Beranda blog Halaman 83

45 Tersangka Kerusuhan Demo DPR, Polisi Didesak Bongkar Dalang dan Aliran Dana

0
Sejumlah orang melakukan pembakaran dan melempari Gedung DPR/MPR di Jakarta saat kerusuhan, 27 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Polisi telah menetapkan 45 tersangka dalam kerusuhan setelah aksi 27 Agustus di sekitar Gedung DPR RI. Penyelidikan belum berhenti. Pihak yang diduga merekrut massa, menyediakan dana hingga memasok barang untuk kerusuhan juga sedang ditelusuri.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta polisi mengusut sampai ke pihak yang berada di belakang kerusuhan, bukan hanya mereka yang tertangkap di lapangan.

“Peristiwa 27 Agustus kemarin malam hari harus diusut tuntas siapa saja yang melakukan kekerasan, siapa saja yang ada di balik kerusuhan itu, aliran dananya, terus memasok barang-barang dan sebagainya,” kata Komisioner Kompolnas Choirul Anam, Minggu (30/8/2026).

Kerusuhan terjadi setelah aksi utama di depan DPR selesai. Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) sebelumnya telah meninggalkan lokasi setelah pimpinan DPR meneken komitmen penyelesaian RUU Perampasan Aset.

Setelah itu, massa dari kelompok lain masih berada dan berdatangan ke kawasan DPR. Situasi memanas hingga malam.

Polisi mencatat terjadi perusakan fasilitas umum, pembakaran, pelemparan terhadap petugas dan penganiayaan di sekitar DPR, Slipi hingga Pejompongan. Gas air mata dan water cannon digunakan untuk membubarkan massa.

Sebanyak 322 orang kemudian diamankan Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut 162 di antaranya merupakan orang dewasa berusia sekitar 18–40 tahun.

Sisanya, 160 orang, merupakan anak dan remaja berusia 12–19 tahun. Mereka ditangani Direktorat PPA dan PPO Polda Metro Jaya.

Dari pemeriksaan tersebut, 45 orang ditetapkan sebagai tersangka. “Berdasarkan alat bukti dan saksi dalam proses penyidikan, saat ini kami sudah menetapkan 45 orang sebagai tersangka,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.

Mereka diproses terkait dugaan perusakan fasilitas umum dan penganiayaan. Polisi juga menangani perkara kepemilikan atau penyalahgunaan senjata tajam.

Sejumlah barang diamankan, antara lain golok, pisau, gunting, ketapel, mata panah, rantai besi dan tongkat bambu.

ENAM KLASTER, DANA IKUT DITELUSURI

Polisi membagi orang-orang yang diamankan ke dalam enam klaster sesuai dugaan peran masing-masing. Salah satunya klaster perusakan fasilitas umum dan penganiayaan.

Sebanyak 71 orang diperiksa dalam klaster tersebut. Dari jumlah itu, 45 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Penelusuran terhadap dugaan perekrutan dan pendanaan sudah dilakukan polisi sebelum aksi 27 Agustus.

Polda Metro Jaya sebelumnya memeriksa 10 orang yang diduga terlibat dalam perekrutan dan penyediaan dana. Penyidik mendalami sumber uang, pola perekrutan, komunikasi antarpihak dan tujuan penggunaannya.

Polisi juga menemukan dugaan penggunaan uang untuk membeli bahan yang berpotensi digunakan membuat bom molotov dan senjata tajam.

Sumber dana yang diperiksa beragam. Polisi menduga ada yang berasal dari uang pribadi, pemberian pihak lain hingga penggalangan dana atau open donation.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan serta penelusuran terhadap keterangan para pihak melalui komunikasi, transaksi keuangan dan bukti lainnya,” kata Iman.

Penggalangan dana yang disebut dikemas sebagai kegiatan sosial juga ikut diperiksa. Polisi mendalami apakah uang tersebut kemudian digunakan untuk kegiatan melawan hukum.

Kompolnas meminta penelusuran itu dilakukan sampai diketahui siapa yang bertanggung jawab atas kerusuhan.

“Perusuhnya siapa, terus siapa yang paling bertanggung jawab dan lain sebagainya tanpa terkecuali,” ujar Choirul Anam.

Menurut Anam, pengusutan juga diperlukan untuk memisahkan tindakan kekerasan dari hak masyarakat menyampaikan pendapat.

Kerusuhan 27 Agustus turut menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59) ditemukan tidak sadarkan diri saat kericuhan di Pejompongan. Ia dievakuasi polisi dan kemudian meninggal saat mendapat penanganan di rumah sakit.

Polisi mengajukan autopsi untuk memastikan penyebab kematiannya, tetapi keluarga menolak.

Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan dan tidak membuat kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Hingga Minggu (30/8/2026), polisi belum mengumumkan pihak yang disebut sebagai dalang kerusuhan. Penyidik masih memeriksa dugaan perekrutan, komunikasi dan aliran dana yang berkaitan dengan peristiwa 27 Agustus. (MK)

Editor: Agus S.

Kejagung Sita Aset Rp338,3 Miliar Milik Bos Tambang Aseng, Ada 16 Kapal hingga Alat Berat

0
Tim penyidik Jampidsus dan Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung menyita aset terkait tersangka Sudianto alias Aseng dalam perkara dugaan korupsi tata kelola IUP PT QSS di Kalimantan Barat. (Dok-Puspenkum Kejagung)

JAKARTA – Kejaksaan Agung kembali menyita aset milik Sudianto alias Aseng, tersangka dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP) PT Quality Success Sejahtera (QSS) di Kalimantan Barat. Nilainya mencapai Rp338,3 miliar.

Penyitaan dilakukan selama lima hari, 25–29 Agustus 2026, di sejumlah lokasi di Kalimantan Barat. Tim Jampidsus turun bersama Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI.

“Total nilai estimasi keseluruhan barang bukti yang disita oleh tim penyidik saat pelaksanaan penyitaan tersebut mencapai Rp338.358.700.000,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna.

Nilai terbesar berasal dari kapal yang berada di area perairan atau pelabuhan pertambangan PT QSS.

Penyidik menyita tujuh kapal tongkang. Masing-masing ditaksir Rp30 miliar, sehingga nilainya mencapai Rp210 miliar.

Selain itu terdapat sembilan tug boat dengan nilai sekitar Rp10 miliar per unit. Totalnya Rp90 miliar.

Dari dua jenis kapal itu saja, aset yang disita mencapai Rp300 miliar.

Penyidik juga masuk ke area tambang. Sebanyak 16 alat berat berupa ekskavator, grader, loader dan vibro disita dengan nilai sekitar Rp32 miliar.

Ada pula 46 dump truck serta tiga kendaraan operasional.

Untuk aset tidak bergerak, Kejagung menyita lima bidang tanah dan bangunan di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak. Tiga bidang di Kubu Raya memiliki luas keseluruhan 588 meter persegi, sedangkan dua bidang lainnya di Pontianak seluas 284 meter persegi.

Nilai tanah dan bangunan tersebut ditaksir Rp1,438 miliar.

Secara keseluruhan, aset bergerak yang disita kali ini bernilai sekitar Rp336,92 miliar. Sisanya berasal dari tanah dan bangunan.

“Barang bukti yang disita selanjutnya dititipkan dan diamankan sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana yang berlaku guna menjaga keutuhan serta nilai ekonomisnya,” ujar Anang.

SEBELUMNYA LAMBORGHINI HINGGA 8 KILOGRAM EMAS

Ini bukan penyitaan pertama terhadap aset Aseng dan pihak yang terafiliasi dengannya.

Pada Juni lalu, penyidik menggeledah sejumlah lokasi di Kalimantan Barat dan Jakarta. Saat itu, sejumlah kendaraan mewah, alat berat, tanah hingga emas ditemukan.

Salah satu yang menyita perhatian adalah Lamborghini Huracan tahun 2022.

Menurut Kejagung, mobil tersebut ditemukan disembunyikan di sebuah gang. Kuncinya dibuang ke parit.

“Saat dilakukan penggeledahan di wilayah hukum Kalbar, tim penyidik menemukan aset milik Tersangka SDT alias Aseng yakni beberapa kendaraan, salah satunya Lamborghini Huracan Tahun 2022 yang sebelumnya disembunyikan di sebuah gang serta kunci mobilnya dibuang di sebuah parit,” kata Anang dalam keterangan Kejagung pada Juli lalu.

Penyitaan saat itu juga mencakup Toyota Fortuner VRZ, Toyota Camry, 46 dump truck, 10 ekskavator, dua buldozer dan tiga kendaraan operasional Triton.

Dari rumah tersangka lain yang merupakan Direktur PT QSS, penyidik menemukan delapan batang emas dengan berat keseluruhan delapan kilogram.

Sejumlah bidang tanah dan bangunan di Pontianak turut disita.

Aseng merupakan beneficial owner atau pemilik manfaat PT QSS. Ia menjadi tersangka dalam perkara dugaan penyimpangan tata kelola IUP dan IUP Operasi Produksi perusahaan tersebut di Kalimantan Barat periode 2017–2025.

Penyidikan Kejagung menyasar tata kelola pertambangan bauksit PT QSS. Penyidik menduga terdapat penyimpangan dalam pengelolaan izin pertambangan perusahaan selama periode tersebut.

Penyitaan aset dilakukan untuk kepentingan pembuktian sekaligus menjaga aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana agar dapat digunakan dalam proses pemulihan kerugian negara.

Aseng sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Penyidik masih menelusuri aset miliknya maupun pihak yang terafiliasi dalam perkara PT QSS.

Dengan penyitaan terbaru, daftar barang yang dikuasai penyidik kini mencakup kapal tongkang, tug boat, alat berat, puluhan truk, kendaraan operasional, tanah dan bangunan. Itu belum termasuk Lamborghini, kendaraan lain dan delapan kilogram emas yang telah disita dalam penggeledahan sebelumnya.(MK)

Editor: Agus S.

Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam, Gus Kikin Teratas dari Lima Calon Ketum PBNU

0
KH Miftachul Akhyar terpilih kembali sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026–2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8/2026) malam. (Dok-NU Online)

JOMBANG – KH Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026–2031. Sementara perebutan kursi Ketua Umum PBNU mengerucut menjadi lima nama, dengan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengantongi dukungan tertinggi, 472 suara.

Miftachul Akhyar dipilih secara mufakat oleh sembilan kiai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam sidang tertutup Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8/2026) malam.

Hasil musyawarah dibacakan KH Anwar Iskandar di hadapan peserta muktamar.

“Setelah melakukan musyawarah tertutup, anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan bahwa nama Kiai Haji Miftachul Akhyar dipilih menjadi Rais Aam Pengurus Besar masa khidmah 2026–2031,” kata Anwar.

Miftachul Akhyar juga menjabat Rais Aam PBNU pada periode sebelumnya. Ia kini kembali mendapat mandat memimpin jajaran Syuriyah PBNU selama lima tahun.

Pemilihan Ketua Umum PBNU belum selesai. Sidang pleno telah menetapkan lima calon berdasarkan perolehan suara terbanyak dari PWNU, PCNU dan PCINU.

KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

Gus Kikin berada di posisi pertama dengan 472 suara. Disusul KH Zulfa Mustofa 262 suara, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya 258 suara, serta KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin 155 suara.

Kelima nama itu akan diajukan kepada Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar untuk mendapat persetujuan tertulis. Setelah itu, Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 ditentukan bersama sembilan anggota AHWA.

Gus Kikin menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diperolehnya. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu mengatakan keputusan akhir tetap berada di tangan AHWA.

“Alhamdulillah ini kita pada puncak kegiatan Muktamar pagi hari ini. Pertama saya sampaikan terima kasih atas dukungan, kepercayaan yang jadi amanah bagi saya,” kata Gus Kikin.

Ia meminta seluruh jajaran NU tetap menjaga kebersamaan setelah muktamar.

“Ke depan guyub rukun, kebersamaan dapat ridha Allah SWT,” ujarnya.

KETUM PBNU TAK LAGI DIPILIH LANGSUNG

Muktamar ke-35 mengubah mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Pemilik suara tidak lagi menentukan ketua umum melalui pemungutan suara langsung sampai tahap akhir.

Perubahan tersebut diputuskan melalui voting yang diikuti 552 pemilik suara. Sebanyak 401 suara atau sekitar 73 persen memilih menggunakan mekanisme AHWA. Sebanyak 150 suara menginginkan pemilihan langsung tetap dipertahankan dan satu suara tidak sah.

“Dari seluruh 552 suara yang hadir, sebanyak 401 suara atau sekitar 73 persen menghendaki adanya perubahan di dalam mekanisme pemilihan. Yang memilih untuk tetap ada 150 suara, dan 1 suara tidak sah,” kata pimpinan sidang pleno Prof Muhammad Nuh.

Dengan mekanisme baru, PWNU, PCNU dan PCINU mengusulkan bakal calon Ketua Umum PBNU. Setiap wilayah dan cabang dapat mengajukan maksimal lima nama.

Panitia kemudian menabulasi seluruh usulan dan mengambil lima nama dengan suara tertinggi. Dari proses inilah Gus Kikin, Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya dan Gus Rozin lolos.

Lima calon tersebut tidak lagi dipertandingkan melalui pemungutan suara terbuka oleh muktamirin. Nama mereka lebih dulu diserahkan kepada Rais Aam terpilih untuk mendapatkan pertimbangan dan persetujuan tertulis.

“Setelah mendapatkan restu dari Rais ‘Am terpilih, barulah nama-nama kandidat tersebut dipilih dan diputuskan bersama-sama dengan sembilan anggota AHWA,” kata Muhammad Nuh.

Anggota AHWA juga berasal dari usulan PWNU, PCNU dan PCINU. Setiap pemilik suara mengajukan sembilan nama kiai sepuh. Sembilan nama dengan akumulasi dukungan tertinggi kemudian ditetapkan sebagai anggota AHWA.

Mekanisme AHWA selama ini digunakan untuk menentukan Rais Aam. Pada Muktamar ke-35, sistem tersebut juga digunakan dalam penentuan Ketua Umum PBNU.

PBNU periode 2021–2026 telah dinyatakan demisioner. Muktamar yang berlangsung sejak 27 Agustus dijadwalkan berakhir Senin (31/8/2026).

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menutup Muktamar ke-35 NU pada Senin. Sebelum penutupan, AHWA masih harus menentukan siapa dari lima calon tersebut yang akan memimpin PBNU periode 2026–2031. (MK)

Editor: Agus S.

King Nassar Goyang IKN, Lagu Baru Astaga Naga Diperdengarkan Perdana

0
Pedangdut Tanah Air King Nassar tampil menghibur ribuan penonton di Plaza Seremoni IKN, Sabtu (29/8/2026) malam. (Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Plaza Seremoni Ibu Kota Nusantara (IKN) berubah menjadi panggung dangdut, Sabtu (29/8/2026) malam. King Nassar tampil menghibur ribuan pengunjung dengan deretan lagu populer hingga memperdengarkan lagu terbarunya, Astaga Naga, sebelum resmi diluncurkan.

Pedangdut bernama lengkap Nassar Fahad Ahmad Sungkar itu naik panggung sekitar pukul 21.00 WITA. Penampilannya berlangsung setelah peserta 5K Run and Walk berkumpul di Plaza Seremoni.

Konser tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Timur.

Nassar membuka kemeriahan dengan sejumlah lagu populer. Selain lagu-lagunya sendiri, ia membawakan Teman Tapi Mesra (TTM) yang dipopulerkan Ratu, Ini Rindu hingga Aku Meriang.

Kejutan muncul ketika Nassar memperdengarkan Astaga Naga. Lagu ciptaan Pasha Ungu tersebut dijadwalkan baru resmi diluncurkan pada awal September 2026.

“Ini spesial ya. Belum launching lagunya. Baru awal September nanti. Tapi ini khusus semua yang sudah hadir di IKN,” kata Nassar dari atas panggung.

Penampilan lagu yang belum resmi dirilis itu disambut meriah penonton di Plaza Seremoni.

Di sela penampilannya, Nassar menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

“Terima kasih buat PT Barokah Perkasa Group, Persakmi, IDI Kaltim, Otorita IKN, Gubernur Kaltim dan ibu, serta PKK Provinsi Kaltim. Semoga acara seperti ini berlanjut terus 2027, 2028, dan seterusnya,” ujarnya.

Nassar kemudian membawakan Seperti Mati Lampu, salah satu lagu yang lekat dengan namanya, sekaligus menutup penampilannya di Plaza Seremoni IKN. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

IDI Kaltim Dilantik di IKN, Pemerataan Dokter Jadi Prioritas

0
Pengurus IDI Wilayah Kalimantan Timur periode 2026–2029 resmi dilantik di kawasan IKN, Sabtu (29/8/2026). (Istimewa)

NUSANTARA – Kesenjangan jumlah dokter antardaerah masih menjadi tantangan pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur. Data Dinas Kesehatan Kaltim mencatat terdapat 2.348 dokter umum dan 986 dokter spesialis, namun persebarannya belum merata.

Balikpapan tercatat memiliki 316 dokter dan Samarinda 313 dokter. Sementara Mahakam Ulu, daerah dengan tantangan geografis cukup berat, hanya memiliki sekitar 25 dokter.

Persoalan tersebut menjadi salah satu prioritas Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kaltim periode 2026–2029 yang resmi dilantik di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (29/8/2026).

Ketua IDI Wilayah Kaltim dr Mansyah mengatakan kepengurusan baru akan memulai program dengan penguatan internal organisasi, terutama peningkatan kompetensi pelayanan dan etika profesi.

“Banyak hal yang akan kami lakukan. Yang paling mendasar bagaimana internal kami, salah satunya peningkatan kemampuan pelayanan, kemudian etika. Itu menjadi hal prioritas kami dan anggota kami,” kata Mansyah usai pelantikan di Kemenko 1 IKN.

Menurut Mansyah, kondisi geografis Kaltim menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pelayanan kesehatan. Karena itu, program peningkatan kompetensi tidak hanya dipusatkan di kota-kota besar.

IDI Kaltim akan membawa workshop dan program peningkatan kemampuan dokter langsung ke kabupaten dan kota, termasuk Mahakam Ulu.

“Topografi Kalimantan Timur ini juga tantangan bagi kami. Kami akan melakukan workshop ke semua wilayah, termasuk daerah paling jauh, seperti Mahakam Ulu,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengakui kebutuhan tenaga medis, terutama dokter umum dan dokter spesialis, masih cukup besar.

“Kaltim ini sangat membutuhkan sumber daya manusia, terutama para dokter spesialis dan juga dokter umum. Sesuai visi misi Pak Gubernur, kesehatan ini juga menjadi program penting pemerintah provinsi,” kata Jaya.

Ia berharap IDI dan Pemprov Kaltim memperkuat kerja sama untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan hingga daerah yang masih kekurangan tenaga medis.

“Selamat dan sukses. Semoga IDI Kaltim dengan Dinas Kesehatan dan pemerintah provinsi bisa bersinergi dalam banyak hal di bidang kesehatan,” ujarnya.

Pembangunan IKN turut menambah kebutuhan layanan kesehatan di Kaltim. Bertambahnya aktivitas dan penduduk di Nusantara membutuhkan kesiapan fasilitas sekaligus tenaga medis.

Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin mengatakan organisasi profesi memiliki peran dalam membangun sistem pelayanan kesehatan di Nusantara.

“OIKN menginginkan layanan kesehatan di Nusantara memiliki standar tinggi dan mampu menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Oleh sebab itu, peran IDI juga sangat penting karena menaungi profesi dokter,” kata Alimuddin.

Menurut dia, pembangunan fasilitas kesehatan perlu berjalan beriringan dengan penyiapan sumber daya manusia melalui kolaborasi Otorita IKN, Pemprov Kaltim dan organisasi profesi.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud juga menyoroti tantangan pemerataan tenaga kesehatan di provinsi dengan wilayah yang luas tersebut.

“Peran IDI ini strategis dalam menjawab tantangan pemerataan pelayanan kesehatan, dokter, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang luas seperti Kaltim,” ujar Rudy.

Pelantikan turut dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar IDI dr Slamet Budiarto. Pengurus IDI Wilayah Kaltim periode 2026–2029 akan mengawali program dengan membawa peningkatan kompetensi dokter ke berbagai kabupaten dan kota, termasuk wilayah pedalaman. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Kemarau Ganggu Distribusi di Hulu Mahakam, 7 Ton Pangan Dikirim

0
Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk melepas rombongan penyaluran bantuan pangan menuju Long Pahangai dan Long Apari dari Ujoh Bilang, Sabtu (29/8/2026). (Istimewa)

UJOH BILANG – Dampak kemarau panjang di hulu Mahakam belum berakhir. Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu kembali mengirim tujuh ton bantuan pangan ke Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, Sabtu (29/8/2026).

Bantuan dikirim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kemarau dan terganggunya distribusi kebutuhan pokok ke wilayah hulu.

Rombongan dilepas Wakil Bupati Mahulu Suhuk dari halaman Kantor Bupati Mahulu di Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, sekitar pukul 10.30 WITA.

Distribusi dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu dengan pengawalan 12 personel Polres Mahulu.

Selain tujuh ton pangan yang dikirim Pemkab Mahulu, Bankaltimtara Cabang Ujoh Bilang menyalurkan 555 paket berisi beras, minyak goreng dan gula.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Mahulu turut mengirim alat kesehatan dan obat-obatan untuk masyarakat Long Pahangai dan Long Apari.

Suhuk mengatakan keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama dampak kemarau masih berlangsung.

“Atas nama Kabupaten Mahakam Ulu, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BPD yang terus mensupport kita dalam menghadapi kemarau ini,” ujar Suhuk.

Ia juga mengapresiasi petugas yang membawa bantuan menuju Long Pahangai dan Long Apari. Distribusi ke dua kecamatan tersebut membutuhkan perjalanan darat menuju kawasan pedalaman Mahulu.

“Saya ucapkan juga terima kasih kepada rombongan semua yang boleh mengambil bagian dalam penyaluran bantuan ini. Kiranya Tuhan yang akan menolong kita, khususnya dalam perjalanan, sehingga kita boleh berangkat dan boleh kembali ke tempat ini dengan berkat pertolongan Tuhan,” ucapnya.

Menurut Suhuk, bantuan diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat selama kondisi kemarau belum pulih.

“Apa yang kita lakukan, yakinlah, percayalah akan menjadi berkat bagi kita ke depannya,” katanya.

Kapolres Mahulu AKBP Roni Wijaya mengatakan 12 personel kepolisian diturunkan untuk mengawal pergeseran bantuan hingga wilayah tujuan.

“Kegiatan ini menjadi wujud sinergi Polri dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dalam mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat serta memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan baik,” ujar Roni.

Saat rombongan diberangkatkan dari Ujoh Bilang, kondisi dilaporkan aman dengan cuaca cerah.

Pelepasan bantuan turut dihadiri Asisten I Setkab Mahulu Agustinus Tegung Santoso, Kepala Dinas Perhubungan Fransiskus Xaverius Lawing, Kepala Dinkes-P2KB Petronela Tugan serta sejumlah kepala perangkat daerah. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Karhutla Mengepung, Kualitas Udara IKN Masih Aman Kecuali Wonotirto

0
Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Asnawati Safitri. (Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Kualitas udara di sebagian besar wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) masih dalam kondisi aman di tengah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah kawasan. Indeks kualitas udara di beberapa titik pemantauan berada di kisaran 30–40.

Kondisi berbeda terpantau di Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, yang masuk delineasi IKN. Indeks di kawasan tersebut tercatat berada di atas 100.

Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Asnawati Safitri mengatakan pemantauan kualitas udara dilakukan secara rutin untuk mendeteksi dampak karhutla.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik, antara lain Plaza Bhinneka, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), kawasan hunian ASN dan Hankam, area konstruksi aktif, koridor hijau serta batas kawasan IKN.

“Sebagian besar lokasinya masih dalam kondisi yang aman. Indeks polusi udaranya masih berada di bawah 100, bahkan di area sini rata-rata 30 sampai 40,” kata Myrna di IKN, Jumat (28/8/2026).

Hasil alat pemantau kualitas udara menunjukkan mayoritas wilayah IKN masih berada dalam kategori aman. Namun, kondisi Wonotirto menjadi perhatian karena indeksnya telah berada di atas 100.

Kawasan tersebut memiliki lahan gambut dengan ketebalan sekitar 50 sentimeter. Karakter lahan gambut membuat penanganan kebakaran membutuhkan perhatian lebih karena api dapat bertahan di bawah permukaan.

Salah satu area terdampak berada di sekitar Sungai Serayu. Luas lahan gambut yang terdampak kebakaran di kawasan tersebut sekitar tujuh hektare.

Penanganan difokuskan pada proses pendinginan atau cooling down secara menyeluruh untuk mencegah api kembali muncul ke permukaan.

Menurut Myrna, pemantauan kualitas udara tidak bisa dipisahkan dari penanganan karhutla. Otorita IKN telah membentuk satuan reaksi cepat multipihak yang bekerja di tujuh kluster wilayah IKN.

Tim melibatkan Otorita IKN, pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, masyarakat, kelompok masyarakat peduli api, pelaku usaha, organisasi lingkungan hidup, TNI dan Polri.

Sistem tersebut dibentuk untuk mempercepat penyampaian informasi ketika muncul titik api sekaligus memungkinkan pemadaman dilakukan sejak dini.

“Pengendalian karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, pemantauan, penanganan hingga evaluasi,” ujar Myrna. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

PB Djarum Juara Umum Bayan Open, Balikpapan Bawa Pulang Dua Emas

0
Laura Leydisya tampil di Bayan Open 2026. Atlet PB Djarum itu meraih emas Ganda Pemula Putri dan perak Tunggal Pemula Putri. (PB Djarum)

BALIKPAPAN – Sirkuit Nasional C Bayan Open 2026 tuntas, Sabtu (29/8/2026). PB Djarum Kudus keluar sebagai juara umum dengan empat emas, sementara Terpadu Balikpapan merebut dua emas dan menempati posisi kelima klasemen medali.

Berdasarkan hasil resmi Tournament Planner PBSI, PB Djarum mengumpulkan empat emas, dua perak dan enam perunggu.

Jaya Raya Jakarta berada di posisi kedua dengan tiga emas, empat perak dan 7,5 perunggu. Mutiara Cardinal Bandung menempati urutan ketiga dengan tiga emas, satu perak dan dua perunggu.

Jaya Raya Ragunan berada di posisi keempat dengan 2,5 emas, satu perak dan 2,5 perunggu. Terpadu Balikpapan menyusul di urutan kelima dengan dua emas, 0,5 perak dan satu perunggu.

Dua emas Terpadu Balikpapan datang dari nomor tunggal. Mikhayla Almira Sakhi Arifin merebut gelar Tunggal Usia Dini Putri. Nadhifa Qiana Zulkarnaim dari Hollywood menjadi runner-up, sedangkan Aisyah Ayudia Inara dari Terpadu Balikpapan dan Jeanne Filosofi Senja dari Putra Bun Yamin menempati posisi ketiga.

Emas kedua diraih Muhammad Abidzar Alghifari pada Tunggal Anak Putra. Abidzar mengungguli Keanu Al Fathir Rahadi dari Cahaya Indonesia Badminton Club. Nibras Mahardika Anggono dari Jholin Badminton Club dan Ratchanok Azarya Tumarar dari Hollywood menempati posisi ketiga.

Muhammad Ilham Pratama Tuansyah saat bertanding di Bayan Open 2026. Ia meraih perunggu Tunggal Remaja Putra. (PB Djarum)

Terpadu Balikpapan juga menambah medali dari Ganda Pemula Putra. Muhammad Habbil Benzema/Wijdan Rafid Hartoko menjadi juara. Karena merupakan pasangan gabungan Jaya Raya Ragunan/Terpadu Balikpapan, emas dihitung masing-masing 0,5 untuk kedua klub.

Di nomor yang sama, Azka Aldric Achmad/Muhammad Dhiafakrhi menjadi runner-up. Pasangan gabungan Terpadu Balikpapan/Pengairan Samarinda tersebut menyumbangkan masing-masing 0,5 perak untuk kedua klub.

Klub Balikpapan lainnya, Hevindo, juga masuk daftar peraih medali dengan satu perak dan 3,5 perunggu.

Perak Hevindo datang dari Ganda Pemula Putri melalui Alika Nur Naila Putri/Daniesha Aquilla Pranindya. Mereka menjadi runner-up setelah Laura Leydisya/Ni Kadek Marcia Putri Arisanthi dari PB Djarum keluar sebagai juara.

Hevindo juga mendapat perunggu melalui Retna Calya Gayatri di Tunggal Remaja Putri. Ananda Aditya/Kevin Rasatya Putra menempati posisi ketiga Ganda Remaja Putra, sedangkan Arzefa Adinata Wijaya/Zahraatunnesa berada di posisi ketiga Ganda Remaja Campuran.

PB Djarum memastikan gelar juara umum dengan empat emas. Salah satunya disumbangkan Aqila Talita Shaki di Tunggal Anak Putri. Kresensia Lembayung Ubung Mering dari Champion Klaten menjadi runner-up.

Aqila sebelumnya menyingkirkan wakil Hevindo Balikpapan, Inara Anindita Irawan, pada perempat final dengan skor 21-12, 21-6.

Aqila mengatakan pelatih memintanya mengurangi kesalahan sendiri dan terus menekan lawan.

“Pesan dari pelatih supaya ga banyak mati sendiri dan mau maksa di lapangan,” kata Aqila seperti dikutip dari laman resmi PB Djarum.

Aqila Talita Shaki saat bertanding. Atlet PB Djarum itu meraih emas Tunggal Anak Putri Bayan Open 2026. (PB Djarum)

PB Djarum juga merebut emas Ganda Pemula Putri melalui Laura Leydisya/Ni Kadek Marcia Putri Arisanthi.

Laura membawa pulang dua medali. Selain emas di nomor ganda, ia meraih perak Tunggal Pemula Putri. Gelar nomor tersebut direbut rekan satu klubnya, Hafizah Hasanah Zahra.

Sejak babak awal, Laura harus membagi tenaga karena turun di nomor tunggal dan ganda.

“Habis main cepat-cepat makan terus tidur sebentar di bawah,” ujar Laura.

Ia juga mengevaluasi permainannya selama turnamen.

“Besok harus lebih bisa ngontrol badan di lapangan sama langkahnya harus diperbaiki lagi,” katanya.

Di Tunggal Remaja Putra, Jaya Raya Jakarta menempatkan dua pemain di posisi teratas. Muhammad Ziqrullah keluar sebagai juara dan Ahmad Rayhandra Darsyaf menjadi runner-up.

Dua pemain PB Djarum, Muhammad Ilham Pratama Tuansyah dan Revan Adrilleo Saputra, sama-sama meraih perunggu.

Secara keseluruhan, 18 nomor Sirnas C menghasilkan 18 emas, 18 perak dan 36 perunggu. Sebanyak 26 klub tercatat memperoleh medali.

Bayan Open 2026 berlangsung 24–29 Agustus di Balikpapan. Turnamen tahun kelima tersebut mempertandingkan 18 kategori Sirkuit Nasional C dan empat kategori Open di BSCC Dome, Hevindo Arena dan GOR BJBJ. (MK)

Pewarta: Insan/Aprianto
Editor: Agus S.

Pembangunan Jangan Korbankan Ekologi, Pemerintah Diminta Lindungi DAS

0
Pegiat lingkungan Samarinda, Misman. (Dok Misman)

SAMARINDA – Pegiat lingkungan Samarinda Misman mengkritik pembangunan dan pemanfaatan ruang yang dinilainya masih terlalu berorientasi pada kepentingan ekonomi. Fungsi ekologis kawasan, menurut dia, harus diperhitungkan sejak tahap perencanaan agar pembangunan tidak memperbesar risiko banjir dan kekeringan.

Misman mengatakan pemerintah tidak cukup hanya bergerak ketika bencana terjadi. Pencegahan harus dilakukan dengan menjaga ruang-ruang yang memiliki fungsi ekologis, mulai dari hutan, bukit, lembah, rawa, sungai hingga daerah aliran sungai (DAS).

“Karena kemarau dan kebanjiran secara alami akan datang. Saran saya untuk pemerintah dan masyarakat, kalau menggunakan ruang untuk pembangunan seperti hutan, bukit, lembah, rawa, sungai harus mempertimbangkan kompensasi ekologi,” ujar Misman, Sabtu (29/8/2026).

Menurut dia, kompensasi ekologi tidak boleh berhenti sebagai konsep. Pemerintah perlu menerjemahkannya ke dalam kebijakan dan pelaksanaan pembangunan di lapangan.

“Mungkin begitu secara umumnya. Kemudian memang harus direalisasikan secara teknis atau faktual di lapangan,” katanya.

Salah satu yang menjadi perhatian Misman adalah pengelolaan Sungai Karang Mumus (SKM). Penanganan sungai, menurut dia, tidak cukup dilakukan pada badan sungai, tetapi harus mencakup seluruh ruang sungai dan DAS.

Misman menyebut DAS Karang Mumus memiliki luas sekitar 322 kilometer persegi. Kondisi kawasan tersebut perlu dijaga karena berperan dalam mengatur tata air.

“Dalam merawat sungai, tidak hanya badan sungainya yang diperhatikan, tetapi juga harus memperhatikan ruang sungai atau DAS. Misalnya Sungai Karang Mumus luas DAS-nya sekitar 322 kilometer persegi, apakah DAS tersebut masih utuh,” ujarnya.

Ia mengingatkan kerusakan DAS tidak hanya berdampak pada kondisi sungai. Berkurangnya kemampuan kawasan menyerap, menyimpan dan mengatur air juga dapat meningkatkan risiko kekeringan saat kemarau dan banjir ketika curah hujan tinggi.

“Sebab rusaknya DAS akan berdampak kekeringan dan kebanjiran,” tegasnya.

Karena itu, Misman meminta pemerintah melihat banjir dan kekeringan sebagai bagian dari persoalan tata ruang dan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh. Pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi tetap harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

Misman selama ini aktif dalam upaya menjaga Sungai Karang Mumus melalui Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) sejak 2015. Wartawan senior tersebut menerima Anugerah Kalpataru 2023 kategori Perintis Lingkungan.

Menurut Misman, pemanfaatan kawasan yang memiliki fungsi ekologis harus disertai upaya mempertahankan atau mengganti fungsi lingkungan yang hilang. Tanpa langkah tersebut, dampak perubahan tata ruang pada akhirnya akan dirasakan masyarakat. (MK)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.

Bendungan Lempake Tinggal 7,05 Meter, Ratusan Petani Menanti Hujan

0
upriadi, petani di Lempake, menunjukkan tanah sawah yang mulai retak akibat minimnya pasokan air. (Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Tanah di sejumlah persawahan Lempake mulai retak. Parit yang selama ini mengalirkan air ke lahan pertanian ikut menyusut seiring turunnya muka air Bendungan Benanga Lempake.

Data profil pertanian 2026 mencatat Kelurahan Lempake memiliki 530 petani aktif dengan luas baku area irigasi pertanian mencapai 714,56 hektare. Di tengah kemarau, ratusan petani tersebut kini bergantung pada cadangan air bendungan yang terus berkurang.

Data Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV per 29 Agustus 2026 menunjukkan Tinggi Muka Air (TMA) Bendungan Lempake berada pada elevasi 7,05 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Posisi itu turun lima sentimeter dibandingkan 26 Agustus yang masih 7,10 mdpl. Dengan elevasi normal 7,20 mdpl, muka air bendungan kini berada sekitar 15 sentimeter di bawah batas normal.

Berdasarkan perhitungan dalam rencana tahunan operasi waduk, pelayanan air baku dan irigasi diperkirakan masih dapat bertahan sekitar 10 hari apabila tidak ada tambahan air dari hujan.

Kondisi itu mulai dirasakan petani. Paniyem, salah seorang petani Lempake, mengatakan berkurangnya debit bendungan membuat aliran air menuju parit persawahan ikut menyusut.

Selama air masih tersedia di parit, petani dapat menggunakan mesin penyedot atau alkon untuk mengairi tanaman. Namun, ketika parit mengering, pilihan petani semakin terbatas.

Paniyem telah puluhan tahun menjadi petani. Saat ini ia bersama keluarganya mengelola lahan sekitar satu hektare yang dibagi menjadi lima bagian. Hasil panen terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Petani lainnya, Supriadi (54), menilai persoalan tidak hanya terletak pada menurunnya cadangan air bendungan. Kondisi jaringan irigasi, terutama parit induk yang menyalurkan air menuju persawahan, juga perlu segera dibenahi.

“Intinya satu saja, irigasi. Kalau parit induk itu dibagusin, direhab, kemungkinan enggak semua, cuma ya petani itu balik asal,” ujar Supriadi.

Menurut dia, rehabilitasi parit induk dibutuhkan agar air yang masih tersedia dapat dialirkan lebih optimal ke persawahan. Pemerintah juga diharapkan menyiapkan alternatif sumber air apabila kemarau berlanjut dan kondisi bendungan terus menurun.

Kekhawatiran petani semakin besar karena modal sudah dikeluarkan sejak pengolahan lahan hingga masa tanam. Kekurangan air yang berlangsung lama berisiko mengganggu pertumbuhan padi dan memicu gagal panen.

Supriadi saat ini menggarap lahan berukuran 25 x 100 meter atau sekitar 2.500 meter persegi. Dalam kondisi normal, lahan tersebut menghasilkan sekitar sembilan karung padi basah dengan berat masing-masing 75 kilogram.

Dengan harga sekitar Rp6.500 per kilogram, satu kali panen menghasilkan sekitar 675 kilogram padi basah atau senilai Rp4,38 juta sebelum dikurangi biaya produksi.

Kini petani berusaha mempertahankan tanaman dengan memanfaatkan air yang masih tersedia di parit sambil menunggu hujan. Bendungan Benanga tetap menjadi tumpuan utama pengairan.

Dengan TMA 7,05 mdpl dan perkiraan pelayanan air baku serta irigasi sekitar 10 hari apabila tidak turun hujan, keberlangsungan pasokan air menjadi penentu bagi ratusan petani dan ratusan hektare persawahan Lempake. (MK)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.