Beranda blog Halaman 126

Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang Nyatakan Mundur karena Alasan Kesehatan

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn23juli2026/mobile/

Tujuh Putra-Putri IKN Berangkat ke Universitas Brawijaya, Membawa Harapan Membangun Daerah

0
Tujuh penerima beasiswa kuliah di Universitas Brawijaya, dilepas Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono di balai kota IKN. (Foto: Istimewa)

NUSANTARA – Rasa haru dan bangga menyelimuti pelepasan tujuh putra-putri warga kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), yang berhasil meraih Beasiswa Universitas Brawijaya (UB) Tahun Akademik 2026/2027, pada Kamis (23/07/2026) di Kantor Otorita IKN.

Beasiswa tersebut merupakan program kerja sama antara UB dengan Otorita IKN, untuk memberi kesempatan masyarakat di delineasi IKN mendapatkan pendidikan tinggi terbaik.

Setelah melalui serangkaian seleksi yang kompetitif, mereka kini bersiap melanjutkan pendidikan di Fakultas Pertanian serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Tentunya dengan dukungan pembiayaan penuh berupa Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama delapan semester.

Keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Sebanyak 44 peserta mengikuti proses seleksi, terdiri atas 12 pendaftar Fakultas Pertanian dan 32 pendaftar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Para peserta harus melewati seleksi administrasi, penulisan esai, wawancara, presentasi, hingga Focus Group Discussion (FGD) sebelum akhirnya terpilih menjadi penerima beasiswa.

Dalam acara pelepasan, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, berpesan agar para penerima beasiswa membuktikan bahwa mereka memang layak memperoleh kesempatan tersebut. Menurutnya, semangat juang dan kerja keras menjadi modal utama selama menempuh pendidikan.

“Anak-anakku, seperti kata Pak Sahram Guru SMAN 3 PPU tadi, you have to prove that you are the right people to be selected. Tunjukkan bahwa saudara berhak dan layak mendapatkan beasiswa ini. Fighting spirit-nya harus kuat!” ujar Basuki.

Bagi para penerima beasiswa, kesempatan belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus amanah. Ifka Nurul Adha, siswi SMAN 3 Penajam Paser Utara, mengaku bersyukur dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Brawijaya dan berharap ilmu yang diperolehnya kelak dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di IKN.

“Perasaan saya sangat bangga. Saya harap ilmu yang saya dapatkan dari Universitas Brawijaya bisa saya implementasikan di IKN,” kata Ifka.

Harapan serupa juga disampaikan para orang tua. Musyaheri, ayah dari salah satu penerima beasiswa di jurusan Agroekoteknologi, M Rafiqul Huda, menilai kesempatan tersebut bukan hanya membawa manfaat bagi anaknya, tetapi juga bagi masyarakat di kampung halaman. Sebagai petani kelengkeng di Amborawang Laut, Samboja, ia berharap ilmu yang dipelajari putranya di bidang pertanian dapat diterapkan untuk mengembangkan potensi pertanian di daerah.

“Terima kasih karena anak saya bisa lulus melalui seleksi beasiswa IKN. Harapan kami ke depan, ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk pertanian di Amborawang Laut, Samboja. Saya petani kelengkeng dan kami yakin jika anak-anak belajar di sana, ilmunya akan bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Program beasiswa ini menjadi salah satu upaya Otorita IKN untuk menyiapkan sumber daya manusia lokal yang unggul. Harapannya, para penerima beasiswa tidak hanya meraih prestasi selama menempuh pendidikan, tetapi juga kembali membawa pengetahuan dan pengalaman untuk berkontribusi dalam pembangunan IKN. (adv)

Penulis: Humas Otorita IKN
Editor : Muhammad Rafi’i

DPR Sahkan UU PFII, Gubernur Pusat Finansial Internasional Ditunjuk Langsung Presiden

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn22juli2026/mobile/

Cak Imin Sebut JKN Adalah Gotong Royong Raksasa yang Harus Dijaga Bersama

0
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar saat menerima audiensi Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito di Jakarta, Selasa (21/7/2026). ANTARA/HO-Kemenko PM

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyebut Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan upaya gotong royong raksasa yang perlu dijaga bersama.

“JKN ini adalah gotong royong raksasa. Ukurannya bisa dilihat dari dua aspek, berapa banyak masyarakat yang telah bergabung sebagai peserta dan berapa besar biaya manfaat yang telah dikeluarkan untuk melindungi mereka. Ini adalah kekuatan besar yang harus kita jaga bersama,” kata Menko Muhaimin Iskandar saat menerima audiensi Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai salah satu pilar utama sistem perlindungan sosial nasional.

Audiensi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan sistem perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penguatan perlindungan sosial sebagai salah satu capaian penting pemerintah dalam menyejahterakan seluruh rakyat.

Muhaimin Iskandar mengatakan berbagai program perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah merupakan hasil dari kesinambungan pembangunan yang terus diperkuat untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh perlindungan sekaligus kesempatan menjadi lebih mandiri.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Menko Muhaimin menegaskan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional merupakan salah satu instrumen strategis dalam sistem perlindungan sosial Indonesia.

Menurutnya, JKN bukan sekadar program pembiayaan kesehatan, melainkan wujud nyata solidaritas sosial seluruh rakyat Indonesia.

Ia menilai penguatan JKN harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak dapat diselesaikan secara parsial.

Seluruh aspek, mulai dari regulasi, keberlanjutan pembiayaan, pencegahan fraud, hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus berjalan secara terintegrasi.

“Kemenko PM membaca peta persoalan ini secara integral. Tidak bisa parsial. Mulai dari regulasi, antisipasi fraud, hingga kualitas kinerja layanan harus kita lihat sebagai satu kesatuan. Sebab kalau kualitas pelayanan tidak terus ditingkatkan, kita juga akan sulit meningkatkan kepesertaan yang lebih produktif,” kata Muhaimin Iskandar.  (ANT/KN)

Presiden Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri di Istana Merdeka

0
Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 perwira TNI dan Polri dalam prosesi upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tahun 2026 di pelataran Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian menjadi perwira remaja TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026) pagi.

Presiden Prabowo memimpin pengambilan sumpah para perwira remaja yang terdiri atas 512 perwira TNI Angkatan Darat, 229 perwira TNI Angkatan Laut, 154 perwira TNI Angkatan Udara, dan 282 perwira Polri.

Rangkaian upacara dimulai pukul 07.33 WIB dengan masuknya Komandan Upacara Prasetya Perwira 2026, Komandan Resimen Taruna Akademi Militer Kolonel Infanteri Mario Christian Noya, ke pelataran Istana Merdeka.

Presiden Prabowo kemudian tiba di Istana Merdeka dengan iring-iringan pasukan motoris dan kendaraan taktis Maung dari Pasukan Pengamanan Presiden.

Prosesi inti dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembacaan Keputusan Presiden tentang pelantikan 1.177 perwira remaja TNI dan Polri oleh Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Wahyu Yudhayana.

Selanjutnya, Presiden menyematkan tanda pangkat kepada empat peraih Adhi Makayasa yang mewakili seluruh perwira remaja yang dilantik.

Empat penerima Adhi Makayasa tersebut ialah Calvin Tidar Sakti dari Akademi Militer, Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra dari Akademi Angkatan Laut, Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman dari Akademi Angkatan Udara, dan Harindra Arsandho Tegarbaja dari Akademi Kepolisian.

Adhi Makayasa merupakan penghargaan tertinggi bagi taruna atau taruni yang menunjukkan prestasi terbaik dalam bidang akademik, kepribadian, mental, jasmani, dan kepemimpinan selama menempuh pendidikan.

Setelah penyematan pangkat, Presiden memimpin pengambilan sumpah dan menyampaikan amanat kepada seluruh perwira remaja TNI dan Polri.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan Upacara Prasetya Perwira merupakan agenda kenegaraan tahunan sebagai penanda berakhirnya pendidikan taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian sebelum menjalankan tugas sebagai perwira pertama.

“Sejak 2017, upacara ini kembali diselenggarakan di Halaman Istana Merdeka, Jakarta,” kata Prasetyo Hadi.

Ia menjelaskan Upacara Prasetya Perwira pertama kali digelar di Istana Merdeka pada 1984 hingga 2003, kemudian dipindahkan ke Lapangan Sapta Marga Akademi Militer Magelang pada 2004 hingga 2016, sebelum kembali diselenggarakan di Istana Merdeka mulai 2017.

Upacara tahun ini dihadiri para pejabat negara, petinggi TNI dan Polri, serta 4.708 anggota keluarga perwira remaja yang dilantik. (ANT/KN)

DPR Sahkan UU PFII, Gubernur Pusat Finansial Internasional Ditunjuk Langsung Presiden

0
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat (doorstop) usai Rapat Paripurna DPR RI ke-26 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (21/7/2026). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal mengungkapkan bahwa Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan dipimpin seorang gubernur yang ditunjuk langsung oleh Presiden RI dan tanpa melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR RI.

“Ya, Gubernur PFII (PFII akan dipimpin oleh gubernur),” kata Hekal saat dijumpai wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Ia mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai calon gubernur PFII. Menurut dia, penentuan gubernur sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden.

“Belum ada calon sama sekali. Sama sekali belum. Itu nanti akan ditentukan oleh Presiden,” kata Hekal.

Selain Dewan PFII yang dipimpin seorang gubernur, kelembagaan PFII juga akan dilengkapi Dewan Pertimbangan PFII.

Hekal menjelaskan, Dewan Pertimbangan direncanakan beranggotakan unsur Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Dewan ini juga berpotensi diperkuat dengan unsur Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), namun keputusan penambahan komposisi ini diserahkan kepada Presiden.

“Dewan Pertimbangan PFII ini sebetulnya cuma menyelaraskan kalau ada kebijakan-kebijakan PFII ini, kita juga harus jaga kepentingan Republik Indonesia yang ada di luar wilayah PFII dan bagaimana hubungannya supaya harmonis dengan uang (likuiditas) yang ada di dalam PFII,” jelas dia.

Selain itu, kelembagaan PFII juga mencakup lembaga pengelola (LP) PFII dan lembaga pengawas jasa keuangan (LPJK) PFII. Rincian kelembagaan PFII tertuang dalam bab empat Undang-Undang (UU) PFII yang baru disahkan Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (21/7/2026).

Ketika ditanya mengenai kemungkinan suatu negara memiliki lebih dari satu kawasan PFII, Hekal mengatakan bahwa setiap kawasan akan memiliki perangkat kelembagaan sendiri, mulai dari dewan yang dipimpin gubernur, lembaga pengelola, lembaga pengawas jasa keuangan, hingga pengadilan dan arbitrase.

Meski demikian, ia menilai kemungkinan suatu negara memiliki banyak kawasan PFII relatif kecil. Hekal mencatat, sejauh ini belum ada negara yang memiliki lebih dari dua pusat keuangan internasional.

“Yang kita dengar dua sebenarnya baru Vietnam (Vietnam punya dua pusat keuangan). Tapi kan kalau kita lihat, misalnya di Timur Tengah, semua ada. Dubai ada, Abu Dhabi ada, Qatar ada. Padahal tetanggaan, sebelah-sebelahan saja, mungkin dekatnya seperti antarkabupaten. Tapi semua punya dan sukses semua,” kata Hekal.

Ketika ditanya target operasional PFII, Hekal mengatakan kawasan tersebut diharapkan dapat segera beroperasi setelah Menteri Keuangan menerima proposal yang memadai dan pemerintah menetapkannya melalui Peraturan Pemerintah (PP).

Setelah lokasi PFII ditetapkan, pemerintah akan membentuk perangkat kelembagaan yang meliputi Dewan PFII, lembaga pengelola, lembaga pengawas jasa keuangan, pengadilan, dan arbitrase.

Selama pembangunan fisik kawasan berlangsung, pemerintah juga akan menyiapkan mekanisme transisi.
Hekal mengatakan, pengaturan lebih lanjut akan dituangkan dalam PP, Peraturan Menteri Keuangan (PMK), serta ketentuan yang diterbitkan Dewan PFII setelah lembaga tersebut terbentuk.

“Yang diharapkan sementara adalah kawasan PFII-nya atau wilayah PFII-nya ini mungkin wilayah baru. Ini yang lagi dikaji. Harapan kita supaya pengkajiannya agak lebih cepat. Begitu ditetapkan, kemudian bisa ditetapkan dewannya yang nanti dipimpin oleh gubernur,” kata Hekal.

Rapat paripurna DPR RI pada Selasa telah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang PFII disahkan menjadi Undang-Undang.

Sebelum persetujuan itu diambil, Hekal yang juga merupakan Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU PFII menyampaikan laporan.
Terdapat 10 bab dalam UU baru tersebut, yakni ketentuan umum; pembentukan, kedudukan, dan tujuan penyelenggaraan PFII; kegiatan usaha pada PFII; kelembagaan dalam PFII; lembaga arbitrase PFII; Pengadilan PFII; dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; fasilitas perpajakan dan fasilitas khusus lain; kekhususan pada PFII; serta ketentuan penutup.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam penyampaian pendapat akhir mewakili Presiden dalam Rapat Paripurna Ke-26 DPR RI di Jakarta, Selasa (21/7/2026), mengatakan bahwa kehadiran PFII bukan untuk menggantikan sistem keuangan domestik yang ada, melainkan untuk melengkapi dengan ekosistem kelas dunia yang terintegrasi.

“Rancangan Undang-Undang tentang PFII ini lahir atas kesadaran bahwa sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20, Indonesia sudah saatnya memiliki sebuah financial center sendiri yang kredibel, mandiri, berintegritas, serta berdaya saing global,” kata Purbaya. (ANT/KN)

Mensesneg: Perayaan HUT ke-81 RI Kembali Digelar di Jakarta

0
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). ANTARA/Fathur Rochman

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia akan dipusatkan di Jakarta, sementara konsep pelaksanaannya masih dimatangkan pemerintah.

Di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, Prasetyo mengatakan pemerintah telah beberapa kali menggelar rapat koordinasi untuk menyiapkan upacara kenegaraan beserta rangkaian kegiatan pendukung.

Menurut dia, pemerintah masih menyiapkan sejumlah konsep pelaksanaan, termasuk beberapa unsur yang akan diumumkan kemudian.

“(Konsepnya) mohon bersabar ditunggu dulu, biar ada ‘element of surprise’-nya,” katanya.

Prasetyo mengatakan persiapan peringatan HUT ke-81 RI juga mencakup penetapan logo resmi yang pada tahun ini melibatkan partisipasi publik dalam proses pemilihannya.

Selain upacara kenegaraan, pemerintah tengah menyusun konsep perayaan yang memungkinkan keterlibatan masyarakat secara lebih luas dan tidak hanya berpusat pada kegiatan di lingkungan Istana.

Pemerintah juga mengevaluasi pola pelibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar kesempatan berpartisipasi tidak hanya diberikan kepada kelompok binaan tertentu, tetapi dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM secara merata.

Terkait jumlah masyarakat yang akan diundang mengikuti perayaan di lingkungan Istana, Prasetyo mengatakan pemerintah masih melakukan penghitungan dan menyesuaikannya dengan konsep akhir pelaksanaan HUT ke-81 RI. (ANT/KN)

Satresnarkoba Polres Bontang Ringkus Dua Pemuda, Sita 2,64 Gram Sabu

0
Ilustrasi dua pemuda yang diamankan Satresnarkoba Polres Bontang terkait dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu. (Ilustrasi AI)

BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang mengungkap dugaan kasus peredaran narkotika jenis sabu di Jalan Mente RT 3, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua tersangka berinisial KAP (18) yang diduga berperan sebagai pengedar dan SWI (22) yang diduga sebagai penerima sekaligus pengguna sabu.

Kasat Resnarkoba Polres Bontang, Iptu Larto, mengatakan dari tangan kedua tersangka petugas menyita barang bukti berupa sabu seberat 2,64 gram, plastik klip, serta satu bundel plastik kosong.

Selain itu, polisi juga mengamankan timbangan digital, alat hisap (bong), pipet kaca, sedotan runcing, satu kaleng tempat penyimpanan, uang tunai sebesar Rp150 ribu, dan dua unit telepon genggam.

“Pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya Satresnarkoba Polres Bontang dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kota Bontang,” ujar Larto, Selasa (21/7/2026).

Saat ini kedua tersangka telah diamankan di Mapolres Bontang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.

Polres Bontang mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

“Laporan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Bontang,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S.
Editor: Agus S.

Rudy Mas’ud Turun Langsung, Pemprov Gerak Cepat Benahi Jembatan Mahulu

0
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud didampingi Wakil Gubernur Seno Aji, Sekda Sri Wahyuni, serta jajaran OPD meninjau kondisi Jembatan Mahakam Hulu (Mahulu), Selasa (21/7/2026). (Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji meninjau langsung kondisi Jembatan Mahakam Hulu (Mahulu), Selasa (21/7/2026), sebagai respons atas berbagai keluhan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur jembatan tersebut.

Peninjauan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni, para asisten, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Langkah tersebut dilakukan setelah warga, melalui Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Loa Buah, menyampaikan surat terbuka kepada gubernur mengenai kondisi Jembatan Mahulu yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ketua FKPM Loa Buah, Sabil Husein, sebelumnya menyampaikan hasil perbaikan jembatan hanya bertahan sekitar 15 hari sebelum kembali rusak. Warga juga menyoroti minimnya penerangan jalan, belum adanya kamera pengawas (CCTV), kurangnya rambu lalu lintas, serta kerusakan sambungan jembatan (expansion joint) yang disebut telah memicu sejumlah kecelakaan.

Merespons laporan tersebut, Rudy mengatakan pemerintah provinsi langsung mengambil langkah cepat.

“Hari ini kami datang langsung bersama Pak Wakil Gubernur, Bu Sekda, para asisten dan seluruh OPD terkait untuk melihat kondisi di lapangan. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur yang telah memberikan masukan kepada kami,” ujar Rudy.

Ia mengungkapkan, bahkan sejak malam sebelumnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) telah mulai melakukan perbaikan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

“Alhamdulillah, semalam juga langsung dieksekusi oleh Dinas PU bersama UPTD berkaitan dengan perbaikan aspal, sambungan jembatan (joint), dan bagian-bagian yang rusak,” katanya.

Selain perbaikan permukaan jalan dan sambungan jembatan, Rudy menginstruksikan Dinas Perhubungan segera membenahi sistem penerangan di sepanjang Jembatan Mahulu. Lampu yang redup akan ditingkatkan pencahayaannya, lampu yang mati akan diaktifkan kembali, termasuk memperbaiki lampu tenaga surya yang tidak lagi berfungsi.

Pemerintah juga akan melakukan pengecatan, perawatan fasilitas, hingga penataan kawasan jembatan agar lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Menurut Rudy, Jembatan Mahulu merupakan salah satu infrastruktur vital yang menopang distribusi barang dan jasa di Kalimantan Timur.

“Di sini aktivitasnya sangat padat. Kendaraan besar seperti kontainer, pengangkut bahan bakar minyak (BBM), LPG hingga semen banyak melintas melalui jembatan ini. Karena itu, jembatan ini harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Untuk meningkatkan keamanan, Pemprov Kaltim juga akan memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik sebagai upaya memantau kondisi jembatan sekaligus mencegah pencurian fasilitas umum.

“Ada laporan beberapa MCB hilang sehingga lampu tidak menyala. Karena itu kita akan segera memasang CCTV agar bisa mengontrol kondisi di lapangan dan mencegah hal-hal yang membahayakan keselamatan masyarakat,” jelas Rudy.

Di akhir peninjauan, Rudy kembali mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan kritik dan masukan kepada pemerintah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur, khususnya warga Kota Samarinda, atas semua masukan yang diberikan. Kritik yang membangun akan terus kami respons demi menjaga keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.

Rudy Tinjau SMAN 10 Samarinda, Pastikan Pembenahan Sekolah Garuda Terus Berjalan

0
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud didampingi Wakil Gubernur Seno Aji, Sekda Sri Wahyuni, jajaran OPD, dan direksi BUMD Pemprov Kaltim saat meninjau SMAN 10 Samarinda, Selasa (21/7/2026). (Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meninjau langsung SMAN 10 Samarinda di Jalan HAM Rifaddin, Kecamatan Loa Janan Ilir, Selasa (21/7/2026), untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan normal setelah tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2026.

Kunjungan tersebut sekaligus dilakukan untuk melihat progres pembenahan fasilitas sekolah yang tengah dipersiapkan menjadi Sekolah Garuda.

Dalam sidak itu, Rudy didampingi Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta direksi BUMD Pemprov Kaltim.

“Hari ini kami bersama Pak Wagub, Bu Sekda, seluruh asisten, kepala OPD dan direksi BUMD Pemprov Kaltim melaksanakan kunjungan pasca anak-anak kita masuk sekolah pada 13 Juli kemarin. Sebelumnya kami juga sudah melihat progres pekerjaannya,” kata Rudy.

Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan memastikan aktivitas belajar mengajar di SMAN 10 Samarinda berlangsung dengan baik, sekaligus memastikan proses pembenahan menuju Sekolah Garuda berjalan sesuai rencana.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjut Rudy, terus melakukan peningkatan sarana dan prasarana agar sekolah tersebut mampu menjadi pusat pendidikan unggulan yang melahirkan generasi emas daerah.

Salah satu pekerjaan yang telah rampung adalah pengaspalan akses menuju sekolah. Saat ini pemerintah tinggal menyelesaikan pemasangan marka jalan.

“Alhamdulillah akses jalannya sekarang sudah beraspal, tinggal proses marka yang segera kita benahi,” ujarnya.

Selain akses jalan, Pemprov Kaltim juga membenahi fasilitas asrama siswa. Rudy mengapresiasi kolaborasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan, serta BUMD yang bergotong royong mempercepat proses renovasi.

Pembenahan meliputi perbaikan instalasi listrik, sanitasi, hingga toilet. Menurut Rudy, sebagian besar jaringan listrik sebelumnya sudah tidak layak sehingga harus dibangun kembali.

Kompleks asrama SMAN 10 Samarinda memiliki kapasitas lebih dari 400 siswa. Selama proses renovasi berlangsung, penempatan asrama putra dan putri dilakukan secara sementara hingga seluruh pekerjaan selesai.

Rudy berharap seluruh masyarakat Kalimantan Timur turut mendukung pengembangan SMAN 10 Samarinda sebagai Sekolah Garuda yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul.

“Kami mohon dukungan seluruh masyarakat Kalimantan Timur agar sekolah ini benar-benar bisa melahirkan generasi-generasi emas Kalimantan Timur,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyebut para siswa SMAN 10 Samarinda berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, termasuk Mahakam Ulu dan Kutai Timur.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.