Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran lahan di belakang SMAN 2, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (20/8/2026). (Dok. BPBD Kutim)
SANGATTA – Dua kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi dalam sehari di Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), Kamis (20/8/2026). Titik pertama muncul di belakang SMAN 2, Desa Singa Gembara, kemudian disusul kebakaran lahan di kawasan Kenyamukan.
Kebakaran di belakang SMAN 2 dilaporkan sekitar pukul 13.30 WITA. Api membakar lahan kering dengan luas diperkirakan mencapai satu hektare.
Tim gabungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim langsung dikerahkan ke lokasi.
Sebanyak sembilan personel diterjunkan, terdiri atas empat personel pemadam dan lima personel BPBD. Masing-masing instansi juga mengerahkan satu unit kendaraan untuk membantu proses pemadaman.
Setelah sekitar satu jam penanganan, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.30 WITA.
Namun, belum lama setelah titik pertama ditangani, laporan kebakaran kembali diterima. Kali ini api muncul di kawasan Kenyamukan.
Petugas kembali melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran api menjalar ke lahan di sekitarnya. Hingga laporan terakhir, proses penanganan di titik kedua masih berlangsung.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim Muhammad Naim mengatakan kondisi lahan yang sangat kering membuat api mudah menyebar.
Menurutnya, belum ditemukan indikasi kebakaran disebabkan faktor alam. Kelalaian manusia menjadi salah satu kemungkinan yang perlu diwaspadai.
“Kalau dilihat dari lokasi, tidak ada tanda-tanda yang mengarah akibat faktor alam. Bisa jadi karena puntung rokok atau kelalaian manusia,” kata Naim.
Kondisi cuaca juga memperbesar risiko karhutla. Minimnya hujan membuat semak belukar dan vegetasi mengering sehingga api dapat dengan cepat membesar ketika mendapatkan pemicu.
“Sekarang tidak ada hujan, kemarau panjang, jadi semua lahan kering. Sedikit pemicu saja akan mudah terbakar,” ujarnya.
Naim meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di lahan terbuka. Puntung rokok juga tidak boleh dibuang sembarangan, terutama di kawasan dengan vegetasi kering.
BPBD turut mengingatkan orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak yang berhubungan dengan api. Sebelumnya, kebakaran lahan di Sangatta Selatan diduga bermula ketika anak-anak membakar sarang tawon.
“Seperti halnya beberapa waktu lalu di Sangatta Selatan, terjadi kebakaran lahan karena kelalaian anak-anak yang membakar sarang tawon dan apinya terjatuh,” jelas Naim.
Munculnya dua titik kebakaran dalam sehari menjadi peringatan meningkatnya ancaman karhutla di Kutim selama kondisi lahan mengering.
BPBD meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api atau kepulan asap. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah api meluas dan semakin sulit dikendalikan.
Foto : Camat Sepaku, Gamalieal Abimanyu Arliandito, saat memberikan sambutan sebelum meresmikan jembatan Garuda di Desa Binuang. (Ist)
PENAJAM PASER UTARA – Jembatan Garuda di Desa Binuang, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), resmi diresmikan sebagai bagian dari karya bakti TNI untuk masyarakat. Peresmian tersebut turut dihadiri Camat Sepaku, Gamaliel Abimanyu Arliandito, yang menilai keberadaan jembatan ini menjadi wujud nyata sinergi dalam membuka akses dan mendukung aktivitas warga.
Adapun Jembatan tersebut merupakan hasil karya bakti TNI Angkatan Darat melalui Koramil 0913-04/Sepaku, Kodim 0913/PPU, sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat.
Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Desa Binuang, sekaligus mendukung mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ia mengapresiasi pelaksanaan karya bakti tersebut. Menurutnya, pembangunan fasilitas umum seperti jembatan menjadi bukti pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan di lapangan.
“Jembatan ini tentu sangat berarti bagi masyarakat. Ini merupakan bentuk nyata bagaimana negara hadir di tengah masyarakat melalui kolaborasi dan gotong royong. Kami dari Pemerintah Kecamatan Sepaku sangat mengapresiasi karya bakti TNI ini,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat Jembatan Garuda agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Harapan kami, jembatan ini bisa dimanfaatkan dan dijaga bersama. Jangan hanya pemerintah atau TNI yang menjaga, tetapi masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk merawat fasilitas yang sudah dibangun bersama ini,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, terlebih Kecamatan Sepaku saat ini terus berkembang sebagai salah satu kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Semoga dengan adanya jembatan ini akses masyarakat semakin mudah, aktivitas ekonomi semakin lancar, dan tentunya pembangunan di Desa Binuang bisa terus berkembang. Ini menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk membawa Sepaku semakin maju,” pungkasnya. (ADV)
Dua Tahun Delapan Bulan Tuntaskan S3, Ahmad Aznem Raih Doktor dengan IPK 3,97
SAYA sebenarnya mendapat undangan khusus menghadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor H. Ahmad Aznem, S.E., M.Si. di Universitas Mulawarman (Unmul), Selasa (18/8/2026). Sayangnya, belum bisa hadir karena masih banyak urusan di Bontang.
Meski demikian, saya tahu persis bagaimana perjalanan akademik Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang ini.
Beberapa kali gagasan yang menjadi bagian dari riset doktornya kami muat di MediaKaltim.com. Karena itu, ketika Pak Aznem membagikan video penyerahan ijazah di grup WhatsApp, saya langsung menontonnya.
Tuntas sudah perjuangan akademiknya. Ahmad Aznem resmi menyandang gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Doktor Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman.
Hasilnya juga istimewa. Dalam pembacaan berita acara sidang terbuka disebutkan, Ahmad Aznem memperoleh indeks prestasi kumulatif selama pembelajaran 3,96.
Nilai ujian tertutup 3,95, sedangkan pada ujian terbuka ia meraih nilai sempurna 4,00. Nilai akhir IPK-nya 3,97 dengan predikat cumlaude atau dengan pujian. Lebih istimewa lagi, program doktor itu diselesaikannya hanya dalam waktu dua tahun delapan bulan.
“Sekali lagi selamat kepada saudara Doktor Ahmad Aznem,” ucap Rektor Unmul Prof. Dr. H. Abdunnur, S.I.P., M.Si., ASEAN Eng. dalam prosesi sebelum penyerahan ijazah secara simbolis.
Dalam sidang tersebut juga disebutkan salah satu persyaratan akademiknya berupa publikasi jurnal internasional terindeks Scopus telah disubmit ke jurnal internasional Leadership in Education terbitan Inggris.
Yang menarik bukan hanya gelar doktor yang sekarang berada di depan namanya. Topik yang dipilih Aznem sangat dekat dengan pekerjaan yang selama ini dijalaninya di Bontang.
Disertasinya berjudul “Pengembangan Model Manajemen Sekolah dalam Pengelolaan Program Pertanian Terintegrasi untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga Siswa Sekolah Dasar di Kota Bontang”. Gagasan ini pernah beberapa kali kami angkat di MediaKaltim.com sebelum ia sampai ke meja ujian doktor.
Pada Juni lalu, Media Kaltim menurunkan tulisan mengenai FGD Ketahanan Pangan Masuk Sekolah yang mempertemukan kepala sekolah dasar se-Kota Bontang. Dari forum itu terlihat bahwa penelitian Aznem tidak berhenti sebagai konsep akademik.
Ia mencoba menghubungkan sekolah, pertanian, gizi anak dan ketahanan pangan keluarga. Konsep tersebut kemudian dikenal dengan Smartani Goes to School.
Sekolah ditempatkan sebagai titik awal. Anak-anak tidak hanya diajak menanam, tetapi mengenal bagaimana pangan diproduksi, dirawat, dipanen hingga dikonsumsi. Orang tua dan rumah tangga siswa kemudian menjadi bagian dari mata rantai berikutnya.
Modelnya disesuaikan dengan kondisi sekolah. SDN 009 Bontang Utara, misalnya, dikembangkan dengan hidroponik vertikal untuk menyiasati lahan sempit. SDN 005 Bontang Selatan menggunakan model akuaponik bioflok untuk karakter wilayah pesisir, sedangkan SDN 002 Bontang Barat dikembangkan melalui pembenihan dan kebun darat terbuka.
Ada pula konsep One Student One Polybag. Setiap siswa didorong memiliki media tanam sendiri agar kegiatan pertanian tidak berhenti di sekolah, tetapi bisa dibawa ke lingkungan keluarga.
Aznem pernah menulis sendiri gagasan tersebut di MediaKaltim.com melalui tulisan “Smartani Goes to School: Integrasi Pendidikan, Ketahanan Pangan, dan Neurosains Anak”.
Dalam tulisannya, ia menyoroti paradoks Bontang. Kota ini memiliki kekuatan ekonomi sebagai kota industri, tetapi sebagian kebutuhan pangan segarnya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, terutama Sulawesi dan Jawa.
Ketergantungan itu membuat rumah tangga rentan ketika rantai distribusi terganggu akibat cuaca, persoalan logistik maupun fluktuasi harga. Persoalan pangan kemudian tidak berdiri sendiri karena berhubungan dengan kualitas konsumsi keluarga dan gizi anak.
Ahmad Aznem bersama dewan penguji dan tamu undangan usai Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Mulawarman, Selasa (18/8/2026). (Istimewa)
Dari situlah gagasan membawa ketahanan pangan masuk ke sekolah menjadi relevan. Jadi, disertasi yang dipertahankan Aznem bukan semata untuk mengejar gelar doktor. Ada persoalan Bontang yang coba dijawab melalui penelitian.
Sidang terbuka berlangsung di Ruang Rapat 1 Lantai 3 Rektorat Universitas Mulawarman, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA.
Komposisi dewan pengujinya juga menarik. Rektor Universitas Mulawarman Prof. Dr. H. Abdunnur, S.I.P., M.Si., ASEAN Eng. bertindak sebagai Ketua Dewan Penguji.
Ada pula anggota DPR RI asal Kaltim, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, yang kini menjabat Ketua Komisi X DPR RI. Hetifah hadir sebagai penguji eksternal dalam promosi doktor Aznem.
Dekan FKIP Unmul Prof. Dr. H. Susilo, M.Pd. juga menjadi penguji. Sedangkan Koordinator Program Studi S3 Manajemen Pendidikan FKIP Unmul Prof. Dr. Hasbi Sjamsir, M.Hum. bertindak sebagai promotor.
Dr. H. Usfandi Haryaka, M.Pd. menjadi kopromotor. Tim penguji lainnya terdiri dari Prof. Dr. H. Muh Amir Masruhin, M.Kes.; Prof. Dr. Hj. Widyatmike Gede Mulawarman, M.Hum.; serta Dr. H. Ahmadi, M.Kes.
Bukan hanya jajaran akademisi yang hadir. Sejumlah tokoh Bontang ikut menyaksikan langsung sidang terbuka tersebut. Di antaranya Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Hadir pula mantan Wali Kota Bontang yang kini menjadi anggota DPD RI asal Kalimantan Timur, Sofyan Hasdam, yang merupakan suami Neni.
Kehadiran Neni dan Sofyan Hasdam tentu menjadi perhatian tersendiri. Keduanya ikut menyaksikan salah satu fase penting perjalanan akademik Aznem, yang selama ini menjadi bagian dari jajaran Pemkot Bontang.
Setelah seluruh proses sidang selesai, keputusan dibacakan. Aznem dinyatakan lulus. Ijazah kemudian diserahkan secara simbolis. Sejak saat itu, lengkap sudah gelar di depan namanya: Dr. H. Ahmad Aznem, S.E., M.Si.
Sehari setelah sidang, ucapan selamat juga terus berdatangan di grup WhatsApp. “Selamat dan sukses untuk Mas Asnem KKSS. Semoga ilmunya bermanfaat dan berkah, aamiin,” tulis salah seorang anggota grup.
Ada pula yang memberikan ucapan, “Selamat dan sukses untuk Ketua. Semoga ilmunya bermanfaat bagi masyarakat dan negara serta penuh keberkahan, aamiin.”
Wajar kalau banyak yang ikut senang. Selain sebagai pejabat Pemkot Bontang, Aznem selama ini juga aktif di tengah masyarakat. Ia merupakan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bontang.
Selamat, Pak Doktor Ahmad Aznem.
Gelar itu tentu membanggakan. Apalagi diraih dengan IPK 3,97 dan pendidikan yang bisa dituntaskan hanya dalam dua tahun delapan bulan. Tetapi yang lebih penting setelah ini adalah bagaimana model yang sudah ditelitinya benar-benar hidup di sekolah-sekolah Bontang.
Jika berhasil, disertasinya tidak hanya akan tersimpan di perpustakaan kampus. Anak-anak Bontang yang menanam, merawat dan memanen pangannya sendiri justru akan menjadi bukti paling nyata dari penelitian itu. (*)
Dua Tahun Delapan Bulan Tuntaskan S3, Ahmad Aznem Raih Doktor dengan IPK 3,97
Saya sebenarnya mendapat undangan khusus menghadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor H. Ahmad Aznem, S.E., M.Si. di Universitas Mulawarman (Unmul), Selasa (18/8/2026). Sayangnya, belum bisa hadir karena masih banyak urusan di Bontang.
Meski demikian, saya tahu persis bagaimana perjalanan akademik Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang ini.
Beberapa kali gagasan yang menjadi bagian dari riset doktornya kami muat di MediaKaltim.com. Karena itu, ketika Pak Aznem membagikan video penyerahan ijazah di grup WhatsApp, saya langsung menontonnya.
Tuntas sudah perjuangan akademiknya. Ahmad Aznem resmi menyandang gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Doktor Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman.
Hasilnya juga istimewa. Dalam pembacaan berita acara sidang terbuka disebutkan, Ahmad Aznem memperoleh indeks prestasi kumulatif selama pembelajaran 3,96.
Nilai ujian tertutup 3,95, sedangkan pada ujian terbuka ia meraih nilai sempurna 4,00. Nilai akhir IPK-nya 3,97 dengan predikat cumlaude atau dengan pujian. Lebih istimewa lagi, program doktor itu diselesaikannya hanya dalam waktu dua tahun delapan bulan.
“Sekali lagi selamat kepada saudara Doktor Ahmad Aznem,” ucap Rektor Unmul Prof. Dr. H. Abdunnur, S.I.P., M.Si., ASEAN Eng. dalam prosesi sebelum penyerahan ijazah secara simbolis.
Dalam sidang tersebut juga disebutkan salah satu persyaratan akademiknya berupa publikasi jurnal internasional terindeks Scopus telah disubmit ke jurnal internasional Leadership in Education terbitan Inggris.
Yang menarik bukan hanya gelar doktor yang sekarang berada di depan namanya. Topik yang dipilih Aznem sangat dekat dengan pekerjaan yang selama ini dijalaninya di Bontang.
Disertasinya berjudul “Pengembangan Model Manajemen Sekolah dalam Pengelolaan Program Pertanian Terintegrasi untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga Siswa Sekolah Dasar di Kota Bontang”. Gagasan ini pernah beberapa kali kami angkat di MediaKaltim.com sebelum ia sampai ke meja ujian doktor.
Pada Juni lalu, Media Kaltim menurunkan tulisan mengenai FGD Ketahanan Pangan Masuk Sekolah yang mempertemukan kepala sekolah dasar se-Kota Bontang. Dari forum itu terlihat bahwa penelitian Aznem tidak berhenti sebagai konsep akademik.
Ia mencoba menghubungkan sekolah, pertanian, gizi anak dan ketahanan pangan keluarga. Konsep tersebut kemudian dikenal dengan Smartani Goes to School.
Sekolah ditempatkan sebagai titik awal. Anak-anak tidak hanya diajak menanam, tetapi mengenal bagaimana pangan diproduksi, dirawat, dipanen hingga dikonsumsi. Orang tua dan rumah tangga siswa kemudian menjadi bagian dari mata rantai berikutnya.
Modelnya disesuaikan dengan kondisi sekolah. SDN 009 Bontang Utara, misalnya, dikembangkan dengan hidroponik vertikal untuk menyiasati lahan sempit. SDN 005 Bontang Selatan menggunakan model akuaponik bioflok untuk karakter wilayah pesisir, sedangkan SDN 002 Bontang Barat dikembangkan melalui pembenihan dan kebun darat terbuka.
Ada pula konsep One Student One Polybag. Setiap siswa didorong memiliki media tanam sendiri agar kegiatan pertanian tidak berhenti di sekolah, tetapi bisa dibawa ke lingkungan keluarga.
Aznem pernah menulis sendiri gagasan tersebut di MediaKaltim.com melalui tulisan “Smartani Goes to School: Integrasi Pendidikan, Ketahanan Pangan, dan Neurosains Anak”.
Dalam tulisannya, ia menyoroti paradoks Bontang. Kota ini memiliki kekuatan ekonomi sebagai kota industri, tetapi sebagian kebutuhan pangan segarnya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, terutama Sulawesi dan Jawa.
Ketergantungan itu membuat rumah tangga rentan ketika rantai distribusi terganggu akibat cuaca, persoalan logistik maupun fluktuasi harga. Persoalan pangan kemudian tidak berdiri sendiri karena berhubungan dengan kualitas konsumsi keluarga dan gizi anak.
Ahmad Aznem bersama dewan penguji dan tamu undangan usai Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Mulawarman, Selasa (18/8/2026). (Istimewa)
Dari situlah gagasan membawa ketahanan pangan masuk ke sekolah menjadi relevan. Jadi, disertasi yang dipertahankan Aznem bukan semata untuk mengejar gelar doktor. Ada persoalan Bontang yang coba dijawab melalui penelitian.
Sidang terbuka berlangsung di Ruang Rapat 1 Lantai 3 Rektorat Universitas Mulawarman, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA.
Komposisi dewan pengujinya juga menarik. Rektor Universitas Mulawarman Prof. Dr. H. Abdunnur, S.I.P., M.Si., ASEAN Eng. bertindak sebagai Ketua Dewan Penguji.
Ada pula anggota DPR RI asal Kaltim, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, yang kini menjabat Ketua Komisi X DPR RI. Hetifah hadir sebagai penguji eksternal dalam promosi doktor Aznem.
Dekan FKIP Unmul Prof. Dr. H. Susilo, M.Pd. juga menjadi penguji. Sedangkan Koordinator Program Studi S3 Manajemen Pendidikan FKIP Unmul Prof. Dr. Hasbi Sjamsir, M.Hum. bertindak sebagai promotor.
Dr. H. Usfandi Haryaka, M.Pd. menjadi kopromotor. Tim penguji lainnya terdiri dari Prof. Dr. H. Muh Amir Masruhin, M.Kes.; Prof. Dr. Hj. Widyatmike Gede Mulawarman, M.Hum.; serta Dr. H. Ahmadi, M.Kes.
Bukan hanya jajaran akademisi yang hadir. Sejumlah tokoh Bontang ikut menyaksikan langsung sidang terbuka tersebut. Di antaranya Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Hadir pula mantan Wali Kota Bontang yang kini menjadi anggota DPD RI asal Kalimantan Timur, Sofyan Hasdam, yang merupakan suami Neni.
Kehadiran Neni dan Sofyan Hasdam tentu menjadi perhatian tersendiri. Keduanya ikut menyaksikan salah satu fase penting perjalanan akademik Aznem, yang selama ini menjadi bagian dari jajaran Pemkot Bontang.
Setelah seluruh proses sidang selesai, keputusan dibacakan. Aznem dinyatakan lulus. Ijazah kemudian diserahkan secara simbolis. Sejak saat itu, lengkap sudah gelar di depan namanya: Dr. H. Ahmad Aznem, S.E., M.Si.
Sehari setelah sidang, ucapan selamat juga terus berdatangan di grup WhatsApp. “Selamat dan sukses untuk Mas Asnem KKSS. Semoga ilmunya bermanfaat dan berkah, aamiin,” tulis salah seorang anggota grup.
Ada pula yang memberikan ucapan, “Selamat dan sukses untuk Ketua. Semoga ilmunya bermanfaat bagi masyarakat dan negara serta penuh keberkahan, aamiin.”
Wajar kalau banyak yang ikut senang. Selain sebagai pejabat Pemkot Bontang, Aznem selama ini juga aktif di tengah masyarakat. Ia merupakan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bontang.
Selamat, Pak Doktor Ahmad Aznem.
Gelar itu tentu membanggakan. Apalagi diraih dengan IPK 3,97 dan pendidikan yang bisa dituntaskan hanya dalam dua tahun delapan bulan. Tetapi yang lebih penting setelah ini adalah bagaimana model yang sudah ditelitinya benar-benar hidup di sekolah-sekolah Bontang.
Jika berhasil, disertasinya tidak hanya akan tersimpan di perpustakaan kampus. Anak-anak Bontang yang menanam, merawat dan memanen pangannya sendiri justru akan menjadi bukti paling nyata dari penelitian itu. (*)
Polda Kaltim masih mendalami laporan dugaan pelanggaran etik yang melibatkan seorang perwira Polresta Samarinda. (Ilustrasi/Istimewa)
BALIKPAPAN – Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalimantan Timur tengah mendalami laporan dugaan pelanggaran etik yang melibatkan seorang perwira yang menjabat kepala satuan di Polresta Samarinda.
Polda Kaltim belum menyimpulkan benar atau tidaknya berbagai informasi yang beredar mengenai perwira tersebut. Pemeriksaan internal masih berlangsung.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi mengatakan informasi yang berkembang di luar keterangan resmi kepolisian belum dapat dijadikan sebagai fakta.
“Informasi yang beredar di luar keterangan resmi belum dapat kami benarkan,” kata Tedy, Rabu (19/8/2026).
Laporan yang sedang ditangani Propam disebut berkaitan dengan persoalan hubungan pribadi antara perwira tersebut dan seorang perempuan sipil.
Informasi yang beredar menyebut keduanya memiliki hubungan selama kurang lebih tiga tahun sebelum kemudian mengalami kerenggangan.
Persoalan kemudian bergulir ke Propam setelah perempuan tersebut mengalami penangkapan. Perempuan itu disebut mencurigai adanya keterlibatan perwira yang memiliki hubungan dengannya.
Perempuan tersebut juga menyampaikan klaim sedang hamil. Namun, informasi mengenai kehamilan itu belum dapat dipastikan secara medis.
Sebelum persoalan dilaporkan ke Propam, kedua pihak disebut sempat melakukan mediasi secara pribadi. Namun, persoalan tersebut kemudian masuk dalam pemeriksaan internal kepolisian.
Tedy menegaskan Propam masih melakukan pendalaman untuk mengetahui duduk perkara secara utuh. Karena proses pemeriksaan belum selesai, Polda Kaltim belum menyampaikan kesimpulan mengenai ada atau tidaknya pelanggaran etik.
“Nanti lebih jelasnya, ketika disidangkan, ini sudah tahap pendalaman,” ujarnya.
Informasi mengenai kasus tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial. Seorang oknum kepala satuan di Polresta Samarinda disebut menghamili seorang perempuan dan tidak bertanggung jawab.
Dalam informasi yang beredar, perempuan tersebut bahkan disebut tengah mengandung tujuh bulan dan persoalannya telah dilaporkan ke Propam Polda Kaltim.
Namun, klaim tersebut belum dikonfirmasi sebagai fakta oleh kepolisian.
Polda Kaltim masih melakukan pengecekan bersama fungsi terkait untuk memastikan substansi laporan, kronologi kejadian, maupun pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Kepolisian juga meminta masyarakat berhati-hati menyebarkan informasi mengenai perkara ini. Selain masih dalam pemeriksaan internal, persoalan tersebut menyangkut kehidupan pribadi pihak-pihak yang terlibat.
Karena itu, informasi yang belum terverifikasi diminta tidak langsung dianggap sebagai fakta.
Hingga Rabu (19/8/2026), belum ada keputusan mengenai terbukti atau tidaknya dugaan pelanggaran etik tersebut. Polda Kaltim menyatakan informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pendalaman menghasilkan perkembangan yang dapat dipublikasikan.
Jajaran Four Points by Sheraton Balikpapan mengikuti penanaman pohon di kawasan Taman Kota IKN. (Istimewa)
NUSANTARA – Four Points by Sheraton Balikpapan ikut ambil bagian dalam gerakan penghijauan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Lebih dari 2.000 bibit pohon ditanam dalam kegiatan yang digelar di kawasan Taman Kota IKN, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan yang digagas Otorita IKN tersebut melibatkan 2.308 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan organisasi. Aksi itu sekaligus mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai kegiatan penanaman pohon dengan jumlah bibit dan peserta terbanyak di Indonesia.
Four Points by Sheraton Balikpapan menjadi salah satu unsur dari sektor perhotelan yang terlibat. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, terutama di tengah pembangunan IKN yang mengusung konsep kota hijau.
General Manager Four Points by Sheraton Balikpapan Andyasoka Pradana Putra mengatakan, tanggung jawab terhadap lingkungan tidak hanya diterapkan dalam kegiatan operasional hotel.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang apa yang kita lakukan di dalam hotel, tetapi juga tentang bagaimana kita mengambil bagian dalam menjaga lingkungan dan memberikan kontribusi bagi komunitas di sekitar kita,” kata Andy.
Menurutnya, keterlibatan dalam penghijauan IKN menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perusahaan terhadap lingkungan di Kalimantan Timur.
Langkah tersebut memang sederhana. Namun, jika dilakukan bersama dan berkelanjutan, dampaknya diharapkan jauh lebih besar.
Keterlibatan sektor swasta juga dinilai penting karena pembangunan IKN tidak hanya berbicara mengenai gedung dan infrastruktur. Konsep pembangunan Nusantara juga menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dalam pengembangan kawasan.
Bagi Four Points by Sheraton Balikpapan, komitmen terhadap keberlanjutan juga berkaitan dengan posisi perusahaan sebagai bagian dari industri pariwisata dan hospitality di Kalimantan Timur.
Industri tersebut tumbuh bersama daerah. Karena itu, keberadaan perusahaan diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan.
Kalimantan Timur sendiri memiliki kawasan hutan dan keanekaragaman hayati yang menjadi bagian penting ekosistem Borneo. Menjaganya membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat hingga dunia usaha.
Karena itu, aksi penanaman pohon di IKN diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Bibit yang telah ditanam perlu dirawat agar benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.
Four Points by Sheraton Balikpapan juga berharap semakin banyak pihak terlibat dalam kegiatan serupa.
“Semangat menghijaukan Borneo pun menjadi tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lestari bagi generasi mendatang,” tutupnya.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menghadiri peresmian Jalan Pengganti Permanen sepanjang 18,5 kilometer di Bengalon, Rabu (19/8/2026). (Ramlah/Media Kaltim)
KUTAI TIMUR – Jalan Pengganti Permanen (JPP) sepanjang 18,5 kilometer di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, resmi dibuka, Rabu (19/8/2026). Jalan tersebut tidak hanya disiapkan untuk menopang aktivitas pertambangan, tetapi diharapkan membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
JPP berada di ruas poros Bengalon–Muara Wahau, Desa Tepian Langsat. Peresmiannya dihadiri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kapolres Kutim AKBP Aryansyah, jajaran Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Bina Marga serta manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Bagi Ardiansyah, keberadaan jalan sepanjang 18,5 kilometer tersebut penting karena akses darat menjadi salah satu penentu pergerakan ekonomi di wilayah Kutim yang sangat luas.
“Jalan ini bukan hanya untuk kepentingan aktivitas pertambangan, tetapi juga menjadi akses yang sangat penting bagi masyarakat,” kata Ardiansyah.
Dengan akses yang semakin baik, mobilitas warga maupun distribusi barang dan jasa diharapkan menjadi lebih lancar. Efek berikutnya adalah munculnya aktivitas ekonomi baru di sepanjang kawasan yang terhubung jalan tersebut.
“Dengan adanya jalan ini, mobilitas masyarakat akan semakin lancar. Kita berharap manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan konektivitas antarwilayah,” ujarnya.
Ardiansyah juga meminta manfaat JPP tidak berhenti setelah peresmian. Infrastruktur yang sudah dibangun harus dipelihara agar tetap dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap jalan ini dijaga bersama. Pemerintah, perusahaan dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan infrastruktur yang sudah dibangun dapat terus memberikan manfaat,” tegasnya.
Keberadaan JPP sekaligus menambah akses pada koridor Bengalon menuju Muara Wahau. Kawasan tersebut menjadi salah satu jalur penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di pedalaman Kutim.
Karena itu, Ardiansyah menilai pembangunan infrastruktur jalan harus terus dilanjutkan. Masih terdapat sejumlah kawasan yang membutuhkan peningkatan konektivitas untuk memangkas waktu tempuh sekaligus membuka akses masyarakat.
“Pembangunan jalan harus terus kita dorong. Karena infrastruktur merupakan salah satu fondasi utama untuk meningkatkan konektivitas, memperlancar perekonomian dan membuka akses masyarakat,” jelasnya.
Presiden Direktur dan CEO PT Kaltim Prima Coal Muhammad Rudy mengatakan JPP memiliki panjang sekitar 18,5 kilometer.
Selain mendukung operasional pertambangan, jalan tersebut diharapkan memberikan manfaat lebih luas sebagai bagian dari konektivitas masyarakat di Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara.
KPC juga menyatakan komitmennya melakukan pemeliharaan JPP sehingga fungsi jalan dapat terus terjaga.
Bagi masyarakat, manfaat jalan ini nantinya akan terlihat dari seberapa besar akses tersebut mampu memperlancar perjalanan, distribusi barang dan aktivitas usaha.
JPP sepanjang 18,5 kilometer itu akhirnya bukan hanya menjadi jalan pengganti untuk kepentingan tambang. Pemkab Kutim berharap keberadaannya ikut membuka pergerakan ekonomi baru bagi masyarakat Bengalon dan kawasan yang terhubung.
Petugas melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kota Balikpapan. (Istimewa)
BALIKPAPAN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat seiring kondisi cuaca panas dan musim kemarau di Kalimantan Timur. BPBD Kota Balikpapan pun menyiagakan personel selama 24 jam untuk mempercepat penanganan ketika muncul titik api.
Tiga wilayah menjadi perhatian, yakni Balikpapan Utara, Balikpapan Timur dan Balikpapan Barat. Kawasan tersebut masih memiliki lahan yang berpotensi terbakar ketika kondisi semakin kering.
Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali mengatakan posko tetap aktif menerima laporan masyarakat setiap saat.
“Petugas kami tetap siaga selama 24 jam. Posko tetap berada di kantor BPBD untuk menerima laporan dan informasi dari masyarakat terkait kejadian kebakaran maupun potensi karhutla di berbagai wilayah,” kata Usman, Rabu (19/8/2026).
Setiap laporan mengenai kebakaran maupun munculnya titik api akan langsung ditindaklanjuti. Petugas diterjunkan untuk mengecek kondisi sekaligus melakukan penanganan sebelum api meluas.
“Kami terus melakukan pendataan terhadap setiap kejadian kebakaran lahan yang dilaporkan. Setiap laporan yang masuk langsung kami tindak lanjuti,” jelasnya.
Kewaspadaan meningkat karena karhutla mulai banyak terjadi di Kaltim. Sepanjang Januari hingga 10 Agustus 2026 tercatat 196 kejadian karhutla. Sebanyak 71 kejadian bahkan terjadi hanya dalam 10 hari pertama Agustus.
Di Balikpapan, data BPBD mencatat dua kejadian kebakaran lahan pada Januari 2026. Februari dan Maret tidak tercatat kejadian, sementara April terdapat satu kasus dengan lahan semak dan belukar terbakar sekitar 100 meter persegi.
Kebakaran kembali terjadi di kawasan Perumahan Taman Sari VIP II, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Barat, pada 7 Agustus 2026. Kejadian dilaporkan sekitar pukul 15.47 Wita dan ditangani BPBD.
Dengan data yang tersedia tersebut, sedikitnya empat kejadian kebakaran lahan dapat dikonfirmasi di Balikpapan sepanjang 2026 hingga 19 Agustus.
Namun, angka itu belum menggambarkan keseluruhan kejadian karena rekap bulanan untuk periode Januari hingga Agustus belum seluruhnya tersedia dalam data publik yang dapat diverifikasi.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD tidak bekerja sendiri. Koordinasi dilakukan bersama TNI, Polri dan instansi terkait lainnya.
“Kami tidak membentuk satuan tugas khusus karhutla karena penanganan kebakaran sudah menjadi tugas pokok dan fungsi BPBD. Tetapi koordinasi lintas sektor tetap dilakukan,” ujar Usman.
Kesiapsiagaan tersebut juga berjalan bersamaan dengan Operasi Amanusa II 2026 yang diaktifkan Polda Kaltim untuk menghadapi ancaman karhutla. Operasi melibatkan 1.619 personel di sejumlah wilayah rawan.
Namun, pencegahan tetap menjadi langkah paling penting. BPBD meminta masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menjalar dan sulit dikendalikan.
“Yang paling penting adalah masyarakat jangan membuka lahan dengan cara membakar. Api bisa dengan cepat menjalar ketika kondisi lahan kering,” tegas Usman.
Masyarakat juga diminta segera melapor ketika menemukan kepulan asap atau titik api. Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang kebakaran ditangani sebelum menjalar ke kawasan yang lebih luas.
BPBD sekaligus mengingatkan pembakaran lahan secara ilegal dapat berujung pada proses hukum. Larangan pembakaran lahan antara lain diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
“Jadi jangan sampai karena ingin membersihkan lahan dengan cara cepat, justru menimbulkan kebakaran yang lebih luas dan berhadapan dengan hukum,” tutupnya.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin menyampaikan langkah pemerintah menghadapi dampak musim kering. (Robbi/MKNN)
PENAJAM PASER UTARA – Musim panas dan cuaca kering mulai menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pemkab menyiapkan bantuan air bersih apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air.
Perumda Air Minum Danum Taka akan diminta membantu penyaluran air ke wilayah yang membutuhkan. Pemerintah juga terus memantau kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengatakan kebutuhan air bersih menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Pemerintah akan menginstruksikan Perumda Air Minum Danum Taka untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air. Dalam kondisi kekeringan seperti sekarang, masyarakat yang kesulitan air bersih harus dibantu,” kata Waris, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, penanganan harus dilakukan sejak awal agar kesulitan air tidak berlangsung berkepanjangan apabila musim kering terus berlanjut.
Perumda Danum Taka diharapkan dapat menyiapkan langkah distribusi ketika terdapat laporan masyarakat yang mulai mengalami keterbatasan sumber air.
“Kami berharap Perumda Air Minum Danum Taka bisa membantu masyarakat yang membutuhkan air, supaya warga yang kesulitan tidak sampai mengalami kekeringan,” ujarnya.
Pemkab PPU juga akan memantau perkembangan kondisi di sejumlah wilayah. Jika ditemukan kawasan yang mulai kesulitan memperoleh air bersih, pemerintah akan melakukan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain ancaman kekurangan air, musim kering membawa risiko lain yang juga perlu diwaspadai, yakni kebakaran lahan dan permukiman.
Vegetasi, semak dan material yang mengering lebih mudah terbakar. Api juga berpotensi menyebar lebih cepat ketika kondisi panas berlangsung cukup lama.
Karena itu, Waris meminta masyarakat lebih berhati-hati menggunakan api. Termasuk ketika membakar sampah maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Yang terpenting adalah kewaspadaan. Jangan sampai karena kelalaian, kemudian terjadi kebakaran dan menimbulkan kerugian,” tegasnya.
Pemkab PPU menilai penanganan dampak musim kering membutuhkan keterlibatan pemerintah, Perumda Air Minum Danum Taka dan masyarakat.
Untuk saat ini, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi. Distribusi air bersih akan dilakukan apabila terdapat masyarakat atau wilayah yang benar-benar membutuhkan.
Pada saat yang sama, warga diminta segera menyampaikan kondisi di lingkungannya apabila sumber air mulai berkurang serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kering.