Beranda blog Halaman 1179

Puncak Hari Santri Tidak Mengundang para Bacapres

0
Kementerian Agama merilis logo Hari Santri 2023.

KORANUSANTARA– Pemerintah bakal kembali memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini. Rencananya, puncak acara yang jatuh pada 22 Oktober 2023 akan digelar di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, perayaan puncak HSN akan dipimpin langsung Presiden Joko Widodo. “Akan ada apel di Tugu Pahlawan, Surabaya, yang langsung irupnya (inspektur upacara, Red) Presiden Jokowi,’’ ujarnya dalam peluncuran logo Hari Santri 2023 di kantor Kemenag, Jakarta, Jumat, 6 Oktober 2023.

Selain presiden, jajaran pejabat akan hadir. Meski demikian, pria yang akrab disapa Gus Men itu memastikan panitia tidak akan mengundang para bakal calon presiden. ’’Nggak ada. Kita nggak akan mengundang bacapres,’’ tegasnya.

Dia menambahkan, pada tahun politik, perayaan Hari Santri tentu tidak terlepas dari perlunya refleksi politik. Sebagai salah satu kaum yang menentukan, santri harus mencermati politik dengan bijaksana. ’’Saya harap para santri bisa mengikuti jejak pendahulu,’’ terangnya.

Dia lantas mencontohkan kiprah pendiri NU Hasyim Asy’ari yang berpolitik dengan tujuan mencari rida Allah. ’’Wasilahnya, perantaranya bagaimana kita menyejahterakan, memberikan kenyamanan untuk seluruh lapisan masyarakat,’’ imbuhnya.

Pada peringatan tahun ini, lanjut dia, tema yang diusung adalah Jihad Santri Jayakan Negeri. Melalui tema itu, Gus Men mengajak para santri untuk terus berjuang membangun kejayaan negeri dengan semangat jihad intelektual di era transformasi digital.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag Ali Ramdhani menambahkan, rangkaian HSN diisi dengan kegiatan-kegiatan di sejumlah daerah. Antara lain, Festival Budaya Santri di Semarang pada 14–22 Oktober serta Pesantren Expo di Jatim, Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten.

Selain itu, ada kegiatan Kopdar Akbar Pesantren dari 300 pimpinan dan pengasuh pesantren. Kemudian, kirab santri dengan rute dari Banten hingga Surabaya pada 8–22 Oktober. (*) 

Paparkan Konsep Perubahan di Depan Purnawirawan Jenderal

0
Anies Baswedan menerima kunjungan dari sejumlah purnawirawan TNI/Polri, Jumat, 6 Oktober 2023.

KORANUSANTARA – Bacapres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan menerima kunjungan sekaligus dukungan dari sejumlah purnawirawan TNI/Polri, Jumat, 6 Oktober 2023. Di antaranya, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, Laksdya TNI (Purn) Deddy, Mayjen TNI (Purn) Jul Effendi, Mayjen TNI (Purn) Syaiful Rizal, Mayjen TNI (Purn) Sunarko, Mayjen TNI (Purn) Gadang, Marsda TNI (Purn) Iman Sudrajat, dan Irjen Pol (Purn) Anas Yusuf.

Sutiyoso menyatakan, pihaknya memberikan dukungan kepada Anies karena latar belakang mantan menteri, rektor, dan gubernur itu. ’’Kami tahu latar belakang pribadinya (baik),’’ ujarnya di kediaman Anies di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, pihaknya sempat mendengarkan konsep perubahan yang diusung Anies. Dari hasil pencermatannya, ide perubahan dengan tetap menjaga keberlanjutan cukup baik. Hal itu sekaligus mengklarifikasi kekhawatiran soal bayangan perubahan yang ekstrem. ’’Justru kalau baik nggak dilanjutkan itu digebukin banyak orang dia, kan. Jadi, jangan merasa kalau perubahan itu apa pun diubah, tidak,’’ terangnya.

Kepada para purnawirawan, Anies menyampaikan apresiasi atas dukungan itu. Dia menegaskan, bersama Muhaimin Iskandar yang jadi bacawapres berkomitmen dan semakin mantap mengusung perubahan. ’’Kita ingin Indonesia lebih adil, keluarga-keluarga merasakan kebutuhan pokok lebih terjangkau, lapangan pekerjaan makin mudah, biaya pendidikan makin murah, dan kesehatan yang lebih simpel sehingga bisa melindungi semua,’’ papar Anies.(*)

Sahabat Lama, Said Aqil Doakan Ganjar Terpilih

0
Ganjar Pranowo mengunjungi KH Said Aqil Siroj di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Cipedak, Jakarta Selatan.

KORANUSANTARA – Ganjar Pranowo mendapat dukungan dari KH Said Aqil Siroj. Mantan ketua umum PB Nahdlatul Ulama (NU) mendoakan agar Ganjar diberikan kelancaran dalam Pilpres 2024. Alasan Said memberi dukungan lantaran memiliki kedekatan dengan KH Hisyam Abdul Karim, kakek Siti Atikoh, istri mantan gubernur Jawa Tengah tersebut.

Menurut dia, Kiai Hisyam adalah pejuang NU asal Purbalingga, Jawa Tengah. Sementara itu, dengan Ganjar, ulama asal Cirebon, Jawa Barat, itu menyebut sudah bersahabat sejak lama. ’’Tapi, yang jelas (Ganjar) dengan saya dekat sekali. Sejak masih DPR dan gubernur,’’ ungkapnya.

Kamis malam, 5 Oktober 2023, Ganjar dan Siti Atikoh sowan ke kediaman Said di kompleks Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Cipedak, Jakarta Selatan. Bacapres yang diusung PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Perindo, dan Partai Hanura itu disambut ratusan santri.

Setelah itu, Ganjar diajak salat Isya berjamaah. Dilanjutkan dengan pertemuan tertutup sekitar 1 jam. Dalam keterangan selepas pertemuan, Said mengaku bersyukur atas kedatangan Ganjar. ’’Insyaallah Tuhan memberi jalan kemudahan beliau akan terpilih menjadi presiden yang akan datang, yaitu Pak Ganjar Pranowo,’’ ujarnya.

Said berpesan kepada Ganjar untuk mempertahankan konsep Islam Nusantara saat nanti terpilih menjadi presiden. Bahkan, bila perlu dikenalkan ke luar negeri. ’’Satu jalan adalah Islam menyatu dengan budaya. Budaya dijadikan fondasi Islam itu adalah Islam yang ramah,’’ tuturnya.

Ganjar mengaku bersyukur lantaran kedatangannya ke Ponpes Luhur Al-Tsaqafah mendapat sambutan hangat. Saat ditanya apakah kedatangannya meminta Said menjadi cawapres, Ganjar menjawab dengan berseloroh. ’’Tidak hanya minta soal cawapres, tapi juga soal bernegara, berbangsa, cerita soal Islam Nusantara tadi karena itu sangat ideologis dan jauh lebih penting dari yang sifatnya pragmatis,’’ katanya. (*)

Ketua Komisi III DPRD Berau: Revitalisasi Bangunan Bersejarah Harus Maksimal

0
Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga

TANJUNG REDEB – Adanya revitalisasi di bangunan bersejarah yang dilakukan pemerintah diapresiasi Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga. Dia menilai, revitalisasi yang dilakukan di Keraton Sambaliung dan Museum Batiwakkal Gunung Tabur itu merupakan suatu langkah yang tepat.

“Pengerjaan harus maksimal dan hasilnya bisa dinikmati masyarakat, terlebih anggaran yang digelontorkan untuk revitalisasi tersebut sekitar Rp 3,5 miliar,” katanya.

Dirinya mengaku mengapresiasi kegiatan positif tersebut. Terlebih dengan dilakukannya revitalisasi, menurutnya dapat menarik wisatawan untuk berkunjung.

“Hal ini menurut saya sebagai upaya pemerintah menarik wisatawan lokal maupun luar untuk berkunjung ke bangunan bersejarah yang ada,” tuturnya.

Saga mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan penataan dan membenahi fasilitas yang ada, tujuannya agar wisatawan yang berkunjung merasa nyaman.

“Kalau fasilitasnya mumpuni, maka wisatawan mau berkunjung untuk mengetahui sejarah dari keraton dan museum tersebut yang juga sejarah Kabupaten Berau,” terangnya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini meminta agar tempat wisata yang ada di Bumi Batiwakkal mendapatkan perhatian lebih. Khususnya kepada fasilitas yang ada di tempat wisata tersebut.

“Selain fasilitas yang ada, akses menuju ke tempat wisatanya juga perlu diperhatikan, sehingga minat wisatawan bisa tinggi untuk berkunjung,” tandasnya. (ADV/KN)

Madri Pani: Perhatikan Anak-Anak Putus Sekolah di Berau!

0
Ketua DPRD Berau, Madri Pani

TANJUNG REDEB – Dengan APBD Berau yang mencapai Rp 5 triliun, Ketua DPRD Berau, Madri Pani menegaskan jangan sampai terjadi diskriminasi pendidikan di Kabupaten Berau. Terutama antara daerah perkotaan dan perkampungan.

Adapun nggaran pendidikan dianggarkan sebanyak 20 persen dari APBD Berau. Momen ini bisa dimanfaatkan dengan mengembangkan kualitas pendidikan di Kabupaten Berau.

“Contohnya dengan memberikan fasilitas kepada guru sebagai penunjang pendidikan dan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ditingkatkan,” tuturnya.

Pun pemberian beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa yang tidak mampu harus terus dilakukan, meskipun saat ini sekolah gratis. Namun untuk penunjang lainnya masih tetap membayar. Tidak semua, orangtua mampu untuk membelikan seragam anaknya, maupun buku. Hal inilah yang diminta Madri agar terus menjadi perhatian serius bagi OPD terkait.

Madri menilai pendidikan sangat penting bagi bangsa dalam pembangunan daerah kedepannya. Pendidikan modal dasar bagi penerus bangsa, dalam menjalankan, mengamati, dan mengarahkan roda pemerintahan.

“Peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Berau jangan sampai dibedakan. Untuk mendukung hal itu, pendataan penting, untuk memetakan, mana yang layak dapat bantuan dan tidak,” tegasnya.

Madri meminta peran OPD terkait untuk melakukan pendataan terhadap sekolah yang ada di Berau baik TK, SD, SMP maupun SMA/SMK, agar penerimaan anak untuk masuk kejenjang pendidikan tidak ada yang ditolak, dengan alasan kuota penuh.

“Jangan sampai kejadian-kejadian seperti itu terulang kembali,” ucapnya.

Madri juga memusatkan perhatiannya kepada anak-anak yang putus sekolah. Dirinya meminta Pemkab Berau agar melakukan upaya agar anak-anak yang putus sekolah bisa mendapatkan ijazah untuk bekal dimasa depan.

“Jangan sampai, mereka ini hilang kesempatan, karena masalah ijazah,” pesannya.

Ia menilai, tidak ada salahnya membuka data, berapa warga Berau yang mengikuti pendidikan non formal tersebut. Karena, bisa dijadikan acuan untuk merumus pendidikan yang menyenangkan. Ia meminta instansi terkait juga bisa jemput bola, terhadap anak bermasalah hukum (ABH), agar bisa mendapatkan ijazah.

“Saya tidak mau tahu soal kendala. Saya hanya ingin, anak-anak ini mendapatkan kesempatan yang sama,” tutupnya. (ADV/KN)

Rudi Mangunsong: Orang Tua Harus Aktif Bimbing Etika Berkomunikasi Anak

0
Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau Rudi Mangunsong.

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Rudi Mangunsong menyambut baik upaya sosialisasi pencegahan yang dilakukan OPD terkait untuk mencegah terjadinya kasus perundungan (bully) di satuan pendidikan, mulai SD hingga SMA se-Kabupaten Berau.

Dirinya juga mengimbau kepada semua kepala sekolah dan guru untuk aktif melakukan pengawasan. Dengan cara memberikan materi norma-norma perilaku sosial yang baik dan benar.

“Materi-materi itu bagus diberikan sebelum kegiatan pembelajaran di mulai pada pagi hari,” ucapnya Jumat (6/10/2023).

Meski peran guru dan kepala sekolah bersifat terbatas, menurut Rudi dengan sudah ada metode kurikulum merdeka yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Maka, ia pun mengimbau kepada orangtua harus aktif di rumah dalam membimbing tentang etika berkomunikasi.

“Perilaku budi pekerti akhlak itu harus dimaksimalkan oleh orang tua di rumah juga dalam mengawasi karakter anak sebelum hidup bersosial dengan masyarakat,” imbuhnya.

“Karena pendidikan karakter anak awal mula terbangun dari lingkungannya di rumah yaitu kedua orangtua harus peran aktif mewujudkan hal tersebut,” sambungnya.

Kendati demikian, pihaknya sangat mendukung jika benar ada kasus pertama buli atau perudungan hingga kekerasan fisik oleh guru kepada siswa diselesaikan melalui ranah hukum.

“Karena kita tidak ingin kasus ini bakal terus berkelanjutan. Maka ya wajib hukumnya tindak tegas sesuai peraturan undang-undang yang berlaku,” pungkasnya. (ADV/KN)

Kesetaraan Gender di Berau: Perda Baru untuk Pusatkan Peran Wanita

0
Ketua Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong

TANJUNG REDEB – Raperda Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan akhirnya disetujui legislator untuk ditetapkan sebagai Perda Berau tahun 2023.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong menyebut, akhirnya Berau dapat mengimplementasikan program pusat tersebut, yang mana sebelumnya tidak bisa dilaksanakan lantaran belum ada regulasinya.

Dikatakan Peri, perda itu dilatarbelakangi oleh adanya keterbatasan daerah yang tidak bisa menjalankan program-program pusat.

“Kemarin itu ada program-program dari pusat yang tidak bisa kita laksanakan di Kabupaten Berau, ketika belum adanya perda dalam pemberdayaan gender,” katanya, Jumat (6/10/2023).

Melihat ada peluang positif terhadap kesetaraan gender. Sehingganya, dalam hal ini peran wanita benar-benar diutamakan dan dapat lebih berperan aktif.

Dalam hal ini, peran wanita lebih dioptimalkan dalam berbagai bidang. Seperti halnya, kondisi nyata di lingkungan Kabupaten Berau sendiri telah menerapkan kesetaraan gender. Yang menurutnya sudah berjalan sesuai peraturan berlaku.

“Pengarusutamaan gender itu lebih menitik beratkan pada kesetaraan dalam jenjang karir,” ujarnya.

“Untuk di lingkungan Berau sendiri, kenyataannya bupati kita kan perempuan, dan juga Kepala Dinas juga ada yang dari kaum perempuan,” imbuhnya. (ADV/KN)

Cegah Kebakaran, DPRD Berau Dukung Pemasangan Hydrant di Padat Pemukiman

0
Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah

TANJUNG REDEB – Adanya rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk memasang hydrant di kawasan padat pemukiman direspons positif Sekretaris Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah.

Ia mengaku, mendukung penuh wacana tersebut. Pasalnya, hydrant akan sangat bermanfaat jika sewaktu-waktu terjadi bencana kebakaran.

“Kita tidak mau kejadian yang sudah terjadi, terulang kembali. Maka dari itu, rencana pemasangan hydrant ini bisa jadi solusi,” ungkapnya.

Ia menyebut, pemasangan hydrant dapat bermanfaat untuk mencegah terjadinya musibah kebarakan. “Jadi masyarakat bisa menyambungkan selang air, sambil menunggu pemadam kebakaran datang ke lokasi,” terangnya.

Politikus Golongan Karya (Golkar) ini menegaskan bahwa pihaknya di DPRD Berau siap mendukung pemasangan hydrant tersebut. Terlebih hal itu dapat bermanfaat untuk masyarakat.

“Ini suatu wacana baik yang harus didukung. Apalagi kita ketahui di wilayah Tanjung Redeb banyak gang sempit serta padat pemukiman,” katanya.

Kendati demikian, Syarifatul mendorong pemerintah untuk memperhatikan suatu hal yang berkaitan dengan penanganan bencana.

“Itu harus didukung penuh, karena kita tidak tahu kapan terjadinya bencana. Maka dari itu lebih baik sedia payung sebelum hujan,” pungkasnya. (ADV/KN)

Program Penerbitan STD-B, Upaya Disbun Kukar Berikan Sertifikasi Kualitas Kebun Kelapa Sawit Petani

0
Ilustrasi. Lahan pertanian kelapa sawit. (Istimewa)

TENGGARONG – Upaya peningkatan jaminan mutu kebun sawit masyarakat, Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Kartanegara (Kukar) terus lalukan sertifikasi. Yakni melewati Program Penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STD-B).

Melalui STD-B lahan perkebunan masyarakat akan dilakukan pendataan dan mendapatkan kepastian Hak Pengelola Lahan (HPL). STD-B juga turut memuat keterangan tentang kepemilikan lahan, luasannya, bahkan hingga serta asal-usul benih yang digunakan.

Sekertaris Disbun Kukar, Taufik Rahmani, menjelaskan penerbitan STD-B akan menjadi identitas yang membuktikan bahwa kebun petani tersebut telah tersertifikasi. “Salah satu manfaat dari STD-B adalah memudahkan petani dalam menjual hasil kebun mereka. Selain itu, dengan sertifikat ini, mereka dapat menjadi mitra bagi perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah mereka,” kata Taufik.

Taufik menekankan, pentingnya sertifikat ini sebagai bukti bahwa kebun petani berasal dari bibit yang unggul. Target penerbitan STD-B terus berjalan, dan tahun ini mereka menargetkan 200 petani. Namun hingga saat ini sudah ada sekitar 352 petani yang menerima sertifikat ini.

Ia menyebut proses pendataan masih berlangsung, dan mereka fokus pada kebun rakyat yang tidak ikut Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Dalam tahun 2023 ini, jumlah hektarannya belum dihitung secara akurat. Tetapi wilayah-wilayah seperti Desa Muai, Kembang Janggut, Genting Tanah, Loa Sakoh, Muara Kaman Ilir, Bunga Jadi, dan Jonggon semuanya terlibat. Sentra sawit mereka berfokus di Muara Kaman, Kenohan, Kembang Janggut, hingga Tabang.

Tahun ini jumlah penerima STD-B bisa lebih tinggi karena Desa Muai memiliki banyak petani. Target awal mereka adalah 200 petani, dan ini didukung oleh anggaran dari APBD. “Program STD-B ini diharapkan dapat membantu mengurangi penggunaan bibit palsu atau tidak unggul di kalangan petani, serta membantu dalam pendataan pendapatan dan penghasilan mereka.” pungkasnya. (Adv/KN)

Matangkan Persiapan MTQ Ke-44, Pemkab Kukar Gelar Rapat Lintas Sektor

0
Sekkab Kukar, Sunggono. (Ady/Radar Kukar)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) gelar rapat persiapan dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar, di Sekretariat LPTQ Kukar, Kamis (5/10/23). Untuk mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Kabupaten, yang akan digelar di Kecamatan Kota Bangun Darat.

Rapat ini dipimpin oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, yang juga menjabat sebagai ketua LPTQ Kukar. Rapat dihadiri kabag Kesra Kukar, kepala Kantor Kementerian Agama Kukar, camat, kepala desa, serta tim yang terlibat dalam pelaksanaan MTQ.

Sunggono membahas terkait progres yang sudah dilakukan, dalam melakukan persiapan pelaksanaan MTQ ke-44. Termasuk membahas mengenai tim pengawas dan tim verifikasi dokumen, telah dilakukan. “Beberapa kegiatan, seperti inventarisasi dan identifikasi lokasi pemondokan, pelaksanaan bimbingan teknis, serta sosialisasi dengan masyarakat dan panitia setempat, juga sudah dilaksanakan,” kata Sunggono.

Meskipun secara umum persiapan sudah bagus, Sunggono menekankan bahwa ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti. Termasuk mengidentifikasi permasalahan yang berpotensi terjadi selama pelaksanaan MTQ, agar dapat dihindari seminimal mungkin.

“Untuk memastikan kesiapan hingga hari pelaksanaan yang dijadwalkan pada tanggal 10 Oktober 2024. Kami dan tim LPTQ akan turun ke lapangan untuk memeriksa apakah alternatif solusi yang telah dibahas dapat dieksekusi dengan baik,” tambahnya.

Sunggono juga mengatakan, pihaknya akan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pelaksanaan MTQ ke-44. Pemilihan OPD yang terlibat adalah hasil dari evaluasi bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dan LPTQ.

“Beberapa masalah yang telah diidentifikasi mencakup permasalahan terkait air, listrik, dan jalan. Untuk mengatasi permasalahan ini, OPD dan pihak terkait akan berdiskusi untuk mencari solusi yang tepat.” pungkasnya. (Adv/KN)