Beranda blog Halaman 238

Bawaslu Tingkatkan Kapasitas Pengawas untuk Awasi Penggunaan AI

0

JAKARTA – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Lolly Suhenty mengatakan lembaganya kini sedang fokus meningkatkan kemampuan para pengawas pemilu untuk mengawasi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada pelaksanaan pemilu mendatang.

“Dalam konteks penggunaan AI, kami menyiapkan berbagai upaya peningkatan kapasitas di jajaran pengawas pemilu supaya mereka tidak gagap,” kata Lolly di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2025).

Lolly mengatakan Bawaslu akan menggandeng banyak pakar teknologi informasi dan siber untuk merumuskan formula terbaik dalam penguatan pengawasan ruang digital terkait pemilu.

Menurut dia, para pengawas pemilu akan mengalami kesulitan mengawasi penggunaan AI terkait pemilu apabila tidak dibekali dengan kemampuan yang relevan.

“Karena secanggih apa pun niat untuk melakukan pengawasan, kalau tidak diimbangi kecanggihan beradaptasi dengan teknologi maka dia akan kesulitan,” ujarnya.

Lolly juga membahas soal anggaran untuk program penguatan kapabilitas para pengawas pemilu. Saat ini anggaran Bawaslu cukup terbatas, namun dia memastikan pengawasan ruang digital tetap menjadi prioritas lembaganya.

“Sesuatu yang sudah kita tahu akan berpotensi menimbulkan masalah yang besar, berdampak besar, tapi karena tidak ada anggaran lalu tidak dilakukan upayanya? Bagi Bawaslu itu tidak mungkin karena kami diberi amanah untuk memastikan konsepnya clear, mitigasi dilakukan secara kuat,” tuturnya.

Lolly juga menambahkan penggunaan AI tidak sepenuhnya dilarang, namun tidak boleh berlebihan dan harus tetap dalam koridor yang ditetapkan Mahkamah Konstitusi.

“Berkenaan dengan batas penggunaan AI itu apa sih? Sebetulnya kan sudah ada ya, keputusan Mahkamah Konstitusi tahun 2023 berkenaan dengan citra diri. Jadi, bunyi putusannya itu menyatakan bahwa penggunaan AI itu harus ada dalam batas yang wajar, tidak boleh ada manipulasi yang berlebihan,” kata Lolly.

Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Putusan Nomor 166/PUU-XXI/2023 secara jelas melarang penggunaan AI yang berlebihan dalam kampanye pemilu.

MK memutuskan foto atau gambar dalam kampanye pemilihan umum tidak boleh direkayasa atau dimanipulasi secara berlebihan dengan bantuan teknologi AI.
Ketentuan tersebut merupakan tafsir baru MK terhadap frasa “citra diri” yang berkaitan dengan foto/gambar dalam Pasal 1 angka 35 Undang-Undang Pemilu.

Pada mulanya, Pasal 1 angka 35 hanya berbunyi “Kampanye pemilu adalah kegiatan peserta pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau citra diri peserta pemilu.”

MK menilai, frasa “citra diri” dalam pasal dimaksud belum memberikan batasan tegas. Padahal, sebagai ketentuan umum, pasal tersebut seharusnya memberi pengertian yang jelas karena akan digunakan sebagai rujukan dari ketentuan yang terdapat pada norma lainnya di UU Pemilu.

Kondisi tersebut, menurut Mahkamah, berpotensi menimbulkan multitafsir atau ketidakjelasan dan berpeluang memunculkan praktik-praktik peserta pemilu menampilkan jati dirinya yang mengandung rekayasa atau manipulasi.

Oleh sebab itu, MK mengubah pemaknaan frasa “citra diri” dengan mewajibkan peserta pemilu menampilkan foto/gambar tentang dirinya yang original dan terbaru serta tanpa direkayasa/dimanipulasi secara berlebihan dengan bantuan AI. (ANT/KN)

Menkeu Buka Peluang Permanenkan Tarif PPh Final UMKM 0,5 Persen

0

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang untuk menjadikan tarif Pajak Penghasilan (PPh) final usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar 0,5 persen sebagai kebijakan permanen.

Namun, ia menegaskan bahwa peluang tersebut harus dibarengi kepatuhan penuh dari pelaku UMKM dalam melaporkan omzet usaha mereka. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi praktik memanipulasi omzet demi mendapatkan beban pajak lebih rendah.

“Aspirasi yang bagus. Nanti kita lihat keadaannya seperti apa. Sebetulnya kalau betul-betul mereka UMKM enggak ngibul-ngibul,harusnya sih enggak apa-apa dipermanenkan,” kata Purbaya dalam taklimat media, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah akan memantau kondisi perekonomian dalam dua tahun ke depan, termasuk implementasi kebijakan pajak UMKM di lapangan sebelum mengambil keputusan.

“Nanti kita lihat dua tahun ke depan seperti apa deh (ekonominya). Biar saya lihat dulu seperti apa implementasinya di lapangan,” kata Menkeu.

Pemerintah telah memperpanjang pengenaan PPh final UMKM sebesar 0,5 persen hingga 2029. Insentif ini diberikan kepada pelaku usaha dengan omzet bruto maksimal Rp4,8 miliar per tahun.

Tarif tersebut berlaku sebagai bentuk penyederhanaan kewajiban perpajakan bagi sektor UMKM yang berkontribusi besar pada perekonomian nasional.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan insentif pajak ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang dilanjutkan.

“Yang empat program adalah yang akan dilanjutkan di 2026. Yang pertama terkait PPh final bagi UMKM yang pendapatannya Rp4,8 miliar setahun. Pajak finalnya setengah persen (0,5 persen) dilanjutkan sampai 2029,” kata Menko Airlangga.

Ia merinci bahwa pemerintah memberikan insentif PPh final sebesar 0,5 persen bagi wajib pajak pribadi UMKM guna meringankan beban pajak dan menyederhanakan kewajiban administrasi.

Insentif PPh final sebesar 0,5 persen tersebut, bahkan tidak hanya diperpanjang sampai 2026, namun sampai 2029, sehingga memberikan kepastian bagi UMKM.

Khusus untuk tahun 2025, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 triliun dengan wajib pajak UMKM terdaftar mencapai 542 ribu, berdasarkan data Ditjen Pajak Kementerian Keuangan. (ANT/KN)

Aspri Hotman Paris Mangkir dari Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi CSR BI

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan asisten pribadi dari pengacara Hotman Paris, Wela Arista (WA), mangkir dari panggilan sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (corporate social responsibility/CSR) Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

“Sampai dengan saat ini yang bersangkutan belum hadir, dan tidak ada konfirmasi yang diterima penyidik,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Oleh karena itu, Budi mengatakan KPK akan berkoordinasi dan menjadwalkan ulang pemanggilan Wela Arista sebagai saksi kasus CSR BI-OJK.

Saat ini, KPK masih melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam penyaluran dana program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) atau dugaan korupsi dalam penggunaan dana Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan Penyuluh Jasa Keuangan (PJK) tahun 2020–2023.

Perkara tersebut bermula dari laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan pengaduan masyarakat, kemudian KPK melakukan penyidikan umum sejak Desember 2024.

Penyidik KPK telah menggeledah dua lokasi yang diduga menyimpan alat bukti terkait dengan perkara tersebut.

Dua lokasi tersebut adalah Gedung Bank Indonesia di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, yang digeledah pada 16 Desember 2024, dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan yang digeledah pada 19 Desember 2024.

Pada 7 Agustus 2025, lembaga antirasuah itu menetapkan anggota Komisi XI DPR RI periode 2019–2024 Satori (ST) dan Heri Gunawan (HG) sebagai tersangka kasus tersebut. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Terima Medali Kehormatan Tertinggi dari Raja Yordania

0

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menerima medali kehormatan tertinggi “Bejeweled Grand Cordon Al-Nahda” (Order of the Renaissance) dari Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Medali kehormatan tersebut merupakan penghargaan tertinggi dan paling bergengsi yang diberikan oleh Raja Abdullah II.

Dalam prosesi penyerahan medali kehormatan itu, Presiden Prabowo dan Raja Abdullah berdiri sejajar. Lalu Raja Abdullah menyelempangkan medali kehormatan tersebut ke sisi bahu kanan Presiden Prabowo. Keduanya lalu saling bersalaman dan berpelukan.

Diketahui, medali kehormatan tersebut biasanya dianugerahkan kepada raja, pangeran, dan kepala negara. Medali ini juga dapat diberikan kepada perdana menteri.

Penghargaan itu dianugerahkan kepada warga sipil, prajurit pria dan wanita, warga Arab dan warga negara asing, sebagai penghargaan atas jasa mereka yang luar biasa di tingkat nasional, regional, maupun internasional.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk penghargaan oleh Raja Abdullah II kepada Presiden Prabowo, sekaligus menjadi kebanggaan bagi Indonesia.

“Itu merupakan bentuk penghargaan ya saya kira. Saya kira kebanggaan juga buat kita, Bapak Presiden menerima,” ucap Sugiono.

Sebelumnya dalam pertemuan bilateral kedua pemimpin negara, Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia dan Yordania telah menjalin hubungan yang solid sejak 74 tahun silam. Selain itu, kedua negara juga memiliki kedekatan historis dan emosional yang kuat.

“Kedua negara kita telah menikmati hubungan yang erat sejak terjalinnya hubungan diplomatik 74 tahun lalu pada Oktober 1951. Di sisi lain, seperti Anda ketahui, saya memiliki ikatan emosional dengan Yordania,” ujar Prabowo.

Prabowo menyampaikan dirinya memiliki ikatan khusus dengan Yordania saat lebih dari 20 tahun lalu diterima dengan hangat oleh mendiang Raja Hussein bin Talal.

Pemerintah Indonesia berharap dapat membahas peluang kerja sama baru dan mempererat hubungan bilateral dengan Yordania di tengah dinamika geopolitik global.

“Kami ingin bekerja sama lebih dekat dengan Anda, dan kami juga ingin mengucapkan terima kasih karena telah menerima banyak anak muda kami yang sedang dilatih di Yordania hingga saat ini. Terima kasih banyak,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Raja Abdullah II menegaskan komitmen Yordania untuk terus memperkuat solidaritas dengan Indonesia.

Raja Abdullah II menyoroti hubungan panjang dan persaudaraan yang terjalin di antara kedua negara maupun secara pribadi dengan Presiden Prabowo.

“Saya bangga dan terhormat berada di sini, bangga dan terhormat menyebut Anda sahabat lama saya. Saya tahu bahwa dalam pembahasan kita malam ini dan besok, ada banyak peluang baru untuk memperkuat ikatan antara Indonesia dan Yordania,” ucap Raja Abdullah II. (ANT/KN)

Backpacker Murah Bali–Singapura–Malaysia (6): Sehari Tanpa Target, KLCC, dan Petualangan Digital di Space & Time

DI Kuala Lumpur, saya memang tidak memasang target wisata tertentu. Kota ini sudah beberapa kali saya kunjungi, dan sebagian besar ikonnya pun sudah saya datangi.

Batu Caves sudah dua kali saya naiki tangganya yang panjang, dikerubuti merpati dan monyet yang seolah ikut mengawasi langkah. Genting Highlands meninggalkan kesan lewat kabut tebal dan dinginnya udara gunung. Di Cameron Highlands saya pernah memetik stroberi langsung dari kebunnya, sementara Putrajaya menawarkan jembatan-jembatan besar dan bangunan pemerintahan yang megah.

Karena itu, perjalanan kali ini sengaja tidak terburu-buru. Cukup menikmati satu ikon utama sebagai pembuka hari—KLCC. Sisanya, kami biarkan langkah kaki menentukan arah. Tidak mengejar banyak tempat, hanya menikmati Kuala Lumpur.

Dari Berjaya Times Square Hotel, kami memesan Grab menuju KLCC. Tarifnya sekitar RM12 atau kurang lebih Rp40 ribuan. Perjalanan singkat dan lancar. Setibanya di KLCC, suasananya langsung terasa familiar. Twin Towers memantulkan cahaya pagi, para turis sibuk memilih sudut terbaik untuk berfoto, dan area air mancur menjadi titik paling nyaman untuk berhenti sebentar menikmati pemandangan.

Tidak lama setelah itu, kami kembali ke hotel karena handphone istri tertinggal. Sekalian salat dan istirahat sebentar sebelum kembali melangkah keluar. Kami makan siang di mal Berjaya Times, lalu memutuskan menuju Chinatown.

Petaling Street seperti biasa penuh warna. Deretan kios padat, aroma makanan berbaur dari berbagai etnis, dan wisatawan bergerak tanpa henti. Kami berkeliling santai, menikmati suasana tanpa niat belanja banyak.

Dari Chinatown, kami naik Grab menuju Halab Cafe—restoran yang sempat viral karena posisinya tepat di bawah lintasan MRT. Banyak orang datang hanya untuk merasakan sensasi makan sambil melihat kereta melintas di atas kepala. Kami sekadar melihat-lihat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan utama: Space & Time Cube.

Lokasinya berada di lantai 3 Isetan The Japan Store, Lot 10, Bukit Bintang. Saya sudah membaca banyak ulasan: konsep imersif 3-D tanpa kacamata, ruangan visual 720°, interaksi AR, hingga zona multidimensi yang dirancang menyerupai perjalanan lintas ruang-waktu. Tiketnya RM88, kebetulan sedang promo termasuk akses VR World: Rebuild Panorama.

Setelah membeli tiket, kami diarahkan ke tempat penitipan barang. Begitu pintu wahana terbuka, suasananya langsung berubah. Cahaya biru dan ungu menyelimuti ruangan, grafis dinamis bergerak di dinding dan lantai, dan musik ambient membuat langkah pertama terasa seperti memasuki dunia lain.

Di salah satu area, proyeksi dinosaurus muncul seolah melintas di depan kami; di sisi lain, meteor jatuh digambarkan dalam visual berdimensi. Lantainya interaktif—setiap langkah memunculkan pola baru. Beberapa lorong ilusi optik dibuat dengan panel tinggi, membuat ruang sempit terasa jauh lebih luas.

Ada zona fantasi yang penuh cahaya, ada pula area dengan grafis yang mengikuti gerakan tubuh. Kami sempat berhenti sekadar memotret, karena perpaduan warna dan refleksi digitalnya benar-benar menarik.

Bagian VR menjadi pengalaman yang paling kuat. Begitu headset terpasang, dunia sekitar lenyap dan berganti dengan lanskap raksasa yang terasa seperti perpaduan masa lalu dan masa depan. Saya dan istri serasa dibawa ke sebuah dataran luas—struktur-struktur tinggi menjulang, disusun layaknya bangunan megah berlapis, seolah terinspirasi dari peradaban kuno tetapi divisualkan dengan teknologi futuristik.

Pada satu momen, lantai digital di bawah kaki menampilkan lorong panjang seperti jalan masuk ke bangunan besar. Cahaya dari sisi-sisinya bergerak mengikuti langkah, memberi ilusi seolah saya benar-benar berjalan menuruni koridor batu raksasa.
Panel-panel virtual di dinding menampilkan pola geometris kuno yang berubah setiap kali saya menoleh. Mirip pengalaman memasuki ruang rahasia dalam piramid, tetapi dalam versi rekonstruksi modern.

Di adegan berikutnya, visual membawa saya naik ke struktur berundak. Tekstur dindingnya dibuat sedetail mungkin sehingga terasa seperti memegang permukaan batu tua yang berusia ribuan tahun. Ketika simulasi “menaikkan” saya ke titik tertinggi, bentangan lanskap digital terbuka lebar. Pemandangan dari ketinggian yang memberikan sensasi seperti melihat dunia dari puncak sebuah monumen bersejarah.

Efek suara bass rendah muncul setiap kali struktur itu berubah atau “dibangun ulang”. Getar frekuensi rendah ini membuat ilusi gerak terasa sangat nyata, seperti tubuh ikut bergeser mengikuti pergerakan ruang.

Meski tidak secara spesifik meniru Piramida Khufu atau dataran Giza, pengalamannya serupa dengan tur sejarah imersif. Membawa imajinasi pada reruntuhan besar, arsitektur monumental, dan proses rekonstruksi sebuah peradaban.

Gabungan visual, suara, dan ritme pergerakan membuat VR ini terasa hidup—lebih seperti berjalan menembus waktu daripada sekadar bermain gim.

Keluar dari wahana, hari sudah mulai gelap. Bukit Bintang semakin penuh aktivitas. Di satu sudut, sekelompok warga Indonesia duduk santai menikmati pengamen jalanan yang membawakan lagu-lagu Noah, Armada, hingga Wali. Mereka ikut bernyanyi pelan sambil tersenyum—suasananya hangat, akrab, seperti pulang sebentar di tengah kota besar.

Kami berjalan kaki mencari kopi Oriental yang letaknya tidak jauh dari Isetan. Setelah makan dan membeli kopi, kami kembali menuju hotel. Jaraknya tidak sampai satu kilometer; berjalan santai hanya 10 menit sambil menikmati malam terakhir di Kuala Lumpur—lampu neon, lalu lintas yang tidak pernah benar-benar sepi, dan energi khas Bukit Bintang.

Hanya dua malam di Negeri Jiran ini. Besok kami akan meninggalkan Kuala Lumpur dan melanjutkan perjalanan pulang. (bersambung)

Oleh: Agus Susanto S.Hut., S.H., M.H.

Pendidikan dan Lingkungan Sosial Dinilai Penentu Karakter Pemuda, DPRD Berau Dorong Kolaborasi Pembinaan

0

BERAU — Anggota DPRD Berau, Thamrin, menekankan pentingnya membangun ruang positif bagi generasi muda melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Menurutnya, karakter pemuda tidak hanya dibentuk oleh pendidikan formal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial tempat mereka tumbuh.

Thamrin menilai dukungan yang konsisten dan berkelanjutan dibutuhkan agar pemuda Berau mampu berkembang sebagai individu yang kreatif, berdaya saing, dan memiliki fondasi moral yang kuat.

“Anak muda harus diberi ruang untuk memimpin, berinovasi, dan menjadi bagian dari perubahan. Mereka punya potensi besar yang harus kita dukung,” katanya.

Ia menyebut pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menyediakan fasilitas yang mampu menampung ide dan ekspresi positif anak muda—mulai dari ruang kreatif, kegiatan kewirausahaan, hingga wadah pengembangan bakat.

“Jangan sampai energi dan semangat mereka hilang karena tidak diberi kesempatan. Justru tugas kita memastikan mereka punya akses untuk berkembang,” ujarnya.

Selain itu, Thamrin mengingatkan bahwa pendidikan formal tidak dapat berdiri sendiri. Pembinaan karakter, nilai sosial, etika, dan kepedulian terhadap lingkungan harus diperkuat melalui peran keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitar.

“Lingkungan sosial itu sangat menentukan jati diri pemuda. Mereka perlu contoh, bimbingan, dan suasana yang mendukung tumbuh kembang karakter,” jelasnya.

Ia berharap semakin banyak pemuda Berau yang muncul sebagai agen perubahan, baik di tingkat daerah maupun nasional, membawa gagasan dan kontribusi nyata bagi pembangunan.

“Pemuda adalah aset masa depan. Kita semua harus menjadi bagian dari upaya mencetak generasi yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tutupnya. (gs/adv)

Pulau Kakaban dan Maratua Diusulkan Jadi Destinasi Premium, Ketua Komisi I DPRD Berau: Potensinya Sudah Kelas Dunia

0

BERAU — Potensi wisata Pulau Kakaban dan Maratua kembali mendapat sorotan positif dari Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina. Ia menilai dua pulau unggulan itu memiliki modal alam yang sangat kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata premium, sejalan dengan wacana pengembangan yang digagas Pemprov Kaltim bersama Pemkab Berau.

Elita menyebut kekayaan hayati dan karakter unik kedua pulau tersebut sudah lama menjadi daya tarik utama wisata bahari Berau. Danau ubur-ubur tanpa sengat di Kakaban serta keindahan bawah laut Maratua, menurutnya, merupakan aset langka yang hanya dimiliki segelintir daerah di dunia.

“Kakaban dan Maratua punya daya tarik yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Ekosistemnya unik, alamnya terjaga, dan pesonanya sudah bertaraf internasional. Itu modal besar untuk menjadi kawasan wisata premium,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPRD Berau menyambut baik rencana ini, sebab pengembangan wisata premium dinilai dapat meningkatkan nilai tambah pariwisata daerah sekaligus memperkuat posisi Berau sebagai pusat wisata bahari Kalimantan Timur.

“Selama ini wisatawan sudah mengenal kedua pulau itu. Tinggal bagaimana kita mengelolanya lebih serius agar memberikan pengalaman yang lebih eksklusif dan berstandar global,” kata Elita.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pengembangan destinasi tidak boleh mengabaikan aspek kelestarian lingkungan. Menurutnya, keunikan Kakaban dan Maratua justru terletak pada kondisi alam yang masih terjaga, sehingga pengelolaan harus dilakukan secara hati-hati dan profesional.

“Premium bukan hanya soal tarif mahal, tetapi pelayanan yang terstandar, fasilitas yang tertata, dan keberlanjutan ekosistem yang dijaga. Pengembangan ini harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat lokal, baik melalui lapangan kerja maupun peluang usaha,” jelasnya.

Elita optimistis bahwa dengan perencanaan matang dan kerja sama lintas sektor, Berau dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu gerbang wisata bahari unggulan Indonesia.

“Kami yakin Kakaban dan Maratua bisa semakin mendunia. Dengan dukungan semua pihak, pengembangan kawasan ini akan menjadi kebanggaan Berau,” pungkasnya. (gs/adv)

Dermaga Wisata Sanggam Butuh Modernisasi, Komisi III DPRD Berau Soroti Minimnya Fasilitas Pendukung

0

BERAU — Dermaga Wisata Sanggam kembali menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Berau, Grace Warastuty Langsa. Ia menilai kondisi fasilitas yang ada saat ini belum mencerminkan standar sebagai pintu masuk utama menuju destinasi pariwisata unggulan Berau.

Menurut Grace, posisi Dermaga Sanggam sangat strategis. Dari titik inilah wisatawan berangkat menuju Derawan, Maratua, Kakaban, Labuan Cermin, dan sejumlah destinasi laut kelas dunia lainnya. Dengan peran sebesar itu, fasilitas yang tersedia seharusnya mampu memberi kenyamanan dan kesan kuat sejak awal perjalanan wisatawan.

“Ini wajah pariwisata Berau. Kalau dermaganya tidak tertata dan tidak modern, wisatawan tentu punya kesan pertama yang kurang baik,” ujarnya.

Ia menilai pembenahan dermaga harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan. Salah satu sorotan utamanya adalah ketiadaan sistem informasi digital yang menampilkan jadwal keberangkatan dan kedatangan speed boat secara real-time.

“Harus mulai dipikirkan papan informasi digital. Wisatawan butuh jadwal yang jelas dan dapat diakses cepat, supaya perjalanan mereka lebih tertib,” jelasnya.

Selain itu, Grace menyoroti kebutuhan ruang tunggu yang lebih nyaman, fasilitas kebersihan yang memadai, serta akses transportasi pendukung yang terkoneksi baik dengan pusat kota maupun area penginapan.

Dermaga Wisata Sanggam yang terletak di Jalan Milono, Tanjung Redeb.

Ia menyebut standardisasi fasilitas dermaga harus diarahkan pada level destinasi internasional, mengingat pariwisata Berau didominasi oleh wisata bahari yang memerlukan pelayanan yang profesional dan aman. “Kalau kita ingin bersaing sebagai destinasi wisata global, fasilitas dermaga juga harus naik kelas. Wisatawan datang dengan ekspektasi tinggi, dan itu yang harus kita jawab,” tegasnya.

Grace mendorong pemerintah daerah untuk menyusun rencana pengembangan Dermaga Sanggam secara bertahap dan terukur, melibatkan sektor swasta serta masyarakat sekitar sebagai bagian dari ekosistem pariwisata.

“Sinergi semua pihak sangat penting. Dermaga ini harus menjadi etalase pariwisata Berau, bukan sekadar tempat naik turun kapal,” pungkasnya. (gs/adv)

Perlindungan Tenaga Kerja Rentan Diperkuat, Pemkab Kukar Tambah 13 Ribu Peserta BPJS Ketenagakerjaan

TENGGARONG – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi warga berpenghasilan tidak tetap kembali menunjukkan progres besar.

Tahun ini, cakupan perlindungan bagi pekerja rentan di Kukar meningkat drastis, setelah 13.289 warga kembali didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui pendanaan APBD.

Program yang dimulai sejak Oktober 2021 itu kini telah melindungi 35.440 pekerja rentan, mencakup petani, nelayan, pekebun, dan masyarakat lainnya yang pendapatannya tidak stabil serta belum mampu membayar iuran jaminan sosial secara mandiri.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tenggarong, Eka Suryadi, menegaskan bahwa komitmen Pemkab Kukar menjadi kunci keberlanjutan program. “Sejak dijalankan pertama kali pada Oktober 2021, program ini telah mencakup 35.440 pekerja rentan. Di bulan November 2025, jumlah tersebut kembali meningkat dengan tambahan 13.289 peserta baru,” jelasnya.

Eka menyebutkan, bantuan iuran sebesar Rp16.800 per bulan memberikan dua manfaat perlindungan penting sekaligus: Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). “Besaran iurannya hanya Rp16.800 per bulan, namun manfaatnya luar biasa. Jika peserta meninggal, keluarganya berhak atas santunan Rp42 juta. Bila meninggal sebelum tiga bulan masa kepesertaan, maka santunan sebesar Rp10 juta,” terangnya.

Tak hanya itu, peserta yang telah terdaftar tiga tahun atau lebih juga berhak menerima beasiswa pendidikan untuk dua anak, dari TK sampai perguruan tinggi, dengan nilai hingga Rp174 juta. Di Kukar sendiri, sudah tercatat sekitar 135 kasus di mana peserta atau keluarga peserta menerima manfaat program ini.

Guna mempercepat perluasan kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Kukar berkolaborasi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) melakukan edukasi rutin hingga ke desa-desa. Target besar telah disiapkan: mewujudkan Universal Coverage Jamsostek bagi seluruh angkatan kerja.

“Dari sekitar 800 ribu penduduk Kukar, terdapat sekitar 400 hingga 500 ribu jiwa yang masuk kategori angkatan kerja. Harapannya, seluruhnya bisa terlindungi BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Eka memastikan, memperluas perlindungan bagi pekerja rentan adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menurunkan kemiskinan ekstrem dan mengurangi risiko kerentanan ekonomi keluarga.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Kukar atas keberlanjutan pendanaan iuran. “Ini merupakan bukti nyata perhatian pemerintah daerah dalam mendukung visi Kukar Idaman Terbaik melalui perluasan perlindungan sosial bagi tenaga kerja,” tutupnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Ajak Warga Lebih Melek Administrasi, Disdukcapil Kukar Kemas Standar Pelayanan dalam Bentuk Animasi

TENGGARONG – Cara baru dan lebih segar dipilih Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara (Kukar), untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Tak lagi hanya mengandalkan dokumen tebal dan teks panjang, instansi ini bersiap menyajikan Standar Pelayanan (SP) dalam bentuk video animasi yang ringkas, komunikatif, dan mudah dipahami.

Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung misi Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin, terkait Pelayanan Publik Cerdas dalam kerangka Dedikasi Kukar Idaman Terbaik.

Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad Iriyanto, mengatakan penyempurnaan SP tidak lagi sekadar memperbaiki aturan teknis. Tetapi juga memastikan informasi layanan disampaikan dalam format yang ramah warga.

“Selama ini banyak warga sebenarnya bisa memanfaatkan layanan kami, tapi tidak tahu caranya karena malas membaca. Nah, dengan tampilan animasi, harapannya mereka lebih tertarik untuk memahami hak dan prosedur layanan,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Menurut Iriyanto, Standar Pelayanan memiliki peran penting sebagai “kontrak sosial” antara pemerintah dan masyarakat. Di dalamnya tertuang hak warga untuk mendapatkan layanan administrasi kependudukan yang mudah, cepat, gratis, dan transparan.

“Kalau merasa pelayanan kami kurang baik, masyarakat bisa langsung menyampaikan komplain melalui saluran resmi. Tapi sekarang alhamdulillah, yang datang kebanyakan konsultasi, bukan lagi komplain,” jelasnya.

Selain inovasi penyajian SP, Disdukcapil Kukar juga memperluas kemudahan layanan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia atau orang dewasa yang baru memiliki kebutuhan legalitas dokumen.

Salah satu terobosan besar adalah pengurusan akta kelahiran dewasa yang kini bisa dilakukan langsung di Disdukcapil tanpa melalui pengadilan, sejalan dengan Permendagri Nomor 108 Tahun 2019.

“Dulu prosesnya lama dan mahal. Sekarang cukup membawa surat pernyataan saksi dari keluarga atau pemerintah desa, langsung bisa kami bantu,” katanya.

Kemudahan serupa juga diberikan bagi warga yang baru mengurus akta kematian lama. Semua proses kini dapat diselesaikan di kantor Disdukcapil, cukup dengan persyaratan administrasi yang sederhana.

Iriyanto menegaskan, semua inovasi ini berujung pada satu tujuan: membuat masyarakat tidak lagi bingung atau enggan mengurus dokumen kependudukan.

“Tujuannya sederhana: masyarakat bisa mengurus dokumen dengan mudah, cepat, tanpa biaya, dan seluruh prosesnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” pungkasnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i