
BERAU – Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, menyoroti masih adanya ketimpangan pembangunan di sejumlah sektor penting di Kabupaten Berau. Ia menilai bahwa perhatian pemerintah daerah masih cenderung terpusat pada pembangunan fisik dan infrastruktur, sementara sektor pelayanan publik seperti kesehatan dan pariwisata belum mendapat porsi yang sepadan.
Menurut Rahman, fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan, terutama puskesmas, masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi sarana prasarana maupun tenaga medis. Kondisi ini, katanya, berdampak langsung terhadap mutu layanan kesehatan masyarakat di wilayah pedalaman.
“Sejumlah puskesmas di daerah pedalaman masih kekurangan fasilitas dan tenaga medis. Karena itu, kami mendorong agar ke depan pembangunan dilakukan lebih merata di seluruh sektor,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).
Selain sektor kesehatan, Rahman juga menyoroti potensi pariwisata Berau yang belum tergarap optimal. Ia menilai, pengembangan pariwisata daerah bukan hanya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
“Pemerintah harus melihat pariwisata sebagai sektor strategis yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Tidak cukup hanya membangun jalan dan gedung, tapi juga bagaimana membangun manusia dan potensi daerahnya,” tambahnya.
Ia menegaskan, pemerataan anggaran harus menjadi prioritas dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, prinsip keadilan dan pemerataan perlu menjadi landasan dalam alokasi anggaran agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Berau.
“Pembagian anggaran harus dilakukan secara adil, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga memperhatikan sektor lain yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (gs/ADV)


