Drainase Tak Terkoneksi ke SKM, Banjir Rapak Binuang Samarinda Capai 1 Meter

SAMARINDA – Banjir kembali merendam wilayah Samarinda Utara, dengan Perumahan Rapak Binuang menjadi salah satu titik terdalam. Ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan mencapai sekitar 100 sentimeter, Sabtu (21/2/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi warga terdampak. Berdasarkan data BMKG, curah hujan yang mengguyur Samarinda tercatat antara 74–78 milimeter, memicu genangan di sembilan titik yang tersebar di Samarinda Utara dan Samarinda Ilir.

Meski beberapa wilayah seperti Sempaja mulai bisa dilalui kendaraan sekitar pukul 09.00 WITA, kondisi di Rapak Binuang masih memprihatinkan. Suwarso menyebut kawasan tersebut menjadi titik kumpul aliran air dari berbagai wilayah.

“Air terkumpul di Sungai Rapak Binuang, mulai dari Jalan AWS, Wahid Hasyim 2, hingga ke sini semua. Kapasitas sungai dan drainase yang ada saat ini tidak mampu menampung debit air tersebut,” ujarnya di lokasi.

Ia juga menyoroti persoalan drainase di sepanjang Jalan PM Noor yang belum sepenuhnya terkoneksi ke muara akhir Sungai Karang Mumus (SKM).

“Drainase PM Noor yang menuju Sungai Karang Mumus belum sepenuhnya bersambung dengan baik. Tadi saya pantau di dekat Rumah Makan Zam-Zam, air justru menyeberang sampai ke depan Bumi Sempaja. Ini artinya sistem pembuangan belum berfungsi optimal,” jelasnya.

Sebagai langkah darurat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD disiagakan untuk mengantisipasi evakuasi warga jika debit air kembali meningkat.

“Personel TRC sudah kami siagakan di lokasi untuk memitigasi kebutuhan evakuasi menggunakan perahu,” ungkapnya.

BPBD juga akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Samarinda untuk membahas solusi jangka pendek dan panjang, termasuk pembersihan sumbatan di bawah jembatan serta evaluasi normalisasi di muara SKM.

READ  Pelatihan Aplikasi Stevedor, Upaya APBMI Tingkatkan Pelayanan Operasi di Muara Jawa

Keluhan warga pun mengemuka. Samosir, salah satu penghuni perumahan, mengaku banjir setinggi pinggang orang dewasa membuat aktivitas lumpuh total.

“Barang-barang di dalam rumah hancur, mau tidur susah, aktivitas keluar sama sekali tidak bisa. Kami harap pemerintah lebih konsen karena ini bukan kejadian sekali dua kali saja,” ujarnya.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika membutuhkan bantuan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. (MK)

Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img