Beranda blog Halaman 125

PWI Kaltim Syukuran Renovasi Sekretariat, DPRD Samarinda Siap Perkuat Sinergi dengan Pers

0
Ketua PWI Kalimantan Timur Abdurrahman Amin bersama Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda Arie Wibowo saat syukuran selesainya renovasi ruang pertemuan Sekretariat PWI Kaltim. (Abdi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur menggelar syukuran dan silaturahmi atas rampungnya renovasi ruang pertemuan di Sekretariat PWI Kaltim, Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara insan pers dan DPRD Samarinda dalam mendorong lahirnya jurnalisme yang profesional serta menangkal penyebaran hoaks.

Acara dihadiri Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Arie Wibowo, bersama jajaran pengurus PWI Kaltim dan insan pers.

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menyampaikan apresiasi atas dukungan Arie Wibowo yang membantu proses renovasi ruang pertemuan hingga ruang kerja sekretariat.

“Gedung atau ruang pertemuan yang kita tempati saat ini tidak lepas dari bantuan atau uluran tangan dari Bang Arie Wibowo yang melakukan proses renovasi hingga begitu cepat saat eksekusinya,” ujar Rahman.

Menurutnya, keberadaan fasilitas yang lebih representatif sangat penting untuk mendukung berbagai kegiatan peningkatan kapasitas wartawan di Kalimantan Timur.

Ia mengungkapkan, sebelumnya PWI Kaltim kerap menghadapi kendala fasilitas saat menggelar pelatihan maupun kegiatan organisasi.

“Serba salahnya, kalau kita bikin kegiatan pagi yang datang enggak ada. Tapi kalau kita bikin kegiatan sore, itu kepanasan semua,” selorohnya.

Meski menerima dukungan dari berbagai pihak, Rahman menegaskan PWI tetap berkomitmen menjaga independensi sebagai organisasi profesi.

“Teman-teman harus pahami bahwa posisi PWI adalah lembaga yang harus independen, menjaga kesetaraannya, dan yang paling penting menjaga harkat dan martabat wartawan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Arie Wibowo mengatakan kehadirannya merupakan bentuk komitmen mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara pers dan pemerintah daerah.

“Masih panjang rasanya umur kita, mudah-mudahan diberi kesempatan untuk terus bersilaturahmi,” katanya.

Politikus Partai Golkar itu menilai koordinasi yang baik antara pemerintah dan media menjadi penting agar berbagai informasi mengenai pembangunan daerah dapat tersampaikan secara akurat kepada masyarakat.

“Kalau untuk Kota maupun Provinsi, insyaallah saya bisa menyampaikan apa-apa yang menjadi masukan,” ungkapnya.

Arie juga menyatakan siap menyalurkan aspirasi insan pers serta berharap fasilitas baru PWI Kaltim dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi wartawan dan memperkuat peran media dalam melawan penyebaran informasi palsu.

“Mudah-mudahan dengan syukuran hari ini, bisa menjadi sarana yang tepat buat teman-teman belajar untuk menjadi profesional,” harapnya.

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.

Disdikbud Kaltim Tambah Sekolah Negeri, Kejar Daya Tampung Siswa Baru

0
Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di salah satu SMA di Kalimantan Timur. Pemprov Kaltim menambah sekolah dan rombongan belajar untuk mengatasi keterbatasan daya tampung siswa baru. (Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur terus menambah sekolah dan rombongan belajar (rombel) untuk mengatasi keterbatasan daya tampung peserta didik baru di sejumlah daerah. Langkah tersebut dilakukan agar semakin banyak lulusan SMP dapat diterima di sekolah negeri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengatakan Kabupaten Kutai Timur menjadi salah satu wilayah yang masih menghadapi persoalan daya tampung.

“Di Kutim memang masih ada sekitar 400 anak yang belum terakomodasi di sekolah negeri. Sebenarnya mereka bisa masuk ke sekolah swasta, tetapi sebagian besar orang tua masih menginginkan sekolah negeri,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah membuka SMA Negeri 2 Sangatta Selatan. Selain itu, pada tahun ajaran mendatang juga akan dibuka SMA Negeri 3 Sangatta Utara guna menambah kapasitas penerimaan peserta didik.

Di Kota Balikpapan, pemerintah juga mulai mengoperasikan dua sekolah baru, yakni SMA Negeri 10 Balikpapan dan SMA Negeri 8 Balikpapan.

“Memang tahun ini kedua sekolah tersebut baru membuka penerimaan siswa dengan masing-masing dua rombongan belajar terlebih dahulu,” jelas Armin.

Menurutnya, penambahan sekolah baru maupun rombongan belajar dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan di masing-masing daerah. Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi jumlah siswa yang belum tertampung setiap tahun ajaran baru.

“Kami akan terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan ruang belajar dan daya tampung agar akses pendidikan bagi masyarakat semakin merata,” tutupnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.

Program Gratispol Seragam Mulai Bergulir, Tiga Sekolah Jadi Penerima Perdana

0
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin, menjelaskan progres penyaluran program Gratispol Seragam bagi siswa baru. (Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai merealisasikan program Gratispol Seragam bagi siswa baru jenjang SMA, SMK, SLB, dan MA. Penyaluran tahap pertama ditargetkan dimulai pada akhir Juli 2026 dengan tiga sekolah sebagai penerima awal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengatakan proses pengadaan seragam untuk siswa kelas X masih berjalan sesuai kontrak yang telah disiapkan pemerintah.

“Sampai sekarang paket seragam untuk anak-anak kelas X masih on progress. Kami bekerja berdasarkan kontrak yang sudah disiapkan. Mudah-mudahan akhir Juli ini sudah siap dibagikan untuk tiga sekolah terlebih dahulu,” katanya.

Tiga sekolah yang menjadi prioritas penyaluran adalah SMAN 10 Samarinda, SMAN 3 Tenggarong, dan SMAN 2 Sangatta Utara. Ketiganya dipilih karena telah lebih dahulu menyelesaikan proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), sehingga data penerima bantuan sudah lengkap.

“Kenapa tiga sekolah ini lebih dulu? Karena mereka sudah siap dari awal datanya, sehingga prosesnya bisa lebih cepat. Sekolah lainnya akan menyusul secara bertahap,” ujarnya.

Armin memperkirakan sekitar 800 siswa akan menerima bantuan pada tahap pertama. Dari jumlah tersebut, SMAN 10 Samarinda menjadi sekolah dengan penerima terbanyak, yakni sekitar 350 siswa.

Program Gratispol Seragam merupakan bantuan perlengkapan sekolah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bagi siswa baru kelas X SMA, SMK, SLB, dan MA. Secara keseluruhan, program ini menargetkan lebih dari 65 ribu penerima di seluruh Kalimantan Timur.

Setiap siswa akan menerima satu paket perlengkapan sekolah yang terdiri atas seragam sesuai jenjang pendidikan, tas, topi, dan sepatu.

Armin optimistis seluruh distribusi seragam Gratispol dapat diselesaikan secara bertahap dalam satu hingga dua bulan ke depan.

“Insya Allah satu sampai dua bulan semua sekolah sudah selesai menerima seragam gratis,” tuturnya.

Ia juga meluruskan anggapan yang menyebut program tersebut mengalami keterlambatan. Menurutnya, proses produksi memang harus menunggu data siswa dari masing-masing sekolah agar ukuran seragam sesuai dengan penerima.

“Ini bukan keterlambatan. Kami memang harus menunggu data dari sekolah karena seragam harus sesuai ukuran. Jangan sampai nanti ada yang kebesaran atau kekecilan,” jelas Armin.

Menurutnya, pengadaan seragam berbeda dengan pengadaan buku karena membutuhkan data ukuran yang akurat agar kualitas dan kenyamanan seragam yang diterima siswa tetap sesuai spesifikasi dalam kontrak pengadaan.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.

Kejagung Buka Penyidikan Baru dan Periksa Febrie Adriansyah

0
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Anang Supriatna. ANTARA/HO-Kejaksaan Agung RI

JAKARTA – Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menerbitkan surat penyidikan baru (sprindik) baru untuk kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan memanggil beberapa saksi, mulai dari mantan Jampidsus Febrie Adriansyah hingga Don Ritto.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, menjelaskan bahwa sprindik baru itu bernomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 yang dikeluarkan pada tanggal 20 Juli 2026.

“Benar, (sprindik, red.) TPPU ini khusus di luar tiga sprindik yang dikeluarkan sebelumnya oleh penyidik Kejagung. Jadi, ada empat sprindik totalnya sekarang,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa sprindik baru itu diterbitkan usai pihak Kejagung menerima berkas perkara dan barang bukti emas 74 kilogram dan valuta asing senilai ratusan miliar dari Polri.

Kemudian, dalam proses penyidikan, tim penyidik yang disebut Tim 9 memanggil empat orang saksi, yakni Febrie Adriansyah (FA), Don Ritto (DR), NH, dan TS, serta seorang ahli TPPU untuk dimintai keterangannya pada hari Rabu (22/7).

Namun, dari keempat orang saksi tersebut, dua orang tidak memenuhi panggilan, yakni Febrie Adriansyah dengan alasan kesehatan dan NH yang tidak hadir tanpa pemberitahuan.

Maka dari itu, tim akan menjadwalkan pemanggilan ulang bagi keduanya. “Tim penyidik akan melakukan pemanggilan ulang pada Jumat (24/7) mendatang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemeriksaan pada Rabu (22/9) turut dihadiri oleh tim Koordinasi dan Supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tim Komisi Kejaksaan RI, tim Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Menurutnya, kehadiran itu sebagai wujud transparansi dan sinergitas Kejaksaan dalam penanganan perkara dugaan TPPU ini.

“Proses koordinasi antara Tim 9 dengan penyidik Polda Metro Jaya dan tim Kortastipidkor Polri terus berlangsung untuk mendukung dan mempercepat proses penanganan perkara,” katanya.

Sebelumnya, Kejagung menerbitkan sprindik seusai menerima pengalihan tiga perkara dari Polri sebagai bentuk sinergi penegakan hukum. Pertama, sprindik bernomor 43 untuk perkara dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU PT KNI.

Kedua, sprindik nomor 44 untuk perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola batu bara di PLTU yang diduga menjadi pemicu pemadaman listrik (blackout).

Terakhir, sprindik nomor 45 terkait dengan kasus dugaan korupsi dan TPPU dalam penanganan perkara PT Asabri. (ANT/KN)

Mobil Tangki Pertamina Kecelakaan di Bulungan, Tidak Ada Kebocoran BBM

0
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun. ANTARA/HO-Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan

TARAKAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bergerak cepat menangani insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil tangki milik mitra transportir PT Timbul Cahaya Energi di Jalan Poros Bulungan–Berau KM 30, Jelarai Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Senin (20/7) malam.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun, menyampaikan bahwa tidak terdapat kebocoran maupun tumpahan produk BBM akibat insiden tersebut.

“Pertamina langsung melakukan penanganan dengan memprioritaskan keselamatan awak mobil tangki, mengamankan kendaraan dan produk, serta memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan,” kata Edi dalam keterangan tertulis diterima di Tarakan, Rabu (22/7) malam.

Dia mengungkapkan adanya satu orang awak mobil tangki mengalami luka ringan dan telah mendapatkan pemeriksaan serta penanganan di fasilitas kesehatan terdekat.
Mobil tangki dengan nomor polisi KU 8196 AU tersebut membawa masing-masing 8 kiloliter (KL) Pertalite dan 8 KL Biosolar dari Jobber Berau menuju SPBU 63.772.002.

Berdasarkan hasil pengecekan awal, insiden terjadi saat mobil tangki melintasi jalan berkelok dan berupaya menghindari truk pengangkut kelapa sawit yang mengalami pecah ban di lajur jalan.

Dalam upaya menghindari kendaraan tersebut, mobil tangki melakukan manuver keluar jalur dan menabrak pohon sawit sehingga bagian depan kendaraan mengalami kerusakan.

Edi mengatakan Pertamina bersama mitra transportir segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan di lokasi kejadian.

Mobil tangki kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan towing menuju SPBU tujuan agar proses pembongkaran BBM dapat dilakukan secara aman, katanya.

“Seluruh muatan berupa 8 KL Pertalite dan 8 KL Biosolar telah berhasil dibongkar di SPBU tujuan pada Selasa (21/7) pukul 07.00 WITA. Dengan demikian, pelayanan dan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan,” ujar Edi.

Kondisi stok BBM di SPBU 63.772.002 terpantau tersedia, yaitu Pertamax sebanyak 7 KL, Pertalite 9 KL, Pertamax Turbo 5 KL, Biosolar 24 KL, dan Dexlite 12 KL. Pertamina juga telah menyiapkan rencana pengiriman pada Selasa (21/7).

Berdasarkan pemeriksaan awal sebelum keberangkatan, kedua awak mobil tangki dinyatakan dalam kondisi fit, sementara hasil pemeriksaan kendaraan dinyatakan layak beroperasi dan tidak ditemukan indikasi konsumsi alkohol.

Dia mengatakan saat kejadian, kondisi cuaca terpantau cerah, kondisi jalan baik, dan kecepatan kendaraan berdasarkan GPS berada pada kisaran 35–44 kilometer per jam.

Pertamina bersama mitra transportir akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi mobil tangki serta evaluasi menyeluruh untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dalam kegiatan pendistribusian BBM tetap dijalankan sesuai prosedur, katanya.

“Pertamina berkomitmen untuk terus mengutamakan aspek keselamatan serta memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap terjaga,” kata Edi. (ANT/KN)

Wali Kota New York Desak AS Dukung ICC dan Tangkap Netanyahu

0
Arsip Foto - Wali Kota New York City Zohran Mamdani. ANTARA/Anadolu/py/pri.

NEW YORK – Wali Kota New York Zohran Mamdani mendesak pemerintah federal Amerika Serikat (AS) untuk mendukung Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menangkap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu.

“Pemerintah Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional dan melaksanakan surat perintah tersebut, dan itu adalah sesuatu yang ingin saya lihat terjadi,” kata Mamdani kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).

Ia menyampaikan pernyataan tersebut setelah meminta pemerintah kota untuk meninjau semua undang-undang yang berlaku terkait surat perintah ICC.

Meskipun pemerintah New York tidak memiliki wewenang independen untuk menegakkan surat perintah tersebut, Mamdani mengatakan ia percaya pemerintah federal dapat memfasilitasi penangkapan Netanyahu.

ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November 2024 untuk Netanyahu dan mantan Kepala Pertahanan Israel Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Baru-baru ini, Mamdani menyebut Netanyahu sebagai “penjahat perang” dan mengatakan pemimpin Israel itu tidak diterima di New York.

Mamdani juga mengatakan bahwa, sebagai warga Amerika, ia percaya AS bertanggung jawab atas korban jiwa di Gaza karena warganya ikut “membayar bom yang menyebabkan kematian” mereka.

Seruan Mamdani ini sangat bertentangan dengan posisi Presiden AS Donald Trump, yang pada Senin (20/7) menegaskan bahwa Netanyahu “tidak akan ditangkap” selama berada di AS. (ANT/KN)

KPK Tetapkan Kepala Bea Cukai Kediri sebagai Tersangka Baru

0
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Achmad Taufik Husein (kiri) bersama Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan keterangan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (22/7/2026). ANTARA/Rio Feisal

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi telah menetapkan Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda sebagai tersangka baru pada kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengonfirmasi hal tersebut, setelah terpidana kasus Bea Cukai John Field mengatakan dirinya diperiksa lembaga antirasuah pada Rabu ini terkait penyidikan baru yang menjerat Gatot Heroe sebagai tersangka.

“Jadi, kalau memang itu sudah disampaikan yang bersangkutan atau John Field, ya, betul, itu sudah ada surat perintah penyidikan terhadap yang bersangkutan (Gatot Heroe, red.),” kata Taufik, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Walaupun demikian, dia menjelaskan bahwa mulanya KPK belum dapat memberitahukan penetapan mantan Kepala Subdirektorat Penindakan Bea Cukai tersebut sebagai tersangka kepada publik.

“Karena tim saat awal-awal penyidikan itu kan butuh kegiatan-kegiatan tambahan, sehingga kami secara resmi belum menyampaikan, tetapi tadi sudah disampaikan ada dua surat perintah penyidikan begitu. Tadi juga sudah dapat sendiri dari pihak luar (John Field, Red.), ya KPK hanya membetulkan saja gitu ya,” ujarnya pula.

Dia mengatakan KPK menetapkan Gatot Heroe sebagai tersangka berdasarkan kecukupan alat bukti.

Selain itu, kata dia, Gatot Heroe sudah diperiksa beberapa kali pada awal penyidikan kasus tersebut, atau setelah operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan.

“Yang bersangkutan sudah diperiksa beberapa kali tentunya di proses penyidikan yang pertama. Kalau tidak salah di awal-awal sudah dua kali itu sudah diperiksa, dan kami sudah ada BAP-nya (berita acara pemeriksaan) juga, dan itu yang kemudian menjadi bahan atau menjadi dasar ditetapkannya langsung di proses penyidikan yang berkembang di perkara yang Bea Cukai gitu ya,” katanya.

Kasus tersebut bermula dari operasi tangkap tangan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan pada 4 Februari 2026.

KPK mulanya menetapkan enam tersangka pada 5 Februari 2026. Mereka adalah Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024-Januari 2026 yang sedang menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono, dan Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan.

Kemudian, pemilik Blueray Cargo John Field, Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri, serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan.

KPK kemudian menetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo sebagai tersangka pada 26 Februari 2026.

Pada 21 Juli 2026, KPK mengumumkan pengembangan kasus tersebut dengan menerbitkan dua surat perintah penyidikan (sprindik).

KPK menetapkan seorang tersangka yang identitasnya belum dapat disampaikan kepada publik pada salah satu sprindik tersebut, sedangkan satunya lagi masih menggunakan sprindik umum sehingga belum ada tersangka yang ditetapkan.

Sementara John Field seusai diperiksa KPK pada 22 Juli 2026, mengaku diperiksa untuk penyidikan terkait Gatot Heroe sebagai tersangka.

“Pak Gatot. Iya (Gatot Heroe tersangka baru, Red.),” katanya. (ANT/KN)

Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang Nyatakan Mundur karena Alasan Kesehatan

0
Foto: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. (Sumber: YT/Setpres RI)

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Selasa (22/7/2026).

Dalam keterangannya, Nanik menjelaskan pengunduran diri itu didasari kondisi kesehatan yang mengharuskannya menjalani pengobatan di luar negeri. Ia mengaku telah menyampaikan langsung keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui,” tulis Nanik.

Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menyebut Presiden Prabowo memintanya tetap terlibat dalam pengawasan lembaga tersebut. Ia mengatakan Presiden berencana membentuk dewan pengawas BGN dan memintanya menjadi ketua.

“Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut,” tulisnya.

Nanik dilantik sebagai Kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan kepala dan wakil kepala Badan Gizi Nasional serta pemberhentian Wakil Kepala BPKP.

Ia menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya diberhentikan dari jabatan Kepala BGN. Saat ini Dadan telah berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Fajri)

Prabowo Teken Keppres Rotasi Pejabat Kejagung, Kuntadi Resmi Jadi Jampidsus

0
Foto: Presiden Prabowo Subianto resmi meneken Keppres baru pergantian jajaran pejabat di Kejagung. (Dok. KSP)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pengangkatan sejumlah pejabat baru di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung). Salah satu keputusan tersebut menetapkan Kuntadi sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Keppres itu diteken Presiden pada Selasa (21/7/2026) setelah melalui mekanisme Tim Penilai Akhir (TPA) berdasarkan usulan Jaksa Agung.

“Sesuai dengan usulan dari Jaksa Agung, dapat kami informasikan bahwa kemarin Bapak Presiden telah menandatangani Keppres sesuai dengan hasil dari tim penilai akhir sebagaimana mengacu kepada surat usulan dari Jaksa Agung,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan proses administrasi sebelum salinan Keppres disampaikan kepada Kejaksaan Agung sebagai dasar pelaksanaan rotasi jabatan tersebut.

“Rencananya hari ini akan kami tindak lanjuti secara administratif untuk nantinya petikan dari Keppres tersebut kami kirimkan kepada instansi terkait, dalam hal ini Kejaksaan Agung,” ujarnya.

Prasetyo menjelaskan, pengangkatan Kuntadi sebagai Jampidsus tidak akan disertai prosesi pelantikan khusus. Menurutnya, keputusan tersebut berlaku setelah seluruh tahapan administrasi rampung.

“Tidak ada pelantikan untuk Jampidsus. Keppresnya sudah ada,” katanya.

Selain menetapkan Kuntadi sebagai Jampidsus, Keppres tersebut juga memuat rotasi sejumlah pejabat eselon I di Kejaksaan Agung. Nana Mulyana ditunjuk sebagai Wakil Jaksa Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAM Pidum), Harli Siregar sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung, serta Patris Yusrian Jaya sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.

Menurut Prasetyo, seluruh pejabat yang tercantum dalam Keppres akan mulai menjalankan tugasnya setelah petikan keputusan presiden diterima oleh Kejaksaan Agung dan seluruh proses administrasi dinyatakan selesai. (Fajri)

Sudaryono Tegaskan Tak Miliki SPPG, Fokus BGN Pastikan Pemenuhan Gizi

0
Foto: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru Sudaryono memberikan keterangan kepada wartawan usai dilantik di Istana Negara. (Sumber: YT/Setpres RI)

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan dirinya maupun anggota keluarganya tidak memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang menjadi mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono usai resmi dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026), sekaligus menepis anggapan adanya keterlibatan dirinya dalam pengelolaan SPPG.

“Gak ada, gak ada. Saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur, saya tidak, tidak ada keluarga saya yang punya dapur dan punya SPPG,” kata Sudaryono.

Ia menjelaskan, tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar membagikan makanan kepada masyarakat. Menurutnya, program tersebut dirancang untuk memastikan kelompok penerima memperoleh asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Arahan khusus kan begini ya, ini kan bukan hanya kemudian kita bikin panitia membagi-bagi makanan, bukan. Tujuannya kan adalah beyond itu, bahwa kita menyediakan gizi yang sesuai. Ingat itu ya, kita menyediakan gizi yang sesuai. Ini namanya Makan Bergizi Gratis, bukan makan enak gratis atau bukan makan banyak gratis, tapi makan bergizi gratis,” ujarnya.

Sudaryono mengatakan perhatian pemerintah akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lanjut usia yang menjadi sasaran program MBG.

“Tentu saja yang menjadi perhatian adalah bagaimana pemenuhan gizi kepada anak-anak yang memang harus diberi sentuhan gizi, termasuk juga ibu hamil, ibu menyusui, dan juga lansia,” lanjutnya.

Menurut Sudaryono, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari banyaknya makanan yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sebagai tujuan utamanya. (Fajri)