perencanaan yang tepat, kebijakan tersebut berisiko menimbulkan persoalan baru, seperti perpindahan titik kemacetan atau gangguan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Sistem satu arah bisa saja efektif mengurangi kepadatan kendaraan, tapi kalau tidak dikaji matang bisa menimbulkan masalah baru. Dishub harus melakukan penelitian dari berbagai aspek sebelum mengambil keputusan,” tegasnya.

Menurutnya, sebelum sistem tersebut diberlakukan, Dishub Berau harus memperhatikan faktor-faktor penting seperti volume kendaraan, pola pergerakan masyarakat, hingga dampaknya terhadap pelaku usaha di kawasan yang terdampak perubahan arus lalu lintas.

“Kita harus melihat apakah kebijakan ini benar-benar efektif mengurai kemacetan atau justru hanya memindahkan titik macet ke tempat lain. Semua itu harus dikaji berdasarkan data lapangan, bukan sekadar asumsi,” lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan pelaku usaha dalam proses kajian serta sosialisasi sebelum penerapan kebijakan dilakukan.

“Harus ada kajian dan sosialisasi ke masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan. Tujuan kita adalah menciptakan lalu lintas yang tertib tanpa mengganggu kenyamanan warga,” tutupnya. (gs/adv)

Frans Lewi Dukung Rencana BPBD Pasang Alat Pendeteksi Kedalaman Sungai

0

BERAU – Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menyambut positif wacana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait pemasangan alat pendeteksi kedalaman sungai sebagai langkah antisipasi bencana banjir di wilayah Bumi Batiwakkal.

Menurutnya, rencana tersebut perlu segera direalisasikan mengingat tingginya frekuensi banjir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai, penggunaan alat ukur kedalaman sungai akan membantu pemerintah dalam memperoleh data akurat mengenai penyebab banjir.

“Kondisi banjir yang terjadi belakangan ini sangat serius. Kita tidak bisa semata-mata menyalahkan faktor alam. Bisa jadi penyebabnya karena pendangkalan sungai,” ujarnya.

Frans menjelaskan, alat pendeteksi kedalaman sungai berfungsi memberikan informasi dini mengenai perubahan debit air maupun sedimentasi di dasar sungai. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil tindakan cepat sebelum terjadi luapan air yang mengakibatkan banjir.

Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi penggunaan anggaran daerah agar program yang dijalankan benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Dengan anggaran yang cukup besar dibanding kabupaten lain di Kalimantan Timur, saya mendorong agar program yang dijalankan betul-betul menyentuh kebutuhan warga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Frans mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyurati seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra Komisi I untuk memprioritaskan kegiatan yang berorientasi pada kepentingan publik, khususnya dalam pencegahan bencana dan penanggulangan dampaknya.

“Jangan sampai anggaran besar hanya habis untuk kegiatan seremonial atau yang tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat. Fokus kita harus pada program yang memberikan manfaat nyata,” pungkasnya. (gs/ADV)

Pemkab Kukar Bersiap Bangun Kota Baru, Jongkang Bakal Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan langkah besar dengan menjadikan Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, sebagai kawasan kota baru yang modern dan inovatif. Gagasan ini tak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada transformasi Jongkang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kukar.

Wilayah ini dinilai memiliki posisi strategis karena berada di jalur penghubung antar kota sekaligus memiliki aktivitas industri yang berkembang, seperti galangan kapal dan kawasan usaha kecil menengah.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengungkapkan pemerintah daerah telah menyiapkan desain pengembangan di sejumlah titik yang dinilai potensial. “Ya, jadi memang kita sudah mendesain kota baru di daerah Jongkang ini. Ada beberapa spot-spot yang sudah kita siapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan Jongkang bukan sekadar perluasan wilayah, melainkan bagian dari rencana jangka panjang Pemkab Kukar untuk menghadirkan pusat ekonomi baru yang mandiri, tertata, dan berdaya saing.

Aulia menjelaskan, rencana awal pemerintah sempat mengarah pada pembangunan pelabuhan peti kemas di Jongkang. Namun hasil kajian menunjukkan proyek tersebut tak memungkinkan karena infrastruktur sungai Mahakam telah dilintasi beberapa jembatan besar.

“Karena kita sudah melewati beberapa jembatan mulai dari muara Sungai Mahakam sampai ke sini, sehingga tidak memungkinkan. Oleh karena itu, sekarang kami merencanakan untuk mengeset kota baru di daerah Jongkang ini,” jelasnya.

Menurut Aulia, Jongkang memiliki lahan luas dan kontur wilayah yang masih bisa ditata dengan baik. Ia menilai, jika dikembangkan secara terencana, kawasan ini dapat menjadi kota satelit baru layaknya kawasan pengembangan di Balikpapan yang berhasil menciptakan pusat ekonomi modern.

“Kita berharap akan ada kota-kota baru yang bisa kita munculkan di sini. Bahkan kita sempat merencanakan untuk membangun mall di daerah Jongkang ini,” tambahnya.

Tak hanya pusat ekonomi, kawasan Jongkang juga dirancang untuk memiliki fasilitas publik yang lengkap. Aulia menyebut, Pemkab Kukar telah menyiapkan konsep pembangunan sekolah bertaraf internasional, Sekolah Nasional Bhayangkari di jalur Tenggarong Seberang, serta Rumah Sakit Parikesit yang sudah berstandar internasional.

“Jadi nanti daerah ini kita harapkan menjadi kawasan dengan berbagai fasilitas kemasyarakatan yang lengkap dan modern,” tutupnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

DKP Kukar Tambah Cool Storage, Dorong Hilirisasi dan Daya Saing Perikanan Lokal

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat sektor perikanan dengan langkah nyata di lapangan. Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, strategi penguatan rantai pasok kini menjadi fokus utama untuk menjaga kualitas hasil tangkapan dan budidaya ikan lokal.

Salah satu langkah yang disiapkan ialah pembangunan fasilitas penyimpanan dingin atau cool storage di beberapa wilayah strategis. Fasilitas ini diharapkan mampu menekan potensi kerugian nelayan akibat hasil panen yang cepat rusak sebelum sampai ke pasar.

Kepala DKP Kukar, Muslik menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok hasil perikanan dengan pembangunan fasilitas penyimpanan dingin (cool storage).

“Kami berencana menambah cool storage di beberapa wilayah untuk menampung hasil panen ikan air tawar agar bisa lebih awet dan siap dipasarkan,” ujarnya.

Pembangunan ini tak hanya soal fasilitas, tetapi juga upaya memperkuat sistem hilirisasi perikanan di Kukar. Dengan rantai distribusi yang lebih efisien, nelayan diharapkan mendapatkan harga jual yang lebih baik serta memperluas jangkauan pasar, termasuk potensi ekspor regional.

Ia menegaskan, seluruh program bantuan tersebut merupakan bagian dari program unggulan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Yaitu Kukar Idaman Terbaik yang menargetkan dukungan kepada 25 ribu nelayan dan pembudidaya.

“Untuk tahun 2024 kemarin, target itu sudah terpenuhi,” pungkasnya.

Inisiatif ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemkab Kukar dalam memperkuat ekonomi biru berbasis pemberdayaan masyarakat pesisir. Dengan dukungan infrastruktur pascapanen yang memadai, sektor perikanan diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Menko Muhaimin Awali Program 10.000 Hunian Pekerja di Pasar Minggu

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar akan memimpin groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Griya Pekerja Pasar Minggu pada Selasa (4/11/2025).

Menko Muhaimin menjelaskan pembangunan Griya Pekerja Pasar Minggu menjadi titik awal dimulainya program pembangunan 10.000 hunian untuk pekerja di sejumlah daerah di Indonesia.

“Pembangunan Griya Pekerja Pasar Minggu ini akan memanfaatkan aset BPJS Ketenagakerjaan demi produktivitas pekerja dan mengurangi beban pengeluaran transportasi mereka,” kata Muhaimin.

Menurutnya, program 10.000 hunian pekerja akan menjadi solusi atas sejumlah masalah yang dihadapi para pekerja secara sekaligus.

Sejumlah permasalahan itu yakni biaya komuter yang tinggi, jumlah kecelakaan pekerja menuju tempat kerja yang tinggi, hingga sulitnya kelas pekerja memiliki hunian pertama.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berbasis Survei Biaya Hidup (SBH) Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata biaya transportasi di Indonesia mencapai 12,46 persen dari total pengeluaran rumah tangga bulanan.

Angka ini masih lebih tinggi dari standar Bank Dunia yang mengatur pengeluaran transportasi tidak boleh lebih dari 10 persen gaji pekerja.

Ia menuturkan program ini sejalan dengan semangat Presiden Prabowo Subianto yang ingin setiap pekerja memperoleh kemudahan untuk memiliki hunian pertama.
“Presiden Prabowo Subianto konsisten mendorong agar setiap pekerja memiliki kemudahan dalam mendapatkan hunian pertama,” kata dia.

Program 10.000 Hunian Pekerja direncanakan di tempat yang berlokasi tidak jauh dari tempat kerja agar dapat memangkas biaya transportasi dan jarak tempuh.

Selain di Jakarta, hunian untuk 10.000 pekerja ini rencananya juga akan dibangun di Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, hingga Jababeka Cikarang secara bertahap. Pembangunan direncanakan rampung pada 2029 mendatang.

Para pekerja dapat mengakses program ini melalui mekanisme sewa dengan harga yang terjangkau tetapi memiliki fasilitas yang lengkap dan memadai. (ANT/KN)