TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat sektor perikanan dengan langkah nyata di lapangan. Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, strategi penguatan rantai pasok kini menjadi fokus utama untuk menjaga kualitas hasil tangkapan dan budidaya ikan lokal.
Salah satu langkah yang disiapkan ialah pembangunan fasilitas penyimpanan dingin atau cool storage di beberapa wilayah strategis. Fasilitas ini diharapkan mampu menekan potensi kerugian nelayan akibat hasil panen yang cepat rusak sebelum sampai ke pasar.
Kepala DKP Kukar, Muslik menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok hasil perikanan dengan pembangunan fasilitas penyimpanan dingin (cool storage).
“Kami berencana menambah cool storage di beberapa wilayah untuk menampung hasil panen ikan air tawar agar bisa lebih awet dan siap dipasarkan,” ujarnya.
Pembangunan ini tak hanya soal fasilitas, tetapi juga upaya memperkuat sistem hilirisasi perikanan di Kukar. Dengan rantai distribusi yang lebih efisien, nelayan diharapkan mendapatkan harga jual yang lebih baik serta memperluas jangkauan pasar, termasuk potensi ekspor regional.
Ia menegaskan, seluruh program bantuan tersebut merupakan bagian dari program unggulan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Yaitu Kukar Idaman Terbaik yang menargetkan dukungan kepada 25 ribu nelayan dan pembudidaya.
“Untuk tahun 2024 kemarin, target itu sudah terpenuhi,” pungkasnya.
Inisiatif ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemkab Kukar dalam memperkuat ekonomi biru berbasis pemberdayaan masyarakat pesisir. Dengan dukungan infrastruktur pascapanen yang memadai, sektor perikanan diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i


