Beranda blog Halaman 104

Pendataan Harus Diperkuat, Frans Lewi: Banyak Pendatang Belum Miliki KTP

BERAU – DPRD Kabupaten Berau menyoroti persoalan kependudukan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah, khususnya terkait banyaknya warga pendatang yang telah bertahun-tahun menetap dan bekerja di Berau namun belum memiliki KTP Kalimantan Timur (Kaltim).

Kondisi ini dinilai dapat menimbulkan berbagai dampak, baik dalam hal layanan publik, distribusi bantuan, maupun stabilitas kebutuhan pokok.

Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, mengungkapkan bahwa warga pendatang tersebut mayoritas berasal dari wilayah Indonesia timur dan bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit di kawasan pesisir. Meskipun telah lama tinggal dan beraktivitas di Berau, banyak dari mereka belum memindahkan domisili kependudukan.

“Sebenarnya mereka bukan transmigran, tetapi warga pendatang dari Indonesia timur yang masuk ke wilayah pesisir. Mayoritas bekerja di perkebunan kelapa sawit dan belum memindahkan domisili KTP-nya,” katanya.

Karena itu, ia meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah kampung guna melakukan pendataan secara menyeluruh. Menurutnya, pendataan yang baik sangat penting agar warga pendatang dapat memperoleh dokumen resmi seperti e-KTP yang menjadi syarat akses berbagai layanan publik.

“Saya pernah bertemu beberapa warga pendatang yang belum memiliki e-KTP. Jika mereka berhak menerima bantuan, tentu tidak bisa mendapatkannya karena belum terdata,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menegaskan persoalan penduduk yang tidak tercatat dengan baik juga berdampak pada sektor ekonomi, khususnya terkait ketersediaan barang kebutuhan pokok. Menurut Frans, ketidaksesuaian jumlah penduduk di lapangan dengan data resmi dapat memicu ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan barang.

“Pertumbuhan penduduk yang tidak terdata dengan benar menyebabkan stok barang kebutuhan cepat habis. Ini bisa juga salah satu yang memicu inflasi di Berau,” terangnya.

Salah satu contoh yang paling terasa adalah kelangkaan elpiji 3 kilogram. Frans menilai bahwa sebenarnya pasokan elpiji untuk Berau mencukupi, namun karena jumlah pendatang yang belum masuk dalam data kependudukan cukup besar, kebutuhan riil di lapangan pun tidak sesuai dengan kuota resmi.

“Sebenarnya stok elpiji itu cukup, tetapi karena banyak pendatang yang belum ber-KTP Berau, jadi jumlah kebutuhan tidak sesuai dan tidak seimbang dengan jumlah penduduk di data resmi yang ada,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Frans menekankan pentingnya sosialisasi mengenai hak dan kewajiban hukum bagi warga pendatang, terutama mereka yang tinggal di kawasan dengan konsentrasi penduduk luar daerah.

Menurutnya, legalitas dokumen kependudukan tidak hanya penting untuk administrasi, tetapi juga untuk memastikan mereka mendapatkan akses layanan pemerintah secara merata.

“Masyarakat pendatang perlu mendapatkan sosialisasi tentang hak hukum mereka agar paham. Dengan begitu, program-program pemerintah juga bisa menjangkau warga secara merata,” tandasnya. (adv)

Perlu Penambahan Guru untuk ABK

BERAU – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan setiap sekolah negeri menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dinilai harus diiringi dengan kesiapan tenaga pendidik yang memadai.

Tanpa dukungan sumber daya manusia yang kompeten, kebijakan tersebut dikhawatirkan hanya berjalan secara administratif tanpa memberikan layanan pendidikan yang optimal.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong, yang mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau segera mempertimbangkan penambahan tenaga pengajar khusus bagi ABK di seluruh sekolah negeri.

Menurutnya ketersediaan guru pendamping atau guru pendidikan khusus di Kabupaten Berau saat ini masih sangat terbatas. Padahal sektor pendidikan merupakan salah satu komitmen utama pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.

“Dengan penambahan guru khusus ABK ini, sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang setara di Kabupaten Berau,” ujarnya.

Peri menegaskan apabila kebijakan penerimaan ABK di sekolah negeri tidak dibarengi dengan dukungan tenaga pendidik yang kompeten, maka hak belajar anak-anak tersebut tidak akan terpenuhi secara maksimal.

Pendidikan inklusi bukan sekadar menerima siswa ABK di ruang kelas reguler, tetapi memastikan mereka mendapatkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Ia pun mendorong agar penambahan tenaga pendidik dipersiapkan melalui strategi yang matang, mulai dari perencanaan kebutuhan, mekanisme rekrutmen, hingga peningkatan kapasitas melalui pelatihan khusus.

“Dengan anggaran yang memadai ini, tentunya dapat mempermudah pelaksanaan yang terencana, termasuk perekrutannya. BOSDA dan sumber dana lain bisa dioptimalkan untuk hal ini,” tambahnya.

Peri optimistis dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau, penambahan guru khusus ABK dapat direalisasikan tanpa hambatan berarti ketika menjadi prioritas bersama.

Ia menyoroti pendidikan inklusi tidak dapat berjalan maksimal hanya dengan pembangunan ruang kelas atau penyediaan fasilitas fisik. Keberadaan tenaga pendidik khusus menjadi faktor kunci dalam memastikan proses pembelajaran berjalan efektif.

“Tenaga pendidik ABK ini sangat dibutuhkan, apalagi Pemkab Berau ingin setiap sekolah memiliki ruang belajar khusus bagi ABK ini,” ujarnya.

Menurutnya guru pendamping tidak hanya berperan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran, tetapi mendukung aspek psikologis dan sosial anak agar mampu beradaptasi di lingkungan sekolah.

Politisi tersebut berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar pendidikan inklusif bukan sekadar wacana atau formalitas kebijakan, melainkan benar-benar terwujud secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Berau, termasuk di daerah terpencil.

“Kita yakin bahwa kualitas pendidikan untuk ABK akan mencerminkan kontribusi nyata pemerintah dalam memberikan hak belajar setara bagi seluruh anak di Kabupaten Berau tanpa terkecuali,” ungkap Peri Kombong. (adv)

Pasar Teluk Pandan Rampung, Siap Gerakkan Ekonomi Warga

0

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan pembangunan Pasar Teluk Pandan telah rampung dan siap difungsikan dalam waktu dekat. Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp21 miliar ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kecamatan Teluk Pandan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutim, Nora Ramadhani, menyebut seluruh fasilitas fisik pasar telah selesai 100 persen. Saat ini, pemerintah tengah melakukan tahap akhir berupa pengecekan teknis serta pembersihan area sebelum pasar dioperasikan.

“Seluruh fasilitas fisik sudah rampung. Saat ini kami fokus pada tahap akhir agar pasar benar-benar siap digunakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, percepatan operasional pasar merupakan arahan langsung Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. Pemerintah daerah menegaskan bahwa fasilitas publik yang telah dibangun tidak boleh dibiarkan tanpa pemanfaatan.

Pasar yang berada di jalur strategis Jalan Poros Sangatta–Samarinda ini diharapkan mampu menampung pedagang yang selama ini berjualan di lokasi kurang representatif. Selain itu, keberadaannya juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih terstruktur.

“Pasar ini bukan hanya bangunan, tetapi menjadi wadah ekonomi masyarakat. Kita ingin pelaku usaha kecil dan UMKM punya tempat yang layak untuk berkembang,” jelas Nora.

Pemkab Kutim juga tengah menyusun skema pengelolaan pasar agar operasional berjalan optimal. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi penataan pedagang, kebersihan, keamanan, hingga sistem retribusi yang transparan.

Koordinasi dengan pihak kecamatan terus dilakukan untuk memastikan seluruh kios dan lapak terisi sebelum peresmian. Termasuk kesiapan fasilitas pendukung seperti air bersih dan jaringan listrik.

Dengan investasi sebesar Rp21 miliar, Pasar Teluk Pandan diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, menyerap tenaga kerja, serta menghidupkan kembali denyut perdagangan masyarakat di kawasan tersebut. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Ancaman Kekeringan, Balikpapan Optimalkan Sumber Air Sungai Wain

0

BALIKPAPAN — Menghadapi ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino 2026, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Direktur PTMB Balikpapan, Yudhi Sabaruddin, menyebut pihaknya akan mengoptimalkan pemanfaatan Bendungan Sungai Wain serta tiga bendali (bendungan pengendali) sebagai sumber utama cadangan air.

“Pemanfaatan Bendungan Sungai Wain dan bendali akan dimaksimalkan untuk menjaga suplai air selama El Nino,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Langkah ini diambil menyusul potensi penurunan produksi air bersih yang cukup signifikan. Berdasarkan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai, produksi air di Balikpapan diperkirakan bisa turun hingga 75 persen jika El Nino mencapai puncaknya.

Meski demikian, kondisi di Kalimantan Timur dinilai masih lebih terkendali dibandingkan sejumlah wilayah lain di Indonesia. Jika daerah lain mulai terdampak sejak April, Balikpapan diperkirakan memasuki fase kritis pada Juni 2026.

Selain mengandalkan sumber air yang ada, PTMB juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk mendapatkan izin pemanfaatan Bendungan Sungai Wain yang berada di kawasan hutan lindung.

Di sisi lain, tiga bendali akan dioperasikan secara maksimal guna menjaga stabilitas debit air baku. PTMB juga telah menyiapkan skenario darurat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki jika terjadi gangguan pasokan.

“Dengan asumsi penurunan produksi hingga 75 persen, cadangan air di waduk diperkirakan masih cukup hingga akhir 2026, selama El Nino tidak berlanjut ke awal 2027,” tambahnya.

Fenomena El Nino diprediksi berlangsung dari April hingga Oktober 2026 dan berpotensi menurunkan curah hujan hingga 45 persen di wilayah Kalimantan Timur. Kondisi ini membuat kesiapsiagaan menjadi faktor penting agar krisis air bersih tidak terjadi di Kota Balikpapan. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Peta Politik Kaltim Bergerak, Basri Rase Berlabuh ke Demokrat

SAMARINDA — Dinamika politik di Kalimantan Timur kembali bergerak setelah Basri Rase resmi bergabung dengan Partai Demokrat. Keputusan tersebut diumumkan dalam momentum Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Demokrat Kaltim di Hotel Puri Senyiur, Sabtu (11/4/2026).

Penyerahan kartu tanda anggota (KTA) dilakukan langsung di hadapan jajaran pengurus dan kader Demokrat se-Kaltim. Momen ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan politik Basri di Partai Perindo.

Dalam keterangannya, Basri menegaskan bahwa keputusannya bergabung dengan Demokrat bukan sekadar langkah politik sesaat, melainkan hasil pertimbangan matang atas kesamaan visi dan arah perjuangan.

“Ini bukan manuver. Saya melihat ada kesamaan visi dan misi yang sejalan dengan apa yang saya yakini,” ujarnya.

Masuknya Basri dinilai menjadi tambahan kekuatan bagi Demokrat Kaltim. Rekam jejaknya di pemerintahan cukup panjang, mulai dari Wakil Wali Kota hingga Wali Kota Bontang, menjadikannya figur berpengalaman di birokrasi dan politik lokal.

Selain itu, perjalanan politiknya yang pernah berkiprah di beberapa partai juga dianggap memperkaya dinamika internal Demokrat, sekaligus memperluas jaringan dukungan di daerah, khususnya wilayah pesisir seperti Bontang dan sekitarnya.

Pengurus Demokrat Kaltim menyambut kehadiran Basri sebagai energi baru dalam memperkuat konsolidasi partai menghadapi agenda politik ke depan.

Rakorda Demokrat sendiri menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah organisasi di tingkat daerah. Momentum Halal Bihalal yang digelar bersamaan juga dimanfaatkan untuk mempererat soliditas kader.

Dengan bergabungnya Basri Rase, Demokrat Kaltim kini memiliki tambahan figur yang tidak hanya kuat secara pengalaman pemerintahan, tetapi juga memiliki basis dukungan yang cukup luas di masyarakat. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Kementerian PU Tak Terapkan WFH Jumat, Prioritaskan Respons Bencana

0

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan kebijakan Work From Home (WFH) Hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak diterapkan di lingkungan Kementerian PU arena karakter tugas yang membutuhkan kehadiran langsung.

Dody menjelaskan Kementerian PU tidak hanya bertugas membangun infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari tim utama dalam penanganan bencana bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), di berbagai wilayah Indonesia.

“Di (Kementerian) PU sebenarnya enggak ada WFH, karena kan PU itu di samping membangun infrastruktur, kami kan juga termasuk dari bagian tim utama manakala ada bencana, bersama-sama dengan BNPB, Basarnas, dan BPBD. Karena itu kemudian kami putuskan kami tidak WFH,” kata Menteri PU Dody dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Dengan peran strategis tersebut, menurut dia, kehadiran fisik pegawai dinilai sangat penting agar respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.

Menteri PU Dody menegaskan keputusan tidak menerapkan WFH juga berlaku di seluruh unit kerja, baik di pusat maupun di daerah, mengingat kebutuhan operasional yang tidak memungkinkan sistem kerja jarak jauh.

Kondisi di sejumlah wilayah seperti Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang masih dilanda banjir serta kejadian longsor menjadi pertimbangan utama tidak diterapkannya kebijakan WFH tersebut.

Ia menyebut adanya laporan korban jiwa akibat bencana di beberapa daerah semakin memperkuat kebutuhan kehadiran langsung jajaran Kementerian PU dalam mendukung penanganan di lapangan secara optimal.

“Kemarin kan ada yang longsor dan ada korban meninggal juga di Deli Serdang. Jadi kayaknya memang kami, tidak memungkinkan bagi kami untuk WFH,” ucap Menteri PU Dody.

Meski tidak menerapkan WFH, ia memastikan kementeriannya tetap menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk bekerja secara efektif dan efisien dalam penggunaan sumber daya serta operasional perkantoran.

Upaya efisiensi dilakukan antara lain dengan mengurangi penggunaan listrik dan pendingin ruangan setelah jam kerja, serta memanfaatkan ventilasi alami di ruang kerja yang memungkinkan penghematan energi.

Ia berharap langkah efisiensi tersebut tetap memberikan kontribusi nyata bagi penghematan anggaran negara, meskipun seluruh pegawai tetap bekerja secara langsung di kantor maupun di lapangan.

“Mudah-mudahan dengan cara itu, walaupun kita tidak WFH, tapi ada efisiensi yang tetap dapat kita berikan kepada bangsa dan negara,” kata Menteri PU Dody Hanggodo. (ANT/KN)

Seskab Bantah Isu Indonesia “Chaos”, Tegaskan Kondisi Nasional Terkendali

0

JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membantah isu yang menyebut Indonesia akan mengalami chaos atau kerusuhan dalam waktu dekat.

“Jadi beberapa waktu lalu sempat ada isu yang menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan chaos ya. Pertama, saya minta maaf mau luruskan, itu adalah narasi yang keliru. Tidak ada itu chaos-chaos. Yang ada adalah semuanya terkendali,” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurut Teddy, stabilitas nasional justru terlihat jelas di tengah situasi global yang penuh tekanan, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi di berbagai negara.

Ia mencontohkan keputusan Presiden Prabowo Subianto yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, meski banyak negara menghadapi kenaikan harga energi dan kesulitan pasokan BBM.

“Di tengah konflik global dan dampak di Timur Tengah, perang di Timur Tengah, banyak sekali negara yang menaikkan harga BBM, kesulitan BBM, tapi justru Presiden Prabowo memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi sama sekali. Itu fakta,” jelasnya.

Berdasarkan data ekonomi, kata Teddy, daya beli masyarakat juga disebut masih terjaga dan menunjukkan tren optimistis.
Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa stabilitas nasional juga tercermin dari pelaksanaan dua periode Lebaran dalam masa pemerintahan Presiden Prabowo yang aman dan lancar.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang tidak berdasar, serta percaya pada kondisi nasional yang aman dan terkendali.
“Jadi masyarakat jangan khawatir,” imbuh Teddy. (ANT/KN)

Pemerintah Kaji Skema “War Ticket” Haji, Jamaah Bisa Berangkat Tanpa Antrean

0

JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memaparkan mekanisme skema war ticket dalam penyelenggaraan ibadah haji, meski saat ini masih dalam tahap kajian atau sebatas wacana.

Dalam penutupan Rakernas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Tangerang, Banten, Jumat (10/4/2026), Wamenhaj Dahnil menjelaskan skema tersebut diproyeksikan berjalan berdampingan dengan mekanisme antrean haji yang selama ini berlaku.

“Ke depan itu kalau Saudi membuka kuotanya dalam jumlah besar, kita akan buka dua skema. Pertama adalah skema antrean yang sudah ada. Skema yang kedua adalah skema yang istilah digunakan oleh Pak Menteri (Irfan Yusuf) itu adalah war ticket,” ujar Wamenhaj Dahnil.

Wamenhaj Dahnil mengatakan istilah war ticket ini muncul sebagai rumusan transformasi perhajian agar pemerintah bisa memperpendek masa tunggu haji yang saat ini rata-rata 26,4 tahun.

Ia menjelaskan pemerintah bersama DPR RI nantinya akan menetapkan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) berdasarkan perhitungan riil tanpa subsidi dari dana pengelolaan keuangan haji.

“Misalnya ditetapkan Rp200 juta per orang, maka itu menjadi biaya yang dibayar penuh oleh jamaah yang memilih skema ini (war ticket),” kata Wamenhaj Dahnil.

Adapun bagi jamaah yang memilih jalur antrean, kata dia, akan tetap mendapatkan subsidi atau nilai manfaat. Ia menegaskan penentuan harga berada dalam kewenangan negara, sehingga tidak terjadi liberalisasi atau mekanisme pasar bebas dalam penyelenggaraan haji.

Menurutnya, kuota yang digunakan pada skema war ticket bisa berasal dari dua sumber. Pertama, dari tambahan kuota yang diberikan Pemerintah Arab Saudi, bukan dari kuota reguler yang diberikan Arab Saudi tiap tahunnya.

Kedua, berdasar pada proyeksi visi Arab Saudi 2030. Otoritas kerajaan menargetkan peningkatan kuota jamaah haji dunia dari sekitar dua juta menjadi lebih dari lima juta orang pada 2030.

Peningkatan kuota tersebut dinilai akan berdampak besar pada kebutuhan pembiayaan haji. Saat ini dengan sekitar 203 ribu calon haji reguler, total dana penyelenggaraan haji mencapai Rp18,2 triliun.

Jika jumlah calon peserta haji meningkat menjadi 500 ribu orang, maka kebutuhan dana diperkirakan bisa melampaui Rp40 triliun.

“Jumlah sebesar itu kemungkinan tidak dapat sepenuhnya ditopang oleh keuangan haji yang ada saat ini (dikelola BPKH),” kata Wamenhaj Dahnil.

Demi meringankan beban pembiayaan, maka war ticket ini menjadi salah satu opsi, selain harapannya bisa memperpendek antrean haji di Indonesia.

Selanjutnya, kuota tambahan tersebut akan dikelola melalui sistem yang dirancang transparan dan akuntabel yang dibangun Kemenhaj.

Jamaah yang memenuhi syarat istitaah, baik secara finansial, fisik, maupun mental, dapat langsung mengambil kuota tersebut tanpa harus menunggu antrean panjang.
Berbeda dengan haji reguler, kata dia, skema ini tidak menggunakan subsidi dari nilai manfaat dana kelolaan haji. Seluruh biaya ditanggung langsung oleh jamaah sesuai dengan nilai riil penyelenggaraan atau biaya haji yang ditetapkan pemerintah.

“Semua dibayar penuh oleh jamaah, tanpa nilai manfaat seperti pada skema reguler,” ujar Wamenhaj Dahnil.

Di sisi lain jamaah reguler yang telah masuk daftar tunggu juga bisa mengambil skema war ticket, namun nantinya mereka juga harus membayar biaya haji riil tanpa subsidi dari nilai manfaat kelolaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). (ANT/KN)

Sopir Mengantuk, Truk Muat Pasir Terguling di Gatot Subroto Tebet

0

JAKARTA – Sebuah truk bermuatan pasir seberat dua ton terguling di Jalan Arteri Gatot Subroto, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu pagi akibat sopir mengantuk saat mengemudi.

“Iya (terguling), karena saya ngantuk. Sudah tidur saya, tapi masih ngantuk,” kata sopir truk Nur Syaefudin di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (10/4/2026).

Truk tersebut tengah melakukan pengiriman pasir dari arah Kuningan menuju Pancoran dengan tujuan akhir Karawang.

Namun, setibanya di lokasi kejadian, sopir diduga tidak dapat mengendalikan kendaraan hingga akhirnya menabrak beton pembatas jalan dan menyebabkan truk terguling.

“Iya jadi saya enggak lihat ada pembatas jalan, karena mau tidur itu mengantuk,” ujar Syaefudin.

Akibat kecelakaan tersebut, muatan pasir yang dibawa tumpah ke jalan. Selain menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp2,5 juta, kondisi ini juga menyulitkan proses evakuasi.

Truk yang membawa beban berat tersebut harus dipindahkan terlebih dahulu dengan mengosongkan sebagian muatan pasir.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena beratnya muatan serta posisi kendaraan yang terguling di tengah jalan.

Petugas dibantu warga sekitar dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) memindahkan pasir secara manual sebelum kendaraan dapat dievakuasi menggunakan derek.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sopir dan satu penumpang lainnya hanya mengalami syok akibat kejadian tersebut.

Meski demikian, kecelakaan ini berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi yang mengalami kemacetan cukup panjang.
Kendaraan yang melintas harus memperlambat laju akibat adanya proses evakuasi dan material pasir yang berserakan di jalan.

Kasus kecelakaan tunggal ini selanjutnya ditangani oleh petugas Unit Derek Kepolisian dari Polda Metro Jaya untuk proses evakuasi lanjutan serta pengamanan lokasi.

Polisi juga mengimbau para pengemudi untuk memastikan kondisi fisik tetap prima saat berkendara guna menghindari kejadian serupa. (ANT/KN) 

PBB Desak AS–Iran Berunding dengan Itikad Baik

NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk beriktikad baik dalam pembicaraan mendatang serta mengupayakan perdamaian yang langgeng, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, Jumat (10/4).

“Dapat saya sampaikan bahwa Sekretaris Jenderal menyambut baik pembicaraan AS-Iran yang dimediasi Pakistan dan dijadwalkan dimulai di Islamabad pada akhir pekan. Ia meminta para pihak memanfaatkan kesempatan diplomatik ini dengan iktikad baik menuju kesepakatan yang langgeng dan komprehensif,” kata Dujarric.

Pada Selasa malam, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menyepakati gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran dan bahwa Iran juga setuju membuka Selat Hormuz.

Negosiasi AS-Iran untuk menyelesaikan konflik dijadwalkan berlangsung di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026) pagi.

Pada Rabu, Israel melancarkan gelombang serangan paling signifikan terhadap Lebanon sejak perang melawan Iran.
Trump mengatakan penghentian serangan Israel ke Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena faktor Hizbullah.

Namun, Iran menilai hal itu sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata dengan AS.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri konflik bergantung pada komitmen terhadap kewajiban gencatan senjata di semua lini. (ANT/KN)