Beranda blog Halaman 126

Pemprov Kalbar Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak Berat di Tengah Keterbatasan Anggaran

0

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menegaskan perbaikan infrastruktur jalan provinsi tetap menjadi prioritas utama, dengan fokus pada penanganan ruas-ruas yang mengalami kerusakan berat di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Penanganan jalan provinsi tetap menjadi fokus. Kami memprioritaskan ruas jalan yang rusak berat agar tetap dapat difungsikan dan konektivitas wilayah tetap terjaga,” kata Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di Pontianak, Minggu (29/3/2026).

Ia mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk menjaga konektivitas antarwilayah serta memastikan aktivitas masyarakat dan distribusi ekonomi tetap berjalan lancar.

Dalam kondisi fiskal yang masih berada pada kebijakan efisiensi, pemerintah daerah menerapkan penanganan secara bertahap dan terencana dengan mengutamakan ruas jalan yang berdampak langsung bagi masyarakat, katanya menjelaskan.

Menurut dia, pendekatan yang dilakukan saat ini lebih menitikberatkan pada perbaikan fungsional agar jalan tetap dapat dilalui, terutama pada jalur utama mobilitas warga dan distribusi barang.

“Kami memahami keinginan masyarakat untuk perbaikan permanen. Namun dalam kondisi efisiensi, penanganan dilakukan bertahap. Yang penting jalan tetap bisa digunakan dan aktivitas tidak terganggu,” ujar dia.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalbar telah mengaktifkan kembali unit pemeliharaan jalan dan jembatan serta melakukan peningkatan konstruksi jalan sepanjang 40,30 kilometer pada 22 ruas yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota pada Tahun Anggaran 2025.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat infrastruktur pendukung melalui penanganan jaringan irigasi dengan cakupan layanan mencapai 9.172 hektare, serta normalisasi saluran sepanjang 1.035 kilometer guna mendukung produktivitas sektor pertanian.

Norsan mengakui, penanganan infrastruktur jalan di Kalimantan Barat masih menghadapi berbagai tantangan, seperti curah hujan tinggi, kondisi geografis wilayah, hingga tingginya beban kendaraan yang mempercepat kerusakan jalan.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

“Dengan berbagai tantangan tersebut, pemerintah tetap bekerja agar kualitas jalan terus meningkat secara bertahap,” katanya.

Pemprov Kalbar juga mengapresiasi perhatian serta masukan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan. Partisipasi publik dinilai penting sebagai bentuk pengawasan dalam proses pembangunan.

“Ke depan, kami berharap dukungan masyarakat terus terjaga agar upaya peningkatan kualitas infrastruktur dapat berjalan optimal, khususnya dalam meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta konektivitas antarwilayah di Kalimantan Barat,” kata Ria Norsan. (ANT/KN)

SBY Kenang Juwono Sudarsono sebagai Penghubung Militer dan Sipil di Era Reformasi

0

JAKARTA – Presiden Ke-6 Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY mengenang mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono yang wafat pada Sabtu (28/3), sebagai sosok yang menyatukan pandangan militer dan sipil saat momen Reformasi pada 1998.

Menurut dia, Juwono adalah salah satu pemikir dari Universitas Indonesia (UI) yang memiliki ide-ide cemerlang di bidang internasional maupun pertahanan untuk Indonesia dan dunia.

“Ketika saya mengemban tugas waktu itu 1998 di era reformasi agar TNI kembali ke jati dirinya, tidak berpolitik praktis, tetapi sebagai kekuatan pertahanan yang diandalkan, Mas Juwono memiliki pandangan yang sama,” kata SBY usai bertakziah ke Juwono yang disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu (29/3/2026).

SBY mengaku kenal Juwono sejak dirinya masih menjadi perwira muda ketika bertugas di Sekolah Staf dan Komando TNI AD. Saat itu, dia mulai menjalin komunikasi dan diskusi dengan Juwono.

Dengan kesamaan pandangan sejak mengenal Juwono, dia pun lantas mengajaknya untuk menjadi Menteri Pertahanan ketika dirinya menjadi Presiden RI.

Ketika menjalankan pemerintahan, dia bersama Juwono pun terus memodernisasi sektor pertahanan hingga mengembangkan alat utama sistem pertahanan (alutsista). Saat itu, SBY dan Juwono ingin agar kekuatan militer Indonesia terus meningkat di level ASEAN.

Selain itu, SBY mengatakan Juwono juga turut berperan dalam membangun peacekeeping missions agar Indonesia mampu menghadapi krisis dalam maupun luar negeri.

“Dan kami tentu sangat terbantu, karena bagi saya waktu itu pertahanan dan diplomasi sama-sama pentingnya,” kata dia.

Dengan wafatnya sosok tersebut, SBY pun mengajak bangsa Indonesia untuk meningkatkan lagi kemampuan pertahanan dan diplomasi. Menurut dia, soal pertahanan bukan hanya urusan jenderal, marsekal, maupun laksamana, tapi juga urusan semua pihak.

“Mas Juwono memiliki dua karakter, punya dua kemampuan di bidang pertahanan maupun hubungan internasional,” katanya.
Sebelumnya, Juwono meninggal dunia pada Sabtu (28/3) pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. (ANT/KN) 

PDIP Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Tengah Dinamika Timur Tengah

0

BLITAR – DPP PDIP menegaskan prinsip politik luar negeri yang bebas aktif menyikapi adanya kondisi politik di Timur Tengah, sebagaimana yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Minggu (29/3/2026? mengatakan para pendiri bangsa khususnya Bung Karno (Presiden pertama RI Soekarno) dan Bung Hatta (Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta) telah meletakkan fondasi yang sangat baik.

“Bahwa kemerdekaan Indonesia ialah menunjukkan suatu spirit pembebasan bagi bangsa-bangsa terjajah di Asia Afrika. Karena itulah kemerdekaan sebagai hak segala bangsa itu harus betul-betul diperjuangkan dan tidak boleh diingkari,” katanya di Blitar.

Hasto dalam ziarah ke makam Bung Karno di Kota Blitar tersebut menambahkan kemerdekaan tidak boleh diingkari oleh suatu aksi tindakan dari suatu negara super power terhadap suatu negara yang berdaulat.

Menurut dia, hal tersebut merupakan prinsip-prinsip politik luar negeri bebas aktif, sehingga pemerintah RI berdiri kokoh terhadap amanat dari pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut.

Ketua Umum, kata dia, juga telah mengadakan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, salah satunya membahas isu bangsa dan masalah geopolitik. Hasil dari pembahasan itu juga dijelaskan bahwa poin penting adalah bagi para pemimpin bangsa untuk saling berdialog.

Selain itu, Ibu Megawati, tambah Hasto, juga berbagi pengalaman dengan Presiden Prabowo. Sebelumnya, Megawati juga diundang bersama dengan para pemimpin bangsa lain untuk bertemu, namun saat itu Presiden Prabowo masih ada acara di luar daerah.

PDIP, kata dia, juga mempunyai saran yang lebih tegas masalah sikap politik luar negeri Indonesia.

Hasto menjelaskan, kemerdekaan Indonesia ditujukan untuk membangun persaudaraan dunia, sehingga sebagai bangsa yang mengalami ketertindasan adanya spirit kemerdekaan adalah untuk seluruh bangsa.

“Maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. itulah yang harus dilanjutkan oleh seluruh Presiden,” kata Hasto.

Ia menambahkan, kepemimpinan Bung Karno yang berjuang bagi kemerdekaan bangsa menjadi suri tauladan dan diharapkan bisa terus dilanjutkan di dalam kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri ziarah ke makam ayahnya Bung Karno di Kota Blitar. Megawati didampingi keluarga dan jajaran petinggi partai.

Dalam ziarahnya, rombongan membaca doa bersama dan tabur bunga. Setelah selesai, rombongan melanjutkan perjalanan. (ANT/KN)

Kunjungan ke Jepang, Presiden Prabowo Akan Saksikan Penandatanganan Investasi

0

TOKYO – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima sejumlah pengusaha besar dan menyaksikan penandatanganan beberapa perjanjian investasi dari perusahaan besar Jepang di Indonesia dalam lawatannya ke Tokyo, Jepang.

“Presiden Prabowo dijadwalkan akan menerima beberapa pengusaha besar dan menyaksikan beberapa perjanjian investasi dari beberapa perusahaan besar Jepang di Indonesia,” dikutip dari unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu (29/3/2026).

Selain agenda tersebut, Kepala Negara juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Kaisar Jepang Naruhito serta Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Presiden Prabowo berangkat menuju Tokyo dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Minggu pukul 10.30 WIB.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Keberangkatan Presiden Prabowo dilepas oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Presiden bersama rombongan tiba di Bandara Haneda, Tokyo, Jepang pada Minggu malam pukul 19.10 waktu setempat.

Prabowo disambut oleh Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Jepang Iwao Horii, Kepala Protokol Negara Jepang Tadayuki Miyashita, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir, dan Atase Pertahanan Republik Indonesia di Tokyo Laksma TNI Hidayaturrahman.

Dari bandara, Presiden Prabowo langsung menuju tempatnya bermalam.

Indonesia dan Jepang telah menjalin hubungan kerja sama yang komprehensif selama 68 tahun pada sejumlah bidang strategis, mulai dari ekonomi, politik, hingga sosial budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara pun terus menunjukkan tren positif.

Kunjungan itu mencerminkan eratnya hubungan persahabatan yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Jepang yang dibangun atas dasar saling percaya dan menghormati.

Kunjungan Presiden Prabowo pun diharapkan makin membuka peluang kolaborasi baru yang saling menguntungkan, serta memperkokoh kemitraan Indonesia dan Jepang.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Minggu, menyampaikan dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo akan membahas berbagai hal strategis yang selama ini menjadi kekuatan kerja sama antara Indonesia dan Jepang.

“Pertemuan-pertemuan ini tentunya untuk memperkuat kerja sama persahabatan kedua negara dan memang secara khusus Pak Presiden tentu akan banyak membicarakan hal-hal strategis yang selama ini menjadi kekuatan kerja sama kita dengan Pemerintah Jepang,” ujar Prasetyo.

“Contoh dalam hal perdagangan, kemudian teknologi, pendidikan, dan termasuk dalam lingkup dalam hal kerja sama kehutanan dan lingkungan,” katanya. (ANT/KN)

Debit Sungai Ogan Naik ke Level Waspada, Warga OKU Diminta Tetap Siaga

0

BATIURAJA – Debit Sungai Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan berada pada level waspada yang berpotensi menimbulkan dampak bencana banjir sehingga harus diwaspadai bersama.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Januar Efendi melalui Manager Pusdalops, Gunalfi di Baturaja, Minggu mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan alat pendeteksi banjir yaitu Level Gauge terjadi peningkatan debit sungai di beberapa kecamatan di wilayah setempat.

Level Gauge pada Minggu (29/3) sekitar pukul 08.30 WIB mendeteksi debit Sungai Ogan wilayah Kecamatan Pengandonan naik mencapai 134,78 centimeter.
Kemudian aliran sungai wilayah Kecamatan Ulu Ogan mencapai 155,94 cm dan Kecamatan Lengkiti naik 19,67 cm.

“Hingga sore tadi debit sungai sudah berangsur surut, namun tidak menutup kemungkinan akan meningkat lagi jika turun hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada menghadapi potensi bencana alam supaya tidak menimbulkan korban jiwa.

“Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten OKU pada Mei 2024 harus dijadikan pelajaran agar kita selalu waspada guna mengantisipasi korban jiwa,” tegasnya.

BPBD OKU sebelumnya telah memperpanjang status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada akhir Maret 2026.

Dalam penetapan status pihaknya meningkatkan kapasitas personel penanggulangan bencana agar banjir dan tanah longsor dapat ditanggulangi sedini mungkin guna mengantisipasi korban jiwa.

“Masyarakat juga saat ini dapat memantau prakiraan cuaca harian hingga level desa/kelurahan dan pembaruan terkini secara mandiri melalui website https://cuaca.bmkg.go.id/ dan aplikasi InfoBMKG,” ujar dia. (ANT/KN)

—-

Longsor Tutup Jalur Maros–Bone, Kemacetan Mengular hingga 2 Kilometer

0

MAROS – Bencana longsor yang terjadi di jalur penghubung Kabupaten Maros menuju Bone, Sulawesi Selatan yakni di wilayah Camba, Kappang menyebabkan arus lalu lintas macet sepanjang sekitar 2 kilometer.

“Material tanah dan batu yang menutup badan jalan mengakibatkan antrean kendaraan mengular hingga kurang lebih 2 kilometer dari kedua arah,” kata salah seorang pengendara, Jusman asal Kabupaten Bone, saat ditemui di Kabupaten Maros, Sulsel, Minggu (29/3/2026).

Menurut dia, peristiwa longsor ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hingga siang hari. Akibatnya kondisi tanah menjadi labil di kawasan perbukitan, sehingga memicu terjadinya pergeseran tanah hingga menutup akses jalan utama penghubung antarwilayah.

Sejumlah pengendara, baik roda dua maupun roda empat, terpaksa berhenti dan menunggu proses evakuasi material longsor. Beberapa di antaranya bahkan memilih memutar arah untuk mencari jalur alternatif, meski harus menempuh jarak yang lebih jauh.

Petugas dari kepolisian bersama instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan membantu proses pembersihan.

Alat berat dikerahkan guna mempercepat evakuasi material tanah dan bebatuan yang menutupi badan jalan. (ANT/KN)

Rudi: Jangan Hanya Promosikan Wisata Bahari

BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) diminta Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong tak hanya mempromosikan wisata bahari.

Dia mengungkapkan, walaupun wisata bahari menjadi andalan Kabupaten Berau, Disbudpar tetap harus mempromosikan pariwisata secara luas. “Karena wisata di Berau tak hanya bahari, ada juga alam dan lainnya. Meskipun memang wisata kita dikenal di kelautannya,” ujarnya.

Pembenahan, kata Rudi, juga wajib dilakukan dengan catatan tak hanya wisata laut melainkan juga dari sisi darat. “Kita benahi juga sisi daratnya. Karena selama ini yang dijual kepada wisatawan mancanegara bawah lautnya,” bebernya.

Dijelaskannya, wisata sisi darat dapat terwujud ketika pembenahan fasilitas berjalan beriringan. Selain itu perlu pula diperhatikan terhadap kebersihan di daerah wisata yang ada di Berau.

“Seperti di Pulau Derawan, kalau bisa setelah diving wisawatan bisa jalan-jalan juga di sisi daratnya. Makanya harus dibenahi fasilitas dan dijaga kebersihannya. Walaupun di pinggir pantai juga harus bersih,” jelasnya.

Politikus PDI-P ini mengharapkan fasilitas wisata di sisi darat harus dibuat secara sisi layanan, agar membuat wisatawan yang berkunjung betah dan mau ikut mempromosikan.

“Wisata sisi darat itu perlu dibentuk pelayanan maksimal agar wisatawan betah. Kita punya sisi bawah laut yang luar biasa tapi pada saat di darat jangan sampai tidak dieksplore juga,” katanya.

Rudi pun berpesan wisata laut maupun darat perlu adanya pembenahan wisata kuliner, agar di Kabupaten Berau dapat semakin menjadi baik ke depannya. “Kuliner juga bisa dikelola dengan baik harganya pun menyesuaikan tidak terlalu mahal,” tutupnya. (adv)

Atasi Inflasi di Pesisir lewat Bantuan

BERAU – Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengatasi inflasi di wilayah pesisir melalui pemberian bantuan.

Kata Subroto, melalui pemberian bantuan seperti kebutuhan pokok tentu akan meringankan beban masyarakat dalam menghadapi inflasi yang terjadi.

“Masalah inflasi, banyak solusi yang diberikan kepada masyarakat. Tapi masyarakat sekarang ini lebih infin diberikan bantuan,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat yang paling terdampak inflasi di pesisir saat ini yakni para petani. Kenaikan harga bahan pokok dan menurunnya hasil produksi selalu dikeluhkan. “Saat ini yang sangat diperlukan petani di daerah-daerah pesisir yakni bantuan bibit cagung, cabai, sapronak, saprodi, alsintan,” jelasnya.

Khususnya untuk jagung, baginya, perlu diberi bantuan bibit. Mengingat, saat ini bibit jagung di daerah pesisir sukar diperoleh dan kalau pun tersedia, harganya cukup mahal. “Sementara jagung di sana itu, sekali tanam dan juga hasilnya sudah tidak maksimal. Jadi, petani itu mengeluh karena habis bibit pertama, kedua ditanam hasilnya sudah tidak maksimal,” terangnya.

“Mungkin juga karena lahannya tidak seperti di Jawa atau Sulawesi. Kalau Jawa, Sulawesi bisa 3 atau 4 kali karena tanahnya itu memungkinkan. Kalau disini, paling 1 atau 2 kali,” sambungnya.

Ke depan, Subroto berharap agar tak hanya bantuan, masalah inflasi di daerah pesisir juga harus diatasi dengan pemberian bantuan pupuk dan peningkatan kualitas tanah. “Tanah kita memang subur. Tapi belum terlalu untuk pertanian. Makanya kita ingin supaya perlu ada pemupukan atau peningkatan kualitas tanah yang memang perlu dibantu,” tandasnya. (adv)

Segera Wujudkan BLK untuk Persiapkan Tenaga Kerja Lokal

BERAU – Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) kini tengah berlangsung. Penyelesaiannya pun diharapkan cepat oleh Anggota Komisi III DPRD Berau, Vitalis Paulus Lette.

Dia mengatakan, saat ini keberadaan BLK sangat diperlukan, terlebih banyaknya perusahaan yang masuk di Kabupaten Berau. Sehingga diperlukan wadah untuk pelatihan bagi tenaga kerja lokal. “Sehingga tenaga kerja lokal kita memiliki daya saing, apalagi melalui BLK mereka bisa mendapat bekal dan keterampilan untuk bekerja,” tuturnya.

Dijelaskannya, banyak perusahaan yang menerapkan spesifikasi tinggi terhadap para pekerja sehingga banyak masyarakat kesulitan ketika mencari kerja.

“Kehadiran BLK juga sangat penting. Supaya orang lokal punya skill dan mampu bersaing bekerja di daerah sendiri,” ujarnya.

Meski Hal ini tertuang Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 2018 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal. Salah satunya perusahaan di Berau harus mengakomodir 80 persen tenaga kerja lokal. Akan sulit jika Sumber Daya Manusia (SDM) lokal tidak memenuhi standarisasi perusahaan. “Kita perlu lekas membangun BLK. Akan susah kalau kita hanya menunggu saja,” jelasnya.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa mempercepat pembangunan tersebut. Sebab, banyak masyarakat lokal tidak bisa bekerja akibat tidak punya kemampuan yang memadai. “Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” pungkasnya. (Adv)

Riset BRIN Dorong Produktivitas Padi di Rapak Oros

0

SENDAWAR – Panen padi bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Kelompok Tani Maju Bersama di Rapak Oros, Kampung Linggang Amer, menunjukkan hasil nyata dari pengembangan pertanian berbasis riset. Varietas Inpara 02 terbukti menjadi yang paling adaptif dengan produktivitas mencapai 4,8 ton per hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kutai Barat, Stepanus Alexander Samson, menjelaskan bahwa inovasi ini berawal dari uji kelayakan lahan yang dilakukan pada 2024 bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional di Yogyakarta.

“Dilakukan uji terhadap empat varietas padi, yaitu IPB 3S, Trisakti, Inpara 02, dan padi lokal, pada lahan seluas dua hektare untuk mengetahui varietas yang paling sesuai dengan kondisi Rapak Oros,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa Inpara 02 memiliki performa terbaik dengan produktivitas lebih tinggi dibandingkan padi ladang yang rata-rata hanya sekitar 3 ton per hektare.

Berdasarkan hasil kaji terap tersebut, pada 2025 dilakukan pengembangan lanjutan dengan menetapkan Inpara 02 sebagai varietas unggulan. Pengembangan dilakukan pada lahan seluas 5 hektare.

Padi yang dipanen bersama ini ditanam pada 8 Desember 2025 dan dipanen pada 26 Maret 2026, dengan masa tanam sekitar tiga bulan. Dengan siklus tersebut, dalam satu tahun penanaman dapat dilakukan dua hingga tiga kali.

“Jika produktivitas 4,8 ton per hektare, maka dua kali tanam bisa mencapai 9,6 ton per tahun, bahkan bisa mendekati 15 ton jika tiga kali tanam,” jelasnya.

Dalam praktiknya, pengembangan padi ini juga menggunakan sistem tanam jajar legowo yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi lahan serta optimalisasi pertumbuhan tanaman.

Stepanus menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, peneliti, penyuluh, dan petani melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.

“Pendekatan ini memastikan setiap langkah pengembangan pertanian memiliki dasar yang jelas dan terukur,” katanya.

Ke depan, varietas Inpara 02 diharapkan terus dikembangkan untuk meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Barat. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S