Beranda blog Halaman 103

Lapo Tuak Ilegal Dibidik Otorita, Deputi: Jangan Main-main

0

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menunjukkan ketegasannya dalam menjaga ketertiban di kawasan penyangga Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Menindaklanjuti laporan masyarakat, Kedeputian Pengendalian Pembangunan (PP) turun langsung menertibkan warung lapo tuak ilegal di RT 22 Dusun Semoga Jaya (Patok 52), Desa Suka Raja, Sabtu (11/4/2026).

Keberadaan lapo tuak tersebut sebelumnya dikeluhkan warga karena dinilai meresahkan. Aktivitas di lokasi disebut kerap berlangsung hingga malam hari, disertai suara musik keras serta dugaan peredaran minuman keras.

“Meresahkan sekali. Suara musik terdengar sampai malam. Ada minuman keras juga,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Deputi PP Thomas Umbu Pati saat penertiban lapo tuak ilegal dan besi tua pada Februari 2026 lalu. (Dok.Media Kaltim)

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah ketua RT di sekitar lokasi. Mereka bahkan mensinyalir adanya aktivitas lain di luar sekadar tempat hiburan, yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Merespons laporan tersebut, tim Otorita bergerak cepat dengan pendekatan persuasif namun tegas. Pemilik atau pengelola lapo diminta segera membongkar sendiri bangunan usaha tersebut.

Deputi Pengendalian Pembangunan OIKN, Thomas Umbu Pati, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap aktivitas yang melanggar ketertiban di kawasan IKN.

“Benar, tim kami tadi turun ke lokasi. Kita tidak main-main. Hal-hal yang tidak tertib harus segera ditertibkan,” tegasnya.

Ia juga memberikan ultimatum keras kepada pengelola.

“Segera dibongkar sendiri. Kalau tidak, kami yang akan turun melakukan pembongkaran paksa,” lanjutnya.

Sebelumnya, Otorita IKN telah melakukan operasi serupa pada 15 Januari 2026 dengan menyasar 39 lokasi jual beli besi tua dan 18 lapo tuak ilegal di wilayah Sepaku.

Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya menciptakan kawasan IKN yang tertib, aman, dan sesuai dengan peruntukan sebagai pusat pemerintahan masa depan.

Otorita menegaskan akan terus menindak setiap aktivitas ilegal yang meresahkan masyarakat, terutama yang berpotensi mengganggu ketertiban umum di kawasan strategis tersebut. (MK)

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Prabowo Pamit dari IPSI Usai 34 Tahun Mengabdi

0

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan tidak akan melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia untuk periode berikutnya.

Keputusan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI di Jakarta International Convention Center, Sabtu (11/4/2026). Ia menegaskan perlu memprioritaskan tanggung jawab sebagai kepala negara yang menyita waktu dan perhatian.

“Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI. Karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya,” ujarnya.

Prabowo mengakui, dalam beberapa tahun terakhir dirinya tidak lagi aktif menjalankan peran organisasi secara maksimal.

“Saya pun minta maaf, bisa dikatakan sudah hampir tiga tahun saya tidak terlalu aktif di depan,” katanya.

Meski mundur dari jabatan Ketua Umum, ia memastikan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan pencak silat nasional tetap terjaga.

“Apalagi sekarang Presiden, saya kira pembinaan PB IPSI akan lebih dahsyat lagi,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung perjalanan panjangnya di dunia pencak silat. Ia mengaku telah mengabdi selama lebih dari tiga dekade, baik sebagai Wakil Ketua Umum maupun Ketua Umum IPSI.

“Kalau dihitung hari ini, bisa dikatakan saya sudah mengabdi di pencak silat selama 34 tahun. Sebagai Wakil Ketua Umum empat periode, kemudian Ketua Umum lima periode,” ungkapnya.

Keputusan ini menandai berakhirnya kepemimpinan panjang Prabowo di IPSI, sekaligus membuka ruang bagi regenerasi kepemimpinan dalam organisasi pencak silat nasional.

Dengan langkah tersebut, fokus Prabowo kini sepenuhnya diarahkan pada tugas kenegaraan, sembari tetap menjadi bagian dari pengembangan pencak silat Indonesia di masa depan. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Silat Bukan Sekadar Olahraga, Prabowo Tekankan Nilai Kesatria

0

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, melainkan bagian dari jati diri bangsa Indonesia yang sarat nilai budaya dan karakter.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia di Jakarta International Convention Center, Sabtu (11/4/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa pencak silat mengandung nilai-nilai luhur yang mencerminkan kepribadian bangsa, termasuk ajaran kesatria yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.

“Pencak silat itu bagian dari budaya kita dan pencak silat itu bagian daripada ilmu kesatria,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seorang pendekar tidak hanya dituntut memiliki kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan mental, moral, dan spiritual. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi bangsa.

“Ajaran guru-guru kita semakin berisi, semakin menunduk. Kerendahan hati, hormat, sopan santun, itu budaya kita. Pendekar selalu membela yang lemah dan menegakkan keadilan,” tegasnya.

Selain itu, Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga kebanggaan terhadap budaya nasional di tengah derasnya arus globalisasi. Ia menilai identitas bangsa harus terus dijaga melalui simbol dan praktik budaya sehari-hari.

“Kita bangga dengan budaya kita sendiri. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budaya dan leluhurnya,” katanya.

Menurutnya, peran Ikatan Pencak Silat Indonesia sangat strategis dalam menjaga kelestarian pencak silat sekaligus memperkuat karakter bangsa di masa depan.

Ia pun mengajak seluruh insan pencak silat untuk terus menjaga nilai-nilai luhur tersebut, serta menanamkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia di tengah perubahan zaman.

Dengan demikian, pencak silat tidak hanya akan bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun identitas dan karakter bangsa Indonesia. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Rakorda Demokrat Kaltim, Irwan Tekankan Peran Nyata di Tengah Efisiensi

SAMARINDA — Partai Demokrat Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk tetap hadir membantu masyarakat, meski tidak memegang kendali pemerintahan di tingkat daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Bendahara Umum Partai Demokrat, Irwan Fecho, dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang dirangkai dengan halal bihalal di Samarinda, Sabtu (11/4/2026).

Ia meminta seluruh kader, mulai dari anggota DPRD, ketua DPC hingga jajaran pengurus DPD, untuk tetap solid dan aktif membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

“Bagi kami, penting seluruh kader terus bersama membantu masyarakat Kaltim yang sedang susah saat ini,” ujarnya.

Irwan menekankan pentingnya koordinasi lintas pemerintahan, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat, terutama di tengah kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran.

Menurutnya, koordinasi yang baik dapat membuka peluang optimalisasi pembangunan di berbagai sektor strategis, mulai dari infrastruktur, pengembangan wilayah, ekonomi kreatif, hingga tata ruang dan pertanahan.

“Kalau koordinasi berjalan baik, kita bisa optimalkan pembangunan di berbagai sektor untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan posisi politik bukan menjadi penghalang bagi Demokrat untuk tetap berkontribusi nyata.

“Walaupun Demokrat tidak memiliki kepala daerah di tingkat provinsi, di ruang-ruang lain kami tetap bisa membantu masyarakat,” katanya.

Irwan mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan dengan masyarakat sebagai fondasi utama perjuangan politik.

“Yang penting kita terus dekat dan hadir membantu masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua DPD Demokrat Kaltim, Bambang Soepriyadi, menyebut Rakorda dan halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal partai.

“Ini bukan sekadar silaturahmi, tapi juga bagian dari penguatan organisasi dan pendidikan politik bagi kader,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antar kader sekaligus menyatukan langkah menjelang agenda strategis partai, seperti musyawarah daerah (musda) dan musyawarah cabang (muscab).

Selain itu, Demokrat Kaltim juga menegaskan arah perjuangan politiknya, termasuk komitmen mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini bagian dari konsolidasi untuk mendukung dan menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo,” tutupnya. (MK)

Penulis: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Sesuaikan Fiskal, Kutim Koreksi TPP ASN 2026

0

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai melakukan penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun anggaran 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menyesuaikan kemampuan fiskal daerah dengan ketentuan nasional.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan penghapusan tunjangan, melainkan penyesuaian yang wajib dilakukan agar keuangan daerah tetap sehat.

“Prinsipnya, kami menyesuaikan dengan kemampuan fiskal. Dengan ketersediaan anggaran yang ada, TPP tetap kami pertahankan,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia juga memastikan pemerintah daerah tidak akan mengurangi jumlah pegawai, termasuk PPPK, seperti yang dilakukan di sejumlah daerah lain.

Penyesuaian ini merupakan dampak dari implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), yang mengatur batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dari total APBD.

Kondisi tersebut membuat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) harus melakukan penghitungan ulang terhadap struktur belanja pegawai, termasuk TPP, agar tetap sesuai dengan ketentuan.

Ardiansyah menegaskan, kebijakan ini dilakukan secara adil dan proporsional tanpa membedakan ASN berdasarkan status maupun jabatan.

“Tidak ada perlakuan berbeda. Semua disesuaikan dengan pangkat dan beban kerja masing-masing,” tegasnya.

Meski inflasi di Kutim masih relatif terkendali, penyesuaian ini diperkirakan berdampak pada penurunan pendapatan bersih ASN. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi daya beli, terutama bagi pegawai yang memiliki kewajiban cicilan perbankan.

Namun demikian, pemerintah daerah memastikan kesejahteraan ASN tetap menjadi perhatian utama. Kajian teknis terus dilakukan bersama kementerian terkait guna mencari skema terbaik.

“Kami masih melakukan kajian. Harapannya kondisi fiskal daerah bisa kembali normal,” jelasnya.

Kebijakan ini menjadi cerminan tantangan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan kesejahteraan aparatur. Pemkab Kutim memilih langkah realistis dengan tetap menjaga komitmen terhadap ASN.

“Ini bukan soal mengurangi kesejahteraan, tapi menyesuaikan kemampuan daerah agar pembangunan tetap berjalan,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Dari Nabung Kecil, Dewi Raup Emas 124 Gram

SAMARINDA — Konsistensi menabung, meski dimulai dari nominal kecil, kembali membuahkan hasil nyata. Dewi Ernawati, seorang ibu rumah tangga di Samarinda, berhasil meraih hadiah emas seberat 124 gram melalui program Badai Emas PT Pegadaian.

Penyerahan hadiah dilakukan di Caffe The Gade, Jalan Basuki Rahmat, Sabtu (11/4), dan diserahkan langsung oleh Andika Dwi Prasetyo, didampingi Fariz Fauzan.

Dewi mengaku telah menjadi nasabah Pegadaian sejak 2015. Namun, keterlibatannya dalam program undian baru dimulai setelah menggunakan aplikasi digital Tring! yang memudahkan transaksi keuangan.

“Awalnya cuma iseng karena lebih gampang untuk transaksi, terutama pembayaran,” ungkapnya.

Melalui aplikasi tersebut, Dewi rutin menabung emas dengan nominal kecil, bahkan mulai dari sekitar Rp150 ribu per bulan melalui fitur cicilan emas.

“Saya mulai dari kecil, yang penting rutin. Lama-lama jadi banyak,” ujarnya.

Ia juga sempat tidak menyangka ketika dinyatakan sebagai pemenang. Bahkan, awalnya ia mengira pemberitahuan yang diterimanya merupakan penipuan.

“Saya sempat ragu, takut penipuan. Tapi setelah dikonfirmasi Pegadaian, ternyata benar,” katanya.

Sebagai ibu tunggal dengan empat anak, Dewi mengaku menabung emas menjadi salah satu cara untuk menjaga masa depan keluarganya. Hadiah yang diperoleh pun rencananya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak.

“Rencananya untuk pendidikan anak-anak, atau mungkin diputar lagi ke emas,” jelasnya.

Sementara itu, Andika Dwi Prasetyo menyampaikan bahwa Dewi merupakan satu dari 12 nasabah beruntung di seluruh Indonesia yang berhasil meraih hadiah emas batangan Galeri 24.

“Nilainya sangat luar biasa, bahkan setara satu unit mobil. Harapannya bisa menjadi investasi masa depan,” ujarnya.

Program Badai Emas sendiri dirancang untuk mendorong masyarakat lebih aktif berinvestasi, khususnya melalui emas sebagai instrumen yang relatif stabil dan mudah diakses secara digital.

Kisah Dewi menjadi bukti bahwa kebiasaan menabung, meski dimulai dari angka kecil, dapat memberikan hasil signifikan jika dilakukan secara konsisten. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Yudisium FST UMKT, Lulusan Diminta Jadi Wajah Kampus di Masyarakat

SAMARINDA — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur menggelar prosesi yudisium pada Sabtu (11/4/2026). Sebanyak 153 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dan siap memasuki dunia profesional.

Jumlah tersebut terdiri dari 83 lulusan Program Studi Teknik Informatika, 36 Teknik Sipil, 23 Teknik Mesin, serta 11 lulusan dari Program Studi Teknik Geologi yang menjadi angkatan kedua sejak program tersebut dibuka di UMKT.

Momentum yudisium ini tidak hanya menjadi penanda kelulusan akademik, tetapi juga awal tanggung jawab moral bagi para lulusan untuk mengaplikasikan ilmu di tengah masyarakat.

Dekan FST UMKT, Rusandi Noor, menegaskan bahwa para lulusan memiliki tanggung jawab menjaga nama baik institusi, khususnya sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah.

“Karena kalian lulus dari amal usaha Muhammadiyah, maka kalian wajib membawa nama baik Muhammadiyah, baik di lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat luas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan meraih gelar sarjana tidak lepas dari peran dosen dan lingkungan akademik yang telah membimbing selama masa studi.

“Harap dijaga integritas dan nama baik ini. Jangan pernah lupa dengan dosen-dosen yang telah membimbing kalian hingga sampai ke tahap ini,” pesannya.

Selain aspek akademik, Rusandi menekankan pentingnya menjaga etika, integritas, serta karakter sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial.

Menurutnya, lulusan UMKT harus mampu menjadi representasi nilai-nilai Muhammadiyah, tidak hanya dari sisi keilmuan, tetapi juga dalam sikap dan perilaku.

Sebagai penutup, ia menyampaikan doa dan harapan agar seluruh lulusan mampu meraih kesuksesan di masa depan.

“Saya berdoa semoga kalian semua sukses menapaki jalan ke depan,” pungkasnya.

Dengan pelepasan 153 lulusan ini, FST UMKT kembali menegaskan perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter dan siap berkontribusi bagi masyarakat. (MK)

Penulis: Refi
Editor: Agus S

Warga Temukan Potongan Jari dalam Toples di Kebun Sayur

SAMAR

Pamapta I melihat sebuah toples di kebun warga. (Dimas/Media Kaltim)

INDA — Warga Jalan Rimbauan, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, dibuat geger dengan penemuan sebuah toples berisi tiga potongan jari manusia di lahan kebun sayur, Sabtu pagi (11/4/2026).

Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Ansarif, seorang petani setempat, sekitar pukul 09.30 WITA saat tengah membersihkan lahan miliknya.

Ansarif mengaku awalnya tidak menaruh curiga. Ia hanya melihat bungkusan kain di area kebun. Namun setelah tersenggol parang saat menebas rumput, kain tersebut robek dan memperlihatkan isi di dalam toples.

“Awalnya terbungkus kain. Waktu kena parang, kainnya robek. Pas saya lihat, saya kaget, ini tangan atau apa,” ujarnya.

Merasa takut, ia tidak berani membuka lebih jauh dan langsung memanggil Ketua RT serta warga sekitar. Laporan kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

Petugas dari Polresta Samarinda yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil pengecekan, dipastikan bahwa isi toples tersebut merupakan potongan jari manusia.

Pamapta I Polresta Samarinda, Mat Bahri, membenarkan temuan tersebut. Ia menyebut ada tiga jenis jari yang ditemukan.

“Potongan tersebut terdiri dari jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk,” jelasnya.

Secara fisik, kondisi potongan jari masih relatif utuh, namun diduga telah berada di dalam toples dalam waktu cukup lama.

Pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah temuan ini berkaitan dengan tindak pidana, termasuk dugaan pembunuhan. Proses penyelidikan masih terus dilakukan.

Barang bukti berupa toples berisi potongan jari tersebut telah diamankan dan dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk dilakukan pemeriksaan forensik oleh tim Inafis.

“Untuk sementara kami masih mendalami. Identitas pemilik jari dan motifnya akan diketahui setelah pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Kasus ini kini dalam penanganan kepolisian guna mengungkap asal-usul potongan jari tersebut serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan peristiwa lain. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Bontang Catat Tren Positif, Kemiskinan Turun ke 3,21 Persen

0

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang mencatat sejumlah capaian positif sepanjang tahun 2025. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, memaparkan bahwa berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren membaik, mulai dari penurunan angka kemiskinan hingga pengangguran.

Salah satu capaian utama adalah turunnya angka kemiskinan menjadi 3,21 persen. Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan secara terintegrasi oleh pemerintah daerah.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bontang juga mencatat angka tinggi, yakni 83,04. Capaian ini mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta standar hidup masyarakat.

Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan dari 7,06 persen menjadi 6,36 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja di Kota Taman.

“Capaian ini adalah hasil dari berbagai program intervensi, mulai dari bantuan perlengkapan sekolah, pemberian laptop bagi tenaga pendidik, program kesehatan Gercep Zero Stunting, hingga layanan kesehatan gratis,” ujar Agus Haris, Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, menurutnya, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ulama, organisasi keagamaan, dan seluruh lapisan masyarakat adalah simpul penting. Pembangunan tidak hanya dibangun dengan fisik, tetapi juga dengan kebersamaan,” tambahnya.

Dengan capaian tersebut, Pemkot Bontang optimistis dapat terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan pada tahun-tahun mendatang. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Peningkatan Pengangguran, Perkuat Strategi Penanggulangan

BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menyoroti meningkatnya angka pengangguran terbuka di Kabupaten Berau sebagai persoalan serius yang harus segera ditangani pemerintah daerah.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada tingkat kesejahteraan masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan langkah konkret dan berkelanjutan.

Sutami menjelaskan bahwa lonjakan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan terbatasnya lapangan kerja, tetapi juga ketidaksiapan tenaga kerja lokal dalam menghadapi kebutuhan pasar. Hal ini, kata dia, harus menjadi perhatian utama pemerintah dengan menghadirkan program yang menyasar peningkatan keterampilan masyarakat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya evaluasi rutin terhadap program pengentasan kemiskinan yang selama ini telah berjalan. Tanpa evaluasi yang terukur dan berkelanjutan, lanjut Sutami, berbagai program sosial tidak akan mampu memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.

“Evaluasi yang menyeluruh diharapkan mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan dalam lima tahun ke depan,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah daerah agar merancang kebijakan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada proyek fisik, tetapi juga memperhatikan peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan dapat diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat nyata, terutama melalui tersedianya kesempatan kerja dan menurunnya angka kemiskinan.

“Keberhasilan pembangunan itu diukur dari seberapa jauh masyarakat bisa merasakan manfaat nyata, terutama dalam ketersediaan lapangan kerja dan pengurangan angka kemiskinan,” pungkasnya. (adv)