Selasa, Mei 28, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Upaya Peningkatan Ekonomi Warga KCBN Muaro Jambi, Kepala Desa Belajar ke Vietnam

MUARO JAMBI – Masyarakat yang tinggal di sekitaran atau bahkan di dalam komplek Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi dalam waktu dekat akat dikirim ke Vietnam untuk menggali ilmu dari tata cara kehidupan masyarakat yang berada di sekitaran Sungai Mekong.

Kepala Unit Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V, Agus Widiatmoko mengungkapkan, dikirimnya perwakilan masyarakat Muaro Jambi ke Vietnam tersebut bukan hanya untuk mempelajari pelestarian kebudayaan saja. Akan tetapi, sekaligus memanfaatkan nilai ekonomisnya untuk dapat diterapkan di wilayah KCBN Muaro Jambi.

Agus menyebutkan, di KCBN Muaro Jambi terdapat 8 desa. Antara lain, Desa Muara Jambi, Kemingking Luar, Dano Lamo, Desa Baru, Kemingking Dalam, Tebat Patah, Dusun Mudo, Teluk Jambu. Kedelapan desa ini dilewati oleh Sungai Batanghari.

“Kenapa kita bawa ke Vietnam? Di sana ada juga bangunan candi juga di pinggiran Sungai Mekong. Dan di sana menjadi destinasi yang luar biasa. Bukan hanya aspek pariwisatanya tetapi nilai-nilai tradisional dan kearifan lokalnya benar-benar diangkat serta mampu memberi manfaat bagi ekonomi masyarakat yang ada di pinggiran Sungai Mekong,” jelas Agus.

Rencananya, yang dikirim ke Vietnam adalah para kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat setempat yang memang penggerak budaya dan ekonomi di wilayah KCBN Muaro Jambi. Adapun, masyarakat yang ke Vietnam akan berangkat pada 25 Februari-3 Maret 2023.

“Nanti biar melihat, oh ternyata di sana dengan geografis yang mirip dengan kawasan di Muaro Jambi ini. Bagaimana di sana, nanti diadopsi ke sini. Nilai-nilai baiknya kita bawa ke sini. Tidak harus meniru sana tetapi paling tidak bisa memberikan wawasan baru untuk bisa kita lakukan di sini,” jelas Agus.

Sekadar diketahui, KCBN Muaro Jambi terletak di tepi Sungai Batanghari, Provinsi Jambi. Kawasan ini membentang sepanjang 7,5 kilometer dari barat ke timur tepian Sungai Batanghari, sebagai sungai terpanjang di Sumatra.

Kawasan yang memiliki luas area sebesar 3.981 hektare ini terdiri dari beberapa candi. Di antaranya, Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong I, Gedong II, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Astano.

Temuan-temuan arkeologis di KCBN Muaro Jambi mengindikasikan kawasan itu sebagai pusat pendidikan Buddhisme tertua dan terluas di Asia Tenggara. Berasal dari abad ke-7 hingga ke-13, kawasan ini juga erat kaitannya dengan sejarah Kerajaan Melayu Kuno.

Pewarta : Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular