Beranda blog Halaman 234

Melukis untuk Didengar, Kisah Inspiratif dari Siswa SLBN Tenggarong

TENGGARONG — Di sudut sebuah ruang kelas Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Tenggarong yang sederhana, tangan-tangan kecil itu menari dengan penuh kesabaran. Goresan warna yang mereka hasilkan bukan sekadar garis dan bentuk, melainkan kisah tentang keberanian, imajinasi, dan cara mereka memandang dunia.

Bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus, seni bukan hanya keterampilan, tapi juga menjelma sebagai bahasa yang membantu mereka bercerita tanpa kata. Di balik setiap lukisan mereka, ada cerita tentang ketekunan, tentang anak-anak yang sering kali tidak terdengar suaranya, tetapi mampu berbicara lantang lewat karya seni.

Di SLBN Tenggarong, seni lukis menjadi salah satu bidang yang paling bersinar. Dari tempat inilah lahir talenta-talenta yang tak hanya membuat bangga sekolah, tetapi juga mengharumkan nama Kutai Kartanegara (Kukar).

Salah satu siswa SLBN Tenggarong bahkan pernah membawa pulang juara seni lukis tingkat nasional tahun 2015 di Kota Semarang. Sebuah prestasi yang menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah batasan untuk bermimpi besar.

Koordinator keterampilan melukis sekaligus guru SLBN Tenggarong, Siti Masitoh, mengenang momen membanggakan lainnya. Pada tahun 2023, dua karya lukis siswa bernama Mila dan Lia dilelang dalam ajang Wonderful Kukar di Tenggarong Seberang.

Lukisan mereka laku terjual dan dibeli langsung oleh Bupati serta Wakil Bupati Kukar saat itu, Edi Damansyah dan Rendi Solihin. “Bahkan Mila juga berhasil meraih Juara 1 FLS2N Melukis Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2024,” ungkapnya.

Kegiatan melukis di SLBN Tenggarong berlangsung setiap Senin hingga Kamis, diikuti oleh peserta didik dengan ketunaan Autism, Tunarungu, dan Tunagrahita. Namun pembelajaran tidak selalu dilakukan di dalam ruang kelas.

Siti juga kerap mengajak siswa keluar, merasakan angin, melihat langit, memperhatikan jembatan, dan menangkap ekspresi manusia secara langsung. Dengan begitu, seni menjadi alat terapi. Mereka belajar fokus, merasakan ketenangan, dan menemukan cara untuk mengekspresikan diri.

“Jadi mereka langsung melukis objek yang mereka lihat. Misalnya, secara langsung melukis jembatan atau bahkan melukis wajah secara langsung,” ujarnya.

Meski beragam karya indah tercipta setiap pekan, Siti mengakui perjalanan anak-anak ini belum sepenuhnya mendapat ruang yang layak. Karya mereka masih jarang dipamerkan dan kesempatan tampil dalam acara seni masih terbatas.

Ia menyimpan harapan besar agar lebih banyak pintu terbuka bagi anak-anak luar biasa ini. SLBN Tenggarong berhasil membuktikan bahwa semua anak bisa bersinar asal diberi ruang, didengar, dan dipercaya.

“Mudah-mudahan ke depannya bisa bekerja sama lebih baik lagi dan kami bisa diundang pada event-event selanjutnya. Misalnya, jika ada kegiatan kesenian, teater, atau acara pemerintah, kami berharap bisa dilibatkan,” harapnya.

Kisah inspiratif tidak berhenti pada seni lukis. Siti menjelaskan bahwa siswa SLBN Tenggarong memiliki bakat yang luar biasa beragam: mulai dari membatik, tata boga, tata rias, kriya kayu, IT, seni pertunjukan, hingga olahraga.

Prestasi mereka pun bukan sekadar deretan kegiatan kelas. Trofi dan piagam menjadi bukti kerja keras para siswa dan guru. “Untuk olahraga juga banyak yang mendapat penghargaan. Di kantor ada beberapa piala dan baru saja dapat empat trofi. Dari IT juga ada yang juara satu,” tutupnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Polres Tasikmalaya Selidiki Ambruknya Gazebo Unsil, 18 Mahasiswa Terluka

0

TASIKMALAYA – Kepolisian Resor Tasikmalaya menurunkan tim untuk menyelidiki insiden gazebo di lingkungan kampus Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, yang tiba-tiba ambruk menyebabkan 18 mahasiswa luka-luka dan ada juga mengalami trauma.

“Kita tetap akan melakukan proses penyelidikan, dan kita akan bekerja sama dengan instansi terkait,” kata Kepala Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota AKBP Moch Faruk Rozi kepada wartawan di Tasikmalaya, Senin (17/11/2025).

Ia menuturkan kepolisian sudah mendapatkan laporan adanya bangunan bagian depan ruang baca terbuka Fakultas Ilmu Pendidikan Unsil yang amrbuk menimpa mahasiswa di Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Minggu (16/11) siang.

Insiden itu, kata dia, menyebabkan 18 mahasiswa yang sedang beraktivitas di gazebo tertimpa material bangunan sehingga mengalami luka-luka, dan satu orang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit karena luka berat.

“Itu menyebabkan 18 korban jiwa, namun dari 18 korban jiwa itu terdiri dari 17 luka ringan, satu yang luka berat, dan yang luka berat itu sekarang sedang dirawat di salah satu rumah sakit,” katanya.

Ia menyampaikan jajarannya sudah melakukan serangkaian penyelidikan mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), kemudian memeriksa sejumlah saksi dan juga korban.

Hasil temuan sementara di lapangan, kata dia, bangunan tersebut dibangun sejak lima tahun lalu, kondisi material bangunan ditemukan sudah ada yang lapuk.

“Bangunan tersebut sudah berdiri khususnya gazebo itu lebih dari lima tahun dan memang pada saat ini setelah kita melaksanakan olah TKP kita menemukan bahwa ada beberapa rangka kayu yang sudah lapuk,” katanya.

Ia menambahkan kepolisian akan bekerja sama dengan tim ahli pada bidang konstruksi untuk mengidentifikasi dan menyimpulkan penyebab bangunan tersebut roboh.

Kejadian itu, kata dia, dipastikan tidak ada korban jiwa, dan saat ini sudah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut yang hasilnya akan disampaikan kembali kepada publik.

“Kita juga telah melaksanakan kegiatan pemeriksaan CCTV, dan juga ada beberapa orang saksi yang telah diminta keterangan, nanti akan kami ‘update’ kepada teman-teman (media massa) apa hasil penyelidikan kami,” katanya. (ANT/KN)

Menhan Sjafrie Tinjau Kapal Perang Mogami-class di Jepang

0

JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi kapal perang FFM Kumano (Mogami-class) bersama Menteri Pertahanan Jepang saat melakoni kunjungan kenegaraan ke Jepang, Senin (17/11/2025).

Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, Selasa (18/11/2025), dijelaskan bahwa Sjafrie menyampaikan apresiasi atas perkembangan teknologi maritim Jepang.

Dalam kesempatan itu, Sjafrie juga menyampaikan bahwa pihak Indonesia melalui TNI AL membuka kesempatan untuk membuka kerja sama di bidang interoperabilitas teknologi pertahanan laut.
Di tengah kunjungannya, Sjafrie juga menyempatkan diri untuk memberikan penghormatan kepada patung Jenderal Besar Soedirman.

“Kunjungan saya ke Sudirman Statue di Kementerian Pertahanan Jepang menjadi momen yang sarat makna,” kata Sjafrie dalam siaran persnya.

“Bukan hanya sebagai simbol persahabatan Indonesia-Jepang, tetapi juga sebagai pengingat akan jejak sejarah Jenderal Sudirman dalam membangun kemandirian pertahanan bangsa,” tambah dia.

Sjafrie berharap, dengan adanya kunjungan ini, hubungan bilateral dan pertahanan antara Indonesia dan Jepang semakin erat.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba sepakat meningkatkan kerja sama pertahanan, termasuk di antaranya transfer teknologi (ToT) alat utama sistem senjata (alutsista) dan alat pertahanan dan keamanan (alpahankam)

Tidak hanya transfer teknologi, dua negara juga sepakat membentuk forum diskusi antarpraktisi pertahanan dari Indonesia dan Jepang, kemudian menyelenggarakan pertemuan 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan dua negara.

PM Ishiba melanjutkan Jepang melalui kerangka kerja sama official security assistant juga sepakat memberikan kapal patroli berkecepatan tinggi untuk Indonesia.

Terkait hibah kapal itu, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI telah meneken kerja sama pembuatan satu kapal patroli lepas pantai (OPV) buatan galangan kapal Jepang Mitsubishi Shipbuilding Co., Ltd. yang merupakan hibah dari Pemerintah Jepang.

Pembangunan satu unit kapal patroli itu dibiayai sepenuhnya oleh Jepang melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).

Pembangunan satu unit kapal patroli itu dibiayai sepenuhnya oleh Jepang melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).

Sementara itu, untuk kerja sama transfer teknologi alutsista, dua pemimpin negara tidak merinci teknologi-teknologi kunci pertahanan semacam apa yang akan menjadi sasaran. Walaupun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, Jepang konsisten menawarkan pengembangan bersama fregat berkemampuan siluman Kelas Mogami. (ANT/KN)

TNI Latihan Terjun Malam, Hadapi 1.000 Titik Tambang Ilegal di Babel

0

BANGKA BELITUNG – TNI menggelar latihan terjun malam di Bandara Udara Depati Amir, Bangka Belitung untuk melatih kemampuan dalam menjalankan operasi infiltrasi sekaligus menjaga wilayah Bangka Belitung dari maraknya tambang timah ilegal mencapai sekitar 1.000 titik.

Latihan tersebut dipantau langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto beserta jajaran pejabat TNI.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayor Jenderal TNI (Mar) Freddy Ardianzah dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa (18/11/2025) mengatakan, latihan ini diikuti oleh Denmatra 1 dan Brigif Para Raider 18/Trisula yang tergabung dalam latihan gabungan (Latgab) TNI.

Dia melanjutkan, latihan ini dimulai dengan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) yang melalukan penempatan titik pendaratan penerjun.

“Unsur KDOL berperan memastikan keamanan Drop Zone (DZ), melakukan clearance awal, memantau situasi medan, cuaca, dan potensi ancaman, serta memandu penerjunan pasukan dengan tanda visual,” kata dia dalam siaran pers tersebut.

Setelah lokasi pendaratan ditentukan, barulah pasukan melakukan penerjunan malam menggunakan pesawat angkut TNI AU.
Freddy melanjutkan, operasi terjun malam ini pun berjalan dengan lancar dengan nihilnya prajurit yang mengalami cedera.

“Alhamdulillah kita sudah melaksanakan latihan di malam hari ini, yaitu KDOL. Kita terjunkan unsur-unsur dari Denmatra 1 dan juga Brigif 18. Ada total 23 peterjun, 13 dari Denmatra 1, kemudian 10 dari Brigif 18. Alhamdulillah seluruhnya berjalan lancar,” terang dia.

Dengan adanya latihan ini, dia berharap TNI semakin siap diandalkan dalam misi pertempuran sekaligus memperkuat keamanan wilayah Bangka Belitung dari praktik tambang ilegal. (ANT/KN)

KPK Harap Kewenangan Tidak Berubah dalam RUU KUHAP yang Disetujui DPR

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang disetujui DPR RI dalam rapat paripurna tidak mengubah kewenangan lembaga antirasuah.

“Ya mudah-mudahan apa yang menjadi kewenangan KPK tidak berubah,” ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/11/2025).

Sementara itu, Setyo memandang RUU KUHAP yang disetujui DPR tersebut sudah mengakomodasi poin-poin yang membuat KPK tetap dapat menjalankan kewenangannya.

“Pasti sudah diakomodasi karena kan cukup banyak pasal-pasal yang bersinggungan dengan urusan KPK. Pasti segala sesuatunya, hal-hal yang sifatnya prinsip yang jadi kewenangan KPK tetap bisa dijalankan, dan tidak memengaruhi tupoksi (tugas pokok dan fungsi) KPK,” katanya.

Walaupun demikian, dia mengatakan KPK tetap menganalisis RUU KUHAP untuk memetakan pasal-pasal yang dikhawatirkan mengganggu kinerja lembaga antirasuah tersebut.

“Nah itu nanti biar dikaji oleh Biro Hukum, yakni ada tidak dalam RKUHAP (RUU KUHAP) yang bisa menghambat (kinerja, red.). Akan tetapi, harapan saya sih mudah-mudahan tidak ada lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 18 November 2025, Rapat Paripurna DPR RI menyetujui RUU KUHAP untuk disahkan menjadi undang-undang.

Pada tanggal yang sama, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan RUU KUHAP tersebut akan berlaku pada 2 Januari 2026 bersamaan dengan pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru. (ANT/KN)

21 ABK KM BlueRay Selamat dari Kebakaran Kapal di Perairan Kotabaru

0

BANJARMASIN – Tim SAR gabungan menyelamatkan 21 anak buah kapal (ABK) dalam kebakaran Kapal Motor (KM) BlueRay pengangkut batu bara di Perairan Tanjung Pemancingan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putur Sudayana di Banjarmasin, Rabu, mengatakan laporan kecelakaan kapal terbakar diterima pada Selasa (18/11), sekitar pukul 20.30 Wita.

“Kapal saat itu tengah lego jangkar dan melakukan aktivitas loadingbatubara, mengalami kebakaran di bagian kamar mesin,” ujar dia.

Ia mengatakan laporan awal disampaikan oleh PT IDT selaku agen kapal kepada Satpolair Kotabaru dan KSOP Batulicin, kemudian diteruskan ke Pos SAR Kotabaru dan dilaporkan ke Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 21.55 Wita.

“Dalam kejadian tersebut, 21 ABK berhasil selamat tanpa adanya korban meninggal dunia maupun hilang,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan Operasi SAR, tim SAR menggunakan RIB 02 lengkap dengan peralatan evakuasi menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi dan setelah melakukan koordinasi dengan pihak agen kapal, nakhoda, dan pemilik kapal, dipastikan bahwa kondisi seluruh ABK dalam keadaan sehat dan aman.

Putu mengatakan bagian kapal yang terbakar telah dalam kondisi terkendali sehingga ABK tetap siaga di atas kapal sambil menunggu langkah lanjutan dari pihak agen.

“Kami mengapresiasi koordinasi cepat antara seluruh stakeholdermaritim di wilayah Kotabaru. Berkat kesigapan tim di lapangan, situasi dapat segera dikendalikan sehingga 21 ABK selamat. Basarnas akan terus memastikan kesiapsiagaan penuh dalam setiap kejadian yang mengancam keselamatan jiwa, khususnya di wilayah perairan Kalsel,” ujar dia.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, yakni Tim Rescue Pos SAR Kotabaru, Satpolair Kotabaru, Lanal Kotabaru, KSOP Kotabaru, KSOP Batulicin, BPBD Kotabaru, ERT Jhonlin, dan masyarakat. (ANT/KN)

IHSG Menguat, Pasar Tunggu Keputusan BI Tahan Suku Bunga Acuan

0

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar berekspektasi Bank Indonesia (BI) akan menahan tingkat suku bunga acuannya.

IHSG dibuka menguat 22,43 poin atau 0,27 persen ke posisi 8.384,36. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,89 poin atau 0,22 persen ke posisi 845,40.

“Pasar hari ini berfokus pada keputusan BI-Rate yang diperkirakan tetap di level 4,75 persen, untuk menjaga stabilitas Rupiah di tengah tekanan dolar Amerika Serikat (AS),” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Dari dalam negeri, kurs Rupiah mengalami pelemahan di tengah pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini, Rabu (19/11), terkait kebijakan suku bunga acuannya.

Di sisi lain, Indonesia tengah berada dalam momentum strategis seiring temuan cadangan monasit dan rare earth di tambang timah, yang mana membuka peluang besar bagi hilirisasi energi masa depan.

Sementara itu, pemerintah mengambil langkah pragmatis dengan mulai mengimpor minyak dari Amerika Serikat (AS) pada Desember 2025, guna mengurangi ketergantungan terhadap Timur Tengah.

Kombinasi penguasaan bahan baku teknologi tinggi dan diversifikasi pasokan minyak, menjadi strategi dua kaki untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan rilis data Non Farm Payrolls (NFP) AS periode September 2025 pada Kamis (20/11), yang merupakan salah satu data utama yang dipertimbangkan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunganya.

Pada perdagangan Selasa (18/11), bursa saham Eropa ditutup kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 1,85 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 1,27 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,77 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 1,86 persen.

Bursa saham AS di Wall Street juga kompak melemah pada perdagangan Rabu (18/11), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,07 persen ditutup di level 46.091, indeks S&P 500 melemah 0,82 persen ke level 6.617,51, indeks Nasdaq Composite melemah 1,21 persen dan ditutup di level 22.432,75.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 281,93 poin atau 0,57 persen ke 49.001,00, indeks Shanghai menguat 2,19 poin atau 0,06 persen ke 3.942,10, indeks Hang Seng melemah 14,03 poin atau 0,03 persen ke 25.920,00, dan indeks Strait Times menguat 1,54 poin atau 0,04 persen ke 4.506,75. (ANT/KN)

Sri Kumalasari Minta Program Makan Bergizi Menjangkau Semua Kampung

0

BERAU – Pemerataan program Makan Bergizi (MBG) menjadi sorotan DPRD Berau. Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memastikan seluruh anak di pelosok kampung—baik pesisir maupun pedalaman—mendapatkan manfaat yang sama dari program nasional tersebut. Menurutnya, pemenuhan gizi sejak dini sangat menentukan kualitas generasi Berau di masa mendatang.

“Kami mendukung upaya pemerintah daerah agar program nasional ini tidak hanya dinikmati kampung tertentu. Semua anak di daerah terpencil juga berhak mendapatkan asupan gizi yang layak,” ujarnya.

Sri mengatakan, kondisi geografis Kabupaten Berau yang terbentang luas dengan puluhan kampung di daerah pesisir, pedalaman, dan kepulauan sering menjadi tantangan dalam pemerataan program berbasis pangan. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendataan yang benar-benar mencerminkan kondisi lapangan.

“Jangan sampai ada kampung yang terlewat hanya karena persoalan data atau akses. Pendataan harus akurat agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.

Ia menjelaskan, program MBG sejalan dengan fokus pemerintah daerah dalam menekan angka stunting, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Menurutnya, gizi yang memadai pada masa pertumbuhan bukan hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga berpengaruh pada kemampuan belajar dan produktivitas mereka di masa depan.

“Pemberian makanan bergizi di usia dini adalah investasi jangka panjang. Kalau gizinya terpenuhi, anak-anak kita akan tumbuh lebih sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.

Sri menegaskan bahwa DPRD Berau akan terus mengawal pelaksanaan program ini dari tahap perencanaan hingga evaluasi. Pengawasan dilakukan agar distribusi bahan pangan benar-benar sampai ke anak-anak yang membutuhkan, bukan hanya berhenti pada administrasi semata.

Ia berharap pemerintah daerah mampu menjalin koordinasi erat dengan pemerintah pusat, termasuk dalam hal validasi data, distribusi logistik, dan mekanisme pelaporan.

“Program ini bukan hanya tentang memberi makanan bergizi, tetapi tentang membangun masa depan anak-anak Berau yang sehat dan kuat,” pungkasnya. (gs/ADV)

Elita Herlina: Pendidikan Berau Harus Masuk Era Digital, Jangan Fokus Gedung Saja

0

BERAU – Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menegaskan bahwa transformasi pendidikan di era digital tidak bisa lagi ditunda. Ia menilai pemerintah daerah harus mulai menggeser fokus pembangunan pendidikan, dari sekadar memperbaiki infrastruktur fisik menuju penguatan fasilitas teknologi yang merata hingga wilayah pedalaman dan pesisir.

Menurut Elita, perkembangan teknologi kini menjadi faktor utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai Pemkab Berau wajib memastikan semua sekolah memiliki sarana pendukung pembelajaran digital yang setara, tanpa membedakan sekolah kota dan sekolah kampung.

“Sekarang ini pendidikan tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Kalau sekolah di kota sudah punya komputer dan internet, sekolah di pedalaman juga harus bisa menikmati hal yang sama,” tegasnya.

Elita menyoroti alokasi anggaran pendidikan yang setiap tahun tergolong besar. Namun, pemerataan fasilitas pembelajaran digital dinilai masih jauh dari optimal. Banyak sekolah di pesisir dan pedalaman yang belum memiliki laboratorium komputer, perpustakaan digital, maupun akses internet yang stabil—kondisi yang berpotensi memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah.

“Kalau anak-anak di kampung masih belajar tanpa dukungan teknologi, maka kesenjangan kualitas pendidikan akan terus terjadi. Mereka tertinggal bukan karena kemampuan, tetapi karena fasilitas yang tidak memadai,” ujarnya.

Ia mendorong Dinas Pendidikan untuk menyusun peta kebutuhan infrastruktur digital secara menyeluruh agar kebijakan anggaran lebih tepat sasaran. Dengan perencanaan yang matang, pembangunan fasilitas teknologi dapat diarahkan pada sekolah-sekolah yang paling membutuhkan, bukan hanya sekolah yang sudah lebih dulu maju.

Selain itu, Elita juga membuka opsi kolaborasi dengan sektor swasta dan penyedia layanan internet untuk memperluas jaringan ke wilayah terpencil. Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan APBD, tetapi memerlukan dukungan banyak pihak.

“Pendidikan yang merata bukan hanya soal gedung dan bangku, tapi juga soal akses terhadap informasi dan teknologi. Itulah pondasi masa depan Berau yang cerdas dan berdaya saing,” pungkasnya. (gs/ADV)

Pendapatan Wisata Berau Baru Rp400 Juta, DPRD Minta Pemerintah Genjot Event dan Promosi

0

BERAU – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, menyoroti rendahnya kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau. Hingga tahun berjalan, pemasukan dari sektor ini baru berada di kisaran Rp400 juta, angka yang dinilai jauh dari potensi wisata Bumi Batiwakkal yang begitu besar.

Rudi menegaskan, Berau memiliki destinasi wisata kelas nasional bahkan internasional, mulai dari kawasan Kesultanan Sambaliung, wisata pemandian air panas, hingga ikon kepulauan Berau seperti Derawan, Maratua, dan sejumlah titik potensial lainnya. Dengan kekayaan destinasi seperti itu, kata dia, pendapatan Rp400 juta jelas tidak sebanding.

Menurutnya, salah satu faktor yang membuat sektor ini belum optimal adalah kurangnya penyelenggaraan event wisata yang berkelanjutan, terutama di wilayah kepulauan. Ia menilai, kegiatan-kegiatan berskala regional maupun nasional dapat menjadi magnet wisatawan sekaligus memacu perputaran ekonomi lokal.

“Event-event di wilayah pulau harus lebih sering digelar. Konsep yang menarik akan menghidupkan sektor wisata kita dan berdampak pada PAD. Potensi sudah ada, tinggal bagaimana pemerintah menggerakkannya,” ujar Rudi.

Ia menekankan perlunya strategi terpadu antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas lokal. Penguatan promosi, kemudahan akses menuju destinasi, serta dukungan infrastruktur perlu dikelola secara serius agar sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada momentum tertentu.

Rudi juga mendorong inovasi event dengan karakter yang beragam untuk menjangkau pasar wisatawan yang lebih luas. Ia mencontohkan suksesnya gelaran Maratua Jazz Festival, yang menurutnya dapat direplikasi dengan konsep berbeda di daerah lain.

“Kalau kemarin ada Maratua Jazz, ke depan bisa saja Bidukbiduk Musik atau festival tematik lainnya. Setiap genre punya pasar sendiri. Yang penting kemasannya berkelas dan terkonsep dengan baik,” tegasnya.

Dengan potensi geografis dan pesona alam yang dimiliki Berau, Rudi yakin sektor wisata dapat menjadi salah satu sumber PAD andalan apabila dikelola secara profesional dan konsisten. (gs/ADV)