Beranda blog Halaman 6

Direktur RSUD Bontang Ingatkan Pegawai Jangan Abaikan SOP, Cegah Risiko Hukum dalam Pelayanan

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, memberikan keterangan seusai kegiatan bersama Kejaksaan, Jumat (30/10/2026). (Dwi S/Media Kaltim)

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, mengingatkan seluruh pegawai agar tidak mengabaikan regulasi dan standar operasional prosedur (SOP) dalam menjalankan tugas. Sebab, kesalahan maupun kelalaian dalam pekerjaan berpotensi menimbulkan persoalan hukum. Penegasan tersebut disampaikan setelah rumah sakit menggelar kegiatan peningkatan pemahaman hukum bersama Kejaksaan, Jumat (30/10/2026).

Suhardi mengatakan aktivitas di lingkungan rumah sakit memiliki beragam tanggung jawab yang berkaitan langsung dengan ketentuan hukum, baik dalam pelayanan kesehatan maupun administrasi.

Karena itu, setiap pegawai perlu memahami aturan dan batas kewenangan dalam menjalankan pekerjaan agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan masalah hukum.

Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi dan SOP bukan sekadar memenuhi ketentuan administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari perlindungan bagi pegawai ketika melaksanakan tanggung jawab profesional.

Melalui kegiatan sharing session bersama Kejaksaan, RSUD Taman Husada berupaya memberikan pemahaman mengenai risiko hukum yang dapat muncul dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari.

“Dengan terselenggaranya kegiatan bersama kejaksaan ini, harapannya teman-teman di RSUD, dengan aktivitasnya yang bisa saja berpotensi dengan hukum, bisa lebih berhati-hati. Jadi teman-teman bisa memperhatikan regulasi yang ada, SOP yang ada, biar lebih aman jadinya,” ungkap Suhardi.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama yang rutin dilakukan RSUD Taman Husada Bontang bersama Kejaksaan setiap tahun.

Pembekalan hukum dinilai penting karena pegawai rumah sakit menjalankan tugas dengan tanggung jawab berbeda, mulai dari pelayanan medis, pelayanan pasien, hingga pengelolaan administrasi.

Masing-masing pekerjaan memiliki prosedur yang harus dipatuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Suhardi berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan langsung oleh seluruh pegawai, terutama dalam mengambil keputusan dan menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing.

Dengan memahami regulasi dan SOP, pegawai diharapkan lebih cermat dalam bekerja sekaligus mengurangi risiko pelanggaran yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum.

Ia juga menegaskan kerja sama dengan Kejaksaan akan terus dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman hukum pegawai dan memperkuat kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit. (Dwi/Adv)

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Cegah Persoalan Hukum dalam Pelayanan, RSUD Bontang Perkuat Pendampingan Kejaksaan

0
RSUD Taman Husada Bontang menggelar kegiatan bersama Kejaksaan untuk meningkatkan pemahaman hukum pegawai dalam menjalankan tugas dan pelayanan rumah sakit. (Dwi S/Media Kaltim)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang terus memperkuat pemahaman hukum pegawainya melalui kerja sama dengan Kejaksaan. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun itu kembali berlanjut, Jumat (30/10/2026), dengan fokus pada pembekalan dan diskusi persoalan hukum yang berkaitan dengan tugas, administrasi, serta pelayanan di lingkungan rumah sakit.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari agenda kerja sama yang sebelumnya telah dilaksanakan bersama pihak Kejaksaan.

Pada pertemuan kali ini, kegiatan dikemas dalam bentuk sharing session yang melibatkan pegawai rumah sakit dan pihak Kejaksaan.

“Sekarang memasuki sharing session. Hampir mirip sebenarnya kegiatannya sama yang sebelumnya, seperti saling memberi wawasan dan pengetahuan kepada teman-teman terkait masalah hukum,” ujar Suhardi, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, pemahaman terhadap ketentuan hukum menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas pegawai rumah sakit, baik yang berkaitan dengan pelayanan maupun pengelolaan administrasi.

Melalui kegiatan tersebut, pegawai mendapat kesempatan memperluas wawasan mengenai persoalan hukum yang dapat muncul dalam lingkungan kerja.

Diskusi bersama Kejaksaan juga menjadi sarana untuk memperoleh penjelasan mengenai ketentuan yang perlu diperhatikan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Suhardi menjelaskan, kegiatan serupa telah menjadi bagian dari kerja sama berkelanjutan antara RSUD Taman Husada Bontang dan Kejaksaan.

Ia berharap pembekalan hukum tersebut dapat meningkatkan pemahaman pegawai sehingga pelaksanaan pekerjaan tetap mengacu pada peraturan yang berlaku.

“Sehingga pelaksanaan pelayanan maupun administrasi di rumah sakit dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (Dwi/Adv)

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Kasus TPPU Rita Widyasari Berlanjut, KPK Jadwalkan Pemeriksaan di BPKP Kaltim

0
SAMARINDA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penanganan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Penyidik menjadwalkan pemeriksaan di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Timur.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mendalami perkara dugaan pencucian uang. Penanganan kasus ini masih menjadi perhatian publik, terutama karena berkaitan dengan mantan kepala daerah di Kalimantan Timur.

Koran Nusantara edisi ini juga mengulas kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menutup permanen lebih dari 2.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan penggunaan dana operasional turut diperketat sebagai bagian dari pembenahan pelaksanaan program tersebut.

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini Digital Koran Nusantara? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.koranusantara.com

https://digital.koranusantara.com/kn30okt2026/mobile/

Koran Nusantara – Aktual dan Terpercaya.

Pemuda Harus Kompak Kembangkan Potensi Wisata

0
Wakil Bupati Berau Gamalis.

BERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun daerah.

Menurutnya, keberanian pemuda dalam mewujudkan gagasan dan melakukan kegiatan positif menjadi salah satu modal penting bagi kemajuan Kabupaten Berau.

Gamalis mengapresiasi langkah para pemuda yang berani mewujudkan mimpi, bergerak bersama, serta menghadirkan berbagai kegiatan positif bagi daerah.

“Kita sangat mengapresiasi di mana para pemuda kita berani untuk mewujudkan sebuah mimpi, melakukan langkah bersama dan kembali melakukan hal-hal positif untuk Kabupaten Berau,” ujarnya.

Ia menilai, pemuda merupakan harapan bangsa yang memiliki peran besar dalam menentukan masa depan. Karena itu, semangat patriotik, energik, dan berempati harus terus ditanamkan dalam diri generasi muda.

“Saya berharap pemuda yang ada di Kabupaten Berau mari kita sama-sama kompak memajukan Kabupaten Berau. Berau harus kita jaga, Berau harus betul-betul kita berikan sebuah ruang kedamaian,” ucapnya.

Selain berkontribusi dalam pembangunan, Gamalis juga berharap generasi muda ikut menjaga citra dan potensi Berau sebagai daerah tujuan wisata.

Ia ingin Kabupaten Berau semakin dikenal sebagai kawasan ekowisata, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga mampu menarik perhatian wisatawan internasional.

“Ini membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda sebagai salah satu penggerak kemajuan daerah,” pungkasnya. (adv)

Pasien Rawat Inap Tak Kunjung Dijemput, RSUD Bontang Siapkan Antar Gratis hingga ke Rumah

0
Kendaraan penunjang operasional RSUD Taman Husada Bontang yang disiapkan untuk mendukung layanan pengantaran pasien setelah menjalani rawat inap. (Dwi S/Media Kaltim)

BONTANG – Pasien RSUD Taman Husada Bontang yang telah diperbolehkan pulang setelah menjalani rawat inap, tetapi tak kunjung dijemput keluarga, kini bisa mendapatkan layanan pengantaran gratis hingga ke rumah. Rumah sakit milik Pemerintah Kota Bontang tersebut telah menyiapkan kendaraan khusus untuk membantu pasien yang mengalami kendala transportasi. Layanan ini bahkan sudah berjalan selama beberapa bulan terakhir tanpa pungutan biaya.

Kepala Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada Bontang, Muhammad Hatta, mengatakan kendaraan pengantaran telah disiapkan untuk membantu pasien yang selesai menjalani perawatan, tetapi masih harus menunggu jemputan dalam waktu lama.

“Kami dari bagian umum telah menyiapkan kendaraan pengantaran pasien. Semisal pasien sudah menunggu jemputan lama yang tak kunjung datang, kami siap untuk mengantar langsung ke rumah. Ini gratis, tidak ada pungutan biaya apa pun,” ujar Hatta, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, layanan tersebut ditujukan kepada pasien yang secara medis telah dinyatakan boleh pulang, tetapi belum dapat meninggalkan rumah sakit karena terkendala penjemputan.

Dalam kondisi tersebut, pihak rumah sakit dapat membantu mengantar pasien menggunakan kendaraan yang telah disediakan.

Hatta menjelaskan, fasilitas pengantaran ini merupakan bagian dari dukungan Bagian Umum terhadap pelayanan pasien, khususnya setelah menyelesaikan masa rawat inap.

Namun, ia menegaskan bahwa layanan tersebut tetap memiliki mekanisme yang perlu dipenuhi sebelum pasien dapat diantar pulang.

Bagian Umum bertanggung jawab menyediakan kendaraan, sedangkan penentuan persyaratan pasien, prosedur pengajuan, serta teknis pelaksanaan berada di bawah kewenangan bagian pelayanan rumah sakit.

“Kalau mereka sudah selesai dari masa rawat inapnya dan sudah lama menunggu jemputan, kami bisa antarkan. Kami dari umum sudah menyiapkan kendaraannya. Akan tetapi, untuk syarat atau teknisnya seperti apa, bagian pelayanan yang akan menjelaskannya,” jelasnya.

Karena itu, pasien maupun keluarga yang membutuhkan fasilitas tersebut dapat terlebih dahulu berkoordinasi dengan petugas pelayanan RSUD Taman Husada untuk mengetahui ketentuan penggunaannya.

Hatta mengatakan layanan pengantaran gratis ini masih tergolong baru. Pelaksanaannya baru berjalan selama beberapa bulan terakhir sebagai bagian dari dukungan rumah sakit terhadap kebutuhan pasien setelah menjalani perawatan.

“Untuk layanan pengantaran pasien gratis ini terbilang baru, serta baru berjalan selama beberapa bulan di RSUD Taman Husada Bontang,” katanya. (Dwi/Adv)

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Antar-Jemput Pasien Menumpuk di Lobi RSUD Bontang, Belum Ada Rencana Penataan Khusus

0
Kepala Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada Bontang, Muhammad Hatta, memberikan keterangan mengenai pengaturan area antar-jemput pasien. (Dwi S/Media Kaltim)

BONTANG – Aktivitas antar-jemput pasien di RSUD Taman Husada Bontang masih terpusat di depan lobi gedung utama. Belum tersedianya area khusus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang membuat kendaraan pengantar, penjemput, serta pasien yang menunggu berkumpul di lokasi yang sama. Meski kondisi tersebut terjadi hampir setiap hari, manajemen rumah sakit mengaku belum memiliki rencana khusus untuk menata atau memindahkan titik antar-jemput pasien.

Kepala Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada Bontang, Muhammad Hatta, mengatakan area depan lobi masih menjadi satu-satunya lokasi utama yang digunakan untuk aktivitas tersebut.

Menurutnya, keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala dalam menyediakan tempat alternatif, terutama untuk memisahkan kendaraan yang hanya menurunkan pasien dengan kendaraan yang datang menjemput.

“Untuk sekarang belum ada tempat lain, jadi pusatnya masih di depan lobi situ. Yang penting tidak macet saja, apalagi bagi pengantar yang mengantar jemput pasien pun, tidak bakal lama berhenti di depan pintu gedung utama,” ujar Hatta, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, tingginya aktivitas pelayanan rumah sakit turut memengaruhi kepadatan di kawasan lobi. Pasien yang telah selesai menjalani pemeriksaan maupun pengobatan kerap menunggu kendaraan penjemput di sekitar pintu masuk gedung utama.

Pada saat bersamaan, kendaraan lain datang untuk mengantar pasien sehingga aktivitas naik-turun penumpang berlangsung di titik yang sama.

Hatta mengatakan pihak rumah sakit masih mengandalkan pengaturan kendaraan agar tidak berhenti terlalu lama di depan lobi.

Pengantar maupun penjemput diharapkan segera meninggalkan area tersebut setelah pasien turun atau naik kendaraan sehingga tidak menghambat arus lalu lintas di lingkungan rumah sakit.

Namun, hingga kini belum tersedia lokasi khusus yang dapat digunakan pasien untuk menunggu jemputan di luar kawasan pintu utama.

Keterbatasan lahan parkir juga menjadi tantangan dalam pengaturan kendaraan, terutama ketika jumlah pasien dan pengunjung meningkat.

Sebagai gambaran, RSUD Taman Husada Bontang sebelumnya mencatat kunjungan pasien rawat jalan mencapai sekitar 400 hingga 500 orang setiap hari. Tingginya kunjungan tersebut turut menambah aktivitas kendaraan di kawasan rumah sakit.

Meski belum memiliki area antar-jemput khusus, Hatta memastikan fasilitas untuk pengguna layanan penyandang disabilitas telah disediakan secara terpisah.

“Memang untuk yang disabilitas sudah ada tempatnya sendiri, hanya saja untuk pusat lokasi penurunan pasien belum ada,” jelasnya.

Ia mengakui pihak rumah sakit belum menyiapkan tahapan maupun rencana pembangunan fasilitas khusus untuk memisahkan aktivitas antar-jemput dari area lobi utama.

“Sejauh ini pun kami belum ada rencana dan tahapan untuk itu,” bebernya. (Dwi/Adv)

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Layanan CT-Scan RSUD Bontang Ditutup sejak 26 Oktober, Belum Ada Kepastian Kapan Beroperasi Lagi

0
Kepala Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Romy Rizka, memberikan keterangan mengenai penghentian sementara layanan CT-Scan. (Dwi S/Media Kaltim)

BONTANG – Layanan pemeriksaan CT-Scan di RSUD Taman Husada Bontang dihentikan sementara sejak Senin (26/10/2026) akibat pemeliharaan alat. Hingga Kamis (29/10/2026), manajemen rumah sakit belum dapat memastikan kapan layanan penunjang diagnostik tersebut kembali beroperasi. Pasien yang membutuhkan pemeriksaan CT-Scan diminta memastikan ketersediaan layanan sebelum datang ke rumah sakit.

Kepala Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Romy Rizka, mengatakan penghentian sementara dilakukan karena peralatan CT-Scan sedang menjalani pemeliharaan.

Selama proses tersebut berlangsung, pemeriksaan menggunakan alat CT-Scan belum dapat dilayani.

“Jadi untuk layanan CT-Scan ini tutup mulai dari Senin kemarin, untuk sampai kapan tutup pelayanannya kami belum mengetahui. Jadi masyarakat diharap bisa sabar menunggu informasi selanjutnya,” ujar Romy, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, pihak rumah sakit telah menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat agar pasien yang membutuhkan pemeriksaan tersebut dapat menyesuaikan jadwal kunjungan.

Namun, Romy belum merinci jenis pemeliharaan yang dilakukan, kondisi teknis peralatan, maupun perkiraan waktu penyelesaiannya.

CT-Scan merupakan pemeriksaan penunjang medis yang menggunakan teknologi sinar-X dan pemrosesan komputer untuk menghasilkan gambaran organ serta struktur bagian dalam tubuh secara terperinci.

Pemeriksaan ini digunakan dokter untuk membantu menegakkan diagnosis maupun mengevaluasi kondisi pasien berdasarkan indikasi medis.

Karena itu, penghentian sementara layanan perlu menjadi perhatian pasien yang telah memiliki jadwal pemeriksaan atau mendapatkan rekomendasi CT-Scan dari dokter.

Romy mengimbau masyarakat menghubungi pihak RSUD Taman Husada terlebih dahulu untuk memperoleh informasi terbaru mengenai ketersediaan layanan.

Pasien juga dapat meminta arahan kepada petugas rumah sakit mengenai langkah selanjutnya apabila pemeriksaan yang direncanakan belum dapat dilakukan.

“Hal ini dilakukan guna memastikan ketersediaan layanan dan memperoleh arahan mengenai langkah selanjutnya,” tambahnya.

RSUD Taman Husada Bontang akan menyampaikan informasi lanjutan setelah pemeliharaan alat selesai dan layanan CT-Scan dapat kembali digunakan. (Dwi/Adv)

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Enam Pejabat Bulog Dicopot Terkait Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

0
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kanan) di Jakarta, Kamis (29/10/2026). ANTARA/Harianto

JAKARTA – Perum Bulog menonaktifkan enam pejabat di lingkungan Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten terkait investigasi dugaan penyelewengan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah tersebut diambil untuk menjaga objektivitas pemeriksaan sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab pimpinan.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, penonaktifan itu bukan berarti para pejabat telah terbukti melakukan tindak pidana. Kebijakan tersebut merupakan langkah administratif selama proses investigasi berlangsung.

“Orang Bulog itu dicopot bukan karena sudah terbukti melakukan tindakan pidana, belum. Tapi ini sebagai rasa tanggung jawab moral, ya, tanggung jawab moral seorang atasan, seorang komandan dan pejabat-pejabat yang membidangi,” kata Rizal di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Menurut Rizal, seorang pimpinan memiliki tanggung jawab moral atas persoalan yang terjadi di wilayah kerjanya, meskipun keterlibatan langsung dalam dugaan pelanggaran belum dipastikan.

Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban, penonaktifan dilakukan untuk mencegah potensi intervensi terhadap proses pemeriksaan. Dengan demikian, investigasi diharapkan berjalan secara objektif dan independen.

Rizal menegaskan, kebijakan tersebut tidak serta-merta menyimpulkan adanya keterlibatan para pejabat. Proses investigasi tetap harus berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan seorang pejabat tidak terlibat dan tidak bekerja sama dengan pelaku, Bulog akan memulihkan hak kepegawaiannya sesuai ketentuan.

Pejabat yang dinyatakan tidak terlibat juga akan ditempatkan kembali pada jabatan setara. Namun, penempatannya tidak harus pada posisi yang sama seperti sebelum dinonaktifkan.

Di sisi lain, posisi yang ditinggalkan perlu segera diisi agar operasional Bulog tetap berjalan normal tanpa harus menunggu seluruh tahapan investigasi selesai.

Rizal mengatakan, langkah tersebut juga dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Bulog tidak mengabaikan persoalan yang sedang diperiksa. Penanganan internal, menurut dia, harus berjalan beriringan dengan penguatan pengawasan terhadap penyaluran beras SPHP.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengawasan terhadap Rumah Pangan Kita (RPK), yakni mitra resmi penyaluran beras SPHP. Bulog bertanggung jawab melakukan verifikasi, pemeriksaan fisik, serta pemantauan aktivitas penjualan agar sesuai dengan ketentuan.

Rizal berharap penonaktifan sementara, investigasi menyeluruh, dan penguatan pengawasan dapat memperbaiki tata kelola penyaluran beras SPHP serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah tersebut.

Ia menambahkan, keputusan menonaktifkan enam pegawai diambil berdasarkan arahan Menteri Pertanian dan hasil rapat direksi Bulog. Selain enam pegawai yang dinonaktifkan, dua pegawai lainnya mendapat surat teguran.

“Jadi atas petunjuk dari Pak Mentan dan rapat Direksi (Bulog), kami putuskan ada enam orang yang dinonaktifkan, dan dua orang yang diberikan surat teguran, sesuai pertimbangan beliau (Kepala Bapanas sekaligus Mentan). Ini merupakan tanggung jawab responsibility kami,” ujar Rizal. (ANT/KN)

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Diduga Bakar Cucu hingga Luka Bakar 80 Persen

0
Ilustrasi

DEPOK – Seorang nenek berinisial M (64) ditangkap polisi setelah diduga membakar cucu perempuannya, LA (17), di Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Polisi menyebut, peristiwa itu dipicu kekesalan tersangka karena korban tidak menjemputnya di rumah seorang teman hingga ia harus berjalan kaki sekitar satu kilometer.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 13.40 WIB.

“Motif dari tersangka melakukan hal tersebut karena tersangka kesal korban tidak menjemput tersangka di rumah temannya sehingga tersangka harus berjalan kaki sejauh satu kilometer,” kata Made dalam konferensi pers di Mapolres Metro Depok seperti dilansir dari Detikcom, Kamis (29/10/2026).

Menurut polisi, sebelum kejadian, M meminta korban menjemputnya di rumah temannya. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi sehingga korban pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, M mendapati LA sedang bermain telepon genggam. Tersangka kemudian menegur dan memarahi korban.

Polisi menyebut, dalam kondisi kesal, M mengambil minyak tanah dan menyiramkannya ke tubuh korban. Tersangka kemudian diduga memicu api menggunakan korek gas yang mengenai rok korban.

Api menyambar tubuh LA hingga korban berteriak kesakitan. Beberapa saat kemudian, M menyiramkan air ke tubuh korban untuk memadamkan api.

“Setelah beberapa menit, teriakan korban semakin kencang. Lalu tersangka menghampiri dan menyiramkan air ke tubuh korban,” ujar Made.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan keterangan polisi, LA mengalami luka bakar sekitar 80 persen dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Sangat memprihatinkan kondisi korban sampai dengan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Fatmawati. Luka yang dialami korban 80 persen luka bakar,” ungkap Made.

Atas perbuatannya, M dijerat Pasal 44 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Pasal 80 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Polisi menyebut tersangka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. (DTC/KN)

Pemerintah Respons Demo Mahasiswa, Isu Karhutla, Ekonomi hingga Reformasi Hukum Jadi Sorotan

0
JAKARTA — Pemerintah merespons aksi demonstrasi mahasiswa yang menyuarakan berbagai persoalan nasional, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi ekonomi, hingga tuntutan reformasi hukum. Aspirasi mahasiswa menjadi perhatian di tengah desakan agar pemerintah mengambil langkah konkret.

Pemerintah menyatakan perhatian terhadap berbagai isu yang disampaikan mahasiswa. Persoalan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan penegakan hukum menjadi bagian penting dari tuntutan yang mengemuka dalam aksi tersebut.

Koran Nusantara edisi ini juga mengulas pertemuan Menteri Luar Negeri Singapura dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari hubungan diplomatik dan kerja sama bilateral Indonesia-Singapura.

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini Digital Koran Nusantara? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.koranusantara.com

https://digital.koranusantara.com/kn29okt2026/mobile/

Koran Nusantara – Aktual dan Terpercaya.