Beranda blog Halaman 233

Gunung Semeru Meletus, 300 Warga Lumajang Dievakuasi ke Pengungsian

0

JAKARTA – Basarnas mengintensifkan upaya evakuasi warga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur sebagai langkah antisipasi bahaya dari letusan susulan Gunung Semeru.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (19/11/2025) malam, mengatakan bahwa personel yang diberangkatkan memperkuat upaya evakuasi warga yang berada di wilayah rawan atau dalam radius paparan material vulkanik Semeru.

“Kami sudah memberangkatkan personel dari Pos SAR Jember untuk membantu evakuasi warga karena ada juga sebagian warga yang sudah melaksanakan evakuasi mandiri,” ujarnya.

Menurut dia, pelaksanaan tugas evakuasi tersebut dilakukan personel Basarnas Pos SAR Jember bersama dengan tim gabungan dari BNPB, dan BPBD, TNI/Polri di daerah.

Petugas gabungan dibagi ke sejumlah titik untuk memastikan proses evakuasi berjalan tertib dan aman, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang tinggal dekat aliran sungai yang hulunya di Gunung Semeru.

Sebagaimana dilaporkan Pusat Pengendalian Operasi BNPB setidaknya malam ini sudah ada 300 orang warga yang dievakuasi ke pengungsian yang disiapkan oleh tim petugas gabungan di Balai Desa Oro-oro Ombo, Balai Desa Penanggal dan gedung SD 2 Supiturang di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Edy memastikan, selain membantu upaya evakuasi, personelnya juga dikerahkan untuk bersiaga memantau aliran sungai yang berasal dari aliran Semeru guna mengantisipasi potensi banjir lahar dingin saat hujan.

Basarnas menilai hal ini penting dilakukan mengingat material vulkanik dapat terbawa hingga ke daerah pemukiman dan jalur akses utama bila curah hujan tinggi mengguyur bagian lereng sekitar pusat erupsi.

“Malam ini tim juga melaksanakan pemantauan antisipasi bila terjadi hujan yang bisa mengakibatkan banjir lahar dingin,” kata Edy, seraya memastikan Basarnas bersama segenap kementerian/lembaga teknis, pemerintah daerah dan juga relawan setempat terus memantau perkembangan untuk memastikan jalur evakuasi tetap aman.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya melaporkan Gunung Semeru meletus pada pukul 16.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak.

Dalam letusan itu, Gunung Semeru menghembuskan awan panas yang memiliki jarak luncur mencapai tujuh kilometer dari arah puncak dengan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut.

Erupsi sempat terekam di seismogram Pos Pemantauan Gunung Api Badan Geologi di Lumajang memiliki amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

Aktivitas erupsi Gunung Semeru itu kemudian dipastikan berakhir pada pukul 18.11 WIB, namun pemerintah dan Badan Geologi masih menetapkan status Level IV (Awas) untuk mengantisipasi potensi aktivitas lanjutan yang mungkin terjadi. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Resmikan Lima Infrastruktur Strategis di Empat Provinsi

0

BANTUL – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan lima infrastruktur transportasi di empat provinsi yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan total investasi mencapai hampir Rp2 triliun.

Agenda peresmian yang berlangsung di Jembatan Kabanaran, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (19/11/2025), terdiri atas Jembatan Kabanaran, Flyover Canguk dan Underpass Joglo di Jawa Tengah, Jembatan Sungai Sambas Besar di Kalimantan Barat, dan Underpass Gatot Subroto di Sumatera Utara.

“Hari ini, kita dapat berkumpul pada acara peresmian Jembatan Kabanaran di Daerah Istimewa Yogyakarta, (serta meresmikan, red) Jembatan Sambas Besar di Kalimantan Barat, Flyover Canguk di Magelang, Underpass Gatot Subroto, dan Underpass Jogja-Solo,” kata Presiden.

Dalam pernyataannya, Kepala Negara memyampaikan terima kasih atas jerih payah semua pihak yang telah bekerja.
Dalam kesempatan itu, Presiden menitipkan pesan agar seluruh infrastruktur dirawat agar memberi terus memberi manfaat besar bagi sektor ekonomi dan pariwisata daerah.

“Dan juga untuk selanjutnya, kalangan PU untuk melaksanakan proyek-proyek infrastruktur dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyebut total keseluruhan pembangunan infrastruktur tersebut mencapai Rp1,97 triliun.

Pembangunan infrastruktur yang meliputi dua jembatan, dua underpass, dan satu flyover itu juga menyerap 10.461 tenaga kerja konstruksi di empat provinsi.

Peresmian pertama ditandai dengan selesainya Jembatan Kabanaran di Daerah Istimewa Yogyakarta. Proyek bernilai Rp863,72 miliar itu dibangun selama 579 hari dengan melibatkan 4.578 tenaga kerja.

Jembatan ini menjadi simpul penting konektivitas di koridor Jalan Lintas Selatan (JLS), memangkas waktu tempuh sekitar 20 menit, serta memperkuat sektor pertanian, logistik, dan pariwisata di wilayah selatan DIY.

Di Jawa Tengah, Presiden meresmikan Flyover Canguk di Kota Magelang dan Underpass Joglo di Kota Surakarta.
Flyover Canguk, yang dibangun dengan anggaran Rp99,60 miliar dalam 395 hari dan menyerap 528 tenaga kerja, hadir untuk mengurai kemacetan di titik strategis Magelang.

Infrastruktur ini meningkatkan efisiensi biaya operasional kendaraan sekaligus mempercepat perjalanan di kawasan simpang Canguk.

Sementara itu, Underpass Joglo di Surakarta menjadi salah satu proyek dengan dampak signifikan. Dibangun selama 390 hari dengan biaya Rp312,9 miliar, underpass ini melibatkan 1.658 tenaga kerja dan mampu mengurangi waktu tempuh dari 5,12 menit menjadi hanya 0,6 menit—efisiensi mencapai 89 persen.
Kecepatan lalu lintas dilaporkan meningkat hingga 300 persen serta berpotensi menghemat biaya operasional kendaraan lebih dari Rp3,2 juta per jam.

Presiden juga meresmikan Jembatan Sungai Sambas Besar di Kalimantan Barat, proyek yang menelan biaya Rp479,77 miliar dan dibangun selama 1.119 hari. Dengan melibatkan 2.543 pekerja konstruksi, jembatan ini memangkas waktu tempuh kawasan dari sebelumnya 1 jam menggunakan feri menjadi hanya lima menit melalui jalur darat.

Infrastruktur ini juga memperkuat konektivitas menuju kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Infrastruktur terakhir, di Sumatera Utara, yakni Underpass Gatot Subroto di Kota Medan. Infrastruktur senilai Rp217,83 miliar ini dibangun dalam 463 hari dengan 1.154 tenaga kerja.

Underpass tersebut mengurangi waktu tempuh di Simpang Manhattan dari 4,25 menit menjadi hanya 1,13 menit, sekaligus memperlancar arus lalu lintas menuju dan dari pusat Kota Medan melalui Jalan Gatot Subroto.

Presiden Prabowo menyatakan bahwa seluruh infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat mobilitas, menekan biaya logistik, dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah. (ANT/KN)

KPU Pastikan Arsip Ijazah Jokowi Tidak Dimusnahkan

0

JAKARTA – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI August Mellaz menyatakan tidak ada pemusnahan arsip ijazah pencalonan Joko Widodo saat akan maju sebagai Wali Kota Surakarta, melainkan penghapusan arsip buku agenda.

“Sudah ada klarifikasi dari KPU Surakarta. Itu tidak dimusnahkan,” ujar August di Gedung KPU RI, Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Ia juga mengatakan bahwa buku tersebut berupa pencatatan nomor dan tanggal penerimaan dokumen ijazah Jokowi.
“Bukan dokumen syarat pencalonan yang dimusnahkan, tetapi registrasi, buku registrasi,” ujarnya.

Penghapusan kearsipan tersebut, kata August, sesuai dengan masa retensi yang tercatat di Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2023 dan terkait ijazah merupakan berkas yang permanen.

“Kalau dokumen syarat pencalonan itu sebenarnya di PKPU 17/2023 itu retensinya ikut undang-undang kearsipan lima tahun. Hanya misalnya statusnya apakah dua tahun aktif, tiga tahun nonaktif dan kalau dokumen pencalonan itu statusnya permanen,” tuturnya.

Menurut ia, pada persidangan sengketa informasi, sesuai pelaporan pemohon yang terdiri atas berbagai elemen masyarakat di Komisi Informasi Pusat menghadapi isu ijazah palsu Jokowi pada Selasa (18/11), terdapat kekeliruan dalam menerangkan kearsipan tersebut.

“Mungkin dia (termohon yang mewakili lembaga umum negara, yakni UGM, red) juga nervous ya. Jadi, bukan, dia sudah katakan buku agenda yang dimusnahkan itu dokumen yang kayak kita buku tamu. Jadi, bukan dokumennya (ijazah),” ujarnya.

August melanjutkan bahwa setiap pemusnahan berkas fisik harus mengikuti peraturan yang ada, termasuk membuat dokumen digital yang dapat diakses.

“Bahkan kalau ada pemusnahan, kalau misalnya keterangannya itu bisa dimusnahkan itu pun ada syarat. Harus dibuatkan misalnya digitalnya,” katanya. (ANT/KN)

Gempa Bumi Magnitudo 3,1 Guncang Kabupaten Bandung

0

BANDUNG – Gempa bumi tektonik dengan kekuatan Magnitudo 3,1 kembali mengguncang wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (19/11/2025) malam sekitar pukul 22.54 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya mencatat hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,22 derajat Lintang Selatan (LS) dan 107,58 derajat Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di darat pada kedalaman 5 kilometer.

BMKG melaporkan gempa bumi itu dirasakan di daerah Kabupaten Bandung dengan skala intensitas II hingga III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda ringan yang digantung bergoyang, dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

Daerah yang terkena dampak guncangan, yakni di Kertasari, Cimaung, Pangalengan, hingga Pameungpeuk. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.

Gempa dangkal serupa sebelumnya juga terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 10.10 WIB dengan magnitudo 2,9.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif wilayah setempat.

Teguh mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat mesti memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

“Perkuat juga mitigasi bencana baik struktural maupun kultural dan melakukan edukasi secara masif terkait potensi gempa dan dampak serta mitigasinya,” kata Teguh Rahayu. (ANT/KN)

Gubernur Jabar Damaikan Tiga Kepala Desa di Karawang untuk Atasi Banjir

0

KARAWANG – Gubernur Jawa Barat mendamaikan tiga kepala desa yang bersitegang terkait dengan proyek pengerukan aliran sungai sebagai upaya mengatasi banjir di wilayah Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

“Ketiga kepala desa di Karawang kini sudah bersepakat untuk bersama-sama menyelesaikan problem banjir di daerahnya masing-masing,” kata Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, di Karawang, Rabu (19/11/2025).

Tiga kepala desa di Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, yakni Kades Purwadana E Heryana, Kades Wadas Jujun Junaedi serta Kades Sukamakmur Dede Sudrajat sebelumnya bersitegang terkait dengan proyek pengerukan aliran sungai.

Keributan antara tiga kades itu sebelumnya dipicu karena salah satu dari tiga kades itu ada yang dianggap offset karena melaksanakan proyek pengerukan aliran sungai di luar desanya.

Proyek pengerukan aliran sungai di wilayah Kecamatan Telukjambe Timur itu merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melibatkan Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur.

Tiga kepala desa di Karawang yang sempat bersitegang itu sempat dipanggil oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk membahas persoalan di daerahnya masing-masing.

Usai pertemuan dengan tiga kepala desa di Kecamatan Telukjambe Timur itu, Dedi menyatakan, ketiga kades itu sudah sepakat untuk berdamai. Mereka tidak akan membuat keributan lagi karena ketiganya akhirnya ditugaskan Dedi untuk mengawal percepatan program Pemprov Jabar.

Untuk Kades Sukamakmur ditugaskan untuk melakukan pemantauan aliran air dari di jalan Interchange Karawang Barat, mengidentifikasi bangunan liar yang berada di daerah aliran sungai.

Sedangkan Kades Wadas mendapatkan tugas melakukan pembongkaran bangunan yang bermasalah, serta melakukan pengawalan proses penertiban agar berjalan aman dan tertib.

Sementara Kades Purwadana ditugaskan merapikan saluran air di luar area, membuat pintu saluran, serta mengupayakan agar Resinda memberikan izin akses jalan.

Gubernur menegaskan, fokus utama dari seluruh tugas tersebut ialah untuk  mengurangi potensi banjir di wilayah sekitar Telukjambe Timur, Karawang.

Pemprov Jawa Barat memastikan koordinasi lintas desa ini akan terus dilakukan agar berbagai permasalahan tata ruang, drainase, dan pengelolaan lingkungan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.

Pemerintah juga mengajak seluruh warga untuk mendukung proses penataan aliran sungai tersebut demi terciptanya lingkungan yang lebih aman, tertib dan terbebas dari ancaman banjir.  (ANT/KN)

Jelang Tingkiland Fest, Aliansi Peduli Kukar Minta Keterlibatan Komunitas Lokal Diperluas

TENGGARONG – Dorongan agar event-event daerah di Kutai Kartanegara (Kukar) lebih berpihak kepada pelaku seni lokal kembali disiarkan oleh Aliansi Peduli Kukar, yang menggelar menggelar aksi partisipatif yang diikuti audiensi resmi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, pada Kamis (20/11/2025).

Aksi ini bukan sekadar menyampaikan keluhan, tetapi mengusung agenda besar, yaitu memastikan anggaran hiburan daerah digunakan secara efisien, tepat sasaran, dan memberi ruang sebesar-besarnya bagi talenta lokal yang selama ini dinilai belum mendapatkan porsi memadai.

Ketua Aliansi Peduli Kukar, Fajri, menyampaikan bahwa beberapa kelompok musisi lokal masih belum terakomodasi dalam penyelenggaraan event besar, termasuk Tingkiland Fest 2025.

“Kami meminta agar talent lokal tetap diberdayakan. Ada sekitar tujuh grup yang belum tergabung dalam Tingkiland Fest, dan hari ini kami ajukan sekitar sepuluh grup musisi lokal tambahan,” ujar Fajri.

Ia menambahkan, aliansi kini menunggu tindak lanjut dari pemerintah sebelum menentukan langkah berikutnya. “Setelah ini, sikap aliansi masih akan kami pelajari sambil menunggu hasil diskusi di atas,” jelasnya.

Audiensi tersebut diterima oleh Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto. Pemerintah menyampaikan bahwa kritik dan aspirasi tersebut akan menjadi bahan penyusunan konsep event yang lebih inklusif.

“Nanti kita buat konsep yang lebih bagus, agar ada keadilan dalam pengisian setiap event. Kita ingin mengakomodasi seluruh pelaku lokal, baik seni, budaya, musisi, dan lainnya,” kata Arianto.

Arianto juga memastikan bahwa para musisi lokal yang hadir dalam audiensi tetap akan mendapatkan ruang tampil di Tingkiland Fest. Namun jumlah final penampil masih menunggu hasil pembahasan.

Tingkiland Fest 2025 dijadwalkan berlangsung pada 22–23 November 2025. Melalui akun Instagram resmi, panitia mengumumkan kehadiran musisi nasional Bilal Indrajaya dan band legendaris Element.

Sementara dari Kukar, sejumlah nama telah dikurasi, seperti Enji, Petala Echoes of Kutai, AJB Gambus Techno, serta beberapa musisi daerah lainnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Keluhan Pengurusan PBG Menggunung, DPRD Berau Siap Panggil OPD

0

BERAU – Ramai keluhan warga terkait rumitnya pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) membuat DPRD Berau turun tangan. Anggota Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong, menilai sistem baru pengganti IMB itu justru menimbulkan kebingungan karena prosedurnya terlalu teknis dan sulit dipahami masyarakat.

Ia mengungkapkan, banyak warga datang langsung menyampaikan keluhan karena merasa dipersulit ketika mengurus PBG. Selain tahapan yang dianggap berbelit, biaya pengurusan juga disebut tidak jelas dan cenderung memberatkan.

“Kami menerima banyak laporan warga yang kesulitan mengurus PBG. Prosedurnya terlalu teknis dan membingungkan, apalagi bagi masyarakat yang tidak paham sistem digital. Bahkan ada yang mengeluhkan biaya yang tidak transparan,” kata Feri.

Menindaklanjuti persoalan ini, DPRD berencana memanggil sejumlah OPD terkait untuk meminta penjelasan terbuka soal mekanisme PBG di daerah. Langkah ini, menurutnya, penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan kepastian pelayanan dan kejelasan aturan.

“Dalam waktu dekat kami akan memanggil OPD yang menangani PBG. Kami ingin memastikan semua pihak memahami aturan, prosedur, dan biayanya dengan jelas supaya masyarakat tidak merasa dirugikan,” tegasnya.

Feri juga menekankan perlunya sosialisasi yang lebih masif dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Ia menilai perubahan kebijakan dari IMB ke PBG seharusnya membawa kemudahan, bukan menjadi beban baru.

“Inti pelayanan publik itu kemudahan. Kalau sistem baru justru membuat warga semakin kesulitan, berarti ada yang perlu dibenahi,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera memperbaiki alur layanan agar PBG tidak lagi menjadi momok bagi masyarakat yang ingin mengurus legalitas bangunan. (gs/ADV)

Editor: Agus S

Investasi Non-Tambang Jadi Kunci Masa Depan Ekonomi Berau

0

BERAU – Ketergantungan ekonomi Berau pada pertambangan dan perkebunan sawit dinilai sudah terlalu besar dan perlu segera diimbangi dengan sektor lain yang lebih berkelanjutan. Anggota Komisi III DPRD Berau, Grace Warastuty Langsa, mendorong pemerintah daerah membuka pintu lebih lebar bagi hadirnya investor baru di sektor non-ekstraktif.

Menurutnya, struktur ekonomi Berau yang masih didominasi dua sektor utama itu membuat daerah rawan terpukul jika terjadi perubahan kebijakan nasional atau gejolak harga global. Karena itu, diversifikasi ekonomi harus menjadi agenda mendesak.

“Berau punya potensi besar di pariwisata, perikanan, industri kreatif, hingga energi terbarukan. Pemerintah harus mulai menyiapkan strategi dan paket kebijakan yang membuka peluang investasi di sektor-sektor ini,” kata Grace.

Ia menegaskan, keterbukaan terhadap investasi tidak berarti melonggarkan aturan atau mengabaikan aspek lingkungan hidup. Sebaliknya, pemerintah daerah harus memastikan sistem layanan perizinan berjalan cepat, transparan, dan memberi kepastian.

“Kita butuh iklim investasi yang sehat dan jelas, tapi tetap menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan. Jangan sampai investor enggan masuk hanya karena birokrasi berbelit dan tidak pasti,” ujarnya.

Grace juga mengingatkan bahwa daya tarik investasi tidak hanya bergantung pada kekayaan alam, tetapi juga pada kepastian hukum, tata kelola yang baik, serta komitmen daerah menjaga lingkungan.

Ia berharap Pemkab Berau dapat memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi nasional untuk membangun kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar transformasi ekonomi benar-benar berjalan.

“Dengan begitu, ekonomi Berau bisa tumbuh lebih inklusif, berdaya saing, dan tidak terus bergantung pada sektor-sektor ekstraktif,” pungkasnya. (gs/ADV)

Editor: Agus S

Kawasan Kakaban Harus Dijaga Ketat dari Risiko Pembangunan

0

BERAU – Rencana penataan kawasan wisata unggulan Pulau Kakaban kembali mendapat perhatian serius dari DPRD Berau. Anggota Komisi III DPRD Berau, Sa’ga, menegaskan bahwa pembangunan boardwalk dan fasilitas pendukung di Danau Ubur-ubur harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu habitat satwa endemik di kawasan konservasi tersebut.

Ia menilai langkah Disbudpar Berau melanjutkan pembangunan jalur tracking memang dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung. Namun, Kakaban bukan destinasi biasa. Ekosistemnya sangat sensitif dan membutuhkan perlindungan maksimal, sehingga seluruh proses pembangunan harus disertai kajian lingkungan yang matang.

“Perbaikan fasilitas itu penting, tapi bukan berarti kita boleh abai. Setiap pembangunan di kawasan konservasi wajib disertai kajian lingkungan dan pengawasan ketat. Jangan sampai jalur wisata yang kita bangun justru mengancam habitat ubur-ubur,” tegas Sa’ga.

Menurutnya, Danau Ubur-ubur adalah ekosistem rapuh yang bisa terdampak oleh gangguan sekecil apa pun. Karena itu, setiap tahapan pembangunan harus memperhitungkan dampak terhadap kualitas air, pergerakan satwa, hingga kondisi vegetasi di sekitar danau.

“Kawasan ini unik dan sangat sensitif. Prinsip kehati-hatian itu wajib, bukan pilihan,” tambahnya.

Sa’ga juga menyoroti peran masyarakat lokal sebagai elemen penting dalam keberlanjutan pariwisata Kakaban. Ia menilai keterlibatan warga bukan hanya penting untuk pengawasan, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap kawasan wisata.

“Masyarakat sekitar tidak boleh hanya jadi penonton. Mereka harus dilibatkan, mulai dari pengelolaan sampai pengawasan, karena merekalah yang paling memahami karakter alam dan budaya setempat,” jelasnya.

Ia berharap Disbudpar Berau dapat menyeimbangkan antara pengembangan fasilitas wisata dan pelestarian lingkungan, sehingga Kakaban tetap menjadi destinasi unggulan yang berkelanjutan dan aman bagi generasi mendatang. (gs/ADV)

Editor: Agus S

KNPI Cup 2025, Kolaborasi Besar Dispora dan Pemuda Kukar dalam Majukan Olahraga

TENGGARONG — Turnamen Futsal KNPI Kukar Cup 2025 bukan sekadar kompetisi olahraga. Kegiatan yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutai Kartanegara (Kukar) ini, menjelma menjadi ruang kolaborasi besar antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah. Tujuannya untuk memperkuat ekosistem pembinaan pemuda di seluruh kecamatan.

Turnamen yang berlangsung di Gedung Bela Diri, Kompleks Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang, Selasa (18/11/2025) ini, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni. Ia menegaskan pentingnya sinergi dalam gerakan kepemudaan dan pengembangan olahraga.

Aji Ali menyampaikan bahwa KNPI Cup merupakan buah dari kerja bersama antara Dispora dan KNPI, yang sejak awal telah merancang berbagai program untuk memperkuat kapasitas pemuda.

“Futsal KNPI Cup tahun 2025 ini adalah bentuk kerjasama atas program yang telah kita buat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga bersama kawan-kawan KNPI,” ujarnya.

Menurut Aji Ali, turnamen ini memiliki arti strategis karena hadir sebagai ajang konsolidasi pemuda di seluruh kecamatan. Dukungan penuh KNPI yang terbentuk hingga 20 kecamatan menjadi kekuatan penting untuk mendorong olahraga sebagai alat pembinaan karakter.

“KNPI di 20 kecamatan ini akan mengawal perkembangan olahraga, tidak hanya futsal tetapi olahraga-olahraga lain yang populer di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menekankan bahwa ruang gerak KNPI dalam membuat program kepemudaan sangat luas. Selama dilakukan dengan serius dan terarah, KNPI Kukar dapat menghadirkan berbagai inovasi yang memberi nilai tambah bagi generasi muda.

Tingginya minat peserta menjadi bukti bahwa futsal masih menjadi olahraga favorit pemuda Kukar. Namun karena keterbatasan waktu, panitia terpaksa membatasi jumlah peserta.

“Alhamdulillah antusiasme peserta luar biasa. Tapi tahun ini kita membatasi karena setelah ini akan ada lagi turnamen bola voli,” jelasnya.

Pembatasan ini, menurut Aji Ali, akan menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan tahun berikutnya. Mulai dari mekanisme pendaftaran hingga sasaran peserta akan ditingkatkan agar turnamen mendatang dapat menjangkau lebih banyak kalangan.

Meski dibatasi tahun ini, Aji Ali optimistis turnamen Futsal KNPI Cup akan terus berkembang menjadi ruang pembinaan yang lebih besar dan lebih berkualitas di masa depan. Animo futsal yang tinggi, baik dari sekolah maupun klub independen, menjadi modal kuat untuk memperluas cakupan kegiatan.

“Animo futsal sangat luar biasa, baik di sekolah maupun klub-klub. Insya Allah ke depan bisa kita kembangkan lebih besar,” pungkasnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i