Beranda blog Halaman 86

APBD 2026 Dipangkas, DPRD Berau Minta Kampung Mandiri dan Tak Bergantung Dana Daerah

BERAU – Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menyoroti masih banyaknya kampung di Kabupaten Berau yang belum memiliki sumber pendapatan mandiri. Hal itu ia tegaskan menyusul adanya pemangkasan besar APBD 2026.

Subroto menuturkan bahwa efisiensi anggaran yang mulai terasa sejak tahun ini akan berdampak langsung hingga ke tingkat kampung.

“Saya mendorong kepala kampung untuk mulai menggali pendapatan asli kampung sebagai sumber pembiayaan operasional yang lebih mandiri,” ujarnya.

Ia menyoroti masih adanya kampung yang belum melaporkan pemasukan mandiri. Padahal, menurutnya, sejumlah kampung di wilayah pesisir sudah mampu menghasilkan pendapatan signifikan, mulai dari puluhan juta rupiah hingga menembus angka Rp1 miliar.

“Artinya potensi itu ada. Tinggal bagaimana dikelola dengan serius,” ujarnya.

Kemudian, ia juga menyinggung kampung-kampung di Kecamatan Sambeliung agar tidak hanya mengandalkan bantuan. Kawasan tersebut, kata dia, memiliki potensi besar, mulai dari sektor pariwisata hingga perkebunan, yang bisa dikembangkan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.

“Kepala kampung harus proaktif menyampaikan usulan titik lampu jalan kepada PLN, termasuk koordinat dan dokumentasi foto agar tidak menyulitkan,” pungkasnya. (adv)

Soroti Banyak PJU Mati, Minta Dishub Segera Lakukan Pengecekan

BERAU – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyoroti banyaknya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah titik yang tidak berfungsi atau mati.

Ia meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Berau segera melakukan pengecekan menyeluruh, khususnya terhadap PJU yang merupakan hasil pengadaan baru dan diduga masih berada dalam masa garansi.

Menurut Dedy, laporan masyarakat terkait lampu jalan yang mati terus berdatangan dan belum seluruhnya mendapatkan penanganan cepat. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

“PJU ini tolong Dinas Perhubungan dicek kembali, apakah yang ada di jalan itu masih dalam masa garansi pengadaan. Kata bupati ‘kan ada garansi sampai lima tahun, jadi harus ditelusuri,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, persoalan lampu jalan mati bahkan terjadi di sekitar kawasan rumah dinasnya. Beberapa PJU yang tergolong baru justru tidak menyala, sementara laporan yang telah disampaikan belum juga ditindaklanjuti secara optimal.

“Yang lama saya tidak masalah, apalagi yang hibah. Tapi yang baru di depan rumah saya saja mati. Saya pernah telepon perhubungan, tapi sampai sekarang belum diperbaiki,” ujarnya.

Dedy menekankan, apabila pengadaan PJU tersebut masih dalam masa garansi, maka tanggung jawab perbaikan seharusnya berada pada pihak penyedia melalui koordinasi dengan instansi terkait. Karena itu, ia meminta Dinas Perhubungan sebagai pihak yang melakukan pengadaan untuk lebih proaktif dalam menelusuri status garansi serta segera berkoordinasi dengan rekanan.

“Dinas Perhubungan harus segera menindaklanjuti, jangan sampai lampu jalan mati dibiarkan terlalu lama,” tambahnya.

Selain penelusuran masa garansi, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap kondisi PJU di seluruh wilayah Berau. Pendataan tersebut dinilai penting untuk mengetahui jumlah titik yang bermasalah sekaligus menyusun langkah perbaikan secara terencana.

“Hal ini tentu menjamin keamanan dan keselamatan pengguna jalan, perawatan fasilitas publik seperti PJU juga menjadi bentuk tanggung jawab dalam menjaga kualitas aset daerah yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah,” pungkasnya. (adv)

Kemenhan Bahas Izin Lintas Udara AS, Libatkan Purnawirawan TNI

0

JAKARTA – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan para purnawirawan TNI membahas Letter of Intent (Lol) atau surat pernyataan terkait izin lintas udara yang diajukan Amerika Serikat.

Pembahasan itu terjadi ketika Sjafrie mengumpulkan purnawirawan yang mayoritas merupakan eks Panglima TNI dan kepala staf di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2026).

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan dalam pertemuan tersebut para purnawirawan memberikan analisis dan saran terkait LOI yang diajukan Amerika.

Ragam analisis itu diberikan dengan dasar pertimbangan kepentingan pertahanan negara.

“Purnawirawan tentunya punya pertimbangan, punya analisa yang sangat baik, sehingga nanti mungkin akan juga dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, dengan DPR, terkait dengan Letter of Intent tersebut,” kata Rico saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertahanan.

Namun demikian, Rico tidak menjelaskan secara rinci apa saja analisis yang diberikan para purnawirawan kepada Sjafrie dan jajaran pejabat TNI.

Rico memastikan seluruh saran, kritik dan analisis yang diberikan para purnawirawan akan jadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan langkah strategis ke depan.

“Ke depannya itu akan menjadi bagian dari evaluasi maupun perbaikan ataupun masukan-masukan input dalam pengembangan kebijakan pertahanan negara,” jelas Rico.

Sebelumnya, Rico merespons soal beredarnya informasi dalam surat perjanjian antara Indonesia dan Amerika Serikat yang mengatakan bahwa AS memiliki kebebasan penuh untuk melintasi wilayah udara Indonesia.

Menurut Rico, setiap skema rencana kerja sama bidang pertahanan yang akan dibangun dengan negara lain dipastikan telah diperhitungkan dengan matang dan harus menguntungkan Indonesia.

Skema kerja sama tersebut harus menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama dan sejalan dengan hukum nasional dan internasional yang berlaku.

Jika skema kerja sama itu dirasa tidak menguntungkan Indonesia maka pemerintah berhak menolak dan memegang kendali penuh terhadap wilayah kedaulatan negara.

“Setiap kemungkinan pengaturan tetap menjamin kewenangan penuh Indonesia untuk menyetujui atau menolak setiap aktivitas di ruang udara nasional,” kata Rico.

Terkait informasi surat perjanjian yang beredar di masyarakat, Rico menegaskan bahwa surat tersebut belum bersifat final karena masih dalam pembahasan.

“Dokumen tersebut bukan merupakan perjanjian final, belum memiliki kekuatan hukum mengikat, serta belum dapat dijadikan dasar kebijakan resmi Pemerintah Republik Indonesia,” jelas Rico.

Oleh karena itu, Rico berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang beredar di masyarakat.

Dalam surat perjanjian itu tertera beberapa poin kesepakatan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Salah satu poinnya, yakni Pemerintah Indonesia membuka izin penerbangan lintas wilayah udara secara menyeluruh untuk pesawat-pesawat Amerika Serikat untuk keperluan operasi darurat, penanggulangan krisis, dan kegiatan terkait latihan yang disepakati bersama. (ANT/KN)

Pemerintah Masuk “Survival Mode”, Tak Ada Ruang Kebijakan Main-main

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn25apr2026/mobile/

Ribuan Honorer Belum Digaji, Dedi Mulyadi Tempuh Jalur Khusus ke Menteri PANRB

0

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi akan segera menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini guna mencari celah hukum untuk mencairkan gaji 3.823 tenaga honorer yang terhambat regulasi pusat.

Langkah jemput bola itu dilakukan menyusul nasib ribuan guru dan tenaga administratif di Jabar yang belum menerima upah periode Maret dan April 2026, meski Pemprov Jabar menegaskan bahwa anggaran untuk pembayaran tersebut sebenarnya telah tersedia.

“Uangnya ada, sudah teralokasikan, tetapi kan ada edaran Menteri PANRB yang menyatakan kita tidak boleh membayarkan gaji pegawai honorer. Nanti kalau dibayarkan ada penyimpangan keuangan,” ujar Dedi dalam keterangan di Bandung, Jabar, Jumat (24/4/2026).

Persoalan itu berakar dari aturan yang melarang pemerintah daerah mempekerjakan tenaga honorer setelah pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal tersebut memicu kebuntuan karena di sisi lain, sekolah di lapangan masih sangat bergantung pada tenaga non-ASN tersebut.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu menegaskan bahwa peran guru honorer, petugas tata usaha hingga tenaga kebersihan masih menjadi tulang punggung operasional pendidikan di daerah.

“Tenaga guru honorer, termasuk pegawai yang bekerja di bagian administrasi dan tata usaha serta tenaga kebersihan, masih sangat dibutuhkan,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, tercatat 3.823 tenaga honorer guru dan administratif yang saat ini terdampak oleh aturan tersebut.

Melalui pertemuan dengan Menteri PANRB, Dedi mengharapkan ada solusi teknis atau diskresi agar hak para pekerja pendidikan tersebut bisa segera dibayarkan tanpa risiko pelanggaran administratif. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Panggil Kapolri Bahas Keamanan Nasional dan Transformasi Polri

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di kediaman pribadi Presiden, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026).

Presiden meminta laporan mengenai program-program strategis Polri, termasuk terkait transformasi di lingkungan kepolisian.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, saat dihubungi di Jakarta, Jumat, menjelaskan pertemuan “empat mata” antara Presiden Prabowo dengan Kapolri berlangsung selama kurang lebih 1 jam.

“Presiden Prabowo Subianto memanggil Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di kediaman Hambalang, Jumat, 24 April 2026. Dalam pertemuan sekitar 1 jam tersebut dibahas beberapa hal terkait keamanan nasional dan kondisi umum situasi nasional di berbagai sektor strategis,” kata Seskab Teddy.

Dalam pertemuan yang sama, Kapolri Listyo Sigit juga melaporkan kepada Presiden beberapa program strategis kepolisian, antara lain penguatan transformasi digital layanan publik, peningkatan profesionalisme anggota sejak rekrutmen hingga kedinasan, serta upaya-upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kapolri juga melaporkan kepada Presiden mengenai sinergi antara kepolisian dengan berbagai lembaga untuk mendukung berbagai program nasional, yang mencakup sektor pertanian, pangan, makanan bergizi, gerak cepat penanganan bencana, dan peningkatan layanan untuk masyarakat.

Dari foto yang diunggah oleh Sekretariat Kabinet di Jakarta, Jumat (24/4/2026), Presiden Prabowo terlihat membaca laporan yang diserahkan oleh Kapolri, kemudian Kapolri, yang duduk tepat di seberang Presiden, memberikan paparan dan penjelasan langsung atas laporannya itu kepada Presiden.

Di Hambalang hari ini, selain Kapolri, Presiden Prabowo juga menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.
Pertemuan antara Presiden dengan Rosan juga berlangsung empat mata.

Dalam pertemuannya dengan Presiden, Rosan melaporkan perkembangan program-program hilirisasi yang akan dibangun di 13 lokasi Indonesia.

Kemudian, Presiden memberikan arahan hilirisasi harus diperluas sehingga tidak hanya menyasar sektor energi dan mineral, tetapi juga sektor pertanian dan perikanan. (ANT/KN)

Neni Moerniaeni Ingin Generasi Muda Bontang Kuasai Industri Kreatif Digital

0

BONTANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing di era digitalisasi.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui dukungan terhadap ajang Lomba Desain Poster dan Video yang diselenggarakan CPanel STITEK Bontang dengan tema “Digital Ethics & Creative Technology for Gen-Z”.

Kegiatan berlangsung di Auditorium Taman 3D, Jalan Awang Long, Sabtu (25/4/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.

Berbagai program pendidikan telah dijalankan, mulai dari pembagian seragam, sepatu, dan tas gratis bagi pelajar hingga pemberian Uang Kuliah Tunggal (UKT) gratis bagi mahasiswa.

Menurut Neni, peningkatan kualitas SDM harus berjalan seiring dengan budaya membaca, belajar, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Saya juga berharap ke depannya anak-anak Bontang dapat beraktualisasi membuat film-film pendek untuk memajukan ekonomi kreatif melalui digitalisasi, tentunya dengan pendampingan dari Dispopar dan STITEK,” ujarnya.

Neni juga mengapresiasi perkembangan STITEK Bontang yang dinilai terus melakukan inovasi dalam pengembangan pendidikan tinggi.

Saat ini, STITEK Bontang tengah berproses menuju status universitas sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi di Kalimantan Timur.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap generasi muda Bontang, khususnya Gen-Z, mampu mengembangkan kreativitas sekaligus memahami etika dalam pemanfaatan teknologi digital.

“Generasi muda diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi secara positif,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Sampah hingga MBG Jadi Sorotan dalam Retret Pimpinan DPRD

0

SANGATTA — Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, membeberkan sejumlah arahan penting dari Presiden usai mengikuti retret pimpinan DPRD se-Indonesia di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 15–19 April 2026.

Forum yang diikuti sebanyak 503 ketua DPRD tersebut membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan langsung dengan kinerja pemerintah daerah.

Salah satu perhatian utama Presiden adalah persoalan pengelolaan sampah. Menurut Jimmi, Presiden menilai penanganan sampah menjadi indikator dasar dalam mengukur kualitas tata kelola suatu daerah.

“Kalau menangani sampah saja tidak beres, bagaimana menangani situasi yang lebih kompleks seperti perang dan sebagainya,” ujar Jimmi.

Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan dalam forum tersebut. Pemerintah pusat mendorong agar program itu tetap dijalankan secara optimal meskipun masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan.

“MBG ini harus dimaksimalkan. Dampak positifnya bukan sekarang, tapi jangka panjang. Walaupun ada polemik soal prosedur, tujuannya tetap untuk masa depan,” jelasnya.

Menurut Jimmi, program MBG merupakan bagian dari investasi jangka panjang pemerintah untuk menjamin kualitas generasi mendatang.

“Yang penting kebutuhan makan anak-anak harus terjamin, dalam kondisi apa pun,” tegasnya.

Sementara itu, terkait isu pemilihan kepala daerah melalui DPRD, Jimmi memastikan pembahasan tersebut tidak muncul dalam agenda retret.

Ia menyebut seluruh peserta masih menunggu perkembangan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) serta aturan lanjutan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Tidak dibicarakan. Kita tunggu saja keputusan MK dan PKPU,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

KAHMI dan Forhati Diminta Jadi Wadah Gagasan dan Kontrol Sosial

SAMARINDA — Bertempat di Hotel Puri Senyiur, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) sekaligus Ketua KAHMI, Mudyat Noor, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV KAHMI dan Forhati Kota Samarinda, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wali Kota Samarinda, jajaran Presidium KAHMI Provinsi Kalimantan Timur, serta berbagai tokoh masyarakat lainnya.

Dalam keterangannya, Mudyat Noor menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme peserta yang hadir dalam agenda tersebut. Ia berharap Musda tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga melahirkan pemimpin baru yang mampu membawa organisasi lebih progresif.

“Alhamdulillah, agenda hari ini adalah mengesahkan Musda KAHMI dan Forhati Kota Samarinda yang keempat. Pesertanya cukup ramai. Harapan kita, Musda ini menghasilkan pemimpin baru yang mampu membawa kemajuan bagi organisasi ke depannya,” ujarnya.

Mudyat juga menanggapi arahan Wali Kota Samarinda terkait pentingnya peran strategis organisasi di tengah masyarakat. Menurutnya, KAHMI dan Forhati harus mampu bertransformasi dan tidak hanya terjebak dalam kegiatan rutin tahunan.

Ia menilai organisasi alumni HMI tersebut harus memainkan fungsi kontrol sosial yang nyata, sejalan dengan latar belakang para anggotanya yang berasal dari berbagai bidang, mulai dari politik, bisnis, hingga pemerintahan.

“Kami ingin KAHMI dan Forhati menjadi wadah untuk menularkan ide-ide yang membawa kemajuan. Bukan hanya organisasi yang melaksanakan rutinitas seperti halalbihalal atau kurban saja, tapi benar-benar menjadi penggerak dan kontrol di berbagai bidang,” tegasnya.

Melalui Musda IV ini, KAHMI dan Forhati Samarinda diharapkan mampu memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah serta menghadirkan gagasan-gagasan strategis bagi masyarakat.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Si Jago Merah Hanguskan Rumah di Mawai Indah

0

SANGATTA — Kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Sabtu (25/4/2026). Satu unit rumah milik warga di Dusun Suka Damai, Desa Mawai Indah, ludes dilalap api.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Mangga RT 04 dan 05. Laporan pertama diterima dari warga bernama Herman dan petugas langsung bergerak menuju lokasi, tiba sekitar pukul 09.15 Wita.

Api berhasil dikendalikan oleh relawan kebakaran (Redkar) Desa Mawai Indah sebelum merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun, rumah milik Sukapti berukuran sekitar 8 x 10 meter hangus terbakar seluruhnya.

Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kasi Pemadaman, Pengendali Operasi dan Komunikasi Disdamkartan Kutim, Eko Purnomo, menyampaikan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari obat nyamuk bakar.

“Diduga api berasal dari obat nyamuk bakar yang menyambar material mudah terbakar di dalam rumah,” ujarnya kepada Media Kaltim.

Penanganan di lapangan sempat mengalami kendala karena lokasi kejadian berada sekitar 35 kilometer dari pos pemadam dengan kondisi medan berbukit, sehingga mobil pemadam tidak dapat menjangkau area kebakaran.

Meski demikian, personel dari Pos Batu Ampar dan Pos Bengkal tetap dikerahkan dengan membawa pompa portable serta peralatan pendukung untuk mencegah api semakin meluas.

Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait jumlah jiwa dalam satu kartu keluarga terdampak kebakaran tersebut.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S