Beranda blog Halaman 81

Karhutla Kaltim Masuk Ranah Pidana, 9 Orang Jadi Tersangka dalam 34 Perkara

0
Personel TNI-Polri melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur. Sepanjang Agustus 2026, Polda Kaltim menangani 34 perkara karhutla dan menetapkan sembilan orang sebagai tersangka.

BALIKPAPAN – Gelombang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Timur mulai berbuntut pidana. Sepanjang Agustus 2026, kepolisian menangani 34 perkara karhutla dengan luas lahan yang menjadi objek penanganan mencapai 456,19 hektare.

Dari puluhan perkara tersebut, sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi mengatakan, sembilan tersangka berasal dari 10 perkara yang sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Sementara 24 perkara lainnya masih dalam tahap penyelidikan.

“Sembilan tersangka berasal dari 10 perkara yang masuk tahap penyidikan, sedangkan 24 perkara lain masih penyelidikan,” kata Tedy di Balikpapan, Senin (31/8/2026).

Data tersebut menunjukkan penanganan karhutla di Kaltim kini tidak lagi hanya berkutat pada pemadaman, patroli maupun penanganan kabut asap. Aparat mulai membawa kasus-kasus kebakaran ke proses hukum.

Dari 34 perkara yang ditangani, Kutai Kartanegara dan Paser menjadi dua daerah dengan jumlah kasus terbanyak. Masing-masing terdapat delapan perkara.

Samarinda menyusul dengan enam perkara. Berau dan Penajam Paser Utara masing-masing tiga perkara, sedangkan Kutai Barat dua perkara.

Sementara Ditreskrimsus Polda Kaltim, Polres Kutai Timur, Polres Bontang dan Polresta Balikpapan masing-masing menangani satu perkara.

Mahakam Ulu menjadi satu-satunya wilayah hukum di Kaltim yang sejauh ini belum mencatat perkara karhutla.

Total luas lahan terbakar yang menjadi objek dalam 34 perkara tersebut mencapai 456,19 hektare.

Tedy menegaskan kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap pembakaran hutan maupun lahan yang memenuhi unsur pidana.

“Penindakan ini merupakan upaya nyata melindungi masyarakat dari dampak kesehatan, lingkungan, serta aktivitas sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Polda Kaltim juga mengingatkan bahwa larangan membuka lahan dengan membakar tidak hanya ditujukan kepada masyarakat. Imbauan serupa disampaikan kepada perusahaan dan pemilik lahan.

Kepolisian belum merinci identitas sembilan tersangka, lokasi spesifik 10 perkara yang telah masuk penyidikan, maupun luas lahan dalam masing-masing perkara.

Belum dijelaskan pula apakah perkara yang sedang ditangani seluruhnya melibatkan individu atau terdapat kasus yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.

Aspek tersebut menjadi penting karena kebakaran yang terjadi selama musim kemarau tahun ini telah menyebar di berbagai wilayah Kaltim dan menimbulkan dampak luas, mulai dari memburuknya kualitas udara hingga terganggunya aktivitas masyarakat.

Selain jalur hukum, Polda Kaltim tetap menjalankan upaya pencegahan melalui patroli terpadu, sosialisasi dan edukasi. Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI, Manggala Agni dan BPBD.

Tedy meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran maupun titik api agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.

“Kami juga mengajak masyarakat segera melaporkan setiap temuan titik api. Partisipasi warga penting untuk mencegah kebakaran meluas,” katanya. (dre/MK)

Editor: Agus S

Bukan Cuma Judol, 14 Pejabat Kementan Dinonaktifkan terkait Dugaan Uang Miliaran

0
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan kepada wartawan. Sepanjang Agustus 2026, sebanyak 27 pejabat Kementerian Pertanian dicopot atau dinonaktifkan terkait judi online dan dugaan penyimpangan uang miliaran rupiah. (istimewa)

JAKARTA – Bersih-bersih di tubuh Kementerian Pertanian ternyata lebih luas dari pencopotan 13 pejabat karena judi online. Sepanjang Agustus 2026, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot atau menonaktifkan total 27 pejabat di kementeriannya.

Selain 13 pejabat yang dicopot permanen karena terbukti terlibat judi online, terdapat 14 pejabat lain yang lebih dulu dicopot dari jabatannya terkait dugaan penyimpangan penggunaan uang bernilai miliaran rupiah.

Kelompok kedua inilah yang kini masih menjalani pemeriksaan internal.

Ke-14 pejabat tersebut berasal dari jenjang eselon I, II hingga III. Mereka dicopot dari jabatan pada 18 Agustus 2026 dan sementara tidak diberikan posisi selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Ada 14 kami copot, ada eselon I, ada eselon II, ada eselon III, dan tidak diberi jabatan, sementara diperiksa. Pelanggarannya intinya hubungannya dengan uang dan ada miliaran nilainya,” kata Amran.

Pemeriksaan dilakukan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dan kerugian negara.

Status 14 pejabat tersebut berbeda dengan 13 pejabat yang tersandung judi online. Untuk kasus judi online, Kementan menyatakan data telah diverifikasi dan pencopotan dilakukan secara permanen.

Sementara terhadap 14 pejabat yang diduga terkait penyimpangan uang, pencopotan masih bersifat sementara karena proses pemeriksaan belum selesai.

Amran menegaskan keputusan menonaktifkan mereka bukan vonis akhir. Langkah tersebut dilakukan agar proses pemeriksaan dapat berjalan tanpa mengganggu organisasi.

Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya kerugian negara, perkara tidak akan berhenti pada sanksi administratif.

Amran memastikan kasus tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.

Namun sebaliknya, apabila pemeriksaan tidak menemukan pelanggaran, pejabat yang dinonaktifkan akan dikembalikan ke posisinya dan tetap memperoleh kesempatan pengembangan karier berdasarkan kinerja.

Kementan memberikan waktu maksimal tiga bulan kepada Inspektorat Jenderal untuk menuntaskan pemeriksaan.

Amran juga mengungkap fakta menarik di balik pencopotan tersebut. Salah seorang dari 14 pejabat yang diperiksa memiliki hubungan keluarga dekat dengannya.

Hubungan tersebut, menurut dia, tidak menjadi alasan untuk menghentikan tindakan internal.

“Di antara mereka ada salah satu keluarga dekat saya. Tapi ini dilakukan atas nama negara. Di sini kita harus adil pada mereka, meritokrasi, merit system,” ujarnya.

Amran menegaskan sistem harus ditempatkan di atas kepentingan individu. Pembiaran terhadap dugaan pelanggaran justru dinilainya dapat membuka ruang terjadinya penyimpangan berulang di lingkungan kementerian.

Gelombang penindakan internal Kementan kemudian berlanjut pada akhir Agustus.

Pada Senin (31/8/2026), Amran mengumumkan pencopotan permanen terhadap 13 pejabat eselon yang terbukti terlibat judi online setelah laporan dan data pendukung selesai diverifikasi.

Nilai transaksi yang ditemukan juga tidak kecil. Amran mengungkap terdapat pejabat dengan nilai deposit judi online mendekati Rp200 juta.

Sebagian dari mereka sebelumnya sudah mendapatkan pembinaan dan peringatan. Karena pelanggaran kembali terjadi, Kementan akhirnya mengambil keputusan pencopotan permanen.

Dengan dua gelombang tersebut, total 27 pejabat Kementan terkena tindakan sepanjang Agustus.

Rinciannya, 14 pejabat dinonaktifkan terkait dugaan penyimpangan uang miliaran rupiah dan masih menjalani pemeriksaan, sedangkan 13 pejabat lainnya dicopot permanen karena judi online.

Amran memastikan proses bersih-bersih tidak berhenti pada 27 pejabat tersebut. Penindakan dapat kembali dilakukan apabila ditemukan indikasi pelanggaran baru.

Hasil pemeriksaan terhadap 14 pejabat kini menjadi bagian penting berikutnya. Dari sana akan ditentukan apakah dugaan penyimpangan tersebut cukup diselesaikan melalui mekanisme internal atau berlanjut ke proses hukum. (MK)

Editor: Agus S

KPR Subsidi Disiapkan Bisa Dicicil 40 Tahun, Angsuran Bulanan Bakal Lebih Ringan

0

JAKARTA – Masyarakat berpenghasilan rendah bakal memiliki pilihan mencicil rumah subsidi hingga 40 tahun. BP Tapera kini mempercepat penyesuaian skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) agar tenor panjang tersebut segera bisa diterapkan.

Skema 40 tahun bukan lagi sebatas gagasan awal. Komite Tapera telah menyetujuinya pada Juni 2026. Tahap berikutnya kini mengerucut pada pengaturan teknis pendanaan dan skema yang akan digunakan untuk rumah tapak maupun rumah susun.

BP Tapera menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah kementerian, lembaga dan perbankan di Jakarta, Senin (31/8/2026), untuk mempercepat penyesuaian pengelolaan Dana FLPP.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan pemerintah ingin menggunakan satu skema agar penerapannya tidak berlarut-larut.

“Jadi saat ini kita tawarkan single skema saja. Tenornya kita perpanjang sampai 40 tahun, dari rumah tapak maupun rumah susun,” kata Heru.

Untuk rumah tapak, skema yang dibahas tetap mempertahankan suku bunga 5 persen. Sementara rumah susun menggunakan bunga 6 persen dengan komposisi pendanaan 75:25.

Tenor hingga 40 tahun menjadi perubahan besar dibanding skema KPR subsidi yang selama ini umumnya memiliki jangka waktu maksimal 20 tahun.

Tujuan utamanya menurunkan cicilan bulanan sehingga masyarakat yang sebelumnya sulit lolos perhitungan kemampuan membayar dari perbankan memiliki peluang lebih besar mendapatkan rumah.

BP Tapera sebelumnya bahkan membuat simulasi bahwa dengan tenor 40 tahun, cicilan KPR subsidi dapat berada pada kisaran Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bulan untuk skema tertentu.

Untuk rumah susun, simulasi lainnya menunjukkan cicilan sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per bulan.

Besaran cicilan tersebut bukan angka yang berlaku sama untuk seluruh calon debitur. Nilainya tetap bergantung pada harga rumah, jumlah pembiayaan, uang muka, jenis hunian dan skema yang akhirnya ditetapkan.

TENOR PANJANG, TOTAL BUNGA LEBIH BESAR

Tenor 40 tahun memang membuat cicilan bulanan lebih ringan. Namun ada konsekuensi yang juga perlu diperhitungkan calon pembeli rumah.

Semakin panjang masa kredit, semakin lama pula bunga dibayarkan.

Direktur Consumer BTN Hirwandi Gafar sebelumnya menjelaskan perbankan pada prinsipnya mampu menjalankan KPR FLPP hingga 40 tahun.

Namun dari sisi konsumen, tenor panjang membuat akumulasi bunga yang dibayarkan selama masa kredit menjadi lebih besar.

“Kalau dari masyarakat, dia membayar bunganya lebih banyak. Karena semakin panjang jangka waktu, maka bayar bunganya pun semakin banyak,” kata Hirwandi.

Persoalan lain muncul khusus untuk rumah susun. Tenor kredit hingga 40 tahun harus memperhatikan jangka waktu hak atas tanah.

Jika menggunakan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), misalnya, masa awalnya dapat lebih pendek dibanding tenor kredit sehingga aspek perpanjangan hak harus diperhitungkan dalam desain pembiayaan.

Meski demikian, pemerintah melihat tenor panjang sebagai salah satu jalan memperluas akses rumah subsidi, terutama untuk pekerja dengan pendapatan yang selama ini dinilai belum cukup memenuhi kemampuan mencicil menurut perhitungan bank.

Program tersebut juga sedang didorong dalam skala besar.

Hingga 31 Agustus 2026, BP Tapera mencatat penyaluran FLPP telah mencapai 139.945 unit rumah dengan nilai sekitar Rp17,41 triliun.

Pemerintah menargetkan penyaluran FLPP sebanyak 350 ribu unit sepanjang 2026 sebagai bagian dari program penyediaan tiga juta rumah.

Dalam rapat terbaru, BP Tapera tidak bekerja sendiri. Pembahasan melibatkan Kementerian Keuangan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Otoritas Jasa Keuangan, Perumnas, Danantara serta sejumlah bank penyalur FLPP.

Staf Ahli Bidang Sistem Pembiayaan, Pencegahan Korupsi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PKP Budi Permana mengatakan pemerintah membutuhkan jadwal implementasi yang jelas.

Menurut dia, kepastian waktu diperlukan agar masyarakat mengetahui kapan skema baru tersebut benar-benar dapat digunakan.

Dengan demikian, meski tenor KPR subsidi hingga 40 tahun telah mendapat persetujuan Komite Tapera, masyarakat belum bisa serta-merta menganggap seluruh bank penyalur sudah menawarkan kredit 40 tahun saat ini.

Pemerintah dan BP Tapera masih menuntaskan skema teknis agar kebijakan tersebut dapat diterapkan.

Jika terealisasi, perubahan itu membuat masyarakat mempunyai pilihan: mengambil tenor lebih pendek dengan cicilan bulanan lebih tinggi atau memperpanjang pembayaran hingga 40 tahun untuk mendapatkan angsuran yang lebih ringan. (MK)

Editor: Agus S

DPR RI Setujui, Sejarah Baru Bank Indonesia, Destry Damayanti Jadi Perempuan Pertama Pimpin BI

0
Destry Damayanti mendapat persetujuan DPR RI sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031 menggantikan Perry Warjiyo.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) untuk pertama kalinya akan dipimpin seorang perempuan. DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026–2031 menggantikan Perry Warjiyo.

Persetujuan diberikan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (1/9/2026). Destry sebelumnya menjalankan tugas sebagai Gubernur BI sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada 25 Juli 2026.

Selain Destry, DPR menyetujui Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode yang sama.

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta persetujuan anggota dewan setelah Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyampaikan laporan hasil uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan BI.

“Apakah laporan Komisi XI DPR terhadap hasil uji kelayakan calon Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut dapat disetujui?” kata Puan.

“Setuju,” jawab anggota DPR yang hadir.

Destry sebelumnya diajukan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon tunggal Gubernur BI. Komisi XI DPR kemudian menggelar uji kelayakan dan kepatutan pada 26–27 Agustus 2026.

Hasilnya, Komisi XI menyepakati Destry sebagai Gubernur BI, Aida sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin sebagai Deputi Gubernur. Ketiganya dipilih melalui musyawarah mufakat sebelum dibawa ke rapat paripurna.

Destry bukan orang baru di BI. Perempuan kelahiran Jakarta pada 1963 itu menjabat Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 dan kembali dipercaya untuk periode berikutnya pada 2024.

Sebelum masuk bank sentral, ekonom lulusan Universitas Indonesia dan Cornell University tersebut pernah menjadi Chief Economist Bank Mandiri, Chief Economist Mandiri Sekuritas hingga anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kini, Destry mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki kursi Gubernur Bank Indonesia.

Pergantian pimpinan BI terjadi ketika bank sentral menghadapi sejumlah tantangan. Rupiah masih berada dalam tekanan, sementara pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Persoalan independensi BI pun sempat mengemuka dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Destry menegaskan koordinasi BI dengan pemerintah maupun lembaga negara lainnya tidak akan mengurangi independensi bank sentral. Menurut dia, persoalan ekonomi semakin kompleks sehingga membutuhkan koordinasi antarlembaga.

Namun, kebijakan moneter tetap harus dijalankan dengan menjaga kredibilitas dan independensi BI.

Destry juga memastikan akan melanjutkan kebijakan yang sudah berjalan di era Perry Warjiyo. Meski gaya kepemimpinan keduanya berbeda, ia menyebut tidak ada perbedaan mendasar dalam arah kebijakan.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan pimpinan BI yang baru diharapkan semakin fokus menjalankan mandat bank sentral.

“Komitmen ini harus dibuktikan melalui implementasi aturan yang jelas serta panduan operasional kebijakan Bank Indonesia,” kata Misbakhun.

Perry Warjiyo juga telah menyampaikan selamat kepada Destry, Aida dan jajaran Dewan Gubernur BI yang baru.

“Saya berharap Dewan Gubernur yang baru mampu memperkuat mandat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, di tengah gejolak global yang masih berlanjut,” kata Perry.

Destry akan memimpin BI hingga 2031. Selain menjaga inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah, BI di bawah kepemimpinannya juga dituntut mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengurangi independensi bank sentral. (MK)

Editor: Agus S

Sesak, Lapas Narkotika Samarinda Kapasitas 450 Orang Diisi 955 Napi

0
Ilustrasi

SAMARINDA – Persoalan kelebihan penghuni masih membelit Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda. Kapasitas idealnya hanya 450 orang, tetapi saat ini harus menampung 955 warga binaan.

Artinya, jumlah penghuni sudah lebih dari dua kali kapasitas yang tersedia. Kelebihannya mencapai 505 orang atau sekitar 112 persen dari daya tampung normal.

Data tersebut terungkap saat Lapas Narkotika Samarinda memastikan seluruh warga binaan mendapatkan akses pelayanan kesehatan melalui kepesertaan BPJS Kesehatan.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Muhammad Darwis, mengatakan jumlah warga binaan yang saat ini berada di lapas mencapai 955 orang.

“Jumlah warga binaan saat ini sebanyak 955 orang, sementara kapasitas ideal lapas hanya sekitar 450 orang,” kata Darwis.

Kondisi itu membuat persoalan pelayanan dasar menjadi penting. Dengan penghuni lebih dari dua kali kapasitas, kebutuhan pelayanan kesehatan juga ikut membesar.

Lapas kini bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memastikan warga binaan tetap mendapat layanan kesehatan selama menjalani masa pidana.

Menurut Darwis, status sebagai warga binaan tidak menghilangkan hak seseorang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga binaan yang kehilangan hak atas pelayanan kesehatan hanya karena sedang menjalani masa pidana,” ujarnya.

Kerja sama tersebut mencakup pengecekan status kepesertaan BPJS Kesehatan warga binaan. Mereka yang kepesertaannya bermasalah akan dibantu melakukan pembaruan data sehingga pelayanan kesehatan tetap dapat diakses.

Langkah itu menjadi penting karena jumlah penghuni Lapas Narkotika Samarinda sudah jauh melampaui kapasitas normal.

Dengan kapasitas 450 orang dan penghuni 955 orang, tingkat hunian lapas saat ini mencapai sekitar 212 persen. Setiap ruang yang secara kapasitas diperuntukkan bagi 100 orang secara rata-rata harus menampung lebih dari 200 orang.

Namun, data yang dipublikasikan belum merinci kondisi hunian per blok maupun kamar. Belum dijelaskan pula jumlah ideal penghuni setiap kamar dibandingkan kondisi sekarang.

Data tersebut juga belum menyebut berapa dari 955 warga binaan yang merupakan narapidana kasus narkotika sebagai pengguna, pengedar maupun bandar.

Darwis mengatakan pemenuhan pelayanan kesehatan menjadi bagian dari pembinaan warga binaan. Selain BPJS Kesehatan, pihak lapas juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Sinergi ini sangat penting untuk memastikan hak-hak dasar warga binaan tetap terpenuhi, terutama dalam aspek kesehatan,” katanya.

Kepadatan penghuni menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan ruang hunian, sanitasi hingga pelayanan kesehatan. Sementara jumlah warga binaan yang harus dilayani saat ini telah melebihi kapasitas lapas sebanyak 505 orang. (ant/MK)

Editor: Agus S

Kuota Masih Tersisa, Operator Diberi Waktu hingga 28 September

0

JAKARTA — Pemerintah memastikan sisa kuota yang masih tersedia tidak boleh lagi hangus. Operator diberikan waktu hingga 28 September 2026 untuk menyelesaikan proses sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut hak masyarakat atas kuota yang telah dialokasikan. Pemerintah meminta operator memastikan mekanisme pelaksanaannya berjalan dan tidak merugikan pengguna.

Edisi kali ini juga mengulas catatan operasi tangkap tangan KPK sepanjang 2026. Hingga akhir Agustus, KPK tercatat sudah 19 kali melakukan OTT dengan 12 kepala daerah ikut terjerat.

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini Digital Koran Nusantara? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.koranusantara.com

https://digital.koranusantara.com/kn31agt2026/mobile/

Koran Nusantara – Aktual dan Terpercaya.

Karhutla Meluas, TNI Sebar 35 Personel ke Daerah Rawan di Kaltim

0
Tim penyuluh karhutla TNI tiba di Baseops Lanud Dhomber Balikpapan sebelum disebar ke sejumlah wilayah di Kaltim. (Istimewa)

BALIKPAPAN – TNI mengerahkan 35 personel ke Kalimantan Timur untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka akan disebar ke 10 kabupaten/kota dan turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama di wilayah rawan kebakaran.

Tim penyuluh tiba di Baseops Lanud Dhomber Balikpapan menggunakan pesawat TNI AU C-130H/A-1332. Mereka kemudian mengikuti pengarahan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono di Aula Makodam VI/Mulawarman, Minggu (30/8/2026).

Krido mengatakan pengerahan tersebut merupakan bagian dari operasi TNI untuk memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.

Secara nasional, sebanyak 583 personel diterjunkan. Mereka terdiri atas 50 perwira tinggi dan 533 perwira menengah dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Mabes TNI.

“Personel tersebut berasal dari berbagai matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Mabes TNI,” kata Krido.

Khusus Kalimantan, TNI mengerahkan 146 personel. Kalimantan Barat mendapat 61 personel, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masing-masing 25 personel, sementara Kaltim mendapat 35 personel.

“Di Kaltim, personel penyuluh akan disebar ke sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Berau,” ujarnya.

Penyuluhan akan menjangkau 10 kabupaten/kota di Kaltim. Personel tidak hanya menggelar sosialisasi secara formal, tetapi juga turun langsung menemui masyarakat di daerah yang memiliki potensi tinggi terjadi karhutla.

Fokus utama tim adalah meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga didorong terlibat dalam pencegahan dan melaporkan sedini mungkin ketika menemukan titik api.

Dalam menjalankan tugas, personel TNI akan berkoordinasi dengan Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pemerintah daerah.

Krido menegaskan penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemadaman setelah kebakaran terjadi. Pencegahan harus dilakukan sejak awal dengan menekan faktor yang dapat memunculkan titik api.

“Pencegahan itu tidak hanya ketika terjadi kebakaran, tetapi bagaimana kita memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu karhutla,” tegasnya.

Setelah mendapat pengarahan, 35 personel tersebut akan menjalankan tugas di sejumlah wilayah Kaltim dengan prioritas pada kawasan yang dinilai rawan kebakaran hutan dan lahan. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S.

290 BUMN Sudah Ditutup, Prabowo Bidik 700 Lagi hingga Akhir Tahun

0
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

JAKARTA – Pemerintah akan memangkas besar-besaran jumlah badan usaha milik negara (BUMN) hingga akhir tahun. Presiden Prabowo Subianto menargetkan sedikitnya 700 BUMN lagi ditutup hingga 31 Desember 2026 setelah 290 perusahaan pelat merah lebih dulu disetop.

Jika target tersebut terealisasi, Prabowo memperkirakan jumlah BUMN yang tersisa hanya sekitar 200–250 perusahaan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

“Pemerintah yang saya pimpin, Desember 31, kami akan menutup lagi paling sedikit 700 lagi yang akan kami tutup,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, perusahaan yang menjadi sasaran adalah BUMN yang tidak menguntungkan, berkinerja buruk dan terus merugi.

Pemerintah sebelumnya telah menutup 290 BUMN. Langkah tersebut diklaim menghasilkan penghematan sekitar Rp50 triliun.

“Dalam kurang dua tahun pemerintah yang saya pimpin, kita telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi kita tutup 290 BUMN,” ujarnya.

Prabowo mengatakan perampingan dilakukan untuk mengurangi biaya rutin perusahaan negara. Beban yang dipangkas antara lain biaya operasional hingga remunerasi direksi dan komisaris.

Pemerintah ingin perusahaan negara yang tersisa benar-benar produktif dan mampu memberikan nilai tambah.

“Jadi, nanti hanya tinggal mungkin 250 BUMN. Tinggal 200 sampai 250,” kata Prabowo.

Prabowo berharap penutupan dan konsolidasi ratusan BUMN tersebut dapat meningkatkan penghematan hingga Rp100 triliun.

“Berarti harapan saya kita bisa menghemat Rp100 triliun dari overhead, dari biaya rutin, gaji direksi, gaji komisaris,” ujarnya.

Pemerintah juga mencatat penghematan di berbagai sektor telah mendekati Rp300 triliun setiap tahun. Dana tersebut, kata Prabowo, dialihkan untuk program yang langsung menyentuh masyarakat.

“Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya untuk rakyat,” katanya.

Program perampingan BUMN sebenarnya sudah berjalan sejak beberapa bulan terakhir. Pada Juni 2026, Prabowo menyebut sekitar 240 perusahaan telah ditutup dan pemerintah berencana memangkas sekitar 700–800 perusahaan negara yang dinilai tidak sehat.

Jumlah perusahaan yang telah ditutup kemudian bertambah menjadi 290. Dalam Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus 2026, Prabowo menyebut pemerintah menemukan terdapat 1.074 BUMN, termasuk anak, cucu hingga cicit perusahaan.

Saat itu pemerintah menargetkan jumlah perusahaan negara pada akhir 2026 maksimal sekitar 300 entitas. Hanya perusahaan yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah yang akan dipertahankan.

Pemerintah juga menyiapkan konsolidasi di sejumlah sektor. Sebelumnya Badan Pengaturan BUMN menyebut perampingan akan menyentuh antara lain perusahaan di sektor logistik, manajemen aset, sekuritas, perhotelan, semen dan asuransi.

Di sisi lain, pemerintah tidak hanya menutup perusahaan yang dinilai tidak produktif. Aset BUMN berupa tanah, gedung, jaringan, kawasan hingga fasilitas yang menganggur juga akan dioptimalkan. Pemerintah membuka peluang aset tersebut dikelola swasta melalui mekanisme yang terbuka dan kompetitif tanpa melepas kepemilikan strategis negara.

Prabowo menyebut perampingan tersebut sebagai salah satu restrukturisasi korporasi terbesar yang dilakukan pemerintah. Target akhirnya adalah mempertahankan BUMN yang produktif sekaligus mengurangi beban biaya rutin perusahaan yang selama ini ditanggung negara. (ant/MK)

Editor: Agus S

Transaksi Ekspor Rp200 Triliun Lebih Disisir, Pemerintah Telusuri Data Tak Sinkron

0
Peluncuran tata kelola ekspor SDA strategis di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta. (Dok-Danantara Indonesia)

JAKARTA – Transaksi ekspor sumber daya alam senilai hampir Rp250 triliun berada dalam radar pemerintah. Sebanyak 6.500 transaksi ekspor batu bara, kelapa sawit dan ferroalloy telah dianalisis sejak Juni 2026 untuk menelusuri selisih harga, ketidakakuratan data hingga potensi praktik under-invoicing dan transfer pricing.

Nilai transaksi yang dianalisis mencapai sekitar 14 miliar dolar AS atau Rp248,92 triliun. Jumlah itu berasal dari ekspor lebih dari 90 juta ton komoditas strategis yang dikirim melalui lebih dari 50 pelabuhan di 25 provinsi menuju lebih dari 100 negara.

Penyisiran dilakukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dengan menggabungkan data transaksi ekspor dari sejumlah kementerian dan lembaga. Harga yang dilaporkan eksportir kemudian dibandingkan dengan indeks harga yang menjadi acuan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, pemerintah kini bisa melihat transaksi ekspor lebih rinci, mulai dari lokasi pengiriman, harga, volume, negara tujuan, nilai ekspor hingga penerimaan negara.

“Kami sejauh ini sudah menganalisis kurang lebih 6.500 transaksi yang ada sejak dari bulan Juni. Dari bulan Juni ada 6.500 transaksi yang jumlahnya kurang lebih 14 miliar dolar AS,” kata Rosan.

Data tersebut berasal dari berbagai instansi, antara lain Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pertanian hingga Bank Indonesia.

Pemerintah kemudian membandingkan data tersebut dengan referensi pasar global. Yang diperiksa bukan hanya nilai transaksi, tetapi juga harga, volume, kualitas komoditas, klasifikasi Harmonized System (HS), kapal pengangkut hingga negara tujuan ekspor.

Dari pemantauan itu, pemerintah mulai melihat adanya perbedaan antara harga yang sebelumnya dilaporkan dalam transaksi ekspor dengan indeks harga yang menjadi acuan.

Rosan mengatakan, setelah sistem pengawasan DSI berjalan, selisih antara harga yang dilaporkan eksportir dengan harga indeks mulai menyempit.

“Kalau kita lihat yang tadinya ada gap antara indeks dan declared price sebelum adanya DSI ini, alhamdulillah begitu ini dihubungkan, kita bisa lihat harganya sekarang sangat menempel dengan harga indeks,” ujar Rosan.

Ia menyebut pemerintah memiliki data yang dapat digunakan untuk melihat indikasi under-invoicing dalam transaksi ekspor.

Under-invoicing merupakan praktik melaporkan nilai transaksi ekspor lebih rendah dibanding nilai sebenarnya. Praktik tersebut berpotensi memengaruhi penerimaan negara maupun jumlah devisa hasil ekspor yang masuk ke Indonesia.

Selain under-invoicing, pemerintah juga membidik praktik transfer pricing dan pelaporan transaksi yang tidak akurat.

“Objektifnya itu adalah bagaimana kita bisa menekan, mereduksi, dan bahkan menghilangkan transfer pricing, kemudian under-invoicing,” tegas Rosan.

Besarnya potensi nilai yang selama ini tidak tercatat optimal sebelumnya juga disinggung Presiden Prabowo Subianto.

Dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, 14 Agustus 2026 lalu, Prabowo menyebut dari pemantauan tiga komoditas strategis tersebut terdapat potensi tambahan sekitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp89 triliun.

Potensi itu berasal dari perbedaan dan penyesuaian harga, kualitas komoditas serta pembayaran devisa hasil ekspor.

Prabowo ketika itu mencontohkan kelapa sawit. Ia membandingkan harga CPO yang tercatat di pasar Rotterdam dengan harga yang dilaporkan pelaku usaha dari Indonesia.

Menurut Prabowo, perbedaan tersebut menunjukkan besarnya nilai komoditas nasional yang berpotensi tidak dinikmati secara optimal oleh Indonesia.

Pemerintah kini berupaya menutup celah tersebut dengan mempertemukan data transaksi eksportir dengan data pemerintah dan referensi harga internasional.

DSI mulai beroperasi pada 1 Juni 2026 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis.

Tiga komoditas yang masuk tahap awal pengawasan adalah batu bara, kelapa sawit dan ferroalloy. Dua di antaranya, batu bara dan kelapa sawit, merupakan komoditas utama Kalimantan Timur.

Meski pengawasan diperketat, Danantara menegaskan DSI tidak mengambil alih aktivitas jual beli yang selama ini dilakukan eksportir.

Kontrak yang sudah berjalan tetap dapat dilaksanakan sepanjang memenuhi ketentuan. DSI pada tahap ini berfungsi membangun sistem pengawasan dan mengintegrasikan data sehingga transaksi ekspor dapat diperiksa lebih transparan.

Rosan mengatakan tujuan akhirnya bukan menghambat perdagangan, tetapi memastikan nilai komoditas Indonesia tercatat sesuai kondisi sebenarnya.

Pengawasan itu menjadi penting karena tiga komoditas yang kini dipantau merupakan penyumbang besar ekspor Indonesia. Setiap selisih harga yang dilaporkan dengan harga sebenarnya dapat berpengaruh terhadap devisa dan penerimaan negara.

Pemerintah selanjutnya akan terus mengevaluasi transaksi yang masuk sekaligus memperluas visibilitas terhadap rantai ekspor. Dari pelabuhan asal hingga negara tujuan, harga dan volume komoditas kini dapat dibandingkan dengan data lintas instansi dan harga pasar internasional. (ant/MK)

Editor: Agus S

Bukan Cuma Koruptor, DPR Usulkan 13 Kejahatan Bisa Kena Perampasan Aset

0
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman (istimewa)

JAKARTA – Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset tidak hanya diarahkan untuk mengejar harta hasil korupsi. Komisi III DPR RI mengusulkan 13 jenis tindak pidana masuk dalam aturan tersebut. Termasuk kejahatan narkotika, terorisme, pertambangan, kehutanan hingga perdagangan orang.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan, perluasan cakupan tersebut disusun setelah DPR menerima masukan dari para ahli dan mempelajari penerapan perampasan aset di sejumlah negara.

Menurut dia, mekanisme perampasan aset perlu menyasar kejahatan yang bermotif ekonomi, merugikan negara dan masyarakat luas, atau tergolong serius dan berdampak besar terhadap publik.

Dalam rancangan yang sedang disusun, 13 tindak pidana yang diusulkan masuk dalam cakupan perampasan aset meliputi korupsi, narkotika dan psikotropika, terorisme, penyelundupan manusia, serta penyelundupan senjata, amunisi dan bahan berbahaya.

Cakupannya juga menyasar tindak pidana di sektor kehutanan, lingkungan hidup, perpajakan, perbankan, perasuransian, pertambangan, kelautan dan perikanan, serta perdagangan orang.

Habiburokhman mengatakan aturan tersebut berlaku berdasarkan tindak pidana yang dilakukan, bukan latar belakang atau jabatan seseorang.

“Siapapun yang melakukan pelanggaran hukum maka harus mendapat sanksi tanpa memandang latar belakang jabatannya,” kata Habiburokhman kepada wartawan, Senin (31/8/2026).

Masuknya tindak pidana pertambangan, kehutanan dan lingkungan hidup membuat RUU Perampasan Aset tidak lagi hanya identik dengan pemberantasan korupsi.

Jika ketentuan tersebut nantinya disahkan, aset yang berkaitan dengan kejahatan di sektor sumber daya alam juga bisa masuk dalam mekanisme perampasan sesuai ketentuan undang-undang.

Dalam draf yang tengah dibahas, aset yang dapat dirampas antara lain hasil tindak pidana, aset yang digunakan sebagai alat atau sarana melakukan kejahatan, barang temuan yang diketahui berasal dari tindak pidana, serta aset pengganti kerugian akibat tindak pidana.

Di tengah perluasan cakupan tersebut, DPR mengakui ada kekhawatiran perampasan aset justru disalahgunakan aparat.

Habiburokhman menegaskan penerapan aturan nantinya tidak boleh dilakukan sewenang-wenang. DPR sedang mencari formula pengawasan untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan.

Menurut dia, UU Perampasan Aset jangan sampai berubah menjadi alat kekuasaan untuk memeras masyarakat, mengkriminalisasi lawan politik maupun membungkam pihak yang kritis.

“Untuk itu Komisi III sedang mencari formula terbaik untuk memperkuat pengawasan pelaksanaan UU Perampasan Aset,” ujarnya.

Komisi III juga menilai perlu ada lembaga yang kuat untuk menindak aparat penegak hukum yang menyalahgunakan kewenangan dalam proses perampasan aset.

Sanksinya tidak cukup hanya secara etik atau profesi. Aparat yang terbukti menyalahgunakan kewenangan juga harus bisa dijerat pidana.

“Pendeknya, pemberlakuan UU Perampasan Aset mensyaratkan aparat penegak hukum yang bersih dan berintegritas,” kata Habiburokhman.

Sejumlah pagar hukum juga masih dibahas DPR, mulai dari kontrol pengadilan, standar pembuktian yang jelas, mekanisme keberatan hingga perlindungan terhadap pihak ketiga yang memperoleh atau menguasai aset secara sah.

RUU ini juga membahas mekanisme perampasan aset tanpa bergantung pada putusan pemidanaan atau non-conviction based asset forfeiture dalam kondisi tertentu.

Mekanisme tersebut antara lain dibutuhkan ketika pelaku meninggal dunia, melarikan diri atau tidak dapat diproses secara pidana. Namun, penerapannya tetap dirancang melalui kontrol pengadilan dan mekanisme keberatan.

DPR menargetkan pembahasan RUU Perampasan Aset selesai tahun ini. Dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis (27/8/2026), Komisi III menyatakan undang-undang tersebut ditargetkan disahkan paling lambat 15 Desember 2026. (ica/MK)

Editor: Agus S