Beranda blog Halaman 64

Nadiem Klaim Gunakan Uang Pribadi untuk Tambahan Gaji Stafsus

0

JAKARTA — Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengaku kondisi finansialnya justru terus menurun selama menjabat sebagai menteri.

Pengakuan itu disampaikan saat dirinya menjalani sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/5/2026).

Dalam persidangan, jaksa penuntut umum menyoroti pemberian tambahan penghasilan kepada sejumlah staf khusus menteri yang disebut berasal dari dana pribadi Nadiem. Nama Jurist Tan dan Fiona turut disebut dalam pemeriksaan tersebut.

Jaksa mempertanyakan apakah pemberian tambahan uang kepada para staf khusus itu berkaitan dengan peran mereka dalam proyek pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.

Menanggapi hal tersebut, Nadiem membenarkan tambahan penghasilan itu memang berasal dari kantong pribadinya dan diberikan secara rutin selama para staf khusus bekerja mendampinginya di kementerian.

“Ini bukan sesuatu yang saya tutup-tutupi. Ini adalah tambahan dari uang saya pribadi yang saya berikan selama lima tahun mereka menjabat. Tidak pernah berubah jumlahnya dan selalu konsisten tiap bulan,” ujar Nadiem di hadapan majelis hakim.

Dalam sidang itu, jaksa juga menanyakan soal besaran gaji yang diterima Nadiem selama menjadi menteri. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti nominal penghasilannya sebagai pejabat negara.

“Berapa gaji menteri, Pak?” tanya jaksa.

“Saya tidak ingat, Pak Jaksa,” jawab Nadiem.

Jaksa kemudian kembali mendalami jawaban tersebut dengan mempertanyakan bagaimana dirinya bisa lupa terhadap gaji selama lima tahun menjabat di kabinet.

“Selama lima tahun saudara tidak ingat gaji saudara?” cecar jaksa.

“Karena saya bekerja bukan untuk gaji,” kata Nadiem.

Dalam keterangannya, Nadiem menjelaskan dirinya masih memiliki sumber kekayaan lain di luar penghasilan sebagai menteri. Ia mengatakan aset yang dimiliki berasal dari kepemilikan saham di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB).

“Saya tidak punya sumber kekayaan lain di luar saham saya di PT AKAB,” ujarnya.

Nadiem juga menegaskan dirinya tidak pernah terlalu memperhatikan gaji sebagai menteri. Bahkan, ia mengaku secara finansial justru mengalami kerugian selama berada di pemerintahan.

“Bukan tidak mau, Pak. Saya tidak ingat. Jujur karena saya tidak pernah melihat gaji saya. Yang sudah jelas saya tiap bulan rugi waktu menjadi menteri. Tidak ada penghasilan. Jadi uang saya pasti turun terus,” tutur Nadiem.

Perkara yang menjerat Nadiem berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek periode 2019–2022. Program tersebut disebut menyebabkan kerugian negara mencapai Rp2,1 triliun.

Selain Nadiem, perkara itu juga menyeret sejumlah nama lain, di antaranya mantan Direktur SD Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih, mantan Direktur SMP Mulyatsyah, serta mantan konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arief. Sementara itu, eks staf khusus Nadiem, Jurist Tan, masih buron hingga kini. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Perlu Tindakan Tegas Pelaku Modus Barcode Ganda BBM Bersubsidi

BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami menyoroti praktik penyalahgunaan barcode untuk bahan bakar minyak (BBM) bersubdisi. Dia mendorong adanya penindakan tegas untuk pelaku.

Menurutnya, modus barcode ganda yang diungkap Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau menunjukkan masih adanya celah dalam sistem distribusi BBM subsidi yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Ini persoalan serius. BBM subsidi itu diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, bukan untuk disalahgunakan demi kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya.

Sutami menilai, praktik tersebut berpotensi merugikan masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama. Ia pun meminta agar pengawasan di lapangan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dilakukan secara berkelanjutan dan lebih ketat.

Ia juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penggunaan barcode, termasuk kemungkinan peningkatan sistem verifikasi agar tidak mudah dimanipulasi.

“Kalau memang ada celah di sistem, harus segera diperbaiki. Jangan sampai kebijakan yang tujuannya baik justru dimanfaatkan oleh oknum,” ujarnya.

Selain itu, Sutami meminta pihak SPBU agar lebih disiplin dalam melakukan pengecekan data kendaraan dan dokumen resmi sebelum melayani pengisian BBM subsidi. Peran operator dinilai sangat penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran di lapangan.

Ia pun mendukung langkah Diskoperindag Berau yang telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memblokir barcode bermasalah, serta meminta agar penindakan hukum dilakukan jika terbukti terjadi pelanggaran.

“Kalau memang sudah masuk ranah pidana, harus diproses sesuai aturan. Ini penting agar ada efek jera,” tandasnya. (adv)

Destinasi Wisata Mangkrak hingga Fasilitas Tak Terkelola, Dedy Okto: OPD Terkait Perbaiki Harus Kinerja

BERAU – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menyoroti kondisi sejumlah destinasi wisata yang mangkrak dan tidak lagi terkelola dengan baik.

Dirinya menilai, kondisi tersebut berpotensi membuat anggaran daerah terbuang sia-sia tanpa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat maupun sektor pariwisata.

Menurutnya, banyak fasilitas wisata yang sebelumnya telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah daerah kini justru mengalami kerusakan karena minimnya pengelolaan dan pengawasan.

“Program pembangunan wisata ini kan sudah dirancang dengan baik. Tapi kalau tidak dijaga dan tidak dikelola, akhirnya hanya jadi pemborosan anggaran,” ujarnya.

Politikus NasDem ini menegaskan, lemahnya kontrol dari pemerintah daerah terhadap objek wisata menjadi salah satu penyebab utama terbengkalainya sejumlah fasilitas. Untuk itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani sektor pariwisata diminta untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“OPD terkait harus benar-benar diperbaiki kinerjanya. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun justru rusak karena tidak ada perawatan,” tegasnya.

Dedy juga menyoroti potensi wisata mangrove di Berau yang dinilai memiliki nilai edukasi tinggi, terutama bagi anak-anak. Namun, potensi tersebut belum dimaksimalkan akibat kurangnya pembenahan fasilitas pendukung.

“Wisata mangrove itu sebenarnya bagus. Selain rekreasi, juga bisa jadi sarana edukasi. Tapi kalau fasilitasnya tidak dibenahi, tentu pengunjung tidak akan tertarik,” tambahnya.

Dirinya menekankan pentingnya pemerataan pembangunan fasilitas wisata, tidak hanya terfokus pada beberapa destinasi unggulan saja. Menurutnya, semua potensi wisata yang layak jual harus mendapatkan perhatian yang sama.

Ia juga menyinggung persoalan klasik yang masih menjadi kendala di sejumlah destinasi wisata, seperti akses jalan, ketersediaan listrik, air bersih, hingga jaringan telekomunikasi.

“Masalah di tempat wisata itu hampir sama, jalan, listrik, air, dan sinyal. Ini yang harus jadi perhatian serius. Kalau aksesnya bagus, orang pasti datang,” jelasnya.

Dedy pun mendorong agar pemerintah daerah meningkatkan alokasi anggaran melalui OPD terkait untuk memperbaiki dan menghidupkan kembali destinasi wisata yang mangkrak. (adv)

Pemkab Berau Harus Serius Garap Pertanian dan Perikanan

BERAU – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong mendorong pemerintah daerah untuk serius menggarap sektor pertanian, perkebunan hingga perikanan kelautan.

Menurutnya, tiga sektor tersebut bukan sekadar alternatif pengganti pertambangan, tetapi fondasi baru ekonomi Berau di era pasca tambang.

Namun, potensi besar tersebut dinilai masih terabaikan akibat belum optimalnya pengelolaan, terutama dari sisi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Ini bukan hanya soal potensi alam, tapi bagaimana manusianya siap mengelola. Kalau SDM kita tidak ditingkatkan, hasilnya akan tetap stagnan,” tegasnya.

Rudi menilai transformasi besar harus dimulai dari peningkatan kapasitas petani, pekebun hingga nelayan.

Dirinya mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk lebih agresif menghadirkan program pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan.

Baginya, pengetahuan teknis saja tidak cukup. Inovasi dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi lokal menjadi kunci agar sektor-sektor tersebut bisa benar-benar berkembang.

“Belajar dari daerah lain itu penting, tapi harus disesuaikan dengan karakter wilayah kita. Jangan hanya meniru, tapi juga berinovasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Berau sebenarnya memiliki modal yang tidak sedikit. Hamparan lahan pertanian dan perkebunan yang luas, ketersediaan pupuk dan bibit, hingga akses transportasi yang semakin terbuka, baik darat, laut, maupun udara, menjadi peluang besar untuk mendongkrak produksi sekaligus memperluas pasar.

“Sayangnya, semua itu belum mampu dikelola menjadi hasil maksimal,”ujarnya.

Karena itu, Rudi mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga pelaku usaha, untuk bersama-sama memanfaatkan peluang tersebut. Ia optimistis, jika sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan digarap serius dengan dukungan SDM yang mumpuni, maka dampaknya akan sangat luas.

“Bukan hanya meningkatkan pendapatan petani, pekebun, dan nelayan, tapi juga menggerakkan ekonomi daerah secara keseluruhan,” pungkasnya. (adv)

Borneo FC Menang 3-2, Persaingan Juara Liga 1 Makin Panas

SAMARINDA – Borneo FC Samarinda sukses meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Bali United dalam laga panas Liga 1 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (11/5/2026) malam.

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal hingga akhir laga. Duel kedua tim diwarnai aksi saling balas gol, intervensi VAR, hingga sejumlah penyelamatan penting dari kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata.

Kemenangan tersebut membuat Pesut Etam kini mengoleksi 75 poin dan menempel ketat Persib Bandung di papan atas klasemen sementara Liga 1.

Memasuki babak kedua, pelatih Borneo FC Pieter Huistra melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Kaio Nunes dan Komang Teguh menggantikan M. Sihran serta C. Santos.

Pergantian itu langsung memberi dampak besar bagi permainan Borneo FC.

Pada menit ke-49, Mariano Peralta mencetak gol penyeimbang lewat aksi individu dan tendangan keras yang gagal diantisipasi kiper Bali United. Skor berubah menjadi 1-1.

Momentum pertandingan kemudian berubah semakin panas. Bali United beberapa kali memperoleh peluang emas, namun berhasil digagalkan Nadeo Argawinata.

Pada menit ke-51, ke-55, hingga menit ke-63, Nadeo tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga Borneo FC tetap bertahan dalam laga.

Puncak drama terjadi pada menit ke-69 ketika wasit meninjau VAR akibat dugaan handsball Bagas Adi di kotak penalti.

Setelah pemeriksaan VAR, wasit menunjuk titik putih untuk Borneo FC.

Mariano Peralta yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-74 dan membawa Borneo FC berbalik unggul 2-1.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Dua menit berselang, Bali United berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol bunuh diri Caxambu setelah kemelut di depan gawang.

Borneo FC kembali menunjukkan mental kuat. Pada menit ke-78, Juan Villa sukses mencetak gol kemenangan setelah menerima umpan matang dari Kaio Nunes.

Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi Pesut Etam.

Laga semakin menegangkan di 10 menit terakhir. Borneo FC sebenarnya sempat mencetak dua gol tambahan melalui Obieta pada menit ke-80 dan Juan Villa pada menit ke-90.

Namun kedua gol itu dianulir VAR karena posisi offside.

Di masa injury time tujuh menit, Borneo FC juga harus kehilangan Alfarezi Buffon akibat cedera salah tumpu dan digantikan Ardi Idrus.

Meski terus ditekan Bali United hingga akhir pertandingan, lini pertahanan Borneo FC yang dipimpin Ahmad Agung berhasil menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Borneo FC dalam persaingan perebutan gelar juara Liga 1 musim 2025/2026. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

320 WNA Terlibat Judol, Polri Kejar Sponsor dan Penyewa Gedung

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn11mei2026/mobile/

“Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” Angkat Pentingnya Waktu Bersama Keluarga

SAMARINDA – Antusiasme penonton terhadap film drama keluarga “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” terus meningkat menjelang penayangan resminya pada 13 Mei 2026.

Film produksi Rapi Films, Screenplay Films dan Vortera Studios itu bahkan dilaporkan sold out di sejumlah kota dalam program “Nonton Duluan” yang digelar serentak di 40 kota di Indonesia.

Di Samarinda, penonton memadati CGV Plaza Mulia pada Minggu (10/5/2026) untuk menyaksikan lebih awal kisah emosional keluarga Yuke dan Kesha sebelum tayang nasional.

Film karya sutradara Kuntz Agus dengan skenario tulisan Alim Sudio tersebut mengangkat tema tentang caregiving, kehilangan ingatan, dan pentingnya memori keluarga.

Cerita berfokus pada Kesha yang diperankan Yasmin Napper, seorang mahasiswi film yang sedang memasuki fase dewasa dan ingin hidup mandiri.

Namun kehidupannya berubah ketika sang ibu, Yuke Yolanda yang diperankan Lulu Tobing, mulai kehilangan ingatan akibat penyakit Alzheimer.

Di tengah konflik keluarga dan hubungan antar saudara, Kesha harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ibunya perlahan mulai melupakan berbagai kenangan penting dalam hidup mereka.

Film ini juga dibintangi Sofia Shireen, Jordan Omar, dan Ibnu Jamil.

Suasana haru terasa sepanjang pemutaran film di Samarinda. Sejumlah penonton tampak menangis dan teringat momen kebersamaan bersama keluarga mereka masing-masing.

Salah seorang penonton, Anggi, mengaku datang bersama keluarganya untuk menonton film tersebut.

Menurutnya, film itu memberikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kenangan bersama orang-orang tercinta.

“Filmnya relate sekali sama kehidupan keluarga. Saya datang sama keluarga dan jujur banyak adegan yang bikin teringat masa kecil sama orang tua. Setelah nonton rasanya ingin lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga,” ujarnya.

Penonton lainnya, Rio, juga mengaku tersentuh setelah menyaksikan film tersebut.

Ia menilai kisah yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mampu menyampaikan pesan emosional secara kuat.

“Jarang ada film keluarga yang emosinya sampai seperti ini. Banyak adegan yang bikin saya sadar kalau waktu bersama keluarga itu sangat berharga,” katanya.

Selain menghadirkan drama keluarga yang menyentuh, film ini juga mengajak penonton untuk lebih menghargai setiap memori dan waktu bersama orang-orang terdekat.

Tiket program “Nonton Duluan” masih dapat dipesan melalui aplikasi M-TIX, TIX ID, CGV dan Cinepolis sebelum penayangan serentak nasional pada 13 Mei 2026. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Persib Taklukkan Persija 2-1 dalam El Clasico Indonesia di Samarinda

SAMARINDA – Persib Bandung sukses mengamankan kemenangan penting dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore.

Maung Bandung berhasil melakukan comeback dramatis dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 atas rival abadinya tersebut.

Hasil itu membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 75 poin sekaligus semakin dekat mengunci gelar juara musim ini.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui pertandingan berlangsung sangat ketat dan penuh tekanan sehingga kedua tim sulit menampilkan permainan yang benar-benar indah secara teknis.

“Saya sudah katakan sebelumnya, ini bukan pertandingan yang indah untuk ditonton secara estetika. Kedua tim bekerja sangat keras. Namun, dengan dua gol yang dicetak Adam Alis, kami sangat puas pulang dengan tiga poin,” ujar Bojan usai pertandingan.

Persija sempat unggul lebih dulu di babak pertama sebelum Persib bangkit pada paruh kedua pertandingan.

Pahlawan kemenangan Persib adalah Adam Alis yang mencetak dua gol sekaligus memastikan tiga poin penting bagi tim asal Bandung tersebut.

Adam mengakui pertandingan berjalan sangat berat, terutama di babak pertama saat timnya terlihat kesulitan mengimbangi permainan Persija.

“Pertandingan yang sangat berat. Kami sangat kelelahan di babak pertama. Beruntung di babak kedua kami bangkit dan saya bisa membalikkan kedudukan,” ungkap Adam Alis.

Menariknya, mantan pemain yang pernah memperkuat klub di Samarinda itu mengaku merasa memiliki kecocokan tersendiri bermain di Stadion Segiri.

“Motivasi lebih sebenarnya tidak ada, mungkin saya memang cocok main di sini,” candanya.

Adam bahkan sempat berseloroh meminta dua laga sisa Persib dimainkan di Samarinda karena merasa Stadion Segiri membawa keberuntungan baginya.

Meski menjadi penentu kemenangan, Adam menegaskan target utama Persib bukan soal pencetak gol, melainkan memastikan gelar juara musim ini bisa segera diamankan.

“Tidak penting siapa yang mencetak gol. Yang paling krusial adalah tim dapat tiga poin. Sekarang kami fokus penuh ke dua pertandingan berikutnya. Kami ingin segera mengunci gelar juara,” tegasnya.

Kemenangan atas Persija menjadi modal penting bagi Persib Bandung untuk semakin dekat mengangkat trofi juara musim 2025/2026. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Persib Taklukkan Persija 2-1 dalam El Clasico Indonesia di Samarinda

SAMARINDA – Persib Bandung sukses mengamankan kemenangan penting dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore.

Maung Bandung berhasil melakukan comeback dramatis dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 atas rival abadinya tersebut.

Hasil itu membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 75 poin sekaligus semakin dekat mengunci gelar juara musim ini.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui pertandingan berlangsung sangat ketat dan penuh tekanan sehingga kedua tim sulit menampilkan permainan yang benar-benar indah secara teknis.

“Saya sudah katakan sebelumnya, ini bukan pertandingan yang indah untuk ditonton secara estetika. Kedua tim bekerja sangat keras. Namun, dengan dua gol yang dicetak Adam Alis, kami sangat puas pulang dengan tiga poin,” ujar Bojan usai pertandingan.

Persija sempat unggul lebih dulu di babak pertama sebelum Persib bangkit pada paruh kedua pertandingan.

Pahlawan kemenangan Persib adalah Adam Alis yang mencetak dua gol sekaligus memastikan tiga poin penting bagi tim asal Bandung tersebut.

Adam mengakui pertandingan berjalan sangat berat, terutama di babak pertama saat timnya terlihat kesulitan mengimbangi permainan Persija.

“Pertandingan yang sangat berat. Kami sangat kelelahan di babak pertama. Beruntung di babak kedua kami bangkit dan saya bisa membalikkan kedudukan,” ungkap Adam Alis.

Menariknya, mantan pemain yang pernah memperkuat klub di Samarinda itu mengaku merasa memiliki kecocokan tersendiri bermain di Stadion Segiri.

“Motivasi lebih sebenarnya tidak ada, mungkin saya memang cocok main di sini,” candanya.

Adam bahkan sempat berseloroh meminta dua laga sisa Persib dimainkan di Samarinda karena merasa Stadion Segiri membawa keberuntungan baginya.

Meski menjadi penentu kemenangan, Adam menegaskan target utama Persib bukan soal pencetak gol, melainkan memastikan gelar juara musim ini bisa segera diamankan.

“Tidak penting siapa yang mencetak gol. Yang paling krusial adalah tim dapat tiga poin. Sekarang kami fokus penuh ke dua pertandingan berikutnya. Kami ingin segera mengunci gelar juara,” tegasnya.

Persib kini hanya membutuhkan sedikit poin lagi di sisa kompetisi untuk memastikan trofi juara resmi mendarat di Bandung. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Dua Pendaki Asal Singapura Ditemukan Tewas di Gunung Dukono

0

TERNATE – Tim SAR gabungan menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) pendaki Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat erupsi gunung tersebut.

“Kedua korban ditemukan pada pukul 13.00 WIT di koordinat 1°42’9.90″N / 127°52’48.50″E, sekitar 13 meter arah utara dari lokasi pertama kali sinyal darurat ditangkap oleh Basarnas Command Center,” kata Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani, di Ternate, Minggu (10/5/2026).

Ia menjelaskan kedua korban ditemukan dalam satu titik yang sama dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh akibat tertimpa batu besar saat terjadi erupsi.

“Korban ditemukan dalam posisi saling berpelukan dan terhimpit batu besar,” ujarnya.

Dua korban meninggal tersebut diketahui bernama Heng dan Sha, keduanya warga negara Singapura. Sementara satu korban lainnya yang sebelumnya juga dilaporkan terdampak erupsi merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Angel.

Setelah ditemukan, tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi dengan membawa kantong jenazah dari bibir Gunung Dukono menuju posko induk di Desa Mamuya. Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca hujan dan medan yang berisiko tinggi.

“Kantong jenazah tiba di posko induk Desa Mamuya pada pukul 17.43 WIT, selanjutnya korban dibawa ke RSUD Tobelo untuk keperluan autopsi,” kata Iwan.

Ia mengapresiasi seluruh unsur gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi, karena tetap bekerja maksimal meski menghadapi cuaca buruk dan ancaman aktivitas vulkanik.

“Walaupun kondisi cuaca hujan dan sangat berisiko di lapangan, tim SAR gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah sehingga korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Iwan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara, Pangdam XV/Pattimura, Danrem 152/Babullah, Polres Halmahera Utara, BPBD Halmahera Utara, serta seluruh instansi dan relawan, yang memberikan dukungan penuh selama operasi berlangsung.

Sebelumnya pada 8 Mei 2026 Kantor SAR Ternate menerima informasi dari Basarnas Command Center (BCC) mengenai adanya sinyal darurat atau SOS dari perangkat Garmin pada koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E di kawasan Gunung Dukono.

Laporan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya yang menyebutkan adanya sejumlah pendaki mengalami luka-luka akibat terdampak erupsi Gunung Dukono, sehingga pemerintah desa meminta bantuan SAR untuk melakukan evakuasi. (ANT/KN)