Beranda blog Halaman 6

Kejagung Siapkan Tim Penyidik Khusus untuk Tangani Kasus Febrie, KPK Dilibatkan Awasi Proses

0

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) akan membentuk tim penyidik khusus untuk menangani perkara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, setelah penanganan kasus tersebut diserahkan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan pihaknya masih mempelajari seluruh dokumen penyidikan yang diterima sebelum menentukan langkah lanjutan.

“Kami baru menerima penanganan perkara ini. Seluruh berkas akan dipelajari terlebih dahulu, kemudian Kejaksaan Agung akan membentuk tim penyidik khusus untuk menangani kasus tersebut,” ujar Anang di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, tim yang dibentuk akan menelaah secara menyeluruh hasil pemeriksaan, alat bukti, serta konstruksi perkara yang telah disusun penyidik sebelumnya agar proses penyidikan dapat dilanjutkan secara komprehensif.

“Kami akan mengkaji seluruh berita acara pemeriksaan, barang bukti yang telah diserahkan, serta dugaan tindak pidana yang disangkakan sehingga posisi perkaranya benar-benar jelas,” katanya.

Anang menegaskan penyidikan akan dilakukan secara profesional dan independen. Untuk menjaga objektivitas, Kejaksaan Agung juga akan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pihak yang melakukan supervisi terhadap jalannya penyidikan.

“Kami pastikan proses ini dilakukan secara profesional. Nantinya supervisi dari KPK juga akan dilibatkan dalam penanganan perkara ini,” tegasnya.

Selain itu, Kejaksaan Agung memastikan setiap tahapan penyidikan akan dijalankan secara transparan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian maupun asas praduga tak bersalah.

“Kami akan terbuka dalam menangani perkara ini, namun seluruh proses tetap mengedepankan kehati-hatian dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” ujar Anang.

Sebelumnya, Kortastipidkor Polri menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan penanganan perkara PT Asabri, dugaan korupsi tata kelola batu bara untuk PLTU, serta perkara PT Krakatau Steel.

Setelah penetapan tersangka, penanganan kasus tersebut diserahkan kepada Kejaksaan Agung agar proses penyidikan dapat dilanjutkan sesuai mekanisme yang berlaku, sementara Komisi III DPR menyatakan akan ikut mengawasi jalannya proses hukum tersebut.

Penulis : Fajri
Editor: Muhammad Rafi’i

Kapolri dan Jaksa Agung Kompak Bantah Isu Keretakan Hubungan Polri-Kejagung

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan hubungan antara Polri dan Kejaksaan Agung tetap solid, di tengah berbagai isu yang berkembang belakangan ini. Penegasan itu disampaikan usai pertemuannya dengan Jaksa Agung, ST Burhanuddin di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sigit mengatakan kedua institusi memiliki komitmen yang sama untuk menjaga sinergi dalam menjalankan tugas penegakan hukum maupun mengawal berbagai program strategis pemerintah.

“Saya pastikan bahwa tidak ada persoalan antara Polri dan Kejaksaan. Hari ini kami hadir bersama untuk menunjukkan bahwa kedua institusi tetap solid,” ujar Sigit.

Kapolri menambahkan, hasil pertemuan tersebut juga akan diteruskan kepada seluruh jajaran. Baik di tingkat pusat maupun daerah, agar koordinasi dan kerja sama antarinstansi semakin kuat.

“Kami sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan silaturahmi. Arahan ini juga akan diteruskan kepada seluruh jajaran di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya.

Menurut Sigit, kekompakan aparat penegak hukum sangat diperlukan agar berbagai agenda nasional dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Banyak program pemerintah yang harus kita kawal bersama. Karena itu, soliditas dan sinergi antarlembaga menjadi kunci keberhasilannya,” tegasnya.

Senada dengan Kapolri, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan Kejaksaan Agung dan Polri memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan kepastian hukum sekaligus rasa aman kepada masyarakat.

“Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Karena itu, Kejaksaan dan Polri tidak bisa dipisahkan,” ujar Burhanuddin.

Pertemuan kedua pimpinan lembaga penegak hukum tersebut berlangsung di tengah perhatian publik terhadap sejumlah perkara besar yang melibatkan aparat penegak hukum. Melalui pertemuan itu, Polri dan Kejaksaan Agung menegaskan komitmen untuk menjaga koordinasi, memperkuat sinergi, serta memastikan proses penegakan hukum tetap berjalan profesional, independen, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis : Fajri
Editor: Muhammad Rafi’i

Imigrasi Cegah Febrie Adriansyah ke Luar Negeri Usai Jadi Tersangka

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn13juli2026/mobile/

Pengamat Nilai Ekspor Beras ke Singapura Ubah Citra Indonesia di Pasar Pangan Global

0

JAKARTA – Pengamat Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandhi menilai rencana ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura menjadi momentum mengubah narasi Indonesia dari importir menjadi pemain yang lebih percaya diri di pasar pangan global.

Menurut Prima, meski volume ekspor relatif kecil dibandingkan produksi nasional maupun perdagangan beras dunia, langkah tersebut memiliki makna simbolis sebagai penanda meningkatnya kepercayaan terhadap kemampuan neraca beras Indonesia.

“Rencana ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura secara simbolik bisa menjadi momentum penting untuk mengubah narasi Indonesia dari importir menjadi pemain yang lebih percaya diri di pasar pangan kawasan,” kata Prima kepada ANTARA di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan kondisi stok beras nasional secara kuantitatif sangat memadai karena stok awal 2026 mencapai 12,53 juta ton dengan proyeksi produksi 34,7 juta ton sepanjang tahun ini.

Prima mengatakan konsumsi beras nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan membuat stok akhir tahun diproyeksikan tetap tinggi mencapai 16,19 juta ton sehingga ekspor tidak mengganggu pasokan domestik.

Selain itu, cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog telah mencapai sekitar 5,3 juta ton hingga Juli 2026 atau menjadi level tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan stok nasional.

Dengan ketersediaan tersebut, rencana ekspor 10 ribu ton ke Singapura hanya mencakup porsi sangat kecil dari total stok, sehingga secara teknis tidak mengancam ketahanan pangan nasional.

Meski demikian, Prima mengingatkan kecukupan stok tidak hanya diukur dari besarnya volume nasional, melainkan juga pemerataan distribusi, keterjangkauan harga, dan akses masyarakat terhadap beras di seluruh wilayah.

Ia menilai masih tingginya harga beras di sejumlah daerah menunjukkan adanya tantangan tata kelola stok sehingga pemerintah perlu memperbaiki distribusi sebelum menjadikan ekspor sebagai agenda berkelanjutan.

Prima menyebut ekspor beras dapat membuka pasar baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani apabila kenaikan nilai tambah benar-benar tercermin pada harga gabah serta perlindungan biaya produksi petani.

Namun, ia mengingatkan orientasi ekspor yang terlalu agresif berpotensi mengurangi fleksibilitas pemerintah menghadapi risiko perubahan iklim, gagal panen, maupun gejolak harga pangan di tingkat global.

Karena itu, kebijakan ekspor harus selalu mempertimbangkan proyeksi produksi, risiko El Nino dan La Nina, serta volatilitas harga internasional agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga dalam jangka panjang.

Prima menyarankan penerapan kebijakan ekspor berbasis surplus, memperkuat cadangan beras pemerintah secara dinamis, serta menjaga transparansi data sebagai dasar pengambilan keputusan yang akuntabel.

Ia juga mendorong setiap program ekspor diikuti peningkatan penyerapan gabah petani sehingga cadangan pemerintah terus bertambah dan ekspor menjadi insentif bagi peningkatan produksi nasional.

Ia menambahkan ekspor beras ke Singapura sebaiknya juga menjadi pintu masuk kolaborasi teknologi, inovasi pertanian, dan penguatan logistik sehingga daya saing serta ketahanan pangan Indonesia semakin berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menawarkan ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura seiring stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,1 juta ton.

Mentan membahas peluang ekspor 10 ribu ton beras Indonesia ke Singapura sebagai langkah memperkuat kerja sama pangan kedua negara.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (29/6).

Indonesia sebelumnya masih mengandalkan impor pangan, terutama beras, yang mencapai sekitar 3 juta ton pada 2023 dan meningkat menjadi sekitar 4 juta ton pada 2024.

Namun, seiring meningkatnya produksi dalam negeri, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memutuskan menutup rapat keran impor beras sepanjang 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional. (ANT/KN)

IHSG Menguat Tipis Senin Pagi, Optimisme AI Redam Kekhawatiran Geopolitik

0

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati perkembangan valuasi saham-saham kecerdasan buatan (AI) dan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

IHSG dibuka menguat 10,36 poin atau 0,17 persen ke posisi 5.934. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,03 poin atau 0,01 persen ke posisi 589,28.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas area 5.900-5.882, peluang melanjutkan technical rebound masih terbuka dengan target menguji 5.948-6.000, kemudian 6.100-6.220 apabila berhasil menembus batas atas channel. Sebaliknya, apabila kembali turun di bawah 5.900, IHSG berisiko Kembali menguji support di 5.839-5.805,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Dari mancanegara, sentimen pasar cenderung positif dipicu oleh kembalinya optimisme terhadap tema kecerdasan buatan (AI), setelah saham SK Hynix ditutup melonjak 13 persen di atas harga IPO dalam debutnya di bursa Nasdaq, Amerika Serikat (AS).

Investor mulai melakukan positioning menjelang dimulainya musim laporan keuangan kuartal II-2026, dengan konsensus memperkirakan laba emiten S&P 500 tumbuh sekitar 24 persen year on year (yoy), terutama ditopang oleh sektor teknologi dan AI.

Sementara itu, ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS bersedia melanjutkan pembicaraan dengan Iran meskipun gencatan senjata yang disepakati pada Juni 2026 telah berakhir.

“Meredanya harga minyak membantu menenangkan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi akibat konflik di kawasan Timur Tengah,” ujar Liza.

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi AS bulan Juni 2026, yang akan menjadi petunjuk utama arah kebijakan moneter bank sentral AS The Fed.

Selain itu, Gubernur The Fed Kevin Warsh dijadwalkan akan memberikan kesaksian di hadapan House Committee on Financial Services, yang akan dicermati investor untuk memperoleh sinyal mengenai prospek suku bunga.

Dari dalam negeri, realisasi restitusi pajak mencapai Rp171,2 triliun pada semester I-2026, atau turun 31,5 persen (yoy), terutama akibat penurunan restitusi PPh Badan (minus 40 persen (yoy)) dan PPN Dalam Negeri (minus 29,7 persen (yoy)).

Sejumlah pengamat menilai perlambatan itu mengindikasikan adanya penundaan pencairan restitusi untuk menjaga arus kas pemerintah.

“Meskipun mendukung likuiditas fiskal dalam jangka pendek, kebijakan ini berpotensi menekan likuiditas dunia usaha dan meningkatkan kewajiban pembayaran pemerintah pada periode berikutnya apabila pencairan terus tertunda,” ujar Liza.

Di sisi lain, pemerintah menaikkan outlook pembiayaan APBN 2026 menjadi Rp734,3 triliun dari target awal Rp689,1 triliun, dengan realisasi telah mencapai Rp452 triliun pada semester I-2026, atau 65,6 persen dari pagu awal.

Kementerian Keuangan menjelaskan tingginya realisasi itu merupakan strategi front loading untuk mengantisipasi ketidakpastian pasar di awal tahun.

Seiring stabilnya pasar obligasi domestik dan masih tersedianya Saldo Anggaran Lebih (SAL) sekitar Rp255 triliun, Liza menyebut pemerintah memiliki ruang untuk mengurangi intensitas penerbitan utang pada semester II-2026.

Ke depan, pembiayaan tetap difokuskan pada instrumen rupiah (70-75 persen), sementara penerbitan global bond akan dilakukan secara oportunistis sesuai kondisi pasar.

Pada perdagangan Jumat (10/07) pekan kemarin, bursa Eropa bergerak variatif, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,23 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,24 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,20 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,15 persen.

Sementara itu, bursa Wall Street di AS menguat pada Jumat (10/07), diantaranya indeks S&P 500 menguat 0,42 persen ke 7.575,39, indeks Nasdaq Composite menguat 0,29 persen ke 26.281,61, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,29 persen ke 52.637,01.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 1,47 persen ke 67.552,00, indeks Shanghai melemah 0,83 persen ke 3.963,11, indeks Hang Seng menguat 0,63 persen ke 24.328,00, dan indeks Strait Times melemah 0,19 persen ke 5458,78. (ANT/KN)

Imigrasi Cegah Febrie Adriansyah ke Luar Negeri Usai Jadi Tersangka

0

JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah melaksanakan pencekalan atau pencegahan ke luar negeri terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) berinisial FA usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Selain FA, Ditjenim juga melakukan pencekalan terhadap DR atau Don Ritto, tersangka korupsi lainnya dalam kasus yang sama dengan FA.

“Imigrasi telah melaksanakan pencegahan ke luar negeri terhadap dua orang berinisial FA (ASN) dan DR (swasta),” kata Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko dikonfirmasi di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Hendarsam menjelaskan tindakan pencegahan ini dilakukan berdasarkan permohonan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya melalui surat Nomor B/12730/VII/RES.3.3/2026/Ditreskrimsus tertanggal 11 Juli 2026.

Pencegahan ke luar negeri terhadap FA dan DR tersebut berlaku selama 20 hari sesuai ketentuan yang berlaku.

Hendarsam menambahkan Imigrasi terus mendukung aparat penegakan hukum dalam setiap permohonan pencegahan.

“Imigrasi berkomitmen mendukung proses penegakan hukum dengan melaksanakan setiap permohonan pencegahan yang diajukan oleh aparat penegak hukum sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Hendarsam.

Pencegahan Imigrasi ini memperkecil kemungkinan kedua tersangka melarikan diri ke luar negeri.

Sebelumnya, pada Sabtu (11/7), Polri telah menetapkan FA dan DR sebagai tersangka dalam tiga perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU)..

Penetapan tersangka dilakukan setelah Kortastipidlor Polri mengumumkan penyidikan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara untuk sejumlah pembangkit listrik tenaga uap periode 2018–2026 pada 6 Juli 2026.

Kemudian, pada 8 Juli 2026, Kortastipidkor Polri mulai menggeledah sejumlah lokasi di wilayah Jakarta dan Sentul, Bogor.

Polri menjelaskan sejumlah penggeledahan tersebut terkait tiga kasus, yakni dugaan korupsi pasokan batu bara yang diumumkan dua hari sebelumnya, dugaan korupsi asuransi Asabri tahun 2020–2025, serta PT Krakatau Steel.

Febri Adriansyah, ketika masih menjabat Jampidsus, sempat menggelar konferensi pers pada 10 Juli 2026. Dia mengakui sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang telah digeledah Kortastipidkor Polri merupakan miliknya.

Pada Sabtu, 11 Juli 2026 dini hari, Kejagung mengumumkan Febri Adriansyah mundur dari jabatan Jampdisus, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menerima pengunduran diri tersebut.

Kemudian pada sore hari di tanggal tersebut, Kortastipidkor Polri mengumumkan dua orang tersangka terkait tiga kasus. Salah satunya merupakan Febrie Adriansyah.

Kortastipidkor Polri juga menyampaikan keputusan melimpahkan penanganan kasus tersebut ke Kejagung. (ANT/KN)

Silaturahmi Orang Tua Siswa, SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Kenalkan Lingkungan Pendidikan di Nusantara

0

NUSANTARA — Rasa bangga dirasakan sejumlah orang tua siswa setelah mengikuti kegiatan Silaturahmi Orang Tua Siswa SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Angkatan 36.

Salah satunya disampaikan oleh Saleha, orang tua dari Dinda Syahdza Luthfiah asal Tangerang, yang berharap pendidikan di SMA Taruna Nusantara Kampus IKN dapat memberikan pembelajaran terbaik bagi para siswa, baik dari sisi akademik, kesamaptaan, maupun kedisiplinan.

“Secara pribadi, setelah hadir langsung di SMA Taruna Nusantara Kampus IKN, saya merasa bangga karena anak saya dapat bergabung dan menempuh pendidikan di sini. Sebagai orang tua, tentu banyak harapan yang kami titipkan kepada putra-putri kami,” ujarnya pada Jumat (10/07/2026).

Kegiatan silaturahmi ini menjadi bagian dari pengenalan lingkungan sekolah, program pendidikan, serta ekosistem kehidupan di kawasan Nusantara bagi para siswa dan orang tua sebagai keluarga baru Ibu Kota Nusantara.

Berbagai unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Otorita IKN, jajaran dan pengurus Komite SMA Taruna Nusantara Kampus IKN, RSUP IKN Kemenkes, BIN, TNI, hingga konsultan dan kontraktor pembangunan sekolah.

Menyambut para orang tua siswa, Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Kampus IKN, Brigadir Jenderal TNI Rudi Setiawan, S.E., M.I.P., M.Han., menjelaskan sarana dan prasarana yang saat ini telah tersedia dan dapat digunakan oleh siswa Angkatan 36.

Rudi juga menyampaikan visi dan misi pendidikan SMA Taruna Nusantara, termasuk target capaian melalui _Key Performance Indicator_ (KPI) dan tiga lapisan kurikulum terintegrasi.

“Bapak-Ibu, tidak perlu khawatir putra dan putrinya kita didik disini. Kami sudah menyiapkan skema pendidikan yang harus berangkat dari budaya kita, tetapi juga harus mempunyai kemampuan yang bertaraf global dan internasional. Dengan adanya KPI yang sudah kita petakan juga, kita harap anak-anak ini dapat masuk perguruan tinggi top 10 nasional atau top 50 dunia, termasuk melalui skema beasiswa yang kredibel, ” sambutnya.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyambut hangat kehadiran para orang tua siswa SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Angkatan 36.

Menurut Troy, kehadiran para orang tua di Nusantara dapat menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan IKN dan membawa cerita yang sesuai dengan kenyataan kepada masyarakat setelah kembali ke daerah asal masing-masing.

“Tidak perlu ragu, anak-anak dari Bapak dan Ibu sekalian, saat ini sudah berada di tempat yang tepat, yaitu di Ibu Kota Nusantara. Saya harap juga dengan adanya Bapak dan Ibu disini bisa menjadi Duta IKN, yang menceritakan bagaimana kondisi IKN sekarang ini, termasuk meluruskan informasi mana yang benar dan mana yang salah,” ujarnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan sosialisasi mengenai kolaborasi program yang dihadirkan antara SMA Taruna Nusantara Kampus IKN dan RSUP Kemenkes IKN. _Head of medical Service RSUP IKN Kemenkes_, drg. Tirta Asprimi Angraeni, M.KG., Sp. KG, menyampaikan rasa bangga atas kolaborasi antara RSUP Kemenkes IKN dan Klinik SMA Taruna Nusantara Kampus IKN, salah satunya sebagai rumah sakit mitra dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan rujukan.

“Ini adalah suatu kebanggaan bisa menjadi bagian dari sejarah, ini yang kami rasakan sampai saat ini. Sejak bulan lalu, Bapak Kepala Sekolah intens berkoordinasi dengan kami, langsung datang ke rumah sakit kami.

Untuk itu, kita senang bisa membantu apa yang bisa kami berikan untuk anak-anak SMA Taruna Nusantara yang ada di IKN ini khususnya dalam Pelayanan Medik,” ulasnya.

Kesan kagum juga disampaikan Sutaryono, orang tua dari Athaya Azalia Arianda asal Brebes, Jawa Tengah. Setelah mendapatkan paparan dan melihat langsung kawasan Nusantara, ia mengaku semakin yakin menitipkan anaknya di SMA Taruna Nusantara Kampus IKN.

“Saya justru merasa terkesan dan kagum. Fasilitas sudah tersedia, kawasan ini luar biasa, dan Saya yakin lingkungan seperti ini akan memberikan pengaruh positif bagi mental anak saya,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Humas Otorita IKN

Prabowo Nilai Indonesia Terlalu Lama Terpengaruh Ekonomi Neoliberal, Tegaskan Kembali ke UUD 1945

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menilai arah kebijakan ekonomi Indonesia selama beberapa dekade terakhir terlalu dipengaruhi konsep ekonomi neoliberal. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dikoreksi dengan mengembalikan sistem perekonomian nasional sesuai amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menitikberatkan pada ekonomi kerakyatan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

“Selama kurang lebih tiga puluh tahun terakhir, kita melihat perekonomian Indonesia banyak dipengaruhi paham ekonomi neoliberal yang sesungguhnya tidak sejalan dengan amanat UUD 1945,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan pemerintah ingin mengembalikan arah pembangunan ekonomi kepada cita-cita para pendiri bangsa, yakni sistem yang memberikan ruang bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi.

“Yang ingin kita bangun adalah ekonomi kekeluargaan dan ekonomi kerakyatan, di mana setiap unsur masyarakat mendapat kesempatan untuk ikut berkembang,” katanya.

Prabowo juga menilai para elite bangsa harus berani mengakui bahwa orientasi pembangunan ekonomi selama ini kurang tepat karena terlalu mengagumi model ekonomi negara-negara Barat.

“Kita harus mengakui bahwa kita pernah terlena. Seolah-olah sistem Barat adalah jalan tercepat menuju kesejahteraan, padahal setelah puluhan tahun kenyataannya tidak demikian,” ucapnya.

Menurut Prabowo, sejak awal dirinya telah meyakini bahwa kapitalisme neoliberal tidak akan mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya sejak dulu berpendapat bahwa kapitalisme neoliberal tidak akan berhasil membawa kemakmuran bagi rakyat banyak,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Koperasi 2026, pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan. Berbagai kebijakan yang tengah disiapkan diharapkan mampu memperluas akses permodalan, meningkatkan daya saing koperasi, sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah. (Fajri)

Prabowo Tegaskan Akan Terus Berjuang demi Kemakmuran Rakyat di Peringatan Hari Koperasi

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan amanah yang diberikan rakyat melalui jabatannya sebagai presiden akan digunakan sepenuhnya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.

“Saya menerima mandat dari rakyat Indonesia dan mandat itu akan saya jalankan sekuat tenaga. Saya akan berjuang sekuat tenaga untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Ia juga menilai sistem ekonomi yang terlalu berorientasi pada liberalisme selama puluhan tahun belum mampu menghadirkan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat. Karena itu, menurutnya, penguatan koperasi menjadi salah satu jalan untuk membangun ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

“Saya sejak awal sudah mengingatkan bahwa paham kapitalisme neoliberal tidak akan berhasil dan tidak mungkin membawa kesejahteraan bagi rakyat banyak,” katanya.

Prabowo menambahkan bahwa koperasi memiliki kedekatan tersendiri dalam perjalanan hidupnya sehingga ia meyakini model ekonomi tersebut harus terus diperkuat sebagai fondasi ekonomi nasional.

“Koperasi bagi saya bukan sesuatu yang asing. Saya merasa koperasi adalah bagian dari keluarga saya,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Prabowo menegaskan dirinya tidak memimpin untuk kepentingan kelompok atau partai politik tertentu, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Saya bukan Presiden Gerindra. Saya adalah Presiden Republik Indonesia untuk seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Peringatan yang digelar tahun ini merupakan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 dengan tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”. Acara berlangsung di Indonesia Arena, Kompleks GBK, Jakarta, dan dihadiri sekitar 20 ribu peserta.

Selain Presiden Prabowo Subianto, hadir pula Menteri Koperasi Ferry Juliantono, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pengurus Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), serta perwakilan gerakan koperasi dari berbagai daerah di Indonesia. (Fajri)

BPBD Samarinda Siapkan Relawan Kelurahan Hadapi Ancaman Karhutla

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda melalui instansi terkait terus memperkuat sistem mitigasi dan kolaborasi untuk mengantisipasi ancaman kebakaran lahan selama musim kemarau. Selain menyiagakan personel gabungan, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan langkah mitigasi telah dilakukan hingga tingkat kelurahan melalui pembentukan Kelurahan Tanggap Bencana sebagai garda terdepan penanganan awal.

“Nah ini sudah kita mitigasi melalui kelompok-kelompok Kelurahan Tanggap Bencana. Itu sebagai piranti yang paling depan untuk memitigasi sekaligus untuk melaksanakan penanganan-penanganan skala kecil,” kata Suwarso.

Apabila kebakaran berkembang dan tidak dapat ditangani di tingkat kelurahan, BPBD telah menyiapkan sistem koordinasi bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Manggala Agni untuk melakukan penanganan secara cepat.

“Tapi dari BPBD Kota Samarinda sendiri, termasuk sudah koordinasi dengan Damkar dan Manggala Agni, itu kita sudah menyiapkan jika terjadi sesuatu kebakaran lahan maka semua siap untuk bergerak,” jelasnya.

Suwarso menegaskan kesiapsiagaan pemerintah harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, baik untuk membersihkan sampah maupun membuka lahan pertanian.

“Imbauan masyarakat tidak bosan-bosan kita menyampaikan, supaya tidak membakar sampah di lahan maupun di TPS, termasuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Itu dihindari,” tegasnya.

Ia mengingatkan, praktik membakar lahan pernah menimbulkan korban jiwa di Samarinda sehingga masyarakat diminta tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Karena di berbagai pengalaman tidak sekadar membakar hutan, bahkan sampai beberapa tahun yang lalu ada korban meninggal karena membakar lahan dan dia terkurung asap. Itu terjadi di Sambutan. Itu dijadikan pengalaman supaya tidak melakukan itu lagi,” ujarnya.

Sebagai alternatif, Suwarso mendorong masyarakat menerapkan metode pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, sisa tanaman tidak perlu dibakar karena masih dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

“Kan sebetulnya cara-cara menanam itu tidak harus membakar. Bahkan secara organik, sisa-sisa tanaman tersebut bisa digunakan untuk pupuk sebenarnya,” tutupnya.

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.