Beranda blog Halaman 167

Pelepasan SD Advent Sendawar Jadi Momentum Apresiasi Perjuangan Siswa

0
Foto: Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kubar, Mobilala, membacakan sambutan Bupati pada pelepasan siswa SD Advent Sendawar di Gedung PKK Kubar. (Dok. Istimewa)

SENDAWAR – Sebanyak 24 siswa-siswi SD Advent Sendawar mengikuti acara pelepasan dan Graduation Kelas VI Tahun Pelajaran 2025-2026 di Gedung PKK Kutai Barat, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Jumat (12/6/2026).

Sambutan Bupati Kutai Barat dibacakan Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kubar, Mobilala. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SD Advent Sendawar atas terselenggaranya kegiatan perpisahan dan kelulusan yang menjadi momentum penting untuk menghargai perjalanan belajar para siswa selama enam tahun menempuh pendidikan dasar.

“Acara perpisahan dan kelulusan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum menghargai perjuangan, kerja keras, disiplin, serta keberhasilan peserta didik menyelesaikan pendidikan dasar,” ujarnya.

Mobilala menegaskan pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, moral, dan nilai-nilai spiritual sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Dengan mengusung tema “To Reach Infinity and Beyond with God”, kegiatan tersebut diharapkan mampu memotivasi para lulusan untuk terus mengembangkan potensi diri, meraih cita-cita setinggi mungkin, serta menjadikan iman dan nilai kebaikan sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.

“Generasi muda menghadapi tantangan era teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan transformasi dunia kerja yang semakin dinamis. Selain kecerdasan akademik, peserta didik juga harus memiliki karakter yang kuat, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan integritas tinggi,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, lanjutnya, berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan sektor pendidikan. Sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, lembaga keagamaan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan generasi Kubar yang unggul, berkarakter, cerdas, sehat, dan berdaya saing.

Ia juga memberikan apresiasi kepada SD Advent Sendawar yang dinilai berhasil menerapkan pendidikan yang seimbang antara pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan penguatan iman.

“Kepada orang tua, selamat atas keberhasilan putra-putri yang telah menyelesaikan pendidikan dasar. Kepada guru dan tenaga kependidikan, kami menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendidik serta membentuk karakter generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Mobilala turut mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan Kelas VI SD Advent Sendawar Tahun Pelajaran 2025-2026 dan berharap mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan semangat belajar yang kuat, karakter yang baik, serta iman yang teguh.

“Gapailah cita-cita setinggi mungkin. Jangan takut bermimpi besar. Jadilah generasi yang berprestasi, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan Kabupaten Kutai Barat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Sekretaris Daerah Kutai Barat Kamius Junaidi, Ketua Yayasan Pendidikan Advent Sendawar beserta jajaran, orang tua siswa, tokoh agama, guru, dan tenaga kependidikan. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Kampung Lutan Jadi Lokasi Panen Jagung Perdana Polres Mahulu Tahun 2026

0
Foto: Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah (empat dari kiri) berfoto bersama usai panen jagung di Kampung Lutan. (Dok. Polres Mahulu)

UJOH BILANG – Polres Mahakam Ulu menggelar panen jagung Kuartal I Tahun 2026 di Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, Jumat (12/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional.

Panen jagung dipimpin langsung Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah. Turut hadir jajaran Polres Mahulu, unsur pemerintah kampung, kelompok tani, serta personel Polsek Long Hubung.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian sebagai penopang perekonomian masyarakat Mahulu.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai isu terkait pengembangan sektor pertanian turut dibahas, mulai dari optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan produktivitas hasil pertanian, penguatan kelompok tani hingga kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.

“Dalam kegiatan panen ini juga dibahas berbagai upaya penguatan sektor pertanian, optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan produktivitas hasil tani, pengembangan kelompok tani, hingga kebutuhan sarana dan prasarana pendukung,” ujar AKBP Eko Alamsyah.

Kapolres menambahkan, masyarakat dan kelompok tani juga menyampaikan sejumlah aspirasi serta kendala yang masih dihadapi dalam pengembangan pertanian di wilayah mereka.

Menurutnya, masukan tersebut menjadi perhatian penting untuk ditindaklanjuti melalui sinergi antara Polri dan pemerintah daerah.

“Kami dari Polres Mahulu berkomitmen menampung seluruh masukan masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mencarikan solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi petani,” tegasnya.

Melalui kegiatan panen jagung ini, Polres Mahulu berharap sektor pertanian di wilayah Mahulu dapat terus berkembang, produktivitas petani meningkat, serta mampu mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Mahulu Pastikan Kelompok Rentan Terlibat dalam Perencanaan Pembangunan

0
Foto: Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, saat membuka Musrenbang Tematik Kelompok Rentan untuk penyusunan RKPD Mahulu Tahun 2027 di Kantor Bappedalitbangda Mahulu. (Dok. Istimewa)

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Tematik Kelompok Rentan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, di Ruang Serbaguna Kantor Bappedalitbangda Mahulu, Kamis (11/6/2026).

Dalam sambutan Bupati Mahulu yang dibacakannya, Suhuk menegaskan Musrenbang Tematik Kelompok Rentan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Melalui forum ini, pemerintah daerah memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan, memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurut Suhuk, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Ia menegaskan setiap warga memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dan merasakan manfaat pembangunan.

Kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan, anak-anak, lanjut usia, masyarakat miskin, masyarakat hukum adat, hingga komunitas adat terpencil harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pembangunan.

“Oleh karena itu, Musrenbang Tematik ini menjadi ruang strategis untuk menghimpun masukan yang akan menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.

Suhuk juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, lembaga masyarakat, organisasi penyandang disabilitas, organisasi perempuan, tokoh adat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

“Pemkab Mahulu berkomitmen terus memperkuat pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Komitmen itu diwujudkan melalui penguatan akses pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan peran masyarakat adat,” tegasnya.

Musrenbang Tematik Kelompok Rentan ini diharapkan menghasilkan berbagai usulan dan rekomendasi yang menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan RKPD Mahulu Tahun 2027.

Dengan demikian, pembangunan yang direncanakan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat secara merata bagi seluruh warga Mahakam Ulu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran perangkat daerah, perwakilan organisasi masyarakat, kelompok penyandang disabilitas, organisasi perempuan dan anak, tokoh adat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Rita Widyasari Belum Pikirkan Politik, Ingin Lebih Dekat dengan Warga

0
Foto: Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, menegaskan belum memiliki agenda politik setelah kembali berada di tengah masyarakat. Saat ini, ia memilih fokus menjalani kehidupan yang lebih sederhana dan berbuat baik bagi warga.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan Wartawan Legend Bedapatan ke-4 di Hotel Atlet Samarinda, Sabtu (13/6/2026).

“Aduh, udah ga komen dulu misal soal politik, politik lagi,” ujarnya.

Menurut Rita, perhatian utamanya saat ini bukan pada kontestasi politik ataupun jabatan, melainkan meluruskan berbagai informasi yang menurutnya belum sepenuhnya tergambarkan secara utuh di ruang publik.

“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini kan lagi berjuang supaya pemberitaan saya benar. Itu saja,” katanya.

Rita menilai masih ada sejumlah aspek terkait perjalanan kasus yang menjeratnya yang belum sepenuhnya tersampaikan kepada masyarakat. Beberapa di antaranya berkaitan dengan laporan kekayaan maupun berbagai informasi lain yang menurutnya kerap menimbulkan kesalahpahaman.

“Ada beberapa hal yang saya bahas di Instagram saya. Ada beberapa yang miss dalam pemberitaan. Misalnya laporan kekayaan saya, kasus saya yang pertama, terus pemberitaan bebas saya. Jadi itu bagian-bagian yang tidak tertangkap ternyata dengan wartawan,” ujarnya.

Meski namanya masih sering dikaitkan dengan dinamika politik di Kukar maupun Kalimantan Timur, Rita memastikan dirinya belum memikirkan langkah politik apa pun untuk saat ini.

“Kalau tanya agenda politik, enggak ada. Belum, belum sama sekali,” tegasnya.

Ia mengaku lebih ingin hadir di tengah masyarakat dan melakukan berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat.

“Fokus saya ingin berada di tengah-tengah masyarakat. Selama saya masih bisa, saya bisa membantu masyarakat dalam hal yang baik-baik saja. Saya pengin hanya berbuat baik saja,” ucap Rita.

Menurutnya, fase kehidupan yang dijalaninya saat ini lebih banyak diisi dengan upaya mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus memperjuangkan agar informasi mengenai dirinya dapat tersampaikan secara lebih utuh kepada publik.

Alih-alih berbicara mengenai kontestasi politik, Rita memilih memusatkan perhatian pada aktivitas sosial dan pengabdian kepada masyarakat yang menurutnya lebih bermanfaat untuk dijalani saat ini. (MK)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S.

Rita Masih Fokus Hadapi Persoalan Hukum, Tapi Tak Tutup Pintu Politik

0
Foto: Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, tidak menutup kemungkinan kembali mendapatkan dukungan masyarakat dalam kontestasi politik di masa mendatang. Namun, ia menegaskan fokus utamanya saat ini masih tertuju pada penyelesaian persoalan hukum yang masih dihadapinya.

Pernyataan tersebut disampaikan Rita saat ditanya mengenai peluang dirinya kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin daerah.

Alih-alih berbicara panjang mengenai agenda politik ke depan, Rita memilih menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan hukum yang hingga kini masih berproses.

“Bismillah aja ya. Pokoknya kalau masalah hukumnya baik, doakan saja ya. Amin. Ini masalahnya masalah hukumnya belum selesai. Masalahnya masih berjibaku dengan itu,” ujar Rita.

Meski demikian, Rita mengakui dukungan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam perjalanan politik seseorang.

“Kalau rakyat mendukung, siapa takut?” katanya.

Pernyataan itu muncul di tengah upayanya meluruskan berbagai informasi yang selama ini berkembang mengenai dirinya. Rita berharap masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh terkait perkara hukum yang dihadapinya.

“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini kan lagi berjuang supaya pemberitaan saya benar,” ucapnya.

Menurut Rita, masih terdapat sejumlah informasi yang dinilainya belum sepenuhnya tergambarkan secara utuh dalam berbagai pemberitaan, termasuk mengenai laporan kekayaan, perkara hukum yang menjeratnya, hingga informasi yang berkembang setelah dirinya bebas.

“Ada beberapa hal yang saya bahas di Instagram saya itu, ada beberapa yang miss dalam hal pemberitaan. Misalnya laporan kekayaan saya, kasus saya yang pertama, terus pemberitaan bebas saya. Jadi itu bagian-bagian yang tidak tertangkap ternyata dengan wartawan,” tuturnya.

Rita menegaskan saat ini dirinya masih berfokus pada upaya memberikan penjelasan kepada publik mengenai berbagai hal yang menurutnya perlu diluruskan. Sementara terkait kemungkinan kembali maju dalam kontestasi politik, ia menyerahkan semuanya kepada perkembangan ke depan dan dukungan masyarakat. (MK)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S.

‘Kaltim Paradox’ Sukses Digelar, Antusiasme Penonton Dinilai Luar Biasa

0
Foto: Pandji Pragiwaksono tampil membawakan materi stand up comedy dalam pertunjukan "Kaltim Paradox" di Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Pertunjukan stand up comedy komika nasional Pandji Pragiwaksono bertajuk “Kaltim Paradox” sukses digelar di Samarinda dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Di tengah maraknya penundaan sejumlah kegiatan publik belakangan ini, acara tersebut berlangsung lancar dengan antusiasme penonton yang tinggi.

CEO B Epic Events dan B First Project selaku promotor acara, Rifky Nugraha Wardana, mengaku bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana. Menurutnya, kehadiran penonton dari berbagai kalangan menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap seni komedi tunggal.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan acara event tunggal Pandji Pragiwaksono. Kita lihat tadi antusias masyarakat luar biasa. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa kritik itu tidak selalu harus lewat demonstrasi, tapi ternyata bisa disampaikan dengan cara yang berbeda, yaitu melalui seni stand up,” ujar Rifky usai acara.

Selain menghadirkan Pandji sebagai penampil utama, panggung “Kaltim Paradox” juga memberi ruang bagi komika lokal untuk tampil sebagai opener. Di antaranya Mr. Gamayel yang berlatar belakang anggota kepolisian, Damli dari Penajam Paser Utara, serta sejumlah komika dari Samarinda dan Balikpapan.

Menanggapi pertanyaan mengenai tema “Kaltim Paradox” yang dinilai sebagian penonton hanya sedikit menyinggung isu-isu lokal, Rifky menegaskan bahwa seluruh materi yang dibawakan Pandji sepenuhnya merupakan keputusan pribadi sang komika.

“Tidak ada materi titipan. Kita menyerahkan semua materinya ke Bang Pandji. Dia tidak bisa disetir. Mau membawakan materi apa pun, itu murni keputusan dia,” tegasnya.

Rifky juga meluruskan pernyataan Pandji di atas panggung terkait adanya koordinasi dengan pihak kepolisian sebelum pertunjukan berlangsung. Menurutnya, hal tersebut merupakan prosedur standar untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama acara berlangsung.

Ia membantah adanya pembatasan kreativitas maupun arahan tertentu terkait materi yang dibawakan Pandji, termasuk isu-isu yang berkembang di Kalimantan Timur.

“Kalau itu sebenarnya lebih ke faktor pengamanan saja untuk kebaikan kita bersama. Kita tahu situasi saat ini dan tema yang diangkat juga bisa memicu pro dan kontra. Jadi pihak kepolisian membantu dalam hal pengamanan agar acara berjalan kondusif. Dari kami tidak ada batasan materi, semua murni dari Bang Pandji melalui manajernya,” jelas Rifky.

Menurutnya, kolaborasi dengan aparat keamanan dilakukan semata-mata untuk memastikan kegiatan berjalan tertib tanpa mengurangi kebebasan berekspresi yang menjadi bagian dari pertunjukan stand up comedy.

Acara yang berlangsung di Samarinda tersebut pun berakhir lancar dan mendapat respons positif dari penonton yang hadir. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Speak Up Rita Widyasari Setelah Bebas (11): Sembilan Tahun Berlalu, Rita Masih Ingat Nama-Nama Wartawan

0
Foto: Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, menghadiri kegiatan Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam. (mediakaltim)

KEMUNCULAN Rita Widyasari menjadi perhatian dalam kegiatan Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam. Banyak wartawan senior yang mendekat, bersalaman, berbincang, hingga mengabadikan foto bersama mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dua periode tersebut.

Bagi banyak wartawan yang pernah bertugas di Kukar pada era 2000-an hingga pertengahan 2010-an, Rita memang bukan sosok asing. Hubungannya dengan wartawan dikenal cukup dekat sejak lama.

Saya sendiri menjadi salah satu yang merasakan hal itu. Tahun 2009, saat masih bertugas di Tenggarong, komunikasi dengan Rita cukup sering terjalin. Beberapa wawancara khusus pernah saya lakukan ketika ia mulai memimpin Kukar.

Karena itu, saat bertemu kembali di acara Wartawan Legend Bedapatan, saya sebenarnya tidak yakin ia masih mengenali saya setelah hampir sembilan tahun berlalu.

Namun begitu berjabat tangan, Rita langsung tersenyum. “Agus ya…”

Saya pun sempat terkejut. Di tengah ratusan orang yang hadir malam itu, Rita masih mengingat nama saya.

Kami kemudian berbincang singkat. Tidak lama setelah tiba di lokasi acara, Rita juga menyempatkan berfoto bersama.

Momen itu menunjukkan kedekatan Rita dengan wartawan yang telah terjalin sejak lama.

Bukan hanya saya. Sejumlah wartawan senior yang hadir malam itu juga mengaku masih dikenali Rita. Beberapa di antaranya bahkan sempat bernostalgia mengenai berbagai peristiwa besar yang pernah terjadi di Kukar saat Rita masih menjabat sebagai bupati.

Foto: Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, menghadiri kegiatan Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam. (mediakaltim)

Suasana hangat itu terlihat sejak Rita memasuki area acara.

Beberapa peserta langsung menghampiri. Sebagian meminta foto bersama. Sebagian lain memilih berbincang santai sambil mengenang masa-masa liputan di Tenggarong.

Di sela kegiatan, Rita juga menyempatkan diri berbicara kepada wartawan mengenai aktivitasnya setelah bebas murni pada Agustus 2025.

Menurut Rita, saat ini dirinya belum memiliki agenda politik tertentu. Ia mengaku lebih memilih fokus berada di tengah masyarakat dan menjalani aktivitas sosial.

“Aduh, sudah tidak komentar dulu soal politik. Politik lagi, politik lagi,” ujarnya sambil tersenyum.

Rita mengatakan saat ini dirinya lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat dan ingin menjalani kehidupan dengan lebih sederhana.

“Fokus saya ingin berada di tengah-tengah masyarakat. Selama saya masih bisa membantu masyarakat dalam hal yang baik-baik saja, saya ingin berbuat baik saja,” katanya.

Selain itu, Rita juga menjelaskan alasan dirinya aktif menyampaikan berbagai penjelasan melalui akun media sosial pribadinya dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut dia, masih ada sejumlah informasi mengenai dirinya yang belum sepenuhnya tersampaikan kepada publik.

“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini lagi berjuang supaya pemberitaan saya benar,” ujarnya.

Rita menyebut ada beberapa hal yang menurutnya belum tertangkap secara utuh dalam berbagai pemberitaan yang beredar selama ini.

Mulai dari laporan kekayaan, perkara hukum yang menjeratnya, hingga berbagai informasi yang berkembang setelah dirinya bebas.

“Ada beberapa hal yang saya bahas di Instagram saya. Ada beberapa yang miss dalam pemberitaan. Misalnya laporan kekayaan saya, kasus saya yang pertama, terus pemberitaan bebas saya,” katanya.

Meski belum berbicara banyak soal politik, Rita juga tidak sepenuhnya menutup kemungkinan jika suatu saat kembali mendapat dukungan masyarakat.

Saat ditanya mengenai peluang kembali maju dalam kontestasi politik, Rita memilih menjawab singkat.

“Bismillah saja. Doakan masalah hukumnya baik. Aamiin. Ini masalah hukum saya belum selesai. Kalau rakyat mendukung, siapa takut?” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rita juga menyinggung pentingnya prinsip keberimbangan dan konfirmasi dalam pemberitaan.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat.

Ia berharap setiap informasi yang berkembang dapat disajikan secara berimbang sehingga publik memperoleh gambaran yang lengkap.

“Wartawan itu membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kalau wartawannya baik, mudah-mudahan suasana juga baik,” katanya.

Malam itu, kehadiran Rita menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan para wartawan senior Kalimantan Timur.

Di sela berbagai pertanyaan mengenai aktivitasnya setelah bebas, Rita terlihat lebih banyak berbincang santai dengan wartawan dan sejumlah tamu yang hadir.

Kedekatan Rita dengan wartawan sebenarnya bukan hal baru. Jauh sebelum dirinya menjabat Bupati Kukar, hubungan yang cair dengan insan pers sudah terlihat pada sosok ayahnya, almarhum Syaukani HR.

Saat memimpin Kutai Kartanegara, Syaukani dikenal memiliki hubungan yang terbuka dengan wartawan. Tradisi itu kemudian terlihat pula pada Rita. Banyak wartawan yang bertugas di Kukar pada masa itu mengenal Rita tidak hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sosok yang mudah dihubungi dan cukup akrab dengan kalangan pers.

Karena itu, pertemuan di Wartawan Legend Bedapatan malam itu terasa seperti sebuah reuni panjang. Bukan sekadar temu kangen, tetapi juga perjumpaan kembali antara wartawan dan sosok yang pernah menjadi bagian dari dinamika besar Kutai Kartanegara selama bertahun-tahun. (Bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

TNI Bantah Ambil Alih Pengamanan Demo, Sebut Hanya Beri Dukungan Personel

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn13juni2026/mobile/

BTN JAKIM 2026 Resmi Dimulai, Ribuan Pelari Ramaikan Nomor 5K dan 10K

0
Suasana di garis start BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 nomor perlombaan 5K dan 10K di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu (13/6/2026). ANTARA/Gilang Galiartha

JAKARTA – Nomor lomba 5K dan 10K membuka rangkaian BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 di Parkir TImur Senayan, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Nomor lima kilometer  yang bertajuk BSN 5K, diikuti oleh lebih dari 5.500 pelari.

Nomor ini dilombakan dalam  kategori tunggal yakni Nasional Indonesia, yang menjanjikan hadiah Rp7 juta bagi juara  putra dan putri, Rp5 juta dan Rp3 juta untuk mereka yang finis di urutan kedua dan ketiga.

BSN 5K  mengambil rute Parkir Timur Senayan-Jembatan Semanggi-Jalan Jenderal Sudirman-Bundaran Senayan-Parkir Timur Senayan.

Sedangkan nomor =10 kilometer atau EJ Sport 10K, diikuti oleh lebih dari 15.000 pelari.

EJ Sport 10K dilombakan dalam tiga kategori, yakni Nasional Indonesia, Master A (usia 40-49 tahun), dan Master B (usia 50 tahun atau lebih).

Hadiah senilai Rp10 juta disediakan bagi peserta yang  menjuarai EJ Sport 10K kategori Nasional Indonesia, sedangkan untuk Master A dan Master B disiapkan hadiah senilai Rp3,5 juta bagi pemenangnya.

Nomor EJ Sport 5K mengambil rute Parkir Timur Senayan-Bundaran HI-Jembatan Semanggi-Jalan Asia Afrika-Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Secara keseluruhan nomor 5K dan 10K diikuti sedikitnya 45.000 pelari dari 52 negara.

Sedikitnya 1.012 peserta BTN JAKIM 2026 datang dari luar negeri untuk ambil bagian dalam ajang balap lari jalan raya ini.

Pada Minggu (14/6), BTN JAKIM 2026 akan dilanjutkan dengan nomor perlombaan half marathon dan marathon. (ANT/KN)

Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Momentum Evaluasi Gaya Hidup

0
Ilustrasi: Antrean memanjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kawasan Radio Dalam pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax, Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

SAMARINDA – Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Kalimantan Timur (Kaltim) Khairil Anwar mengatakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi momentum bagi masyarakat kelas menengah untuk mengevaluasi gaya hidup mereka agar tetap adaptif di tengah situasi ekonomi saat ini.

“Masyarakat kelas menengah ke atas yang merupakan konsumen utama Pertamax sudah saatnya mengurangi pengeluaran konsumtif yang bersifat sekadar gaya hidup,” kata Khairil Anwar di Samarinda, Jumat (12/6/2026).

Dia menilai pemerintah tidak memiliki banyak pilihan dalam kebijakan ini karena keterbatasan ruang fiskal serta posisi Indonesia yang bukan lagi merupakan negara eksportir minyak.

Khairil mengamati meskipun kenaikan Pertamax (RON 92) ini terjadi secara signifikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, masyarakat serta pelaku dunia usaha dinilai jauh lebih siap menghadapi tekanan ekonomi.

Menurutnya, kesiapan tersebut terjadi karena publik telah belajar dari rentetan krisis masa lalu, seperti pada tahun 2008, 2015, hingga masa pandemi COVID-19, dimana para pengusaha kini sudah memahami cara melindungi nilai perusahaan mereka.

“Konsumen kelas menengah juga mestinya telah mengantisipasi kondisi ini sejak beberapa bulan sebelumnya melalui peralihan ke mobil yang lebih irit serta penerapan gaya hidup hemat atau frugal living,” kata Khairil.

Khairil menjelaskan dampak kenaikan harga Pertamax ini lebih menyasar mobilitas pribadi, berbeda dengan kenaikan solar yang memicu lonjakan harga barang akibat pengaruhnya pada sektor logistik nasional.

Sebagai solusi, ia merekomendasikan pemerintah segera menyalurkan bantalan sosial guna menjaga daya beli masyarakat, serta yang tak kalah penting ialah menggencarkan edukasi teknis bersama bengkel kompeten mengenai cara mereduksi biaya operasional kendaraan.(ANT/KN)