Beranda blog Halaman 136

Pelni Prediksi Puncak Arus Mudik Kapal Laut Terjadi 18 Maret 2026

0

JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memprediksi puncak arus mudik menggunakan kapal laut dalam mudik Lebaran 2026/Idul Fitri 1447 Hijriah diprediksi pada Rabu 18 Maret 2026.

“Kami prediksi 18 Maret menjadi puncak arus mudik,” kata Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Ia mengatakan PT Pelni mengoperasikan 55 kapal penumpang dalam angkutan mudik tahun ini mulai dari 25 kapal besar dengan kapal berpenumpang 500 orang hingga ribuan.

Selanjutnya 30 kapal perintis milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang dikelola PT Pelni dengan kapasitas penumpang 250 orang sampai 500 orang.

Ia mengatakan animo masyarakat menggunakan kapal laut dalam angkutan mudik ini sudah terlihat di H-8 Lebaran karena mereka membeli tiket untuk mudik.

Hal ini juga akibat adanya potongan harga yang diberikan pemerintah berupa diskon 30 persen dari harga tiket normal.

Sebelumnya Pelni menyatakan telah menjual 249.601 tiket hingga Jumat (13/6) untuk keberangkatan pemudik dalam libur dan cuti Lebaran 2026.

“Jumlah tiket tersebut untuk keberangkatan mulai dari 6 Maret hingga 22 Maret 2026,” kata Tri Andayani.

Menurut dia, angka itu menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi terhadap layanan kapal penumpang Pelni.

“Pelni terus meningkatkan koordinasi dengan otoritas pelabuhan dalam memastikan kapasitas penumpang tetap sesuai aturan dan mengutamakan keselamatan pelayaran,” kata dia.

Menurut dia, PT Pelni mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.

Selain angkutan penumpang, pihaknya juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute.

“Pelni juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini Pelni mengoperasikan delapan trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak,” kata dia. (ANT/KN)

Sewa Defender Rp160 Juta per Bulan, Lebih Efisien atau Boros?

SAMARINDA — Keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyewa mobil operasional jenis Land Rover Defender untuk melayani tamu penting kembali menjadi perbincangan publik. Kendaraan tersebut disewa dengan biaya sekitar Rp160 juta per bulan dalam kontrak tiga tahun sejak 2023 hingga 2026.

Jika dihitung secara sederhana, nilai kontrak penyewaan tersebut mencapai sekitar Rp5,76 miliar selama masa tiga tahun. Angka ini diperoleh dari perhitungan Rp160 juta per bulan dikalikan 36 bulan masa kontrak.

Besaran tersebut bahkan melampaui rencana awal pengadaan kendaraan baru yang sebelumnya diperkirakan sekitar Rp4 miliar.

Kepala Bagian Umum Sekretariat Kota Samarinda, Dilan, menjelaskan kendaraan tersebut disiapkan untuk mendukung kegiatan pemerintahan, terutama dalam memberikan layanan transportasi bagi tamu-tamu VIP yang berkunjung ke Kota Tepian.

“Mobil Defender itu memang disiapkan untuk melayani tamu penting. Anggarannya sudah direncanakan sejak 2022, kemudian kontraknya mulai berjalan pada 2023 hingga 2026,” ujar Dilan.

Ia menegaskan kendaraan tersebut tidak hanya digunakan untuk penjemputan tamu VIP, tetapi juga difungsikan sebagai kendaraan operasional pemerintah dalam berbagai kegiatan.

“Kalau tidak digunakan untuk kegiatan lain, justru menjadi tidak efektif. Jadi tetap dipakai untuk operasional ketika tidak ada agenda penjemputan tamu,” jelasnya.

Namun dari sisi kalkulasi ekonomi, skema penyewaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efisiensi anggaran.

Jika Pemkot Samarinda membeli kendaraan baru dengan harga sekitar Rp4 miliar, maka dalam kurun waktu tiga tahun pemerintah masih memiliki aset kendaraan tersebut.

Dalam penggunaan normal kendaraan baru selama lima tahun pertama, biaya pemeliharaan relatif tidak terlalu besar. Umumnya hanya berupa penggantian oli rutin, servis berkala, serta perbaikan kecil.

Jika dihitung secara kasar, biaya perawatan kendaraan kelas premium selama lima tahun bisa berkisar antara Rp10 juta hingga Rp20 juta per bulan, tergantung intensitas penggunaan.

Artinya dalam lima tahun total biaya pemeliharaan bisa berada pada kisaran Rp600 juta hingga Rp1,2 miliar.

Jika dijumlahkan dengan harga kendaraan sekitar Rp4 miliar, total pengeluaran selama lima tahun masih berada pada kisaran Rp4,6 miliar hingga Rp5,2 miliar — dan kendaraan tersebut tetap menjadi aset pemerintah daerah.

Sebaliknya, dalam skema sewa Rp160 juta per bulan, biaya yang dikeluarkan selama tiga tahun saja sudah mencapai Rp5,76 miliar, sementara kendaraan tersebut tidak menjadi aset pemerintah setelah kontrak selesai.

Dilan menjelaskan keputusan menggunakan skema sewa diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) serta berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, mekanisme tersebut dinilai sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Selain itu, Pemkot Samarinda juga sempat membandingkan biaya sewa dengan kendaraan lain seperti Toyota Land Cruiser.

“Sudah dilakukan perbandingan dengan beberapa jenis kendaraan lain. Land Cruiser misalnya, biaya sewanya jauh lebih mahal. Karena itu dipilih opsi yang dianggap lebih efisien,” pungkasnya.

Meski demikian, kalkulasi biaya antara opsi membeli kendaraan baru dan menyewa tetap memunculkan ruang diskusi publik mengenai efisiensi anggaran daerah, terutama ketika nilai sewa dalam tiga tahun sudah melampaui harga kendaraan baru yang sebelumnya direncanakan.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S

Buntut Konflik Tapal Batas di Perbatasan Kutim, Waris Minta Adanya Posko Keamanan

BERAU – Dinamika yang muncul di masyarakat akibat polemik tapal batas antara Berau dan Kutai Timur (Kutim) disorot Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris.

Dia menilai, keberadaan posko keamanan perlu di kawasan perbatasan karena menjadi kunci menjaga stabilitas masyarakat.

“Posko keamanan yang berdiri di wilayah Kampung Biatan Ilir dan Biatan Ulu memiliki peran strategis dalam meredam potensi gesekan di tingkat masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, selama persoalan batas wilayah antara Berau dan Kutai Timur belum menemui titik terang, pengawasan di kawasan perbatasan harus tetap diperkuat agar situasi tetap kondusif.

“Posko ini sangat penting untuk menjaga situasi tetap aman. Selama belum ada keputusan resmi terkait batas wilayah, keberadaan posko keamanan harus tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran posko tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengawasan, tetapi juga simbol kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah mereka.

Waris juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah kampung yang telah berinisiatif mendirikan posko keamanan tersebut.

Baginya, langkah itu menunjukkan kesadaran bersama untuk mencegah konflik dan menjaga hubungan antarwarga tetap harmonis.

“Ini bentuk kepedulian masyarakat dalam menjaga wilayahnya agar tidak menimbulkan konflik. Tentu kita sangat mendukung langkah tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat fungsi posko dengan melibatkan unsur aparat keamanan serta pemerintah kecamatan, sehingga pengawasan di wilayah perbatasan dapat berjalan lebih optimal.

Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah kampung, dan aparat keamanan, diharapkan situasi di kawasan perbatasan Berau–Kutai Timur tetap aman hingga ada kejelasan resmi mengenai batas wilayah kedua daerah tersebut. (adv)

Dorong Bahasa Berau Jadi Muatan Lokal di Sekolah

BERAU – Upaya pelestarian bahasa daerah terus menjadi perhatian DPRD Kabupaten Berau. Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ratna Kalalembang menegaskan pentingnya perlindungan sekaligus penerapan Bahasa Berau sebagai muatan lokal di lingkungan sekolah.

Menurutnya, pengenalan bahasa daerah sejak usia dini merupakan langkah strategis untuk menjaga identitas budaya masyarakat Berau agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Ratna menilai sekolah menjadi ruang paling efektif untuk menanamkan kesadaran budaya kepada generasi muda. Melalui proses pendidikan formal, bahasa daerah dapat diperkenalkan secara sistematis sehingga siswa tidak hanya mengenalnya, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Sekolah adalah ruang paling efektif untuk menanamkan identitas daerah. Jika bahasa daerah tidak diperkenalkan sejak awal, lama-kelamaan bisa ditinggalkan. Kami mendorong agar regulasi terkait segera dirampungkan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, keberadaan muatan lokal Bahasa Berau di sekolah nantinya diharapkan mampu memperkuat rasa bangga generasi muda terhadap warisan budaya daerahnya sendiri. Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Namun demikian, Ratna menekankan bahwa penerapan Bahasa Berau sebagai muatan lokal harus dipersiapkan secara matang. Kesiapan tenaga pendidik, penyusunan materi ajar, hingga metode pembelajaran dinilai menjadi faktor penting agar proses pengajaran dapat berjalan efektif.

“Guru yang akan mengajar harus benar-benar siap, materi pembelajaran juga harus disusun dengan baik, termasuk metode yang menarik agar siswa mudah memahami dan tertarik mempelajarinya,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum pelaksanaan pembelajaran Bahasa Berau di sekolah. Regulasi tersebut dinilai penting agar penerapan muatan lokal dapat berjalan seragam di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Berau.

Menurutnya, keberadaan aturan yang jelas akan memberikan kepastian bagi sekolah dalam mengintegrasikan Bahasa Berau ke dalam kurikulum pembelajaran.

“Masuknya Bahasa Berau bukan sekadar tambahan pelajaran. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga jati diri masyarakat,” tambahnya.

Ratna juga menyampaikan bahwa langkah tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pendidikan yang saat ini tengah mematangkan kajian teknis terkait kurikulum, metode pembelajaran, serta regulasi pendukung sebelum Bahasa Berau diterapkan secara menyeluruh di sekolah-sekolah.

Ia berharap, setelah diterapkan nanti, pembelajaran Bahasa Berau tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para siswa.

“Saya berharap siswa tidak hanya memahami bahasa di kelas, tetapi juga terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya. (adv)

Perketat Pengawasan, Pastikan Penggunaan APBD Tepat Sasaran

BERAU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau menegaskan komitmennya untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.

Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap kegiatan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyampaikan bahwa pengawasan merupakan salah satu fungsi utama lembaga legislatif yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan daerah.

Melalui fungsi tersebut, DPRD berperan memastikan seluruh program yang dijalankan pemerintah daerah tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga tepat sasaran serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan DPRD bukan sekadar formalitas atau rutinitas kelembagaan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan penggunaan anggaran daerah dilakukan secara efektif, transparan, dan memberikan hasil yang maksimal bagi pembangunan daerah.

“Setiap program yang dibiayai melalui APBD harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu DPRD memiliki tanggung jawab untuk terus mengawasi agar pelaksanaannya berjalan sesuai perencanaan,” ujarnya.

Sumadi menilai pengawasan yang intensif sangat penting, terutama terhadap program-program prioritas daerah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan sektor ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi fokus pembangunan di Kabupaten Berau.

Menurutnya, tanpa pengawasan yang optimal, berbagai program yang telah direncanakan berpotensi tidak berjalan maksimal atau bahkan tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Karena itu DPRD akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja pelaksanaan program pembangunan yang dijalankan oleh organisasi perangkat daerah (OPD).

“Pengawasan ini juga bertujuan memastikan bahwa seluruh program prioritas dapat berjalan sesuai target dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Sumadi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada sinergi yang kuat antara lembaga legislatif dan eksekutif. Ia menilai komunikasi serta koordinasi yang terjalin dengan baik antara DPRD dan pemerintah daerah akan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.

Dengan sinergi tersebut, berbagai kebijakan dan program pembangunan yang telah dirancang diharapkan dapat terealisasi secara optimal dan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan kegiatan pembangunan benar-benar berdampak positif bagi masyarakat serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau agar menjalankan setiap program kerja dengan perencanaan yang matang serta pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.

“Kami menilai hal ini penting agar proses pembangunan daerah tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga berkelanjutan dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Kabupaten Berau ke depan,” pungkasnya. (adv)

Gus Yaqut Resmi Ditahan KPK, Bantah Terima Uang dalam Kasus Kuota Haji

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn13mar2026/mobile/

Ingatkan Armada Transportasi Utamakan Keselamatan Saat Arus Mudik

BERAU – Menjelang arus mudik Lebaran, DPRD Kabupaten Berau mengingatkan seluruh operator transportasi untuk mengutamakan faktor keselamatan dalam melayani para penumpang.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, yang mengimbau armada transportasi darat maupun laut agar memastikan kesiapan operasional sebelum melayani perjalanan pemudik.

Menurut Sakirman, peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri merupakan fenomena yang selalu terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, kesiapan armada transportasi serta kedisiplinan para pengemudi dan motoris kapal menjadi faktor penting agar perjalanan para pemudik berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Ia menekankan, seluruh armada yang melayani rute mudik, baik bus milik Perum Damri maupun kapal motor penumpang yang melayani jalur perairan, harus memastikan kondisi kendaraan dan kapal dalam keadaan layak beroperasi.

“Keselamatan pemudik harus menjadi prioritas utama. Armada transportasi harus benar-benar memastikan kendaraan maupun kapal yang digunakan memenuhi standar keselamatan,” ujarnya.

Sakirman menjelaskan bahwa pemeriksaan rutin terhadap kendaraan maupun kapal menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi kecelakaan selama perjalanan. Selain kondisi mesin dan kelayakan teknis, kelengkapan alat keselamatan juga harus dipastikan tersedia dan dapat digunakan dengan baik.

Menurutnya, para pengemudi bus maupun motoris kapal juga harus mematuhi seluruh standar operasional yang telah ditetapkan, termasuk menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama bertugas. Ia mengingatkan agar para pengemudi tidak memaksakan diri bekerja dalam kondisi lelah, karena hal tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

“Pengemudi harus menjaga konsentrasi selama perjalanan. Jika kondisi tubuh sudah lelah, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu agar keselamatan penumpang tetap terjaga,” katanya.

Selain memberikan imbauan kepada operator transportasi, Sakirman juga mengingatkan para pemudik untuk turut berperan dalam menjaga keselamatan selama perjalanan. Ia meminta masyarakat agar mematuhi aturan yang berlaku serta mengikuti arahan dari petugas maupun awak transportasi.

Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak memaksakan diri menggunakan transportasi yang telah melebihi kapasitas penumpang, karena kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan selama perjalanan.

Menurutnya, keselamatan perjalanan mudik tidak hanya menjadi tanggung jawab operator transportasi, tetapi juga memerlukan kesadaran dari para penumpang.

“Pemudik juga harus disiplin dan taat aturan. Dengan kerja sama semua pihak, perjalanan mudik bisa berjalan lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (adv)

MenPANRB Dorong Ekosistem Talenta untuk Perkuat Kompetensi ASN

0

BANDUNG — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) menjadi fondasi utama dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tuntutan tata kelola pemerintahan modern.

Hal tersebut disampaikan Rini saat menghadiri kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI dalam rangka pengawasan penyelenggaraan sekolah kedinasan dan penguatan fungsi sumber daya manusia di Politeknik STIA LAN Bandung, Rabu (11/3/2026).

Menurut dia, penguatan kompetensi ASN perlu didukung oleh ekosistem manajemen talenta yang kolaboratif. Paradigma lama yang bersifat “egosystem” harus diubah menjadi “ecosystem” yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak.

“Perubahan ini mendorong pemerintah, swasta, akademisi, media, dan komunitas bekerja secara kolaboratif. Pemerintah dapat bermitra dengan sektor swasta untuk memperluas akses teknologi serta membuka peluang internship dan detasering bagi talenta,” kata Rini.

Ia menjelaskan, jejaring pendidikan tinggi di Indonesia menjadi modal strategis dalam mendukung penguatan manajemen ASN sekaligus percepatan reformasi birokrasi. Hingga saat ini tercatat terdapat 125 perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta 74 perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Agama.

Selain itu, terdapat 30 sekolah kedinasan yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga, serta 86 perguruan tinggi kementerian/lembaga (PTKL).

“Keberadaan dan jejaring perguruan tinggi ini menjadi modal strategis untuk mendukung pengembangan kompetensi, riset kebijakan, serta inovasi dalam tata kelola pemerintahan,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) per 1 Februari 2026, jumlah ASN dosen di kementerian dan lembaga tercatat mencapai 121.150 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 91 persen berstatus pegawai negeri sipil (PNS), 8,8 persen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan 0,2 persen PPPK paruh waktu.

Rini menilai potensi sumber daya tersebut sangat penting untuk memperkuat kapasitas akademik dan kelembagaan dalam mendukung pengembangan kebijakan, riset, dan inovasi yang menopang reformasi birokrasi.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah menyusun Desain Besar Reformasi Birokrasi Nasional (DBRBN) 2025–2045 dengan target mewujudkan birokrasi berkelas dunia pada 2045.

Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat tiga pilar utama yang perlu dibangun, yakni kolaborasi birokrasi dalam pembangunan nasional, peningkatan kapabilitas birokrasi menghadapi tantangan global, serta pembentukan budaya birokrasi yang berintegritas dan berorientasi pelayanan.

Selain itu, penguatan kapabilitas kelembagaan, pelayanan publik yang inklusif, serta transformasi digital juga menjadi faktor kunci keberhasilan reformasi birokrasi.

Rini menekankan pentingnya rekrutmen ASN berbasis kompetensi sebagai kunci utama menciptakan birokrasi yang profesional.

“Rekrutmen yang tidak selektif dapat memicu siklus negatif seperti buruknya pelayanan publik, menurunnya investasi, hingga meningkatnya pengangguran. Sebaliknya, rekrutmen yang selektif akan melahirkan birokrasi yang andal, pelayanan publik yang cepat, serta iklim investasi yang kondusif,” ujarnya.

Ia juga menilai perguruan tinggi dan para dosen memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi, karakter, serta pola pikir ASN melalui pendidikan, riset, dan inovasi yang selaras dengan kebutuhan birokrasi masa depan.

Karena itu, perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata melalui pengembangan ilmu terapan yang mendukung program prioritas pembangunan nasional.

“Saya berharap Politeknik STIA LAN Bandung dapat terus berkontribusi menyiapkan aparatur negara yang adaptif terhadap perubahan dan mampu menjawab berbagai tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks,” kata Rini. (*/CHA/MK)

Dubes Palestina: Iran Mampu Kalahkan Israel

MOSKOW – Iran mampu mengalahkan Israel, tetapi Iran akan perlu dukungan negara-negara Arab demi menghentikan serangan militer Amerika Serikat, kata Duta Besar Palestina untuk Rusia Abdel Hafiz Nofal.

“Iran mampu mengalahkan Israel,” kata Dubes Nofal dalam konferensi pers grup media internasional Rossiya Segodnya dalam rangka Hari Quds Sedunia, Kamis (12/3/2026).

Abdel Hafiz Nofal menuding rezim Zionis Israel berupaya mengubah tatanan di Timur Tengah melalui dukungan AS. Setelah meluluhlantakkan Jalur Gaza, Lebanon, dan Suriah, saat ini giliran Iran yang diserang, kata dia.

“Tujuan kita adalah untuk menghentikan serangan ini,” ucap diplomat Palestina itu, menegaskan.
Ia pun mendesak adanya upaya bersama demi mencapai kesepakatan politik untuk mengakhiri konflik bersenjata ini.

“Kita perlu mencapai kesepakatan. Kita harus mendorong bagaimana negara-negara Arab, bersama Iran, dapat menghentikan serangan terhadap Iran,” ucap Dubes Nofal.

“Masih ada banyak cara untuk mengembalikan situasi ini melalui jalur politik,” kata dia, menambahkan.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Iran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer AS di seantero Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengeklaim serangan tersebut diperlukan untuk menangkal ancaman dari program nuklir Iran, tetapi kemudian jelas bahwa mereka sebenarnya menginginkan pergantian kekuasaan di Iran. (ANT/ KN)

Gibran Silaturahmi ke Pesantren Al-Fachriyah, Serahkan Bantuan untuk Santri

0

JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menemui pimpinan Pondok Pesantren dan Yayasan Al-Fachriyah, Habib Jindan bin Novel, di Larangan, Tangerang, Banten, Kamis, untuk bersilaturahmi di bulan suci Ramadan.

Setelah mengunjungi Majelis Al Habib Ali Al Habsyi di Islamic Center Indonesia, Kwitang, Jakarta Pusat, Gibran menemui Habib Jindan, sebagai upaya menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempererat hubungan dengan tokoh agama dan masyarakat.

Gibran pun menyapa para santri dan warga sekitar pesantren untuk menjadikan momen kebersamaan tersebut penuh keakraban.

Berdasarkan informasi resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (12/3/2026), Gibran tiba di lokasi dan disambut langsung oleh Habib Jindan bin Novel beserta pengurus yayasan.

Keduanya berbincang mengenai berbagai aktivitas di lingkungan pesantren, mulai kegiatan pendidikan hingga pembinaan para santri.

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat zuhur berjamaah bersama para santri di lingkungan Yayasan Al-Fachriyah.

Pada kesempatan tersebut, Wapres juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako serta buku dan alat tulis bagi para santri dan masyarakat sekitar pesantren.

Bagi warga yang hadir, momen ini menjadi pengalaman yang membahagiakan. Salah seorang penerima bantuan, Nita, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya karena dapat bertemu langsung dengan Wapres.

“Sangat bersyukur bisa menerima bantuan ini. Senang sekali juga bisa bersalaman dan berfoto bersama Pak Gibran. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan terus dekat dengan masyarakat,” tuturnya. (ANT/KN)